cover
Contact Name
Ardyansyah Arief Budi Utomo
Contact Email
Ardyansyah@unipma.ac.id
Phone
+6285730754823
Journal Mail Official
Jpos@unipma.ac.id
Editorial Address
Kampus 1, Lantai 2, Prodi Ilmu Keolahragaan, Jalan Setia Budi No 85, Kanigoro. Kota Madiun
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
JPOS (Journal Power of Sports)
ISSN : 26144603     EISSN : 2614459X     DOI : http://doi.org/10.25273/jpos.v1i1
Core Subject : Health, Education,
Journal Power Of Sports (JPOS) is sports science journals which publish twice in a year, on February and August. Various topic of sports article that can be accepted in this journal are: Sports Science (Ilmu Keolahragaan) Physical Education (Pendidikan Jasmani) Sports Education (Pendidikan Olahraga) Sport Coaching (Kepelatihan Olahraga) Strenght, Power and Physical Conditioning (Kekuatan, Power, dan Kondisi Fisik) Sport Psychology (Psikologi Olahraga)
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2018)" : 6 Documents clear
Perbedaan pengaruh latihan pliometrik barrier hops dan double leg tuck jump terhadap tinggi loncatan pada pemain bola voli Putra Magetan Junior Tahun 2017 Andri Wahyu Utomo
Journal Power Of Sports Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.804 KB) | DOI: 10.25273/jpos.v1i1.2231

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Pengaruh latihan pliometrik barrier hops dan double leg tuck jump terhadap tinggi loncatan pada pemain bola voli Putra Magetan Junior tahun 2017, (2) Latihan mana yang lebih baik pengaruhnya antara latihan pliometrik barrier hops dan double leg tuck jump terhadap tinggi loncatan pada  pemain bola voli Putra Magetan Junior tahun 2017. Metode dalam penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, dengan desain pre test – post test design. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Sehingga subyek penelitian yang digunakan adalah seluruh populasi yang ada yaitu seluruh pemain bola voli Putra Magetan Junior  tahun 2017. Banyaknya populasi pemain bola voli  Putra Magetan Junior sebanyak 34 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan pengukuran menggunakan tes vertical jump untuk mengukur tinggi loncatan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji-t atau uji perbedaan dengan taraf signifikasi 5% dengan prasyarat melalui uji reliabilitas, uji normalitas, dan uji homogenitas. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode latihan pliometrik barrier hops dan double leg tuck jump terhadap tinggi loncatan pada  pemain bola voli Putra Magetan Junior Tahun 2017, (t hitung = - 1.34 < t tabel 1.70). (2) Metode latihan pliometrik double leg tuck jump memiliki pengaruh yang lebih baik dan efektif dari pada barrier hops terhadap tinggi loncatan pada pemain Putra Magetan Junior tahun 2017. Peningkatan tinggi loncatan kelompok I (kelompok yang mendapat perlakuan metode latihan pliometrik barrier hops) = 0.238 % < kelompok II (kelompok yang mendapat perlakuan metode latihan pliometrik double leg tuck jump) = 0.416 %. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh kesimpulan sebagai berikut:  (1) Tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode latihan pliometrik barrier hops dan double leg tuck jump terhadap tinggi loncatan pada pemain bola voli Putra Magetan Junior tahun 2017, (2)  Latihan pliometrik double leg tuck jump memiliki prosentase peningkatan kemampuan tinggi loncatan yang lebih baik pada pemain bola voli Putra Magetan Junior tahun 2017dari pada latihan pliometrik barrier hops.
Analisis penerapan prinsip-prinsip latihan terhadap peningkatan kondisi fisik atlet bulu tangkis PPLOP Jawa Tengah tahun 2017/2018 Khalida Nawa Aprilia
Journal Power Of Sports Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.285 KB) | DOI: 10.25273/jpos.v1i1.2210

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui seberapa besar peningkatan kondisi fisik atlet bulu tangkis PPLOP Jawa Tengah dengan menerapkan prinsip-prinsip latihan. Adapun jenis prinsip-prinsip latihan tersebut yaitu prinsip individual, prinsip spesifikasi, prinsip overload, prinsip progresif, prinsip reversibility, dan prinsip recovery. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Subyek dalam penelitian ini adalah atlet dan pelatih PPLOP Bulu tangkis Jawa Tengah yang terdiri dari 2 pelatih dan 4 atlet putra dan 4 atlet putri. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Hasil observasi dan wawancara dengan pihak-pihak terkait menunjukan bahwa PPLOP Bulu tangkis Jawa belum menggunakan keseluruhan prinsip-prinsip latihan dalam penerapaan program latihannya, yaitu pada prinsip recovery dan overload. (2) Peneliti melakukan perbaikan program latihan kondisi fisik dengan cara memasuka prinsip recovery dan overload pada program latihan kondisi fisik atlet PPLOP bulu tangkis Jawa Tengah, itu berarti keseluruhan prinsip latihan telah diterapkan pada program latihan tersebut. (3) Hasil peningkatan kondisi fisik atlet PPLOP bulu tangkis Jawa Tengah tahun 2017/2018 setelah mendapatkan perbaikan pada program latihan fisik melalui prinsip overload dan prinsip recovery adalah sebagai berikut: Analisis data tes awal dan tes akhir dengan db = N - k = 8 - 1 = 7 dan taraf signifikansi 5%, angka batas penolakan hipotesis nol dalam t-tabel adalah 2.37 dan t-hitung adalah 9.23, maka thitung> ttable  yang berati terdapat perbedaan yang signifikan pada tes awal dan tes akhir pada perbaikan kondisi fisik atlet PPLOP bulu tangkis Jawa Tengah tahun 2017/2018 dengan peningkatan sebesar 12.412%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil analisa menunjukan bahwa penerapan prinsip-prinsip latihan belum sepenuhnya diterapkan pada PPLOP bulu tangkis Jawa Tengah, yaitu pada prinsip recovery dan overload. Penerapan prinsip-prinsip latihan mempengaruhi peningkatan hasil dari latihan kondisi fisik Atlet bulu tangkis PPLOP Jawa Tengah.
Pengaruh latihan alternate leg bound dan double leg speed hop terhadap explosive power otot tungkai pada atlet bola voli putra Universitas PGRI Madiun Ardyansyah Arief Budi Utomo
Journal Power Of Sports Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.032 KB) | DOI: 10.25273/jpos.v1i1.2216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) apakah ada perbedaan explosive power otot tungkai sebelum dan sesudah pemberian treatment alternate leg bound pada atlet bola voli putra Universitas PGRI Madiun; (2) apakah ada perbedaan explosive power otot tungkai sebelum dan sesudah pemberian treatment double leg speed hop pada atlet bola voli putra Universitas PGRI Madiun; (3) besar peningkatan explosive power otot tungkai sebelum dan sesudah pemberian treatment alternate leg bound dan double leg speed hop pada atlet bola voli putra Universitas PGRI Madiun; (4) perbedaan pengaruh pemberian treatment alternate leg bound dan double leg speed hop pada atlet bola voli putra Universitas PGRI Madiun. Penelitian ini berjenis kuantitatif dan merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Sampel yang digunakan sebesar 45 orang, yang menggunakan teknik total sampling. Teknik analisis data menggunakan Uji Anava. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan explosive power otot tungkai sebelum dan sesudah pemberian treatment alternate leg bound pada atlet bola voli putra Universitas PGRI Madiun; (2) ada perbedaan explosive power otot tungkai sebelum dan sesudah pemberian treatment double leg speed hop pada atlet bola voli putra Universitas PGRI Madiun; (3) besar peningkatan explosive power otot tungkai sebelum dan sesudah pemberian treatment alternate leg bound adalah sebesar 2,01% dan double leg speed hop  adalah sebesar 3,09% pada atlet bola voli putra Universitas PGRI Madiun; (4) tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara pemberian treatment alternate leg bound dan double leg speed hop pada atlet bola voli putra Universitas PGRI Madiun.
Pengaruh latihan lay up 6 tahap terhadap hasil lay up pemain putra usia SMP pada sekolah basket Smiling Java Boyolali Pratama Dharmika Nugraha
Journal Power Of Sports Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.871 KB) | DOI: 10.25273/jpos.v1i1.2214

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahuai pengaruh latihan lay up 6 tahap terhadap hasil lay up pemain putera tingkat SMP pada sekolah basket Smiling Java Boyolali. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain penelitian one group pre-test and post-test design. Populasi pulasi pemain putera tingkat SMP pada sekolah basket Smiling Java Boyolali yang bejumlah 20 orang. Tenik pengambilan sampel menggunakan total sampling, jadi seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel. Jumlah anggota sampel 20 orang. Rata-rata peningkatan hasil lay up 3,9. Hasil dari uji-t menunjukan thitung > ttabel yaitu 16,25 > 2,09 maka H0 diterima. Jadi terdapat peningkatan hasil lay up setelah mendapat perlakuan.
Analisis pelaksanaan manajemen Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) sepak takraw Jawa Tengah tahun 2017 Andhika Yahya Putra
Journal Power Of Sports Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.862 KB) | DOI: 10.25273/jpos.v1i1.1863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui struktur organisasi PPLOP sepak takraw Jawa Tengah (2) Mengetahui proses tahapan yang dilakukan dalam perekrutan atlet di Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) sepak takraw Jawa Tengah. (3) Mengetahui manajemen sarana dan prasarana dalam mendukung prestasi atlet PPLOP sepak takraw Jawa Tengah. (4) Mengetahui pelaksanaan manajemen keuangan di PPLOP sepak takraw Jawa Tengah. (5) Mengetahui pelaksanaan manajemen latihan PPLOP sepak takraw Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan di Balai Pemusatan Pendidikan dan Latihan olahraga Pelajar (PPLOP) sepak takraw Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif. Unit anlisisnya  adalah Balai Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP). Tehnik pengambilan data melalui studi dokumentasi, wawancara secara mendalam, dan observasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah pengurus, pelatih dan atlet PPLOP sepak takraw Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pelaksanaan manajemen Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) sepak takraw Jawa Tengah pada umumnya sudah baik. (1) Struktur Organisasi PPLOP sepak takraw sudah sudah baik yang mana sudah memiliki unsur-unsur organisasi yang terus berupaya memfasilitasi atlet untuk berprestasi. (2) Proses perekrutan atlet sudah dilaksanakan dengan baik karena sangat selektif dan sudah sesuai dengan kriteria/bencmark yang ditentukan Kemenpora (3) Pelaksanaan manajemen sarana dan prasarana kurang baik, hal ini dikarenakan media pendukung fasilitas atlet PPLP belum lengkap sepenuhnya dan hanya memanfaatkan apa yang ada saja. (4) Pelaksanaan manajemen keuangan telah dilaksanakan dengan baik karena sudah sesuai dengan porsinya masing-masing. (5) Pelaksanaan manajemen latihan di Pusat Pembinaan dan Latihan olahraga Pelajar ( PPLOP) sudah perjalan dengan baik. Mengingat alokasi dana dari APBN dan ABPD  yang terbatas, sehingga pengelolaan hanya memaksimalkan dana yang ada.
Pengembangan olahraga woodball di Provinsi Jawa Tengah Mega Widya Putri
Journal Power Of Sports Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.312 KB) | DOI: 10.25273/jpos.v1i1.1869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui keberadaan organisasi olahraga woodball di Provinsi Jawa Tengah. (2) Mengetahui upaya pengembangan cabang olahraga woodball yang dilakukan di Pengprov IWbA Jawa Tengah. (3) Mengetahui kondisi sumber daya manusia di Pengprov Jawa Tengah untuk mengembangkan olahraga woodball. (4) Mengetahui sarana dan prasarana yang dimiliki Pengprov Jawa Tengah. (5) Mengetahui penggalian sumber dana oleh Pengprov Jawa Tengah. (6) Mengetahui pembinaan prestasi olahraga woodball yang diterapkan di Pengprov Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan di Indonesia Woodball Association (IWbA) dan Pengprov IWbA Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subyek penelitian Pengembangan olahraga woodball di Provinsi Jawa Tengah. Sumber data berupa wawancara dan catatan-catatan mengenai organisasi, sumber daya manusia, sarana prasarana, pendanaan dan pembinaan prestasi yang dimiliki oleh IWbA dan pengurus Provinsi IWbA Jawa Tengah dan informan dengan menggunakan teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mengkaji dokumen dan arsip (content analysis), wawancara mendalam (in-depth interviewing) dan observasi (observation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Indonesia woodball association dan Pengprov IWbA Jawa Tengah mempunyai peran penting dalam proses pengembangan olahraga woodball. (2) Pengprov IWbA Jawa Tengah telah melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan olahraga woodball dengan melakukan sosialisasi, pelatihan dan pembinaan bagi pelatih dan atlet. (3) Sumber daya manusia di Pengprov IWbA Jawa Tengah mulai dari pengurus, pelatih dan juga atlet mempunyai potensi dan kualitas yang baik. Hal tersebut ditunjukkan oleh minat, bakat dan banyaknya prestasi yang diraih oleh atlet woodball Provinsi Jawa Tengah. (4) Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Pengprov Jawa Tengah sudah sesuai dengan kualitas dan kuantitas yang di tetapkan. Namun pada saat penggunaan fasilitas olahraga, Pengprov IWbA Jawa Tengah masih harus bekerja sama dengan beberapa pihak dikarenakan belum mempunyai fasilitas pribadi. (5) Penggalian sumber dana didapat dari KONI dan PB IWbA. Selama ini pemerintah belum turut serta dalam pengembangan olahraga woodball khususnya dalam bidang pendanaan. (6) Pengprov IWbA Jawa Tengah belum maksimal dalam melakukan pembinaan prestasi. Keterbatasan pendanaan mengakibatkan beberapa program pembinaan prestasi belum terlaksana dengan baik, seperti belum adanya pusat pelatihan atlet dan juga perekrutan atlet junior.

Page 1 of 1 | Total Record : 6