cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 19072937     EISSN : 26204053     DOI : -
Core Subject : Health,
The articles of this journal are published every six months, that is on January and August (2 issues per year), and developed by the Master Program of Health Promotion, Faculty of Public Health, Diponegoro University
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Volume 12, No. 1, Januari 2017" : 10 Documents clear
Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Ibu Hamil Dalam Merencanakan Persalinan Untuk Pencegahan Komplikasi Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandarharjo Kota Semarang Murdiati, Ari; Jati, Sutopo Patria
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.829 KB) | DOI: 10.14710/jpki.12.1.115-133

Abstract

ABSTRAKData kematian maternal yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Semarang  tahun 2012 menunjukkan bahwa Puskemas Bandarharjo menempati urutan teratas sepanjang tahun 2009-2012. Salah satu upaya terobosan untuk percepatan penurunan AKI adalah Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dengan stiker. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, jenis penelitian explanatory research, dengan rancangan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan ibu hamil yang memiliki perencanaan persalinan tidak baik sebanyak 62,2%, sedangkan ibu hamil yang memiliki perencanaan persalinan baik hanya 37,8%. Enam variabel yang berhubungan secara statistik  signifikan yaitu paritas, pengetahuan ibu hamil, sikap ibu hamil, ketersediaan sarana dan prasarana, dukungan suami, dan dukungan petugas kesehatan. Variabel yang paling dominan berpengaruh adalah dukungan suami (OR=7,037). Hal ini berarti bahwa dukungan suami dalam program perencanaan persalinan yang baik memungkinkan ibu hamil memiliki perencanaan persalinan yang baik 7,037 kali dibanding dengan dukungan suami yang kurang.Kata Kunci :  Perilaku, Ibu hamil, P4K Analysis of Factors Related to the Behavior of Pregnant Women in Planning Labor for Prevention of Complications in the Working Area of Puskesmas Bandarharjo Kota Semarang. Maternal mortality data from Semarang City Health Office in 2012 showed that Puskesmas Bandarharjo was the top ranks throughout 2009-2012. One ground breaking effort to accelerate the decline of AKI is Childbirth Program Planning and Prevention Complications (P4K) with stickers. This study is a quantitative study with explanatory research, with a design using cross-sectional study. the results of the univariate analysis suggests that pregnant women who have a good labor planning as much as 37,8 %. While the pregnant women, who have a birth plan not good is only is. The results of bivariate analysis using the statistical test Chi-Square shows there are six variables significantly associated: parity, maternal knowledge, maternal attitudes, availability of facilities and infrastructure, husband support, and support for health workers. The most dominant variable is the support of the husband (OR = 7,037). This means that the support of her husband in a good birth planning program allows pregnant women has good labor planning 7,037 times compared with less support husband.Keywords: Behavior, Pregnancy, P4K
Pengembangan Media Film Sebagai Upaya untuk Menyadarkan Ibu Hamil Mengenai Pentingnya Tes HIV Ratih Indraswari
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1407.079 KB) | DOI: 10.14710/jpki.12.1.13-24

Abstract

WHO memperkirakan bahwa setiap harinya terdapat 1.600 anak-anak yang terinfeksi HIV, atau sekitar 600.000 infeksi HIV baru tiap tahun di seluruh dunia. Penularan melalui perinatal adalah cara penularan yang paling umum terjadi pada anak-anak. Lebih dari 90% kasus AIDS pada anak ditularkan melalui ibunya yang terinfeksi HIV. Sedangkan tes HIV sebagai satu-satunya cara menegakkan diagnosis infeksi HIV belum banyak diketahui ibu-ibu hamil. Sumber informasi mengenai hal ini pun masih sulit ditemui. Pemakaian media audiovisual terbukti sangat efektif dalam menyampaikan pesan. Selain paparan yang luas karena dapat ditayangkan melalui TV, film sebagai media audiovisual juga dinilai lebih menarik.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media promosi kesehatan berupa film untuk menyadarkan ibu hamil mengenai pentingnya tes HIV. Penelitian ini mencakup tahapan analisis kebutuhan media informasi dan pengembangan media. Pada tahap analisis kebutuhan media menggunakan metode review literatur (2 penelitian, 2 buku ilmiah, 3 jurnal ilmiah) dan hasil pretest diperoleh dari wawancara perseorangan. Sasaran adalah ibu-ibu hamil yang merupakan ibu rumah tangga beresiko tinggi tertular HIV, tinggal di daerah rural, berpendidikan 9-12 tahun, dan tingkat sosial ekonomi menengah. Film yang diproduksi berjudul “Status” bercerita mengenai seorang suami yang gigih mencari tempat tes HIV untuk istrinya yang sedang hamil. Sebelumnya, rancangan skrip film telah dilakukan ujicoba dan perbaikan sesuai dengan hasil pretest yang didiskusikan dengan para ahli. Film dapat ditayangkan di RS, Puskesmas, Posyandu dan saat melakukan penyuluhan.The World Health Organization estimates that, every day, about 1600 children is infected with HIV, or there are about 600,000 new infections annually in children throughout the world. Perinatal HIV transmission is the most common route of HIV infection in children. It is now the source of more than 90% of all AIDS cases in children. HIV test, as the only way for make sure the diagnosis, is less known by pregnant women. Information sources are also difficult to get. Using audiovisual in sending message is effective. It’s huge in reaching people and very interesting as well.This research was aimed to develop movie for pregnant women to aware with HIV test. Literature review (2 researches, 2 scientific books, 3 journal) method was used to analyze information media need. Pretest was conducted by personal interview. The population of this research was pregnant women with high HIV infection risk who are housewives, lived in rural area, 9-12 study years, and middle socio economic level. The movie titled “Status” which is story a husband who not to yield in finding HIV testing place for his pregnant wife. Before, script was pretested, discussed and revised for betterment product. Film can be played in hospital, health center, and HIV socialization as well.
Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang PHBS Tatanan Rumah Tangga (ASI Eksklusif) Di Kabupaten Sambas melalui Media Leaflet Berbahasa Daerah Damayanti, Ria; Shaluhiyah, Zahroh; Cahyo, Kusyogo
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.046 KB) | DOI: 10.14710/jpki.12.1.1-12

Abstract

Peran media promosi kesehatan sangat penting dalam perubahan perilaku yang positif terhadap kesehatan. Media promosi kesehatan yang baik adalah yang melihat tingkat kebutuhan masyarakat, sedangkan media promosi kesehatan yang ada di Kabupaten Sambas masih bersifat sentralistik dan belum berbasis pada kebutuhan masyarakat setempat. Leaflet berbahasa daerah diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan Rumah Tangga khususnya pada indikator ASI Eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh media leaflet berbahasa daerah terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap tentang PHBS tatanan rumah tangga (ASI eksklusif) di Kabupaten Sambas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan quasy experimental rancangan non equivalent control group, juga dilengkapi metode kualitatif berupa need assessment dan uji coba (pretesting) untuk pengembangan media leaflet. Penentuan sampel menggunakan tekhnik purposive sampling sebanyak 60 ibu rumah tangga yang terdiri dari masing-masing 20 ibu rumah tangga pada tiga kecamatan di Kabupaten Sambas. Hasil peneltian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan (p value < 0,001) dan sikap (p value < 0,001) yang signifikan antara sebelum dan setelah perlakuan, dimana peningkatan pengetahuan dan sikap pada kelompok perlakuan dengan menggunakan media leaflet berbahasa daerah lebih tinggi dibanding dengan kelompok perlakuan dengan media leaflet berbahasa Indonesia dan kelompok tanpa perlakuan (kontrol).A good promotion media is one that considers each community’s need. Leaflet using local language is expected to increase the knowledge and attitude of mothers about household clean and healthy lifestyle behaviors, especially exclusive breastfeeding indicators. The purpose of this study was to analyze the influence of local-language leaflets media to increase knowledge and attitudes about living a clean and healthy behaviors in order household (exclusive breastfeeding) in Sambas district. This study uses a quantitative method, Using quasi-experimental with a non-equivalent control group design and qualitative method with needs assessment and testing (pretesting). Samples are chosen using a purposive sampling technique, which consisted of 60 housewives which are divided into 20 housewives for each three districts in Sambas. The Result show that there are higher increased knowledge and attitudes in the group treated with the use of local language leaflet. 
Perbedaan Komunikasi Terapeutik Perawat Di Ruang Rawat Inap RS Pemerintah Dan RS Swasta Fitria, Nova; Shaluhiyah, Zahroh
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.611 KB) | DOI: 10.14710/jpki.12.1.43-61

Abstract

Dengan adanya kesetaraan peran rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia, maka setiap rumah sakit harus memberikan pelayanan yang baik dan berkualitas. Perawat merupakan bagian dari SDM Rumah Sakit yang memberikan pengaruh cukup besar terhadap kualitas pelayanan. Pelaksanaan asuhan keperawatan yang baik tidak dapat dipisahkan dari peran komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh perawat yang juga merupakan salah satu upaya peningkatan pelayanan kepada pasien. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat di RS Pemerintah dan di RS Swasta, dimana pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat di RS swasta lebih baik. Faktor-faktor yang berhubungan secara signifikan dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat di RS Pemerintah dan di RS Swasta adalah sama, yaitu variabel kepuasan kerja, motivasi kerja, iklim kerja, dukungan teman kerja dan dukungan kepala ruang. Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kepatuhan perawat di RS Pemerintah dalam melaksanakan komunikasi terapeutik adalah motivasi kerja (OR 36,866); sedangkan di RS Swasta adalah dukungan kepala ruang (OR 28,598). Perbedaan yang bermakna antara RS Pemerintah dengan RS Swasta nampak pada variabel: umur, masa kerja, sikap, kepuasan kerja, motivasi kerja, iklim kerja, dukungan teman kerja, dukungan kepala ruang, dan pelaksanaan komunikasi terapeutik itu sendiri.Quality role of government hospitals and private hospitals in improving the quality of health services in Indonesia, causing every hospital should provide a good service and quality. Nurses are part of hospital human resource that considerable influence on the quality of service, and the implementation of good nursing care can not be separated from therapeutic communication. the optimal implementation of therapeutic communication by nurse is one of the efforts to improve services to the patients. The type of this research was quantitative with cross-sectional study.The results showed a significant differences in the implementation of nurses therapeutic communication between public hospitals and private hospitals, where the implementation of nurses therapeutic communication in private hospital are better. Associated factors significantly with the implementation of nurses therapeutic communication in public hospitals and in private hospitals are the same, the variables are job satisfaction, work motivation, work climate, coworkers support and head of ward support. The most dominant factor that affects the compliance of nurses in government hospitals in implementing therapeutic communication is work motivation (OR 36.866), while in private hospitals is head of ward support (OR 28.598). Significant differences between the government hospitals and private hospitals appears on variables: age, period of work, attitude, job satisfaction, work motivation, work climate, coworker support, head of ward support, and the implementation of therapeutic communication itself.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pemakaian Kondom Konsisten Saat Melakukan Hubungan Seksual Pada Laki-Laki Pengguna Napza Stimulan Di Kota Semarang Handayani, Ratna Dewi; Shaluhiyah, Zahroh; Cahyo, Kusyogo
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.028 KB) | DOI: 10.14710/jpki.12.1.134-137

Abstract

ABSTRAKPenelitian pencegahan penularan IMS dan HIV/AIDS melalui hubungan seksual pada pengguna napza suntik yang dilakukan oleh Pusat penelitan Unika Atmajaya menjelaskan bahwa penasun menyadari bahwa menggunakan kondom saat berhubungan seksual merupakan pencegahan terbaik, tetapi penggunaan kondom secara konsisten baru mencapai 19-40% dan dilakukan hanya pada pasangan komersial, sedangkan pada pasangan tetap tidak dilakukan. Pada penelitian ini subyek penelitian dikhususkan pada pengguna napza stimulan mengingat efek yang ditimbulkan salah satunya adalah peningkatan gairah seksual dan perilaku seksual bebas, tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pemakaian kondom konsisten saat melakukan hubungan seksual pada laki-laki pengguna napza stimulan  di kota Semarang.   Penelitian dilaksanakan dengan metode kuantitatif-explanatory research pendekatan cross sectional kepada seluruh pengguna napza stimulan yang ada dikota Semarang- dibawah binaan HR LSM Graha Mitra.Hasil penelitian menunjukkan 43 orang responden pengguna shabu-sabu dan extacy dimana 36 diantaranya hanya menggunakan extacy saja.  Mereka menggunakan kondom secara konsisten 55.8%, dan tidak menggunakan kondom secara konsisten sebanyak 44.2%. Analisis bivariat penelitian bermakna pada sikap, persepsi manfaat, persepsi kemampuan diri, dan dukungan pasangan seksual. Sedangkan penelitian tidak bermakna pada karakteristik (umur, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, tempat tinggal, status HIV, pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, keterjangkauan akses kondom dan ketrampilan pemakaian kondom.  Analisis multivariat memperlihatkan adannya pengaruh variabel independen kepada variabel dependen yaitu sikap dan dukungan pasangan seksual dengan probabilitas penggunaan kondom secara konsisten pada pengguna napza stimulan 13.9%. Kata Kunci: Perilaku, Kondom Konsisten, Napza stimulant. Factors That Affect The Behavior Of Consistent Condom Use During Sexual Intercourse On A Male Stimulant Drugs Users In The City Of Semarang: Research on the prevention of the transmission of STI and HIV/AIDS through sexual intercourse on people who use drugs by injection the study centre Unika Atmajaya explained that IDU’s realized that using condoms during sexual intercourse is the best prevention, but condom use is consistently achieving new 19-40% and is done only on the commercial, while couples on couples still isn't done. On the research subject of research is devoted to users who use drugs stimulants given effect posed one is an increase in sexual arousal and sexual behaviour, the research objectives knowing the factors that affect the behavior of consistent condom use during sexual intercourse on a male stimulant drugs users in the city of Semarang. Research carried out by quantitative methods-explanatory research approach of cross sectional to all users who use drugs stimulants that exists in the city of Semarang-under the patronage of HR NGOS Graha Mitra.The results showed 43 people respondents shabu shabu users sabu and extacy where 36 of them only use the extacy only. They use condoms consistently 55.8%, and not using condoms consistently as much of 44.2%. Analysis of meaningful research on bivariat attitude, perception, perception of the ability of self benefit, and support sexual partners. While the research does not mean on the characteristics (age, education, occupation, marital status, place of residence, HIV status), knowledge, perception, perception of the severity of the vulnerability, the affordability of access condoms and condom use skills. Multivariate analysis shows that influence the dependent variable to the independent variable i.e. attitude and sexual partner support with a probability of use condoms consistently on people who use drugs stimulants 13.9%.Key Words; behavior, Condom Consistently, stimulant Drugs
Stigma Masyarakat Terhadap ODHA Di Kota Kupang Provinsi NTT Hati, Konstantinus; Shaluhiyah, Zahroh; Suryoputro, Antono
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.767 KB) | DOI: 10.14710/jpki.12.1.62-77

Abstract

Menurut UNAIDS 2006 jumlah ODHA di dunia mencapai 39,4 juta, dewasa 37,2 juta, dan anak-anak <15 tahun 2,3 juta. Survey jaringan kerja ASIA-PASIFIK 2006 bahwa ODHA mengalami stigma dan diskriminasi dalam masyarakat sebesar 5-95%. Survey BPS 2009 bahwa ODHA mengalami stigma dan diskriminasi dalam masyarakat sebesar 50-80%. Di NTT sejak tahun 1997-2013, menurut KPA NTT ODHA yang meninggal 443 orang dan yang ditolak keluarga ada 8 orang. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap stigma yang diberikan masyarakat terhadap ODHA di Kota kupang. Metode: deskriptif survey analitik research pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross secsional. Melakukan wawancara terhadap 382 Kepala Keluarga. Analisis data menggunakan uji univariat, bivariat dan multivariate. Hasil menunjukan terdapat 56,0% stigma rendah dan 44.0 % stigma tinggi terhadap ODHA.  Variabel yang berpengaruh terhadap stigma masyarakat terhadap ODHA yaitu Pengetahuan, persepsi tentang HIV-AIDS dan sikap KK, sikap keluarga besar, sikap tetangga, sikap tenaga kesehatan dan sikap tokoh masyarakat terhadap ODHA dengan tingkat probabilitas memberikan stigma terhadap ODHA sebesar 81.72%.According to UNAIDS 2006 that PLWHA in the world reached 39.4 million, 37.2 million adults and children <15 years 2.3 million. ASIA-PACIFIC network survey in 2006 that PLWHA experience stigma and discrimination in the family, community and in health care by 5-95%. BPS Research in 2009 that PLWHA experience stigma and discrimination within the family, community, neighbors, workplaces and health care by 50-80%. NTT since 1997-2013, according to NTT KPA PLWHA who have died and 443 people were rejected by the family of 8 people. The aim of this study was to know about factors that influence a given society stigma against PLWHA in Kupang City. The method of this research is Analitic survey descriptive quantitative approach with cross secsional design. Conducted interviews with 382 head of familys. Analysis of test data using univariate, bivariate and multivariate. The results shows that here are 56,0% low stigma and 44.0% high stigma to PLWHA. The variables to determinant on the community stigma to PLWHA are Knowledge, perceptions about HIV/AIDS, the head of family attitudes, the big family attitude, the neighbor attitude, the attitude of health professionals, attitude of community leaders among PLHIV  with a probability level of stigma towards PLWHA by providing 81.72%.
Perilaku Kepatuhan Perawat Melaksanakan SOP Terhadap Kejadian Keselamatan Pasien di Rumah Sakit X Kendari Pagala, Iriyanto; Shaluhiyah, Zahroh; Widjasena, Baju
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.924 KB) | DOI: 10.14710/jpki.12.1.138-149

Abstract

Keselamatan pasien adalah pasien bebas dari cedera yang tidak seharusnya terjadi atau bebas dari cedera yang potensial akan terjadi (penyakit,cedera fisik/sosial psikologis, cacat, kematian) terkait dengan pelayanan kesehatan. Di Rumah Sakit X Kendari  data kejadian keselamatan pasien pada tahun 2012 terdiri dari  kesalahan dalam pemeriksaan laborat,  pasien jatuh, salah pemberian seri kolf darah, pasien terbentur, salah dalam pemberian obat, kasus kematian pasien. Berdasarkan penentuan perioritas masalah yang akan di teliti yaitu pasien jatuh dari tempat tidur. Salah satu penyebabnya yaitu kurang patuhnya perawat dalam melaksanakan SOP resiko pasien jatuh. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa faktor yang berhubungan antara karakteristik, pengetahuan, sikap, presepsi dukungan supervisior, presepsi dukungan sesama perawat, kenyamanan tempat/unit kerja dengan prilaku kepatuhan perawat dalam melaksanakan SOP resiko pasien jatuh terhadap terjadinya kejadian keselamatan pasien di Unit Rawat Inap Rumah Sakit X Kendari. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Explanatory Research dengan rancangan Cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 134 perawat ruang rawat inap. Hasil penelitian menunjukan terdapat 4 variabel yang berhubungan yaitu pengetahuan (p= 0,005), sikap (p = 0,035), persepsi dukungan supervisior (p= 0,000), persepsi dukungan sesama perawat (p= 0,003) dan faktor yang paling dominan berhubungan adalah persepsi dukungan supervisior (OR = 5,504).The safety of patients were free of injury that is not supposed to happen or free from potential injury will occur (disease, physical injury / social psychological, disability, death) associated with health care. Hospital X Kendari patient safety event data in 2012 consisted of errors in laboratory examination, patient falls, one giving blood kolf series, patient knock, one in drug delivery, patient death cases. Based on the determination of the issues to be priorities in carefully which patients falling out of bed. One reason is lack of nurses in implementing SOP obedient, patient risk falling. The purpose of this study was to analyze factors related to the characteristics, knowledge, attitudes, perception supervisior support, perception of peer support nurse, comfort / unit with the behavior of nurses in implementing SOP compliance risk of the patient fell against the occurrence of patient safety in the Hospital Inpatient Unit X Kendari. This type of research is Explanatory Research research with cross sectional design. The sample in this study amounted to 134 inpatient room nurse. The results showed there were four variables related to that knowledge (p = 0.005), attitude (p = 0.035), perception of support supervisior (p = 0.000), perception of peer support nurses (p = 0.003) and the most dominant factor is the perception of support supervisior (OR = 5.504).
Sikap Mempengaruhi Niat Berhenti Merokok pada Remaja SMA di Kota Bima Akmal, Dzul; Widjanarko, Bagoes; Nugraha, Priyadi
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.256 KB) | DOI: 10.14710/jpki.12.1.78-91

Abstract

Perokok dari kalangan remaja Indonesia terdiri dari 24,1% remaja pria dan 4,0% remaja wanita. Dari data WHO terhadap perokok di Indonesia memperlihatkan bahwa prevalensi perokok laki-laki jauh lebih tinggi dari pada perokok wanita. Angka perokok semakin meningkat, tetapi tanpa disadari bahwa banyak perokok memiliki keinginan untuk berhenti merokok. Intensi merupakan prediktor utama terjadinya perilaku. Intensi berhenti merokok merupakan penentu keberhasilan berhenti merokok pada siswa SMA.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor–faktor yang mempengaruhi niat berhenti merokok pada siswa SMA di Kota Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional study dengan jumlah populasi 2147 siswa didapatkan sampel penelitian 326 siswa. Penentuan sampel dengan teknik Proportional Random Sampling. Analisis statistik yang digunakan yaitu analisis univariat, analisis bivariate dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan hanya 16% responden yang memiliki niat yang kuat untuk berhenti merokok. Variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap niat berhenti merokok yaitu sikap (OR=3,516). Variabel yang berhubungan niat berhenti merokok adalah pengetahuan (p-value=0,043), sikap (p-value=0,002), norma subjektif (p-value=0,002), persepsi kontrol perilaku (p-value=0,002). Sekolah diharapkan mampu mendidik siswanya yang merokok dan memberi perhatian ekstra kepada siswa agar mampu memunculkan niat berhenti merokok dari dalam dirinya sendiri tanpa ada paksaan orang lain untuk berhenti merokok.Teen smokers from Indonesia ie 24.1% of boys and 4.0% of young women. Of the WHO data on smokers in Indonesia showed that the prevalence of male smokers is much higher than in female smokers. Smoking rates is growing, but without realizing that many smokers have a desire to quitting smoking. Intention is a major predictor of the behavior. Intention to quit smoking is the determinant of the success of quitting high school students.The purpose of this study is to analyze the factors that influence the intention to stop smoking in high school students in Kota Bima. This quantitative research using the croos sectional approach study with the population as much as the 2147 people and samples 326 respondents. Technique sampling is Proportional Random Sampling. The analysis used univariat, bivariat, multivariat analysis.
Respons Orang Hidup Dengan HIV AIDS (OHIDHA) Dalam Upaya Penanggulangan HIV AIDS di Kabupaten Sukoharjo dan Grobogan Ayu Maqfiroch, Arrum Firda; Shaluhiyah, Zahroh
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.174 KB) | DOI: 10.14710/jpki.12.1.92-114

Abstract

ABSTRAKPenanggulangan HIV AIDS membutuhkan keterlibatan dari berbagai pihak. Salah satu pihak yang terlibat adalah OHIDHA. OHIDHA merupakan anggota keluarga yang hidup bersama ODHA dan memberikan dukungan kepada ODHA. Stigma di Kabupaten Sukoharjo dan Grobogan masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang menentukan respons OHIDHA dalam upaya penanggulangan HIV AIDS di Kabupaten Sukoharjo dan Grobogan.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan data kuantitatif melalui wawancara dengan kuesioner. Penelitian ini didukung dengan penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan data FGD. Jumlah responden adalah 92 OHIDHA, proporsi 50% dan selang kepercayaan 95%. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi, bivariat menggunakan Chi-Square dan multivariat menggunakan regresi logistik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan respons OHIDHA adalah hubungan dengan ODHA (p-value=0,001), lama hidup dengan ODHA (p-value=0,030), lama mengetahui status ODHA (p-value=0,001) dan sikap (p-value=0,005). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa sikap (p-value=0,006) merupakan variabel yang mempunyai pengaruh paling signifikan dibanding variabel lainnya.Kata Kunci : OHIDHA, respons, Grobogan, Sukoharjo Respons of People Living With HIV AIDS to Control HIV and AIDS in Sukoharjo and Grobogan District; Controlling HIV and AIDS requird the involvement of various sector. One of the sector involved is People Living With HIV AIDS (PLWHA).  PLWHA is a family member who lives with people living with HIV and provide support to people living with HIV. Stigma in Sukoharjo and Grobogan still high. This study aims to determine the factors that determine whether the PLWHA response in control to HIV and AIDS in Sukoharjo Grobogan. This research was a quantitative study with cross sectional approach. Quantitative data collection techniques through interviews with questionnaires . This research was supported by qualitative research with FGD. The number of respondents was 92 PLWHA, the proportion of 50% and 95% confidence interval . Analysis of the data using univariate analysis with frequency distribution, bivariate using Chi-Square and multivariate using logistic regression. The results showed that the variables related to the PLWHA response is a relationship with people living with HIV ( p = 0,001 ) , long life with people living with HIV ( p = 0.030 ) , longer know the status of PLWHA ( 0.001 ) and attitude ( p = 0.005 ). Multivariate analysis showed that the attitude (p value = 0,006) was a variable that has the most significant effect compared to other variables .Keywords : AIDS , response , Grobogan , Sukoharjo
Dukungan Pihak Lain Terhadap Praktik Mucikari dalam Upaya Penggunaan Kondom 100% pada WPS di Resosialisasi Argorejo Semarang Anitasari I.K, Tanjung; Shaluhiyah, Zahroh; Suryoputro, Antono
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.95 KB) | DOI: 10.14710/jpki.12.1.25-42

Abstract

Resosialisasi Argorejo merupakan resosialisasi terbesar di Kota Semarang, dan menjadi Resosialisasi percontohan di Indonesia. Terdapat program kondom 100% pada WPS di Resosialisasi Argorejo untuk mengendalikan penularan HIV melalui hubungan seksual tidak aman mengingat konsistensi penggunaan kondom 1 minggu terakhir pada WPS di Kota Semarang pada tahun 2013 adalah sebesar 55%. Berdasarkan hasil evaluasi KPA Kota Semarang, peran mucikari dalam program kondom 100% pada WPS masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap praktik mucikari dalam upaya penggunaan kondom 100% pada WPS di Resosialisasi Argorejo Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel adalah 144 orang yang diambil menggunakan total sampling. Analisa data secara univariat, bivariat dengan chi-square, dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan 50,7% mucikari melakukan praktik baik dalam mengupayakan penggunaan kondom 100% pada WPS. Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap praktik mucikari adalah dukungan LSM. Faktor yang menunjukkan ada hubungan yang bermakna dengan praktik mucikari adalah tingkat pendidikan, dukungan teman, dukungan petugas kesehatan, dan dukungan LSM. Dari penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa dukungan dari pihak LSM dapat meningkatkan praktik mucikari dalam upaya penggunaan kondom 100% pada WPS selain faktor tingkat pendidikan, dan masa kerja mucikari.Argorejo resocialization was the biggest resocialization in Semarang and as a model resocialization in Indonesia. Programme of 100% condom is being used to prevent HIV by means of the unsafe sexual transaction, and it considered of condom use by female sex workers in Semarang was only 55 %. Based on KPA Semarang evaluation, pimps practice of the 100% condom use programme was still less.Knowing the factors that influence pimps practice of 100% condom use by the FSW at Argorejo resocialization was the aims in this research. Quantitative method with cross sectional approach was used in this study. Pimps in this research as many as 144 pimps, and have been become the sample of the research with total sampling technique. Data has been analyzed by univariate, chi-square (bivariate), and logistic regression (multivariate analysis).The result showed that 50,7% pimps practices were good. NGO support was the main variable that has considerable influence on the pimps practice.  Variables which correlated toward pimps practice were education, support (friend, health provider, NGO). From this research, can be conclude that support from NGO can increase pimp’s practice besides.

Page 1 of 1 | Total Record : 10