cover
Contact Name
Aryo Wibowo
Contact Email
aryo@unipasby.ac.id
Phone
+6287851923396
Journal Mail Official
wahana@unipasby.ac.id
Editorial Address
Jl. Dukuh Menanggal XII, Surabaya 60234 Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Wahana : Tridarma Perguruan Tinggi
ISSN : 08534403     EISSN : 26544954     DOI : https://doi.org/10.36456/wahana.v77i2
Wahana: Tridarma Perguruan Tinggi is a research journal with an open access peer-review process that has eISSN: 2654-4954 | pISSN: 0853-4403, Journal Wahana: Tridarma Perguruan Tinggi received research papers and literature review studies on multidisciplinary sciences consisting of: applied science, social sciences and humanities, education, psychology, law, engineering, health and pharmacy, technology, management , economy, accounting and business. Journal Wahana: Tridarma Perguruan Tinggi is managed by the Institute for Research and Community Service, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 54 No 1 (2010)" : 10 Documents clear
PEMBELAJARAN YANG MENDIDIK BERBANTUAN KOMPUTER UNTUK MENINGKATKAN SOFT SKILLS DAN HARD SKILLS (SUATU KAJIAN DARI PERSPEKTIF KECERDASAN EMOSIONAL): Pembelajaran yang mendidik, berbantuan komputer, soft Skills dan hard skills, dan kecerdasan emosional Hartono Hartono
Wahana Vol 54 No 1 (2010)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1338.362 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v54i1.1393

Abstract

Pembelajaran yang mendidik berbantuan komputer merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang digagas sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan soft skills dan hard skills Para lulusan pendidikan formal di tanah air, yang diperlukan dalam upaya meningkatkan daya saing bangsa di arena nasional, regional dan global. Penguasaan soft skills dan hard skills yang tangguh yang didukung kecerdasan emosional yang tinggi yang terintegrasikan ke dalam pembentukan karakter peserta didik yang kuat dan mempribadi, sangat diperlukan sebagai individu-warga masyarakat masa depan. Dalam perspektif kecerdasan emosional, pembelajaran yang mendidik berbantuan komputer dirancang sebagai proses penciptaan lingkungan belajar yang memicu terbentuknya kematangan emosional Para subyek didik melalui pelibatan interaksional guru-murid, dengan menggunakan multimedia presentasi, multimedia interaktif (model drill, model tutorial, model simulasi, dan model games), serta pemanfaatan internet
GIZI KECANTIKAN PENGHAMBAT PROSES PENUAAN DINI: Gizi, kecantikan, Penuaan Dini Diana Evawati
WAHANA Vol 54 No 1 (2010)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.096 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v54i1.1396

Abstract

Kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan kecantikan mendudukkan porsi sepadan dengan upaya untuk kesehatan diri. Pemicu munculnya kesadaran akan perawatan kecantikan ditimbulkan oleb banyak hal, seperti kesadaran tampil cantik dan sehat, re1aksasi pergau1an, status, rekreasi, relasi dsb. You are whay you eat, adaIah pepatah yang mengeratkan hubungan antara makanan yang masuk kedalam tubuh kita dengan imbaIan kesehatan yang kita peroleb. Faktor-faktor yang berpengaruh pada tampiJan kecantikan seseorang adalah : l)Jnner beauty atau inner glow atau kecantikan yang muncul dari olah kepribadian seseorang. 2)Outer glow atau faktor luar adalah hal-hal yang berkaitan dengan upaya menuju cantik melalui perawatan dari luar dan tata rias atau make-up. Keberbasilan Outer glow didukung oleh kesebatan tubuh, kulit, rambut yang berkaitan dengan intake makanan kedalam tubuh. Mnausia tidak dapat menghindar dari proses penuaan. Penuaan pada dasamya diakibatkan oleh adanya radikal-radikal bebas yang merusak sel-sel atau epitel-epitel daiam tubuh. Pengendalian radikal-radikal bebas dapat dikurangi oleh antioksidan-antioksidan dalam sel-sel darah manusia. Salah satu cara untuk meningkatkan keberaadaan antioksidan daIam tubuh dengan cara mengkonsumsi bahan-bahan pangan kaya antioksidan (vitamin E, C, dan beta karoten yaitu sayuran dan buah-buahan. Berbagai hasil penelitian dan hasil studi menunjukkan bahwa terdapat 10 macam bahan pangan super antioksidan yaitu alpukat, brokoli, wortel, kubis, jeruk keprok, buah berry, anggur, bawang-bawangan, bayam dan tomat Mengkonsumsi baban-bahan pangan kaya antioksidan memberikan manfaat antara lain menghambat kanker, menjaga kemampuan mental dan fisik, menyelamatkan penglihatan mata, menghindarkan terjadinya penyakit jantung, kolesterol, pengumpu1an darah dsb Membahas intake makanan untuk kesehatan dan kecantikan yang selaras dengan booming perawatan kecantikan, Spa Cuisine atau bidangan Spa adaIah makanan yang memiliki keseimbangan kandungan dan untuk memudabkan pencemaan serta memasukkan energi yang optimum kedalam tubuh, menuju makanan yang sehat untuk bidup yang sehat pula. Hidangan Spa mengandung sejumlah protein, karbobidrat, lemak dan tercantum jumlah kalori yang dihasilkan, untuk memenubi kebutuhan diet, sehingga perawatan spa yang khususnya bertujuan untuk perawatan tubuh atau lebih khusus untuk menurunkan berat badan, harus diikuti dengan mengkonsumsi makanan yang menunjang program perawatan.
KOTA ERGONOMIS: kota ergonomis, lingkungan, ekosistem, tata kota, sosial budaya Gempur Santoso
WAHANA Vol 54 No 1 (2010)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.709 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v54i1.1397

Abstract

Kawasan kota-kota besar saat ini dihiasi dengan pemandangan kemacetan lalulintas, dan ekosistem yang terganggu, sehingga menjadi kota yang tidak nyaman, tidak aman, dan melelahkan. Konsep ergonomi merupakan sebuah tawaran untuk memyelesaiakan permasalahan kota, bagaimana kota menjadi aman, nyaman, tidak melelahkan, dan masyakalnya produktif. Makalah ini merupakan kajian secara deskriptif. Berdasarkan hasil kajian/pembahasan dapatlah ditarik kesimpulan bahwa kota ergonomis: 1) memerlukan tata letak sesuai dengan blok komunitas instansi (gedung, perkantoran) sebagai aktivitas gerak yang efesien; 2) memerlukan penataan kota yang sehat akan menjaga keberlangsungan ekosistem. Dengan ekosistem yang terjaga, makhluk hidup di dalamnya termasuk manusia atau masyarakat akan dapat hidup dalam kehidupan sehat, aman, nyaman, dan produktif, sustainable yang secara tidak langsung dengan sendirinya akan terikat dalam sistem sosial budaya.
LEARNING CITY: MENUJU MASYARAKAT PERKOTAAN BELAJAR: learning city, masyarakat, perkotaan, belajar Iskandar Wiryoknsumo
WAHANA Vol 54 No 1 (2010)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.648 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v54i1.1401

Abstract

Masyarakat seperti halnya manusia, juga berkembang, makin maju dan semakin dewasa. Kata masyarakat adalah suatu lahan yang berisi warga heterogen, yang terdiri dari campuran berbagai lapisan, dan berbagai kegiatan dengan kepentingan sendiri-sendiri. Dalam tulisan ini masyarakat yang menjadi perhatian adalah masyarakat kota, sehingga tulisan ini bertujuan ingin mengkaji keadaan masyarakat perkotaan, yang belajar disebut dengan "learning city". Pada tulisan ini menggunakan metode deskriptif artinya ingin memaparkan keberadaan learning city. Analisisinya menggunakan berbagai referensi atau biasa disebut studi literatur. Kesimpulan yang didapat pada kajian learning city ini adalah: 1) masih perlunya dukungan, yang terutama dana dan fasilitas yang masih terbatas dari pemerintah dan masyarakat; 2) kurangnya sumber daya manusia (SDM) terampil untuk membimbing masyarakat "melek" teknologi dikalangan masyarakat; 3) masyarakat menjadi kabur, karena kurang jelas atau belum ada bentuk/ cita-cita learning city itu, yang dibuat oleh pemeritah kota; 4) motivasi belajar dari masyarakat masih rendah, masih kurang pro-aktif, karena faktor ekonomi, politik dan budaya.
PEMETAAN DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS SIG (SISTEM INFORMASI GEOGRAFI) SEBAGAI DASAR UNTUK MENYUSUN STRATEGI PROMOSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU BERDASARKAN TEMPAT TINGGAL: Pemetaan, Sistem Informasi Geografi, Strategi Promosi Sri Budi Astuti; Yoso Wiyamo; Sri Widyastuti
WAHANA Vol 54 No 1 (2010)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3499.649 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v54i1.1406

Abstract

Pada saat penerimaan mahasiswa baru semua perguruan tinggi baik negeri maupun swasta berlomba mengerahkan segala sumber daya yang ada untuk bisa menarik mahasiswa masuk ke perguruan tinggi masing¬-masing: Tidak sedikit dana dan tenaga yang dicurahkan agar diperoleh jumlah mahasiswa baru yang dapat memenuhi Break Even Point (BEP) dalam kinerja perguruan tinggi tersebut. Oleh karena itu diperlukan strategi yang jitu agar sumber daya dan dana yang dicurahkan akan dapat digunakan secara efektif dan efisien. Berkaitan dengan itu diperlukan upaya untuk melakukan pemetaan tempat tinggal atau asal mahasiswa yang selama ini sudah masuk ke Perguruan Tinggi yakni Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA) Surabaya. Sehingga lembaga dapat memusatkan seluruh aktifitas tri dharma perguruan tinggi seperti penelitian dan pengabdian masyarakat di daerah tersebut, hal ini sekaligus akan menjadi sarana promosi dalam penerimaan mahasiswa baru Kemampuan SIG dalam penyimpanan, analisis, pemetaan dan membuat model mendorong apIilkasi yang luas dalam berbagai disiplin ilmu, dui teknologi informasi hingga sosial-ekonomi maupun analisis yang berkaitan dengan populasi. Oleh karena itu penggunaan SIG akan sangat membantu dalam merekomendasikan daerah mana yang dapat dijadikan sasaran kegiatan lembaga Berdasarkan basil pemetaan daerah asal mahasiswa dengan menggunakan SIG maka dapat disimpulkan daerah asal mahasiswa terdistribusi pada daerah seluruh kabupaten/kota yang ada di Propinsi Jawa Timur. Daerah asal mahasiswa UNIPA Surabaya yang terbanyak berasal dari Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo. Kabupaten Pacitan dan Sumenep merupakan daerah yang "jauh" dari Surabaya, tetapi mahasiswa UNIPA yang berasal dari daerah tersebut cukup banyak dibandingkan dengan daerah yang jauh lainnya. Daerah-daerah yang secara geografis "jauh" dari Surabaya, tetapi mahasiswa yang berasal dari daerah tersebut cukup banyak perlu kita cermati sehingga fenomena ini bisa diaplikasikan di daerah lain
PEMBELAJARAN YANG MENDIDIK BERBANTUAN KOMPUTER UNTUK MENINGKATKAN SOFT SKILLS DAN HARD SKILLS (SUATU KAJIAN DARI PERSPEKTIF KECERDASAN EMOSIONAL): Pembelajaran yang mendidik, berbantuan komputer, soft Skills dan hard skills, dan kecerdasan emosional Hartono, Hartono
WAHANA Vol 54 No 1 (2010)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v54i1.1393

Abstract

Pembelajaran yang mendidik berbantuan komputer merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang digagas sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan soft skills dan hard skills Para lulusan pendidikan formal di tanah air, yang diperlukan dalam upaya meningkatkan daya saing bangsa di arena nasional, regional dan global. Penguasaan soft skills dan hard skills yang tangguh yang didukung kecerdasan emosional yang tinggi yang terintegrasikan ke dalam pembentukan karakter peserta didik yang kuat dan mempribadi, sangat diperlukan sebagai individu-warga masyarakat masa depan. Dalam perspektif kecerdasan emosional, pembelajaran yang mendidik berbantuan komputer dirancang sebagai proses penciptaan lingkungan belajar yang memicu terbentuknya kematangan emosional Para subyek didik melalui pelibatan interaksional guru-murid, dengan menggunakan multimedia presentasi, multimedia interaktif (model drill, model tutorial, model simulasi, dan model games), serta pemanfaatan internet
GIZI KECANTIKAN PENGHAMBAT PROSES PENUAAN DINI: Gizi, kecantikan, Penuaan Dini Evawati, Diana
WAHANA Vol 54 No 1 (2010)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v54i1.1396

Abstract

Kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan kecantikan mendudukkan porsi sepadan dengan upaya untuk kesehatan diri. Pemicu munculnya kesadaran akan perawatan kecantikan ditimbulkan oleb banyak hal, seperti kesadaran tampil cantik dan sehat, re1aksasi pergau1an, status, rekreasi, relasi dsb. You are whay you eat, adaIah pepatah yang mengeratkan hubungan antara makanan yang masuk kedalam tubuh kita dengan imbaIan kesehatan yang kita peroleb. Faktor-faktor yang berpengaruh pada tampiJan kecantikan seseorang adalah : l)Jnner beauty atau inner glow atau kecantikan yang muncul dari olah kepribadian seseorang. 2)Outer glow atau faktor luar adalah hal-hal yang berkaitan dengan upaya menuju cantik melalui perawatan dari luar dan tata rias atau make-up. Keberbasilan Outer glow didukung oleh kesebatan tubuh, kulit, rambut yang berkaitan dengan intake makanan kedalam tubuh. Mnausia tidak dapat menghindar dari proses penuaan. Penuaan pada dasamya diakibatkan oleh adanya radikal-radikal bebas yang merusak sel-sel atau epitel-epitel daiam tubuh. Pengendalian radikal-radikal bebas dapat dikurangi oleh antioksidan-antioksidan dalam sel-sel darah manusia. Salah satu cara untuk meningkatkan keberaadaan antioksidan daIam tubuh dengan cara mengkonsumsi bahan-bahan pangan kaya antioksidan (vitamin E, C, dan beta karoten yaitu sayuran dan buah-buahan. Berbagai hasil penelitian dan hasil studi menunjukkan bahwa terdapat 10 macam bahan pangan super antioksidan yaitu alpukat, brokoli, wortel, kubis, jeruk keprok, buah berry, anggur, bawang-bawangan, bayam dan tomat Mengkonsumsi baban-bahan pangan kaya antioksidan memberikan manfaat antara lain menghambat kanker, menjaga kemampuan mental dan fisik, menyelamatkan penglihatan mata, menghindarkan terjadinya penyakit jantung, kolesterol, pengumpu1an darah dsb Membahas intake makanan untuk kesehatan dan kecantikan yang selaras dengan booming perawatan kecantikan, Spa Cuisine atau bidangan Spa adaIah makanan yang memiliki keseimbangan kandungan dan untuk memudabkan pencemaan serta memasukkan energi yang optimum kedalam tubuh, menuju makanan yang sehat untuk bidup yang sehat pula. Hidangan Spa mengandung sejumlah protein, karbobidrat, lemak dan tercantum jumlah kalori yang dihasilkan, untuk memenubi kebutuhan diet, sehingga perawatan spa yang khususnya bertujuan untuk perawatan tubuh atau lebih khusus untuk menurunkan berat badan, harus diikuti dengan mengkonsumsi makanan yang menunjang program perawatan.
KOTA ERGONOMIS: kota ergonomis, lingkungan, ekosistem, tata kota, sosial budaya Santoso, Gempur
WAHANA Vol 54 No 1 (2010)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v54i1.1397

Abstract

Kawasan kota-kota besar saat ini dihiasi dengan pemandangan kemacetan lalulintas, dan ekosistem yang terganggu, sehingga menjadi kota yang tidak nyaman, tidak aman, dan melelahkan. Konsep ergonomi merupakan sebuah tawaran untuk memyelesaiakan permasalahan kota, bagaimana kota menjadi aman, nyaman, tidak melelahkan, dan masyakalnya produktif. Makalah ini merupakan kajian secara deskriptif. Berdasarkan hasil kajian/pembahasan dapatlah ditarik kesimpulan bahwa kota ergonomis: 1) memerlukan tata letak sesuai dengan blok komunitas instansi (gedung, perkantoran) sebagai aktivitas gerak yang efesien; 2) memerlukan penataan kota yang sehat akan menjaga keberlangsungan ekosistem. Dengan ekosistem yang terjaga, makhluk hidup di dalamnya termasuk manusia atau masyarakat akan dapat hidup dalam kehidupan sehat, aman, nyaman, dan produktif, sustainable yang secara tidak langsung dengan sendirinya akan terikat dalam sistem sosial budaya.
LEARNING CITY: MENUJU MASYARAKAT PERKOTAAN BELAJAR: learning city, masyarakat, perkotaan, belajar Wiryoknsumo, Iskandar
WAHANA Vol 54 No 1 (2010)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v54i1.1401

Abstract

Masyarakat seperti halnya manusia, juga berkembang, makin maju dan semakin dewasa. Kata masyarakat adalah suatu lahan yang berisi warga heterogen, yang terdiri dari campuran berbagai lapisan, dan berbagai kegiatan dengan kepentingan sendiri-sendiri. Dalam tulisan ini masyarakat yang menjadi perhatian adalah masyarakat kota, sehingga tulisan ini bertujuan ingin mengkaji keadaan masyarakat perkotaan, yang belajar disebut dengan "learning city". Pada tulisan ini menggunakan metode deskriptif artinya ingin memaparkan keberadaan learning city. Analisisinya menggunakan berbagai referensi atau biasa disebut studi literatur. Kesimpulan yang didapat pada kajian learning city ini adalah: 1) masih perlunya dukungan, yang terutama dana dan fasilitas yang masih terbatas dari pemerintah dan masyarakat; 2) kurangnya sumber daya manusia (SDM) terampil untuk membimbing masyarakat "melek" teknologi dikalangan masyarakat; 3) masyarakat menjadi kabur, karena kurang jelas atau belum ada bentuk/ cita-cita learning city itu, yang dibuat oleh pemeritah kota; 4) motivasi belajar dari masyarakat masih rendah, masih kurang pro-aktif, karena faktor ekonomi, politik dan budaya.
PEMETAAN DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS SIG (SISTEM INFORMASI GEOGRAFI) SEBAGAI DASAR UNTUK MENYUSUN STRATEGI PROMOSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU BERDASARKAN TEMPAT TINGGAL: Pemetaan, Sistem Informasi Geografi, Strategi Promosi Astuti, Sri Budi; Wiyamo, Yoso; Widyastuti, Sri
WAHANA Vol 54 No 1 (2010)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v54i1.1406

Abstract

Pada saat penerimaan mahasiswa baru semua perguruan tinggi baik negeri maupun swasta berlomba mengerahkan segala sumber daya yang ada untuk bisa menarik mahasiswa masuk ke perguruan tinggi masing¬-masing: Tidak sedikit dana dan tenaga yang dicurahkan agar diperoleh jumlah mahasiswa baru yang dapat memenuhi Break Even Point (BEP) dalam kinerja perguruan tinggi tersebut. Oleh karena itu diperlukan strategi yang jitu agar sumber daya dan dana yang dicurahkan akan dapat digunakan secara efektif dan efisien. Berkaitan dengan itu diperlukan upaya untuk melakukan pemetaan tempat tinggal atau asal mahasiswa yang selama ini sudah masuk ke Perguruan Tinggi yakni Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA) Surabaya. Sehingga lembaga dapat memusatkan seluruh aktifitas tri dharma perguruan tinggi seperti penelitian dan pengabdian masyarakat di daerah tersebut, hal ini sekaligus akan menjadi sarana promosi dalam penerimaan mahasiswa baru Kemampuan SIG dalam penyimpanan, analisis, pemetaan dan membuat model mendorong apIilkasi yang luas dalam berbagai disiplin ilmu, dui teknologi informasi hingga sosial-ekonomi maupun analisis yang berkaitan dengan populasi. Oleh karena itu penggunaan SIG akan sangat membantu dalam merekomendasikan daerah mana yang dapat dijadikan sasaran kegiatan lembaga Berdasarkan basil pemetaan daerah asal mahasiswa dengan menggunakan SIG maka dapat disimpulkan daerah asal mahasiswa terdistribusi pada daerah seluruh kabupaten/kota yang ada di Propinsi Jawa Timur. Daerah asal mahasiswa UNIPA Surabaya yang terbanyak berasal dari Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo. Kabupaten Pacitan dan Sumenep merupakan daerah yang "jauh" dari Surabaya, tetapi mahasiswa UNIPA yang berasal dari daerah tersebut cukup banyak dibandingkan dengan daerah yang jauh lainnya. Daerah-daerah yang secara geografis "jauh" dari Surabaya, tetapi mahasiswa yang berasal dari daerah tersebut cukup banyak perlu kita cermati sehingga fenomena ini bisa diaplikasikan di daerah lain

Page 1 of 1 | Total Record : 10