EMBRIO : Jurnal Kebidanan
Jurnal EMBRIO is the bachelor midwifery journal at PGRI Adi Buana University in Surabaya, (P-ISSN: 2089-8789 and E-ISSN: 2714-7886). Which publish articles in midwifery, including: birth pregnancy, labor, childbirth; baby; family planning; reproductive health; complementary midwifery care. Publication schedule: May and November. This journal publishes scientific papers that discuss the results of research studies and literature reviews as well as the latest issues and trends occuring.
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6 (2015): EMBRIO (MARET 2015)"
:
14 Documents
clear
HUBUNGAN ANEMIA DENGAN KEJADIAN DISMENORRHOE DI PRODI. DIII KEBIDANAN ADI BUANA SURABAYA.
Damarati Azariya
EMBRIO Vol 6 (2015): EMBRIO (MARET 2015)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (435.469 KB)
|
DOI: 10.36456/embrio.vol6.no.a1269
Anemia di indonesia pada remaja putri dari hasil SKRT tahun 2000 didapatkan sebanyak 6,3 juta orang (57,1 % ). Berbagai masalah bisa ditimbulkan oleh keadaan anemia, salah satunya adalah Dismenorrhoe yang bisa mengganggu aktivitas seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Anemia dengan kejadian Dismenorrhoe di Prodi DIII Kebidanan Adi buana Surabaya. Dalam penelitian ini digunakan metode Analitik korelasi dengan desain penelitian cross sectional yang dilakukan pada bulan oktober 2014. Populasi penelitian ini adalah semua mahasiswa Prodi DIII Kebidanan Adi buana sebanyak 176 orang. Sampel penelitian adalah sebagian dari mahasiswa yang berjumlah 46 orang mahasiswa semester 4. Analisis data yng digunakan adalah analisis statistik Chi quadrat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh mahasiswa sebanyak 46 orang yang mengalami Anemia 22 orang (48,82 %), yang mengalami dismenorrhoe sebanyak 27 orang (58,70%). Berdasarkan uji Chi quadrat didapatkan X2 hitung = 1,045 lebih kecil dari X2 tabel = 3,841. Sehingga H0 diterima yang berarti tidak ada hubungan Anemia dengan kejadian dismenorrhoe. Saran dari peneliti adalah dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui berbagai faktor yang ada kaitannya dengan kondisi Anemia.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMERIKSAAN KEHAMILAN TRIMESTER I DENGAN KUNJUNGAN K1 MURNI DI BPS HANIK SURABAYA
retno setyo iswati
EMBRIO Vol 6 (2015): EMBRIO (MARET 2015)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (294.437 KB)
|
DOI: 10.36456/embrio.vol6.no.a1276
Salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu adalah kurangnya informasi dan pengetahuan ibu hamil mengenai kehamilan dan persalinan. K1 adalah kunjungan ibu hamil yang pertama kali pada masa kehamilan. K1 di bagi menjadi 2 yaitu K1 Murni dan K1 Akses. Adapun tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang pemeriksaan kehamilan pada trimester I dengan kunjungan K1 Murni di Bidan Praktek Swasta Hanik Surabaya. Teknik penelitian ini adalah observasional, berdasarkan waktunya penelitian ini dikelompokkan dalam penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 40 ibu hamil dengan instrument kuesioner dan teknik analisis data menggunakan uji product moment dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 40 responden separuh berpengetahuan kurang tentang pemeriksaan kehamilan (50%) dan sebagian besar responden melakukan kunjungan K1 Murni (70%). Dari hasil pengujian product moment didapatkan nilai signifikansi sebesar α : 0.029 dan nilai (r) sebesar : 0.345 yang menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang pemeriksaan kehamilan pada trimester I dengan kunjungan K1 Murni di Bidan Praktek Swasta Hanik Surabaya Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu hamil yang berkunjung di BPS Hanik sebagian berpengetahuan kurang, dan sebagian besar melakukan kunjungan K1 Murni. Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang pemeriksaan kehamilan pada trimester I dengan kunjungan K1 Murni di Bidan Praktek Swasta Hanik Surabaya dengan tingkat korelasi yang rendah. Diharapkan untuk ibu selalu meningkatkan pengetahuan dengan cara membaca atau konsultasi kepada petugas kesehatan.
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KONTRASEPSI SUNTIK DEPO PROGESTIN DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN DI BPM HJ. SUPRIHATIN SIDOARJO
yefi marliandiani
EMBRIO Vol 6 (2015): EMBRIO (MARET 2015)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (364.028 KB)
|
DOI: 10.36456/embrio.vol6.no.a1280
Penelitian berjudul Hubungan Lama Pemakaian Kontrasepsi Suntik Depo Progestin Dengan kenaikan Berat Badan di BPM Hj. Suprihatin Sidoarjo dilatar belakangi oleh banyaknya akseptor KB suntik Depo Progestin yang mengalami peningkatan berat badan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan lama pemakaian kontrasepsi suntik depo progestin dengan kenaikan berat badan. Dalam penelitian ini digunakan metode Analitik Cross Sectional, dengan populasi 343 akseptor KB suntik depo progestin, sampel 103 akseptor. Teknik sampling menggunakan consecutive random sampling, alat penelitian menggunakan kuesioner, analisa data menggunakan uji Chi – Square. Hasil yang diperoleh yaitu pemakaian kontrasepsi suntik depo progestin di BPM Hj. Suprihatin pada September 2014 terbanyak yang menggunakan kontrasepsi suntik Depo Progestin ≥ 1 tahun sebanyak 78 orang (75,73%), akseptor yang mengalami peningkatan berat badan sebanyak 63 orang (61.17%), berdasarkan hasil uji statistic Chi-Square dengan taraf signifikansi α 0.05 ada hubungan lama pemakaian kontrasepsi suntik depo progestin dengan kenaikan berat badan di BPM Hj. Suprihatin Sidoarjo. Kesimpulan penelitian, ibu yang menggunakan metode kontrasepsi suntik Depo Progestin mengalami peningkatan berat badan. Bidan meningkatkan system pendokumentasian agar tercatat dan terlaporkan semua efek samping yang terjadi pada klien. Dan bagi peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian lebih lanjut.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA 6-36 BULAN
supartini Supartini
EMBRIO Vol 6 (2015): EMBRIO (MARET 2015)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (325.227 KB)
|
DOI: 10.36456/embrio.vol6.no.a1287
ASI eksklusif merupakan makanan terbaik yang harus diberikan kepada bayi, karena didalamnya terkandung hampir semua zat gizi yang dibutuhkanoleh bayi. Sesuai keputusan Kep Men.Kes No. 450/Menkes/SK/IV/2004 ditetapkan pemberian ASI secara eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan yang berarti bahwa bayi itu diberi ASI saja tanpa pemberian makanan lain sampai usia 6 bulan dan dianjurkan terus dilanjutkan sampai anak berusia 2 tahun. Hal tersebut sesuai dengan target sebesar 80% yang diamanatkan oleh Propenas (Program Pembangunan Nasional), karena banyak keuntungan dari pemberian ASI eksklusif yaitu anak akan cenderung mengalami perkembangan motorik kasar yang lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan motorik kasar pada anak usia 6-36 bulan di RW IV Kelurahan Simomulyo Wilayah Kerja Puskesmas Simomulyo Surabaya. Dalam penelitian ini digunakan metode analitik dengan desain penelitian Cross sectional yang pengambilan sampelnya dilakukan secara simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 58 anak usia 6-36 bulan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara serta observasi. Teknik analisis dengan perhitungan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 58 responden, yang diberi Asi eksklusif sebanyak 26(44,83%),sedangkan yang tidak diberi ASI eksklusif sebanyak 32(55,17%), berkembang sesuai umur sebanyak 46 anak(79,31%), sedangkan yang tidak berkembang sesuai umur sebanyak 12 anak (20,69%). Dari hasil uji chi-square didapatkan Ho ditolak.Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan motorik kasar pada anak usia 6-36 bulan. Oleh sebab itu, perlu adanya penyuluhan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif secara terus menerus.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG RESIKO TINGGI KEHAMILAN DENGAN KETERATURAN ANTENATAL CARE (ANC) DI RB SOEGIARTI SURABAYA
nyna puspitaningrum
EMBRIO Vol 6 (2015): EMBRIO (MARET 2015)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (413.554 KB)
|
DOI: 10.36456/embrio.vol6.no.a1292
Kehamilan merupakan proses yang alamiah, kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Kehamilan resiko tinggi merupakan suatu kehamilan dimana jiwa dan kesehatan ibu dan atau bayi dapat terancam. Antenatal Care (ANC) adalah pengawasan sebelum persalinan terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim dan ibunya. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang resiko tinggi kehamilan dengan keteraturan Antenatal Care (ANC). Desain penelitian bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional dan dihitung menggunakan metode Chi Square. Sampel penelitian merupakan 30 ibu hamil trimester III yang melakukan Antenatal Care trimester III di RB Soegiarti Surabaya pada bulan Juni 2014. Setelah dilakukan uji analisa data dengan menggunakan metode Chi Square test, dengan berdasarkan x² tabel : 3,841 dan besaran x² hitung : 2,16; diperoleh hasil x² hitung < x² tabel. Berdasarkan penelitian ini jumlah responden yang teratur melakukan Antenatal Care (ANC) yakni 14 responden (46.67%) dengan tingkat pengetahuan baik, 1 responden (3.33%) dengan tingkat pengetahuan kurang. Sedangkan resonden yang tidak teratur melakukan Antenatal Care (ANC) sebanyak 11 responden (36.67%) dengan tingkat pengetahuan baik dan 4 responden (13.33%) dengan tingkat pengetahuan kurang. Maka dapat disimpulkan bahwa “tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil resiko tinggi kehamilan dengan keteraturan Antenatal Care (ANC) di RB Soegiarti SurabayaÂâ€. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada petugas kesehatan agar terus berupaya melaksanakan penyuluhan tentang resiko tinggi kehamilan dan akibat ketidakteraturan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) terutama pada ibu hamil yang beresiko tinggi dengan menggunakan media yang mudah dimengerti oleh ibu hamil. Sedangkan bagi ibu hamil dianjurkan untuk meningkatkan pengetahuan, memperluas informasi tentang kesehatan ibu hamil dan kebutuhan gizi ibu hamil. Tetap melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin meskipun dalam kondisi normal serta menyertakan suami atau keluarga ibu hamil dalam kegiatan penyuluhan, sehingga tujuan kesehatan dapat tercapai.
PENGARUH PENYULUHAN KANKER PAYUDARA TERHADAP MINAT MELAKUKAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI ) PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) (STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK KIRANA SIDOARJO, 2014)
krisna murti
EMBRIO Vol 6 (2015): EMBRIO (MARET 2015)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (351.816 KB)
|
DOI: 10.36456/embrio.vol6.no.a1319
Insiden kanker payudara di Indonesia sebesar 26 per 100.000 orang perempuan. Kurangnya pengetahuan mengenai kanker payudara, mengakibatkan sekitar 70% kasus kanker di Indonesia datang dan menjalani pemeriksaan pada stadium lanjut. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dapat mendeteksi ca payudara. Tindakan ini sangat penting karena hampir 85% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kanker payudara terhadap minat melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada wanita usia subur (WUS) di RSIA Kirana Sidoarjo Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental jenis one group pre test-post test design dengan pengambilan sampel secara accidental, pada tanggal 9 s/d 15 Juni 2014 dan diperoleh sampel sebanyak 43 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pelaksanaan penyuluhan dengan Instrumen kuesioner dan materi penyuluhan. Analisis statistic dengan Wilcoxon Test dengan bantuan komputer Hasil penelitian diketahui rata-rata skor minat sebelum dilakukan penyuluhan masih rendah yaitu 51,8. Sedangkan berdasarkan kategori minat melakukan pemeriksaan payudara sendiri diketahui bahwa lebih dari separuh wanita usia subur mempunyai minat kategori cukup (31 orang atau 72,1%). Setelah diberikan penyuluhan tentang kanker payudara dan SADARI selama 1 jam, menunjukkan adanya peningkatan minat wanita usia subur untuk melakukan SADARI yaitu sebanyak 20 orang atau 46,5%. Hasil uji statistik diketahui bahwa pemberian penyuluhan kanker payudara mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap minat melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada WUS di RSIA Kirana Sidoarjo (p<α 0,05). Disarankan kepada para pihak rumah sakit agar memberikan informasi kepada setiap pengunjung rumah sakit terutama wanita usia subur tentang kanker payudara dan SADARI melalui leaflet, poster atau secara langsung melalui Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) secara rutin
PENGARUH PERAN PENDAMPINGAN SUAMI TERHADAP PERCEPATAN PROSES PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI BPS KISWORO SURABAYA
sumiati sumiati
EMBRIO Vol 6 (2015): EMBRIO (MARET 2015)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (439.967 KB)
|
DOI: 10.36456/embrio.vol6.no.a1329
Rasa nyeri selama persalinan kala I fase aktif menimbulkan rasa takut yang akan menimbulkan ketegangan vegetative pada otot-otot polos yang manifestasinya berupa kekakuan mulut rahim sehingga menghambat pembukaan cervix uteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendampingan suami terhadap percepatan proses persalinan kala I fase aktif di BPS Kisworo Surabaya. Desain penelitian menggunakan “Guesi exsperimentalÂâ€, pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Populasi penelitian adalah semua ibu bersalin di BPS Kisworo Surabaya pada bulan September 2014 sampai Januari 2015 sejumlah 72 orang. Sampel penelitian adalah sebagian ibu bersalin sejumlah 30 orang yang terbagi 15 orang didampingi suami dan 15 orang tidak didampingi suami. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar partograf. Analisa data menggunakan uji statistik independent sample t-test untuk mengetahui pengaruh pendampingan suami terhadap percepatan kala I fase aktif dilakukan tabulasi silang dan analisanya menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α ≤ 0,05. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa percepatan kala I fase aktif pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, responden yang didampingi suami mengalami percepatan kala I fase aktif rata-rata 4,53 jam, sebaliknya responden yang tidak didampingi suami memerlukan waktu fase aktif rata-rata 7 jam. Selisih waktu dari 2 kelompok adalah : 2,47 jam. Hasil analisa chi-square tentang pengaruh pendampingan suami terhadap percepatan kala I fase aktif menunjukkan bahwa 11 responden dengan peran pendampingan baik, semua mengalami percepatan, sedang 4 responden dengan peran pendampingan kurang baik hanya 1 responden yang mengalami fase aktif yang cepat. Hasil analisa chi-square tentang pengaruh peran pendampingan suami terhadap percepatan kala I fase aktif didapatkan hasil : x2 hitung > x2 tabel, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan peran pendampingan suami terhadap percepatan kala I fase aktif.. Saran peneliti diharapkan bidan dapat memfasilitasi pentingnya peran pendampingan suami selama proses persalinan.
HUBUNGAN ANEMIA DENGAN KEJADIAN DISMENORRHOE DI PRODI. DIII KEBIDANAN ADI BUANA SURABAYA.
Azariya, Damarati
EMBRIO Vol 6 (2015): EMBRIO (MARET 2015)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/embrio.vol6.no.a1269
Anemia di indonesia pada remaja putri dari hasil SKRT tahun 2000 didapatkan sebanyak 6,3 juta orang (57,1 % ). Berbagai masalah bisa ditimbulkan oleh keadaan anemia, salah satunya adalah Dismenorrhoe yang bisa mengganggu aktivitas seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Anemia dengan kejadian Dismenorrhoe di Prodi DIII Kebidanan Adi buana Surabaya. Dalam penelitian ini digunakan metode Analitik korelasi dengan desain penelitian cross sectional yang dilakukan pada bulan oktober 2014. Populasi penelitian ini adalah semua mahasiswa Prodi DIII Kebidanan Adi buana sebanyak 176 orang. Sampel penelitian adalah sebagian dari mahasiswa yang berjumlah 46 orang mahasiswa semester 4. Analisis data yng digunakan adalah analisis statistik Chi quadrat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh mahasiswa sebanyak 46 orang yang mengalami Anemia 22 orang (48,82 %), yang mengalami dismenorrhoe sebanyak 27 orang (58,70%). Berdasarkan uji Chi quadrat didapatkan X2 hitung = 1,045 lebih kecil dari X2 tabel = 3,841. Sehingga H0 diterima yang berarti tidak ada hubungan Anemia dengan kejadian dismenorrhoe. Saran dari peneliti adalah dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui berbagai faktor yang ada kaitannya dengan kondisi Anemia.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMERIKSAAN KEHAMILAN TRIMESTER I DENGAN KUNJUNGAN K1 MURNI DI BPS HANIK SURABAYA
iswati, retno setyo
EMBRIO Vol 6 (2015): EMBRIO (MARET 2015)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/embrio.vol6.no.a1276
Salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu adalah kurangnya informasi dan pengetahuan ibu hamil mengenai kehamilan dan persalinan. K1 adalah kunjungan ibu hamil yang pertama kali pada masa kehamilan. K1 di bagi menjadi 2 yaitu K1 Murni dan K1 Akses. Adapun tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang pemeriksaan kehamilan pada trimester I dengan kunjungan K1 Murni di Bidan Praktek Swasta Hanik Surabaya. Teknik penelitian ini adalah observasional, berdasarkan waktunya penelitian ini dikelompokkan dalam penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 40 ibu hamil dengan instrument kuesioner dan teknik analisis data menggunakan uji product moment dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 40 responden separuh berpengetahuan kurang tentang pemeriksaan kehamilan (50%) dan sebagian besar responden melakukan kunjungan K1 Murni (70%). Dari hasil pengujian product moment didapatkan nilai signifikansi sebesar α : 0.029 dan nilai (r) sebesar : 0.345 yang menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang pemeriksaan kehamilan pada trimester I dengan kunjungan K1 Murni di Bidan Praktek Swasta Hanik Surabaya Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu hamil yang berkunjung di BPS Hanik sebagian berpengetahuan kurang, dan sebagian besar melakukan kunjungan K1 Murni. Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang pemeriksaan kehamilan pada trimester I dengan kunjungan K1 Murni di Bidan Praktek Swasta Hanik Surabaya dengan tingkat korelasi yang rendah. Diharapkan untuk ibu selalu meningkatkan pengetahuan dengan cara membaca atau konsultasi kepada petugas kesehatan.
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KONTRASEPSI SUNTIK DEPO PROGESTIN DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN DI BPM HJ. SUPRIHATIN SIDOARJO
marliandiani, yefi
EMBRIO Vol 6 (2015): EMBRIO (MARET 2015)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/embrio.vol6.no.a1280
Penelitian berjudul Hubungan Lama Pemakaian Kontrasepsi Suntik Depo Progestin Dengan kenaikan Berat Badan di BPM Hj. Suprihatin Sidoarjo dilatar belakangi oleh banyaknya akseptor KB suntik Depo Progestin yang mengalami peningkatan berat badan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan lama pemakaian kontrasepsi suntik depo progestin dengan kenaikan berat badan. Dalam penelitian ini digunakan metode Analitik Cross Sectional, dengan populasi 343 akseptor KB suntik depo progestin, sampel 103 akseptor. Teknik sampling menggunakan consecutive random sampling, alat penelitian menggunakan kuesioner, analisa data menggunakan uji Chi – Square. Hasil yang diperoleh yaitu pemakaian kontrasepsi suntik depo progestin di BPM Hj. Suprihatin pada September 2014 terbanyak yang menggunakan kontrasepsi suntik Depo Progestin ≥ 1 tahun sebanyak 78 orang (75,73%), akseptor yang mengalami peningkatan berat badan sebanyak 63 orang (61.17%), berdasarkan hasil uji statistic Chi-Square dengan taraf signifikansi α 0.05 ada hubungan lama pemakaian kontrasepsi suntik depo progestin dengan kenaikan berat badan di BPM Hj. Suprihatin Sidoarjo. Kesimpulan penelitian, ibu yang menggunakan metode kontrasepsi suntik Depo Progestin mengalami peningkatan berat badan. Bidan meningkatkan system pendokumentasian agar tercatat dan terlaporkan semua efek samping yang terjadi pada klien. Dan bagi peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian lebih lanjut.