cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
embrio@unipasby.ac.id
Editorial Address
Program Studi S1 Kebidanan FIKes Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Jl. Dukuh Menanggal XII, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
EMBRIO : Jurnal Kebidanan
ISSN : 20898789     EISSN : 27147886     DOI : https://doi.org/10.36456/embrio
Core Subject : Health,
Jurnal EMBRIO is the bachelor midwifery journal at PGRI Adi Buana University in Surabaya, (P-ISSN: 2089-8789 and E-ISSN: 2714-7886). Which publish articles in midwifery, including: birth pregnancy, labor, childbirth; baby; family planning; reproductive health; complementary midwifery care. Publication schedule: May and November. This journal publishes scientific papers that discuss the results of research studies and literature reviews as well as the latest issues and trends occuring.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 3 (2013): EMBRIO (AGUSTUS 2013)" : 18 Documents clear
Sikap Primigravida Pranikah terhadap Kehamilannya di Wilayah Kerja Puskesmas Taman-Sidoarjo Nur Eka Roifah; Tetty Rihardini
EMBRIO Vol 3 (2013): EMBRIO (AGUSTUS 2013)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.95 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol3.no0.a1108

Abstract

Diperkirakan sekitar 200-300 juta kehamilan yang tidak diinginkan terjadi akibat perilaku seks bebas, khususnya di kalangan remaja. Remaja di Indonesia pun sudah mulai lebih bertoleransi terhadap gaya hidup seksual pranikah.Akibatnya terjadi peningkatan kehamilan yang tidak diinginkan di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap primigravida yang mengalami kehamilan pranikah terhadap kehamilannya karena pengalamankehamilan pranikah yang dihadapimembentuk sikap positif ataupun negatif dari individu terhadap kehamilannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptifcross sectional, dengan penelitian populasi yang menggunakan seluruh populasi yang terdata sebagai sampel.Variabel yang diteliti dalam penelitian iniadalah sikap primigravida yang mengalami kehamilan pranikah terhadap kehamilannya dengan sampel 20 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah presentase. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2013 di wilayah kerja dari Puskesmas Taman-Sidoarjo. Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa sikap primigravida yang mengalami kehamilan pranikah terhadap kehamilannya yakni 11orang (55%) menunjukkan sikap negatif (menolak) dan hanya 9 orang (45%) menunjukkan sikap positif (menerima). Diharapkan kepada keluarga dan masyarakat untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap wanita yang mengalami kehamilan pranikah. Seharusnya keluarga dan masyarakat bisa membantu wanita yang mengalami kehamilan pranikah beradaptasi dengan kehamilannya sehingga tidak mempengaruhi kesehatan ibu dan janin.
Perbedaan Bounding Attachment Pada Ibu Nifas Yang Memberikan Inisiasi Menyusu Dini Dengan Yang Tidak Memberikan Inisiasi Menyusu Dini (Studi Kasus Di RSUD Sidoarjo 2013) Lestari Okta Ambarati; Sumiati Sumiati
EMBRIO Vol 3 (2013): EMBRIO (AGUSTUS 2013)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.5 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol3.no0.a1112

Abstract

Bounding Attachment terjadi pada kala IV, dimana diadakan kontak antara ibu dan bayi dan berada pada ikatan kasih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perbedaan bounding attachment pada ibu nifas yang memberikan inisiasi menyusu dini dengan yang tidak memberikan inisiasi menyusu dini di RSUD Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan desain penelitian observasional menggunakan rancangan penelitian cohort. Sampel yang digunakan adalah ibu bersalin yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 30 ibu nifas. Teknik sampling yang digunakan adalah Puposive Sampling. Pengumpulan data diperoleh pada tanggal 14 Juni – 14 Juli 2013, dengan cara mengisi lembar checklist melalui observasi langsung pada ibu nifas. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 ibu nifas yang menjadi responden, 15 ibu ( 50 % ) berhasil dilakukan IMD, sedangkan yang 50% tidak diberikan IMD karena kondisi ibu dan bayi yang tidak memungkinkan. Hasil penelitian diperoleh 50% ibu yang memberi perlakuan IMD : 47% mempunyai interaksi positif dan 3% mempunyai interaksi negatif, sedangkan 50% ibu yang tidak memberikan perlakuan IMD, 43% mempunyai interaksi negatif dan 7% mempunyai interaksi positif. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan bounding attachment pada ibu nifas yang memberikan inisiasi menyusu dini dengan yang tidak memberikan inisiasi menyusu dini. Saran yang dapat diberikan kepada petugas kesehatan hendaknya patuh dan disiplin dalam melaksanakan kegiatan IMD dimana selain bermanfaat meningkatkan bounding attachment juga untuk meningkatkan program pemerintah untuk pemberian ASI Esklusif.
Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Pola Tidur Bayi Usia 1-3 Hari Di Ruang Neonatusrsia Kirana Sidoarjo Nuur Hayati Astrilya; Krisna Murti
EMBRIO Vol 3 (2013): EMBRIO (AGUSTUS 2013)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.275 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol3.no0.a1121

Abstract

Pada umumnya bayi mudah terserang penyakit karena bayi belum mampu/belum memiliki daya tahan tubuh yang baik/kuat, oleh sebab itu orang tua harus berpartisipasi dalam merawat bayi sebelum sakit dan ketika sakit. Adanya fenomena bahwa akan terdapat perbedaan antara pola tidur bayi yang tidak diberikan pemijatan secara lengkap dan yang diberikan pemijatan lengkap, gambaran perbedaan ini dapat dilihat dari pola tidur bayi, yang mendapat pemijatan lengkap akan lebih pulas tidurnya dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan pemijatan secara lengkap, karena bayi akan sering mengalami frekuensi bangun setiap 6 jam tidur, bisa lebih 6 kali bangun. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui adanya pengaruh pijat bayi terhadap pola tidur bayi usia 1-3 hari di Ruang Neonatus RSIA Kirana Sidoarjo.Dalam penelitian digunakan metode analitik dengan desain penelitian Cross Sectional metode deskriptif yang pengambilan sampelnya dilakukan secara consecutif sampling. Populasi dalam penelitian adalah sebagian bayi usia 1-3 hari sejumlah 33 bayi. Instrumen dalam pengumpulan data menggunakan observasi. Analisis data dengan menggunakan uji statistik chi square. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa dari 30 bayi, 21 bayi (70%) pelaksanaan pijat bayi terbanyak diberikan pijat secara lengkap, 22 bayi (73,3%) pola tidur bayi setelah diberikan pijat bayi terbanyak dengan pola tidur tidak terganggu. Dari hasil pengujian dengan chi-square bahwa 2 hitung>2 tabel sehingga hasil analisis signifikan. Artinya ada pengaruh pijat bayi terhadap pola tidur bayi usia 1-3 hari di RSIA Kirana Sidoarjo. Disarankan agar orang tua mencari pengetahuan dan tata cara pemijatan yang baik dan benar terutama bagi orang tua yang mempunyai bayi usia 1-3 hari melalui berbagai informasi seperti penyuluhan, demonstrasi dan pemberian leaflet yang dapat dilakukan oleh petugas kesehatan.
Hubungan Antara Teknik Meneran Dengan Ruptura Perinium Pada Ibu Bersalin Yang Selama Kehamilan Mengikuti Senam Hamil (Studi Kasus Di Bpm Ny. Wiwik S. Aengsareh Sampang) Safrita Arlina Alfiani; Yefi Marliandiani
EMBRIO Vol 3 (2013): EMBRIO (AGUSTUS 2013)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.056 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol3.no0.a1122

Abstract

Penyebab robekan perineum umumnya terjadi pada faktor predisposisi salah satunya faktor ibu yaitu teknik meneran. Namun ibu dapat melakukan teknik meneran dengan benar dengan mengikuti senam hamil. Salah satu manfaat senam hamil, ibu dapat melakukan teknik mengejan dengan baik .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara teknik meneran dengan ruptur penineum pada ibu bersalin yang selama kehamilan mengikuti senam hamil. Dalam penelitian ini digunakan metode analitik dan menggunakan purposive sampel yaitu pengambilan sampel yang didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Sampel ibu bersalin yang pada waktu hamil mengikuti senam hamil sebanyak 30 responden.Instrumen yang digunakan adalah dengan observasi menggunakan ceklis,baik pada teknik meneran maupun pada ruptur perineum.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa dari 30 responden, melakukan teknik meneran dengan benar pada kala II sebagian besar tidak terjadi rupture perineum yaitu sebanyak 77%, dan responden dengan teknik meneran yang salah pada kala II yang terbanyak mengalami rupture perineum sebanyak 82%, dan dari hasil chi-square didapatkan Ho ditolak, Ha diterima maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara teknik meneran dengan ruptur perineum pada ibu bersalin yang selama kehamilan mengikuti senam hamil. Dengan kolerasi salahnya meneran pada ibu bersalin yang selama kehamilan mengikuti senam hamil tidak rutin maka terjadi ruptur perineum semakin banyak. Oleh sebab itu bidan disarankan untuk melakukan pemantauan pada ibu-ibu yag mengikuti senam hamil untuk melihat benar tidaknya latihan meneran, latihan pernafasan dan relaksasi, penguatan otot panggul dan perut saat diadakan latihan senam hamil.
Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Anak Usia 2-4 Tahun Di Kelompok Bermain Desa Gading Watu Gresik Amaliya Firdaus; Retno Setyo Iswati
EMBRIO Vol 3 (2013): EMBRIO (AGUSTUS 2013)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.603 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol3.no0.a1140

Abstract

ASI Eksklusif mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan ibu dan anak. Salah satu manfaat ASI Eksklusif adalah dapat mencegah resiko gigi berlubang atau karies gigi (Khamzah, 2012: 180). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian karies gigi pada anak usia 2-4 tahun. Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi dengan desain penelitian case-control yang dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2013 di Kelompok Bermain Gading dengan populasi seluruh ibu dan anak usia 2-4 tahun yang berjumlah 30 responden dan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh/sensus, menggunakan data primer dengan instrument berupa kuesioner dan checklist dengan metode analisis Chi-Square .Berdasarkan hasil penelitian didapatkan dari 30 responden sebagian besar responden yang diberikan ASI eksklusif sebanyak 83,33% tidak mengalami karies gigi dan sebagian kecil sejumlah 16,67% mengalami karies gigi, sedangkan responden yang tidak diberikan ASI eksklusif sebanyak 95,83% mengalami karies gigi dan sebagian kecil sejumlah 4,17% tidak mengalami karies gigi . Simpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar anak tidak diberikan ASI eksklusif dan banyak anak yang mengalami karies gigi, dari hasil uji analisis Chi-Square ada hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian karies gigi pada anak usia 2-4 tahun. Saran yang dapat diberikan penyuluhan tantang pemberian ASI Eksklusif ditingkatkan di semua tatanan pelayanan kesehatan.
Penyajian Susu Formula Terhadap Kejadian Diare Pada Bayi 0-24 Bulan di RS. Surabaya Medical Service Tunik Wardianti; Nyna Puspita Ningrum
EMBRIO Vol 3 (2013): EMBRIO (AGUSTUS 2013)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.686 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol3.no0.a1150

Abstract

Kejadian diare akibat konsumsi susu formula pada bayi menjadi fenomena yang menimbulkan permasalahan, perlu dikaji lebih lanjut tentang tata cara ibu dalam menyajikan susu formula, bagaimanakah sisi sterilisasi botol tempat menyajikan, bagaimanakah proses penyiapan dan proses penyimpanan botol susu itu sendiri. Kondisi yang demikian perlu sangat diperhatikan sebab bayi usia 0-24 bulan sangat rentan terhadap bakteri yang dapat menyebabkan sakit diare. Penelitian ini akan mengkaji penyajian susu formula dengan kejadian diare pada anak usia 0-24 bulan di RS. Surabaya Medical Service. Penelitian ini menggunakan metode crossectional, populasi penelitian ini seluruh orang tua bayi yang diarawat diruang Irna RS. Surabaya Medical Service pada bulan Juni 2013 sejumlah 38 orang, sampel yang digunakan sebanyak 35 bayi yang diambil dengan teknik purposive sampling, variabel bebas adalah penyajian susu formula dan variabel terikat adalah kejadian diare, alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan chi-square. Hasil penelitian berdasarkan pengujian dengan chi-square bahwa  2 tabel (21,598 > 2,84), sehingga hasil analisis signifikan. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis maka penyajian susu formula mempengaruhi kejadian diare pada bayi 0-24 bulan di RS. Surabaya Medical Service. Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah Kebersihan botol susu saat penyajian susu formula oleh responden di Ruang Irna RS. Surabaya Medical Service yang terbanyak dalam kategori baik. Sterilisasi botol susu saat penyajian susu formula oleh responden di Ruang Irna RS. Surabaya Medical Service yang terbanyak dalam kategori baik. Penyimpanan botol susu saat penyajian susu formula oleh responden di Ruang Irna RS. Surabaya Medical Service yang terbanyak dalam kategori baik. Penyiapan susu saat penyajian susu formula oleh responden di Ruang Irna RS. Surabaya Medical Service yang terbanyak dalam kategori baik. Pemberian susu formula oleh responden di Ruang Irna RS. Surabaya Medical Service yang terbanyak dalam kategori baik. Ada pengaruh antara penyajian susu formula terhadap kejadian diare pada bayi 0-24 bulan di RS. Surabaya Medical Service. Dari hasil penelitian saran yang diberikan agar meningkatkan pengetahuan terhadap langkah-langkahg penyajian susu formula yang baik.
Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Oral Hygiene Dengan Kejadian Moniliasis Pada Neonatus di Poli Tumbuh Kembang RSUD Sidoarjo Sari, Ira Puspita; Azaria, Damarati
EMBRIO: Jurnal Kebidanan Vol 3 (2013): EMBRIO (AGUSTUS 2013)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.368 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol3.no0.a1159

Abstract

Di dapatkan bayi berusia 0 – 28 hari yang kontrol di poli tumbuh kembang RSUD Sidoarjo mengalami moniliasis. Faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya moniliasis adalah pengetahuan ibu tentang perawatan bayi terutama oral hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Oral Hygiene dengan Kejadian Moniliasis pada Bayi di Poli Tumbuh Kembang RSUD Sidoarjo. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai bayi dan berkunjung di Poli Tumbuh Kembang RSUD Sidoarjo pada bulan Juni 2013 sebanyak 64 responden dengan menggunakan Purposive sampling didapatkan sampel sebesar 30 responden. Penelitian ini menggunakan alat ukur kuisioner. Berdasarkan uji statistik dengan menggunakan Continuity correction (χ2) untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang oral hygiene dengan kejadian moniliasis pada neonatus didapatkan χ2 : 13,040 p : 0,001 dan tingkat kemaknaan α : 0,05 maka P <α sehingga Ho ditolak dan H1 diterima, yang artinya ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang oral hygiene dengan kejadian moniliasis pada neonatus. Hal ini dibuktikan oleh 12 responden (40%)yang mempunyai pengetahuan baik tentang oral hygiene. Dan angka kejadian moniliasis pada bayi hanya sebagian kecil yaitu terjadi pada 8 responden (26,7%). Saran dari peneliti diharapkan para ibu harus lebih memperhatikan perilaku kesehatan yang diberikan kepada bayinya dengan menambah pengetahuan tentang personal hygiene terutama oral hygiene serta berani mengaplikasikan pada bayinya.
Hubungan ibu bekerja dengan perkembangan balita usia 4-5 tahun di TK Dharma Wanita Desa Grogol Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo Muntiani Muntiani; Supartini Supartini
EMBRIO Vol 3 (2013): EMBRIO (AGUSTUS 2013)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.922 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol3.no0.a1167

Abstract

Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih komplek dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses kematangan. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak ada 10, yaitu faktor genetik / herediter faktor lingkungan, nutrisi, lingkungan budaya,keluarga, status sosial dan ekomomi keluarga, iklim / cuaca, olahraga, posisi anak dalam keluarga, status kesehatan,dan faktor hormonal, selain itu ibu juga mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan anak khususnya balita yang usia 4-5 tahun. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu yang bekerja atau ibu yang tidak bekerja yang memiliki balita usia 4-5 tahun di TK Dharma Wanita Desa Grogol Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo dengan sampel 55 orang ibu yang sebagai responden secara random sampling. Intrumen penelitian menggunakan KPSP dan kuesioner sebagai data primer. Dalam penelitian ini variabel independet adalah Ibu bekerja dan variabel dependent adalah perkembangan balita usia 4-5 tahun. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square (x2 test) dengan α = 0,05 dan diperoleh perhitungan chi quadrat lebih besar dari pada tabel (10,3> 5,99)dengan signifikasi p = 0,000<α. Hasil penelitian perkembangan balita usia 4-5 tahun dengan asuhan ibu bekerja sebanyak 24 balita(68,6%) perkembangannya meragukan, sebanyak 2 balita (5,7%) perkembangannya penyimpangan dan sebanyak 9 balita (25,7%) perkembangan sesuai. Perkembangan balita usia 45 tahun dengan asuhan ibu tidak bekerja sebanyak 5 balita (25,0%) perkembangannya meragukan, sebanyak 1balita (5,0%) perkembangannya penyimpangan dan sebanyak 14 balita (70,0%) perkembangan sesuai. Saran yang diberikan bagi para petugas kesehatan dan para ibu baik yang bekerja dan tidak bekerja untuk selalu memantau perkembangan anaknya dengan selalu memberikan rangsangan serta kualitas interaksi dengan anak agar ibu mengetahui bagaimana perkambangan anaknya.
Tingkat Pengetahuan Ibu Primigravida Tentang Posisi Melahirkan di RB. Medika Utama Balongbendo Uky Nofitasari; Kusindijah Kusindijah
EMBRIO Vol 3 (2013): EMBRIO (AGUSTUS 2013)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.076 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol3.no0.a1172

Abstract

Persalinan adalah saat yang menegangkan dan dapat menggugah emosi atau bahkan dapat menjadi saat yang menyakitkan dan menakutkan bagi ibu. Upaya untuk mengatasi hal tersebut sebaiknya dilakukan melalui asuhan sayang ibu selama persalinan, seperti memberikan dukungan emosional, memberikan cairan dan nutrisi, keleluasaan untuk menggunakan kamar mandi secara teratur, pencegahan infeksi, dan membantu pengaturan posisi ibu. Berdasarkan masalah yang ditemukan di RB. Medika Utama Balongbendo yaitu mayoritas ibu primigravida tidak kooperatif saat persalinan. Ketika petugas menyarankan ibu untuk mengubah posisi saat persalinan, ibu tidak menghiraukan dan enggan untuk mengubah posisi. Sehingga menyebabkan persalinan lama, rasa sakit yang semakin dirasakan dan robekan perineum yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu primigravida tentang posisi melahirkan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan pengambilan sampelnya menggunakan teknik sampling jenuh. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 responden. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner tertutup. Cara pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. variabel dalam penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu tingkat pengetahuan ibu primigravida tentang posisi melahirkan. Pengolahan data dan analisa data dalam penelitian ini menggunakan persentase. Berdasarkan hasil penelitian, dari 32 responden didapatkan ibu primigravida yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 3 responden (9%), cukup sebanyak 17 responden (53%) dan kurang sebanyak 12 responden (38%). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu primigravida tentang posisi melahirkan di RB. Medika Utama Balongbendo pada tingkat cukup. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi kepada ibu primigravida tentang posisi melahirkan sehingga ibu lebih siap untuk menghadapi persalinan dan kooperatif saat persalinan.
Sikap Primigravida Pranikah terhadap Kehamilannya di Wilayah Kerja Puskesmas Taman-Sidoarjo Roifah, Nur Eka; Rihardini, Tetty
EMBRIO Vol 3 (2013): EMBRIO (AGUSTUS 2013)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.vol3.no0.a1108

Abstract

Diperkirakan sekitar 200-300 juta kehamilan yang tidak diinginkan terjadi akibat perilaku seks bebas, khususnya di kalangan remaja. Remaja di Indonesia pun sudah mulai lebih bertoleransi terhadap gaya hidup seksual pranikah.Akibatnya terjadi peningkatan kehamilan yang tidak diinginkan di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap primigravida yang mengalami kehamilan pranikah terhadap kehamilannya karena pengalamankehamilan pranikah yang dihadapimembentuk sikap positif ataupun negatif dari individu terhadap kehamilannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptifcross sectional, dengan penelitian populasi yang menggunakan seluruh populasi yang terdata sebagai sampel.Variabel yang diteliti dalam penelitian iniadalah sikap primigravida yang mengalami kehamilan pranikah terhadap kehamilannya dengan sampel 20 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah presentase. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2013 di wilayah kerja dari Puskesmas Taman-Sidoarjo. Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa sikap primigravida yang mengalami kehamilan pranikah terhadap kehamilannya yakni 11orang (55%) menunjukkan sikap negatif (menolak) dan hanya 9 orang (45%) menunjukkan sikap positif (menerima). Diharapkan kepada keluarga dan masyarakat untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap wanita yang mengalami kehamilan pranikah. Seharusnya keluarga dan masyarakat bisa membantu wanita yang mengalami kehamilan pranikah beradaptasi dengan kehamilannya sehingga tidak mempengaruhi kesehatan ibu dan janin.

Page 1 of 2 | Total Record : 18