cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
J@TI (TEKNIK INDUSTRI)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25021516     DOI : -
Core Subject : Engineering,
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri [e-ISSN 2502-1516] merupakan jurnal nasional yang mengangkat tulisan-tulisan penelitian dalam disiplin ilmu teknik industri. Pertama kali terbit sejak tahun 2006 hingga saat ini dengan frekuensi terbit tiga (3) kali dalam setahun. Setiap edisi terbitan berisi 8 artikel jurnal. Terbit setiap Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Volume 6, No.1, Januari 2011" : 8 Documents clear
PERANCANGAN SISTEM PENILAIAN KINERJA KARYAWAN (STUDI KASUS : PT. X) Hidayat, Trifenaus Prabu; Sukwadi, Ronald; Ngaditeja, Jeassyca
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 6, No.1, Januari 2011
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.501 KB) | DOI: 10.12777/jati.6.1.57-64

Abstract

PT. X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang coating dan vacuum metalizing. Sistem penilaian prestasi kerja yang dilakukan oleh PT. X berdasarkan pada absensi. Sistem penilaian saat ini menimbulkan ketidakpuasan karyawan karena prestasi kerja karyawan tidak termasuk dalam sistem penilaian prestasi kerja. Hal ini berdampak pada pemberian insentif. Penelitian ini akan merancang sistem penilaian kerja karyawan dengan mempertimbangkan faktor -faktor hasil pekerjaan karyawan dan hasil penilaian tersebut akan digunakan untuk menghitung pemberian insentif karyawan. Tahap awal penelitian dilakukan identifikasi kriteria-kriteria dan sub kriteria. Kriteria yang digunakan adalah kriteria berdasarkan kriteria Spencer. Penentuan bobot masing-masing kriteria dan sub kriteria mengunakan kuisioner pembanding berpasangan, kemudian diolah menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Tahap akhir dari penelitian ini melakukan perhitungan insentif karyawan yang berdasarkan besarnya bonus yang disediakan perusahaan. Sistem penilaian prestasi kerja ini dilakukan oleh 4 orang penilai yang dilakukan secara kolektif, dimana penilaian dilakukan pada akhir tahun. Sistem penilaian usulan ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan sistem saat ini yaitu: kriteria yang digunakan sesuai dengan penilaian performansi operator, membantu perusahaan dalam memonitor aktivitas di lantai produksi. Keuntungan untuk operator adalah mengetahui kelebihan dan kelemahan performansinya sehingga untuk menjadi bahan evaluasi serta dapat meningkatkan insentif dengan bekerja lebih baik lagi. Sistem penilaian prestasi kerja usulan ini diharapkan memotivasi karyawan untuk bekerja lebih baik lagi.Kata kunci: Penilaian Prestasi kerja, Spencer,Analytical Hierarchy, Process, Insentif. PT. X is a company engaged in the field of coating and vacuum metalizing. System of performance appraisal work done by PT. X based on attendance. Rating systems currently generate employee dissatisfaction because employees 'performance is not included in employees' performance appraisal system. This has an impact on the provision of incentives. This study will design the employee appraisal system by considering the factors the employee's job and the assessment results will be used to calculate the employee incentives. The initial phase of research to identify the criteria and sub criteria. The criteria used is based on the criteria of Spencer's criteria. ¬ respective determination of each criteria and sub criteria using paired comparison questionnaire, then processed using the method of Analytical Hierarchy Process (AHP). The final stage of this study do calculations based on the employee incentive bonus provided by the company. Work performance appraisal system is conducted by 4 assessors who carried out collectively, where assessment is carried out at the end of the year. This proposed assessment system has several advantages over current systems, namely: the criteria used in accordance with the assessment of operator performance, helping companies monitor activity on the production floor. The advantage for operators is to know the strengths and weaknesses so as to be a material performance evaluation, and to increase the incentive to work even better. Work performance appraisal system proposal is expected to motivate employees to work better. Key words: Assessment of Achievement of work, Spencer, Analytical Hierarchy, Process, Incentives.
PERANCANGAN ULANG ALAT BANTU KERJA WHEEL CHOCK UNTUK HAUL TRUCK 793C CATERPILLAR PADA FUEL STATION DI PT. NEWMONT NUSA TENGGARA DENGAN PENDEKATAN ANTHROPOMETRI Rinawati, Dyah Ika; Karina, Karina
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 6, No.1, Januari 2011
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.279 KB) | DOI: 10.12777/jati.6.1.21-26

Abstract

Pada Fuel Station di PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) dilakukan peletakan wheel chock pada bagian depan dan belakang roda depan sebelah kiri Haul Truck 793C sebelum pengisian bahan bakar. Aktivitas tersebut dikerjakan oleh pekerja dengan menggunakan alat bantu. Namun penggunaan alat bantu tersebut dirasa kurang nyaman dan menyebabkan keluhan kelelahan di bagian punggung. Hal ini dikarenakan ukuran alat bantu tersebut kurang sesuai dengan ukuran tubuh pekerja. Oleh karena itu diperlukan re-design terhadap alat bantu kerja dengan pendekatan anthropometri. Dalam re-design alat bantu kerja wheel chock, dimensi tubuh yang dipertimbangkan adalah diameter genggaman, tinggi siku berdiri dan lebar telapak tangan (metacarpal). Berdasarkan hasil pengukuran anthropometri pekerja pada PT NNT maka didapatkan rancangan ukuran alat bantu kerja wheel chock yaitu panjang handle sebesar 951 mm dengan tinggi handle 1.026 mm dan diameter handle sebesar 42 mm. Analisis biomekanika dilakukan berdasarkan besarnya momen yang bekerja pada tubuh pekerja. Momen yang bekerja untuk desain awal pada pelvis sebesar 140 Nm dan trunk sebesar 95 Nm pada sumbu Y. Sedangkan pada hasil re-design adalah 13 Nm pada bagian pelvis dan 9 Nm pada sumbu Y bagian trunk. Kesesuaian dimensi alat kerja dengan anthropometri pekerja serta penurunan nilai momen pada pelvis dan trunk dapat mengurangi resiko cedera dan kelelahan pada punggung pekerja.Kata Kunci : Anthropometri, biomekanika dan perancangan alat bantu kerjaAbstractAt the Fuel Station at PT. Newmont Nusa Tenggara (PT. NNT) was laying Chock wheel on the front and back oh the left front wheel 793C Haul Truck before refueling. These activities done by workers using the the tool. However, the use of these tools it is less convenient and cause fatigue in the back. This is because the size of the tool is less according to body size of workers. Therefore we need a redesign of the tools work with anthropometric approach. In the re-design work tool Chock wheels, body dimensions to be considered is the diameter of grip, standing elbow height and width of the palm of the hand (metacarpal). Based on the results ofanthropometric measurement of workers at PT. NNT are obtained design size wheel Chock work tool that is a long handle for 951 mm with handle 1026 mm height and diameter of 42 mm handle. Biomechanics analysis is based on the moment acting on the body of workers. Moment of work for initial design of 140 Nm in the pelvis and trunk is 95 Nm about the axis Y. While the results of the re-design is 13 Nm at the pelvis and 9 Nm an the Y axis of the trunk. Conformity with the anthropometric dimensions of worker working tool as well as impairment of moments in the pelvis and truck to reduce the risk of injury and fatigue on the back of workers.Keyword : Anthropometry, biomechanics and design work tool
ANALISIS PREFERENSI PILIHAN KONSUMEN TERHADAP KARTU CDMA PRABAYAR Mauidzoh, Uyuunul
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 6, No.1, Januari 2011
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.131 KB) | DOI: 10.12777/jati.6.1.65-70

Abstract

Kartu CDMA Prabayar merupakan alternatif lain bagi pengguna telpon seluler, setelah GSM. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui preferensi konsumen pemakai kartu CDMA Prabayar dan mengidentifikasi prioritas faktor pilihan konsumen dalam memilih kartu CDMA Prabayar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Analitycal Hierarcy Process (AHP). Dalam metode ini setiap faktor penyusun masalah dibandingkan, diantaranya berdasarkan kepentingan sehingga pengambil keputusan dapat terbimbing untuk memberikan prioritas perhatian pada alternatif masalah dari tingkat kepentingan tinggi sampai tingkat kepentingan yang lebih rendah. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada responden. Hasil penelitian ini diketahui bahwa yang menjadi prioritas pilihan konsumen adalah: Faktor bonus dengan sub faktor pulsa, bobot prioritas sebesar 0.3683953; Faktor fasilitas dengan sub faktor sub faktor phone book, bobot prioritas 0.21409479; Faktor layanan dengan sub faktor coverage area, bobot prioritas 0.30044033;Faktor harga dengan sub faktor murah, bobot prioritas 0.45685505. Berdasarkan alternatif pilihan produk simcard CDMA prabayar, dapat diketahui bahwa pilihan yang paling berpengaruh dan paling banyak diminati Konsumen adalah Flexi trendy, dengan bobot prioritas sebesar 0.291367.Kata Kunci : CDMA Prabayar, Preferensi Konsumen, Analytical Hierarchy Process (AHP) CDMA Prepaid Card is an alternative for users of mobile phones, after GSM. This study aimed to discover consumer preferences CDMA Prepaid card users and identify the priority factor in selecting consumer choice Prepaid CDMA card. The method used in this study is the method Analitycal Hierarcy Process (AHP). In this method each of the factors making up more problems than they, among others based on interests so that decision makers can be guided to give priority attention to the alternative problem of high interest rates to lower interest rates. Data was collected by distributing questionnaires to the respondents. The result of this research note that the priority of consumer choices are: Factor bonus pulses with sub factor, the priority weighting of 0.3683953; Factor facilities with sub-factor sub-factor phone book, the weight priority 0.21409479; factor with sub-factor service coverage area, priority weight 0.30044033; Sub factor factor with cheap price, weight 0.45685505 priority. Based on product alternatives CDMA prepaid simcard, it is known that the choice of the most influential and most demanding customer is the Flexi trendy, with a priority weight of 0.291367. Keywords: CDMA Prepaid, Consumer Preferences, Analytical Hierarchy Process (AHP)
ANALISIS KUALITAS LAYANAN INTERNET SPEEDY DAN PLASA TELKOM PAHLAWAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ZONA TOLERANSI Santoso, Haryo; Ndohali, Sri Annawati
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 6, No.1, Januari 2011
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.169 KB) | DOI: 10.12777/jati.6.1.27-38

Abstract

PT. Telkom merupakan perusahaan informasi dan telekomunikasi serta penyedia jasa dan jaringan terbesar di Indonesia. Semenjak tahun 2004, PT. Telkom meluncurkan suatu produk internet tercanggih bernama Speedy. Sampai saat ini pelanggan Speedy telah tersebar hampir diseluruh wilayah Indonesia. Untuk menunjang kebutuhan pelanggannya diantaranya para pelanggan Speedy, PT. Telkom menyediakan jasa fasilitas Customer Service Point yang salah satunya adalah Plasa Telkom Pahlawan. Selama mengunakan layanan internet Speedy dan layanan Plasa Telkom Pahlawan, tentunya para pelanggan pernah merasakan adanya kualitas layanan yang tidak sesuai dengan harapan. Untuk mengetahu kualitas layanan internet Speedy dan kualitas layanan Plasa Telkom Pahlwan, maka dilakukan analisis kualitas layanan dengan menggunakan metode Zona Toransi. Zona Toleransi yaitu sebuah metode yang digunakan untuk memetakan layanan diterima ke dalam layanan harapan dan layanan minimal sehingga dapat dilakukan identifikasi terhadap atribut dan dimensi kualitas layanan yang harus segera diperbaiki. Dari hasil pengujian dengan menggunakan metode Zona Toleransi, diperoleh beberapa variabel dan dimensi yang berada di bawah titik tengah penyusutan dan pengembangan. Untuk kualitas layanan internet Speedy terdapat 3 variabel (6, 5, dan 4) dan 2 dimensi (Tampilan dan Keandalan) yang harus segera diperbaiki. Sedangkan untuk kualitas layanan Plasa Telkom Pahlawan terdapat 14 variabel (19, 35, 32, 31, 30, 34, 29, 28, 5, 20, 15, 22, 18, dan 33) dan 3 dimensi (Empati, Jaminan, dan Daya tanggap) yang harus segera diperbaiki.Kata Kunci: Kualitas Jasa, Kepuasan Pelanggan, Zona Toleransi  PT. Telkom is information and telecommunication company also as service provider and the biggest network provider in Indonesia. Since 2004, PT. Telkom launching modern internet product with name Speedy. Until nowadays Speedy customers almost spread in all of region Indonesia. To sustain need of customer like Speedy customers, PT. Telkom provide facilitate service customer service point wich one of them is Plasa Telkom having place in Pahlawan street. During to use internet Speedy service and Plasa Telkom Pahlawan service of course customers ever feel satisfy and undsatisfied. To know about internet Speedy service quality and Plasa Telkom Pahlawan service quality, so have to do analysis service quality with using Zona of Tolerance method. Zona of Tolerance is method can be used to know service quality wich based from expected sevice, desired service, and adequate serice, so that can do identification concerning for attribute and service dimension wich should be repair as soon as.From testing result with Zona of Tolerance method, get variables and dimensions which is located in under of middle between decrease and increase point. For internet Speedy service quality getting 3 variables (6, 5, dan 4) and 2 dimension (Tangibles and Reliability) which should be repair. While for Plasa Telkom Pahlawan service quality getting 14 variables (19, 35, 32, 31, 30, 34, 29, 28, 5, 20, 15, 22, 18, dan 33) and 3 dimension (Empathy, Assurance, and Resposiveness) which should be repair.Key Word: Service Quality, Customer Satisfaction, Zona of Tolerance
PERANCANGAN SISTEM PEMASARAN E-COMMERCE BERBASIS FORUM ONLINE INVISION POWERBOARD (IPB) DENGAN METODE STRUCTURED ANALYSIS AND DESIGN TECHNIQUE PADA PT. TAPIOKA Pujangkoro MM, Sugiharto; Ginting, Rosnani
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 6, No.1, Januari 2011
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.337 KB) | DOI: 10.12777/jati.6.1.39-46

Abstract

PT. Tapioka pada saat ini belum berhasil mendapatkan angka penjualan terhadap produknya seperti yang diharapkan. Pangsa pasar yang dituju oleh PT. Tapioka pada umumnya sangat mudah ditemui di dunia maya. Mereka umumnya memiliki akses internet sendiri dan sering menggunakan jasa internet dalam aktivitasnya. Tidak jarang juga mereka melakukan transaksi secara online. Hal ini memungkinkan penambahan angka penjualan dan menurunkan biaya pemasaran dengan cara memasuki dunia bisnis di dunia internet. PT. Tapioka harus bisa menjangkau pasar yang ada di dunia maya untuk pelanggan baru dan berkomunikasi secara online dengan pelanggan yang telah ada. Dan untuk melakukan hal tersebut harus membuat perancangan sistem pendukung keputusan dengan menggunakan Structured Analysis and Design Technique (SADT) untuk membangun sebuah aplikasi e-commerce berbasis online Invision Power Board (IPB). Bisnis e-commerce sangat menghemat biaya hingga sampai berkisar 90916. Perancangan dan perawatan bisnis ini hanya memerlukan biaya sekitar Rp. 9.100.000,- untuk satu tahun, sedangkan untuk merancang sebuah usaha baru akan memerlukan biaya minimal Rp. 100.000.000,- dalam setahun. Dengan membangun suatu bisnis di internet, maka perusahaan akan mendapatkan umpan balik dari pelanggan. dimanfaatkan oleh pihak perusahaan untuk memberikan pelayanan yang maksimal karena pelanggan akan merasa dihargai. dani PT. Tapioka dapat lebih mengenali para pelanggannya, karena perusahaan akan mendapatkan basis data yang sudah terkomputerisasi.Kata Kunci: Sistem Pendukung Keputusan ,SADT dan E-commerce PT. Tapioca at present has managed to get sales figures on its products as expected. Target audiences by PT. Tapioca is generally very easily found in cyberspace. They generally have their own Internet access and frequent use of Internet services in its activities. Not infrequently they also make transactions online. This allows the addition of sales and reduce marketing costs by way of entering the business world in the internet world. PT. Tapioca should be able to reach markets that exist in cyberspace for new customers and communicate online with customers that already exist. And to do that should make the decision support system design by using the Structured Analysis and Design Technique (SADT) to build an application-based online e-commerce Invision Power Board (IPB). E-commerce business is to save costs by up to around 90,916. Design and maintenance of this business only costs around Rp. 9.1 million, - for one year, while drawing up a new business will cost at least Rp. 100,000,000, - in a year. By building a business on the Internet, the company will get feedback from customers. utilized by the company to provide superior service because customers will feel valued. dani PT. Tapioca can better identify its customers, because companies will get the base data is already computerized.Keywords: Decision Support Systems, SADT and E-commerce
ANALISIS HUBUNGAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP TQM, KOMITMEN ORGANISASI DAN KINERJA KARYAWAN (Studi Kasus: PT Telekomunikasi Indonesia Divre IV Jateng & DIY) Susanty, Aries; Puspitasari, Diana; Aisyah, Siti
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 6, No.1, Januari 2011
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.21 KB) | DOI: 10.12777/jati.6.1.1-10

Abstract

Saat ini penerapan TQM di PT Telkom Divre IV Jateng dan DIY masih memiliki sedikit kendala, antara lain masih adanya karyawan yang belum memahami apa yang dimaksud dengan TQM dan karyawan yang merasakan TQM hanya sebagai beban tambahan bagi mereka. Kondisi ini sangat disayangkan karena sejumlah literatur menyatakan bahwa kesuksesan implementasi penerapan TQM membawa dampak yang baik bagi peningkatan kualitas dan peningkatan komitmen dari para karyawan yang pada akhirnya dapat memicu karyawan untuk meningkatkan kinerjanya. Disisi lain, salah satu faktor penting untuk keberhasilan penerapan TQM adalah kepemimpinan. Dengan demikan, berdasarkan kondisi saat ini yang dihadapi oleh PT Telkom Divre IV Jateng dan DIY dan literatur yang menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara kepemimpinan transformasional, pelaksanaan TQM, komitmen organisasi, dan kinerja karyawan, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (i) dampak dari kepemimpinan transformasional terhadap TQM dan komitmen dari karyawan PT Telkom Divre IV Jateng dan DIY; (ii) dampak dari pelaksanaan TQM terhadap komitmen dari karyawan PT Telkom Divre IV Jateng dan DIY; serta (iii) dampak dari komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modelling dengan PLS menggunakan software SmartPLS 2.0. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 82 orang yang merupakan karyawan dari PT Telkom Divre IV Jateng dan DIY. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa kepemimpinan transformasional akan mningkatkan penerapan TQM dan komitmen para karyawan, dan peningkatan komitmen karyawan akan berdampak pada tingginya kinerja yang dihasilkannya. Namun demikian, penelitian ini gagal untuk membuktikan bahwa penerapan TQM berpengaruh pada peningkatan komitmen karyawan.Kata Kunci: TQM, Kepemimpinan Transformasional, Komitmen Organisasi, Kinerja KaryawanAbstractCurrently, the application of TQM in PT Telkom Regional Division IV Central Java and Yogyakarta still has a few obstacles, such as the persistence of employees who do not understand what is meant by TQM and employees who feel TQM only as an additional burden for them. This condition needs to be improved because some literature states that successful implementation of TQM implementation had an impact on improving quality and increasing the commitment of the employees which can ultimately lead to improved performance of employees. On the other hand, one important factor for successful implementation of TQM is leadership. Based on current conditions faced by PT Telkom Regional Division IV Central Java and Yogyakarta and the literature that says that there is a relationship between transformational leadership, the implementation of TQM, organizational commitment, and employee performance, this research aims to identify and analyze: (i) the impact of leadership transformational towards TQM and commitment of the employees of PT Telkom Regional Division IV Central Java and Yogyakarta, (ii) the impact of the implementation of TQM to the commitment of the employees of PT Telkom Regional Division IV Central Java and Yogyakarta, and (iii) the impact of organizational commitment to employee performance. The method used in this research is Structural Equation Modeling with PLS using the software SmartPLS 2.0. The number of samples in this study were 82 people who are employees of PT Telkom Regional Division IV Central Java and Yogyakarta. The results showed that transformational leadership will enhance the implementation of TQM and commitment of our employees, and ultimately, improved employee commitment will have an impact on high performance. However, this study failed toJ@TI Undip, Vol VI, No 1, Januari 2011 2prove that the application of TQM effect on increasing employee commitment Keywords: TQM, Transformational Leadership, Organizational Commitment, Employee Performance.
ANALISIS EFISIENSI DISTRIBUSI LISTRIK UNIT PELAYANAN JARINGAN DENGAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) Studi Kasus di Area Pelayanan Jaringan Kudus, PT. PLN (Persero) W.P, Susatyo Nugroho; Sriyanto, Sriyanto; Chasanah, Nor
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 6, No.1, Januari 2011
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.678 KB) | DOI: 10.12777/jati.6.1.47-56

Abstract

Listrik merupakan salah satu kebutuhan yang paling penting namun masih ditemukan inefisiensi dalam proses distribusi listrik, salah satunya bisadilihat di Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) dari sistem distribusi listrik. Inefisiensi dapat terjadi dalam 2 (hal) terutama pada penggunaan sumber daya (asset) dalam upaya distribusi , dimana ada kemungkinan terdapat UPJ tidak mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia dalam penyampaian listrik, dan kedua kerugian. Oleh karena itu, diperlukan suatu analisis efisiensi untuk UPJ sehingga perusahaan dapat mengambil langkah-langkah menuju perbaikan terus-menerus untuk meningkatkan produktivitas dapat dioptimalkan operasi dan mengurangi kerugian. Untuk menentukan efisiensi masing-masing UPJ dalam penelitian ini menggunakan Data Supplier Analysis (DEA) method. DEA merupakan metode non parametik berbasis program linier yang bekerja dengan langkah-langkah untuk mengidentifikasi unit yang akan dievaluasi, unit input dan output. Kemudian menghitung nilai produktivitas dan mengidentifikasi unit yang tidak menggunakan input secara efisien atau efektif menghasilkan output. Dari penelitian ini kami menemukan bahwa factor-faktor yang mempengaruhi inefisiensi diantara jaringan tegangan menengah panjang (1& 3 fase), panjang jaringan tegangan rendah, kapasitas transformator (1 & 3 fase), jumlah gardu, panjang sambungan rumah (1 & 3 fase), energy listrik yang terjual. Kemudian dari delapan UPJ yang diteliti ada tiga UPJ efisien. Perbaikan menurut DEA dapat dilakukan dengan meningkatkan atau menurunkan variabel dari studi ini sepi, tetapi operasional untuk meningkatlan efisiensi bisa dilakukan dengan pemeliharaan asset yang ada, mengubah konfigurasi jaringan atau dengan promosi .Kata Kunci: Kerugian, Efisiensi, Analisis Data Supplier (DEA), Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Electricity is one of the most vital needs, but still found inefficiencies in this electrical distribution process, one of which can be seen in the Unit Pelayanan Jaringan(UPJ) of the electrical distribution system. Inefficiencies can occur in 2 (two) things: first on the use of resources (assets) in its distribution efforts, where there may exist a UPJ is not optimizing the use of available resources in the electricity delivery, and second, the losses. Hence, it required an analysis of efficiency for UPJ so that companies can take steps towards continuous improvement for increased productivity can be optimized operations and reduce losses. To determine the efficiency of each UPJ in this study used the Data Envelopment Analysis (DEA) method. DEA is a non-parametric method based on linear programming that works with steps to identify the units that will be evaluated, the input and output units. Then calculate the value of productivity and identify the units which do not use inputs efficiently or effectively produces no output. From this research we found that the factors affecting inefficiency are among the long medium voltage network (1 & 3 phase), the length of low voltage network, the capacity of transformer (1 & 3 phase), the number of substations, the length of house connections (1 & 3 phase), the electrical energy ready to sell as well as electric energy sold. Then from eight UPJ under study there are three UPJ inefficient. Improvements according to the DEA can be done by raising or decreasing the variable of this study for its slack but operationally to improve efficiency can be done with the maintenance of existing assets, change the network configuration or with a promotion.Key Word : Losses, Efisiensi, Data Envelopment Analysis (DEA), Unit Pelayanan Jaringan (UPJ)
DESIGNING E-LEARNING MODEL TO LEARN ABOUT TRANSPORTATION MANAGEMENT SYSTEM TO SUPPORT SUPPLY CHAIN MANAGEMENT WITH SIMULATION PROBLEMS Wiyono, Didiek Sri; Pribadi, Sidigdoyo; Permana, Ryan
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 6, No.1, Januari 2011
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.498 KB) | DOI: 10.12777/jati.6.1.11-20

Abstract

Focus of this research is designing Transportation Management System (TMS) as e-learning media for logistic education. E-learning is the use of Internet technologies to enhance knowledge and performance. E-learning technologies offer learners control over content, learning sequence, pace of learning, time, and often media, allowing them to tailor their experiences to meet their personal learning objectives. E-learning appears to be at least as effective as classical lectures. Students do not see e-learning as replacing classical training but as a complement to it. TMS are one of many system that will be completed the supply chain. To support interoperable machine-to-machine interaction over a network we can use a web service. By using web service, TMS software can communicated with Supply Chain Management (SCM) software and completed the supply chain. In previous research about logistic problems, still limited to the modul design of SCM application without TMS support. We created this e-learning media by using PHP, SOAP, SQL and HTTP connection protocol. The result of the research is web-based e-learning application to learn about transportation with simulation problems to complete the purpose of supply chain on logistics.Key Words: Transportation Management System, Supply Chain Management, Logistic, e-learning media, Web service. Fokus dari penelitian ini adalah untuk mendesain sebuah e-learning media mengenai Transportation Management System (TMS) sebagai media pembelajaran untuk mempelajari masalah logistik. E-learning adalah penggunaan teknologi internet untuk meningkatkan pengetahuan dan kinerja. E-learning menawarkan kontrol atas konten, urutan pembelajaran, kecepatan pembelajar, waktu pembelajaran, dan media yang digunakan, untuk memenuhi tujuan dari pembelajaran. Dibandingkan dengan metode pengajaran klasik, e-learning memiliki nilai keefektifan yang sama besar dengan metode pengajaran klasik. E-learning bukan merupakan pengganti dari metode pengajaran klasik melainkan merupakan pelengkap dari metode pengajaran klasik. TMS merupakan satu dari beberapa system yang ada dalam kajian rantai pasok. Dengan menggunakan teknologi web service maka sebuah system dapat berkomunikasi dengan sistem yang lain dalam sebuah jaringan. Dengan menggunakan teknologi web service, TMS dapat berkomunikasi dengan software Supply Chain Management (SCM) untuk melengkapi rantai pasok. Dalam penelitian yang sebelumnya pernah dilakukan hanya terbatas pada pembuatan aplikasi SCM tanpa adanya dukungan dari TMS. Pembuatan e-learning untuk TMS ini adalah dengan menggunakan PHP, SOAP, SQL dan HTTP connection protocol. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah e-learning berbasis web untuk mempelajari masalah transportasi dengan menggunakan masalah simulasi untuk melengkapi rantai pasok dalam logistik.Kata kunci: System manajemen transportasi, Supply Chain Management, Logistik, media e-learning, Web service.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 3 (2025): September 2025 Vol 20, No 2 (2025): Mei 2025 Vol 20, No 1 (2025): Januari 2025 Vol 19, No 3 (2024): September 2024 Vol 19, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 19, No 1 (2024): Januari 2024 Vol 19, No 2 (2024): Article In-Press Vol 18, No 3 (2023): September 2023 Vol 18, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 18, No 1 (2023): Januari 2023 Vol 17, No 3 (2022): September 2022 Vol 17, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 17, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 16, No 4 (2021): Edisi Khusus ACISE 2021 Vol 16, No 3 (2021): September 2021 Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 16, No 1 (2021): Januari 2021 Vol 15, No 3 (2020): September 2020 Vol 15, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 15, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 14, No 3 (2019): September 2019 Vol 14, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 14, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 13, No 3 (2018): September 2018 Volume 13, No. 2, Mei 2018 Volume 13, No. 1, Januari 2018 Volume 12, No. 3, September 2017 Volume 12, No. 2, Mei 2017 Volume 12, No. 1, Januari 2017 Volume 11, No. 3, September 2016 Volume 11, No. 2, Mei 2016 Volume 11, No. 1, Januari 2016 Volume 10, No. 3, September 2015 Volume 10, No. 2, Mei 2015 Volume 10, No. 1, Januari 2015 Volume 9, No.3, September 2014 Volume 9, No.2, Mei 2014 Volume 9, No.1, Januari 2014 Volume 8, No.3, September 2013 Volume 8, No.2, Mei 2013 Volume 8, No.1, Januari 2013 Volume 7, No.3, September 2012 Volume 7, No.2, Mei 2012 Volume 7, No.1, Januari 2012 Volume 6, No.3, September 2011 Volume 6, No.2, Mei 2011 Volume 6, No.1, Januari 2011 Volume 5, No.3, September 2010 Volume 5, No.2, Mei 2010 Volume 5, No.1, Januari 2010 Volume 4, No. 3, September 2009 Volume 4, No. 2, Mei 2009 Volume 4, No. 1, Januari 2009 Volume 3, No.3, September 2008 Volume 3, No.2, Tahun 2008 Volume 3, No.1, Januari 2008 Volume 2, No.2, Mei 2007 Volume 2, No.1, Januari 2007 Volume 1, No.3, September 2006 Volume 1, No.2, Mei 2006 Volume 1, No.1, Januari 2006 More Issue