cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Current Trends in Aquatic Science
Published by Universitas Udayana
ISSN : 26217368     EISSN : 26217473     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2019)" : 15 Documents clear
Pertumbuhan Tanaman Pisang-pisang (Heliconia psittacorum) dan Papirus (Cyperus haspan) di Area Keramba Jaring Apung, Danau Batur I Gusti Bagus Suputra; I Wayan Arthana; Gde Raka Angga Kartika
Current Trends in Aquatic Science Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.277 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan tanaman Pisang-pisang (Heliconia psittacorum) dan tanaman Papirus (Cyperus haspan) dengan kepadatan yang berbeda pada Keramba Jaring Apung di Danau Batur. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Trunyan pada bulan Desember 2018 sampai Januari 2019, dilakukan pengambilan data setiap minggunya dalam waktu 2 bulan. Pengukuran tinggi, penghitungan jumlah daun dan bunga dilakukan secara insitu. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman pisang-pisang dan papirus dapat hidup dan berkembang disekitar area Keramba Jaring Apung. Tanaman pisang-pisang dengan kepadatan 4 tanaman/wadah menunjukan pertumbuhan 5.3 Cm/ 2 bulan yang lebih baik dibandingkan dengan kepadatan 2 tanaman/wadah dan 8 tanaman/wadah, sedangkan tanaman papirus dengan kepadatan 2 tanaman/wadah menunjukan pertumbuhan 6 Cm/ 2 bulan lebih baik dibandingkan dengan kepadatan 4 tanaman/wadah dan 8 tanaman/wadah. Survival rate pisang-pisang pada semua kepadatan adalah 100%, sedangkan survival rate tanaman papirus kepadatan 2 tanaman/wadah dan 8 tanaman/wadah adalah 100% sedangkan untuk kepadatan 4 tanaman/wadah adalah 67%. Tanaman pisang-pisang yang memiliki nilai relative growth rate tinggi adalah kepadatan 4 tanaman/wadah yaitu 0.2 %/hari dan nilai terendah pada kepadatan 8 tanaman/wadah yaitu -0.13%/hari, untuk kepadatan 2 tanaman/wadah dengan nilai 0.14%/hari, sedangkan untuk tanaman papirus dengan nilai relative growth rate tertinggi pada kepadatan 2 tanaman/wadah yaitu 1.32%/hari dan nilai terendah pada kepadatan 4 tanaman/wadah yaitu 0.71%/hari, untuk kepadatan 8 tanaman/wadah dengan nilai relative growth rate 1.2%/hari.
Pengelolaan Populasi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Alami di Danau Batur, Bangli, Bali Sang Ayu Indah Sukma Dewi; I Wayan Arthana; Made Ayu Pratiwi
Current Trends in Aquatic Science Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.822 KB)

Abstract

Kegiatan penangkapan ikan di Danau Batur masih sering dilakukan oleh nelayan tradisional dengan ikan hasil tangkapan dominan yaitu Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan juvenil, mengetahui hubungan panjang berat, mengetahui frekuensi panjang ikan hasil tangkapan Nelayan dan mengetahui bagaimana upaya pengelolaan Ikan Nila alami di Danau Batur. Penelitian dilaksanakan di lima stasiun yaitu Terunyan, Abang, Buahan, Toyo Bungkah dan Songan pada bulan Desember 2018 hingga Januari 2019. Metode yang digunakan adalah metode purposive sampling untuk pengambilan sampel kelimpahan juvenil dan metode penarikan contoh acak kelompok (PCAK) yang digunakan untuk pengambilan sampel ikan hasil tangkapan nelayan. Titik 1 (daerah yang terdapat banyak tumbuhan air) dan titik 2 (daerah yang terdapat medium tumbuhan air) merupakan titik yang memiliki kelimpahan juvenil Ikan Nila tinggi yaitu 4 ind/m3. Dari lima stasiun pengambilan sampel, desa Toyo Bungkah memiliki kelimpahan juvenil tertinggi dibandingkan dengan desa lainnya yaitu 5 ind/m3 . Pola pertumbuhan Ikan Nila yang didapat tergolong allometrik negatif ( b= 2.52) untuk Ikan Nila jantan dan (b= 2.58) untuk Ikan Nila betina. Sebanyak 16% Ikan Nila jantan dan 32% Ikan Nila betina hasil tangkapan nelayan yang sudah matang gonad. Pengelolaan populasi Ikan Nila di Danau Batur dapat dilakukan melalui tiga cara yaitu restocking, menangkap Ikan Nila yang sudah siap dikonsumsi dan melakukan perbaikan lingkungan.
Fitoremediasi Logam Berat Timbal (Pb) oleh Tanaman Kiapu (Pistia stratiotes) Berdasarkan Analisis Mass Balance Nita Hayani Br. Tarigan-Sibero; Ni Putu Putri Wijayanti; Ima Yudha Perwira
Current Trends in Aquatic Science Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.899 KB)

Abstract

Abstract This study was aimed to investigate the phytoremediation capacity and mechanism of Pb by Kiapu plants (Pistia stratiotes) based on the mass balance analysis. This study used 2 treatments, Pb exposure at 10 and 20 ppm. The phytoremediation capacity of Kiapu plants was represented by the absorption/adsorption rate of Pb by the plants during 20 days of cultivation. The mechanism of Pb phytoremediation by Kiapu plants was estimated in mass balance analysis (the mass of Pb in leaves and roots). The value of Pb mass accumulation (in leaves and roots) was used as the basis of phytoremediation mechanism determination. The results showed that Kiapu plants could absorp/adsorp Pb from the water up to 0,71% in leaves and 0,79% in roots out of 50,5 mg in the 10 ppm treatment and that of 0,50% in leaves and 0,52% in roots out of 100,25 mg in the 20 ppm treatment. These result showed that the highest absorption/adsorption was in the root of the plants indicating a rhyzofiltration mechanism during the phytoremediation process. The water quality was not effected by phytoremediation using Kiapu plants. Keywords: Phytoremediation, capacity, mechanism, Kiapu (Pistia stratiotes), mass balance
Pemanfaatan Seledri (Apium graveolens) dan Tanaman Mint (Mentha piperita) Dalam Sistem Akuaponik di KJA Danau Batur Komang Lina Rosita Sugiarni; I Wayan Arthana; Gde Raka Angga Kartika
Current Trends in Aquatic Science Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.346 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat tanaman hidroponik jenis tanaman Seledri (Apium graveolens) dan tanaman Mint (Mentha piperita) pada Keramba Jaring Apung di Danau Batur mengunakan konsep akuaponik. Pengambilan data pertumbuhan tanaman dilakukan selama 2 bulan dari Bulan Desember 2018 – Januari 2019. Pengukuran dilakukan untuk parameter tinggi tanaman, jumlah batang, jumlah daun dan kualitas air. Tanaman Seledri dan Tanaman Mint dapat hidup pada Keramba Jaring Apung dengan pH air danau sangat basa (8,5). Tanaman seledri memiliki pertumbuhan lebih baik dibandingkan dengan tanaman mint. Tanaman seledri dapat hidup sampai minggu ke 8, sedangkan tanaman mint hanya dapat hidup sampai minggu ke 4. Hal ini mungkin dikarenakan oleh cuaca buruk serta gelombang yang tinggi. Nilai pH pada tanaman seledri dan tanaman mint pada minggu 1 hingga minggu ke 5 sebesar 8,4 – 8,9 sedangkan pada minggu ke 7 dan minggu ke 8 menunjukkan nilai pH sebesar 6,3 – 7,7. Nilai TDS pada tanaman seledri tidak mengalami fluktuasi secara signifikan, sedangkan pada tanaman mint dengan kepadatan 4 tanaman/0,16 m2 nilai TDS di minggu 1 tinggi dan pada minggu ke 7 nilai TDS pada kepadatan 2 tanaman/0,16 m2 mengalami kenaikan. Pada area sekitar Keramba Jaring Apung memiliki suhu perairan yaitu 25.4 °C – 27 °C. Selama 2 bulan suhu mengalami fluktuasi akibat kondisi cuaca yang berubah-ubah pada saat melakukan pengukuran suhu.
Analisa Usaha Penangkapan Ikan dengan Longline pada KM. Hiroyoshi 6 Milik PT. Intimas Surya di Benoa, Bali Diah Ayu Safitri; I Wayan Restu; I Ketut Wija Negara
Current Trends in Aquatic Science Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.089 KB)

Abstract

This study objectives is to analyze longline fisheries business, by analyzing business feasibility aspects and operational costs and business income. The method used is descriptive quantitative, and determining respondent by purposive sampling. The data collection process is carried out for 3 months. MS. Hiroyoshi 6 which is based in Benoa Harbor which is a wooden ship measuring 120 GT, with longline fishing gear. In one year the ship can make 6 trips. The composition of the catch consists of 9 types of fish, which are dominated by tuna. The investment costs incurred are Rp. 2,750,000,000, and operating costs are Rp. 805,410,000 in one year. The average boat production yield is 73,407 kg, with revenues of Rp 4,157,275,000 and profits of Rp 1,559,465,000. The results of the business feasibility analysis, payback period 1.7, B / C ratio 1.6, and Break Even Point units of 25,000 kg and Break Even Point sales of Rp 1,415,852,000. Based on the results of the analysis, the longline fisheries business is feasible to continue.

Page 2 of 2 | Total Record : 15