cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 25276751     EISSN : 25410083     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 244 Documents
Peningkatan Pertumbuhan Tajuk dan Nilai Estetika Tanaman Hias Epipremnum aureum pada Aplikasi Sitokinin Sintetik (6-benzylaminopurine) Saptiningsih, Endang; Putri, Marieshafa Salsabila; Suedy, Sri Widodo Agung
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 10, Nomor 1, Tahun 2025
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.10.1.2025.81-91

Abstract

Kualitas tanaman hias daun ditentukan oleh pertumbuhan dan nilai estetika tajuk.  Hormon sitokinin berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas tajuk. Penelitian ini mengkaji respon pertumbuhan tajuk, morfologis daun dan nilai estetika tanaman hias Epipremnum aureum terhadap berbagai konsentrasi hormon sitokinin sintetis (6-benzylaminopurine /BAP). Aplikasi BAP dengan konsentrasi 0, 5, 25 dan 125 ppm diberikan melalui metode spray pada daun stek E. aureum umur 3 MST. Pemberian BAP dilakukan satu kali dalam seminggu hingga tanaman berumur 6 MST, selanjutnya diberikan dua hari sekali hingga penelitian berakhir pada 9 MST. Respon tanaman diamati pada umur 9 MST meliputi: respon pertumbuhan (jumlah dan luas daun, panjang batang, berat segar daun, berat segar batang), morfologis daun (warna dan indeks warna daun), dan nilai estetika (corak daun). Hasil penelitian menunjukkan aplikasi BAP 5 ppm, 25 ppm dan 125 ppm meningkatkan pertumbuhan tajuk dibanding kontrol. Peningkatan konsentrasi BAP hingga kisaran 80-100 ppm meningkatkan pertumbuhan tajuk, namun konsentrasi di atas 100 ppm menunjukkan kecenderungan penurunan pertumbuhan. Secara morfologis, peningkatan konsentrasi BAP meningkatkan warna hijau dan indeks warna daun serta pembentukan corak daun, terutama pada konsentrasi BAP 125 ppm. Daun menunjukkan warna hijau yang lebih intens dan corak semburat kekuningan yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya.  Konsentrasi BAP yang optimal untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman ditemukan pada kisaran 80-100 ppm. Secara keseluruhan, aplikasi BAP meningkatkan pertumbuhan tajuk dan memperbaiki kualitas estetika daun tanaman E. aureum. The growth and aesthetic value of the shoot determine the quality of ornamental foliage plants. Cytokinin hormones influence the growth and productivity of the shoot. This study examines the response of canopy growth, leaf morphology, and the aesthetic value of the ornamental plant Epipremnum aureum to various concentrations of synthetic cytokinin hormone (6-benzylaminopurine/BAP). BAP application at concentrations of 0, 5, 25, and 125 ppm was applied through a spray method to the leaves of 3-month-old E. aureum cuttings. BAP was used once a week until the plants were 6 months old, then twice every two days until the study ended at 9 months. The plant responses were observed at 9 months of age, including growth responses (number and size of leaves, stem length, fresh leaf weight, and fresh stem weight), leaf morphology (color and leaf color index), and aesthetic value (leaf patterns). The results showed that applying BAP at 5 ppm, 25 ppm, and 125 ppm increased canopy growth compared to the control. Increasing the BAP concentration to 80-100 ppm enhanced canopy growth, but concentrations above 100 ppm tended to decrease growth. Morphologically, increasing BAP concentrations improved the green color and leaf color index and the formation of leaf patterns, especially at the 125 ppm concentration. The leaves showed a more intense green color and higher yellowish patterns than the other treatments. The optimal BAP concentration for improving plant growth was 80-100 ppm. Overall, the BAP application enhanced canopy growth and improved the aesthetic quality of E. aureum leaf plants.
Mikroanatomi Ginjal Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) Galur Sprague-Dawley Hiperlipidemia setelah Pemberian Ekstrak Etanol Biji Mahoni (Swietenia mahagoni L. Jacq) Khairunnisa, Najla Athallah; Isdadiyanto, Sri; Sitasiwi, Agung Janika
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 10, Nomor 1, Tahun 2025
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.10.1.2025.38-47

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mikroanatomi ginjal tikus putih (Rattus norvegicus L.) galur Sprague-Dawley hiperlipidemia setelah pemberian ekstrak etanol biji mahoni (Swietenia mahagoni L. Jacq) terhadap. Model hewan hiperlipidemia dikondisikan dengan diberi perlakuan pakan tinggi lemak. Metode yang digunakan adalah dengan memberi ekstrak etanol biji mahoni secara oral selama 4 minggu. Parameter pengamatan yaitu bobot ginjal, diameter glomerulus, tebal ruang kapsula bowman, diameter tubulus kontortus proksimal, tebal sel epitel tubulus kontortus proksimal, diameter tubulus kontortus distal dan tebal sel epitel tubulus kontortus distal. Data dianalisa menggunakan ANOVA dan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak etanol biji mahoni dengan konsentrasi 14mg/200gBB efektif dalam menurunkan diameter glomerulus, tebal ruang kapsula bowman dan diameter tubulus kontortus distal, konsentrasi 28mg/200gBB efektif menurunkan tebal sel epitel tubulus kontortus proksimal dan tebal sel epitel tubulus kontortus distal, konsentrasi 56mg/200gBB efektif dalam menurunkan bobot ginjal dan diameter tubulus kontortus proksimal. Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu pemberian ekstrak etanol biji mahoni dosis 14 mg dan 28 mg dapat dikatakan memiliki potensi yang sama dengan obat simvastatin dengan dosis 8 mg dalam menekan efek hiperlipidemia dan mempertahankan mikroanatomi ginjal tikus putih hiperlipidemia.  The purpose of this study was to determine the microanatomy of the kidneys of white rats (Rattus norvegicus L.) of the Sprague-Dawley strain of hyperlipidemic after administration of ethanol extract of mahogany seeds (Swietenia mahagoni L. Jacq) against. The animal model of hyperlipidemia was conditioned by being given high-fat feed treatment. The method used was to give ethanol extract of mahogany seeds orally for 4 weeks. Observation parameters were kidney weight, glomerular diameter, thickness of Bowman's capsule space, diameter of proximal convoluted tubule, thickness of proximal convoluted tubule epithelial cells, diameter of distal convoluted tubule and thickness of distal convoluted tubule epithelial cells. Data were analyzed using ANOVA and the Kruskal-Wallis test. The results showed that the administration of mahogany seed ethanol extract with a concentration of 14 mg/200 gBW was effective in reducing glomerular diameter, Bowman's capsule space thickness and distal convoluted tubule diameter, a concentration of 28 mg/200 gBW was effective in reducing the thickness of proximal convoluted tubule epithelial cells and the thickness of distal convoluted tubule epithelial cells, a concentration of 56 mg/200 gBW was effective in reducing kidney weight and proximal convoluted tubule diameter. The conclusion of this study, namely the administration of mahogany seed ethanol extract at doses of 14 mg and 28 mg can be said to have the same potential as simvastatin with a dose of 8 mg in suppressing the effects of hyperlipidemia and maintaining the kidney microanatomy of hyperlipidemic white rats.
Teknologi Biopriming untuk Meningkatkan Perkecambahan dan Kolonisasi Mikroba Bermanfaat pada Benih Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) Muhammad Luqman Hakim; Hakim, Muhammad Luqman; Noor, Putri Shania; Hidayat, Arif
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 10, Nomor 1, Tahun 2025
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.10.1.2025.91-101

Abstract

Biopriming merupakan teknik inovatif dalam meningkatkan daya kecambah dan kesehatan benih melalui kolonisasi mikroba menguntungkan. Penelitian ini mengevaluasi efek biopriming menggunakan konsorsium mikroba bermanfaat yang mengandung Bacillus sp., Pseudomonas sp., dan Rhizobium sp. terhadap perkecambahan dan dinamika mikroba pada benih kelapa sawit (Elaeis guineensis). Studi dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor dengan tiga jenis perendaman (formula NB, formula Effervescent, dan air sebagai kontrol) dan tiga varietas benih (Nirmala, Lestari, Sejahtera). Parameter yang diamati adalah populasi mikroba sebelum dan setelah benih berkecambah serta daya kecambah benih kelapa sawit. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode analisis varians (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biopriming meningkatkan jumlah bakteri pemfiksasi nitrogen dan pelarut fosfat sebelum dan setelah perkecambahan, yang berdampak positif terhadap daya kecambah. Varietas Nirmala dan Lestari mengalami peningkatan daya kecambah yang signifikan, sedangkan varietas Sejahtera tidak menunjukkan perbedaan berarti. Penelitian ini menegaskan bahwa biopriming mikroba berpotensi diterapkan secara luas dalam produksi benih kelapa sawit, mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Studi lanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan formulasi mikroba dan mengevaluasi dampak jangka panjangnya pada produktivitas tanaman. Biopriming is an innovative technique to enhance seed germination and health by promoting beneficial microbial colonization. This study evaluates the effects of biopriming using a consortium of beneficial microbes containing Bacillus sp., Pseudomonas sp., and Rhizobium sp. on germination performance and microbial dynamics in oil palm (Elaeis guineensis) seeds. A randomized complete block design with a factorial approach was applied, involving three soaking treatments (NB formula, Effervescent formula and water as a control) and three seed varieties (Nirmala, Lestari, Sejahtera). The observed parameters were the microbial population before and after seed germination, as well as the germination rate of oil palm seeds. The data obtained were analyzed using the analysis of variance (ANOVA) method. The results indicate that biopriming significantly increased the abundance of nitrogen-fixing and phosphate-solubilizing bacteria before and after germination, positively impacting seed germination rates. Nirmala and Lestari varieties exhibited significant improvements in germination, whereas Sejahtera showed no substantial difference. This study confirms that microbial biopriming holds great potential for large-scale oil palm seed production, supporting sustainable agricultural practices. Further research is required to optimize microbial formulations and assess the long-term effects on plant productivity.
Peran Teknologi Nanopartikel Pada Budidaya, Produksi, dan Pemanfaatan Senyawa Tanaman Vanili (Vanilla planifolia) Rimanti, Audri Septina Putri; Djurubasa, Dani Karel Marthin; Kasmiyati, Sri; Kristiani, Elizabeth Betty Elok
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 10, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.10.2.2025.%p

Abstract

Aplikasi nanoteknologi, di dunia pertanian maupun kesehatan, kini semakin marak untuk dikembangkan. Vanilla planifolia atau tanaman vanili, yang merupakan penghasil senyawa vanilin, memiliki potensi pengaplikasian nanoteknologi. Peningkatan pertumbuhan tanaman dengan menggunakan teknologi nanofertilizer dan peningkatan senyawa metabolit sekunder vanilin dengan menggunakan teknologi nanoelisitor dapat memberikan hasil maksimal bagi panen tanaman vanili. Disisi lain, vanilin yang merupakan senyawa aktif pada tanaman vanili juga memiliki khasiat sebagai obat dan bahkan dapat dimanfaatkan dalam bidang kecantikan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran nanoteknologi yang memiliki potensi pengaplikasiannya pada tanaman vanili, baik pada budidaya tanaman maupun pada pemanfaatan senyawa vanilin dalam bidang kesehatan dan kecantikan. Dari hasil yang didapatkan, nanoteknologi dalam bentuk nanofertilizer memiliki potensi besar dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman vanili serta dapat membantu tanaman dalam menghadapi cekaman biotik dan abiotik yang mengganggu pertumbuhannya. Nanoteknologi juga dapat diaplikasikan pada senyawa vanilin, dimana vanilin dalam bentuk nanopartikel berperan sebagai anti-inflamasi, anti-kanker, anti-oksidan, serta berperan sebagai senyawa pengikat alami yang mendukung penyembuhan luka. Kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai nanoteknologi dalam bidang kesehatan serta bidang kecantikan  Applications of nanotechnology, in the agriculture and health sector, are now increasingly being developed. Vanilla planifolia or vanilla plants, which are producers of vanillin compounds, have the potential for nanotechnology applications. Increasing plant growth using nanofertilizer technology and increasing vanillin secondary metabolite compounds using nanoelicitor technology can provide maximum yield for vanilla plant. On the other hand, vanillin, which is the active compound in the vanilla plant, also has medicinal properties and can even be used in the field of beauty. This research aims to explore the role of nanotechnology that has the potential for application in vanilla plants, both in plant cultivation and in the use of vanillin compounds in the field of health and beauty. From the results obtained, nanotechnology in the form of nanofertilizer has great potential in increasing the growth of vanilla plants and can help plants in dealing with biotic and abiotic stress that interferes with their growth. Nanotechnology can also be applied to vanillin compounds, where vanillin in the form of nanoparticles acts as an anti-inflammatory, anti-cancer, anti-oxidant, and also acts as a natural binding compound that supports wound healing. This ability can be used as nanotechnology in the health and beauty fields