cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
GAMBARAN TUGAS PERKEMBANGAN MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS ESA UNGGUL Safitri, Safitri
Jurnal Psikologi Vol 16, No 01 (2018): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Initial guidance with established structured Advisors (PAs) is not easy to recognize the personal issues involved in the learning process. The PAs have not fully served the role of mentor who must be able to understand his psychosocial guidance. For that we need more specific data especially on the task of student development. The purpose of this study is to see how the picture and the different tasks of the development of psychology students from each generation. The research method is quantitative descriptive and inferential different test result of student development task. Responde is a student of regular psychology and parallel EU Unggul Unggul force of 2015-2017. Measuring tool uses Student Development Assignment (ITP-PT) from Universitas Pendidikan Indonesia. The result of the research shows that the highest average of development task is psychology student of parallel 2016 which is 5,74 and the lowest is 2016 regular psychology student that is 5,50. The lowest aspect of the majority is aspect 2 (the basis of ethical behavior), and the highest aspect 7 (self-acceptance and development). There are 3 aspects that have below average values for each force ie aspect 2 (ethical behavioral basis), 3 (emotional maturity) and 4 (intellectual maturity), which is an internal aspect of the student. And there are 2 aspects above average for each force that is aspect 6 (social role as man and woman), and 7 (self acceptance and development), which is external aspect. The test result is different between aspect of developmental task of student with force, difference of developmental task of psychology student of each generation with value of sig (p) 0,0 Keywords: developmental tasks, students, academic advisors
PENGARUH PERSEPSI GAYA KEPEMIMPINAN ATASAN TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI BAWAHAN (STUDI PADA KARYAWAN BCA KANTOR CABANG ALAM SUTERA) Rosiana, Debby; safitri, safitri
Jurnal Psikologi Vol 13, No 02 (2015): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDEBBY ROSIANA. 2015. Pengaruh persepsi gaya kepemimpinan atasan terhadap motivasi berprestasi bawahan (studi pada karyawan BCA KCU Alam Sutera), Dibimbing oleh Dra. Sulis Mariyanti,Psi., M.Si dan Dra. Safitri, M.Si. Setiap karyawan memiliki motivasi berprestasi yang berbeda. Ada karyawan yang motivasi berprestasinya tinggi, dan yang rendah, hal itu tersebut dipengaruhi dengan gaya kepemimpinan atasan yang dipersepsikan oleh bawahannya.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh persepsi gaya kepemimpinan atasan terhadap motivasi berprestasi bawahan (studi pada karyawan BCA KCU Alam Sutera). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non eksperimental yang bersifat korelasional.Sampel penelitian ini adalahkaryawan BCA KCU Alam Sutera.Teknik pengambilan sampel adalah sampling jenuh.Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Pada skala gaya kepemimpinan 48 item valid dan reliabilitas 0,950. Pada skala motivasi berprestasi 46 item valid dan reliabilitas 0,965. Hasil penelitian korelasi persepsi gaya kepemimpinan transformasional dengan motivasi berprestasi memiliki nilai sig 0,000 (p <0,05) dan korelasi sebesar 0,989, dan korelasi persepsi gaya kepemimpinan transaksional dengan motivasi berprestasi memiliki nilai sig 0,000 (p < 0,05) dan korelasi sebesar 0,730, artinya terdapat pengaruh signifikan antara persepsi gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional terhadap motivasi berprestasi. Persepsi gaya kepemimpinan yang dominan di BCA KCU Alam Sutera adalah gaya kepemimpinan transformasional sebanyak 37,1%. Motivasi berprestasi karyawan BCA KCU Alam Sutera cenderung tinggi  (52,2%). Terdapat hubungan antara data penunjang dan motivasi berprestasi. Kata kunci: persepsi gaya kepemimpinan, motivasi berprestasi
HUBUNGAN KETERLIBATAN PENGASUHAN AYAH DENGAN MASKULINITAS MAHASISWA PRIA UNIVERSITAS “X” DI JAKARTA BARAT Wijaya, Yeni Duriana
Jurnal Psikologi Vol 15, No 01 (2017): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Universitas “X” ada beberapa mahasiswa pria yang belum menampilkan sesuai dengan peran jenis maskulin.Perkembangan peran jenis maskulin atau maskulinitas yang belum tepat sangat dipengaruhi oleh pola asuh yang kurang tepat juga dari orang tuanya.Salah satunya adalah kurangnya keterlibatan pengasuhan ayah dalam pengasuhan anak.Ayah mempunyai kontribusi yang besar dalam menetapkan peran jenis anak (maskulinitas atau femininitas). Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara keterlibatan pengasuhan ayah dengan maskulinitas mahasiswa pria Universitas “X” di Jakarta Barat. Subjek penelitian adalah mahasiswa pria di Universitas “X” yang berusia dewasa awal yaitu antara  18-40 tahun. Pengambilan sampel dengan cluster random sampling, sebanyak 254 mahasiswa. Analisis data kuantitatif menggunakan analisis regresi sederhana.Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara keterlibatan pengasuhan ayah dengan maskulinitas mahasiswa pria,dengan nilai p=0,092 (p>0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa keterlibatan pengasuhan ayah tidak berhubungan langsung dengan maskulinitasnya pada mahasiswa pria. Kata kunci : mahasiswa pria, maskulinitas, keterlibatan pengasuhan ayah
MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS BILINGUAL DAN SISWA KELAS NON-BILINGUAL DI SMP N 89 JAKARTA BARAT Amelia, Martina Rizky; Levianti, Levianti
Jurnal Psikologi Vol 10, No 01 (2012): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSiswa kelas bilingual dan non-bilingual memiliki beberapa faktor yang membedakan kedua kategori kelas tersebut. Perbedaan tersebut mengenai bahasa pengantar dalam penyajian materi pelajaran, proses seleksi, fasilitas, guru, perilaku siswa saat belajar, pengumpulan tugas, standar nilai dan pencapaian nilai. Perbedaan-perbedaan tersebut kemungkinan akan memberikan kontribusi terhadap motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa. Kata kunci: motivasi belajar, siswa, non bilingual
HUBUNGAN KONTROL DIRI (SELF-CONTROL) DENGAN INTENSI MENGAKSES PORNOGRAFI PADA MAHASISWA REGULER UNIVERSITAS ESA UNGGUL Putri, Gita Triana; Mariyanti, Sulis
Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractInternet easier for anyone to anything, anywhere and anytime without any restrictions except yourself. Internet facilitate students in finding additional sources of project work, but most of the students actually use the internet to access pornography. Students are required to have the self-control to be able to avoid the desire to access pornography. This study aims to determine the correlation of self-control with the intention of accessing pornography. This research is a quantitative non experimental. Sample of 130 respondents. The sampling technique was propotional random sampling, the measuring instrument of self-control (item 31 is valid) and intentions accessing pornography (44 items is valid). The coefficient of reliability (α) 0.951 to control themselves and (α) 0.970 for accessing pornographic intentions. Based on the statistical test results, obtained sig 0.000 (P <0.05) with a correlation (r) of -0460, meaning that there is a negative and significant correlation between self-control with the intention of accessing pornography on UEU students. Students UEU more had a lower intention to access pornography. There is no difference in knowledge about the impact of pornography and the media used to the intention accessing pornography. Keywords: self-control, intentions, pornography AbstrakInternet memudahkan siapapun untuk mengakses apapun, dimanapun dan kapanpun tanpa adanya batasan kecuali diri sendiri. Internet memudahkan mahasiswa dalam mencari sumber tugas kuliah tambahan, namun sebagian mahasiswa justru menggunakan internet untuk mengakses pornografi. Mahasiswa dituntut untuk memiliki pengendalian diri agar mampu menghindari keinginan untuk mengakses pornografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kontrol diri dengan intensi mengakses pornografi. Penelitian ini bersifat kuantitatif non eksperimental. Sampel berjumlah 130 responden. Teknik pengambilan sampel adalah propotional random sampling, dengan alat ukur kontrol diri (31 item valid) dan intensi mengakses pornografi (44 item valid). Koefisien reliabilitas (α) 0.951 untuk kontrol diri dan (α) 0.970 untuk intensi mengakses pornografi. Berdasarkan hasil uji statistik, diperoleh nilai sig 0.000 (p<0.05) dengan korelasi (r) sebesar -0.460, artinya terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara kontrol diri dengan intensi mengakses pornografi pada mahasiswa UEU. Mahasiswa UEU lebih banyak memiliki intensi rendah untuk mengakses pornografi. Tidak ada perbedaan pengetahuan tentang dampak pornografi dan media yang digunakan terhadap intensi mengakses pornografi. Kata kunci: kontrol diri, intensi, pornografi
MODEL KONSELING MELALUI PSIKODRAMA UNTUK MENINGKATKAN POTENSI MAHASISWA PSIKOLOGI ANGKATAN Safitri, Safitri
Jurnal Psikologi Vol 11, No 02 (2013): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractCounseling is needed for new students who are experiencing changes in the learning process. Individual counseling has not been a requirement for new students, on the other hand the results of the first year will determine the success of next year. There are many students who can not open the problem in individual counseling. So group counseling will be required , which is  psychodrama as the technique . Healing Theatre  is part of the psychodrama that expected to be the entrance to the implementation of group counseling. Results of this study showed that the Healing Theatre can be used as a guidance group.  which 100 % regular students and 73% of executives stated that for Healing Theatre suitable for  a group counselin. The results showed  that students can feel the change in both the expression and feelings with color, and statement of whether there is a problem that can not be expressed and differ significantly. To levels no statement / its not a problem that can not be told also differ significantly . Keywords: group counseling, psychodrama, healing theatre
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI GAYA KEPEMIMPINAN ATASAN DENGAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI PUSKESMAS MEKAR BARU Uzlah, Siti Maria
Jurnal Psikologi Vol 9, No 02 (2011): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakThe main purpose of this study was to examine the relationship between perceptions of supervisor leadership style and job satisfaction on employee health center New Blooms. This study uses sampling techniques saturated. The subject of this research are 32 employees. Data was collected using two questionnaires: transformational leadership style, transformational leadership style, and job satisfaction questionnaire. Data were analyzed using Pearson Product Moment correlation. The results are: (1) a positive and significant relationship between perceptions of supervisor leadership style and job satisfaction, (2) a positive and significant relationship between perceptions of transformational and transactional leadership style and job satisfaction. Kata Kunci: persepsi, gaya kepemimpinan, kepuasan kerja
HUBUNGAN SELF REGULATION DENGAN SELF DETERMINATION (STUDI PADA MAHASISWA AKTIF SEMESTER GENAP 2013/2014, IPK ≤ 2.75, FAKULTAS PSIKOLOGI, UNIVERSITAS X, JAKARTA) Rozali, Yuli Azmi
Jurnal Psikologi Vol 12, No 02 (2014): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractStudents who are motivated towards their task, will be able to perform its task properly and independently, as well as having a high level of creativity in their work, so that students are expected to produce satisfactory academic achievement. However, students with lower educational achievement measured in GPA, a student who is suspected of having a low self-sufficiency. They are not motivated to follow the teaching and learning process in higher education. This study is a quantitative non-experimental study, the subjects are 32 people with a GPA of ≤ 2.75. Researchers used a non-probability sampling to determine the study sample. The technique used is purposive sampling. The research instrument is a questionnaire with Likert scale adapted to the theory of self-regulation Zimmerman, and Ryan and Deci self determination that will be given to research subjects. With each reliability value for self-regulation (α) = 0.899 and for self-determination (α) = 0789, the number of items berjumlah18 item self-regulation, and self-determination are 40 items. Based on the results of the analysis, found that self-regulation does not have a correlation with self-determination. Or in other words that self-regulation does not affect self-determination. The results of this study also show the data that self regulatioan only contribute 10% towards self-determination. There are other more important factors in the formation of self-determination, such as student engagement factor of the learning task engagement.Keywords: self regulation, self-determination, and engagement. AbstrakMahasiswa yang memiliki motivasi terhadap tugasnya, akan mampu melakukan tugasnya tersebut dengan baik dan mandiri, serta memiliki tingkat kreativitas yang tinggi dalam mengerjakan tugasnya, sehingga diharapkan mahasiswa dapat menghasilkan prestasi belajar yang memuaskan. Namun mahasiswa dengan prestasi belajar yang rendah yang terukur dalam IPK, diduga adalah mahasiswa yang memiliki kemandirian yang rendah. Mereka tidak termotivasi untuk mengikuti proses belajar mengajar yang ada di Perguruan Tinggi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non-eksperimen, dengan subyek berjumlah 32 orang dengan IPK ≤ 2.75. Peneliti menggunakan non probability sampling untuk menentukan sampel penelitian. Teknik yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert yang disesuaikan dengan teori self regulation Zimmerman, dan self determination Ryan dan Deci yang akan diberikan kepada subyek penelitian. Dengan masing-masing nilai reliabilitas untuk self regulation (α) = 0.899 dan untuk self determination (α) = 0.789, jumlah item self regulation berjumlah18 item, dan self determination berjumlah 40 item. Berdasarkan dari hasil analisis, diperoleh bahwa self regulation tidak memiliki hubungan dengan self determination. Atau dengan kalimat lain bahwa self regulation tidak memengaruhi self determination. Hasil penelitian ini juga menghasilkan data bahwa self regulatioan hanya menyumbangkan sebesar 10% terhadap self determination. Terdapat factor lain yang lebih penting dalam pembentukan self determination, seperti factor pelibatan mahasiswa terhadap tugas-tugas belajarnya (engagement).Kata kunci: self regulation, self determination, engagement.
KECEMASAN BODY IMAGE PADA PEREMPUAN DEWASA TENGAH YANG MELAKUKAN BEDAH PLASTIK ESTETIK Gunawan, Rinawati; Anwar, Amanah
Jurnal Psikologi Vol 10, No 02 (2012): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini untuk mendapat gambaran kecemasan body image pada perempuan dewasa tengah yang melakukan bedah plastik estetik. Teknik pengambilan sampel adalah non probability sampling dengan jenis purposive sampling. Sampel dipilih dengan kategori tertentu, yaitu perempuan berusia dewasa tengah yang pernah melakukan bedah plastik estetik dan berdomisili di Jakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan terstruktur serta observasi terhadap subjek. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ketiga subjek memiliki body image negatif. Subjek I tidak puas dengan tubuhnya yang pendek dan hidungnya yang tidak simetris dan pesek. Hal ini sering menjadi bahan ejekan teman-temannya ketika masih remaja dan membuatnya tertekan. Subjek II mengalami problem kegemukan pasca melahirkan dan juga adanya kantung mata akibat bertambahnya usia. Ini membuatnya harus rajin fitness dan juga suntik kurus, yang sering menimbulkan percekcokan dengan suaminya. Subjek III bercerai dengan suaminya karena “donor bayi tabung” yang dilakukan subjek akhirnya menimbulkan konflik antara subjek dan suami serta pihak pemberi donor. Karena menikah kembali, subjek merasa cemas dengan body imagenya, yaitu buah dadanya yang “tidak indah” lagi. Ketika memiliki kesempatan, maka ketiga subjek melakukan bedah plastik estetik untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan di tubuh mereka.                                                                                                                      Kata kunci : body image, bedah plastik, kecemasan
GAMBARAN KECENDERUNGAN KECANDUAN PORNOGRAFI PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI JAKARTA BARAT Safitri, Safitri; Respati, Winanti Siwi; Luthfi, Aziz
Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPornography has become a lot of consumption of children, because the porn industry has been targeting children who have not baligh as a target. Therefore, early detection is needed to recognize the propensity of pornography addiction to children through fun and useful activities. The purpose of this research is to see the picture of pornography addiction tendency in elementary school children. The quasi-experimental research method, which will measure the propensity of pornography addiction through psychodrama activities and puberty training, with a modified gauge of Kimberly Youngs Internet addiction gauge, with a realibility of 0.72. Respondents come from 3 Primary Schools in West Jakarta as many as 190 Students. Puberty preparation training activities that begin with psychodrama are well done for the detection of pornography addiction. The majority of students have seen pictures / scenes of pornography (86.3%), 73.2% accidentally, viewed at home 30.5%. And internet cafe 22.1%, via Hp and comics 39.5%% and games 37 , 4%. Feelings after seeing pornography majority disgust (46.4%), mediocre 15.8%, aroused 2.6%. Attitude after seeing the majority of pornography kapok (62.6%), the average 15.8%, and addicted 2.6%. Rates of pornography addiction tend to be moderate (69.5%) low 18.9% and high 11.6%. There is a relationship between student activity and pornography addiction rate with the origin of the school. Keywords: pornography, psychodrama, puberty training AbstrakPornografi sudah banyak menjadi konsumsi anak-anak, karena industri pornografi sudah menyasar anak-anak yang belum baligh sebagai targetnya. Untuk itu diperlukan deteksi dini untuk mengenali kecenderungan kecanduan pornografi pada anak melalui kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Tujuan dalam penelitian ini adalah melihat gambaran kecenderungan kecanduan pornografi pada anak Sekolah Dasar. Metode penelitian menggunakan kuasi eksperimen, yang akan mengukur kecenderungan kecanduan pornografi melalui kegiatan psikodrama dan pelatihan pubertas, dengan alat ukur yang dimodifikasi dari alat ukur Kecanduan internet oleh Young, dengan nilai realibilitas 0,72. Responden berasal dari 3 Sekolah Dasar di Jakarta Barat sebanyak 190 Siswa. Kegiatan pelatihan persiapan pubertas yang dimulai dengan psikodrama baik dilakukan untuk pendeteksian kecanduan pornografi. Mayoritas siswa pernah melihat gambar/adegan pornografi (86,3 %), tidak sengaja 73,2 %, dilihat di rumah sendiri 30,5 %.dan warnet 22,1 %, melalui Hp dan komik 39,5 % % serta games 37,4 %. Perasaan setelah melihat pornografi mayoritas jijik ( 46,4%), biasa-biasa saja 15,8%, terangsang 2,6%. Sikap setelah melihat pornografi mayoritas kapok (62,6%), biasa-biasa saja 15,8 %, dan ketagihan 2,6 %. Tingkat kecenderungan kecanduan pornografi cenderung sedang (69,5% ) rendah 18,9 % dan tinggi 11,6 %. Ada hubungan antara kegiatan siswa dan tingkat kecenderungan kecanduan pornografi dengan asal sekolah. Kata kunci : pornografi, psychodrama, kuasi eksperimen

Page 4 of 17 | Total Record : 163