cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14124920     EISSN : 27755614     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2012): MKMI" : 5 Documents clear
Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Paru di Kecamatan Baturetno Kabupaten Wonogiri Setia Kurniasari, Ryana Ayu; suhartono, suhartono; Cahyo, Kusyogo
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 11, No 2 (2012): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.035 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.11.2.198-204

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan suatu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Ada berbagai macam faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya tuberkulosis. Di Kabupaten Wonogiri, penderita tuberkulosis paru terbanyak selama 3 tahun terakhir berasal dari Kecamatan Baturetno sebanyak 79 kasus pada tahun 2011. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru di Kecamatan Baturetno. Jenis penelitian ini adalah studi observasional analitik dengan menggunakan metode case control research. Sampel penelitian ini sebanyak 68, terdiri dari 34 kasus dan 34 kontrol. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square untuk mengetahui deskripsi dan hubungan faktor risiko dengan kejadian tuberkulosis paru. Hasil analisis bivariat yang terbukti berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru adalah; pencahayaan ruangan (p = 0,025) dan luas ventilasi (p = 0,005). Dari keseluruhan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru adalah pencahayaan ruangan dan luas ventilasi. Kata kunci : faktor risiko, tuberkulosis paru
Analisis Postur Kerja Menggunakan Metode RULA dan Keluhan MSD Sopir Angkot di Tembalang -, ekawati
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 11, No 2 (2012): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1630.477 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.11.2.132-136

Abstract

Analysis of working posture with RULA (Rapid Upper Limb Analysis) methods and Musculoskeletal Disoreder of transport driver’s in Tembalang. Musculoskeletal Disorder (MSD) is a discomfort condition on sceletal muscle, it is caused by the working exposure, unergonomic working posture. Transport driver’s is one of the workers who are at risk due to MSD because of awkward sitting work posture. The goal of this research was to describe the work postures and MSD of transport driver’s in Tembalang. The population and sample was all of transport driver’s in Tembalang. The data of work postures obtained through observation assessed using RULA methods. The data od MSD obtained through interview based on Nordic Body Map questionnaires. The result of this research showed that the work postures of transport driver’s was at action level 2 and 3; it’s mean that the next investigation was needed. All of transport driver’s had MSD condition, especially on the left leg, right leg and waist (73,3%, 63,3% dan 60%).
Dermatosis (Kelainan Kulit) Ditinjau Dari Aspek Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Pemulung Di Tpa Terjun Medan Marelan Lestari Mahyuni, Eka
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 11, No 2 (2012): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.393 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.11.2.101-109

Abstract

Pemulung merupakan pekerjaan yang cukup berbahaya bagi kesehatan ataupun keselamatan kerja karena selalu berinteraksi dengan sampah sebagai sumber berkumpulnya kuman penyakit dan sarana yang baik bagi berkembangbiaknya vector penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dermatosis (kelainan kulit) yang dialami pemulung ditinjau dari aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Populasi berjumlah 450 orang dan tersebar dalam 3 strata kelompok umur yaitu 6-14 tahun, 15-50 tahun dan > 50 tahun. Sampel berjumlah 82 orang yang diambil dengan cara proportional stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan pemulung terbanyak adalah perempuan dengan masa kerja berkisar 1-17 tahun, bekerja selama 8-11 jam sehari. Dari 46 orang yang mengalami gangguan kulit, 4 orang (9 %) mengalami dermatitis kontak. Gangguan kulit lain yang tersebar di antara pemulung adalah scabies, tinea korporis, tinea falvalis,tinea versikolor, candidiasis, karbonkel, folikulitis, dan miliria rubra yang disebabkan karena jamur, parasit dan aktivitas keringat yang berlebih. Gangguan kulit ini terjadi karena pakaian yang berlapis dan cuaca panas serta kebersihan diri yang kurang dari pola kerja pemulung. Kata Kunci : Pemulung, Gangguan Kulit, APD
Analisis Kinerja Penanggung Jawab Program Tb Puskesmas Dalam Penemuan Kasus Baru Tb Bta Positif Di Puskesmas Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sutinbuk, Dedek; Mawarni, Atik; Kartika Wulan, Lucia Ratna
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 11, No 2 (2012): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.61 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.11.2.142-150

Abstract

Pencapaian target penemuan kasus baru TB BTA positif di Kabupaten Bangka Tengah tahun 2009-2011 menunjukkan angka dibawah 70%. Peran penanggungjawab program TB sangat penting dalam pencapaian target. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana kinerja penanggung jawab program TB dalam penemuan kasus baru TB BTA positif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Informan penelitian adalah 4 orang penanggung jawab program TB dari Puskesmas terpilih. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja penanggung jawab program TB dalam penemuan kasus baru belum baik karena sebagian besar hanya melakukan penyuluhan di Posyandu, menjaring suspek dari pasien yang berkunjung di Puskesmas, persepsi kurang puas terhadap imbalan yang diterima dan persepsi terhadap beban kerja yang dirasakan cukup berat. Kata Kunci : Penemuan Kasus Baru TB, Penanggungjawab program TB, Kinerja
Kepuasan Ibu Hamil Dan Persepsi Kualitas Pelayanan Antenatal Care Di Puskesmas Tanjung Kabupaten Sampang Madura Faradisy Mursyida, Rikhly; Mawarni, Atik; Agushybana, Farid
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 11, No 2 (2012): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.346 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.11.2.174-181

Abstract

Angka Kematian Ibu di Puskesmas Tanjung tahun 2011 (559/100.000 KH) yang masih jauh dari target penurunan tahun 2014 (118/100.000 KH), adanya trend penurunan cakupan K1 dan K4 selama 3 tahun terakhir, serta pelayanan Antenatal Care yang belum sesuai harapan, mendorong terselenggaranya penelitian ini untuk mengetahui pengaruh persepsi kualitas pelayanan antenatal care terhadap kepuasan ibu hamil. Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan cross sectional, sampel sebesar 89 orang dengan teknik pengambilan secara konsekutif sampling dan analisis data menggunakan chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan persepsi tidak baik pada kualitas pelayanan dimensi reliability 43.8%, responsiveness 60.7%, assurance 51.7%, empathy 57.3% dan tangibles 43.8% dan persepsi ibu hamil yang tidak puas sebesar 49.4%. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara persepsi reliability, responsiveness, assurance, empathy dan tangibles dengan kepuasan ibu hamil. Secara bersamaan variabel yang berpengaruh adalah empathy (p = 0.0001, OR=111.507), reliability (p = 0.008, OR=22.466) dan responsiveness (p = 0.008, OR=15.074). Perbaikan kualitas empathy, reliability dan responsiveness pada pelayanan ANC diperlukan dalam peningkatan kepuasan ibu hamil. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan Antenatal Care (ANC), Kepuasan Pelayanan

Page 1 of 1 | Total Record : 5