cover
Contact Name
Putu Diah Sastri Pitanatri
Contact Email
diahsastri@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
diahsastri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
JURNAL KEPARIWISATAAN
ISSN : 14125498     EISSN : 25811053     DOI : -
Jurnal Kepariwisataan bertujuan untuk menyebarkan analisis kritis dari para periset dan akademisi mengenai berbagai isu-isu kepariwisataan baik dalam perpektif nasional maupun internasional. Jurnal ini diterbitkan setelah menjalani proses peer-double blinded-review oleh dewan reviewer. Secara substansif, Jurnal ini bertujuan untuk memberikan hasil studi dan pemikiran baru bagi praktisi akademis, peneliti dan pengambil keputusan dalam lingkup studi kepariwisataan. Jurnal Kepariwisataan diharapkan mampu menjadi media bagi peneliti dan akademisi untuk menyampaikan pendapat kritis mereka sehingga mampu berkontribusi pada pengembangan studi pariwisata dari berbagai perspektif.
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
STAKEHOLDERS: PERAN DAN KENDALA PELIBATANNYA DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA DI BALI Mertha, I Wayan; Wiarti, Luh Yusni; Suasapha, Anom Hery
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 17 No 2 (2018): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat STP Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan peran stakeholder sebagai “pemain utama” serta kendala-kendala pelibatan mereka dalam pengembangan desa wisata di Bali. Lokasi penelitian dilakukan pada empat kabupaten di Bali, yaitu Kabupaten Bangli, Gianyar, Badung dan Tabanan. Data diperoleh melalui Focus Group Discussion (FGD), dimana narasumber dipilih secara purposive, selain data juga diperoleh melalui studi dokumentasi. Analisis kualitatif dipilih untuk mereduksi, memilah serta menginterpretaskan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah sebagai regulator, fasilitator, dan eksekutorhendaknya: (1) mendorong pengembangan desa wisata sesuai potensinya, bukan atas alasan politis dan/atau karena sekadar untuk memperoleh dana bantuan, (2) mengkaji secara konprehensif desa wisata yang akan dikembangkan, (3) menyiapkan perencanaan yang matang dengan mengintegrasikan rencana pembangunan pada tingkat yang lebih tinggi dengan rencana kerja yang disusun masyarakat, (4) memberikan pelatihan untuk mengembangkan kapasitas masyarakat local dalam pengembangan desa wisata, dan (5) memonitor dan mengevaluasi kegiatan masyarakat dalam pengembangan desa wisata.Masyarakat hendaknya secara kritis mengembangkan diri dan lingkungannya, serta menerapkan nilai-nilai lokal serta mengedepankan keunikan budaya Bali sebagai kekuatan pengembangan desa wisata, sementara itu pengusaha diharapkan berperan dalam peningkatan kapasitas masyarakat dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat lokal terkait kebutuhan desa wisata, peran akademisi diharapkan mampu memberikan sumbangan pemikiran dalam mengidentifikasi permasalahan desa wisata dan mencarikan solusinya, sementara pers dapat menonjolkan fungsi kontrol dan penyebarluasan informasi kepada publik. Kendala utama yang dihadapi dalam pengembangan desa wisata terkait dengan koordinasi antar stakeholders serta belum adanya agent of change yang mampu mengkoordinir peran stakeholders tersebut.
BERPENGARUHKAH BAURAN PEMASARAN JASA TERHADAP KEPUTUSAN PELANGGAN MENGGUNAKAN JASA WEEDING ORGANIZER DI BALI ? Wirata, I Nengah
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 17 No 2 (2018): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat STP Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan wedding di Bali semakin meningkat, menyebabkan banyaknya usaha jasa wedding organizer bermunculan. Para calon pelanggan menjadi lebih selektif dalam menentukan keputusannya menggunakan jasa suatu wedding organizer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran jasa yang terdiri dari price, product, promotion, place, people, process, dan physical evidence terhadap keputusan pembelian di PT. Bali Exotic Wedding. Teknik analisis data yang dipakai adalah deskriptif kuantiatif melalui pendekatan statistik yang menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan regresi linier berganda, uji signifikansi parameter individual (Uji t), uji signifikansi simultan (Uji F) dan koefisien determinasi R². Jumlah sampel yang diambil sebagai responden adalah sebanyak 85 orang yang terdiri dari pelanggan bride/groom yang pernah menggunakan jasa layanan wedding di PT. BaliExotic Wedding.
KARAKTERISTIK WISATAWAN EROPA SERTA PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS KERAKYATAN: STUDI KASUS DESA MUNDUK-BALI Devi Rosalina, Putu; Isha Aprinica, Ni Putu; Supartini, Ni Luh
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 17 No 2 (2018): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat STP Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The discrepancy of tourism development which focused only at the south, is now a major focus in tourism development strategies in Bali for equitable distribution of destinations. One touristic village now growing due to is Munduk Tourism Village in North Bali. This study, therefore, aims to obtain the perception of European tourists on the tourism development in Munduk through explorative analysis with 8E model. This research was conducted by using quantitative-qualitative research approach by distributing questionnaires and in-depth interviews to the respondents by accidental sampling. The results show that the tourists are dominated by female with the major countries are from Denmark. The classification of tourists are mostly millenial generation with the age range 17-25 years old, thus they are mostly students. The most enchanting attractions which become favorite preference is Panorama (22%), then followed by authentic Balinese Village (20%). Besides, it also shows that the most effective marketingstrategy is through the internet, as 36% tourists admits to get information from website or social media. Moreover, half of tourists admit for their first visit to Munduk. Another things need to concern is their length of stay which is 2.6 nights. To conclude, there are several challenges and obstacles facing tourism management in Munduk Village, namely: related to culture, local community involvement in cultural attractions, enrichment of cultural attractions to attract tourists and good waste management for sustainable environment.
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP COMMUNITY BASED TOURISM (CBT) DI DESA SIDATAPA KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG Istri A. Maheswari, A.A
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 17 No 2 (2018): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat STP Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sidatapa merupakan salah satu desa di Kecamatan Banjar, KabupatenBulelengyang memiliki keunikan, nilai sejarah serta budaya yang sangat kental, sehingga sangat pantas untuk dikembangkan sebagai Desa Wisata dengan menggunakan konsep Community Based Tourism. Adapun potensi-potensi Desa Sidatapa sebagai Desa Wisata adalah berupa rumah adat, tarian sakral, dan keindahan alam. Selain menganalisis potensi Desa, dalam tulisan ini juga menganalisis strategi pengembangannya. Dalam penelitian ini, analisis data yang dipergunakan adalah deskriptif dan kualitatif, kemudian menggunakan analisis IFAS (Internal Factors Analysis Summary) dan EFAS (External Factors Analysis Summary) serta analisis SWOT (Strengths Weaknesses OpportunitiesThreats) untuk merancang strategi pengembangannya. Melalui teknik tersebut dapat diketahuibahwa dalam pengembangan pariwisata pedesaan, harus menambah fasilitas yang mendukung pariwisata, membuat paket-paket wisata serta meningkatkan sumber daya manusianya dengan pengetahuan dan bahasa.
EKOSISTEM TERUMBU KARANG SEBAGAI OBJEK WISATA BAHARI DI KAWASAN PEMUTERAN, BULELENG: POTENSI DAN ANCAMANNYA Witari, Made
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 6 No 2 (2007): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat STP Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
INTEGRATING THE CONCEPT OE SUSTAINABLE DEVELOPMENT INTO NATIONAL POLICIES: THE ROLE OF INDONESIAN GOVERNMENT IN TOURISM DEVELOPMENT Micke Anggraini, Luh
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 6 No 2 (2007): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat STP Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tourism in Indonesia has rapidly developed and has supported the economic development of the country over three decades. Along with the issues of global sustainability, most governments in the world, including Indonesia, have committed to developing tourism in a sustainable manner. The national tourism policy thus becomes an important tool to control the development, where the natural and cultural resources are intensively utilized to support tourism. As a focal part in policy making, the national government has a significant role to ensure the attainment of sustainable tourism. However, the integration of the concept of sustainable development in the national tourism policy has been moderated when the economy of Indonesia particularly in the tourism industry is currently facing depression and has not to get back to the level as achieved in the past decade.
RELEVANSI PERDA NOMOR 3 TAHUN 1991 DALAM PEMBANGUNAN PARIW ISATA BUDAYA BALI Hadi Sukarno, Teguh
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 6 No 2 (2007): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat STP Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Government of Bali decided that culture tourism concepts were viewed as the ideology, spirit, guidelines, framework and solutions in developing tourism in Bali. These decisions were then legitimized in a form of provincial rules "Perda no 3, tahun 1974" concerning the cultural tourism. The relationship of tourism development and cultural development runs in harmony. It can be seen obviously that the Balinese awareness of their culture comes simultaneously as the tourism of Bali develops. The culture of Bali which is based on Hindu Relegion is implemented as a fundamental base, dominant factor and motor by which the tourism of Bali is developed.
KONSEP HOTEL BERWAWASAN LINGKUNGAN (ECO HOTEL) KASUS UDAYANA LODGE, BALI Kalpikawati, Ida Ayu; Witari, Ni Made
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 6 No 2 (2007): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat STP Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
PENGEMBANGAN ALTERNATIF MODEL PARIWISATA BERKELANJUTAN: KASUS KAWASAN WISATA BATU AMPAR, PEMUTERAN, BALI Wirata, I Nengah
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 6 No 2 (2007): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat STP Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN WISATA ALAM AIR TERJUN PUCAK MANIK DI DESA WANAGIRI, KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG Mertha, I Wayan; Tendi Kurniawan, I Gede
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 16 No 2 (2017): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat STP Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the forms of participation and benefits perceived by local communities from their participation in the management of Nature Tourism Pucak Manik Waterfall in Wanagiri Village, Sukasada District, Buleleng Regency. This study uses quantitative design, with the number of samples of 56 members ofthe community involved directly or indirectly in the management of tourist attractions. This samples selected by purposive sampling technique. The survey method was used to collect data with a Likert scale questionnaire of degree five. The results show that the participation rate of local community in Wanagiri village is quite high, while the largest participation form is social participation with average value 3,89, and the lowest participation is the participation of property with the average value 2,37. The most perceived benefit of local community participation in the socio-cultural community is the growing sense of pride to remain in the village (stated by 83.9% of respondents), from the economic perspective of participation is expanding employment and business fields, expressed by 87.5% of respondents, and 89.3% of respondents said the environmental benefits of their participation were the identification of tourismpotentials in their area, and the government’s support in the development of Nature Tourism Pucak Manik Waterfall.

Filter by Year

2004 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 3 (2018): Jurnal Kepariwisataan (edisi spesial) Vol 17 No 2 (2018): Jurnal Kepariwisataan Vol 17 No 1 (2018): Kepariwisataan-Maret Vol 17 No 1 (2018): Jurnal Kepariwisataan Vol 16 No 2 (2017): Jurnal Kepariwisataan Vol 16 No 2 (2017): Kepariwisataan-September Vol 16 No 1 (2017): Kepariwisataan-Maret Vol 16 No 1 (2017): Jurnal Kepariwisataan Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Kepariwisataan Vol 15 No 2 (2016) Vol 15 No 1 (2016): Jurnal Kepariwisataan Vol 15 No 1 (2016): Kepariwisataan-Maret Vol 14 No 1 (2015): Kepariwisataan-Maret Vol 14 No 1 (2015): Jurnal Kepariwisataan Vol 13 No 1 (2014): Jurnal Kepariwisataan Vol 12 No 1 (2013): Jurnal Kepariwisataan Vol 12 No 1 (2013): Kepariwisataan-Maret Vol 11 No 02 (2012): Jurnal Kepariwisataan Vol 11 No 2 (2012): Kepariwisataan-September Vol 11 No 1 (2012): Jurnal Kepariwisataan Vol 10 No 2 (2011): Kepariwisataan-September Vol 10 No 2 (2011): Jurnal Kepariwisataan Vol 10 No 1 (2011): Jurnal Kepariwisataan Vol 9 No 2 (2010): Jurnal Kepariwisataan Vol 9 No 2 (2010): Kepariwisataan-September Vol 9 No 1 (2010): Jurnal Kepariwisataan Vol 8 No 2 (2009): Jurnal Kepariwisataan Vol 8 No 2 (2009): Kepariwisataan-September Vol 8 No 1 (2009): Jurnal Kepariwisataan Vol 8 No 1 (2009): Kepariwisataan-Maret Vol 7 No 1 (2008): Kepariwisatan-Maret Vol 6 No 2 (2007): Jurnal Kepariwisataan Vol 6 No 2 (2007): Kepariwisataan-September Vol 6 No 1 (2007): Kepariwisataan-Maret Vol 6 No 1 (2007): Jurnal Kepariwisataan Vol 3 No 1 (2004): Jurnal Kepariwisataan Vol 3 No 1 (2004): Kepariwisataan-Maret More Issue