cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL ANATOMI FISIOLOGI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 25276751     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Pada tahun 2016 secara resmi berganti nama menjadi Buletin Anatomi dan Fisiologi dengan p-ISSN 2527 6751, terbit pada bulan Agustus dan Maret oleh Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika. Buletin Anatomi dan Fisiologi diterbitkan secara on-line dan cetak.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2012): VOL XX, NOMOR 1, TAHUN 2012" : 6 Documents clear
Pengaruh Pemberian Vitamin C (asam askorbat) terhadap Kesegaran Bunga Krisan (Chrysanthemum sp) pada Kawasan Sentra Penghasil di Desa Ngasem, Kecamatan Jetis, Bandungan, Jawa Tengah Arisanti, Desi; Setiari, Nintya
BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA Vol 12, No 1 (2012): VOL XX, NOMOR 1, TAHUN 2012
Publisher : BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.471 KB) | DOI: 10.14710/baf.v12i1.4764

Abstract

Bunga Krisan (Chrysanthemum sp) merupakan salah satu jenis bunga potong yang popular dan banyak diminati oleh konsumen karena bentuk dan warnanya yang menarik serta ukuran yang bervariasi. Budidaya bunga krisan di Desa Ngasem merupakan mata pencaharian vital bagi petani karena sebagian besar bertanam bunga krisan. Permasalahan dalam budidaya bunga krisan potong yaitu penanganan pascapanen. Bunga yang dipotong, lama kesegarannya berkurang seiring menurunnya kandungan unsur hara dalam tanaman. Petani di Desa Ngasem mempertahankan kesegaran bunga potong krisan hanya direndam dalam air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penanganan pascapanen bunga potong krisan di Desa Ngasem dan mengetahui pengaruh pemberian vitamin C dalam larutan perendam (pulsing) sehingga dapat memperpanjang lama kesegaran bunga potong krisan. Perlakuan dalam percobaan adalah perbedaan komposisi larutan perendam bunga potong krisan, yaitu perlakuan P0 : larutan perendam berupa air 500 ml; perlakuan P1 : larutan perendam berupa campuran air 500 ml  dan  vitamin  C 100 ppm; perlakuan P2 : larutan perendam berupa campuan air 500 ml dan  vitamin  C 200 ppm. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktor tunggal.. Parameter yang diamati yaitu lama kesegaran bunga potong krisan. Berdasarkan uji F hasil pengamatan menunjukkan bahwa lama kesegaran bunga potong krisan tidak dipengaruhi oleh pemberian vitamin C dalam larutan perendam tetapi hanya dipengaruhi oleh air tanpa pemberian vitamin C. Perlakuan air sebagai kontrol (perlakuan P0) mampu mempertahankan lama kesegaran bunga potong krisan tertinggi, yaitu 14 hari. Perlakuan dengan pemberian vitamin C (P1 dan P2) hanya mampu mempertahankan lama kesegaran bunga potong krisan selama 12 hari.
PRODUKSI DAN KONSUMSI OKSIGEN TERLARUT OLEH BEBERAPA TUMBUHAN AIR Puspitaningrum, Mawar; Izzati, Munifatul; Haryanti, Sri
BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA Vol 12, No 1 (2012): VOL XX, NOMOR 1, TAHUN 2012
Publisher : BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.566 KB) | DOI: 10.14710/baf.v12i1.4765

Abstract

Konsumsi oksigen dalam ekosistem perairan merupakan problem disebabkan karena respirasi oleh tanaman, hewan, bakteri dan organisme lain. Tumbuhan air efektif meningkatkan kadar oksigen dalam air melalui proses fotosintesis. Akan tetapi, tumbuhan air berperan sebagai pengguna oksigen terbesar melalui respirasi. Pengetahuan produksi dan konsumsi oksigen oleh Hydrilla verticillata Royle, Ceratophyllum demersum, Eichhornia crassipes Solms, Salvinia molesta All, dan Lemna minor sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi dan konsumsi oksigen oleh tumbuhan air tersebut, serta mengetahui jenis yang paling potensial dalam mensuplai oksigen. Rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata produksi oksigen paling tinggi adalah Ceratophyllum demersum yaitu sebesar 0,9 mg/L, sementara paling rendah adalah Salvinia molesta All dengan rata-rata produksi oksigennya negatif yaitu -0,58 mg/L artinya spesies tersebut tidak memproduksi oksigen ke dalam air tetapi justru mengkonsumsi oksigen di dalam air. Konsumsi oksigen paling banyak oleh Hydrilla verticillata Royle sebesar 1,43 mg/L, yang paling rendah oleh Ceratophyllum demersum sebesar 0,12 mg/L. Jenis tumbuhan air yang paling potensial menghasilkan oksigen adalah Ceratophyllum demersum karena memproduksi oksigen paling banyak dan mengkonsumsi oksigen paling sedikit
Rendemen Minyak Atsiri dan Diameter Organ serta Ukuran Sel Minyak Tanaman Adas (Foeniculum vulgare Mill) yang Dibudidayakan di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga Kridati, Esti Meita; Prihastanti, Erma; Haryanti, Sri
BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA Vol 12, No 1 (2012): VOL XX, NOMOR 1, TAHUN 2012
Publisher : BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.763 KB) | DOI: 10.14710/baf.v12i1.4761

Abstract

Tanaman Adas (Foeniculum vulgare Mill.) memiliki banyak kegunaan karena minyak atsirinya banyak dimanfaatkan di bidang farmasi, kosmetik dan jamu. Di bidang farmasi minyak atsiri adas banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri minyak telon. Kualitas minyak atsiri dan pertumbuhan tanaman adas dipengaruhi oleh cara budiday dan habitat tumbuhnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji rendemen minyak atsiri dan pertumbuhan tanaman adas serta mengetahui presentase hara makro pada lahan penanaman adas di daerah Sumowono, Kabupaten Semarang dan Wates, Kota Salatiga.Sampel tanaman diambil dari lokasi budidaya di daerah Sumowono dan Wates, setiap daerah diambil 3 tanaman dengan 3 ulangan. Penyulingan minyak atsiri dilakukan melalui proses penyulingan air dengan menggunakan alat destilator Stahl. Pengamatan pertumbuhan tanaman adas dilakukan dengan cara mengukur diameter organ serta sel minyak. Diameter organ diukur dengan menggunakan kaliper, sedangkan sel minyak diukur dengan menggunakan mikrometer. Analisis data menggunakan Independent T – Test pada taraf kepercayaan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara rendemen minyak atsiri, diameter organ dan ukuran sel minyak tanaman adas di daerah Sumowono dan Wates. Rendemen minyak atsiri pada daun dan biji yang berasal dari daerah Sumowono yaitu 0,02 % dan 3,1 %. Ukuran diameter akar  yaitu 12, 5 mm, batang 15,83 mm, bunga 1,22 mm, buah 2,29 mm dan biji 1,84 mm. Ukuran sel minyak pada buah yaitu 2,59 µm sedangkan pada tangkai daun yaitu 49,99 µm. Rendemen minyak atsiri pada daun dan biji yang berasal dari daerah Wates yaitu 0,008 % dan 3,567 %. Ukuran diameter akar 11,2 mm, batang 14 mm, bunga 1,27 mm, buah 1,87 mm dan biji 2,12 mm. Ukuran sel minyak pada buah yaitu 2,23 µm, sedangkan pada tangkai daun yaitu 36,5 µm.
Pengaruh Penambahan Pembenah Tanah Dari Pistia stratiotes L. dan Ceratophyllum demersum L. Pada Tanah Pasir dan Liat Terhadap Kapasitas Lapang dan Pertumbuhan Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Masduqi, Ahmad Fuad; Izzati, Munifatul; Saptiningsih, Endang
BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA Vol 12, No 1 (2012): VOL XX, NOMOR 1, TAHUN 2012
Publisher : BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.645 KB) | DOI: 10.14710/baf.v12i1.4766

Abstract

Bahan pembenah tanah (soil conditioner) adalah material-material yang ditambahkan kedalam tanah. Pembenah tanah mampu memperbaiki struktur tanah, mengubah kapasitas tanah menahan dan melalukan air, sehingga dapat mendukung pertumbuhan tanaman. Penambahan pembenah tanah dapat meningkatkan kapasitas lapang dan pertumbuhan tanaman kacang hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pembenah tanah terhadap kapasitas lapang dan pertumbuhan kacang hijau pada tanah pasir dan liat. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Struktur dan Fungsi Tumbuhan Jurusan Biologi FMIPA Undip dan rumah kaca Jurusan Biologi FMIPA Undip. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial dengan 3 pengulangan. Faktor pertama yaitu tekstur tanah (pasir dan liat). Faktor kedua adalah pembenah tanah (kontrol, Pistia dan Ceratophyllum). Hasilnya menunjukkan bahwa penambahan pembenah tanah dari P.stratiotes dan C.demersum meningkatkan kapasitas lapang pada tanah pasir dan liat. Penambahan pembenah tanah dari P.stratiotes dan C.demersum juga meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering tanaman kacang hijau pada tanah pasir dan liat. Berdasarkan hasil uji DMRT taraf  signifikasi 95% penambahan pembenah tanah berpengaruh terhadap kapasitas lapang tanah pasir dan liat, tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering tanaman kacang hijau
Uji Penggunaan Kompos Limbah Sagu terhadap Pertumbuhan Tanaman Strawberry (Fragaria vesca L) di Desa Plajan Kab. Jepara Zaimah, Fatkhu; Prihastanti, Erma
BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA Vol 12, No 1 (2012): VOL XX, NOMOR 1, TAHUN 2012
Publisher : BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.082 KB) | DOI: 10.14710/baf.v12i1.4762

Abstract

Limbah sagu merupakan ampas empulur sagu yang telah diambil patinya. Limbah padat industri sagu yang telah menumpuk selama bertahun-tahun, akan mengalami dekomposisi sehingga menjadi kompos. Pemanfaatan limbah pabrik sagu di Desa Plajan sangat minim. Saat ini, strawberry merupakan tanaman uji coba di Desa Plajan, yang dapat tumbuh dalam media tanam dengan polibag. Budidaya strawberry biasanya dengan media tanam campuran sekam bakar dan pupuk kandang, yang dalam penelitian ini dijadikan kontrol (perlakuan P0). Perlakuan dalam percobaan ini menggunakan media tanam berupa campuran kompos limbah sagu dengan pupuk kandang pada perbandingan yag berbeda (1:1, 2:1 dan 3:1) sebagai perlakuan (P1, P2, dan P3). Nutrisi yang diperoleh strawberry hanya diperoleh dari kandungan media tanam. Media tanam merupakan salah satu faktor lingkungan yang penting untuk pertumbuhan tanaman agar tanaman mendapat unsur hara dan air yang cukup dalam proses pertumbuhannya. Tujuan dari percobaan ini adalah mengamati pengaruh dari penggunaan campuran kompos limbah sagu dengan pupuk kandang terhadap pertumbuhan tanaman strawberry di desa Plajan. Berdasarkan uji F hasil pengamatan menunjukkan adanya pengaruh penggunaan campuran kompos limbah sagu dengan pupuk kandang terhadap tinggi tanaman strawberry. Hasil uji lanjut BNT dengan taraf signifikan 95% menunjukkan pertambahan tinggi tanaman strawberry perlakuan P1 (kompos limbah sagu : pupuk kandang sapi (1 : 1)), perlakuan P2 (kompos limbah sagu : pupuk kandang sapi (2 : 1)) dan perlakuan P3 (kompos limbah sagu : pupuk kandang sapi (3 : 1)) lebih cepat dari pada perlakuan P0 (sekam: pupuk kandang sapi (2 : 1)) Limbah sagu merupakan ampas empulur sagu yang telah diambil patinya. Limbah padat industri sagu yang telah menumpuk selama bertahun-tahun, akan mengalami dekomposisi sehingga menjadi kompos. Pemanfaatan limbah pabrik sagu di Desa Plajan sangat minim. Saat ini, strawberry merupakan tanaman uji coba di Desa Plajan, yang dapat tumbuh dalam media tanam dengan polibag. Budidaya strawberry biasanya dengan media tanam campuran sekam bakar dan pupuk kandang, yang dalam penelitian ini dijadikan kontrol (perlakuan P0). Perlakuan dalam percobaan ini menggunakan media tanam berupa campuran kompos limbah sagu dengan pupuk kandang pada perbandingan yag berbeda (1:1, 2:1 dan 3:1) sebagai perlakuan (P1, P2, dan P3). Nutrisi yang diperoleh strawberry hanya diperoleh dari kandungan media tanam. Media tanam merupakan salah satu faktor lingkungan yang penting untuk pertumbuhan tanaman agar tanaman mendapat unsur hara dan air yang cukup dalam proses pertumbuhannya. Tujuan dari percobaan ini adalah mengamati pengaruh dari penggunaan campuran kompos limbah sagu dengan pupuk kandang terhadap pertumbuhan tanaman strawberry di desa Plajan. Berdasarkan uji F hasil pengamatan menunjukkan adanya pengaruh penggunaan campuran kompos limbah sagu dengan pupuk kandang terhadap tinggi tanaman strawberry. Hasil uji lanjut BNT dengan taraf signifikan 95% menunjukkan pertambahan tinggi tanaman strawberry perlakuan P1 (kompos limbah sagu : pupuk kandang sapi (1 : 1)), perlakuan P2 (kompos limbah sagu : pupuk kandang sapi (2 : 1)) dan perlakuan P3 (kompos limbah sagu : pupuk kandang sapi (3 : 1)) lebih cepat dari pada perlakuan P0 (sekam: pupuk kandang sapi (2 : 1))
Respon Pertumbuhan dan Produksi Alkaloid pada Kalus Berakar Datura metel L. terhadap Peningkatan Mikronutrien dari Medium MS Hadayani, Wahyu; Nurchayati, Yulita; Setiari, Nintya
BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA Vol 12, No 1 (2012): VOL XX, NOMOR 1, TAHUN 2012
Publisher : BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.93 KB) | DOI: 10.14710/baf.v12i1.4763

Abstract

Senyawa alkaloid dari tanaman Solanaceae memiliki potensi obat antara lain sebagai antibakteri bahkan memberi efek halusinasi. Alkaloid pada kecubung, Datura metel disintesis pada organ akar dan diakumulasi pada bagian pucuk. Salah satu metoda untuk produksi senyawa alkaloid tersebut adalah dengan menginduksi perakaran dari kalus yang berasal dari daun (induksi kalus berakar). Produksi alkaloid dapat ditingkatkan dengan memodifikasi komponen mikronutrien dari medium dasar MS (Murashige&Skoog).  Penelitan ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh peningkatan konsentrasi mikronutrien terhadap pertumbuhan dan kandungan alkaloid total dari kalus berakar.  Kultur diperoleh dari induksi kalus dalam medium MS tanpa zat tumbuh dengan perlakuan konsentrasi mikronutrien.  Pertumbuhan kultur ditentukan dari berat segar dan berat kering,   sedangkan kandungan alkaloid total dianalisis dengan metoda titrasi. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa peningkatan konsentrasi mikronutrien hingga 2,5 kali dari medium MS menghambat pertumbuhan kalus berakar. Namun demikian, kondisi ini tampak tidak mampu memacu produksi senyawa alkaloid dari kultur.

Page 1 of 1 | Total Record : 6