cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Akhbar
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 23024801     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2020)" : 4 Documents clear
PERAN ORANG TUA DALAM MEMBANGUN KARAKTER ANAK DENGAN METODE PARENTING ISLAMI firman yudhanegara
Al-Akhbar Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Al-Akhbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa anak merupakan suatu fase yang sangat penting dan berharga dan merupakan masa pembentukan dalam periode pembentukan manusia. Masa anak usia dini sering di pandang sebagai masa emas (golden age) bagi penyelenggara pendidikan. Masa emas anak tersebut merupakan fase yang sangat fundamental bagi perkembangan individu karena pada fase inilah terjaadi peluang yang sangat besar untuk pembentukan dan pengembangan pribadi seseorang. Begitu besarnya peran orang tua dalam pembentukan karakter dan tumbuh kembang anak, sudah sewajarnya apabila orang tua perlu menerapkan pola asuh yang seimbang (authoritative) pada anak, bukan pola asuh yang otoriter atau serba membolehkan (permissive). Anak merupakan amanat ditangan kedua orang tua. Hatinya yang masih bersih – suci merupakan permata yang indah, bila kita mengasah dengan penuh kebaikan. Kemudian, pahala pun akan mengalir dan dinikmati untuk kedua orangtuanya maupun semua orang yang mendidiknya. Pembangunan karakter yang baik pada anak sejak dini adalah kunci terbentuknya akhlak dan moral yang baik pula. Dengan adanya metode parenting islami ini, memudahkan para orang tua untuk tahu bagaimana seorang anak bisa tumbuh dengan mencintai agamanya. Parenting islami merupakan pola pengasuhan orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak dengan menggunakan nilai dan dasar islami. Tentunya metode parenting ini hanya ditujukan untuk orang tua yang muslim saja. Dasar utama dari pola parenting ini adalah mengikuti tuntunan yang ada di dalam Al-Quran dan sunah Rasul.Parenting ini bertujuan untuk anak mempunyai akhlak sesuai dengan anjuran islam, karakter mulia, dan menjadi generasi yang bermanfaat bagi negara dan masyarakat sekitar. Dan tugas orang tua adalah menyeimbangkan pola tersebut dengan anak, agar anak pun mudah memahami apa yang ia pelajari kedepannya. Menerapkan parwnting islami memang tidaklah mudah, para orang tua harus memiliki kesabaran, ketelatenan, dan pola asuh yabg tepat agar anak tumbuh dengan nilai-nilai islam yang kuat. Beberapa orang tua pun mempunyai konsep parenting sendiri bagaimana mendidik anak, sebagai langkah mendidik anak secara Islami dengan nilai-nilai islam yang ditanam sejak sedini mungkin. Agar lebih memahami, mendisiplinkan , dan mendorong (support) anak menjadi yang terbaik sebagaimana menerapkan pola asuh mengikuti tuntunan Al-qur’an dan Nabi Muhammad SAW.
PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK MELALUI DONGENG Sarah Aulia Azizah
Al-Akhbar Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Al-Akhbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter atau akhlak merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang universal yang meliputi seluruh aktivitas manusia, baik dalam rangka berhubungan dengan Tuhan, dengan diri sendiri, dengan sesama manusia, maupun dengan lingkungan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya dan adat istiadat. Pembentukan karakter tidak dapat diakukan dalam waktu yang singkat karena membutuhkan proses panjang dalam waktu yang lama. Hal tersebut juga dilakukan secara terus menerus dengan menggunakan metode yang tepat dan efektif. Salah satu cara menyenangkan yang dapat digunakan untuk membentuk karakter anak adalah melalui dongeng. Dongeng merupakan cerita yang tidak benar-benar terjadi atau cerita bohong. Salah satu unsur intrinsik yang ada dalam dongeng memiliki amanat atau pesan moral. Oleh karena itu, dongeng bisa dijadikan media untuk membentuk karakter anak, karena memiliki nilai budi pekerti yang bisa dipelajari oleh anak. Metode yang digunakan adalah kajian kajian pustaka dilengkapi dengan metode refleksi peneliti.
PENTINGNYA PARENTING STYLE OLEH ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN DAN PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK Maria Hidayanti
Al-Akhbar Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Al-Akhbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan karakter anak dilakukan sejak anak usia dini. Keluarga menjadi lingkungan pertama dalam proses pendidikan karakter anak. Pola asih orang tua menjadi salah satu factor utama dalam mendidik dan membentuk karakter anak. Pola asuh orang tua terdiri dari tiga jenis, yaitu pola asuh permisif, pola asuh otoriter, dan pola asuh demokratis. Anak yang dididik dengan menggunakan pola asuh permisif, akan menjadi anak menjadi sifat keras kepala, berpegang teguh pada pendapatnya dan terkesan tidak peduli orang lain. Pola asuh otoriter membentuk anak menjadi anak yang mempunyai karakter cenderung tidak bisa memecahkan masalahnya sendiri, selalu butuh bantuan dan tidak mandiri. Sedangkan pola asuh demokratis membentuk anak menjadi mandiri, dan bisa mengontrol dirinya sendiri, mempunyai percaya diri yang tinggi, bisa bersosialisasi dengan baik di lingkungannya, mampu mengatasi permasalahan yang dia miliki, tertarik dengan hal yang baru, kooperatif dengan orang yang lebih tua usianya, menjadi anak yang patuh dan menuruti perintah orang tua, dan mempunyai motivasi berprestasi yang tinggi. Namun yang terjadi di masyarakat adalah orang tua tidak hanya menggunakan satu pola asuh dalam mendidik anak-anaknya
PERAN KELUARGA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK Diah Ratnasari
Al-Akhbar Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Al-Akhbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internalisasi adalah suatu upaya untuk memasukan pengetahuan dan keterampilan untuk melaksanakan pengetahuan yang diberikan ke dalam diri anak, sehingga pengetahuan itu dapat menjadi bagian dari karakternya dalam kehidupan sehari-hari. Ibu, perlu mengajarkan anak untuk memahami nilai-nilai apa saja yang benar dan salah. Walaupun nilai, norma, dan budaya setiap orang berbeda-beda, namun secara keseluruhan nilai kasih sayang, sopan santun, hormat, kebaikan, kemurahan, keadilan, dan tanggung jawab merupakan beberapa nilai baik yang dapat diajarkan kepada anak sejak dini. Ibu bisa mengajarkan anak dengan berdiskusi mengenai nilai-nilai tersebut atau memberi anak beberapa tanggung jawab, seperti membersihkan meja, menghibur teman atau saudara ketika sedang sakit. Selain itu, Ibu juga perlu menjaga anak dari paparan nilai-nilai kurang baik seperti dari membaca atau menonton suatu materi yang tidak sesuai dengan usianya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literature. Merupakan serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengolah bahan penelitian. Studi kepustakaan memiliki tujuan utama yaitu mencari dasar pijakan/pondasi untuk memperoleh dan membangun landasan teori, kerangka berpikir, dan menentukan dugaan sementara atau disebut hipotesis penelitian. Sehingga peneliti dapat mengelompokkan, mengorganisasikan dan menggunakan variasi pustaka dalam bidangnya. Dapat disimpulkan bahwa sebagai orang tua tentunya kita ingin menjadikan anak tumbuh menjadi anak yang baik yang memiliki sikap disiplin dan tanggung jawab di kehidupan sehari-harinya maupun di kegiatan belajarnya, untuk itu sebagai orag tua hendaknya memiliki kesadaran untuk memiliki kerjasama dalam memberikan pengasuhan sejak dini karena anak akan meniru tingkah dan perbuatan kita, dengan adanya sikap disiplin dan tanggungjawab yang ditanamkan oleh orang tua kepada anak sejak dini dalam kegiatan sehari-hari maka anak juga akan memiliki sikap disiplin dan tanggung jawab di setiap kehidupanya baik dalam kehidupan di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, berbangsa dan bernegara.

Page 1 of 1 | Total Record : 4