cover
Contact Name
Dayat Kurniawan
Contact Email
Dayat Kurniawan
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@jurnalet.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi
ISSN : 14118289     EISSN : 25279955     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi (JET) is an open access, a peer-reviewed journal published by Research Center for Electronics and Telecommunication - Indonesian Institute of Sciences. We publish original research papers, review articles and case studies on the latest research and developments in the field of electronics, telecommunications, and microelectronics engineering. JET is published twice a year and uses double-blind peer review. It was first published in 2001.
Arjuna Subject : -
Articles 470 Documents
Analysis of Non Linear Frequency Modulation (NLFM) Waveforms for Pulse Compression Radar Muhamad Ridwan Widyantara; Sugihartono -; Fiky Y. Suratman; Slamet Widodo; Pamungkas Daud
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v18.27-34

Abstract

Non Linear Frequency Modulation (NLFM) method can suppress the peak sidelobe level without additional windowing function. NLFM doesn’t require any weighting function because it has inbuilt one. NLFM has a variable frequency deviation function due to the relation between frequency and time of the signal which is not linear so that it is possible to suppress of peak sidelobe level. This paper studies the characteristic of various NLFM waveform, such as NLFM Tri Stage Piece Wise (TSPW), NLFM S, and NLFM Taylor. The study of Pulse Compression of NLFM waveform consists of three aspects. First, analysis of pulse compression performance. Second, analysis of background noise. Last, analysis of Doppler effects. The simulation is done using Matlab software. The lowest  value Peak Sidelobe Level (PSL)of NLFM TSPW is about -20 dB while NLFM S and NLFM Taylor are about -32 dB and -39 dB. Additive White Gaussian Noise (AWGN) and Doppler Effect influenced the value of PSL for each NLFM waveform. NLFM Taylor has the best NLFM waveform when the Doppler Effect and AWGN cause the value of PSL become high. Comparison between NLFM Taylor and Linear Frequency Modulation(LFM) is done in radar surveillance applications to analyze the detectability performance where the condition of Radar Cross Section (RCS) for each target has different significant value. The three targets are commercial airplanes, helicopter and fighter. For detectability performance, NLFM Taylor can detect more clearly than LFM conventional.
Appendix Vol. 16 No. 1 Chaeriah Bin Ali Wael
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gain Enhancement of Double-Slot Vivaldi Antenna using Corrugated Edges and Semicircle Director for Microwave Imaging Application Findi Nur Witriani; Yahya Syukri Amrullah; Fajri Darwis; Taufiqqurrachman Taufiqqurrachman; Yusuf Nur Wijayanto; Ken Paramayudha; Elisma Elisma
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v21.85-90

Abstract

Microwave imaging, such as images for radiological inspection in the medical profession, is one of the applications utilized in ultra-wideband (UWB) frequency ranges. The Vivaldi antenna is one of the most popular antennas for this purpose. The antenna is utilized because of its simple, lightweight, and compact design, as well as its excellent efficiency and gain capabilities. In this work, we present a high-gain Vivaldi antenna for microwave imaging applications. The proposed Vivaldi antenna is designed using a double-slot structure method with the addition of corrugated edges and a semicircle director aimed at improving the gain. The antenna is designed to operate at frequencies ranging from 3.1 to 10.6 GHz. Based on the modeling findings, the suggested antenna attain a bandwidth of 7.5 GHz with operating frequencies from 3.1 GHz to 10.6 GHz for a VSWR of less than two. In comparison to a typical single slot antenna, the suggested antenna provides a substantial boost in gain performance. The increase in gain is proportional to the frequency of operation. The constructed antenna has a lower bandwidth than the simulated one, with operating frequencies of 3.5 GHz – 3.75 GHz and 4.25 – 10.89 GHz, respectively, and useable bandwidths of 250 MHz and 6.64 GHz. All these results suggest that the antenna is suitable for microwave imaging applications.
Antena Fraktal Koch dengan Catuan EMC pada UHF untuk Aplikasi Televisi Digital Terestrial Yuyu Wahyu; Ukhty Syakirotunnikmah; Heroe Wijanto; Yana Taryana; Arie Setiawan
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v15.1-5

Abstract

Televisi merupakan teknologi yang sudah ada sejak beberapa dekade yang lalu. Televisi kini mengalami perkembangan yang awalnya menggunakan modulasi analog, dewasa ini berkembang menggunakan modulasi digital yang harus diimbangi dengan perangkat antena yang handal. Dilatarbelakangi oleh penelitian sebelumnya, maka pada paper ini akan dirancang antena dengan bandwidth yang lebih lebar agar sesuai dengan rekomendasi dari KOMINFO. Pada paper ini, diajukan rancangan antena mikrostrip fraktal Koch iterasi kedua dengan teknik slot pada bagian groundplane-nya dengan pencatuan proximity melalui teknik EMC (electromagnetically coupled) menggunakan bahan material substrat FR4-epoxy dengan konstanta dielektrik bernilai 4,2 pada frekuensi 586 MHz. Perancangan dan simulasi dilakukan dengan menggunakan simulator perancangan antena berbasis Finite Integration Technique (FIT). Berdasarkan simulasi dan analisis yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa dengan menggabungkan antara teknik pencatuan EMC dan fraktal Koch yang dimodifikasi menjadi slot pada bagian groundplane mampu meningkatkan bandwidth antenna dan didapatkan bandwidth pada VSWR ≤1,8 sebesar 228,6 MHz, gain pengukuran 2,09 dB, pola radiasi bidireksional dan polarisasi elips horizontal.
Desain dan Realisasi Filter Bandpass Mikrostrip Dengan Struktur Hairpin Teguh Praludi; Yaya Sulaeman
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v13.33-37

Abstract

Kebutuhan akan sebuah filter dalam sebuah rangkaian elektronik mutlak diperlukan, dikarenakan sesuai dengan fungsi filter adalah meloloskan frekuensi yang diinginkan dan akan menahan frekuensi yang tidak diinginkan. Desain dan realisasi filter bandpass menggunakan teknologi mikrostrip dengan struktur hairpin akan dipaparkan pada makalah ini. Strukur hairpin merupakan perbaikan dari filter yang menggunakan parallel coupled bila ditinjau dari sisi dimensi sebuah filter, di mana pada struktur hairpin ini, panjang dari stripline akan dilipat membentuk huruf U sebesar ½ λ dengan sudut lekukan 90o. Filter bandpass struktur hairpin dengan teknologi mikrostrip akan didesain dengan insertion loss ≤ -3 dB pada daerah passband, return loss ≥ -20 dB, lebar bandwidth 200 MHz, impedansi karakteristik 50 Ω, frekuensi kerja 2,9–3,1 GHz dengan respon filter Chebyshev 0,1 dB. Filter bandpass yang didesain menggunakan bahan dari roger RO4350 yang mempunyai ketebalan 1,44 mm, dan permitivitas relatif (εr) = 3,77. Filter bandpass struktur hairpin ini dirancang dan disimulasikan dengan menggunakan perangkat lunak ADS (Advanced Design System) dari Agilent.
Appendix Vol. 19 No. 2 Chaeriah Bin Ali Wael
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakpastian Pengukuran pada Karakteristik Material Magnet Permanen dengan Alat Ukur Permagraph Tony Kristiantoro; Novrita Idayanti; Nanang Sudrajat; Ardita Septiani; Dadang Mulyadi; Dedi -
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v16.1-6

Abstract

Telah dilakukan perhitungan nilai ketidakpastian pengukuran pada karakteristik material magnet permanen menggunakan alat ukur Permagraph Magnet Physik Germany. Karakteristik magnet yang diukur adalah induksi remanen, Br (kG), gaya koersifitas induksi, HcB (kOe), gaya koersifitas polarisasi, HcJ (kOe), kuat medan remanen kiri, Hknee (kOe), produk energi maksimum, BHmax (MGOe), kuat medan produk energi maksimum, Ha (kOe), magnetik fluks, Ba (kG), kuat medan maksimum, Hmax (kOe). Sebelum menentukan nilai ketidakpastian dengan permagraph terlebih dahulu ditentukan nilai ketidakpastian dengan alat penunjang, yaitu jangka sorong dan neraca analitik. Selanjutnya akan didapat nilai ketidakpastian gabungan. Metoda ketidakpastian yang digunakan adalah dengan cara statistik dan berlaku hanya untuk serangkaian observasi. Penentuan nilai ketidakpastian dilakukan dengan cara melakukan pengukuran yang berulang sebanyak sepuluh kali terhadap sample yang sama. Metoda ini mengacu kepada ISO GUM dengan menggunakan evaluasi tipe A. Nilai ketidakpastian yang didapat untuk pengukuran dengan jangka sorong adalah ±0,0329 cm, neraca analitik ±0,0528 gr, dan untuk karakteristik magnet Br ±0,0648 kG, HcB ±0,0632 kOe, HcJ ±0,0628 kOe, Hknee ±0,0643 kOe, BHmax ±0,0631 MGOe, Ha ±0,1213 kOe, Ba ±0,0664 kG,Hmax ±0,0627 kOe. 
Appendix Vol 13 No 2 Chaeriah Bin Ali Wael
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vol. 06 No. 1 Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 01-12 (Printed Issues)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Table of Content:Rancangan SusunanAntena 2-Elernen padaHarmonik ke-2 Pita Frekuensi 2,4 Ghz  [1 - 9] ↠ A. Kurniawan, A. Hasyim, Yuyu WahyuPengaruh Zero Forcing Equalizer terhadap Penentuan Waktu Sarnpling Awal pada Sistem Komunikasi Digital Baseband  [10 - 16] ↠ Fiky Yosef S, Arief Suryadi S, Ros SariningrumPerbandingan Unjuk Kerja Sistem Modulasi QPSK dan OQPSK  [17 - 23] ↠ Ros Sariningrum, Yaya Sulaeman, Asep Yudi HercuadiPower Divider/Cornbiner untuk Aplikasi Penerirna GPR pada Frekuensi 100-500 MHz  [24 - 31]  ↠ Yusuf Nur Wijayanto, Yuyu WahyuKajian Sistem Pengukuran Kuat Medan Sinyal TV  [32 - 39] ↠ Pamungkas Daud, Yusuf Nur Wijayanto, Dadin MahmudinStudi Awal Jaringan Sistem Komunikasi Cahaya Nirkabel dengan Menggunakan Sinar Infra Merah  [40 - 45] ↠ Yudi Yuliyus Maulana, lip Syarif Hidayat
Appendix Vol. 19 No. 1 Natalita Maulani Nursam
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract