cover
Contact Name
Arif Mustofa
Contact Email
disprotek@unisnu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
disprotek@unisnu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jepara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal DISPROTEK
ISSN : 25484168     EISSN : 25484168     DOI : -
Jurnal DISPROTEK e-ISSN 2548-4168 p-ISSN 2088-6500 Jurnal di publikasikan oleh Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Nahdlatul Ulama Cakupan isi jurnal DISPROTEK dalam bidang teknik adalah : teknik elektro, teknik sipil, teknik industri; dalam bidang ilmu komputer adalah : teknik informatika dan sistem informasi serta dalam bidang perikanan adalah : budidaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2016)" : 10 Documents clear
UPAYA MENGATASI KERENTANAN KAWASAN MANGROVE OLEH MASYARAKAT DESA BONDO KECAMATAN BANGSRI KABUPATEN JEPARA Ahmad Sofuan
Jurnal DISPROTEK Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v7i1.355

Abstract

Vulnerability of mangrove areas is mostly caused by human activity surroundings. The utilization of mangrove forests for negative things could cause a negative effect for people who live surround it. Because mangrove has a special benefit to strength its area, namely to minimize an attack from big energy either from wind or wave, as well as to overcome water intrusion into ground. The big role goes to mangrove area which has a function to balance the coastal ecosystem. The damage caused by human beings must be solved by making some rules that to bind human activity toward mangrove. These rules are village regulations for people who live surroundings. By Pengelolaan Lingkungan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (PLBPM) program from the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries with one of the program namely the manufacture village regulations about the protection of coastal areas, it is expected to be able to overcome the vulnerability of mangrove areas. Keywords: vulnerability, mangrove, PLBPM, village regulations ABSTRAK Kerentanan kawasan mangrove lebih banyak disebabkan oleh aktivitas manusia di sekitarnya. Pemanfaatan negatif terhadap hutan mangrove menyebabkan berbagai hal yang akan kembali berdampak negatif pula bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Karena mangrove memiliki keunggulan istimewa terhadap penguatan kawasan lingkungan, yaitu meminimalkan terpaan energi besar baik dari angin maupun gelombang air laut, juga mengatasi intrusi air laut ke dalam tanah. Peran besar pula ada pada kawasan mangrove yaitu sebagai penyeimbang ekosistem pesisir. Kerusakan yang ditimbulkan oleh manusia harus diatasi dengan pembuatan aturan yang mengikat aktifitas manusia terhadap mangrove. Aturan itu dapat berbentuk peraturan desa (perdes) yang mengikat bagi siapa saja anggota masyarakat desa. Melalui program Pengelolaan Lingkungan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (PLBPM) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan salah satu mata programnya adalah pembuatan perdes tentang perlindungan wilayah pesisir, diharapkan mampu mengatasi kerentanan kawasan mangrove. Kata kunci: kerentanan, mangrove, PLBPM, perdes
FUNGSI KOMPLEKS PADA PRODUK SANGKAR BURUNG KARYA PERAJIN SUHARTONO DI KABUPATEN JEPARA Mumung Anggit Saputra
Jurnal DISPROTEK Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v7i1.358

Abstract

This study aims to understand the visual structure of the wood carving or bird cage Krawangan, the role of tradition as well as consideration of function aspect in a complex function conveys the level of artistic of cage carving in Krawangan by utility, the main consideration is the durability. Thus, the achievement is not only the visual aesthetic but also a unity has a big influence of what connection between bird cage and aspect of function. The study was conducted by observing the visual structure of a bird cage of Hartono works from the step of exploration, the design and manifestation, which is then examined in the six treatment of sustainable design (complex function). Based on this research, it can be understood that tradition experience established embody its feeling, thought and expectation, namely, the power to communicate with the audience to get devotees of art. Specifically, it could manifest easthetic and value of reflection critically to economic system, social culture that enlighten it. Visual structure of tradition in a wood carving of krawangan cage constitutes a study of complex function. Keywords: complex, function, Suhartono, bird, cage Penelitian ini bertujuan untuk memahami struktur visual ukiran kayu krawangan sangkar burung, peranan tradisi serta pertimbangan aspek fungsi dalam fungsi komplek membawa tataran karya artistik ukiran kayu krawangan sangkar burung dengan kemanfaatan (utility), dengan pertimbangan utamanya adalah daya tahan (durability). Sehingga capaian bukan hanya visual estetiknya saja, jangkauan yang lebih komplek adalah kesatuan (unity), yaitu bagaimana keterhubungan sangkar burung dengan pertimbangan aspek fungsi. Penelitian dilakukan dengan mengamati struktur visual sangkar burung karya Hartono dari tahapan eksplorasi, tahapan perancangan dan tahapan perwujudan, yang kemudian ditelaah dalam enam tata kelola desain berkelanjutan (fungsi komplek). Berdasarkan penelitian ini dapat di fahami bahwa pengalaman tradisi yang di bangun mengejawantahkan perasaan, pemikiran dan harapan yaitu, daya berkomunikasi dengan penonton dengan tujuan agar tercapai maksud penikmat seni. Secara khas mampu menunjukkan manifestasi estetik dan refleksi nilai yang bersifat kritis terhadap sistem ekonomi, sosial budaya yang menghidupinya. Struktur visual tradisi pada seni kriya ukiran kayu krawangan sangkar burung merupakan telaah dari fungsi komplek. Kata kunci: fungsi, komplek, Suhartono, sangkar, burung
LANGUAGE AND COMMUNICATION WITH A SPECIAL REFERENCE TO REGISTERS AMONG WORKERS AT PT. PETROKIMIA GRESIK Aliva Rosdiana
Jurnal DISPROTEK Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v7i1.359

Abstract

Studi ini meneliti bahasa dan komunikasi dengan bahasa khusus yang disebut register oleh para pekerja di PT Petrokimia Gresik. Penelitian ini mengenai bahasa khusus (register) dalam bentuk kode yang sudah dibakukan sebagai bahasa Inggris teknis maupun proses komunikasi sehingga komunikasi dapat berjalan dengan lancar. Pengaruh campur kode mengungkapkan alat kohesif dalam bentuk taksis bahasa Jawa atau bahasa Indonesia. Di dalam penggunaannya menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Jawa paling dominan dibandingkan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Bahasa Jawa sering digunakan karena mayoritas pekerja PT Petrokimia Gresik berasal dari budaya yang sama yaitu budaya Jawa. Pada akhirnya, alasan mengapa kode khusus atau register digunakan oleh para pekerja di PT Petrokimia Gresik karena bahasa yang digunakan sudah dibakukan bahkan menginternasional. Penelitian ini dilakukan dengan menghubungkan dan menemukan hubungan antara linguistic, cara bagaimana kata-kata, ucapan sesungguhnya terhubung dan diterapkan di dalam komunitas kerja. Selain itu, dengan menganalisis ucapan dialog, makna dan penemuan register dapat dicapai dalam bahasa komunikasi sehingga komunikasi oleh para pekerja menjadi akurat. Kata kunci : Petrokimia, Gresik, register, kode This study investigates the language and communication with a special reference to registers among workers at PT. Petrokimia Gresik. It deals with special reference (register) in a form of code that has been standardized as technical English as well as the communication process of how the communication can run well without obstacle among workers. By conditioning of code-mixing, it revealed cohesive device in a form of Javaneses taxis or Indonesian taxis. In the use of language also shows that the use of Javanese language is very dominant, while the second is English and Indonesian. Javanese language was often used due to the people at PT. Petrokimia Gresik came from the same culture that is Javanese culture. Finally, the reason why a special code or register used among the workers at PT. Petrokimia Gresik because the language has been standardized even internationalized. This is done by connecting and finding the relationship between linguistic, this is how words, utterances literally connected and applied to work community. In addition, by analyzing utterances of the dialog, the meaning or even finding registers can be achieved to make the communicative language among workers become accurate. Keywords: Petrokimia, Gresik, register, code
PENGEMBANGAN MODEL PREDIKSI HARGA SAHAM BERBASIS NEURAL NETWORK Akhmad Khanif Zyen; R. Hadapiningradja Kusumodestoni
Jurnal DISPROTEK Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v7i1.362

Abstract

The stock is one of the business areas of securities trading in the capital market. Capital markets or stock exchang is actually the activities of private companies in the form of investment. The main purpose is situated in the problem of financial capital for company that need to promote the business by selling the stock to the owners either of money or investors and business foundation. One model of prediction analyses in analysing a stock is neural network model. Thus, the statement of the problems are as followed: the need of olgaritma to predict stock price. Neural Network is a logaritma that has an ability to predict accurately the stock price. The purpose of the study is is to predict stock price by using neural network model as a process of training, learning, and testing. After the sequence of research process which starts from training, learning, to continue the testing process, the result is that by using one set of data 132, the trend of prediction accuracy 0.456 +/- 0,044 and using set data 256 the accuracy of prediction increase becomes 0481 +/- 0169, it can be concluded that by using one set of data and more then it can increase the accuracy of prediction of tend value and it can be evidenced by the first experiment to use the data 132 and secondly is trying to use the data 256 tren that increase 2,5%, it is 0,025 +/- 0,125. Keywords: stock, prediction, neural network Saham adalah salah satu bidang usaha perdagangan efek di pasar modal. Pasar modal atau bursa sebenarnya kegiatan perusahaan swasta dalam bentuk investasi. Tujuan utamanya terletak pada masalah kebutuhan modal bagi perusahaan yang ingin lebih mempromosikan bisnis dengan menjual sahamnya kepada pemilik baik uang atau kelompok investor dan lembaga-lembaga bisnis. Salah satu analisis model prediksi dalam menganalisis saham adalah model neural network. Berdasarkan masalah ini dapat dirumuskan sebagai isu-isu berikut: perlu algoritma yang dapat memprediksi harga saham. Neural Network sebagai suatu algoritma yang dapat secara akurat memprediksi diharapkan untuk memprediksi harga saham dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi harga saham dengan menggunakan model jaringan saraf sebagai proses pelatihan, pembelajaran, dan testingnya. Setelah serangkaian proses penelitian mulai dari pelatihan, belajar, untuk melanjutkan proses pengujian hasilnya adalah bahwa dengan menggunakan satu set data 132 hasil tren akurasi prediksi 0.456 +/- 0,044 dan menggunakan data set 256 akurasi prediksi meningkat menjadi 0481 +/- 0169, kita dapat menyimpulkan bahwa dengan menggunakan satu set data yang lebih maka dapat meningkatkan akurasi prediksi nilai trend yang dibuktikan dengan waktu percobaan pertama untuk menggunakan data sebanyak 132 dan pada kedua mencoba untuk menggunakan data sebanyak akurasi prediksi 256 tren meningkat 2,5% yaitu 0,025 +/- 0,125. Kata kunci: saham, prediksi, neural network
WUWUNGAN MUSTOKO SEBAGAI SIMBOL IDENTITAS BUDAYA LOKAL Eko Darmawanto
Jurnal DISPROTEK Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v7i1.361

Abstract

Traditional activities such behavior rite still strongly attached to wuwungan artist of Mayong Lor community, thus, wuwungan have a lot of things related to what is actually behind the retention of rites in the making of wuwungan mustoko as visual communication process or the spirit of giving a specificity that make up a local identity through visual elements and symbols. This reasearch uses an interdisciplinary approach to design an interpretive qualitative research. The focus of research is the wuwungan mustoko craftsman and visual of wuwungan mustoko as a data source with Mayong Lor village as setting reaserch. The result of wuwungan mustoko reaserch has a modular structure, successive combination, repetition element and dynamism of time. Wuwungan mustoko is an aesthetic symbol of perspective dimension of monotheism and its creators tried to get closer to a God, as a justification strategy, on what is to be conveyed through the visualization of form and meaning in the identification and classification based on revelation of God as an identity of value and local beliefs, that is Islam Java Keywords: identity, mustoko, symbol, wuwungan Kegiatan tradisi berupa ritus laku masih melekat kuat pada perajin wuwungan dan masyarakat Mayong Lor sehingga wuwungan mustoko menyimpan banyak hal terkait apa sebenarnya dibalik ingin dilakukannya dan dipertahankannya ritus dalam pembuatan wuwungan mustoko sebagai proses komunikasi visual atau ruh sehingga memberikan sebuah kekhususan yang membentuk sebuah identitas lokal melalui unsur visual dan simbol. Penelitian ini menggunakan pendekatan interdisiplin dengan desain kualitatif interpretatif. Fokus penelitian adalah para perajin wuwungan, mustoko dan visual wuwungan mustoko sebagai sumber data dengan latar penelitian di Desa Mayong Lor. Hasil penelitian menunjukkan wuwungan mustoko memiliki struktur modular, kombinasi suksesif, unsur repetisi, dan dinamisme waktu. Wuwungan mustoko merupakan simbol dengan perspektif keindahan dalam dimensi tauhid yang mencoba mendekatkan pencipta dan penggunanya kepada tuhan, sebagai strategi pembenaran, atas apa yang ingin disampaikan melalui visualisasi bentuk dan makna mengenai identifikasi dan klasifikasi yang didasarkan atas ajaran Tuhan sebagai bentuk identitas akan nilai dan kepercayaan lokal yakni Islam Jawa. Kata kunci: identitas, mustoko, simbol, wuwungan
ANALISA KRIPTOGRAFI UNTUK KEAMANAN DALAM MANAJEMEN SISTEM TERDISTRIBUSI PERUSAHAAN Diana Laily Fithri
Jurnal DISPROTEK Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v7i1.357

Abstract

Management of distributed system is using cryptography security. Cryptography in Greek means hidden. In this modern era, cryptography is considered as a branch of mathematics and computer applied in management of distributed system as well as related theories and information. Cryptography nowadays is used by many people such as in a system of ATM card security, passwords of computer, electronic trading, and so forth depend on cryptography. Therefore, in this modern era crytography extremely needs more knowledge and application of modern cryptography challenge, particularly in a field of security management of distributed system. Keywords: cryptography, cryptanalysis, cryptology, encryption, decryption Manajemen dengan sistem terdistribusi menggunakan konsep keamanan kriptografi. Kriptografi dalam bahasa Yunani berarti tersembunyi. Pada zaman modern ini, kriptografi dianggap sebagai cabang dari ilmu matematika dan ilmu komputer diterapkan dalam manajemen dengan sistem terdistribusi, serta teori terkait erat dengan information. Kriptografi saat ini banyak digunakan dalam masyarakat maju, misalnya dalam sistem keamanan kartu ATM, password di komputer, perdagangan elektronik, dan lain-lain yang semua tergantung pada kriptografi. Oleh karena itu, di zaman modern ini masih membutuhkan lebih banyak pengetahuan yang mendalam dan pengenalan penerapan tantangan kriptografi modern, khususnya di bidang manajemen keamanan sistem terdistribusi. Kata kunci: kriptografi, kriptanalisis, kriptologi, enkripsi, dekripsi
KAJIAN STOK RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN LAUT JAWA, KABUPATEN JEPARA Desti Setiyowati
Jurnal DISPROTEK Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v7i1.363

Abstract

The highest of economic values in economy supports the increase of catching crabs that it overfishing. The estimation about crabs stock in Jepara is extremely minimal to be executed because the lack of data information regarding crabs. The purpose of research is to recognize characetristics and stock condition of crabs (Portunus pelagicus) in Indian ocean, Jepara. The sample collecting is Pengambilan sampel 96 from stockist of crabs in Demaan village. It is conducted by using Simple Random Sampling. The sample is by measuring the width of karapas and the weight of crabs. Data analysis manually and using software software FISAT II Ver 1.2.2 in 2005 by FAO-ICLARM including: the spread of karapas width frequency, the connection of width weight, growth parameter. Mortality and explotation speed as well as system of recruitment of crabs (Portunus pelagicus). The result is the characteristic of crabs in Jepara is using catching tool of fold ??jebak?, the most that can be caught is male with a size of width yang banyak 13,71 cm. The stock condition of crabs in Jepara is still categorized good because the speed of exploitation of crabs in only 0,10 per year. It was shown that the effort of catching has not broken the limit of maximal exolitation level, it is 0,5 per year. Keywords: swimming crabs, stock, trap, exploitation Tingginya nilai ekonomis rajungan dalam perekonomian mendorong peningkatan penangkapan di alam sehingga memicu terjadinya overfishing. Pendugaan stok rajungan di Kabupaten Jepara sangat minim dilakukan karena kurangnya informasi data mengenai rajungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kondisi stok rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Laut Jawa, Kabupaten Jepara. Pengambilan sampel sebanyak 96 ekor dari pengepul rajungan di Desa Demaan. Dilakukan dengan menggunakan metode sampel acak (Simple Random Sampling). Sampel yang didapat dilakukan pengukuran lebar karapas dan berat tubuh rajungan. Analisis data secara manual dan menggunakan bantuan software FISAT II Ver 1.2.2 tahun 2005 yang dikeluarkan oleh FAO-ICLARM. Mencakup: sebaran frekuensi lebar karapas, hubungan lebar berat, parameter pertumbuhan, mortalitas dan laju eksploitasi serta pola rekrutmen rajungan (Portunus pelagicus). Hasil penelitian ini adalah karakteristik rajungan di Kabupaten Jepara penangkapannya menggunakan alat tangkap bubu lipat ??jebak?, jenis yang banyak ditangkap jantan dengan ukuran lebar karapas 13,71 cm. Kondisi stok rajungan di Kabupaten Jepara masih dikategorikan baik sebab laju eksploitasi rajungan hanya sebesar 0,10 per tahun yang menunjukkan bahwa upaya penangkapan belum melebihi batas tingkat eksploitasi maksimal yaitu 0,5 per tahun. Kata kunci: rajungan, stok, bubu, eksploitasi
KONVERSI LIMBAH PLASTIK POLIETILEN MENJADI BAHAN BAKAR DENGAN METODE PIROLISIS Prabuditya Bhisma Wisnu Wardhana; Harwin Saptoadi
Jurnal DISPROTEK Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v7i1.354

Abstract

Production and consumption of plastics are increasing every year. The phenomenon possibly occurs because plastics has many advantages than other materials, both from the nature of the material itself and its economical nature. The waste plastic could not be decomposed by environment, so it needs a special treatment for its processing. The purpose of this study was to change polyethylene plastic waste into fuel and to know the property of the liquid fuel itself. The study was conducted by preparing a polyethylene plasticwaste materials that have been chopped. The next step is to weigh the mass of plastic waste before it is put in into the reactor. The mass of plastic waste is then written to the data processing. After the plasticwaste or feed stock are put into the reactor, then directly the reactor is turned on. Polyethylene plastic waste pyrolysis products are then analyzed to observe the mass balance and characteristics of the liquid product produced. This analysis is expected to describe the effectiveness of the process of converting waste plastic to be useful fuel products. Pyrolysis process is at a temperature of 450°C delivers 61% of liquid fuels, gaseous fuels 27% and 12% mass-based solid fuel. The percentage value of fuel depends on the type of reactor, reactor design, temperature, quantity of nitrogen flow, and residence time used. Characteristics of liquid fuels showed that the quality of which is not much different than the biodiesel fuel as fuel comparator. Keywords: pyrolisis, waste, plastics, polyethylene. ABSTRAK Produksi dan konsumsi plastik meningkat setiap tahunnya. Fenomena yang sangat mungkin terjadi karena sifat-sifat plastik memiliki banyak keunggulan dari bahan yang lain, baik dari sifat material itu sendiri dan sifat keekonomiannya. Limbah plastik ini tidak mudah terurai di lingkungan dan memerlukan perlakuan khusus untuk pengolahannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merubah limbah plastik polietilen menjadi bahan bakar dan mengetahui properties dari bahan bakar cair tersebut. Penelitian dilakukan dengan mempersiapkan bahan baku yaitu limbah plastik polietilen yang telah dicacah. Langkah selanjutnya adalah menimbang massa limbah plastik tersebut sebelum dimasukkan ke dalam reaktor. Massa limbah plastik kemudian dicatat untuk pengolahan data. Setelah limbah plastik atau feedstock tersebut dimasukkan ke dalam reaktor, kemudian reaktor dinyalakan. Produk pirolisis limbah plastik polietilen kemudian dianalisis untuk melihat kesetimbangan massa dan karakteristik dari produk cair yang dihasilkan. Analisis ini diharapkan dapat memberikan gambaran efektivitas proses konversi limbah plastik hingga menjadi produk bahan bakar yang berguna. Proses pirolisis pada temperatur 450°C menghasilkan 61% bahan bakar cair, 27% bahan bakar gas dan 12% bahan bakar padat berbasis massa. Nilai persentase bahan bakar tergantung dari jenis reaktor, desain reaktor, temperatur, jumlah aliran nitrogen, dan residence time yang digunakan. Karakteristik bahan bakar cair menunjukkan kualitas yang tidak jauh berbeda dibandingkan dengan bahan bakar biosolar sebagai bahan bakar pembanding. Kata kunci: pirolisis, limbah, plastik, polietilen
METODE ADAPTIVE NEURO FUZZY INFERENCE SYSTEM (ANFIS) UNTUK PREDIKSI TINGKAT LAYANAN JALAN Noor Azizah
Jurnal DISPROTEK Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v7i1.364

Abstract

Level of service indicates that the size and quality are used to limit the volume of road traffic. The service which is bad will have an impact on traffic congestion, and currently a traffic congestion is having a serious problem, especially in the metropolis. It is necessary to develop a predictive modeling service level road using ANFIS (Adaptive Neuro Fuzzy Inference System). This study aims to assist in processing and seeking alternative solutions to overcome the problems of traffic congestion. ANFIS method, in this study, is used to build a predictive model of traffic congestion based on the level of service. ANFIS method is the incorporation of methods of fuzzy logic and neural network which has advantages in making predictions based on historical data of the learning data as well as a decisions based on rules that diterapkan. The result of ANFIS research shows that the method can be used to build a predictive model of traffic congestion with RMSE and MAPE best values each obtained 0.0106 and 0.931%. Keywords : ANFIS, prediction, road service levels Tingkat layanan jalan menunjukkan ukuran dan kualitas yang digunakan untuk membatasi volume lalu lintas jalan. Tingat layanan jalan yang buruk akan berdampak pada kemacetan lalu lintas, dan saat ini kemacetan arus lalu lintas merupakan permasalahan yang serius, terlebih di kota metropolitan. Maka perlu dikembangkan sebuah pemodelan prediksi tingkat layanan jalan dengan menggunakan metode ANFIS (Adaptive Neuro Fuzzy Inference System). Penelitian ini bertujuan untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan dan mencari alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan kemacetan arus lalu lintas yang terjadi.Pada penelitian ini, metode ANFIS digunakan untuk membangun sebuah model prediksi kemacetan arus lalu lintas berdasarkan tingkat pelayanan jalan atau level of service. Metode ANFIS merupakan penggabungan dari metode logika fuzzy dan jaringan syaraf tiruan yang memiliki kelebihan dalam melakukan prediksi berdasarkan data histori dari pembelajaran data serta pengambilan keputusan berdasarkan rules yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ANFIS dapat digunakan untuk membangun sebuah model prediksi kemacetan arus lalu lintas dengan nilai RMSE dan MAPE terbaik yang diperoleh masing-masing adalah 0,0106 dan 0,931%. Kata kunci: ANFIS, prediksi, tingkat layanan jalan
STRATEGI PENGUSAHA KAYU DOLOG DI DALAM MENYIKAPI PENJUALAN KAYU ILLEGAL LOGING, STUDI KOMPARASI PENGUSAHA KAYU DOLOG KABUPATEN JEPARA Gun Sudiryanto
Jurnal DISPROTEK Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.885 KB) | DOI: 10.34001/jdpt.v7i1.360

Abstract

The issue of illegal logging affects the financial loss for an enterpreneur of wood in Jepara in which the issue frequently becomes a game object for unresponsible people. It gives a burden for enterpreus themselves wherein dolog woods become difficult in a good quality and price. The purpose of this study are 1) to establish standard sales price of dolog woods among wood enterpreneurs, 2) to restore the society??s faith toward the practice of buying and selling of dolog woods among wood enterpreneurs in Jepara. The study was conducted in the district of Jepara. The object of research was wood enterpreneursin Jepara. This study used qualitative research (field research) including direct observation and interviews with dolog wood enterpreneurs. The research intruments are: 1) The policy of the organization, 2) government regulations, 3) The price competition, 4) market conditions. The technique of daya analysis used comparative study supported by SWOT analysis. The results of the research are: 1) the price standardization of dolog wood, 2) an improvement of the quality of dolog woods, 3) the increse of eficiency and effectivity in every activities of dolog woods trade. Meanwhile, the recommendation and suggestion from the writer are 1) The development of facilities and infrastructure toward consumer as well as the service in one place, 2) the need to increase wood enterpreneurs profesionalism in conducting their business, thus, there is no dependency only because of one segment of market. Keywords: strategy, enterpreneurs, dolog, illegal, logging. Isu illegal logging mengakibatkan kerugian bagi pengusaha kayu Jepara, dimana isu tersebut seringkali menjadi obyek permainan bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal ini memberikan beban tersendiri bagi pengusaha, dimana kayu dolog makin sulit untuk diperoleh dengan kualitas dan harga yang sesuai. Tujuan penelitian 1) Terbentuknya standar harga penjualan kayu dolog dalam lingkungan pengusaha kayu Jepara, 2) Mengembalikan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap praktek jual beli kayu dolog di lingkungan pengusaha kayu Jepara. Penelitian dilakukan di Kabupaten Jepara, obyek penelitian pengusaha kayu dolog di Kabupaten Jepara. Penelitian ini adalah kualitatif di lapangan (field research) berupa observasi langsung dan wawancara dengan pengusaha kayu dolog. Instrumen penelitian: 1) Kebijaksanaan organisasi, 2) Peraturan Pemerintah, 3) Persaingan harga, 4) Kondisi pasar. Teknik analisis data menggunakan studi komparasi yang didukung dengan analisis SWOT. Hasil penelitian adalah: 1) Standarisasi harga kayu dolog, 2) Meningkatkan kualitas kayu dolog, 3) Peningkatan efisiensi dan efektifitas dalam setiap kegiatan perdagangan kayu dolog. Sedangkan rekomendasi serta saran dari penulis adalah 1) Peningkatan sarana dan prasarana pelayanan terhadap konsumen, dengan penyediaan pelayanan dalam satu tempat, 2) Perlunya meningkatkan profesionalisme pengusaha kayu dolog di dalam menjalankan usahanya, sehingga tidak akan terjadi ketergantungan hanya ada pada satu segmen pasar saja. Kata kunci: strategi, pengusaha, dolog, illegal, logging

Page 1 of 1 | Total Record : 10