cover
Contact Name
Thomas Triadi Putranto
Contact Email
jgt@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jgt@live.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geosains dan Teknologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 26156520     EISSN : 2620634X     DOI : -
Jurnal Geosains dan Teknologi (JGT) merupakan terbitan berkala yang diterbitkan oleh Departemen Teknik Geologi Universitas Diponegoro. JGT menyediakan ruang publikasi untuk karya ilmiah di bidang ilmu kebumian dan terapan teknologinya.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2020): November 2020" : 5 Documents clear
Identifikasi dan Analisis Potensi Geosite di Kabupaten Batang Sebagai Pendukung Pengembangan Kawasan Geowisata di Jawa Tengah Rinal Khaidar Ali; Tri Winarno; Habib Rizki Maulana
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 3, No 3 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.3.3.2020.107-115

Abstract

Kabupaten Batang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki potensi geowisata yang cukup besar. Morfologi Kabupaten Batang berupa dataran rendah di sepanjang pantai utara tidak begitu lebar dan Dataran Tinggi Dieng di bagian selatan. Kondisi geologi yang beragam menjadikan Kabupaten Batang  memiliki banyak keindahan alam dan juga memiliki beragam geosite yang menjadikan daerah ini layak untuk dijadikan salah satu potensi daerah geowisata. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, pengambilan data lapangan, dan analisis kuantitatif dengan metode Kubalikova. Pengambilan data lapangan meliputi kegiatan mengumpulkan data-data batuan penyusun geosite, kondisi geomorfologi/ topografi geosite, titik koordinat geosite, akses menuju lokasi geosite, kondisi infrastruktur penunjang calon daerah geowisata, serta kesampaian waktu menuju geosite. Metode analisis kuantitatif dengan metode Kubalikova digunakan untuk memberikan penilaian terhadap calon geosite yang sebelumnya telah dilakukan pengamatan secara langsung dilapangan. Penilaian diberikan dari aspek nilai intrinsik dan keilmuan, pendidikan, ekonomi, konservasi, dan tambah. Pengambilan data di lapangan menghasilkan data 18 geosite. Hasil analisis kuantitatif dari metode penilaian yang dilakukan, menunjukkan hanya 11 geosite yang memungkinkan dikembangkan menjadi geowisata. Berdasarkan geosite yang ada, maka dibuat 2 jalur geotrack. Pengelompokan dari rute ini berdasarkan lokasi mayoritas geosite dan aksesibilitas terhadap geosite tersebut. Masing-masing rute geotrack diestimasikan dapat ditempuh dalam waktu satu hari. Rute geotrack 1 yaitu Curug Gombong-Curug Botoh-Curug Arjuno-Telaga Pagilaran. Rute geotrack 2 yaitu Curug Lojahan-Curug Sibelik-Puncak Bukit Tombo-Mataair Ecopark Bandar-Pantai Sigandu-Pantai Cemorosewu-Pantai Ujungnegoro.
Analisis Sebaran Daerah Rawan Longsor Menggunakan Remote Sensing dan Analytical Hierarchy Process (AHP) di Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah Aisyah Nur Isneni; Thomas Triadi Putranto; Devina Trisnawati
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 3, No 3 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.3.3.2020.149-160

Abstract

Kabupaten Magelang merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki intensitas longsor tinggi. Selama tahun 2017-2019 terjadi tanah longsor sebanyak lebih dari 500 kejadian di Kabupaten Magelang. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini berupaya untuk memberikan gambaran persebaran daerah rawan longsor pada Kabupaten Magelang. Penelitian ini menggunakan 4 parameter penyebab terjadinya tanah longsor yaitu parameter kelerengan, parameter litologi, parameter curah hujan, dan parameter tutupan lahan. Parameter tersebut didapatkan dari beberapa metode yang meliputi: pengolahan data citra penginderaan jauh, pengolahan data sistem informasi geografis, dan validasi lapangan. Hasil dari tiap parameter kemudian diberikan bobot dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mendapatkan hasil akhir berupa peta rawan longsor. Berdasarkan hasil pengolahan yang dilakukan, diketahui sebanyak 10 kecamatan pada Kabupaten Magelang memiliki kelas rawan longsor tinggi, 5 kecamatan termasuk pada kelas sedang, dan 6 kecamatan lainnya termasuk dalam kelas rendah. Tahap validasi dilakukan dengan membandingkan hasil analisis peta dengan data kejadian tanah longsor Kabupaten Magelang 3 tahun terakhir menggunakan matriks konfusi. Hasil dari validasi peta sebaran daerah rawan longsor memiliki akurasi 80,95%, yang artinya tingkat akurasi antara data hasil analisis peta dengan data validasi lapangan baik. 
Hidrogeologi Desa Perapat Tunggal dan Sekitarnya, Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau Shahnaz Noveta Bastira; Budi Muljana; Mohamad Sapari Dwi Hadian; Dewandra Bagus Eka Putra
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 3, No 3 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.3.3.2020.116-128

Abstract

Pulau Bengkalis merupakan daerah yang memiliki kondisi air tanah yang tidak layak dipakai dalam kehidupan sehari – hari. Tersusun oleh litologi lempung, pasir dan sebagian rawa gambut yang mempengaruhi kondisi air tanah. Tujuan penelitian ini mengetahui potensi airtanah berdasarkan pengamatan pada sumur gali. Hasil penelitian menunjukkan kadar Ph berkisar antara 7,13 sampai 5,37. Hasil pemetaan muka air tanah menunjukkan arah aliran airtanah pada barat daya sesuai dengan topografi pada daerah penelitian. Rata – rata curah hujan pada daerah penelitian sebesar 1873 mm/tahun dan evaporasi sebesar 2437,1 mm/tahun serta defisit air sebesar 575,22 mm/tahun. Perhitungan neraca air menghasilkan debit presipitasi efektif sebesar 968,27 m3/tahun, debit infiltrasi sebesar 387,31 m3/tahun, dan debit run-off sebesar 580,96 m3/tahun. Pengukuran geolistrik 2D sebanyak empat titik menggambarkan tiga bagian nilai resistivitas bawah permukaan yang menunjukkan kondisi geologi. Batuan terdiri dari lempung, lanau, lempung pasiran dan pasir kasar. Bagian pertama 0 – 56,3 Ωm pada kedalaman 0 – 15 meter merupakan lanau – lempung, bagian kedua 56,4 – 162 Ωm pada kedalaman 32 meter merupakan lempung pasiran serta bagian ketiga 163 – 500 Ωm pada kedalaman 48 meter merupakan pasir kasar yang diperkirakan menjadi potensi akuifer pada kedalaman 20 meter sampai dengan 50 meter.
Pengaruh Intrusi Airlaut dan Banjir Pasang (Rob) terhadap Sifat Specific Gravity dan Unit Weight Tanah Lempung Aluvial di Kota Semarang Dian Agus Widiarso; Tri Winarno; Wiyatno Haryanto
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 3, No 3 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.3.3.2020.129-134

Abstract

Terdapat banyak kajian mengenai sifat indeks dan mineralogi lempung pesisir pantai telah dilakukan di berbagai negara sehubungan dengan infrastruktur penting yang dibangun di daerah tersebut. Permasalahan masuknya airlaut ke daratan Kota Semarang yang didominasi oleh lempung terjadi melalui mekanisme intrusi airlaut dan banjir pasang (rob) yang dapat menyebabkan perubahan perilaku tanah lempung. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh banjir pasang dan intrusi airlaut terhadap perilaku tanah lempung khususnya berat jenis (specific gravity) dan berat isi (unit weight). Metode penelitian yang dilakukan adalah pengukuran uji beda Anova nilai specific gravity dan unit weight sampel tanah yang diambil pada kedalaman yang relatif sama dengan mendapatkan perlakuan rob dan tanpa rob. Berdasarkan Uji Anova nilai berat jenis (specific gravity) tanah, nilai F hitung sebesar 2,601 dengan signifikansi 0,121, berdasarkan Uji Anova nilai berat isi basah (wet unit weight) tanah diketahui nilai F hitung sebesar 5,572 dengan signifikansi 0,028, dan berdasarkan Uji Anova nilai berat isi kering (dry unit weight) tanah diketahui nilai F hitung sebesar 27,442 dengan signifikansi 0,000. Nilai specific gravity tidak terdapat perbedaan antara area yang terkena pengaruh rob dan tanpa rob, terdapat perbedaan antara nilai wet unit weight dan dry unit weight pada area yang terkena pengaruh rob dan tanpa rob.
Potensi Longsor di Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah Berdasarkan Penginderaan Jauh Garindra Yogiswara; Thomas Triadi Putranto; Devina Trisnawati
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 3, No 3 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.3.3.2020.135-148

Abstract

Kabupaten Kendal, Jawa Tengah memiliki riwayat longsor 206 kejadian pada 2010-2020, menyebabkan 41 bangunan rusak dan 28 warga mengungsi. Hal ini menunjukkan bahwa longsor adalah kejadian yang serius dan perlu menjadi perhatian. Peta resmi kerentanan longsor oleh  PVMBG dan Badan BPBD  Kabupaten Kendal berskala regional perlu pembaruan kelengkapan data dan informasi. Penelitian bertujuan membuat zona potensi longsor untuk rekomendasi perencanaan dan pembangunan. Citra SPOT 6 dan 7 digunakan untuk interpretasi penggunaan lahan, curah hujan dari citra Himawari-8 2019, interpretasi litologi dan kelurusan (divalidasi dari data Pusat Survey Geologi 2013 dan lapangan), serta kemiringan lereng dari DEM. Kalkulasi merupakan kombinasi klasifikasi DVMBG 2004, BBPPSDLP 2009, dan PVMBG 2015. Zona potensi longsor rendah (44,05% atau 44.220 Ha) meliputi Kota Kendal, Patebon, Kaliwungu Utara, Brangsong, Kangkung, Patebon, Cepiring, Rowosari, Weleri dan Pegandon bagian utara, Gemuh bagian utara, Ringinarum bagian utara. Zona potensi longsor sedang (50,47% atau 50.661 Ha) meliputi Kaliwungu Selatan, Boja, Plantungan bagian utara, Sukorejo bagian utara, Pegandon bagian selatan, Gemuh bagian selatan, Ngampel bagian utara, Ringinarum bagian selatan, dan Patean bagian selatan. Potensi longsor tinggi (5,48% atau 5.500 Ha) meliputi Singorojo bagian utara dan barat, Sukorejo bagian selatan, Plantungan bagian selatan, Pageruyung bagian timur, Limbangan barat dan selatan, serta Patean bagian utara. Potensi longsor sangat tinggi (0,001% atau 1,3 Ha) meliputi daerah Sumber Rahayu dan Sriwulan Limbangan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5