cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika
ISSN : 20883021     EISSN : 25988077     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2019)" : 16 Documents clear
TINGKAT PENGUASAAN SISWA KELAS X SMA ISLAM PARLAUNGAN SIDOARJO DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA BERBASIS GAYA BELAJAR Ardianik, Ardianik; Martono, Boedi; Setiawan, Windi
Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9 No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.112 KB) | DOI: 10.36456/buanamatematika.v9i1:.1979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejauh mana tingkat penguasaan siswa kelas X SMA Islam Parlaungan berbasis gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear tiga variabel. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Islam Parlaungan Sidoarjo yang berjumlah 49 siswa, yang berbasis gaya belajar visual ada 21 siswa, gaya belajar auditori ada 16 siswa, dan gaya belajar kinestetik ada 12 siswa.Metode pengumpulan data yang digunakan dengan memberikan angket gaya belajar dan metode tes. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis data hasil tes dengan mengklasifikasikan tingkat penguasaan siswa berdasarkan nilai kriteria kelulusan minimal (KKM) mata pelajaran matematika yaitu 75 dan mengklasifikasikan tingkat penguasaan siswa berdasarkan nilai mean dan standar deviasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) Tingkat penguasaan materi berdasarkan nilai KKM, menunjukkan bahwa tingkat penguasaan siswa visual pada materi soal cerita sistem persamaan linear tiga variabel ada 8,2% yang menguasai dan ada 34,7% yang tidak menguasai. Tingkat penguasaan materi siswa auditori ada 6,1 % yang menguasai dan ada 26,5% yang tidak menguasai. Tingkat penguasaan materi siswa kinestetik tidak ada 0% yang menguasai dan ada 24.5% yang tidak menguasai; (2) Tingkat penguasaan materi berdasarkan nilai mean dan standart deviasi, menunjukkan bahwa tingkat penguasaan siswa visual pada materi soal cerita sistem persamaan linear tiga variabel tergolong klasifikasi tinggi ada 8,2%, tergolong klasifikasi sedang ada 28,6%, dan tergolong klasifikasi rendah ada 6,1%. Tingkat penguasaan materi siswa auditori yang tergolong klasifikasi tinggi ada 6,1%, tergolong klasifikasi sedang ada 26,5%, dan tidak ada 0% yang tergolong klasifikasi rendah. Tingkat penguasaan materi siswa kinestetik tergolong klasifikasi tinggi tidak ada (0%), tergolong klasifikasi sedang ada 14,3%, dan yang tergolong klasifikasi rendah ada 10,2%.
PENERAPAN METODE MMP DAN NHT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI TRIGONOMETRI Budiyanti, Erni; Kusuma, Arie Purwa; Arihati, Desy Bangkit
Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9 No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.169 KB) | DOI: 10.36456/buanamatematika.v9i1:.1980

Abstract

Penelitian ini diharapkan dapat membuktikan perbedaan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan metode Missouri Mathematics Problem (MMP) dan Numbered Head Together (NHT) pada materi trigonometri. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2018, dengan metode eksperimen. Sampel dari penelitian ini berjumlah 72 siswa, 36 siswa di kelas X Elektro 2 yang menggunakan metode Missouri Mathematics Project (MMP) dan 36 siswa di kelas X Elektro 1 yang menggunakan metode Numbered Head Together (NHT), pemilihan sampel penelitian secara cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes materi trigonometri berbentuk soal pilihan ganda, dari hasil ujicoba tes yang valid 25 soal dengan menggunakan reliabilitas Kuder Richardson (KR-20) diperoleh 0,9147. Berdasarkan perhitungan diperoleh data bahwa rata-rata hasil belajar siswa melalui metode Missouri Mathematics Project (MMP) memiliki rata-rata 76,5 dan rata-rata hasil belajar siswa melalui metode Numbered Head Together (NHT) memiliki rata-rata 71,33. Dalam uji prasyarat kedua data berdistribusi normal dan homogen. Pengujian hipotesis data diperoleh thitung = 2,068 > ttabel = 1,994. Maka diperoleh kesimpulan H1 diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa yang menggunakan metode Missouri Mathematics Project (MMP) dan metode Numbered Head Together (NHT) pada materi Trigonometri di kelas X.
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA Yudha, Chrisnaji Banindra
Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9 No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.664 KB) | DOI: 10.36456/buanamatematika.v9i1:.1981

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis true experimental design dengan model desain pretest-posttest control group design. Penelitian ini dilaksanakan di Prodi PGSD Semester ganjil 2018/2019 pada mata kuliah pendidikan matematika SD 2. Populasi dalam penelitian ini adalah 60 Mahasiwa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 40 siswa, 20 siswa untuk kelas eksperimen dan 20 siswa untuk kelas kontrol. Instrument penelitian ini menggunakan tes kemampuan berpikir kritis dan lembar observasi untuk guru dan siswa yang masing-masing telah divalidasi oleh ekpert judgement. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji normalitas dan uji homogenitas kemudian dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan pendekatan saintifik terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa mengalami peningkatan secara berkelanjutan dengan kategori penilaian baik. (2) kemampuan berpikir kritis berimbas pada Hasil belajar matematika setelah diterapkan pendekatan saintifik dengan kategori tinggi. Begitu juga pada kelas yang menerapkan metode pembelajaran konvensional, juga mengalami peningkatan hasil belajar akan tetapi peningkatannya dengan kategori sedang. (3) Ada pengaruh positif dan signifikan penerapan pendekatan saintifik terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa PGSD STKIP Kusuma Negara Semester Ganjil 2018/2019.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TGT PADA MATERI TURUNAN FUNGSI ALJABAR Yulianti, Yeni; Syafi’i, Mohamad; Ma’ruf, Abdul Hakim
Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9 No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.148 KB) | DOI: 10.36456/buanamatematika.v9i1:.1982

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk memperbaiki kualitas pembelajaran dan meningkatkan keaktifan siswa serta hasil belajar matematika siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe team games tournament (TGT) pada materi Turunan Fungsi Aljabar di kelas XI MIPA 3 SMAN 1 Leuwiliang semester genap tahun pelajaran 2017/2018.Metode penelitian ini penelitian tindakan kelas yang mengikuti model Kurt Lewin. Penelitian ini mencakup 3 siklus dimana masing-masing siklus mencakup 4 tahap yaitu planning (perencanaan), acting (pelaksanaan), observing (observasi), reflecting (refleksi). Waktu penelitian adalah 3 bulan yaitu dari bulan Februari 2018 sampai bulan Mei 2018 dengan subjek penelitian sebanyak 36 siswa, sedangkan data dikumpulkan melalui tes, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi perbaikan/peningkatan kualitas pelaksanaan pembelajaran yaitu pada siklus I sebesar79,38%, siklus II sebesar 88,13% dan siklus III sebesar 91,88% dan perbaikan/peningkatan keaktifan siswa yaitu padasiklus I sebesar 69%, siklus II sebesar 76%, dan siklus III sebesar91%, serta terjadi peningkatan hasil belajar matematika yang signifikan yang dibuktikan dengan tingkat ketuntasan hasil belajar siswa pada setiap siklus meningkat yaitu pada siklus Isebesar 58,33%, siklus Iisebesar 66,67%, siklus IIIsebesar 80,56%,dan hasilwawancarayang dilakukan menyimpulkan bahwa belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe team games tournament (TGT)adalah menyenangkan bagi siswa.Kesimpulan yang dapat diambil peneliti dari penelitian tindakan kelas ini adalah bahwa belajar matematika dengan menggunakanmodel pembelajaran kooperatif tipeteam games tournament (TGT)dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan keaktifan siswa serta hasil belajar matematika siswa.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA BERDASARKAN ANALISIS NEWMAN DI KELAS X SMA INTENSIF TARUNA PEMBANGUNAN SURABAYA Moh.Syukron Maftuh
Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9 No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.486 KB) | DOI: 10.36456/buanamatematika.v9i1:.2250

Abstract

This research is a descriptive study with a quantitative approach. The subjects of this study were 34 students of class X MIA 2 SMA Taruna Pembangunan Intensive School academic year 2019/2020 who were then given a written test in the form of a story, and 3 students who made the most mistakes were taken to be interviewed. Then the data obtained were carried out to have data reduction, data presentation in tabular form to be described, and then conclusions were drawn. Based on the results of data analysis, it was obtained that (1) At the reading stage, students did not experience difficulties, so there was no error at the reading stage; (2) In the stage of understanding, mistakes made by students were 37.15% which included errors when identifying commands on the problem, so it was wrong in determining what was known and what was asked in the problem and making mistakes in changing the context of the problem of the story into its own language that affected the process of problem solving; (3) At the transformation stage, the errors conducted by students were 13.04% including students were unable to translate their mistakes and transform the existing formations in the problem into the form of mathematical sentences, as well as a lack of understanding to use the method to be used; (4) In the process skills stage, the mistakes made by students were 20.94% including students still made mistakes in the calculation process such as when transferring terms into different segments and adding two terms with the same variable. In addition, students also made mistakes in the process of elimination and substitution when performing multiplication, addition, and subtraction operations as well as lack of understanding of what operations would be used; and (5) At the stage of writing the final answer, the mistakes made by students were 28.85% including students did not write the conclusions of the solutions obtained correctly, even some students did not change the solutions obtained in the form of sentences in accordance with the real problems known in the tests.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA BERDASARKAN ANALISIS NEWMAN DI KELAS X SMA INTENSIF TARUNA PEMBANGUNAN SURABAYA Moh.Syukron Maftuh
Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9 No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/buanamatematika.v9i1:.2250

Abstract

This research is a descriptive study with a quantitative approach. The subjects of this study were 34 students of class X MIA 2 SMA Taruna Pembangunan Intensive School academic year 2019/2020 who were then given a written test in the form of a story, and 3 students who made the most mistakes were taken to be interviewed. Then the data obtained were carried out to have data reduction, data presentation in tabular form to be described, and then conclusions were drawn. Based on the results of data analysis, it was obtained that (1) At the reading stage, students did not experience difficulties, so there was no error at the reading stage; (2) In the stage of understanding, mistakes made by students were 37.15% which included errors when identifying commands on the problem, so it was wrong in determining what was known and what was asked in the problem and making mistakes in changing the context of the problem of the story into its own language that affected the process of problem solving; (3) At the transformation stage, the errors conducted by students were 13.04% including students were unable to translate their mistakes and transform the existing formations in the problem into the form of mathematical sentences, as well as a lack of understanding to use the method to be used; (4) In the process skills stage, the mistakes made by students were 20.94% including students still made mistakes in the calculation process such as when transferring terms into different segments and adding two terms with the same variable. In addition, students also made mistakes in the process of elimination and substitution when performing multiplication, addition, and subtraction operations as well as lack of understanding of what operations would be used; and (5) At the stage of writing the final answer, the mistakes made by students were 28.85% including students did not write the conclusions of the solutions obtained correctly, even some students did not change the solutions obtained in the form of sentences in accordance with the real problems known in the tests.

Page 2 of 2 | Total Record : 16