cover
Contact Name
Julia Pertiwi
Contact Email
jmiakrecmed@gmail.com
Phone
+6282310902010
Journal Mail Official
jmiakrecmed@gmail.com
Editorial Address
“Program Studi Rekam Medis & Informasi Kesehatan” Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Veteran Bangun Nusantara Jl. Letjend. Sujono Humardani No. 01, Jombor, Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Surakarta - Jawa Tengah 57521. Telp (0271) 593156, Fax (0271) 591065,
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan
ISSN : 26216612     EISSN : 26226944     DOI : https://doi.org/10.32585/jmiak.v1i1.119
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan (JMIAK), diterbitkan oleh Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan UNIVET. Terbit 2 kali dalam 1 tahun, yaitu pada bulan Juni dan November. Berisi naskah ilmiah berupa hasil penelitian, studi literatur/ artikel review, editorial dan makalah ilmiah/ paperdi bidang Ilmu Rekam Medis, Manajemen Informasi Kesehatan dan Administrasi/ Kebijakan di Bidang Kesehatan.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2022)" : 15 Documents clear
KAJIAN LITERATUR KINERJA BIDAN DALAM PELAYANAN ANTENATAL CARE (ANC) Kusuma Estu Werdani
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2888

Abstract

Kinerja bidan adalah aktivitas seorang   bidan   di   dalam menginplementasikan dengan sebaik- baiknya suatu wewenang, tugas dan tanggung jawabnya dalam rangka pencapaian tujuan tugas pokok profesi dan terwujudnya tujuan dan sasaran unit organisasi. Tanda kinerja bidan baik adalah tingkat kepuasan dari bidan tinggi dan tidak ada keluhan dari pasien. Kualitas kinerja bidan sendiri tidak lepas dari faktor yang mempengaruhinya. Kajian pustaka ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji artikel yang berkaitan dengan kinerja bidan dalam pelayanan Antenatal Care (ANC). Penelitian dilakukan dengan menggunakan kajian literatur dengan sumber data berupa artikel asli yang dipublikasian di jurnal nasional/internasional melalui basis data elektronik seperti Google scholar dan Garuda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada faktor individu yang berhubungan signifikan yaitu kemampuan, pengalaman, dan umur; pada faktor psikologis yang berhubungan signifikan yaitu sikap dan motivasi; pada faktor organisasi yang berhubungan signifikan yaitu kepemimpinan, imbalan, lama kerja, status karyawan,fasilitas dan beban kerja. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan bagi institusi penyedia layanan kesehatan untuk peningkatan kualitas bidan dalam memberikan pelayanan ANC (Antenatal Care)
KELELAHAN PADA TENAGA KESEHATAN PROFESIONAL: SUATU TINJAUAN PUSTAKA Sidhi Laksono
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2833

Abstract

Bertambahnya populasi dan pasien usia tua akan meningkatkan permintaan layanan kesehatan, sementara membutuhkan petugas kesehatan. Kekurangan petugas kesehatan profesional menyebabkan beban kerja dan mengakibatkan kelelahan. Kelelahan ini berefek tidak hanya terhadap layanan kesehatan tetapi juga ke kehidupan petugas kesehatan profesional. Kelelahan ini bisa diakibatkan karena kurangnya pemahaman di kalangan petugas kesehatan itu sendiri, keragaman dan faktor pribadi petugas serta tidak adanya dukungan dari organisasi kesehatan. Diperlukan keseimbangan kehidupan kerja, manajemen beban kerja, edukasi dini dan intervensi organisasi. Artikel ini akan membahas secara singkat mengenai kelelahan pada tenaga kesehatan. Diharapkan para tenaga kesehatan dapat mengatasi masalah kesehatan ini ke depannya.
Gambaran Sistem Perawatan Kesehatan Untuk Lansia Berbasis Informasi Teknologi (Literature Review) Rita Komalasari
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2724

Abstract

Assisting technology for the elderly is the focus of a literature review that will help support elderly health care. This paper discusses the potential of aid technology in general to offer a cost-effective way to aid health care for the elderly; no systematic research on the cost of this technology for this population has been conducted. Throughout the evaluation process, evidence of significance was considered. This paper describes the methods and conclusions of the literature review. In conclusion of this paper, the elderly will have better access to the health care system.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKAKURATAN KODE DIAGNOSA TB (TUBERCULOSIS) PADA BERKAS REKAM MEDIS PASIEN RAWAT INAP DI RSUD PRAYA TAHUN 2022 akhmad fanani akhmadfanani
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2915

Abstract

Kecepatan dan keakuratan kode dari suatu diagnosis sangat tergantung kepada pelaksana yang menangani rekam medis tersebut seperti tenaga medis maupun tenaga non medis. Berdasarkan survey awal terdapat 74% yang behasil dikode akurat dan yang tidak akurat sebanyak 26%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakakuratan kode diagnosis TB (Tuberculosis) di RSUD Praya Tahun 2022. Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif yang didukung dengan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan check-list. Subjek penelitian yaitu dokter, koder, dan petugas laboratorium. Objek penelitian yaitu  BRM pasien RI diagnosis TB dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dan didapatkan 36 berkas. Lokasi & Waktu penelitian di RSUD Praya tanggal 20 Juli s/d 20 Agustus 2022. Analisis data menggunakan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan persentase akurasi kode diagnosis TB di RSUD Praya adalah 24 (67%) akurat dan 12 (33%) tidak akurat, dari 12 diagnosis yang tidak akurat terdapat 5 (14%) diagnosis tidak spesifik dan 2 (6%) ketidaklengkapan hasil laboratorium. Faktor yang mempengaruhinya adalah koder kurang teliti, penulisan diagnosis tidak spesifik, dan ketidaklengkapan hasil laboratorium. Sebaiknya petugas lebih teliti dalam melakukan pengkodean, jika ditemukan kode diagnosis yang kurang jelas/tidak spesifik  maka melakukan konfirmasi, serta seluruh staff memperhatikan kelengkapan pengisian berkas rekam medis.
Perbandingan Beban Kerja Tenaga Rekam Medis Elektronik Dan Manual Menggunakan Metode ABK Kesehatan Agustyarum Pradiska Budi
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2831

Abstract

Beban kerja  merupakan volume atau kuantitas pekerjaan selama satu tahun untuk tiap jenis sumber daya manusia (SDM). Jika jumlah SDM sedikit sedangkan beban kerja yang semakin tinggi tentunya dapat menyebabkan terjadinya kelelahan kerja. Begitu pula sebaliknya jika jumlah SDM lebih banyak dari beban kerja, maka banyak pula waktu yang tersisa sehingga perkerjaan kurang efektif dan efisien. Sejalan dengan perkembangan teknologi penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME), rumah sakit perlu mengevaluasi analisis beban kerja (ABK) pada unit kerja rekam medis. Penelitian ini membandingkan ABK antara RME dan Manual bertujuan untuk memberikan gambaran rumah sakit dalam pengelolaan tenaga kerja yang lebih efektif dan efisien di masa mendatang dengan adanya RME. Perbandingan ini juga memberikan masukan bagi rumah sakit dalam mempercepat investasi penyediaan RME. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes)  dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbandingan RME dan Manual lebih efisien dalam kegiatan pokok, sehingga dengan SDM yang sama mampu mengerjakan beban yang lebih tinggi. RS dengan RME mampu mengerjakan beban kerja 5 kali lipat dibanding yang manual baik rawat inap maupun rawat jalan. Berdasarkan perhitungan ABK Kes RS dapat mengevaluasi kebutuhan SDM untuk dapat merotasi, menambah atau mengurangi sesuai dengan beban kerja yang telah dihitung.

Page 2 of 2 | Total Record : 15