cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Rotasi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 1411027x     EISSN : 24069620     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 676 Documents
ANALISA DEFORMASI FULLY PLASTIC PADA KONTAK ANTAR ASPERITI MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Sugiyanto, Sugiyanto; Jamari, Jamari
ROTASI Volume 12, Nomor 4, Oktober 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.191 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.12.4.6-9

Abstract

Perubahan ketika dua permukaan diberi beban untuk pertama kalinya merupakan kombinasi dari banyak hal seperti perubahan bentuk, kekasaran permukaan, dan lain-lain. Perubahan-perubahan yang terjadi antara permulaan kontak (start-up) dengan kondisi tunak (steady state) terkait dengan keausan running-in (breaking-in atau wearing-in). Terdapat banyak parameter kimia dan mekanik yang mengubah geometri-mikro pada permukaan selama fase running-in. Namun demikian, ada dua mekanisme dominan yang terjadi yaitu deformasi plastis dan keausan ringan (mild wear). Pada fase ini, puncak yang lebih tinggi yang dihasilkan oleh proses pemesinan, diperhalus dengan mekanisme aliran plastis sehingga kesesuaian permukaan diperoleh. Pemahaman tentang perubahan bentuk asperiti selama fase running-in diperlukan dalam mengoptimalkan topografi permukaan dan pemilihan jenis proses pemesinan. Perubahan geometri permukaan yang berkontak selama proses running-in akan dibahas dalam paper ini. Sebuah asperiti, unit kekasaran permukaan terkecil, pada umumnya diwakili oleh bentuk setengah bola (hemisphere). Untuk gerakan rolling sempurna, kontak yang terjadi dapat diwakilkan dengan pembebanan statis yang berulang-ulang. Oleh karena itu, pemodelan deformasi plastis antar asperiti kontak statis akan dilakukan menggunakan metode elemen hingga. Dua hemisphere dari bahan brass dengan tujuh rasio radius yang berbeda (R1/R2) dikontakkan dengan beban 8000 N tanpa gesekan. Sebuah kurva non-linear yang menggambarkan hubungan antara deformasi plastis kontak hemisphere terhadap rasio radius dipresentasikan. Hasil menunjukkan bahwa deformasi plastis cenderung turun ketika rasio radius meningkat. Hasil ini tidak sependapat dengan kesimpulan Johnson dan Shercliff yang menyatakan bahwa deformasi plastis tidak dipengaruhi oleh geometri untuk asperiti yang berbahan sama
PENGEMBANGAN DAN KARAKTERISASI MATERIAL KERAMIK UNTUK DINDING BATA TAHAN API TUNGKU HOFFMAN K1 Bayuseno, Athanasius Priharyoto
ROTASI Volume 11, Nomor 4, Oktober 2009
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.351 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.11.4.5-10

Abstract

Keramik alumina komposit banyak diterapkan sebagai bahan tahan api tungku pemanas. Disamping itu tungku Hoffman K1 yang dimiliki laboratorium metalurgi fisik selama ini mengalami kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengetahui ketahanan kejut termal bata tahan api untuk tungku Hofmann K1 dengan menggunakan uji karakterisasi, yang meliputi: pengujian densitas dan porositas, mikrografi serta pengujian kekuatan lentur (three point bending test). Komposisi sampel keramik refraktori terdiri dari Al2O3, CaO, Fe2O3 dan SiO2; selanjutnya sampel disinter pada suhu 1200 OC dengan penahanan waktu selama 2 jam. Penelitian kejut termal menggunakan variasi beda suhu 300 OC, 400 OC , 500 OC. Dari uji karakterisasi material menunjukkan hasil bahwa semakin tinggi beda suhu kejutan termal maka nilai kekuatan lentur dan porositas semakin rendah. Hal ini ditunjukkan oleh hasil pengukuran pada beda suhu 300 OC, nilai porositas: 8.26 % dan nilai MOR: 6,59 MPa; pada beda suhu 400 OC, nilai porositas: 6.91% dan nilai MOR: 4,27 MPa; pada beda suhu 500 OC, nilai porositas: 4.73%, dan nilai MOR 2,54 MPa.
Peningkatan Nilai Kekerasan pada Bucket Teeth Excavator dengan Metode Pack Carburizing dan Media Quenching Oli SAE 20W-50 Serta Cangkang Kerang sebagai Energizer Bayuseno, Athanasius Priharyoto; Negoro, Dipo Adi
ROTASI Vol 20, No 4 (2018): VOLUME 20, NOMOR 4, OKTOBER 2018
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.374 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.20.4.195-201

Abstract

Pada ekskavator, bagian ujung dari bucket yang berperan seperti cakar-cakar disebut bucket teeth. Bucket teeth merupakan salah satu bagian yang paling mungkin terjadi kegagalan ketika excavator digunakan. Untuk mengatasi kegagalan, dilakukan peningkatan sifat mekanis terutama nilai kekerasan dengan cara pack carburizing. Pack carburizing merupakan salah satu jenis dari carburizing dimana proses ini merupakan proses pengerasan pada permukaan (surface hardening) dengan cara menambahkan unsur karbon dengan cara difusi yang dilakukan pada suhu 950oC dengan variasi waktu penahanan 2,4 dan 6 jam ditambah dengan variasi serbuk cangkang kerangyang berperan sebagai energizer sebesar 30%, 40% dan 50%. Setelah dilakukan pack carburizing, bucket teeth dilakukan proses quenching dengan media oli SAE 20W-50 untuk meningkatkan nilai kekerasan. Setelah itu dilakukan proses pengujian kekerasan, mikrografi, dan uji komposisi kimia untuk membandingkan material setelah dan sebelum proses pack carburizing. Hasil menunjukkan bahwa terjadi kenaikan nilai kekerasan seiring dengan banyaknya karbon dan waktu tahan, dimana kekerasan tertinggi terjadi pada variasi 70% Charcoal – 30% serbuk cangkang kerangdengan waktu penahanan 4 jam sebesar 84.9 HRA. Unsur karbon yang terdifusi ke dalam material akan meningkat seiring penahanan waktu yang semakin lama dimana difusi karbon paling dalam terjadi pada penahanan 6 jam dengan variasi 70% C – 30% serbuk cangkang kerang.
PENGARUH PENGGUNAAN BROQUET PADA PRESTASI MESIN SEPEDA MOTOR Arijanto, Arijanto; Nugroho, Heri
ROTASI VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2011
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.592 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.13.1.8-12

Abstract

Jumlah mobil di Indonesia telah mencapai 10 juta unit, bertambah 500 ribu unit per tahun dan sepeda motor lebih dari 25 juta unit dan bertambah 5 juta unit per tahun akan makin mencemari lingkungan serta memacu pemanasan global. Untuk mengurangi dampak emisi gas buang salah satu alat penghemat bahan bakar adalah katalisator Broquet. Katalis ini terbuat dari palladium campuran berbentuk kasa direndam dalam bahan bakar, sehingga oktan bahan bakar bertambah dan pembakaran menjadi lebih sempurna. Pengujian akan mengkaji efek penggunaan Broquet pada mesin sepeda motor Honda CS-1 125 cc terhadap perubahan performa mesin yang meliputi daya, torsi, konsumsi bahan bakar dan efisiensi. Dari hasil pengujian didapatkan torsi maksimal meningkat 18,8 % dari 11,44 Nm menjadi 13,60 Nm, setelah menggunakan broquet. Demikian juga terjadi peningkatan daya pengereman maksimal 22 % dari 0,92 kW menjadi 1,14 kW, selain itu juga diperoleh penghematan bahan bakar sebesar 13 % yang semula 1,14 liter/jam menjadi lebih hemat yaitu 1,01 liter/jam, Ditinjau dari prestasi mesin broquet layak digunakan sebagai penghemat bahan bakar alternatif bahkan dari hasil pengujian emisi gas buang penggunaan broquet juga lebih ramah lingkungan
KARAKTERISTIK TERMAL HIDRODINAMIK UNTUK ALIRAN LAMINAR DAN TURBULEN DI DALAM PIPA DENGAN BERBAGAI BENTUK SISIPAN PLAT BERGALUR Syaiful, Syaiful; Dzulhimam, Faza
ROTASI Vol 17, No 4 (2015): VOLUME 17, NOMOR 4, OKTOBER 2015
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.62 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.17.4.182-188

Abstract

The purpose of this study is to investigate the thermal and hydrodynamic characteristics of air flowing in tubes with various inserts of grooved plate. Inserts of grooved plate with a variety of attack angles (a = 0°, 45° and 90°) has been studied in laminar and turbulent flow. Plate inserts are installed inside the tube intended to improve the heat transfer due to the mixing of the fluid. Numerical simulation of three-dimensional flow set as a model in the direction of fluid flow. The working fluid in the tube is cold, whereas hot wall temperature is kept constant. The results showed that the grooved plate inserts increases the heat transfer in the tube. For laminar flow, the highest heat transfer enhancement is obtained at the grooved plate inserts α = 45° i.e. from 4.46 to 20.34% with an increase in friction factor of 172.19 to 204.36%. As for the turbulent flow, the highest heat transfer improvement is found in a grooved plate inserts with α = 45° i.e. from 38.67 to 56.1% with an increase in friction factor of 183.5 to 262.29%.
SIMULASI EFEK TURBO CYCLONE TERHADAP KARAKTERISTIK ALIRAN UDARA PADA SALURAN UDARA SUATU MOTOR BAKAR MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS Utomo, Tony Suryo
ROTASI Volume 8, Nomor 2, April 2006
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.498 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.8.2.30-36

Abstract

Turbo Cyclone is an additional device for an internal combustion engine, which can be used to create swirledflows of air in the intake channel. Swirling flow has abilities to improve fuel/air mixing efficiency, increasingcombustion intensity and stabilizing the combustion flame and also raising the flame propagation speed thus theeffective combustion can be achieved. Turbo Cyclone installation will affect its airflow characteristics, e.g. turbulenceintensity and pressure drop. The blade design has a great effect to the magnitude of turbulence intensity and pressuredrop. The CFD simulation shows that turbo cyclone installation does have effect to the turbulence intensity andpressure drop. Further analysis with blade design variation gives the results that the wider blade angle the bigger itsturbulence intensity and so does the pressure drop. Turbo Cyclone without holes on its blades also has morecontribution in raising those two parameters than Turbo Cyclone with holes on its blades. In this case model 7 has thelargest turbulence intensity and pressure drop at all air inlet velocity, that is 105,32 Pa and 1,52 at air inlet 6,099 m/s,570,45 Pa and 3,62 at air inlet 14,52 m/s, and also 937,73 Pa and 4,64 at air inlet 18,634 m/s.
Analisa Variasi Tekanan Fluida Primer, Tekanan Discharge dan Posisi Keluaran Nozzle (NXP) pada Steam Ejector Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Utomo, MSK Tony Suryo; Widyanto, Susilo Adi; Sekar, Abibrojo
ROTASI Vol 21, No 2 (2019): VOLUME 21, NOMOR 2, APRIL 2019
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.904 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.21.2.120-126

Abstract

Dilakukan simulasi numerik steam ejector dengan memvariasikan tekanan dari fluida primer, tekanan discharge dan posisi keluaran nozzle (NXP). Perlakuan variasi tekanan fluida primer dan tekanan discharge dilakukan untuk mendapat nilai nilai performa steam ejector yang disebut entrainment ratio (ER), tekanan kritis (critical pressure) dan tekanan discharge maksimum. Perlakuan variasi NXP dilakukan untuk mengetahui posisi keluaran nozzle terbaik dari steam ejector dengan nilai ER yang paling tinggi. Tekanan fluida primer yang divariasikan yaitu 2.66 bar, 3.00 bar dan 3.50 bar. Tekanan discharge divariasikan dari 0.20 bar sampai ejector mengalami aliran balik. NXP yang divariasikan yaitu dari posisi -3 mm atau -0.11 Den sampai + 35 mm atau 1.3 Den. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kenaikan tekanan fluida primer menyebabkan naiknya critical pressure tetapi membuat nilai entrainment ratio turun. Kenaikan tekanan discharge menyebabkan turunnya jarak shockwave ke posisi keluaran nozzle. Shockwave tercipta karena kenaikan tekanan yang signifikan secara cepat, saat tekanan discharge mendekati nilai critical pressure menunjukkan shockwave yang semakin lemah. Hasil variasi NXP dari posisi -3 mm ke +35 mm menunjukkan kenaikan dan penurunan dari entrainment ratio, posisi NXP + 19 mm atau 0.7 Den menunjukkan nilai ER paling besar sedangkan posisi NXP -3 mm paling kecil. Fluida yang dimodelkan ialah gas ideal dengan asumsi fluida berada pada kondisi saturasi uap. Pemodelan aliran menggunakan k- standard untuk memodelkan aliran dengan nilai Re yang tinggi dan dapat menerapkan perlakuan dinding agar hasil yang didapat akurat. Pemodelan geometri dibuat dengan menggunakan software CAD yaitu Solidworks 2015, geometri dieksport ke Ansys 16.2 dan di meshing dengan perlakuan adapsi y+.
PERANCANGAN DAN ANALISATEGANGAN PADA BEJANA TEKAN HORIZONTAL DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Satrijo, Djoeli; Habsya, Syarief Afif
ROTASI VOLUME 14, NOMOR 3, JULI 2012
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.364 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.14.3.32-40

Abstract

Dalam merancang bejana tekan, tahap awal yang dilakukan adalah mendefinisikan fungsi bejana tekan tersebut dan juga kapasitas operasi bejana tekan tersebut. Fungsi dan kapasitas akan menetukan dimensi awal bejana tekan tersebut, ditambah dengan tekanan kerjanya, akan dapat menentukan tebal dinding minimal yang akan digunakan untuk konstruksi bejana tekan. Ketebalan awal yang diperoleh setelah disesuaikan dengan tebal plat yang ada di pasaran adalah 3” pada bagian shell dan head. Setelah itu, pembebanan bejana tekan diberikan sesuai kondisi operasi dari bejan tekan tersebut. Beban yang diberikan antara lain tekanan internal, berat mati bejana tekan. Konsentrasi tegangan dan diskontinuitas tegangan pada bagian lubang dan pada bagian pertemuan shell dan head. Oleh karena itu, bagian-bagian kritis tersebut perlu mendapatkan perhatian khusus, agar konsentrasi tegangan dan diskontinuitas tegangan yang terjadi tidak mengakibatkan kegagalan pada struktur. Dari hasil analisa tegangan pada struktur bejana tekan menggunakan software analisa yang berbasin metode elemen hingga, ditemukan nilai tegangan von mises pada bagian kritis bejana tekan. Pada bagian manway 13437 psi, 11750 psi pada inlet dan 13566 psi pada drain, nilai tegangan maksimum tersebut masih dibawah tegangan yang diijinkan, yaitu 15700 psi, maka bejana tekan tersebut telah memenuhi kriteria yang diperlukan, dan layak untuk diproduksi.
Analisa Pengeringan Secara Konveksi Butiran Teh pada Fluidized Bed Dryer Menggunakan Computational Fluid Dynamic (CFD) Utomo, MSK Tony Suryo; Yanuar, Ghiffar
ROTASI Vol 19, No 4 (2017): VOLUME 19, NOMOR 4, OKTOBER 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.994 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.19.4.206-216

Abstract

Simulasi numerik perpindahan panas pada teh dilakukan dengan menempatkan material teh pada domain komputasi sebuah aliran eksternal. Penurunan massa pada teh dihitung secara analitik dengan menggunakan persamaan laju penurunan massa. Teh dimodelkan dengan bentuk menyerupai bola setelah dilakukan pelayuan untuk kemudian dikeringkan. Kecepatan masuk aliran udara divariasikan sesuai dengan batas kecepatan minimum dan maksimum fluidisasi pada fluidized bed dryer. Kecepatan yang divariasikan yaitu 3 m/s, 5 m/s, dan 7 m/s. Temperatur masuk aliran udara juga divariasikan berdasarkan temperatur pengeringan teh untuk fluidized bed dryer yaitu 920C, 950C, dan 1000C. Model aliran yang digunakan yaitu aliran laminar dengan Re < 105 untuk aliran external. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpindahan panas dan perpindahan massa terjadi dengan cepat untuk material teh. Berdasarkan variasi kecepatan aliran udara dan temperatur, maka semakin tinggi kecepatan dan temperatur masuk aliran udara mengakibatkan semakin menurunnya waktu yang dibutuhkan untuk mengurangi kadar air pada teh. Waktu yang digunakan untuk menurunkan kadar air hingga 3% berdasarkan temperatur pada kecepatan 3 m/s secara berurutan adalah 515 s (920C), 455 s (950C), dan 380 s (1000C). Sementara pada kecepatan 5 m/s waktu yag dibutuhkan adalah 400 s (920C), 355 s (950C), dan 295 s (1000C) serta untuk kecepatan 7 m/s berturut-turut 340 s (920C), 300 s (950C), dan 250 s (1000C). Untuk pengeringan teh lebih optimal dilakukan dengan menaikkan kececepatan masuk aliran fluida dibandingkan dengan menaikkan temperatur.
PENGUJIAN REFRIGERAN HYCOOL HCR-22 PADA AC SPLITE SEBAGAI PENGGANTI FREON R-22 Arijanto, Arijanto; kurdi, Ojo
ROTASI Volume 9, Nomor 2, April 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.99 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.2.42-46

Abstract

Rusaknya lapisan ozon dan efek pemanasan global antara lain disebabkan oleh penggunaan bahan yang mengandung unsur Chlor (Cl) dan salah satunya adalah ditimbulkan oleh refrigeran dari golongan CFC (Chloro Fluoro Carbon) yang mempunyai beberapa unsur Cl. Unsur chlor ini akan mengikat ozon (O3), dengan chlor sebagai katalisator, ozon akan terurai dan menjadi semakin tipis yang akhirnya membentuk lubang. Menipisnya lapisan ozon mengakibatkan terjadinya degradasi lingkungan, keterbatasan sumber air bersih, kerusakan rantai makanan di laut, musnahnya ekosistem terumbu karang dan sumber daya laut lainnya, menurunnya hasil produksi pertanian yang dapat menganggu ketahanan pangan, dan bencana alam lainnya.Mata rantai dampak penipisan lapisan ozon berikutnya adalah terjadinya pemanasan global (global warning). Gas karbon dioksida (CO2) memiliki kontribusi paling besar sekitar 50 persen, diikuti chloroflourcarbon (CFC) 25 persen, gas methan 10 persen, dan sisanya gas lain terhadap pemanasan global. Pemanasan global juga menyebabkan mencairnya lapisan es di Benua Antartika. Akibatnya, muka air laut global naik sampai 25 cm di akhir abad ke-20. Sehingga terjadi ketidakseimbangan iklim, dimana di suatu tempat terjadi bencana kekeringan, dan di tempat lainnya terjadi bencana banjir.Salah satu alternatif untuk menjaga lingkungan digunakan refrigeran hidrokarbon pengganti yang terdapat berbagai merk antara lain, Safe, Rossy, Artek, Hycool, Musicool dan masih banyak lagi, pada pengujian ini dipilih refrigeran Hycool HCR-22 yang akn diuji pada AC Splite dan ternyata cukup memuaskan karena performansi dan prestasi mesin pendingin makin baik.

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025): VOLUME 27, NOMOR 3, OKTOBER 2025 Vol 27, No 2 (2025): VOLUME 27, NOMOR 2, JULI 2025 Vol 27, No 1 (2025): VOLUME 27, NOMOR 1, JANUARI 2025 Vol 26, No 4 (2024): VOLUME 26, NOMOR 4, OKTOBER 2024 Vol 26, No 3 (2024): VOLUME 26, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 26, No 2 (2024): VOLUME 26, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 26, No 1 (2024): VOLUME 26, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 25, No 4 (2023): VOLUME 25, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 25, No 3 (2023): VOLUME 25, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 25, No 2 (2023): VOLUME 25, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 25, No 1 (2023): VOLUME 25, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 24, No 4 (2022): VOLUME 24, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 24, No 3 (2022): VOLUME 24, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 24, No 2 (2022): VOLUME 24, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 24, No 1 (2022): VOLUME 24, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 23, No 4 (2021): VOLUME 23, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 23, No 3 (2021): VOLUME 23, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 23, No 2 (2021): VOLUME 23, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 23, No 1 (2021): VOLUME 23, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 22, No 4 (2020): VOLUME 22, NOMOR 4, OKTOBER 2020 Vol 22, No 3 (2020): VOLUME 22, NOMOR 3, JULI 2020 Vol 22, No 2 (2020): VOLUME 22, NOMOR 2, APRIL 2020 Vol 22, No 1 (2020): VOLUME 22, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 21, No 4 (2019): VOLUME 21, NOMOR 4, OKTOBER 2019 Vol 21, No 3 (2019): VOLUME 21, NOMOR 3, JULI 2019 Vol 21, No 2 (2019): VOLUME 21, NOMOR 2, APRIL 2019 Vol 21, No 1 (2019): VOLUME 21, NOMOR 1, JANUARI 2019 Vol 20, No 4 (2018): VOLUME 20, NOMOR 4, OKTOBER 2018 Vol 20, No 3 (2018): VOLUME 20, NOMOR 3, JULI 2018 Vol 20, No 2 (2018): VOLUME 20, NOMOR 2, APRIL 2018 Vol 20, No 1 (2018): VOLUME 20, NOMOR 1, JANUARI 2018 Vol 19, No 4 (2017): VOLUME 19, NOMOR 4, OKTOBER 2017 Vol 19, No 3 (2017): VOLUME 19, NOMOR 3, JULI 2017 Vol 19, No 2 (2017): VOLUME 19, NOMOR 2, APRIL 2017 Vol 19, No 1 (2017): VOLUME 19, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 18, No 4 (2016): VOLUME 18, NOMOR 4, OKTOBER 2016 Vol 18, No 3 (2016): VOLUME 18, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 18, No 2 (2016): VOLUME 18, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 18, No 1 (2016): VOLUME 18, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 17, No 4 (2015): VOLUME 17, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 17, No 3 (2015): VOLUME 17, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 17, No 2 (2015): VOLUME 17, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 17, No 1 (2015): VOLUME 17, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 16, No 4 (2014): VOLUME 16, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 16, No 3 (2014): VOLUME 16, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 16, No 2 (2014): VOLUME 16, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 16, No 1 (2014): VOLUME 16, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 15, No 4 (2013): VOLUME 15, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 15, No 3 (2013): VOLUME 15, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 15, No 2 (2013): VOLUME 15, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 15, No 1 (2013): VOLUME 15, NOMOR 1, JANUARI 2013 VOLUME 14, NOMOR 4, OKTOBER 2012 VOLUME 14, NOMOR 3, JULI 2012 VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2012 VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2012 VOLUME 13, NOMOR 4, OKTOBER 2011 VOLUME 13, NOMOR 3, JULI 2011 VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011 VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2011 Volume 12, Nomor 4, Oktober 2010 Volume 12, Nomor 3, Juli 2010 Volume 12, Nomor 2, April 2010 Volume 12, Nomor 1, Januari 2010 Volume 11, Nomor 4, Oktober 2009 Volume 11, Nomor 3, Juli 2009 Volume 11, Nomor 2, April 2009 Volume 11, Nomor 1, Januari 2009 Volume 10, Nomor 4, Oktober 2008 Volume 10, Nomor 3, Juli 2008 Volume 10, Nomor 2, April 2008 Volume 10, Nomor 1, Januari 2008 Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007 Volume 9, Nomor 3, Juli 2007 Volume 9, Nomor 2, April 2007 Volume 9, Nomor 1, Januari 2007 Volume 8, Nomor 4, Oktober 2006 Volume 8, Nomor 3, Juli 2006 Volume 8, Nomor 2, April 2006 Volume 8, Nomor 1, Januari 2006 Volume 3, Nomor 2, April 2001 Volume 3, Nomor 1, Januari 2001 Volume 2, Nomor 4, September 2000 More Issue