cover
Contact Name
M. Syukri Ismail
Contact Email
msyukri_ismail@staiyasnibungo.ac.id
Phone
+6282278916431
Journal Mail Official
jurnalnurelislam@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lintas Sumatera KM.04 Sungai Binjai Kec. Bathin III Kab. Bungo Provinsi Jambi Kode Pos 37211
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan
ISSN : 23377828     EISSN : 25276263     DOI : -
NUR EL-ISLAM Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan the journal is published by Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi Indonesia. It’s dedicated for the publication of scientific articles in Islamic Education, Islamic Economics and Religious Studies. The languages used in this journal are Indonesia, English and Arabic. This journal is published twice a year, April and October in printed and online version. The editors receive scientific articles of academics, lecturers, and researchers who have never been published by other Journals.
Articles 492 Documents
Membentuk Akhlak Anak Dengan Menghafal dan Tadabbur Al-Quran di Madrasah Alam Ya Bunayya Muara Bungo
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 9 No. 2 (2022): (Oktober 2022)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v9i2.529

Abstract

Al-Qur’an sebagai kitab suci pedoman hidup yang dijaga keasliannya oleh Allah SWT dengan banyak cara, salah satunya adalah melalui para penghafal al-Qur’an yang dipilih untuk menjaga kalam Allah yang Mulia di dalam fikiran dan hatinya. Oleh karena itu, banyak Madrasah yang berbasis Islam mengadakan program hafalan al-Quran sebagai salah satu program unggulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode al Jawarih di Madrasah Alam Ya Bunayya Bungo dan mengetahui implikasi metode al Jawarih dalam menghafal dan mempelajari al Qur’an terhadap akhlak santri di Madrasah Alam Ya Bunayya Bungo. Metode penelitan ini adalah deskriptif kualitatif.Penelitian ini di RA Alam Yaa Bunayya. Teknik pengumpulan data diambil dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah penerapan menghafal ayat-ayat al Qur’an dengan menggunakan gerakan, tadabbur makna ayat perkata dan keseluruhan, dan implementasi memahami kandungan ayat dengan cara visual secara langsung membuat pembelajaran tahfidz sangatlah menyenangkan, tidak membosankan, dan sangat berkesan bagi para peserta didik di Madrasah Alam Ya Bunayya Bungo. Dan dari proses pembelajaran tersebut peserta didik merasakan kehadiran Allah Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha penyayang selalu memberikan kebaikan-kebaikan kepada manusia sehingga muncullah rasa berkasih sayang sesama manusia serta syukur yang di aplikasikan dengan mengerjakan sholat, mengaji, belajar yang baik, berbuat kebajikan kepada orangtua guru dan kawan-kawan di Madrasah maupun di rumah.
Pembinaan Karakter Disiplin dan Relegius Melalui Kegiatan Keagamaan di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Raudhatul Ulum Sakatiga Indralaya Ogan Ilir
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 9 No. 2 (2022): (Oktober 2022)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v9i2.532

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendiskrispsikan bagaimana pembinaan karakter disiplin dan karakter relegius melalui kegiatan keagaman, dan faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan karakter disiplin dan karakter relegius di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMA IT) Raudahtul Ulum Sakatiga Indralya Ogaan Ilir. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Instrumennya adalah peneliti sendiri dan beberapa guru, wali siswa dan siswa. Data penelitian didapat dari; wawancara, dokumnetasi, dan observasi. Pembinaan karakter disiplin dan karakter relegius adalah bagian penting dalam pendidikan karakter bagi peserta didik. Proses pembinaan karakter tersebut harus melalui media-media yang sesuai dengan objek pembinaan yaitu peserta didik, dan yang menjadi salah satu medianya adalah kegiatan keagamaan di sekolah. Perlu perencanaan yang matang yang harus dilakukan oleh pengurus sekolah dan para guru dalam menentukan kegaiatan keagamaan yang harus diikuti oleh para peserta didik, agar proses pembinaan berjalan dengan baik sesuai dengan harapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pembinaan karakter disiplin dilakukan berjalan dengan baik, dengan indikator; disiplin mentaati peraturan sekolah,, disiplin dalam ibadah, dan disiplin dalam mengikuti kegiatan di asrama. Pembinaan karakter relegius juga berjalan dengan baik, dengan indikator; ketaatan dalam beribadah kepada Allah swt, mandiri dan bertanggung jawab, jujur dan amanah, sopan santun, dermawan, suka bekerja sama, percaya diri, kreatif, kerja keras, rendah hati tidak sombong, serta toleransi dan persaudaraan.Faktor yang mendukung pembinaan karakter tersebut adalah; perencanaan, pendanaan, sumber daya guru dan staf, kerjasama orangtua, motivasi, serta sarana dan prasarana. Sedangkan yang menjadi faktor penghambatnya; padatnya kegiatan, cuaca, lemah motivasi dalam diri santri, kurangnya kerja sama antara sekolah dan orangtua, dan faktor keluarga.
Kreativitas Pembina Bidang Kesiswaan dalam Membentuk Kedisiplinan Santri Pasca Pandemi Covid 19 di Madrasah Aliyah Raudhatul Ulum Sakatiga
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 9 No. 2 (2022): (Oktober 2022)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v9i2.533

Abstract

Kehidupan manusia tidak lepas dengan adanya sebuah tatanan kehidupan. Tatanan kehidupan menjadikan manusia lebih terarah dan tertata sesuai dengan kedisiplinan yang diterapkan. Dengan demikian, manusia dituntut untuk mematuhi aturan atau bisa dikatakan hidup disiplin sesuai dengan nilai nilai atau norma yang berlaku dalam kehidupannya. Dalam kehidupan inilah, sekolah juga tidak lepas dari adanya norma atau aturan yang berlaku dalam menegakkan kedisiplinan peserta didik. Tata tertib yang berlaku berkaitan erat dengan perilaku disiplin yang masih menjadi permasalahan di sekolah. Tujuan utama tata tertib adalah melatih disiplin dan menanamkan disiplin moral dalam diri individu yang akan membentuk pola perilaku, sehingga tata tertib menjadi sebuah kontrol perilaku agar sesuai dengan peraturan yang berlaku. Namun kenyataannya berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif dan metode in-depth interviews. Penelitian kualitatif merupakan penelitian penelitian yang menggunakan metode observasi, wawancara, analisis isi, dan metode pengumpulan data. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan Reduksi Data, Penyajian Data, Menarik Kesimpulan/Verifikasi. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode triangulasi data pada pengecekan keabsahan data. Kreatifitas pembina kesiswaan yang dilakukan madrasah Aliyah Raudhatul Ulum meliputi: mengadakan workshop, pemberdayaan organisasi pelajar pondok pesantren Raudhatul Ulum, Kegiatan Bina Pribadi Islami, melakukan pendekatan individu, kerjasama dengan tim unit pembina santri, dan melakukan muhasabah. Sedangkan kedisiplinan santri di antaranya meliputi, taat dengan aturan, tanggung jawab dengan tugas dan bersedia menerima hukuman.
Toleransi dalam Perspektif Hadis
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 9 No. 2 (2022): (Oktober 2022)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v9i2.539

Abstract

Toleransi dalam Islam menjadi kajian yang menarik, ini dilandasi sangat sulitnya menemukan padanan kata Toleransi dalam Al-Qur’an dan Hadis. Perbedaan pemahaman makna toleransi menjadikan landasan pemahaman Pluralisme. Artikel ini untuk mengkaji makna toleransi dalam hadis sebagai sumber kedua agama Islam, dengan menggunakan pendekatan sosial. Artikel ini menemukan bahwa Toleransi dalam Hadis dipadankan dengan kata tasamuh dengan makna atau samahah kata ini pada dasarnya berarti al-jud (Kemuliaan). Atau sa’at sadr (lapang dada) dan tasahul (ramah, suka memaafkan). Agama Islam sendiri merupakan agama yang menjadikan sikap toleransi sebagai bagian yang terpenting, sikap ini lebih banyak teraplikasi dalam wilayah interaksi sosial sebagaimana yang ditunjukkan dari sikap Rasulullah saw. terhadap non-muslim pada zaman beliau masih hidup. Sikap toleransi dalam beragama adalah menghargai keyakinan agama lain dengan tidak bersikap sinkretis yaitu dengan menyamakan keyakinan agama lain dengan keyakinan Islam itu sendiri, menjalankan keyakinan dan ibadah masing-masing. Sikap toleransi juga tidak dapat dipahami secara terpisah dari bingkai syariat, sebab jika terjadi, maka akan menimbulkan kesalahpahaman makna yang berakibat tercampurnya antara yang hak dan yang batil. Ajaran toleransi merupakan suatu yang melekat dalam prinsip-prinsip ajaran Islam sebagaimana terdapat pada iman, islam, dan ihsan.
Pola Pelaksanaan Pembinaan Tahfidzul Qur’an di Madrasah Tahfidzul Qur’an Raudhatul Ulum Sakatiga Indralaya Sumatera Selatan
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 9 No. 2 (2022): (Oktober 2022)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v9i2.540

Abstract

Penyelenggaraan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama baik antara pemerintah maupun masyarakat sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar RI 1945 Pasal 31 ayat (1) yakni memberi hak kepada setiap warga negara Indonesia untuk mendapatkan pengajaran. Pada masyarakat Indonesia sebelum ada dan berkembangnya lembaga khusus (formal dan nonformal) untuk mengajarkan baca tulis Al Qur’an, Madrasah Tahfidzul Qur’an Raudhatul Ulum merupakan salah satu program pembinaan Al-Qur’an yang dilakukan di luar pembelajaran formal sekolah. Tentu saja pembinaan di lembaga pendidikan formal dan nonformal memiliki tantangan yang berbeda-beda. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif dan metode in-depth interviews. Penelitian kualitatif merupakan penelitian penelitian yang menggunakan metode observasi, wawancara, analisis isi, dan metode pengumpulan data. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan Reduksi Data, Penyajian Data, Menarik Kesimpulan/Verifikasi Pola pembinaan ini sesuai dengan program yang telah ditentukan atau kegiatan yang berjalan sesuai perencanaan, seperti pola pembinan Tahsin, Tahfidz dan Tasmi’ yang dilaksanakan pada kegiatan sehari-hari. Adapun pola pembinaan Tahfidz Qur’an ini didukung dengan Program unggulan yang dirancang sesuai untuk meningkatkan kemampuan menghafal Alqur’an santri dan santriwati Madrasah Tahfidzul Qur’an Lil Aulad Radhatul Ulum baik secara Ruhiyah, Fikriyah dan Jasadiyah. faktor pendukung pola pembinaan tahfidzul qur’an meliputi: niat dan motivasi, Peran Guru atau Musyrif dan Musyrifah, Adanya Target Hafalan yang ingin dicapai dalam waktu tertentu, Lingkungan yang kondusif, dan kecerdasan. sedangkan faktor penghambat meliputi: kurang motivasi, kesulitan dalam menghafal, lupa terhadap surah yang dihafal, malas dan bosan, bermain, berbuat maksiat, dan padatnya aktifitas.
Internalisasi Nilai-Nilai Kemuhammadiyaan dalam Kehidupan Beragama di Masyarakat Desa Godog Lamongan
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 10 No. 2 (2023): (Oktober 2023)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v10i2.546

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kehidupan beragama di masyarakat Godog yang mayoritas beragama islam dengan besar keseluruhannya berormas muhammadiyah dalam beragama melalui penanaman nilai-nilai kemuhammadiyan, dalam hal ini masyarakat memainkan peran sentral dalam membentuk identitas, moralitas, dan etika dalam kehidupan sehari-hari dengan memahami latar belakang dan peran pentingnya masyarakat dapat memupuk kehidupan beragama yang kuat, toleran, dan berdampak positif pada kesejahteraan bersama. Jenis penelitian ini adalah penelitialn kualitatif Berdasarkan tarafnya penelitian deskriftif, Sedangkan pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Pertama, Observasi Kedua, Wawancara Ketiga, Dokumentasi. untuk analisis data peneliti berpijalk paldal pendalpalt Miles, Hubermen daln Salldalnal mengenali lalngkalh-lalngkalh yalng dilalkukaln dallalm teknik alnallisis daltal meliputi condensate data, display data dan Verivikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai nilai kemuhammadiyaan desa godog meliputi, nilai ketaqwaan, nilai tolong-menolong, nilai organisasi, nilai tasamuh, dan nilai tajdid adapun proses penanaman nilai kemuhammadiyaan di lakukan melalui tiga proses Pertama, adalah Tahap Transformasi nilai. Kedua, Tahap Transaksi nilai Ketiga, Tahap Transinternalisasi.
Gerakan Sosial Muhammadiyah di Muna dalam Bidang Pendidikan: Masa Kolonialisme
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 10 No. 2 (2023): (Oktober 2023)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v10i1.551

Abstract

Penelitian ini bersifat deskriptif analitik. Data primer penelitian, bersumber dari data-data tertulis (dokumen) dan wawancara mendalam. Seluruh data dianalisis melalui tahapan: heuristik, kritik, intrepretasi dan historiografi. Penelitian ini menyimpulkan: Pertama, Secara historis Muhammadiyah berperan signifikan dalam proses pencerahan akal budi terhadap masyarakat Muna masa pra kemerdekaan. Hal tersebut setidaknya ditandai dengan giat pencerahan melalui jalur pendidikan, yaitu dengan mendirikan sekolah di Raha dan Mabohi tahun 1932. Lembaga pendidikan tersebut merupakan anti tesa dari gerakan pendidikan berbasis Kristen yang diinisiasi oleh Zending. Kedua, kemampuan elemen Muhammadiyah masa pra kemerdekaan membangun dan memberi layanan pendidikan kepada masyarakat setempat, merupakan bukti dari partisipasi sosial organ ini kepada anak bangsa. Sungguhpun posisi politik Muhammadiyah pada waktu berada dalam ruang sempit dan penuh tekanan dari pemerintah kolonial Belanda, namun faktanya mereka tetap mampu menggerakkan dan memoblisasi sumber daya yang ada sehingga mereka berhasil mendirikan sekolah berbasis Islam sebagai anti tesa dari sekolah yang didirikan oleh Zending. Ketiga, dalam menghadapi colonial Belanda, Muhammadiyah menerapkan gerakan reaksioner antithesis. Pendekatan ini dilakukan untuk membendung gerakan pemurtadan yang dilakukan Zending yang berkolaborasi dengan Belanda. Fakta ini diframing sedemikian rupa sehingga elemen Muhammadiyah Muna mampu memobilisasi masyarakat setempat untuk bereaksi melakukan penentangan atas ketidak adilan yang mereka alami
Relevansi Pemikiran Pendidikan Jamaluddin Al-Afgani dalam Konteks Pendidikan Islam Kontemporer Ofiani, Oktawini; Mardalena
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 11 No. 1 (2024): (April 2024)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v11i1.552

Abstract

Kurangnya integrasi antara nilai-nilai Islam dan ilmu pengetahuan modern dalam kurikulum pendidikan Islam, tingginya pengaruh budaya asing, ketidakseimbangan antara pendidikan agama dan ilmu pengetahuan serta kekakuan dalam integrasi pendekatan rasional dan ilmiah dalam pengajaran agama Islam merupakan kondisi faktual pendidikan islam di Indonesia saat ini. Melalui Pemikiran pendidikan Jamaluddin Al-Afghani yang memiliki relevansi kuat dalam konteks pendidikan Islam kontemporer, akan memberikan penguatan pemahaman terhadap dunia pendidikan di Indonesia bahwa perlunya keseimbangan modernisasi pendidikan islam untuk menjawab tantangan zaman dengan memadukan nilai-nilai Islam bersama ilmu pengetahuan modern dan teknologi agar umat Islam dapat bersaing secara global, perlunya reformasi dalam kurikulum dan metode pengajaran dan penekanan bahwa pendidikan Islam harus memadukan akal dan wahyu dalam mendukung pendekatan rasional dan ilmiah yang tentunya tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan dan logika. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kepustakaan untuk mengeksplorasi pemikiran Jamaluddin Al-Afghani terkait pendidikan islam. Hasil analisis menyimpulkan bahwa pemikiran Jamaluddin Al-Afghani menekankan pentingnya integrasi ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai agama, keterampilan praktis, dan kemampuan berpikir kritis dalam pendidikan Islam. Diharapkan artikel ini memberikan wawasan baru bagi pengembangan pendidikan Islam yang adaptif terhadap zaman modern.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Jujur dan Disiplin Siswa di Sekolah Menengah Pertama Ahmad Dahlan Kota Jambi
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 10 No. 2 (2023): (Oktober 2023)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v10i2.557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi jujur dan disiplin siswa, hambatan dan strategi guru PAI dalam membentuk karakter jujur dan disiplin siswa di sekolah menengah pertama ahmad dahlan kota jambi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah SMP Ahmad Dahlan Jambi dengan subyek penelitian guru dan siswa sebagai responden utama. Data penelitian diperoleh dari observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa kondisi jujur dan disiplin siswa di SMP Ahmad Dahlan Jambi terkatagori banyak yang masih rendah karena semua siswa yang sudah diminta infomasi mengatakan semua pernah melakukan berbohong dan melanggar peraturan tata tertib, baik dengan guru maupun dengan siswa lainnya selama di lingkungan sekolah. Adapun hambatannya yaitu kurangnya pro-aktif serta konstribusi siswa dalam pembuatan peraturan tata tertib sekolah. Kemudian, Strategi-strategi yang dilakukan oleh guru PAI dalam membentuk karakter siswa yaitu guru PAI menerapkan sikap tegas, disiplin dan jujur kepada siswa selama didalam kelas agar siswa terbiasa dengan sikap tersebut dan akhir menjadi karakter siswa serta guru PAI juga menerapkan dalam kegiatan ekstrakulikuler, seperti dalam kegiatan OSIS, PMR, pramuka, olahraga, membaca yasin setiap hari jum’at, dan membaca ayat-ayat pendek setiap setelah sholah zuhur. Tujuan dilakukan dari kegiatan tersebut adalah untuk membentuk karakter jujur dan disiplin siswa serta mengembangkan minat, bakat, skill yang ada pada diri siswa masing-masing. Kesimpulannya dari hasil penelitian ini agar dapat menjadi pertimbangan pihak sekolah untuk membuat pedoman serta tolak ukur yang detail tentang nilai-nilai karakter jujur dan disiplin yang dapat dikembangkan dan diterapkan di sekolah SMP Ahmad Dahlan Jambi.
Pelaksanaan Pembinaan Program Belajar Malam (Muwajjah) untuk Peningkatan Hasil Belajar Santri di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Desa Sakatiga Indralaya Ogan Ilir
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 10 No. 2 (2023): (Oktober 2023)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v10i2.559

Abstract

Pelaksanaan program belajar di dalam suatu lembaga pendidikan berawal pada proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan peserta didik. Di dalam pondok pesantren Raudhatul Ulum ada yang dinamakan dengan program belajar malam (muwajjah), dengan tujuan meningkatkan kualitas belajar santri. Namun di dalam proses muwajjah tersebut para santri kurang disiplin terhadap waktu yang telah ditetapkan, sehingga kurang efisien pada pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan, strategi dan faktor yang mempengaruhi program belajar malam di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga. Metode yang digunakan berjenis kualitatif dengan sifat field research dan menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil yang didapatkan adalah pada pelaksanaan muwajjah agar berjalan dengan baik, maka semua pihak baik itu guru dan wali kelas ikut bertanggung jawab dengan aturan yang sudah direncanakan dan dijadwalkan. Kemudian faktor pendukung muwajjah adalah pengkondisian iklim muwajjah yang oleh guru dan wali kelas, untuk faktor penghambat adalah kelelahan dikarenakan santri dari pagi sampai sore hari telah mengikuti proses pembelajaran di kelas.