cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 59 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017" : 59 Documents clear
Fenomena Reverse Culture Shock Pada Mahasiswa Aceh yang Pernah Tinggal Sementara di Luar Negeri Pocut Shaliha Finzia Panglima Polem; Nur Anisah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Abstrak. Reverse Culture Shock adalah sebuah fenomena yang cenderung dialami oleh individu yang pernah tinggal sementara di suatu daerah asing dan kembali lagi ke lingkungan asalnya. Perubahan yang terjadi pada diri individu tersebut selama tinggal sementara di luar negeri dan perubahan yang terjadi pada orang-orang dan lingkungan asalnya membuat individu tersebut harus beradaptasi kembali setelah kembali ke lingkungan dan budaya asal (dalam hal ini Aceh). Sebanyak 7 orang mahasiswa Aceh yang pernah tinggal minimal satu tahun di luar negeri diteliti melalui wawancara dan dokumentasi mengenai bentuk-bentuk reverse culture shock yang dialaminya serta upaya untuk menghadapinya. Hasil penelitian terhadap ketujuh mahasiwa Aceh tersebut menunjukkan bahwa bentuk-bentuk reverse culture shock yang dialami antara lain; perasaan campur aduk ketika akan kembali ke lingkungan asal, perasaan rindu akan host country, percampuran bahasa host country dengan bahasa lokal, perubahan citarasa makanan, kesulitan memaknai harga barang atau jasa, perasaan jenuh terhadap keadaan dan rutinitas di lungkungan asal, perubahan kebiasaan dan perbedaan standar kenyamanan diri dan ruang, perbedaan cara memaknai waktu, serta perbedaan nilai dan norma. Diantara upaya yang dilakukan oleh para informan dalam mengahadapi reverse culture shock antara lain dengan menjaga pikiran agar tetap positif dalam melihat sesuatu hal, mengingatkan diri kembali bahwa mereka tidak lagi berada di host country, mencari rutinitas dan teman baru, serta mencari kelompok atau orang-orang yang memiliki pengalaman yang mirip dengan mereka sehingga dapat saling bertukar pikiran dan berbagi perasaan untuk mengurangi tekanan batin yang dirasakannya.The Phenomenon of Reverse Culture Shock on Acehnese Students Who have Temporarily Lived AbroadAbstract. Reverse Culture Shock is a phenomenon that is likely to be experienced by individuals who have lived temporarily in a foreign area and return to their home environment. The changes that happened to the individuals during their temporary stay abroad and changes that also occurred in their home environment and people they used to know force the individuals to readapt after returning back to their home environment and culture of origin (in this case is Aceh). A total of seven students in Aceh who have lived at least one year abroad were investigated through interviews and documentation regarding the forms of reverse culture shock they experienced and the coping strategies they applied. The research on the seven Acehnese students shows that the forms of reverse culture shock experienced by them are; mixed feelings upon returning to the home country, longing for their host country, language, food, price of goods or services, boredom, space and self-satisfaction, time, and the values and norms. The coping strategies that applied by informants are by keeping the positive thinking about everything, reminding themselves that they are no longer in their host country, looking for new routines and friends, as well as looking for groups or people who have a similar experience with them that enable them to exchange ideas and share feelings to reduce psychological stress that their felt.
Strategi Manajemen Birokrasi Oleh PT. Angkasa Pura II Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik Di Bandar Udara Sultan Iskandar Muda Maya Zuhrianti; Bukhari Bukhari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK. PT. AngkasaPura II adalah salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dalam bidang transportasi udara. Dalam menciptakan kualitas pelayanan publik yang baik, diperlukan sistem birokrasi yang bagus. Namun dewasa ini, kualitas pelayanan publik masih belum memberikan kepuasan bagi masyarakat. Hal ini disebabkan salah satunya oleh masih rendahnya profesionalisme birokrasi, yang dapat dilihat dari sistem birokrasi yang masih belum berjalan dengan semestinya. Tujuan dilakukannya penilitian ini untuk melihat upaya yang dilakukan PT. Angkasa Pura II dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Bandara Sultan Iskandar Muda. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Birokrasi yang dikemukakan oleh Max Weber. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di Bandara Sultan Iskandar Muda. Proses pengumpulan data dilakukan melalui tahap wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan  dalam penelitian telah ditetapkan sekitar 8 (delapan) orang yang terdiri dari pihak PT. Angkasa Pura II yang merupakan informan kunci dalam penelitian ini dan para penumpang di Bandara Sultan Iskandar Muda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Angkasa Pura II telah menerapkan beberapa prinsip dasar idealnya suatu birokrasi yang dikemukakan oleh Weber. Namun dalam penerapannya PT. Angkasa Pura II belum sepenuhnya optimal dalam menerapkan prinsip birokrasi Weber dengan baik. Sehingga menimbulkan keluhan dan ketidakpuasan masyarakat akan pelayanan yang ternyata kurang memuaskan bagi masyarakat. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem birokrasi yang diterapkanoleh PT. Angkasa Pura II belum sepenuhnya optimal. Hal ini dapat dilihat dari adanya beberapa aturan prosedur yang belum dijalankan dengan baik, seperti masih adanya sistem yang tidak menganut prinsip netral seperti masih melibatkan rasa interpersonal dalam pekerjaan, sehingga berdampak bagi kualitas pelayanan publik di Bandara Sultan Iskandar Muda. ABSTRACT. Angkasa Pura II inc. is one of the State-Owned Enterprise (SOE) speacializing in air transportation. In order to provide an excellent public service, a good bureaucratic system is required. On the contrary, the quality of public services is has not been able to statisfiy the costumers. One of the possible causes these phenomena was lack of professionalism on the bureaucracy indicated by the bureaucratic system which did not run properly.This study is meant to see the effort made by Angkasa Pura II inc. In optimizing public services quality at Sultan Iskandar Muda International Airport. The theory used in this research is the theory or bureaucracy proposed by Max Weber. The method employed in this studyis descriptive qualitative method, which took place in Sultan Iskandar Muda International Airport. The data collection instruments used in this study were interview, observation and documentation. There were8 informants chosen as sample including Angkasa Pura II inc. staff and passengers at Sultan Iskandar Muda International Airport.Based on the obtained result, Angkasa Pura II inc. has applied the principle of an ideal bureaucracy proposed by Weber but in practice it was not done optimally. Therefore, it makes people keep complaining and questioning to the distastified service at Sultan Iskandar Muda International Airport. In conclusion, the system of bureaucracy at Angkasa Pura II inc. was not prformed optimally which can be seen from the unimplemented procedures, such as the sign of uneutral system involving interpersonal relationship in work. Such condition affected the quality of public service in Sultan Iskandar Muda International Airport. 
Kekerasan Dalam Rumah Tangga Oleh Suami Terhadap Istri Menurut Perspektif Relasi Gender Tamita Putri Islami; Khairulyadi Khairulyadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK: Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suami terhadap istri terjadi karena adanya ketidaksetaraan kekuasaan dalam keluarga. Ketidaksetaraan kekuasaan yang terwujud dalam pembagian peran antara laki-laki dan perempuan dipengaruhi oleh norma-norma yang berlaku di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana relasi gender mempengaruhi KDRT oleh suami terhadap istri. Penelitian ini menggunakan Teori Struktural Fungsional serta Metode Deskriptif Kualitatif. Terdapat sepuluh informan yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Enam diantaranya berstatus sebagai korban KDRT, sedangkan empat informan kunci lainnya terdiri dari tokoh masyarakat Kabupaten Aceh Utara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istri mengalami berbagai bentuk KDRT yaitu kekerasan dalam bentuk fisik, psikis, seksual dan ekonomi serta pembagian peran di ruma tidak setara.  Penyebab KDRT oleh suami terhadap istri yaitu karena suami merasa berkuasa atas istri, istri tidak menjalankan fungsi sesuai perannya, adanya orang ketiga. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh relasi kuasa yang tidak setara terhadap KDRT oleh suami terhadap istri.  ABSTRACT: Domestic violence by husbands against wives happens due to the inequality of rule in the family. Inequality of power embodied in the division of roles between men and women is influenced by the prevailing norms in society. The purpose of this study is to explain how the gender relations influence domestic violence by husband against wives. This research uses Structural-Functional Theory and Qualitative Descriptive Methods. There are ten informants who participated in this study. Six of them have status as victims of domestic violence, while four other key informants consisting of community figure in North Aceh District. Data in this study were collected by interview and documentation. The results showed that the wife suffered various forms of domestic violence physical, psychological, sexual and economic neglect, and division of roles in the home is not equivalent. There are 3 (three) causes of domestic violence by husbands against wives: (1) the husband felt over his wife, (2) the wife does not execute her function of various roles, (3) the presence of third party. As conclusion, there is influence of unequal power relations to domestic violence by husband against wives. 
Independensi Lembaga Survei Calon Gubernur Aceh Pada Pilkada Tahun 2017 (Suatu Penelitian Terhadap Hasil Survei Media Research Center) Tajrian Rahmad; Effendi Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

                                            AbstrakHasil survei Media Research Center banyak menimbulkan pro dan kontra dari masyarakat dan pasangan calon Gubernur dikarenakan disaat merilis hasil surveinya lembaga survei MRC tidak mempublikasikannya secara transparan, seperti jumlah dana, anggaran pelaksanaan survei, apakah dana survei MRC murni berasal dari lembaga itu atau ada pihak tertentu yang jadi sponsor yang turun tangan. Sehingga menimbulkan ketidakpercayaan terhadap hasil survei tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Independensi Media Research Center dalam melakukan survei calon Gubernur Aceh Tahun 2017 serta mengetahui ketidakpercayaan pasangan calon terhadap hasil survei Media Research Center dalam melakukan survei calon Gubernur Aceh tahun 2017.Data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui penelitian lapangan dan kepustakaan. Penelitian lapangan dilakukan dengan melalui wawancara informan dan dokumen-dokumen penting dari peneliti Media Research Center serta dari pasangan calon Gubernur Aceh yang disurvei. Sedangkan penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku teks, jurnal, peraturan perundang-undangan dan bahan-bahan lain yang berkaitan dengan penelitian ini.Hasil penelitian menunjukkkan bahwa Independensi dari lembaga survei Media Research Center sudah berjalan baik dengan tidak menjadi konsultan politik, hasil survei berdasarkan fakta dan lembaganya sudah independen dengan bebas pengaruh dari manapun. namun kurang mendapatkan kepercayaan dari pasangan calon dikarenakan tidak ada transparansi disaat merilis hasil survei tersebut.Independensi Lembaga survei Media Research Center sudah berjalan baik dengan tidak merangkap sebagai konsultan politik dan bersikap netral.  Namun masih kurang mendapat kepercayaan dari pasangan calon dikarenakan pasangan calon berpandangan hasil survei biasanya bukan dari hasil seutuhnya suatu pemilihan melainkan hasil dari pengambilan sampel dari beberapa responden sehingga pasangan calon tidak seutuhnya percaya terhadap hasil survei tersebut. Kepada lembaga survei Media Research Center dalam melakukan survei harus transparan agar lebih diketahui oleh masyarakat dan pasangan calon dan Serta tetap mempertahankan hasil survei yang digunakan sehingga mendapat kepercayaan dari masyarakat.Kata Kunci: Independensi, Kepercayaan PolitikThe Independence Of Aceh Governor Candidate Survey Institution Regional Election On 2017The survey results Media Research Center generated a lot of pros and cons of community and partner candidates for Governor because when releasing results of the survey survey institute MRC does not publish transparent, such as the number of funds, the budget implementation of the survey, whether the funds survey MRC is purely derived from that institution or there are certain parties the sponsor who intervened. Giving rise to mistrust of the results of the survey.This study aims to determine how the independence of the Media Research Center in conducting surveys candidate for Governor of Aceh Year 2017 as well as knowing distrust pair of candidates to the survey findings Media Research Center conducted a survey of candidates for Governor in Aceh in 2017.Data required in this study were obtained through field research and literature. The field research by interviewing informants and important documents of the Media Research Center and researchers from Aceh Governor candidate pairs were surveyed. While the library research done by reading textbooks, journals, legislation and other materials related to this research.The results of the study, indicating that the Independence of the Media Research Center survey agencies already work fine with not being a political consultant, survey results based on facts and institutions are already independent free from any influence. but the lack of confidence of the pair of candidates because there is no transparency when releasing the survey results.Independence of the Institute of Media Research Center survey has been running well with no doubles as a political consultant and neutral. But there is still lack of confidence of the pair of candidates because the candidate pairs sighted survey results are usually not of the full results of an election but rather the result of a sampling of some of the respondents, so a couple of candidates did not fully trust the results of the survey. To the Media Research Center survey agencies in conducting surveys to be transparent in order to be known by the public and the candidate pairs and retaining well as survey results were used to obtain the trust of the community.Keywords: Independence, Politic Trust 
Peran Media Baru Dalam Membentuk Komunitas Virtual (Studi pada Mahasiswa yang Bergabung Dalam Komunitas Acehvidgram di Instagram) Rafiqa Hidayanti; Martunis Yahya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK BAHASA INDONESIAJudul dari penelitian ini adalah “Peran Media Baru Dalam Membentuk Komunitas Virtual (Studi Pada Mahasiswa yang Bergabung Dalam Komunitas Acehvidgram di Instagram)”. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran akun instagram @acehvidgram terhadap pembentukan komunitas virtual dikalangan mahasiswa dan untuk melihat sejauh mana instagram sebagai sosial media memiliki kekuatan dalam membentuk komunitas virtual di dunia maya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori Cyber Community. Teori ini lebih menekankan kelompok sosial yang berkembang di dalam dunia maya. Teori cyber community dianggap penting karena merumuskan sejauh mana teknologi informasi seperti social networking berperan serta menciptakan konsep nasionalisme kekinian dengan pembentukan kelompok dalam dunia maya. Informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang menjadi anggota Komunitas Acehvidgram di Provinsi Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara semi terstruktur, observasi dan dokumentasi. Teknik penarikan sampel yang digunakan ialah teknik purposif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2016 kepada 6 informan dengan kriteria informan yaitu tim initiator dari Komunitas Acehvidgram. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa keberadaan akun instagram @acehvidgram berperan serta terhadap terbentuknya komunitas virtual dikalangan mahasiswa. Hal ini sekaligus mengindikasikan bahwa instagram sebagai sosial media memiliki kekuatan yang efektif dalam membangun kebersamaan dalam komunitas virtual di dunia maya. ABSTRAK BAHASA INGGRISThis research titled “The Role of New Media in Shaping the Virtual Community (Study on Students Who Joined in Acehvidgram Community on Instagram)”. This study aims to look at the role of @acehvidgram Instagram account of the formation of virtual communities among students and to see the extent of instagram as social media has the power to form virtual communities in cyberspace. The approach used in this study is a qualitative approach with descriptive method. In this study, researcher used the Cyber Community theory. This theory emphasizes social groups that developed in the virtual world. Theory cyber community is considered essential for formulating the extent of information technology such as social networking and creat a concept of nasionalism plays contemporary with the formation of the group in virtual world. Informants in this study were students who become members of the Acehvidgram Community in Aceh province. The data collection technique used in this study are semi –structured interview and documentation. The sampling technique us in purposive technique. This study was conducted in December 2016, to six informants which the informants criteria is the initiator of Acehvidgram Community group. The result of this study showed that the presence of @acehvidgram instagram account to participate to the creation of virtual community among students. This also indicates that social media has instagram as an effective force in building unity in virtual communities in cyberspace.
Akuntabilitas Birokrasi Pelayanan Administrasi Publik Di Kabupaten Aceh Barat Daya (Studi kasus di kantor Pelayanan Perizinan Terpadu);Bureaucratic Accountability The Public Administration Service Southwest Aceh District (Case Study on the Integrated Licensing Service Office) Iqram Iqram; Taqwaddin Husin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

  ABSTRAK  Kantor Pelayanan Perizina Terpadu merupakan lembaga daerah yang berfungsi memberikan pelayanan Izin Usaha kepada masyarakat. Namun kondisi pelayanan publik di Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Aceh Barat Daya masih mengecewakan. Kinerja Pegawai di Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Aceh Barat Daya masih kurang efektif dan efisien dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dikarenakan pegawai Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu belum menerapkan konsep keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Akuntabilitas Birokrasi Pelayanan Administrasi Publik di Kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh  melalui penelitian lapangan dan kepustakaan. Penelitian lapangan dilakukan melalui wawancara dan informan, sedangkan data kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku, skripsi, jurnal dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pelayanan Publik yang diberikan oleh Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu masih kurang efektif dan efisien. Diharapkan pihak Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu dapat memberikan pelayanan yang maksimal sehingga masyarakat puas dalam menerima pelayanan. Kata Kunci : Kinerja, Kendala dalam pengurusan Izin Usaha.  ABSTRACT Office of Integrated Services licencing the local institutions is a serves to provide services business license shown to society. But conditions in the Public Service Integrated Licensing Services Office of Aceh Barat Daya district is still disappointing. Performance Employees in the Integrated Licensing Service Office Southwest Aceh District Still Less Effective and efficient workmanship provide services shown to the hearts' of society, due to employees of the Office of Integrated Licensing Services Verifying yet checklists Justice concept. Singer study aims to find out how the review Bureaucratic Accountability in Public Administration Services in Southwest Aceh District. Singer Research using qualitative methods. The through field research and literature. Field research was conducted through interviews and informants, while the literature result do with book How to read, theses, journals and legislation relates with Singer Research. Results showed that the public service that was provided by the Office of Integrated Licensing Services Still Less Effective and efficient process. Expected Integrated Licensing Services Office parties can be to provide maximum service to society satisfed hearts receive services. Keyword: Performance, constraints in the management of business license. 
Eksistensi Rapa'i Daboih Dalam Nilai-Nilai Budaya Lokal Heru Yuliandi Miraza; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAKRapa’i Daboih merupakan salah satu tari seni budaya yang memakai alat musik menyertai Rapa’i dan berada di Aceh Selatan. Geliat eksistensi dari Rapa’i Daboih di kalangan pemuda saat ini terasa pudar, hal ini dikarenakan kurangnya minat muda-mudi untuk terus meningkat dan melestarikan budaya lokal, terbentuklah Klub Rapa’i Daboih di Tapaktuan yaitu Klub Naga Selatan yang pada waktu itu para pemuka agama merasa risih akibat dengan munculnya budaya modern/asing. Sehingga alternatif mereka memunculkan kembali budaya lokal dan berpengaruh bagi nilai-nilai sosial budaya masyarakat. Tujuan Penelitian untuk mengetahui eksistensi Rapa’i Daboih di Tapaktuan khususnya Gampong Batu Itam dan Peranan Klub Naga Selatan dalam menjaga nilai-nilai budaya lokal. Teori Fungsionalisme Struktural menganggap bahwa masyarakat sebuah kesatuan sosial yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan dan saling menyatu untuk mencapai sebuah kesinambungan, Talcolt Parson yang dimulai dari empat fungsi penting, yaitu AGIL. Bahasan skema empat fungsi ini diperlukan semua sistem agar tetap bertahan fungsi tersebut Adaptation (Adaptasi), Goal Attainment (Pencapaian Tujuan), Integration (Integrasi), Latency (Latensi). Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil Penelitian yang didapatkan eksistensi Rapa’i Daboih di Gampong Batu Itam untuk pelestarian budaya lokal, perlunya Klub Rapa’i Daboih supaya ada re-generasi dan mampu mengatasi pengaruh dari budaya luar/asing yang dapat merusak tatanan budaya lokal dan peranan Klub Naga Selatan sebagai Klub yang meneruskan dan mewariskan perkembangan seni Rapa’i Daboih di Gampong Batu Itam, Tapaktuan serta pemuda berperan sebagai pewaris generasi dalam menjaga kelestarian Rapa’i Daboih. Jadi perkembangan eksistensi Rapa’i Daboih juga perlunya intesitas kegiatan-kegiatan seni supaya penampilan eksistensi Rapa’i Daboih terus berjalan serta para pemuda bisa meningkatkan kekompakkan untuk mempelajari dan melatih tentang seni budaya lokal. ABSTRACT Rapa’i Daboih is one of traditional dance which use Rapa’i traditional music instrument as the main instrument. The existence of Rapai Daboih in youth generation is slowly decreases. This problem occurs due to the lack of interest of youth generation to conserve and maintain their traditional culture. Because of this effort the Rapa’i Daboih group of  Tapaktuan which is called Naga Selatan Group was formed. Another reason which initiates the forming of Naga Selatan Group is the awareness of religionist toward the effect of modern culture which has been existed in the last few years. As alternative they keep maintaining their traditional culture. The aim of this research is to object the existence of Rapa’i Daboih in Tapaktuan especially Gampong Batu Itam and the function of Naga Selatan Group in maintaining the value of traditional culture. Structural Functionalism Theory said that public is the social association consists of one part to another part that related each other to reach the balance harmony. Talcott Parsons starts that theory from four basic functions which is called AGIL. The four important functions are needed to all the systems. These four basic functions are Adaptation, Goal Attainment, Integration, Latency.  The method of this research is by using the qualitative descriptive method. The data collection techniques which used are observation, interview and documentation. The result of this research is that the existence of  Rapa’i Daboih group in Gampong Batu Itam needs to be preserved so that the youth generation will against the effect of modern culture which potentially ruins the value of traditional culture and Naga Selatan group function will be the traditional group that bequeath towards the youth generation. The existence of  Rapa’i Daboih through art exhibitions need to be frequently showed up so that the Rapa’i Daboih will continue to show up to gain and attract the youth generation interest about the traditional art culture.
Pemanfaatan Hutan Sebagai Lahan Peternakan oleh Masyarakat Wildayana Wildayana; Bukhari, MHSc Bukhari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAKHutan adalah sumber daya alam yang besar manfaatnya terhadap aspek kehidupan masyarakat, manfaat tersebut dapat mensejahterakan masyarakat apabila dikelolah dengan baik. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan hutan sebagai lahan peternakan oleh masyarakat di Kemukiman Lampanah, yang terdiri dari Gampong Beruenut, Ujong Mesjid, Leungah, Meunasah Ujong Mesjid dan Lampanah). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah perubahan sosial Robert Marisson Mac Iver. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara semi terstruktur sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersedian kawasan hutan sebagai lahan peternakan mengalami sengketa tapal batas dengan kawasan hutan HTI (Hak Tanaman Industri), rumput sebagai sumber pakan hewan ternak di kawasan hutan mongering apabila musim kemarau tiba. Modal dan bibit hewan ternak yang diperoleh masyarakat rata-rata berasal dari sistem mawah, sedangkan proses untuk mengakses kawasan hutan sebagai lahan peternakan oleh masyarakat dibagi menjadi dua pola, yaitu jika masyarakat peternak pribadi bukan kelompok tidak harus melakukan kesepakatan dan perizinan kepada stake holder, namun jika masyarakat peternak kelompok, baik peternak kelompok masyarakat maupun Badan Usaha Milik Gamppong (BUMG) harus melakukan kesepakatan dan perizinan kepada stake holder. Alat dan teknologi yang digunakan dalam proses beternak masih bersifat sistem tradisional serta masyarakat mendapatkan ilmu pengetahuan peternakan secara turun-temurun atau ortodidak. Untuk melestarikan dan mengelola hutan, masyarakat dan stake holder membuat sebuah nilai dan norma, yaitu Qanun dan terdapat adat istiadat seperti kenduri binatang ternak. Dalam hal ini, masyarakat telah mengalami perubahan nilai dan pola pikir tentang peternakan, masyarakat tidak lagi berpikir jika beternak adalah mata pencaharian untuk bertahan hidup, namun masyarakat sudah berpikir kalau mengarahkan anak dan cucunya ke arah pendidikan itu lebih baik, daripada harus mengikuti orang tuanya sebagai peternak. Kata Kunci : Pemanfaatan, Hutan, Peternakan, Masyarakat. ABSTRACTFores is a natural energiresulce which have a big adventage to our life aspect, that adventages can prosperous the people if can manage well. Therefore, this research is aim to describe forest profit as a ranch area by the people in Lampanah Village, which Consist of GampongBeurenut, Ujung Mesjid, Leungah, Menasah Ujung kepuela, and Lampanah. The teory which used in this research is a social alteration ByrobertMarrison Mac Iver. This research method is used discriputivekualitative approach by doing struktural interview as a techinique the quailability of forest area as a ranch area are conduce  to legal action of animal livestock in forest area had been dried if dry seasons comes. The livestock seen and finance which people gets are come from the mawah system. Meanwhile, the process to acsess a ranch area as a people livestock are conclude into two types, that is if not the personal ranch community doesn’t have to make a deal and make a permit to a stoke holder, however if the people of the ranch community, is it people in the ranch community or village communittee have to make a deal and a permit to a stoke holder. The tools and technology which area used in the breed process are still identifying in traditional system and the people also get a livestock sciencefor generations or by ortodidak. To consurve and manage forest, the people and stoke holder make a valve and costums and traditions like liestock animal kenduri. In this part, the people wes felt in value change and think the ways about livestock, the people doest’tthaught if being a lielihood breed to be survive anymore. Howaver, the people was thought to give direction to their child and grandchild into a better aducation then following their parents as a livestock.  Keywords: UntilizatioForest, Livestock, Society. 
Kebijakan Pemerintah Kabupaten Pidie dalam Perbaikan Tata Ruang di Wilayah Kecamatan Kota Sigli;The Policy Made By The Government Of Pidie Regency In Restoring Spatial Planning Of Kota Sigli Sub-District Rizki Zaufan; Zainal Abidin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Kondisi tata ruang Kecamatan Kota Sigli selama ini masih banyak permasalahan yang mengesankan wilayah ibukota dari Kabupaten Pidie tersebut belum maju dalam hal pengembangan kawasan tata ruangnya.Terbukti  dengan masih banyaknya pedangang kaki lima yang berjualan di sembarangan tempat, kawasan pasar yang masih belum teratur,masih banyaknya bangunan illegal, masih kurangnya perawatan terhadap taman-taman kota dan masih banyak masalah lainnya. Penelitian ini diperoleh melalui penelitian lapangan yang dilakukan melalui wawancara informan dan dokumen-dokumen penting dari instansi terkait yang mengawasi masalah tata ruang di wilayah Kecamatan Kota Sigli dan penelitian kepustakaan dilakukan dengan membaca buku teks, peraturan perundang-undangan dan bahan-bahan bacaan lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Kabupaten Pidie telah melahirkan beberapa kebijakan terkait dengan masalah perbaikan tata ruang ini. Hadirnya kebijakan pemerintah Kabupaten Pidie dalam bentuk qanun nomor 5 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) merupakan terobosan baru yang diharapkan mampu menyelesaikan masalah tata ruang yang ada di Kecamatan Kota Sigli. Selanjutnya pembentukan tim terpadu dan pembuatan master plan Kota Sigli menjadi terobosan pemerintah dalam hal pembangunan kawasannya. Namun terdapat beberapa kendala pemerintah dalam mengimplementasi beberapa kebijakan tersebut diantaranya belum tersusunnya rencana detail tata ruang, anggaran yang terbatas, dan kedasaran dari masyarakat yang masih rendah dalam menjaga lingkungan kawasan perkotaan. Diharapkan pemerintah Kabupaten Pidie terus berupaya memaksimalkan penerapan kebijakan terhadap perbaikan tata ruang yang ada di wilayah kecamatan Kota Sigli.Kata Kunci : Kebijakan Pemerintah, dan Tata Ruang KotaABSTRACT Conditions spatial Sigli City District for this is still many problems that impressive areas of the capital of Pidie District has not advanced in terms of regional development layout ruangnya.Terbukti with still many street merchants who sell at arbitrary place, the area is still not a regular market, there are still many illegal buildings, the lack of maintenance of city parks and many other problems. This research obtained through field research conducted by interviewing informants and important documents from the relevant agencies that oversee the problem layout in the District of Kota Sigli and library research done by reading textbooks, legislation and materials other reading related with this research. The results showed that the government of Pidie District has spawned several policy issues related to the improvement of this space. The presence of government policies Pidie district in the form of Qanun No. 5 of 2014 on Spatial Planning (RTRW) is a new breakthrough that is expected to resolve the spatial problem in the district town of Sigli. Furthermore, the establishment of a unified team and manufacture Sigli City master plan to be a breakthrough in terms of the development of the region government. But there are several obstacles the government to implement some of these policies of which have not been drafting detailed spatial plan, a limited budget, and kedasaran of society which is still low in protecting the environment of urban areas. Pidie regency government is expected to continue to maximize the application of policies towards the improvement of existing space in the districts of Kota Sigli.Keywords: Government Policy and Urban Spatial
Pengaruh Price Discount Framing Terhadap Keputusan Wanita Membeli Produk Pakaian Wanita di Suzuya Mall, Setui Banda Aceh Rouzatul Ikhwani; Nur Anisah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

abstract Bahsa IndonesiaPenelitian ini berjudul “Pengaruh Price Discount Framing Terhadap Keputusan Wanita Membeli Produk Pakaian Wanita di Suzuya Mall, Setui Banda Aceh”. Tujuannya untuk mengetahui apakah price discount framing berpengaruh terhadap keputusan wanita dalam membeli produk pakaian wanita di Suzuya Mall, Setui Banda Aceh dan seberapa besar pengaruhnya terhadap keputusan wanita dalam membeli produk pakaian. Dalam penelitian ini variable (X) yaitu price discount framing dan variabel (Y) yaitu keputusan pembelian. Penelitian ini dilakukan di Suzuya Mall, Setui Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu wanita yang berbelanja produk pakaian wanita di Suzuya Mall, Setui Banda Aceh yang berjumlah 1000 orang dan sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 87 orang responden. Sampel didapat berdasarkan teknik penarikan sampel Purposive Sampling.Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori AIDDA yang digunakan untuk melihat unsur-unsur minat konsumen dapat terbentuk. Data primer dalam penelitian ini yaitu kuesioner dengan menggunakan skala Likert sebagai skala pengukuran data. Data dalam penelitian ini diolah secara statistik dengan menggunakan program SPSS versi 21.00 yaitu dengan menguji validitas dan reliabilitas, regresi linear sederhana, uji t-hitung, serta menjelaskan kuesioner secara eksplanatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai thitung 8,090 dengan tingkat signifikansi 0,000. Nilai ttabel pada α = 5% adalah 1,988. Berdasarkan criteria uji hipotesis yaitu thitungttabel (8,0901,988) dengan nilai signifikansi (kurang dari 0,05) maka Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Price Discount Framing berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian di Suzuya Mall Banda Aceh. Kata Kunci:    Price Discount Framing,Keputusan Pembelian, abstract bahsa inggrisThis study is entitled " The Influence of Price Discount Framing on women’s purchase decision to buy women's clothing products at Suzuya Mall, Setui Banda Aceh". The aimed of this study is to find out is there any effect of the price discount framing on women's decision and how vast the influence to buy women's clothing products in Suzuya Mall, Setui Banda Aceh. In this study variable (X) is a price discount of framing and variable (Y) is a buying decision. The research was conducted atSuzuya Mall, Setui Banda Aceh. The approach that used in this study is a quantitative approach with explanation method. The population in this study is women customers who shop for women's clothing products in Suzuya Mall, Setui Banda Aceh totaling 1000 people, and divided to 98 people as sample with 87 collected respondent.  The sample is obtained by purposive sampling technique and the theory used in this research is AIDDA theory to observe the formed of essentials consumer interest. The data was statistically processed using SPSS version 21.00 to testify the validity and reliability, simple linear regression, t test calculated, and explaining the questionnaire with explanative text. Based on the results of this study it can be concluded that the hypothesis testing results obtained t value 8,090 with a significance level of 0.000. T table value at α = 5% is 1,988. Based on the hypothesis that the test criteria t t table (8.090 1.988) with significant value (less than 0.05), the Ha is accepted. Then, it can be concluded that the variable Price Discount Framing is positively influenced the purchase decisions in Suzuya Mall Banda Aceh.Keywords: price discount framing, purchase decision,