cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Kandai
ISSN : 1907204X     EISSN : 25275968     DOI : -
Kandai was first published in 2005. The name of Kandai had undergone the following changes: Kandai Majalah Illmiah Bahasa dan Sastra (2005) and Kandai Jurnal Bahasa dan Sastra (2010). Since the name of journal should refer to the name that was registered on official document SK ISSN, in 2016 Kandai started publish issues with the name of Kandai (refer to SK ISSN No. 0004.091/JI.3.02/SK.ISSN/2006 dated February 7th, 2006, stating that ISSN 1907-204X printed version uses the (only) name of KANDAI). In 2017, Kandai has started to publish in electronic version under the name of Kandai, e-ISSN 2527-5968.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2014): KANDAI" : 10 Documents clear
PENGUNGKAPAN BUDAYA SUKU ANAK DALAM MELALUI KOSAKATA BAHASA KUBU NFN Ermitati
Kandai Vol 10, No 2 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.295 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i2.319

Abstract

Bahasa dan budaya merupakan dua aspek  kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan karena bahasa merupakan  sarana untuk mengekspresikan budaya suatu bangsa.  Hal itu menyebabkan kosakata suatu bahasa menyandikan berbagai kegiatan penuturnya, antara lain, kegiatan sosial, seni, dan budaya. Tulisan ini menjawab pertanyaan: (a)  Bagaimana realitas budaya Suku Anak Dalam yang   tersandi dalam data linguistik bahasa Kubu?  (b) Kosakata apa saja yang dapat menyandikan  budaya  Suku Anak Dalam yang tinggal di Bukit Dua Belas,  pedalaman Provinsi Jambi? Data tulisan ini dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan  teknik perekaman, pemancingan, dan pencatatan. Data dianalisis dengan teori Kramsch (2000), yang menyatakan bahwa bahasa mengungkapkan realitas budaya penutur suatu bahasa.  Tulisan  ini menemukan tiga klasifikasi kosakata yang menyandikan budaya Suku Anak Dalam, yakni (a) kosakata tradisi (b) kosakata pengambilan makanan, (c) kosakata azimat, dan (d) kearifan lokal. Di samping itu, budaya Suku Anak Dalam yang tersandi dalam kosakata  bahasa Kubu, antara lain, basale, melangun, menumbai,  meremu, betilik, berburu, dan penggunaan bendabenda yang berkaitan dengan azimat.
RESISTENSI DAN MODEL KESETARAAN GENDER DALAM NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN KARYA ABIDAL EL KHALIEQ NFN Wildan
Kandai Vol 10, No 2 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.439 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i2.324

Abstract

Penelitian ini mengangkat masalah resistensi dan model kesetaraan gender dalam novel Perempuan Berkalung Sorban karya Abidal El-Khalieq dengan tujuan mendeskripsikan model diskriminasi dan mengungkapkan model kesetaran gender yang dicita-citakan.. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, yaitu metode yang secara keseluruhan memanfaatkan cara-cara penafsiran dengan bentuk penyajian dan analisis data yang dilakukan secara deskriptif. Dengan perspektif kritik sastra feminis diperoleh simpulan, bahwa resistensi dan model resistensi perempuan dalam novel Perempuan Berkalung Sorban merupakan peristiwa diskriminasi gender yang bangun dari tiga ranah. Pertama, ranah lingkungan pesantren, rumah, dan perkawinan. Ranah tersebut dikonstruksi dalam tahapan perkembangan usia, yaitu,  ketika Nisa, Wildan dan Risal masih berusia anak-anak, kedua, remaja, dan ketiga ketika dewasa. Pemanfaatan usia sebagai media ekspresi estetik, digunakan untuk mengungkap bahwa pesantren sebagai simbol agama dan tempat pemandaian akal, hanya dijadikan alat untuk berlindung, bagi pemerolehan legalitas diksriminasi dan kemapanan diskriminasi budaya patriarkat terhadap perempuan. Pemerolehan kesetaraan gender yang diidealkan,  akhirnya terjadi pada perkawinan kedua Nisa dengan Lek Khodori.  Pada konteks tersebut perempuan (Nisa) sudah menempatkan dirinya pada posisi memiliki hak yang sama dalam berbagai aktivitas kehidupan, baik dalam berpendapat dan menentukan sikap
KESAMAAN KOSAKATA BAHASA BUGIS DAN BAHASA MUNA NFN Sukmawati
Kandai Vol 10, No 2 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.315 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i2.320

Abstract

Bahasa Bugis dan bahasa Muna merupakan bahasa daerah yang masih tumbuh dan berkembang di wilayah Indonesia.Kedua bahasa daerah tersebut masih banyakpenuturnya dan kedua bahasa itu digunakan dalam berbagai aktivitas kehidupan.Penutur asli dari kedua bahasa itu hidup dan berada di wilayah yang berbeda. Akan tetapi, pada kenyataannya, dalam kedua bahasa daerah tersebut terdapat beberapa kosakata yang sama. Berkaitan dengan itu, dalam kajian ini  yang akan dibahas adalah apakah bentuk kosakata yang sama pada kedua bahasa daerah tersebut juga mempunyai makna yang sama dan mengapa kedua bahasa daerah tersebut mempunyai kesamaan kosakata. Oleh karena itu, tujuan yang akan dicapai dalam kajian ini, yaitu untuk mendeskripsikan makna dari kosakata yang sama dan penyebab terjadinya kesamaan kosakata yang terdapat dalam bahasa Bugis dan bahasa Muna. Berdasarkan kajian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kosa kata yang sama dari kedua bahasa daerah itu  ada yang  maknanya sama dan ada pula yang maknanya berbeda. Penyebab kesamaankosakata dalam bahasa Bugis dan bahasa Muna adalah adanya hubungan kekerabatan melalui perkawinan antara orang Muna dan orang Bugis serta pengaruh pelayaran dagang.
REPRESENTASI ANAK DALAM KARYA ARSWENDO ATMOWILOTO: STUDI CERITA ANAK TAHUN 1970-AN NFN Mu'jizah
Kandai Vol 10, No 2 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.331 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i2.326

Abstract

Sastra anak merupakan genre sastra yang menarik, terutama pada tahun 1970-an, saat  sastra anak tumbuh subur dalam berbagai majalah. Salah satu pengarang dewasa Indonesia yang menonjol pada masa itu Arswendo Atmowiloto. Masalah menarik yang dibahas dalam tulisan ini ialah bagaimana dunia anak direpresentasikan oleh Arswendo dalam cerpen-cerpennya? Artikel ini bertujuan menggambarkan dunia anak yang disajikan Arswendo. Dalam bahasan diketahui bahwa Arswendo menyajikan dunia anak yang khas, ceritacerita realistik anak yang mandiri. Kemandirian ini dianggap sebagai sifat unggul agar anak tidak hanya bermain dan bergantung pada orang lain. Dunia bermain menjadi selingan hidup, bukan sesuatu yang dominan. Bermain dilakukan sambil bekerja. Dengan begitu anak-anak yang disajikan Arswendo bukan anak yang mencari perhatian, melainkan anak-anak yang justru pemberi perhatian dan penopang keluarga.
CIRI AKUSTIK BAHASA MELAYU DIALEK BATUBARA NFN T. Syarfina
Kandai Vol 10, No 2 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.307 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i2.321

Abstract

Analisis kajian ini adalah untuk menjawab masalah penelitian tentang ciri akustik yang menandai kelompok-kelompok sosial penutur BMB. Ada 100 penutur BMB yang terdiri atas pekerjaan sebagai pedagang, nelayan, dan pegawai. Mereka menuturkan kalimat sasaran [Udin ondak pogi ke laut] ‘Udin hendak pergi ke laut’. Analisis ini menggunakan pendekatan instrumental dengan program Praat. Melalui analisis akustik tuturan, nada tertinggi, nada dasar, nada final, nada rendah, durasi, dan intensitas dapat dijadikan pemarkah sosial penutur BMB. Terdapat perbedaan frekuensi dari setiap jenis pekerjaan. Durasi deklaratif lebih besar dibandingkan dengan durasi interogatif, sedangkan durasi deklaratif hampir sama dengan durasi imperatif. Durasi silabel terakhir konstituen selalu lebih panjang dibanding dengan durasi silabel awal konstituen, kecuali pada durasi kalimat interogatif, durasi silabel akhir konstituen lebih rendah daripada durasi awal konstituen. Ditemukan perbedaan pada intensitas dasar, intensitas final, intensitas rendah dan intensitas tertinggi. Pada kajian ini menganalisis modus deklaratif, interogatif, dan imperatif dalam BMB. Secara umum, ketiga modus ini membedakan tuturan kelas pekerjaan.
NELAYAN DI LAUTAN UTARA: SEBUAH KAJIAN EKOKRITIK NFN Uniawati
Kandai Vol 10, No 2 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.307 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i2.328

Abstract

Kajian terhadap novel Nelayan di Lautan Utara (NDLU) karya Pierre Lotti, terjemahan Sutan Takdir Alisyahbana, bertujuan untuk menjawab permasalahan tentang bagaimana kontribusi sastra terhadap pelestarian dan keseimbangan lingkungan sekaligus menggambarkan hubungannya dengan manusia sehingga pembaca dapat lebih memahami lingkungan yang menjadi tempat tinggalnya sekarang. Dari novel tersebut diperoleh data yang berhubungan dengan masalah lingkungan dan hubungannya dengan manusia yang menjadi fokus kajian ini. Data diperoleh melalui teknik pembacaan intensif dan pencatatan. Selanjutnya, data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif berdasarkan kerangka teori ekokritik. Ekokritik secara ringkas didefinisikan sebagai kajian terhadap sastra yang berwawasan lingkungan. Hasil analisis menunjukkan perlunya kesadaran manusia untuk peduli dan cinta pada lingkungan tempatnya menyandarkan hidup. Manusia dan lingkungan memiliki hubungan simbiosis yang saling ketergantungan. Hubungan keduanya menciptakan suatu gambaran romantisme yang bahkan pada sesama manusia tidak dapat dipersamakan.
ASPEK SOSIOLOGIS NYANYIAN PENGANTAR TIDUR RAKYAT MUNA NFN Mulawati
Kandai Vol 10, No 2 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.315 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i2.322

Abstract

Masyarakat Muna mengenal nilai-nilai luhur dalam nyanyian pengantar tidur dan nyanyian orang tua untuk anak. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi panduan dalam bermasyarakat. Apabila masyarakat Muna terbiasa mendengar dan memahami pesan-pesan tersebut, masyarakat muna yang hidup di zaman modern ini akan mengurangi keinginan untuk menimbulkan konflik sosial. Oleh karena itu, penulis tertarik memaknai nyanyian rakyat Muna dari sudut pandang sosiologis. Nyanyian-nyanyian rakyat ini akan diuraikan dengan pendekatan sosiologis, yaitu sebuah pendekatan yang  mempertimbangkan segi-segi kemasyarakatan dalam sastra. Aspek sosiologis dalam nyanyian rakyat pengantar tidur untuk kelas sosial kaomu dan walaka  adalah anjuran untuk memiliki ilmu sebagai bekal dalam pelaksanaan pemerintahan. Nyanyian pengantar tidur golongan maradika mengarahkan mereka untuk merasa bangga dengan peran mereka sebagai pendukung pemerintahan. Nyanyian pengantar tidur secara umum berisi pentingnya ilmu dalam masyarakat Muna. Nyanyian orang tua untuk anak berisi pesan-pesan untuk memiliki kasih sayang dan motivasi dalam hidup bermasyarakat.
ISU GENDER PADA NOVEL KARYA PENGARANG KALIMANTAN TIMUR: SOSIAL, BUDAYA, DAN SEJARAH Yudianti Herawati
Kandai Vol 10, No 2 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.315 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i2.329

Abstract

Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah isu gender dalam kaitannya dengan masalah relasi antara perempuan dengan laki-laki (relasi gender), pembagian peran antara perempuan dengan laki-laki (peran gender), dan ketidakadilan gender (marginalisasi) pada tiga novel karya pengarang Kalimantan Timur. Permasalahan  dikaji  dari sudut pandang budaya, sosial, dan sejarah. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendekatan feminisme dalam mengungkapkan masalah-masalah budaya, sosial, dan sejarah yang tercermin pada tiga novel karya pengarang Kalimantan Timur, khususnya yang timbul dalam konteks gender. Penelitian ini menggunakan metode yang bersifat deskripsi-kualitatif, sedangkan analisisnya menggunakan teknik analitik sehingga isu gender yang muncul pada ketiga novel  tersebut  dapat digambarkan lebih jelas lagi. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa (1) melalui peran tokoh perempuan yang feminis, pengarang ingin mengemukakan gagasannya agar posisi perempuan memiliki hak yang setara dan terbebas dari penindasan dan eksploitasi laki-laki, (2) perempuan digambarkan sebagai perempuan yang bebas dan berpotensi agar dapat keluar dari budaya patriarki, dan (3) menggambarkan sosok dan identitas gender laki-laki dan gender perempuan dari berbagai golongan, baik golongan bangsawan, menengah, sampai dengan golongan bawah sehingga relasi gender seperti ini dapat dikatakan  timpang atau tidak adil dan dapat pula dikatakan imbang atau adil.
KLASIFIKASIBAHASA DAYAK PRUWAN SEBAGAI BAHASABIDAYUHIK Dedy Ari Asfar
Kandai Vol 10, No 2 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.341 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i2.318

Abstract

Tulisan ini membahas bahasa yang digunakan oleh orang-orang yang menyebut diri mereka suku Dayak Pruwan di Kalimantan Barat. Orang Pruwan ini menempati daerah sekitar Lembah Sungai Tayan di Kabupaten Sanggau Kapuas. Dalam epistimologi setempat bahasa mereka disebut bahasa Pruwan.Namun, bahasa ini memiliki hubungan dengan varian Bidayuhik yang tersebar di Kalimantan Barat dan Sarawak, Malaysia. Tulisan ini membahas tentang sistem vokal dan konsonan serta klasifikasi linguistik bahasa Pruwan sebagai bahasa Bidayuhik berdasarkan inovasi fonologis yang wujud dalam bahasa ini. Tulisan ini menggunakan teori linguistik komparatif historis. Klasifikasi bahasa Pruwan sebagai bahasa Bidayuhik dilakukan dengan membandingkan bahasa Pruwan dengan varian Bidayuhik Lubuk Tajau kajian Chong Shin dan Collins (2008) di Sungai Sekadau dan bahasa Bidayuhik Utara Purba (BUP) hasil kajian Aman (2008) serta medeskripsikan inovasi bersama yang wujud dalam varian-varian Bidayuhik tersebut berdasarkan bahasa Proto Melayu Polinesia (PMP) yang direkonstruksi oleh Robert Blust (2013). Deskripsi fonologis dengan perspektif linguistik komparatif historis disajikan untuk membuktikan kekerabatan bahasa Dayak Pruwan dengan bahasa-bahasa Bidayuhik yang ada di Kalimantan Barat. Hasilnya bahasa Pruwan dapat diklasifikasikan sebagai salah satu varian bahasa Bidayuhik di Lembah Sungai Tayan karena mengalami inovasi bersama dengan varian Bidayuhik yang ada di Kalimantan Barat, seperti Lubuk Tajau dan Bidayuhik Utara Purba (BUP).
KONSEP KEPEMIMPINAN DALAM TAMBO MINANGKABAU NFN Suryami
Kandai Vol 10, No 2 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.359 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i2.323

Abstract

Tambo Minangkabau adalah sebuah karya sastra sejarah, menceritakan sejarah asal usul suku bangsa, asal usul negeri, adat istiadat negeri Minangkabau.  Di samping itu, dalam tambo Minangkabau juga terdapat pujipujian kepada Allah SWT, shalawat kepada Nabi Muhammad  dan beberapa hal lainnya.  Sebagai sebuah karya sastra, dalam tambo terdapat makna yang dapat diangkat dan dijadikan arah/pedoman dalam menjalani kehidupan.  Arah atau pedoman yang dimaksud adalah unsur kepemimpinan dalam Tambo Minangkabau yaitu  kepemimpinan penghulu pada masa dulu. Penghulu yang dimaksud adalah penghulu yang mengepalai suatu suku,  bertanggung jawab dan berkewajiban memelihara anggota kaum, suku dan negerinya. Ada beberapa pesan moral  yang dapat diambil pembaca sebagai penikmat karya sastra, khususnya generasi muda Minangkabau sebagai pewaris adat  dari beberapa kepemimpinan penghulu yang ada dalam cerita Tambo Minangkabau, antara lain dari tokoh Sultan Sri Maharaja Diraja, Cati Bilang Pandai Datuak Suri Dirajo, dan Indo Jati. Melalui analisis struktural, konsep kepemimpinan beberapa penghulu ini dapat diketahui, antara lain bijaksana dan gemar bermufakat.  Itulah falsafah masyarakat Minangkabau yaitu kebersamaan, bersama untuk bermufakat dan bersama pula untuk membuat kebijakan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10