cover
Contact Name
Yurni Suasti
Contact Email
Yurni Suasti
Phone
-
Journal Mail Official
geografi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Geografi
ISSN : 20867042     EISSN : 26146525     DOI : -
Journal of Geography adalah jurnal yang dikelola oleh Jurusan Geografi Fakuktas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang. Journal of Geography menerbitkan artikel-artikel ilmiah yang membahas tentang keilmuan keilmuan Geografi, Kependidikan Geografi serta hasil penelitian Ilmiah para Geografer di Jurusan Geografi FIS UNP. Semua artikel diterbitkan setelah melalui proses peer-review dari pakar di bidang masing-masing. Journal of Geography terbit dua kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2018)" : 10 Documents clear
IDENTIFIKASI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DISEMPADAN BATANG ARAU TAHUN 2005-2015 KOTA PADANG nurkholilah nurkholilah; Helfia Edial; yudi Antomi
JURNAL GEOGRAFI Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.107 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol7-iss1/169

Abstract

Abstract This study aims to: 1) Know the land use in Batang Arau border in 2005-2015 2) Know the changes in land use in Batang Arau border in 2005-2015. This research is a quantitative research using descriptive approach. Date used Quickbird Image in 2005 and Image SPOT 6 2015. Analysis using overlay method of land use map with the help of ArcGis 10.1 software. In this research, 1) Land use in river Arau Border in 2005 is dominated by settlement covering 236,639 Ha, mixed plantation covers 100,409 Ha, rice field covers 91,946 Ha and forest is 15,266 Ha. While the dominant land use in 2015 is still the same as the land use in 2005, the settlement covers 250,295 ha, the area of ​​mixedplantation land is increased by 130,096 Ha with the width of rice field decreasing about 43,48 Ha and the forest land area is increasedabout 20,428 Ha. 2)The change of land use are reduce with widespread rice fields -14,412 Ha, while the expansion of land use is a settlement with an area of 22,986 Ha, a forestwith an area of 10,104 Ha, a mixed garden with an area of 17,072 Ha. Keywords: Land Use, Change, Border Line
KLASIFIKASI KUALITAS PERMUKIMAN MENGGUNAKAN CITRA QUICKBIRD DI KECAMATAN MANDIANGIN KOTO SELAYAN KOTA BUKITTINGGI Sri Bening Pratiwi; Triyatno Triyatno; Fitriana Syahar
JURNAL GEOGRAFI Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.004 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol7-iss1/436

Abstract

ABSTRACT The purpose of this research are (1) describe the quality parameters of settlement, (2) analyze the distribution of quality of settlements, (3) test the accuracy of interpretation Quickbird. Methods used for the quality of settlements is scoring and overlay. Accuracy of interpretation used confusion matrix method. Based on research result show that (1) the quality parameter of the settlements is the density of the settlements has a medium quality of 120 Ha, the pattern of the building layout has a bad quality of 182 Ha, tree protective settlement has a bad quality of 233 Ha, the road width has bad quality the extent of 207 Ha, the condition of residential road has good quality which is 204 Ha, and the residential location variable has medium quality which is 91 Ha. (2) the distribution of settlement quality in the subdistric Mandiangin Koto Selayan for the medium quality of settlements are having an area of 125 Ha, the quality of bad settlements has an area of 118 Ha. The medium quality of the settlements is the most in the village Kubu Gulai Bancah while the bad quality is the most in the village Campago Guguak Bulek. (3) test image accuracy using confution matrix produce accuracy of image that is 94,73%.
ANALISIS SPASIAL POTENSI DESA HARAPAN JAYA KECAMATAN WAY RATAI KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG Dedy Miswar; I Gede Sugiyanta; Listumbinang Halengkara
JURNAL GEOGRAFI Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1356.649 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol7-iss1/437

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi Sosial dan fisik yang terdapat di Desa Harapan Jaya Kecamatan Way Ratai. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah survei dengan teknik analisis secara digital dan deskriptif dengan pendekatan spasial. Data yang diambil dalam penelitian adalah potensi fisik dan sosial wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Harapan Jaya mempunyai potensi sosial yang besar untuk dikembangkan terutama jumlah penduduk, kepadatan, dan jenis pekerjaan, dengan potensi fisik berupa ketinggian wilayah, penggunaan lahan, bentuklahan, jenis tanah, kemiringan lereng, pola aliran dan curah hujan yang dapat dimanfaatkan dalam bidang pertanian, pariwisata, perkebunan, dan perikanan air tawar. Simpulan dalam penelitian ini adalah secara sosial dan fisik Desa Harapan Jaya dapat dikembangkan dan diharapkan dapat menjadi desa yang mandiri.
Model Prediksi Perubahan Penggunaan Lahan di Kota Padang Yudi Antomi
JURNAL GEOGRAFI Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.832 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol7-iss1/171

Abstract

Kota Padang merupakan sebuah kota yang rawan terhadap bencana gempa bumi dan tsunami. Tercatat daerah-daerah yang berada di wilayah pesisir barat Pulau Sumatera merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana tsunami,hal ini pula yang disinyalir menjadi pemicu perkembangan kawasan perkotaan ke arahtimur yang selama ini didominasi oleh penggunaan lahan hutan dan pertanian. Selaras dengan hal tersebut, perkembangan sosial ekonomi telah serta merta akan mengakibatkan perubahan penggunaan lahan yang secara umum dari kawasan alami menjadi kawasan budidaya. Dari hasil identifikasi perubahan penggunaan lahan yang bersumber dari Citra Landsat tahun 1989 – 2016, arah perkembangan kawasan permukiman telah bergeser dari barat ke timur pada lereng yang lebih bergelombang hingga landai. Pergeseran orientasi pembangunan ini perlu mendapat perhatian mengingat kawasan timur Kota Padang merupakan kawasan penyangga dengan status kawasan hutan yang telah ditetapkan sebagai Hutan Lindung dan Kawasan Konservasi. Perubahan pengunaan lahan paling siknifikan adalah pada Hutan Primer. Luas Hutan Primer pada tahun 2017 dihitung 89,494.65 ha dan di prediksi akan berkurang hingga menjadi 81,519.30 ha tahun 2040. Diikuti oleh pengurangan luas semak alang-alang dan hutan sekunder. Sedangkan perubahan penggunaan lahan kebun campuran memiliki tingkat pertambahan luas yang paling siknifikan, kedua terjadi pada kawasan terbangun dan lahan basah. Sedangkan untuk tubuh air prediksi menunjukkan tidak terjadi penambahan ataupun pengurangan.
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI Dedy Miswar; yarmaidi yarmaidi; Yuniyarsih Yuniyarsih
JURNAL GEOGRAFI Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol7-iss1/487

Abstract

Abstract: This research aimed to: improve the learning activities, and learning outcomes at class VII-1 of SMPN 1 Sungkai Selatan. This research used descriptive method with classroom action research which was conducted in three cycles. The subjects of this research were 36 students from class VII-1 which consist of 20 female students and 16 male students. The data that taken were the result of the end of the cycle and the observation of learning activities and learning outcomes. The result of this research showed that in first cycle, students learning activities reach 52,78% and where as the results of learning outcomes completeness reached 44,44%. In the second cycle students learning activities increased into 64,58%, and the learning outcomes completeness also increased to 52,78%. In the third cycle which one to be the result of this research showed, students learning activities increased to 75,69%, the percentage of learning outcomes completeness also increased to 80,55%. Based on those result, it can be concluded that teaching through media animation can improve the learning activities, and learning outcomes IPS.
Persepsi dan Sikap Masyarakat tentang Perlindungan Hutan di Nagari Kapau Alam Pauh Duo Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan Rika Yulita; Iswandi U; Rahmanelli Rahmanelli
JURNAL GEOGRAFI Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.999 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol7-iss1/189

Abstract

PERSEPSI DAN SIKAP MASYARAKAT TENTANG PERLINDUNGAN HUTAN DI NAGARI KAPAU ALAM PAUH DUO KECAMATAN PAUH DUO KABUPATEN SOLOK SELATAN Rika Yulita[1], Iswandi U, Rahmanelli 2 Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang Email: rikayulita39@gmail.com Abstra Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan sikap masyarakat tentang perlindungan hutan di Nagari Kapau Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data yang digunakan untuk melengkapi penelitian ini adalah data primer. Data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan masyarakat Nagari Kapau Alam Pauh Duo, Wali Nagari Kapau Alam Pauh Duo, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kapau Alam Pauh Duo. Teknik menentukan informan dengan cara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah: (1) persepsi masyarakat tentang perlindungan hutan dapat kita lihat bahwa masyarakat yang berpendidikan rendah ( Tidak tamat SD-SMA) dan bermata pencaharian sebagai petani berangggapan bahwa hutan itu sebagai mata pencaharian merekae dan sebagian masyarakat yang berpendidikan tinggi (PNS) menganggap bahwa hutan itu harus di jaga dan dilestarikan keberadaannya. (2) Sikap negatif masyarakat tentang perlindungan hutan dapat kita lihat bahwa masyarakat yang berpendidikan rendah ( Tidak tamat SD- SMA) dan bermata pencaharian sebagai petani, perabot kayu/toke kayu masih mengambil kayu-kayu besar yang ada di hutan dan sebagian masyarakat yang yang berpendidikan tinggi ( PNS) masih juga melakukan penyimpangan secara tidak langsung terhadap hutan. Kata kunci : Persepsi, Sikap, Perlindungan Hutan Abstra This study aims to determine the perception and attitude of the community about forest protection in Nagari Kapau Alam Pauh Duo, Pauh Duo Subdistrict, South Solok Regency. This type of research is qualitative research. The data used to complete this research is primary data. Primary data was obtained from the results of direct interviews with the people of Nagari Kapau Alam Pauh Duo, Wali Nagari Kapau Alam Pauh Duo, Chair of Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kapau Alam Pauh Duo. The technique of determining informants by purposive sampling. Data collection techniques in this study use observation, interview, and documentation techniques. Data analysis technique that is by way of data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study are: (1) community perception about forest protection can be seen that low educated people (Not finished primary-high school) and livelihood as a farmer assume that forest as their livelihood and some people with high education (PNS) considers that the forest should be guarded and preserved. (2)) Negative public attitudes about forest protection can be seen that low-educated people (not graduating from primary-high school) and livelihood as farmers, wooden furniture / toke woods are still taking large timber in the forest and some highly educated people (PNS) still indirectly deviate from the forest. Keywords: Perception, Attitude, Forest Protection [1]Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi untuk wisuda September 2018 2 Dosen Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang dengan Pembimbing I Dr. Iswandi U,S.Pd., M.Pd dan Pembimbing II Dra. Rahmanelli, M.Pd.
Pengaruh Kapasitas Tampung Sungai terhadap Ketinggian Banjir Batang Sumani Solok Helga Oktaviana; Widya Prarikeslan; Helfia Edial
JURNAL GEOGRAFI Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.82 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol7-iss1/63

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui debit banjir maksimum Batang Sumani, (2) Mengetahui debit Batang Sumani, (3) Mengetahui kapasitas tampung Batang Sumani, dan (4) Mengetahui pengaruh kapasitas tampung sungai terhadap banjir Batang Sumani. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis data menggunakan metode rasional yang memanfaatkan data curah hujan, luas DAS dan penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Debit banjir maksimum Sub DAS Buluh 7,51 m3/s, Sub DAS Lembang 48,01 m3/s, Sub DAS Cupak 55,76 m3/s dan Sub DAS Lubuk Selasih 60,8 m3/s. (2) Debit sungai Sub DAS Buluh 2,98 m3/s, debit sungai Sub DAS Lembang 3,4 m3/s, Debit sungai Sub DAS Cupak 3,36 m3/s dan debit sungai Sub DAS Lubuk Selasih 4,2 m3/s. Total debit Batang Sumani 13,8 m3/s. (3) Kapasitas tampung sungai Sub DAS Buluh 7,46 m3/s, kapasitas Sub DAS Lembang 5,26 m3/s, kapasitas Sub DAS Cupak 5,88 m3/s dan kapasitas Sub DAS Lubuk Selasih 6,96 m3/s. Kapasitas tampung sungai rata-rata Batang Sumani 6,39 m3/s. (4) Kapasitas tampung sungai terhadap banjir Batang Sumani memiliki pengaruh negatif sangat kuat. Setiap penambahan 1 m3/s kapasitas tampung sungai, ketinggian banjir akan berkurang 0,634 cm.
Strategi Bertahan Hidup Petani Penggarap Padi Sawah di Nagari Tiku Selatan Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam Nia Puteri Handayani; Rahmanelli Rahmanelli; Ratna Wilis
JURNAL GEOGRAFI Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.804 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol7-iss1/199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pendapatan petani penggarap padi sawah dan strategi bertahan hidup petani penggarap padi sawah di Nagari Tiku Selatan Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian mixed method. Rata-rata pendapatan keluarga petani penggarap padi sawah sebesar Rp.1.100.000 – 5.000.000 per panen. Wilayah yang memiliki rata-rata pendapatan terendah yaitu Jorong Gasan Ketek sebesar Rp.4.160.000. dengan rata-rata pengeluaran keluarga petani penggarap padi sawah sebesar Rp. 15.100.000 – Rp. 20.000.000. Dan strategi bertahan hidup keluarga petani penggarap di Nagari Tiku Selatan yaitu menggunakan strategi aktif, pasif dan jaringan. Kata Kunci : Pendapatan dan Strategi Bertahan Hidup Abstract The aim of this research is to see the income of rice farmer and the survival strategy of rice farmer in Nagari Tiku Selatan, Tanjung Mutiara Sub-district, Agam District. This type of research uses the type of research mixed method. The average income of the farmer's family of paddy rice is Rp.1.100.000 - 5,000,000 per harvest. The region that has the lowest average income is Jorong Gasan Ketek amounting to Rp.4,160,000. with an average family expenditure of rice farmers of Rp. 15,100,000 - Rp. 20,000,000. And the survival strategy of smallholder farming families in Nagari Tiku Selatan is to use active, passive and network strategies. Keywords: Income and Survival Strategy
Dampak Keberadaan Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi Terhadap Perubahan Pemanfaatan Lahn di Wilayah Sekitarnya Ridwandi ridwandi; Ahyuni ahyuni; ratna Wilis
JURNAL GEOGRAFI Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.871 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol7-iss1/100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan. (2) mengidentifikasi perubahan fungsi bangunan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak keberadaan kampus terhadap perubahan pemanfaatan lahan (1) berubah sawah menjadi permukiman seluas 6,28 ha atau 39,6% (2)berubah semak belukar menjadi permukiman seluas 0,09 ha atau 0,58% (3) berubah tegalan menjadi permukiman seluas 1,56 ha atau 9,84% (4) perubahan fungsi bangunan yang terjadi sebesar 7,69% rumah tinggal berubah fungsi menjadi rumh kost/kontrakan ataupun menjadi fungsi perdagangan dan fungsi lainnya(5) 58,4% bangunan yang berdiri disekitar kampus difungsikn untuk penyediaan kebutuhan kampus.
PEMANFAATAN CITRA LANDSAT 8 UNTUK PEMETAAN EKOSISTEM MANGROVE DI KOTA PADANG Hendry Frananda; Deded Chandra
JURNAL GEOGRAFI Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.923 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol7-iss1/310

Abstract

Pemetaan ekosistem hutan mangrove selama ini banyak dilakukan secara terestrial dan belum banyak memanfaatkan teknologi penginderaan jauh. Kelemahan metode terestrial untuk pemetaan ekosistem hutan mangrove bila dibandingkan dengan memanfaatkan data penginderaan jauh adalah lebih baik dari segi waktu, biaya dan tenaga, sementara kelebihan secara terestrial adalah tingkat akurasi yang lebih tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana data penginderaan jauh dapat dimanfaatkan dalam memetakan ekosistem hutan mangrove dan juga menghitung luasan dan persebarannya di wilayah administrasi Kota Padang Sumatra Barat. Uji akurasi dilakukan untuk proses reinterpretasi dan perbaikan, sehingga dapat diketahui tingkat akurasi dari citra LANDSAT 8 yang digunakan dalam penelitian ini. Komposit 563 dan 567 pada citra Landsat 8 dianggap dapat menonjolkan aspek perbedaan hutan mangrove dengan hutan non-mangrove, Pantulan spektrak ekosistem mangrove berbeda dengan vegetasi non-mangrove, sehingga secara visual dan digital cukup mudah membedakan antara vegetasi mangrove dan vegetasi non-mangrove. Hasil interpretasi citra Landsat 8 dan uji lapangan, diketahui ekosistem mangrove di wilayah Kota Padang hanya terdapat pada Kecamatan Bungus Teluk Kabung dan tidak tumbuh pada Kecamatan lain. Luas ekosistem mangrove seluas 84 Hektar.

Page 1 of 1 | Total Record : 10