Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Forecasting of The Number of Schizophrenia Disorder by using The Box-Jenkins of Time Series Analysis Humaira, Syifa Putri; Nursuprianah, Indah; Darwan, Darwan
Journal of Robotics and Control (JRC) Vol 1, No 6 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jrc.1640

Abstract

Schizophrenia is a mental disorder with a complex brain disorder that causes sufferers not to be able to distinguish between reality and imagination. This study aims to determine the parameters for the best model Box-Jenkins time series analysis in predicting the number of schizophrenic in Cirebon City in 2018 as seen from the smallest MSE (Mean Square Error) value. This study uses Box Jenkins method (often referred to as the ARIMA Method) with documentation collection techniques and literature studies. The documentation aims to collect data on the number of schizophrenic patients in January 2014 to December 2018. Data were analyzed in several stages, namely the stage of data stationary identification, determining model parameter estimates, model verification and forecasting. The results of this study show that the best model for predicting the number of schizophrenic patients in the future is ARIMA (0,1,1). The forecasting results of the number of schizophrenic patients in Cirebon City from January to December 2018 respectively are 69 people, 68 people, 68 people, 68 people, 68 people, 68 people, 67 people, 67 people, 67 people, 67 people, 67 people, 67 people.
Miskonsepsi Siswa pada Pemahaman Konsep Bangun Ruang Arif Muchyidin; Lefi Nurlatif; Indah Nursuprianah
JRPM (Jurnal Review Pembelajaran Matematika) Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jrpm.2020.5.2.72-86

Abstract

The purpose of this study is to describe 8th-grade students’ misconceptions in solving surface area and volume of beam and cube problems and their causal factors. This is qualitative descriptive research. Based on the research, students’ misconceptions in solving surface area and volume of beam and cube problems are misconceptions on the concept of a beam, misconceptions on the concept of the cube, misconceptions on the concept of prerequisite material, misconceptions on unit comprehension, misconceptions on the understanding of meaning, and misconceptions on sign and number operations. While the causal factors of misconception are students’ assumptions about the lack of importance of concepts so students only memorize formulas, students are not able to associate one concept with other concepts, lack of understanding concepts in prerequisite material, misunderstanding the meaning of words in a problem, students have difficulty understanding pictures., misunderstanding the difference in the size of area and length.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA ANTARA YANG MENERAPKAN METODE DISCOVERY DENGAN YANG MENERAPKAN METODE INQUIRY PADA POKOK BAHASAN SEGIEMPAT elis lisnawati; indah nursuprianah
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.173 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v3i2.53

Abstract

Kegiatan pembelajaran matematika yang biasa berlangsung di sekolah pada umumnya menggunakan metode pembelajaran biasa (konvensional), yang kurang melibatkan siswa,   sehingga   siswa   menjadi   pasif.   Salah   satu   pembelajaran   yang   dapat membiasakan siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran adalah metode discovery dan  inquiry.  Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  seberapa  besar  hasil belajar siswa yang menggunakan metode discovery dan metode inquiry, serta untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan metode metode discovery dan metode inquiry. Penelitian ini berbentuk kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Populasi peneletian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Darul Musyawirin yang berjumlah 360 siswa, berdasarkan teknik purposive sampling didapat dua kelas yang dijadikan sampel penelitian yaitu kelas VII F sebagai kelas eksperimen I yang diajarkan menggunakan metode discovery dan kelas VII I sebagai kelas eksperimen II dengan metode inquiry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen I yang menerapkan metode discovery adalah 72,4103. Sedangkan nilai rata-rata kelas kelas eksperimen II yang menerapkan metode inquiry adalah 64,0769. Setelah dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test (uji non parametrik) ternyata diperoleh hasil Asymp.Sig.(2-tailed)0,000. artinya Terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa antara yang menerapkan  metode discovery  dengan  yang  menerapkan metode inquiry. Kata kunci     : Metode discovery, metode inquiry dan hasil belajar 
PENGARUH PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI TERHADAP KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL BIDANG DATAR (Studi Kasus Kelas VII di SMP Negeri 1 Cidahu Kabupaten Kuningan) iim rohimah; indah nursuprianah
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.617 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v5i1.680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; bagaimana pemahaman konsep geometri tentang segitiga dan segi empat (kedudukan dua garis, sifat-sifat garis sejajar, besar sudut, jenis sudut). Untuk mengetahui bagaimana kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal Bidang Datar (persegi, persegi panjang, segitiga, jajargenjang)  tentang sifat-sifat, luas, dan keliling persegi, persegi panjang, segitiga, jajargenjang, dan penggunaannya dalam pemecahan masalah. Banyak konsep matematika lebih mudah dipahami jika disajikan dengan bahasa geometri. Untuk dapat mempelajari geometri dengan baik, siswa harus dituntut untuk menguasai kemampuan dasar geometri, keterampilan dasar dalam belajar geometri terdiri dari: kemahiran visual, lisan, melukis, logika, dan aplikasi. Pemahaman konsep geometri dalam penelitian ini yaitu paham/mengerti akan materi geometri itu sendiri, dimana materi geometri itu sendiri membahas tentang hubungan titik, garis, sudut, bidang dan benda-benda ruang serta sifat-sifatnya.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII SMP Negeri 1 Cidahu yang terdiri dari 10 kelas dengan jumlah 402 siswa. Sedangkan  pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan mengambil satu kelas dari 10 kelas yaitu kelas  VII E yang berjumlah 37 siswa. Hasil penelitian, setelah dilakukan pegolahan data berdasarkan program bantuan SPSS versi 16 diperoleh nilai uji hipotesis menunjukkan bahwathitung sebesar 4,294. Pada derajat bebas (df) = 35, nilai  t  tabel pada taraf signifikansi 5% adalah 2,030. Dapat disimpulkan bahwa thitung>ttabel yaitu 4,294  >2,030 yang berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemahaman konsep geometri  terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal bidang datar. Didapat korelasi antara pemahaman konsep geometri dengan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal bidang datar (r) adalah 0,587, dan koefisien determinasi (R) sebesar 0,345. Kata kunci: Pemahaman Konsep, Geometri, Bidang Datar, Menyelesaikan Soal-Soal Bidang Datar
HUBUNGAN POLA BERPIKIR LOGIS DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA (Studi Kasus di SMA N 1 Rajagaluh Majalengka) indah nursuprianah; Fitriyah fitriyah
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.66 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v1i2.294

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika di SMA Negeri 1 Rajagaluh, bahwa dalampembelajaran dikelas lebih menekankan pada kecerdasan logis-matematis, yaitu dengan membiasakan anakmenggunakan pola berpikir logis dalam setiap melakukan kegiatan belajarnya. Dengan berpikir logisdiharapkan siswa mampu memahami konsep-konsep, melakukan refleksi, abstraksi, formalisasi, dan aplikasi.Namun tidak demikian yang terjadi di SMA Negeri 1 Rajagaluh, siswa kurang mampu memahami konsepkonsep,dayanalarsiswarendah,dansiswakurangmampumenyelesaikansuatupermasalahanyangkompleks.Halinilahyangmenjadi permasalahan dalam penelitian penulis, adakah hubungan pola berpikir logis denganhasil belajar matematika siswa. Penelitian ini dilakukan di SMA N 1 Rajagaluh, dengan tujuan untukmengetahui kemampuan pola berpikir logis siswa kelas XII SMA Negeri 1 Rajagaluh, mengetahui hasil belajarmatematika siswa kelas XII di SMA Negeri 1 Rajagaluh, dan mengetahui hubungan keduanya pada siswa kelasXII di SMA Negeri 1 Rajagaluh.Metode penelitian skripsi ini yaitu dengan pendekatan kuantitatif berjenis korelasional. Populasi target dalampenelitian ini adalah siswa kelas XII SMA Negeri 1 Rajagaluh Kab. Majalengka yang berjumlah 305 siswa.Sampel dalam penelitian ini adalah satu kelas yaitu kelas XII IPA 2 yang berjumlah 36 siswa. Adapun teknikyang digunakan yaitu dengan menggunakan teknik purposive sampling, peneliti hanya mengambil 30 siswa dari36 siswa untuk dijadikan sampel karena sudah representatif. Variabel dalam penelitian ini adalah pola berpikirlogis dengan Hasil belajar matematika siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes dandokumentasi. Setelah data diperoleh, analisis data menggunakan uji korelasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pola berpikir logis yang dimiliki siswa tinggi dengan memperolehnilai rata-rata 76,13. Hasil belajar matematika siswa menunjukkan kategori sangat baik berdasarkan skor rataratahasil belajar matematika siswa yaitu sebesar 81,73. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,876 menunjukkanhubungan yang sangat kuat. kemudian nilai koefisien korelasi dengan menggunakan analisis uji hipotesisdiperoleh thitung = 9,610 sedangkan ttabel = 1,701. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa thitung> ttabel, maka berdasarkan kriteria uji H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya ada hubungan yang signifikanantara pola berpikir logis dengan hasil belajar matematika siswa SMA Negeri 1 Rajagaluh.Kata Kunci : logis matematis, kompleks
PERBANDINGAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DALAM BELAJAR MATEMATIKA ANTARA YANG MENGGUNAKAN METODE JIGSAW DENGAN METODE INKUIRI TERBIMBING DI KELAS VII SMP SATU ATAP NEGERI TALUN KABUPATEN CIREBON ineu andriani; indah nursuprianah; mumun munawaroh
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.181 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v4i2.28

Abstract

Kepercayaan diri merupakan suatu hal terpenting bagi siswa khususnya dalam belajar matematika. Apabila individu tersebut memiliki kepercayaan diri yang rendah maka akan mempengaruhi hasil belajarnya. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang di anggap sulit bagi siswa di sekolah, hal inilah yang menjadi ketakutan siswa sehingga kepercayaan diri menjadi rendah ketika belajar matematika. Oleh sebab itu,  guru  dapat  menggunakan metode  active  learning  yang  membuat  pembelajaran matematika menjadi menyenangkan dan tidak hanya berpusat pada guru saja melainkan berpusat juga pada siswa, sehingga dapat menumbuhkan dan mengembangkan kepercayaan diri siswa. Metode active learning diantaranya metode Jigsaw dan metode inkuiri  terbimbing.  Dari  kedua  metode  tersebut  peneliti  akan  membandingkan dan menganalisis metode manakah yang baik bagi kepercayaan diri siswa dalam belajar matematika. Setelah itu, hasilnya terdapat perbedaan dari kedua metode tersebut.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain “One Shot Case Study”. Dari hasil analisis diperoleh sebesar 62% kepercayaan diri siswa yang menggunakan metode Jigsaw sedangkan metode inkuiri terbimbing sebesar 65%. Dari kedua metode tersebut diperoleh bahwa kepercayaan diri siswa berada pada kategori sama yaitu kategori tinggi. Untuk uji t diperoleh bahwa sig.2 (tailed) 0,026 < 0,05 sehingga H0 ditolak dengan demikian disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kepercayaan diri siswa dalam belajar matematika antara yang menggunakan metode Jigsaw dengan metode inkuiri terbimbing.Kata Kunci: Kepercayaan Diri, Metode Jigsaw, dan Metode Inkuiri Terbimbing
PEMETAAN HOTS SISWA BERDASARKAN STANDAR PISA DAN TIMSS UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Tini Hartini; Muhamad Ali Misri; Indah Nursuprianah
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.473 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v7i1.2795

Abstract

The purpose of this research was to mapped the higher order thinking skills of students in solving PISA and TIMSS standards based test item based on indicators that had been compiled, as one of the effort to determine the right thing to do to increase the quality of education. The indicators in this research were the ability of analysis, evaluation, and creation. This research use a descriptive qualitative and quantitative approach. The data collection methods in this research were documentation, test, and interview. From 71 students spread across many Junior High Islamic Scoolls in Cirebon city, 2 students classified as having high order thinking skills with moderate level. Students in moderate level are found to be able to perform analysis, evaluation, and creation well in resolving some of the problems. Furthermore, 69 students are not able to perform analytical skills, evaluation, and creation well in solving all the problems, so they are considered to have low level in high order thinking skill. The difference of the student’s ability due to the lack of motivation students and teachers in improving the ability of HOTS in learning. An increase in HOTS of students can be done to improve standards evaluation, improve the quality of the process and the result of learning, as well as increase the motivation students and teachers. This research can be applied to measure student’s high order thinking skill in order to increase  the quality of education according to international standards.
[Window Title] DAEMON Tools Shell Extensions Helper [Main Instruction] DAEMON Tools Shell Extensions Helper has stopped working [Content] Windows is checking for a solution to the problem... [Cancel] indah nursuprianah; mahsusin mahsusin mahsusin
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.5 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v1i1.278

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini adalah proses pembelajaran matematika di SMP/MTs pada umumnya masih banyakyang menggunakan cara konvensional seperti ekspositori, driil, demonstrasi dan ceramah. Kebanyakan guru dalamkegiatan pembelajarannya dimulai dengan ceramah, menerangkan pokok materi, memberikan contoh caramenyelesaikan soal dan memberikan tugas rumah. Pembelajaran seperti ini masih ada kelemahan, terutama padapokok-pokok bahasan yang memerlukan media atau alat peraga.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui data tentang penggunaan alat peraga model Pythagoras pada pokokbahasan teorema Pythagoras di kelas VIII SMP Negeri 4 Pamarican Kabupaten Ciamis, untuk mengetahui datatentang kemampuan matematika siswa pada pokok bahasan teorema Pythagoras di kelas VIII SMP Negeri 4 PamaricanKabupaten Ciamis dan untuk mengatahui data tentang pengaruh penggunaan alat peraga model Pythagoras terhadapkemampuan matematika siswa pada pokok bahasan teorema Pythagoras di kelas VIII di SMP Negeri 4 PamaricanKabupaten Ciamis.Salah satu komponen untuk meningkatkan pembelajaran adalah dengan menggunakan media alat peraga.Bagaimanapun juga media alat peraga memegang peranan penting dalam proses pembelajaran terutama padapelajaran matematika dimana media alat peraga matematika dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuanmatematika siswa.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan teknik pengumpulan data melaluiangket dan tes. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Pamarican tahunpelajaran 2010/2011 sebanyak empat kelas dan berjumlah 180 siswa, yang masing-masing kelas berjumlah 45 siswaterpilih kelas VIII B sebagai kelas eksperimen.Berdasarkan analisis data, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan alat peraga model Pythagoras sebesar61.1% dengan kategori baik terletak pada rentang 55% - 74%, kemampuan rata-rata matematika siswa pada pokokbahasan teorema pythagoras di kelas VIII SMP Negeri 4 Pamarican Kabupaten Ciamis sebesar 77.00. dan pengaruhsebesar nilai z = -6.559 dan Sig. 0,000 < 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.Artinya terdapat pengaruh penggunaan alat peraga model Pythagoras terhadap kemampuan matematika siswa padapokok bahasan teorema Pythagoras di kelas VIII di SMP Negeri 4 Pamarican Kabupaten Ciamis. Kata Kunci : Pythagoras
PENGARUH PEMAHAMAN KONSEP ARITMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ALJABAR SISWA (Studi Kasus pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Ketanggungan Kabupaten Brebes ) ninis hayatun nisa; indah nursuprianah
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.931 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v2i2.39

Abstract

Aritmatika merupakan bagian dari matematika yang mempelajari tentang operasi dasar bilangan (penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian). Penguasaan pada keempat operasi dasar tersebut mutlak diperlukan untuk mempelajari aljabar. Berpikir aljabar merupakan jembatan antara aritmatika dengan aljabar. Ketika seorang siswa sudah menguasai aritmatika, tentu tingkat pengetahuannya akan beralih pada tingkatan yang lebih rumit, misalnya dalam hal ini aljabar. Dalam transisi dari aljabar menuju aritmatika, siswa akan mengalami proses berpikir aljabar. Sehingga selain berpengaruh pada aljabar, aritmatika juga memiliki pengaruh pada proses berpikir aljabar.Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  (1)  untuk  mengetahui  tingkat  pemahaman  siswa  kelas  VII  SMP  Negeri  1Ketanggungan Kabupaten Brebes pada konsep aritmatika, (2) untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir aljabar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Ketanggungan Kabupaten Brebes, (3) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemahaman konsep aritmatika terhadap kemampuan berpikir aljabar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Ketanggungan Kabupaten Brebes.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Ketanggungan Kabupaten Brebes yang berjumlah 324 siswa dengan sampel sebanyak 35 siswa yang terkumpul dalam satu kelas yaitu kelas VII F yang dimbil secara purposive sampling melalui pertimbangan guru matematika kelas VII SMP Negeri 1 Ketanggungan.Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa rata-rata nilai pemahaman konsep aritmatika sebesar 51,86 sedangkan rata-rata nilai kemampuan berpikir aljabar siswa sebesar 57,49. Setelah dilakukan uji hipotesis dengan α = 0,05, diperoleh koefisien korelasi (R) = 0,543, artinya keeratan pengaruh pemahaman konsep aritmatika terhadap kemampuan berpikir aljabar sebesar 54,3%. Koefisien determinasi (R Square) diperoleh sebesar 0,295, artinya terdapat pengaruh pemahaman konsep aritmatika terhadap kemampuan berpikir aljabar siswa sebesar 29,5%, sedangkan sisanya sebesar 70,5% ditentukan oleh faktor lain. Persamaan regresi Ŷ = 25,937 + 0,607 X, dari persamaan tersebut koefisien regresi sebesar 0,607 menyatakan bahwa setiap satu penambahan (peningkatan) pemahaman konsep aritmatika. Kata Kunci : Konsep aritmatika, berpikir aljabar 
Manual Remodelling of AF4 and O2 Electrodes in Schizophrenia Redi Gunawan; Indah Nursuprianah
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.134 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v8i2.5596

Abstract

Manual recreation of AF4 and O2 electrodes in schizophrenia. This study aims to: a) Know the EEG signals in the brain in humans, b) find out how manual rearrangements of the AF4 electrode and O2 electrode in schizophrenic patients and c) find out how the interpolation method compares at the AF4 and O2 electrodes in schizophrenic patients.Rearrangement of AF4 and O2 electrode manuals in schizophrenic patients, there are various ways, namely (a) graph of results of analysis, (b) enlarge graph, (c) create intervals and intersection points, (d) fitting in matlab and (e) analysis.There is a difference between the interpolation method of Newton degree 4th polynomial with the Lagrange degree 4th polynomial interpolation method which is the percent error by using Newton degree 4th when the graph is at the beginning until it is at the top is still stable with the mean value of error 14.118 % as well as the polynomial error with using Lagrange degree 4 is much better than Newton's 4th order with an average percent error of 4.69 %. While there is an equation between Newton degree 1 interpolation method with interpolation method of Lagrange degree 1 polynomial on electrode O2 value of error 0%