cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14124920     EISSN : 27755614     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 4 (2019): MKMI" : 9 Documents clear
Proses Sistem Rujukan dalam Pelayanan Kegawatdaruratan Obstetri dan Neonatal di Puskesmas Sayung 2 Kabupaten Demak Dinda Nestelita; Antono Suryoputro; Wulan Kusumastuti
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 4 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.267 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.18.4.%p

Abstract

Latar Belakang: Upaya penurunan AKI dan AKB yang dilakukan pemerintah adalah pembentukan PONED di Puskesmas dan PONEK di Rumah Sakit. Puskesmas Sayung 2 merupakan puskesmas mampu PONED di wilayah Kabupaten Demak yang memiliki jumlah kematian ibu dan bayi baru lahir yang meningkat pada tahun 2018. Kelancaran rujukan dapat menjadi faktor yang menentukan untuk menurunkan AKI terutama dalam mengatasi keterlambatan. Salah satu pusat rujukan Puskesmas Sayung 2 yaitu RSJD Dr. Amino Gondohutomo. Tujuan penelitian untuk menganalisis pelaksanaan sistem rujukan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal di Puskesmas Sayung 2 Kabupaten Demak.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Pengumpulan data dilakukan dengan metode indepth interview berdasarkan teknik purposive sampling. Subjek penelitian merupakan 6 orang tim PONED sebagai informan utama. Sedangkan informan triangulasi yaitu Kepala Puskesmas, 5 orang tim PONEK RS, serta 2 orang Pasien.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada terdapat beberapa kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan petugas yang terlatih dan double job, kurangnya pemahaman petugas terhadap SOP, kesalahan komunikasi antar petugas kesehatan dan sistem informasi rujukan antara puskesmas dan rumah sakit yang kurang maksimal sehingga masih susah dalam mencari rumah sakit rujukan.Simpulan: Komponen proses dalam pelaksanaan sistem rujukan masih terdapat beberapa kendala dan perlu dibenahi yaitu sosialisasi SOP, kerjasama antara puskesmas dan rumah sakit lebih ditingkatkan, pengaktifan sistem informasi rujukan secara online agar lebih efektif.
Hubungan Persen Lemak Tubuh dan Kadar Hemoglobin dengan Kapasitas VO2 max Atlet Bulutangkis (Studi di UKM Bulutangkis Universitas Negeri Semarang dan Universitas Diponegoro) Talitha Rahma Nur Aini; Muhammad Zen Rahfiludin; Apoina Kartini
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 4 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.082 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.18.4.1-4

Abstract

Latar belakang:Prestasi atlet bulutangkis didukung oleh beberapa faktor salah satunya ketahanan fisik. Salah satu komponen ketahanan fisik yang harus dimiliki oleh atlet bulutangkis adalah daya tahan aeorbik (VO2 max). Daya tahan aerobik yang kurang diperhatikan oleh atlet dapat menyebabkan menurunnya performa atlet pada saat bertanding. Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk menganalisis hubungan kadar hemoglobin dan persen lemak tubuh dengan kapasitas VO2 max atlet bulutangkis.Metode:Penelitian ini menggunakan jenis penelitian explanatory research dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh atlet bulutangkis UKM bulutangkis UNNES dan UNDIP. Sampel penelitian sebanyak 32 sampel yang diambil menggunakan  teknik purposive sampling. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini yaitu kadar hemoglobin, persen lemak tubuh dan kapasitas VO2 max. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara, pengukuran persen lemak tubuh menggunakan BIA (Bioelectrical Impedance Analysis), pengukuran kadar hemoglobin dengan metode cyanmethemoglobin dan kapasitas VO2 max menggunakan metode Multistage Fitness Test. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan Rank Spearman.Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kapasitas VO2max sedang sebesar 46,8%, kadar hemoglobin normal sebesar 81,2%, dan persen lemak tubuh dalam kategori gemuk yaitu sebesar 40,6%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kadar hemoglobin dengan kapasitas  VO2 max (p=0,000) dan terdapat hubungan antara persen lemak tubuh dengan kapasitas VO2 max (p=0,035).Simpulan: Terdapat hubungan antara persen lemak tubuh dan kadar hemoglobin dengan kapasitas VO2 max atlet bulutangkis.
Analisis Proses Pengadaan Guna Menjamin Ketersediaan Obat di RSUD Tugurejo Semarang Erlin Friska; Antono Suryoputro; Wulan Kusumastuti
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 4 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.166 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.18.4.135-139

Abstract

Latar Belakang: Jumlah kunjungan pasien rawat jalan di RSUD Tugurejo Semarang mengalami peningkatan dari tahun 2016 hingga 2018. Adanya peningkatan jumlah pasien harus diimbangi dengan peningkatan pelayanan kefarmasian dan menjamin ketersediaan obat di rumah sakit. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis proses pengadaan guna menjamin ketersediaan obat di RSUD Tugurejo Semarang.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Pengumpulan data dilakukan dengan metode indepth interview yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Subjek penelitian merupakan Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit, Koordinator Gudang Farmasi, Koordinator Farmasi Rawat Jalan, serta 2 orang Staf Pegadaan sebagai informan utama. Sedangkan informan triangulasi yaitu Kepala Penunjang Medik, Staf Keuangan, Dokter Rawat Jalan, serta 2 orang Pasien. Faktor yang diteliti adalah metode, prosedur, dan anggaran dalam pengadaan obat.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses pengadaan obat yaitu sering terjadi keterlambatan dalam penerimaan obat dari penyedia, terdapat kekosongan obat pada sistem e-catalogue, masih sering terjadi error pada sistem e-purchasing.Simpulan: Terdapat beberapa kendala dalam proses pengadaan obat di RSUD Tugurejo Semarang yang berdampak pada ketersediaan obat di rumah sakit.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan oleh Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Puskesmas Mekarsari Tahun 2019 Annisya Panggantih; Rafiah Pulungan; Acim Iswanto; Terry Yuliana
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 4 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.6 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.18.4.%p

Abstract

Latar belakang: Pemanfaatan pelayanan kesehatan merupakan upaya penggunaan fasilitas kesehatan dalam meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan. Diketahui bahwa pemanfaatan Puskesmas Mekarsari tahun 2016 sebesar 30,5%, tahun 2017 sebesar 32,2% dan menurun pada tahun 2018 sebesar 30,0%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan karakteristik predisposisi, pendukung dan kebutuhan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Metode: Desain studi yang digunakan adalah crossectional dengan jumlah sampel sebanyak 109 orang dengan metode pengambilan sampel purposive sampling dari populasi sebanyak 8.310 orang peserta JKN di Puskesmas Mekarsari. Data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi square. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa responden yang memanfaatkan Puskesmas Mekarsari dalam 3 bulan terakhir sebanyak 38,5 % dan tidak memanfaatkan sebanyak 61,5%. Terdapat hubungan antara manfaat pelayanan kesehatan (p-value 0,001), persepsi mengenai JKN (p-value 0,048), sikap tenaga kesehatan (p-value 0,021) dan persepsi sehat dan sakit (p-value 0,037) dengan pemanfaatkan pelayanan kesehatan Simpulan: Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara manfaat pelayanan kesehatan, persepsi mengenai JKN, sikap tenaga kesehatan dan persepsi sehat dan sakit dengan pemanfaatkan pelayanan kesehatan. Tidak ada hubungan antara umur, jenis kelamin, pendidikan, jarak tempuh, sarana transportasi, biaya tempuh dan waktu tunggu pelayanan.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kadar Gula Darah pada Petani Hortikultura di Desa Trayu Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang Karina Astari; Suhartono Suhartono; Hanan Lanang Dangiran
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 4 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.528 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.18.4.%p

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Pestisida adalah bahan kimia yang tergolong sebagai Endocrine Disrupting Chemical (EDCs) yaitu senyawa yang dapat mengganggu sintesis, sekresi, transportasi, dan metabolisme hormon insulin yang bertanggungjawab untuk homeostasis gula dalam darah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor – faktor terkait aktivitas pertanian yang mengganggu kadar gula darah.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah petani hortikultura di Desa Trayu sejumlah 66 orang diambil dengan metode simple random sampling. Pengukuran kadar gula darah dilakukan dengan menggunakan alat Easy Touch GCU. Analisis data penelitian ini menggunakan uji korelasi Rank Spearman.Hasil: Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara jumlah campuran pestisida dengan kadar gula darah (p value = 0,310, r = 0,127). Terdapat hubungan antara frekuensi penyemprotan pestisida dengan kadar gula darah (p value = 0,009, r = 0,321). Tidak terdapat hubungan antara lama penyemprotan pestisida dengan kadar gula darah (p value = 0,289, r = 0,132). Terdapat hubungan antara masa kerja dengan kadar gula darah (p value = 0,031, r = 0,265).Simpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara frekuensi penyemprotan pestisida dan masa kerja dengan kadar gula darah.  
Analisis Pelaksanaan Manajemen Komite Pencegahan Dan Pengendalian Healthcare Associated Infections di RSUD Tugurejo Provinsi Jawa Tengah Yayang Khairunnisa Agusti; Antono Suryoputro; Wulan Kusumastuti
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 4 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.288 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.18.4.%p

Abstract

Latar belakang: Healthcare Associated Infections (HAIs) atau infeksi Nosokomial merupakan salah satu masalah besar yang dialami rumah sakit karena menambah angka kesakitan hingga kematian. Terdapat angka kejadian HAIs diatas standar pada beberapa indikator penyakit infeksi di RSUD Tugurejo. Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) wajib dilaksanakan di rumah sakit sebagai standar mutu pelayanan dan mengurangi risiko terjadinya infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pelaksanaan  komite pencegahan dan pengendalian HAIs di RSUD Tugurejo Provinsi Jawa Tengah.Metode: Penelitian menggunakan metode kualitatif dimana informasi didapat dari wawancara mendalam kepada Informan Utama yaitu Ketua Komite PPI, 1 IPCD, 2 IPCN, dan 2 IPCLN. Sedangkan untuk Informan Triangulasi yaitu Wakil Direktur Pelayanan, 2 Kepala Ruang, dan 1 Kepala Instalasi. Variabel yang diteliti adalah input, proses, dan output dari pelaksanaan manajemen komite PPI.Hasil: Anggota komite PPI belum mendapat pelatihan secara merata, belum ada komitmen dari seluruh petugas yang terlibat dalam program PPI, tidak adanya insentif untuk anggota komite PPI, terdapat beban kerja tidak seimbang dalam anggota komite PPI, masih terjadi kekurangan dan keterlambatan penyediaan sarana PPI, serta kepatuhan petugas terhadap handhygiene masih sekitar 80%.Simpulan: Pelaksanaan manajemen komite PPI di RSUD Tugurejo belum optimal. Penelitian ini menyarankan untuk perbaikan manajemen PPI yakni memfasilitasi pelatihan lanjutan, memberikan insentif pada anggota PPI, menyediakan sarana sesuai kebutuhan, melakukan tindak lanjut dari permasalahan, menumbuhkan minat dan komitmen petugas,  dan pengawasan kegiatan PPI secara berkala.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Anemia Pada Petani Di Dusun Candi Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang Nunik Tri Utami; Suhartono Suhartono; Nikie Astorina Yunita Dewanti
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 4 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.774 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.18.4.121-126

Abstract

Latar belakang: Masyarakat Desa Candi Kecamatan Bandungan 33,93% bekerja sebagai petani. Hasil wawancara dengan petugas Puskesmas Duren Kecamatan Bandungan didapatkan bahwa tidak adanya pemeriksaan kadar hemoglobin secara khusus pada petani karena biaya yang mahal. Sehingga saat ini tidak diketahui apakah petani mengalami anemia dan faktor apa saja  yang mempengaruhinya. Tujuan penelitian ini ingin meneliti faktor apa yang mempengaruhi kejadian anemia pada petani Dusun Candi.Metode: Jenis penelitian observasional analitik dengan desain crossectional. Subyek penelitian 58 petani laki-laki Dusun Candi Kecamatan Bandungan. Teknik pengambilan sampling yaitu  purposive sampling. Variabel yang dikaji yaitu Penggunaan APD, Masa Kerja, Riwayat Paparan Pestiisda, dan Asupan Gizi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan FFQ. Uji analisis data menggunakan chi square.Hasil: 28 petani (48,28%)  memiliki kadar hemoglobin kurang/ anemia (Hb < 13 mg/l). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan APD tidak lengkap (74,1%), masa kerja lama (63,8%), riwayat paparan pestisida buruk (29,3%), asupan gizi berupa protein kurang (67,2%), zat besi kurang (62,1%), vitamin C kurang (63,8%), vitamin B12 kurang (63,8%). Hasil uji analisis menunjukkan asupan gizi yaitu protein (p value = 0,011)  PR = 6,000 (1,672-21,531), zat besi (p value = 0,006) PR = 6,015 (1,799-20,111), vitamin C (p value = 0,047)  PR = 3,667 (1,159-11,603), vitamin B12 (p value = 0,047) PR = 3,667 (1,159-11,603).Kesimpulan Faktor yang terkait dengan kejadian anemia pada petani di Dusun Candi Kecamatan Bandungan adalah asupan gizi (protein, zat besi, vitamin C,dan vitamin B12). 
Analisis Kesiapan Puskesmas Dalam Pelaksanaan Program Puskesmas Tanpa Antrian Kota Semarang (PUSTAKA) di Kota Semarang Nidya Diah Prameswati; Antono Suryoputro; Eka Yunila Fatmasari
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 4 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.04 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.18.4.%p

Abstract

Latar Belakang : Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan. Terdapat inovasi Program yaitu Puskesmas tanpa Antrian Kota Semarang (PUSTAKA). Program ini bertujuan untuk mengurai antrian di Puskesmas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan Puskesmas dalam Pelaksanaan Program PUSTAKA. Penelitian ini berlokasi di Puskesmas Gayamsari, Srondol, Gunungpati, dan Tlogosati Kulon.Metode : Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview dengan purposive sampling. Variabel yang diteliti adalah tenaga, dana, sarana prasarana, kebijakan dan SOP, sosialisasi, perencanaan, organisasi, pelaksanaan, penilaian dan lingkungan.Hasil : Puskesmas dengan pengguna layanan PUSTAKA tinggi dan rendah memiliki kesamaan dalam beberapa variabel. Untuk variabel Kebijakan yang masih belum diimplementasikan secara optimal, untuk sosialisasi hanya menggunakan metode media sosial dan informasi yang diberikan kurang rinci. Variabel perencanaan sendiri, proses perencanaan yang sesuai belum dilakukan. Terkait aspek lingkungan, telah ada dukungan dari masyarakat untuk menggunakan program ini, namun belum ada dukungan dari kader kesehatan maupun tokoh masyarakat. Kendalanya terdapat pada golongan lanjut usia yang terbatas kemampuannya dalam penggunaan teknologi.Simpulan dan Saran : Puskesmas harus mengembangkan, memperbaiki, dan membangun SOP internal, membuat perencanaan yang sesuai, memaksimalkan dan sosialisasi inovatif secara langsung atau dengan media sosial yang inovatif, dan informasi yang disampaikan lebih rinci, serta berkolaborasi dengan kader kesehatan.
Pemanfaatan Prolanis di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Wilayah Kota Depok Arga Wildan Syafa&#039;at; Rafiah Maharani Pulungan; Putri Permatasari
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 4 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.226 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.18.4.127-134

Abstract

Latar belakang: Prolanis merupakan salah satu inovasi BPJS Kesehatan dalam menanggulangi masalah penyakit kronis baik dari segi ekonomi maupun kesehatan. Meskipun begitu, sering kali peserta tidak memanfaatkan Prolanis secara rutin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Prolanis di FKTP wilayah Kota Depok dan melihat faktor dominan yang berpengaruh terhadap pemanfaatan prolanis.Metode: Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dengan jumlah sampel penelitian berjumlah 105 orang yang terdiri dari peserta Prolanis di 4 FKTP yang menunjukkan kunjungan aman (di atas 50%) dan tidak aman (dibawah 50%).  Penelitian ini menggunakan Quota Sampling dalam memenuhi sampelnya. Variabel yang digunakan adalah umur, jenis kelamin, status pendidikan, status pernikahan, status penghasilan, dukungan sosial, aksesbilitas, pengetahuan Prolanis, persepsi penyakit dan lama sakit. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang telah di uji validitas dan reabilitas. Analisis data yang akan dilakukan adalah analisis univariat, analisis bivariate menggunakan Chi Square dan analisis multivariat menggunakan Regresi Logistik BergandaHasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 74 peserta yang memanfaatkan Prolanis di FKTP Wilayah Kota Depok tahun 2019. Variabel yang berpengaruh terhadap Pemanfaatan prolanis adalah status pernikahan (p-value =0,015), dukungan social(p-value=0,000) dan aksesbilitas(p-value=0,016) Faktor dominan yang mempengaruhi pemanfaatan Prolanis adalah dukungan sosial dengan (p-value = 0,000).Simpulan: Faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Prolanis di FKTP adalah status pernikahan, dukungan social dan aksesbilitas

Page 1 of 1 | Total Record : 9