cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Kandai
ISSN : 1907204X     EISSN : 25275968     DOI : -
Kandai was first published in 2005. The name of Kandai had undergone the following changes: Kandai Majalah Illmiah Bahasa dan Sastra (2005) and Kandai Jurnal Bahasa dan Sastra (2010). Since the name of journal should refer to the name that was registered on official document SK ISSN, in 2016 Kandai started publish issues with the name of Kandai (refer to SK ISSN No. 0004.091/JI.3.02/SK.ISSN/2006 dated February 7th, 2006, stating that ISSN 1907-204X printed version uses the (only) name of KANDAI). In 2017, Kandai has started to publish in electronic version under the name of Kandai, e-ISSN 2527-5968.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2015): KANDAI" : 10 Documents clear
MEMANG JODOH: PEMBERONTAKAN MARAH RUSLI TERHADAP TRADISI MINANGKABAU Dian Nathalia Inda
Kandai Vol 11, No 2 (2015): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.015 KB) | DOI: 10.26499/jk.v11i2.228

Abstract

Tulisan ini membahas novel terakhir Marah Rusli yang berjudul Memang Jodoh. Memang Jodoh adalah novel yang menceritakan kehidupan perkawinan sang pengarang sendiri. Sebagian besar peristiwa yang terjalin di dalam cerita adalah hal yang dialami oleh Marah Rusli di kehidupan nyatanya. Dalam kaitan itu, bukan sebuah anomali jika novel Memang Jodoh  merupakan suatu bentuk pemberontakan Marah Rusli terhadap tradisi yang membelenggunya. Pemberontakan itu  diamati dari rangkaian peristiwa yang terjalin di dalam cerita. Oleh sebab itu, penelitian ini membahas pemberontakan Marah Rusli terhadap tradisi Minangkabau  di dalam Memang Jodoh. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan  bentuk pemberontakan Marah Rusli berkenaan  tradisi Minangkabau yang tertuang di dalam Memang Jodoh. Sumber data berasal dari novel Memang Jodoh. Data berupa kalimat-kalimat di dalam novel yang dianalisis menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan teknik kajian pustaka. Data ini dianalisis menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Hasil analisis menunjukkan Marah Rusli melakukan pemberontakan terhadap tradisi Minangkabau yang berkenaan dengan sistem matrilineal, sistem waris, perjodohan, dan poligami.
IDENTITAS KULTURAL DAN KARAKTERISTIK LISAN ORANG KAILI DALAM MANTRA TAMABUNTO NFN Herawati
Kandai Vol 11, No 2 (2015): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.972 KB) | DOI: 10.26499/jk.v11i2.224

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan identitas kultural dan karakteristik lisan masyarakat Kaili dalam Tamabunto. Analisis data menggunakan metode analisis konten. Tamabunto, salah satu mantra keselamatan masyarakat Kaili, memiliki kekhasan yang dominan, yaitu selain memanfaatkan bahasa lokal, juga terletak pada konvensi verbal, di antaranya penggunaan bahasa yang bersifat aditif, agregatif, empatik, dan konservatif. Dalam Tamabunto tercermin kearifan lokal, baik dalam konteks relasi vertikal maupun relasi horizontal, sebagai identitas kultural masyarakat Kaili yang masih terkait erat dengan adat Pitunggota. Tamabunto berisi idiom-idiom lokal dan bersumber pada kekuatan supranatural, yang bercirikan wacana ritmik yang mengandung sugesti untuk membangkitkan kekuatan magis. Idiom-idiom lokal yang terdapat di dalam Tamabunto merupakan konsep penting yang mencerminkan wawasan pengetahuan sekaligus merefleksikan identitas kultural orang Kaili.
PERBANDINGAN KARAKTERISASI NOVEL DAN FILM DI BAWAH LINDUNGAN KA’BAH Naila Nilofar
Kandai Vol 11, No 2 (2015): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.779 KB) | DOI: 10.26499/jk.v11i2.229

Abstract

Novel “Di Bawah Lindungan Ka’bah” karya Hamka merupakan novel yang sangat populer. Kepopuleran novel “Di Bawah Lindungan Ka’bah” menyebabkan banyaknya apresiasi terhadap novel tersebut. Salah satu bentuk apresiasi terhadap novel tersebut adalah alih wahana dari novel ke film. Namun demikian, perubahan media penyampaian cerita dari novel menjadi film mengakibatkan adanya perubahan cerita. Sehingga penulis tertarik untuk menganalisis hal tersebut dengan cara membandingkan novel dan film “Di Bawah Lindungan Ka’bah” melalui karakterisasinya dengan menggunakan pendekatan kelisanan dan keberaksaraan Walter J. Ong. Metode penelitian tersebut adalah metode pustaka, menyimak, dan mencatat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan dalam karakterisasi novel dan film “Di Bawah Lindungan Ka’bah”. Persamaannya terdapat pada nama-nama tokoh ceritanya, sedangkan perbedaannya terdapat dalam penggambaran watak tokoh cerita. Perbedaan tersebut disebabkan media yang digunakan untuk menyampaikan cerita memiliki ciri-ciri yang berbeda sehingga berpengaruh terhadap cerita yang disampaikannya.
PROFIL KEBAHASAAN NELAYAN BUGIS DI TINOBU, SULAWESI TENGGARA: POLA-POLA PENGGUNAAN BAHASA NFN Darmawati M.R.
Kandai Vol 11, No 2 (2015): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.628 KB) | DOI: 10.26499/jk.v11i2.225

Abstract

Keberadaan Nelayan Bugis di Tinobu, Sulawesi Tenggara, di domain bahasa berbeda (bahasa Tolaki) memicu timbulnya fenomena kebahasaan yang menarik untuk dikaji lebih jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil kebahasaan Nelayan Bugis di Tinobu, Sulawesi Tenggara, khususnya pola-pola penggunaan bahasa yang mereka gunakan pada ranah keluarga, ketetanggaan, jual-beli, pendidikan, dan kantor. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan sosiolinguistik. Populasi dalam penelitian ini adalah semua nelayan Bugis yang berdomisili di Desa Tinobu. Sampel dalam penelitian dipilih melalui block sampling. Dari desa Tinobu ditarik 120 orang responden, masing-masing mewakili orientasi penggunaan bahasa dari kriteria umur. Untuk memperoleh data yang sesuai dengan permasalahan, data dikumpulkan melalui teknik perekaman, observasi, wawancara, dan angket. Data dalam penelitian ini akan dianalisis secara deskriptif kualitatif yang ditunjang oleh perhitungan persentase sederhana. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada dari tiga bahasa yang terdapat di Tinobu (BB-Bahasa Bugis, BIBahasa Indonesia, dan BT-Bahasa Tolaki), tiga pola penggunaan bahasa Nelayan Bugis di Tinobu, Sulawesi Tenggara, yaitu 1) bahasa Bugis, bahasa Indonesia dan bahasa Bugis campur dengan bahasa Indonesia atau BB-BI-BC, 2) bahasa Bugis, bahasa Indonesia, bahasa Tolaki, dan bahasa Bugis campur dengan bahasa Indonesia dan bahasa Tolaki atau BB-BIBT-BC, dan 3) bahasa Indonesia dan bahasa Tolaki, dan bahasa Indonesia campur dengan bahasa Tolaki, atau BI-BT-BC. BB masih digunakan secara dominan di ranah keluarga, ranah ketetanggaan, dan ranah pekerjaan.Sementara itu bahasa Indonesia dominan digunakan pada ranah jual beli, ranah pendidikan, dan kantor.
DITARIK/RETRACTED: KAJIAN HISTORIS KOMPARATIF CERITA “BATANG GARING” Puji Santosa; NFN Djamari
Kandai Vol 11, No 2 (2015): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.877 KB) | DOI: 10.26499/jk.v11i2.230

Abstract

RETRACTEDFollowing a rigorous, carrefully concered review of the  article published in Kandai Journal Volume 11, Number 2, 2015, entitled  KAJIAN HISTORIS KOMPARATIF CERITA “BATANG GARING” (Study Historical Comparative of Story “Batang Garing),link: http://ojs.badanbahasa.kemdikbud.go.id/jurnal/index.php/kandai/article/view/230.This article has been found to be in violation of the Kandai and has been retracted.The article is known to be the same as the article published in Sintesis Journal Volume 9, Number 2, 2015, with the titleKAJIAN HISTORIS KOMPARATIF CERITA “BATANG GARING”, link: https://e-journal.usd.ac.id/index.php/sintesis/article/view/913.The document and its content has been removed  from Kandai Journal, and reasonable effort should be made to remove all references to the article. DITARIK Telah dilakukan pembacaan yang teliti dan cermat terhadap artikel yang diterbitkan dalam Kandai Volume 11, Nomor 2, Tahun 2015, berjudul KAJIAN HISTORIS KOMPARATIF CERITA “BATANG GARING” (Study Historical Comparative of Story “Batang Garing), tautan: http://ojs.badanbahasa.kemdikbud.go.id/jurnal/index.php/kandai/article/view/230.Artikel ini telah ditemukan melanggar ketentuan Jurnal Kandai dan telah ditarik dari penerbitan Jurnal Kandai.Artikel tersebut diketahui sama dengan artikel yang terbit pada Jurnal Sintesis Volume 9, Nomor 2, Tahun 2015, dengan judul KAJIAN HISTORIS KOMPARATIF CERITA “BATANG GARING”, tautan: https://e-journal.usd.ac.id/index.php/sintesis/article/view/913.Dokumen dan isinya telah ditarik dari Jurnal Kandai. Sebagai konsekuensi logis dari penarikan ini, segala referensi yang mengacu pada artikel tersebut dihapus. 
HASRAT NANO RIANTIARNO DALAM CERMIN MERAH: KAJIAN PSIKOANALISIS LACANIAN Ricky Aptifive Manik
Kandai Vol 11, No 2 (2015): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.957 KB) | DOI: 10.26499/jk.v11i2.231

Abstract

Karya sastra merupakan manifestasi hasrat pengarang. Dalam sejarahnya, hasrat terbentuk dari rasa kekurangan subjek. Menulis karya sastra merupakan upaya untuk menutupi kekurangan tersebut. Upaya itu dapat dilihat dalam pandangan pengarang akan ego-ego ideal di dalam karya-karyanya. Novel Cermin Merah adalah sample untuk melihat apa dan bagaimana hasrat Nano Riantiarno. Tujuannya adalah menemukan apa yang menjadi pembayangan ego-ego ideal bagi Nano. Telisik hasrat ini akan menggunakan kajian Psikoanalisis Lacanian (PL). Melalui PL ini akan digunakan metode metafora dan metonimia dalam melihat penanda-penanda hasrat Nano dalam Cermin Merah. Kajian ini menemukan bahwa hasrat Nano akan seorang yang jujur, berani, bertanggung jawab, loyal, ulet, konsisten, pekerja keras, setia, dan demokratis diidentifikasi dari citraan ayahnya. Sedangkan pandangannya tentang stigmatisasi PKI dan LGBT merupakan hasratnya akan orang yang menghargai keberadaan orang lain. Menjadi seniman dan penulis merupakan anchoring point Nano dalam menyudahi keambiguitasan dan ketidakmenentuan dirinya.
TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA IKLAN KOMERSIAL SUMATERA EKSPRES Vita Nirmala
Kandai Vol 11, No 2 (2015): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.007 KB) | DOI: 10.26499/jk.v11i2.222

Abstract

Penelitian ini menganalisis tindak tutur ilokusi iklan surat kabar Sumatera Ekspres. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur ilokusi iklan komersial pada surat kabar Sumatera Ekspres. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis. Data dalam penelitian ini bersumber dari 40 iklan komersial yang terdapat dalam surat kabar Sumatera Ekspres selama bulan Januari—Juni 2013. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pilah unsur penentu dan teknik pragmatis pada metode padan. Hasil penelitian menunjukkan  tindak tutur ilokusi yang digunakan pembuat iklan pada surat kabar Sumatera Ekspres periode Januari—Juni 2013, yakni tindak tutur ilokusi asertif, direktif, dan komisif.
ANALISIS TIGA TATARAN ASPEK SEMIOTIK TZVETAN TODOROV PADA CERPEN “PEMINTAL KEGELAPAN” KARYA INTAN PARAMADITHA Ery Agus Kurnianto
Kandai Vol 11, No 2 (2015): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.214 KB) | DOI: 10.26499/jk.v11i2.227

Abstract

Melalui tulisan ini, cerpen “Pemintal Kegelapan” karya Intan Paramaditha dikaji dari segi struktur karya dengan menggunakan pendekatan struktural Tzvetan Todorov. Teori yang digunakan untuk membedah karya ini adalah teori struktural Tzvetan Todorov. Dalam teori tersebut ada tiga hal yang dapat dikaji berdasarkan struktur karya, yaitu aspek sintaksis, aspek semantik, dan aspek verbal. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, ditemukan bahwa dari segi aspek semantik terlihat bahwa alur cerpen “Pemintal Kegelapan” adalah alur progresif. Aspek semantik yang dalam hal ini dikaitkan dengan unsur penokohan tokoh aku dan tokoh Ibu. Tokoh aku memiliki sifat rasa ingin tahu, menghormati, dan menghargai tokoh Ibu. Sedangkan tokoh Ibu memiliki sifat introver, eksplosif, dan misterius. Dari aspek verbal, pengarang menggunakan pencerita luar dan wicara yang dialihkan.
ADJEKTIVA KATEGORI ELATIVUS: PEMERKAYA KOSAKATA BAHASA JAWA Sri Wahyuni
Kandai Vol 11, No 2 (2015): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.632 KB) | DOI: 10.26499/jk.v11i2.223

Abstract

Bahasa Jawa termasuk bahasa daerah dengan penutur terbanyak di Indonesia. Meskipun sebagian masyarakat mengkhawatirkan keberlangsungan bahasa daerah, bahasa Jawa masih eksis di kalangan penuturnya hingga kini. Agar bahasa Jawa tetap bersaing di antara serbuan bahasa Indonesia dan bahasa asing diperlukan upaya pemertahanan bahasa. Pemertahanan bahasa dapat dilakukan salah satunya dengan memperkaya kosakata dalam kamus. Dalam bahasa Jawa, adjektiva kategori elativus merupakan kelas kata yang produktif dan sistematis dalam membentuk kata-kata baru. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan adjektiva kategori elativus sebagai kelas kata yang produktif memperkaya kosakata bahasa Jawa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan 28 adjektiva kategori elativus  diklasifikasikan sebagai dua kelompok, yaitu kelompok i dan kelompok u. Kedua kelompok tersebut telah menurunkan 52 kosakata untuk memperkaya kosakata bahasa Jawa.
PERAHU DAN KUPU-KUPU: ANALISIS POSTMODERN LYOTARD TERHADAP CERPEN KARYA SENO “PERAHU YANG MUNCUL DARI BALIK KABUT” NFN Fitria
Kandai Vol 11, No 2 (2015): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.605 KB) | DOI: 10.26499/jk.v11i2.226

Abstract

Penelitian ini melakukan analisis Postmodern  Lyotard terhadap cerita pendek “Perahu Yang Muncul Dari Balik Kabut”karya Seno Gumira Ajidarma. Dengan menggunakan metode deskriptif ditemukan kepostmodernan cerpen yang terlihat bagaimana kisah perahu dan kupu dapat dijadikan sebagai tanda yang telah bergeser maknanya dari penanda ke petandanya, dari totalitas menjadi fragmentasi, dan dari permainan bahasa yang sublim. Perahu digambarkan hanya sebagai sebuah ’entertainer’ yang memunculkan fenomena dan menghibur banyak orang. Kemudian identitas waktu yang dimunculkan perahu hanya hadir setiap tanggal 0, bulan Teratai, tahun Rembulan yang menunjukkan identitas waktu yang tidak ada dalam kalender secara umum. Sementara itu keindahan kupu-kupu yang dihadirkan dalam cerpen ini dimaknai sebagai kupu-kupu malam. Kupu-kupu yang dihadirkan dalam cerpen ini hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu saja, yaitu kaum laki-laki yang seharusnya keindahannya dapat dinikmati oleh semua khalayak.

Page 1 of 1 | Total Record : 10