Theorems (The Original Research of Mathematics)
Journal of THEOREMS (The Original Research of Mathematics) published by Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Majalengka, that contains writings from innovative and relevant research and conceptual studies related to mathematics and / or the development of mathematics learning.
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1 (2017)"
:
11 Documents
clear
Penerapan Pembelajaran Peer Instruction With Structured Inquiry (Pisi) untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa
Angra Meta Ruswana
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (209.864 KB)
|
DOI: 10.31949/th.v2i1.572
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fakta bahwa proses pembelajaran yang dilakukan sampai saat ini adalah pembelajaran konvensional yang membuat siswa menjadi subjek yang kurang aktif sehingga kemampuan pemecahan masalah siswa masih berada pada kategori rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa yang memperoleh pembelajaran Peer Instruction with Structured Inquiry (PISI) dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain kelompok kontrol non ekuivalen. Populasinya siswa kelas VIII di SMP 1 Ciamis dan sampelnya adalah siswa kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen (kelas PISI) dan VIII-C sebagai kelas kontrol (kelas konvensional) yang dipilih dengan cara purposive sampling. Alat uji yang digunakan adalah instrumen tes berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Berdasarkan pengolahan data menggunakan uji gain ternormalisasi, diperoleh hasil: Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran PISI lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Kata kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Peer Instruction with Structured Inquiry (PISI).
Self Regulated Learning sebagai Karakter dalam Pembelajaran Matematika
Dede Salim Nahdi
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (121.958 KB)
|
DOI: 10.31949/th.v2i1.569
Eksistensi suatu bangsa sangat ditentukan oleh karakter yangdimilikinya. Hanya bangsa yang memiliki karakter kuat yang mampumenjadikan dirinya sebagai bangsa yang bermartabat dan diseganioleh bangsa-bangsa lain. Kemandirian belajar atau self regulatedlearning (SRL)merupakan salah satu karakter yang harus dimilikibangsa indonesia, karena individu yang memiliki karakter ini akanmampu mewujudkan kehendak atau keinginannya secara nyata tanpabergantung dengan orang lain, dan mampu melakukan aktifitasnyasecara mandiri. Salah satu upaya untuk memperkokoh karaktertersebut adalah melalui peningkatan kualitas pendidikan, terutamapembelajaran yang dilaksanakan. Matematika sebagai salah satu matapelajaran yang wajib dipelajari siswa, diharapkan mengandungmateri pembelajaran yang dapat mengembangkan karakter positifyang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaranyang mengandung karakter tidak hanya menyentuh daerah kognitifsiswa, tetapi juga dapat divisualisasikan siswa di kehidupannyasendiri. Kata kunci: Pembelajaran Matematika, Self Regulated Learning
Pembelajaran Matematika dengan Pemecahan Masalah
Aep Sunendar
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (146.951 KB)
|
DOI: 10.31949/th.v2i1.577
Artikel ini mengkaji bagaimana pembelajaran matematika dengan pemecahan masalah. Dalam matematika kemampuan memecahan masalah merupakan salah satu tujuan utama dari belajar matematika disamping tujuan yang lainnya. Dengan pemecahan masalah diharapkan siswa akan mampu berpacu dengan kebutuhan hidupnya, menjadi lebih produktif dan dapat memahami masalah kompleks yang berkaitan dengan masyarakat global. Kata kunci: Pembelajaran Matematika, Pemecahan Masalah
Pemodelan Matematika Rentang Waktu yang Dibutuhkan dalam Menghafal Al-Qur’an
indah nursuprianah
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (597.241 KB)
|
DOI: 10.31949/th.v2i1.566
Kegiatan menghafal Al-Qur’an merupakan bentuk ibadah dan sunnah yang sangat mulia, serta mempunyai keutamaan khusus yang berdasarkan dalil-dalil baik Al-Qur’an maupun hadits. Penelitian ini membahas tentang rentang waktu yang dibutuhkan untuk menghafal Al-Qur’an 30 juz. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Al-Huffadz, Gedongan, Cirebon. Dengan santri angkatan 2011-2014 sebagai sampel. Tahfidz atau menghafal adalah proses mengulang sesuatu, baik dengan membaca atau mendengar karena pekerjaan apapun jika sering diulang, pasti menjadi hafal. Banyak sekali metode-metode yang digunakan dalam menghafal Al-Qur’an, diantaranya yaitu metode tasalsuli, jam’ii, muqsam dan lain sebagainya. Dari penelitian ini didapatkan formula untuk pemodelan menghitung waktu yang dibutuhkan untuk menghafal al-quran, yaitu , dengan Y adalah jumlah juz yang dihafal dan x adalah banyaknya minggu dalam menghafal al-quran. Katakunci: Tahfidz qur’an, rentang waktu, pemodelan matematika
Assesmen Portofolio dalam Pembelajaran Matematika
Kania, Nia
Theorems (The Original Research of Mathematics) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Theorems (The Original Research of Mathematics)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini bertujuan untuk melakukan kajian tentang assesmen portofolio dalam pembelajaran matematika. dalam proses pembelajaran matematika dapat memetakan sejauh mana tujuan pembelajaran yang telah tercapai. dapat dilakukan melalui pengukuran (deskripsi kuantitatif) dan/atau melalui non-pengukuran (deskripsi kualitatif). Evaluasi non-pengukuran merupakan pengumpulan sejumlah informasi mengenai tingkat pemahaman siswa yang dilakukan oleh guru melalui pertanyaan, pernyataan, observasi, dan pemberian tugas. Kegiatan guru tersebut sangat bermanfaat dalam menentukan tingkat penguasaan siswa dan dalam menilai keefektifan proses pembelajaran. Informasi yang akurat tentang hasil belajar, minat dan kebutuhan siswa hanya dapat diperoleh melalui assesmen dan yang efektif. Assesmen yang sedang berkembang saat ini adalah assesmen portofolio yang memiliki banyak manfaat baik bagi guru maupun bagi siswa. Assesmen portofolio lebih luas dibandingkan melalui tes, karena dengan portofolio, guru dapat mengikuti perkembangan kognitif, sikap, minat dan berbagai kegiatan siswa berkaitan dengan matematika. Dengan demikian guru dapat memanfaatkan assesmen portofolio dalam meningkatkan mutu pembelajaran yang pada gilirannya akan meningkatkan mutu hasil belajar siswa. Kata kunci: assesmen portofolio, pembelajaran matematika, portofolio matematika
Penggunaan Squiggle-M dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematik
Lala Nailah Zamnah
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (135.832 KB)
|
DOI: 10.31949/th.v2i1.575
Kemampuan pemahaman matematik adalah salah satu tujuan penting dalam pembelajaran, memberikan pengertian bahwa materi-materi yang diajarkan kepada siswa bukan hanya sebagai hafalan, namun lebih dari itu dengan pemahaman siswa dapat lebih mengerti akan konsep materi pelajaran itu sendiri. Salah satu software yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemahaman matematik adalah squiggle-M. Squiggle-M adalah sebuah perangkat lunak yang menggunakan pendekatan Dynamic Geometry (DG),. Software Squiggle-M menciptakan pembelajaran open-learning untuk mempelajari konsep fungsi . Kata kunci: Squiggle-M, Kemampuan Pemahaman Matematik
Pengaruh Pendekatan Konstruktivisme terhadap Pemecahan Masalah Matematik Peserta Didik (Studi Quasi Eksperimen terhadap Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 1 Talaga Tahun Pelajaran 2015/2016)
M. Gilar Jatisunda
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (153.031 KB)
|
DOI: 10.31949/th.v2i1.574
Tujuan utama dari pengajaran matematika disetiap jenjang pendidikan adalah terciptanya kemampuan peserta didik yang tercermin dalam berpikir kritis, logis, sistematis dan memiliki sifat objektif serta disiplin dalam memecahkan suatu permasalahan matematika. Pemecahan masalah sendiri merupakan konsep belajar yang tingkatnya paling tinggi dibandingkan dengan tipe belajar lainnya, oleh karena itu, perlu adanya suatu penerapan model pembelajaran yang tepat dan melibatkan keaktipan peserta didik dalam belajar untuk memecahkan suatu permasalahan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan konstruktivisme pada pembelajaran materi lingkaran terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik peserta didik. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui tes kemampuan pemecahan masalah berupa uraian yang harus diselesaikan dengan langkah-langkah pemecahan masalah menurut Polya. Populasi dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Talaga Kabupaten Majalengka. Sampel diambil secara acak menurut kelas, kelas yang menjadi sampel yaitu kelas VIII A sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 35 peserta didik dan kelas VIII C sebagai kelas kontrol dengan jumlah 35 peserta didik. Teknik analisis data menggunakan uji perbedaab dua rata-rata. Dari hasil pengolahan, analisis data dan pengujian hipotesis diperoleh thitung = 3,21 dan t 0,99(68) = 2,386, ternyata thitung > t 0,99(68), maka terdapat pengaruh positif penggunaan pendekatan konstruktivisme pada pembelajaran materi lingkaran terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik peserta didik. Kata kunci: Pemecahan Masalah, Pendekatan Konsruktivisme.
Kriteria Instrumen dalam suatu Penelitian
Zaenal Arifin
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (272.799 KB)
|
DOI: 10.31949/th.v2i1.571
Artikel ini bertujuan untuk melakukan kajian tentang kriteria instrumen yang baik yang diperlukan dalam suatu penelitian. Validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda dan pengecoh (distraktor) merupakan hal yang penting yang harus diperhatikan oleh peneliti agar instrumen yang dibuat menjadi baik, sehingga bisa digunakan dalam dan menghasilkan data yang baik pula. 1) Validitas terbagi menjadi validitas isi dan konstruk. Validitas isi ditentukan oleh nilai V, sedangkan validitas konstruk ditentukan oleh nilai KMO. 2) Reliabilitas instrumen ditentukan oleh nilai cronbach’s alfa. 3) Tingkat kesukaran butir soal ditentukan oleh nilai koefisien p. 4) Daya pembeda butir soal ditentukan oleh koefisien DB. 5) Distraktor/pengecoh ditentukan oleh persentase pemlilihan dari peserta tes. Jika nilai atau persentase dari kelima hal ini berada pada kategori baik, maka instrumen yang dibuat peneliti memiliki kriteria yang baik. Kata kunci: daya pembeda, instrumen yang baik, pengecoh, reliabilitas, tingkat kesukaran, validitas.
Menjebatani Keabstrakan Matematika melalui Pembelajaran Matematika Realistik
Erik Santoso
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (134.6 KB)
|
DOI: 10.31949/th.v2i1.573
Keabstrakan matematika tidak dapat dihilangkan dalam pembelajaran sehari-hari. Matematika terkesan dengan abstrak dikarenakan siswa menganggap bahwa kaitan antara mata pelajaran matematika dengan dunia nyata tidak dapat dinampakan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan dalam prosess pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru untuk menghilangkan kesan abstrak pada matematika. Melalui kajian literatur, peneliti ingin menggali bahwa pembelajaran matematika realistik mampu menjebatani keabstrakan matematika, sehingga kesan abstrak matematika sedikit demi sedikit dapat dikurangi. Kata kunci: keabstrakan matematik, pembelajaran matematika realistik.
Analisis Kesulitan Belajar Mahasiswa pada Matakuliah Matematika Dasar
Iik Nurhikmayati
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (203.656 KB)
|
DOI: 10.31949/th.v2i1.576
Penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar mahasiswa Pendidikan Matematika pada mata kuliah Matematika Dasar. Disisi lain mata kuliah Matematika Dasar sendiri merupakan titik awal perjalanan panjang mahasiswa untuk menguasai keseluruhan konsep matematika sebagai calon guru matematika. Salah satu penyebab rendahnya hasil belajar mahasiswa adalah faktor intern yakni adanya kesulitan-kesulitan mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan-persoalan terkait materi pada mata kuliah Matematika Dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan kesulitan mahasiswa Pendidikan Matematika dalam menyelesaikan soal pada Mata Kuliah Matematika Dasar; dan (2) Mendeskripsikan faktor penyebab kesulitan belajar mahasiswa Pendidikan Matematika pada mata kuliah Matematika Dasar. Penelitian ini menggunakan penelitian dengan pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Matematika semester II kelas A Universitas Majalengka Tahun Ajaran 2016/2017. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes UAS mata kuliah Matematika Dasar dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kesulitan mahasiswa dalam menyelesaikan soal pada mata kuliah Matematika Dasar diantaranya kesulitan pada penggunaan konsep dan prinsip matematika, dan (2) faktor penyebab kesulitan mahasiswa tersebut berasal dari faktor intern yang berkaitan dengan individu masing-masing. Kata kunci: Analisis Kesulitan, Belajar Matematika, Matematika dasar.