cover
Contact Name
Aryo Wibowo
Contact Email
aryo@unipasby.ac.id
Phone
+6287851923396
Journal Mail Official
wahana@unipasby.ac.id
Editorial Address
Jl. Dukuh Menanggal XII, Surabaya 60234 Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Wahana : Tridarma Perguruan Tinggi
ISSN : 08534403     EISSN : 26544954     DOI : https://doi.org/10.36456/wahana.v77i2
Wahana: Tridarma Perguruan Tinggi is a research journal with an open access peer-review process that has eISSN: 2654-4954 | pISSN: 0853-4403, Journal Wahana: Tridarma Perguruan Tinggi received research papers and literature review studies on multidisciplinary sciences consisting of: applied science, social sciences and humanities, education, psychology, law, engineering, health and pharmacy, technology, management , economy, accounting and business. Journal Wahana: Tridarma Perguruan Tinggi is managed by the Institute for Research and Community Service, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 58 No 1 (2012)" : 20 Documents clear
PENGGUNAAN KAFEIN DALAM DUNIA OLAHRAGA DAN EFEKNYA SEBAGAI ERGOGENIK Hayati Hayati
WAHANA Vol 58 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.458 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v58i1.1296

Abstract

Kafein sering digunakan sebagai stimulan selama melakukan aktivitas berat karena banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa kafein dapat meningkatkan Jaya tab= bila dikonsumsi sebelum olahraga jangka panjang. Kafein secara cepat diabsorpsi oleh tubuh dan mencapai puncalmya dal= 1-2 jam. Penelitian oleh Fakultas Kesehatan Olahraga di Amerika (AGSM) menunjukkan bahwa mengkonsumsi kafein 3 — 9 mg/kg berat badan (setara dengan 2 — 6 gelas kopi) 1 jam sebelum latihan akan meningkatkan kemampuan bersepeda dan berlari jarak jauh. Kafein didapat dari biji kopi, dam teh dan coklat serta banyak ditambabkan pada beberapa minuman, makanan dan obat-obatan. Kafein cepat diabsorpsi di dalam darah dan mencapai nilai maksimal di dalam 15 — 120 menit setelah dikonsumsi. Melalui darah kafein disebarkan ke jaringan tubuh termasuk otak. Enzim di hati memecah kafein dan menyisakannya sedikit untuk dikeluarkan di urine. Kafein memiliki efek sentral dan perifer di tubuh, di susunan saraf pusat kafein mempengaruhi bagian dari otak dan sumsum tulang belakang sementara di tepi kafein mempenganthi organ dan jaringan. Pada dosis rendah (2- 10 mg/kg ) kafein meningkatkan kewaspadaan, tidak mullah lelah, menurunkan kecepatan reaksi, meningkatkan ventilasi dan mengurangi penampilan pada beberapa keahlian motorik yang halus. Pada dosis tinggi ( > 15 mg/kg ) kafein dapat menyebabkan insomnia, cemas, sakit kepala dan tidak stabil. Kafein juga memiliki efek yang tidak konsisten pada system cardiovascular. Kafein dikenal sebagai zat ergogenik karena 3 hal yaitu 1. mobilisasi kalsium intraseluler dari renlculum sarkoplasma otot rangka dengan menunmkan nilai ambang eksitabilitas dan membuat kontraksi otot lebih lama dengan menghambat pengambilan kembali kalsium oleh retikulnra sarkoplasma, 2. meningkatkan Cyclic 3'S' Adenosine Monophosphate ( C AMP) dengan menghambat phosphodiesterase di otot dan sel lemak, menghambat aktivitas cyclic nucleotide phosphodiesterase yaitu enzim yang membantu pemecahan C-AMP. Hal ini menyebabkan peningkatan lipolisis dengan meningkatkan kadar C-AMP sehingga terjadi peningkatan asam lemak selama latihan dan menyebabkan efek penghematan glikogen pada latihan endurance jangka panjang, 3. Persaingan antagonis dengan receptor Adenosine type I terutama di Sum= Saraf Pusat yang bextugas menghambat lipolisis.
PROGRAM PEMETAAN SUMBER DAYA MANUSIA BERDASARKAN DIMENSI KUALITAS, KUANTITAS SUBSEKTOR RESTORAN DI KOTA SURABAYA Yunia Nurcahyanie
WAHANA Vol 58 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2316.023 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v58i1.1309

Abstract

Kebutuhan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM) selalu terjadi gap antara kualifikasi SDM yang dibutuhkan industri dengan kualitas SDM yang diproduksi oleh pendidikan baik pendidikan menengah (SMK/SMA) maupun oleh perguruan tinggi. Tujuan dan penelitian ini adalah untuk memetakan kebutuhan industri dengan ketersediaan SDM. Dengan menggunakan sampling 17 restoran dengan kualifikasi 5 restoran waralaba, 3 restoran unratecl 4 restoran selaka, 4 restoran kencana dan 1 restoran gangsa dengan total jumlah pekerja 1474 pekerja. Hasil dari penelitian ini temyata, proporsi dari sub sektor ini didominasi oleh lulusan SMA dan SMK, dan banyak posisi yang seharusnya diisi oleh Si atau minimal D3 pun diisi oleh SMA atau SMK. Jumlah tenaga yang disertifikasi masih kurang dari 30%, hal ini jauh dari harapan tahun 2015 Indonesia hams usai mensertifikasi seluruh SDM di bidang perhotelan, restoran dan jasa wisata melalui BNSP, jika tidak terkena imbas dari aturan keanggotaan MRA Asean tentang kualifikasi standar SDM bidang pariwisata dan perhotelan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PAKEM DAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL SERTA KREATIFITAS SISWA TERHADAP BASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN TROPODO 2 WARU SIDOARJO DAN SDN WADUNGASRI KEC. WARU SIDOARJO Nur Fatonah Nur Fatonah
WAHANA Vol 58 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1093.755 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v58i1.1320

Abstract

Dengan mempergunakan rancangan penelitian eksperimen yang menggunakan kelompok eksperimen dan kontrol dari siswa kelas V SDN Tropodo 2 dan SDN Wadungasri Kee. Warn Sidoarjo, penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan: (1) apakah ada pengaruh pelaksanaan pembelajaran Pakem dan pembelajaran konvensional terhadap basil belajar Matematika. (2) apakah ada pengaruh kreativitas belajar siswa terhadap basil belajar Matematika siswa kelas V, dan (3) apakah ada interaksi pelaksanaan Pakem, pembelajaran konvensional, dan kreativitas belajar terhadap basil belajar siswa kelas V. Untuk menjawab permasalahan tersebut diperlukan data tentang basil belajar siswa setelah dilakukan eksperimen, dan data tentang tingkat kreativitas berprestasi siswa. Kedua jenis data ini dikumpulkan dengan instrument tes basil belajar dan tes kreativitas. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis varians (anava) dua jalur memanfookan SPSS versi 15.00 for windows. Hasil penghitungan Anava dua jalur secara berturut-tunit untuk uji hipotesis pertama, kedua dan ketiga diperoleh nilai Futun= 34,02, Fbimns= 90,25, dan Fbinng= 4,394. Nilai tersebut jika dikonfirmasikan dengan tabel nilai kritis F dengan df 1 dan 72 pada taraf signifikansi- 0,05 maka diperoleh nilai F1 = 3,98. Oleh karena ketiga nilai Fhining tersebut lebih besar dari Fes, maka hipotesis keija yang diajukan diterima pada taraf singnifikansi 0,05. Dengan demikian kesimpulan penelitian ini adalah (1) ada pengaruh pelaksanaan pembelajaran Pakem dan pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar Matematika. (2) ada pengaruh kreativitas belajar siswa terhadap basil belajar Matematika siswa kelas V, dan (3) ada interaksi pelaksanaan Pakem, pembelajaran konvensional, dan kreativitas belajar terhadap basil belajar siswa kelas V.Berdasarkan kesimpulan tersebut diharapkan guru dapat memanfaatkan pembelajaran Pakem untuk meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya dalam mate pelajaran Matematika.
PENDIDIKAN KARAKTER, MOTIVASI DAN PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN Muhammad Muhyi
WAHANA Vol 58 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1280.538 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v58i1.1331

Abstract

Tujuan dari kajian ini adalah untuk menjelaskan pendidikan karakter yang di dukung dengan motivasi diri yang kuat akan membantu terciptanya guru Pendidikan jasmani yang profesional. Guru Pendidikan jasmani sudah mengenal nilai karakter, termasuk nilai-nilai yang diperoleh dan Penjas, upaya menerapkan menjadi fokus utama, karena kompetensi saja tidak cukup harm dibalut dengan karakter yang kuat demikian jugs sebaliknya. Guru Penjas yang berkompeten memiliki kompetensi kepribadian, pedagogik, profesional dan sosial, keempat kompetensi tersebut harus dibalut dengan tiga sifat karakter utama yakni karakter moral, kinerja dan sosial. Guru Penjas dalam meningkatkan kompetensi dan karakter harus di dukung dengan motivasi yang kuat agar bisa teraplikasikan dengan sebaik-baiknya. Motivasi yang kuat hanya terjadi jika ada keyakinan (believe) terhadap apa yang dipraktikkannya akan memberikan perubahan pada si pelakunya.
STUDI PERENCANAAN PROTEKSI MOTOR LISTRIK 3 FASA Budi Prijo Sembodo Prijo Sembodo; Sagita Rochman Rochman
WAHANA Vol 58 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2142.714 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v58i1.1336

Abstract

Dalam penggunaan motor listrik sebagai penggerak mesin-mesin produksi pada suatu industri diperlukan suatu sistem pengaman proteksi yang hares dipasang pada motor tersebut untuk mengurangi kerugian-kerugian yang ditimbulkan aldbat gangguan yang mungkin terjadi. Hal ini diperlukan terutama pada motor-motor listrik yang panting/ vital dan mempunyai kapasitas besar sehingga motor yang digunakan benar-benar mempunyai kehandalan dalam pelayanannya, dimana untuk menunjang proses produksi maka dalam pengoperasian motor listrik ini hams mempunyai keandalan yang tinggi untuk menjaga kestabilan dan kontinuitasnya, karena masalah kestabilan dan kontinuitas sangat berpengaruh terhadap suatu proses produksi. Tujuan penelitian ini adalah membuat slat untuk mengamankan peralatan listrik yang mana peralatan tersebut dilihat dan' harga sangat mahal seperti motor listrik inverter. Alat ini dipasang pada motor tersebut dan kontrolnya dihubungkan secara seri dengan kontrol rangkaian lain seperti contactor dan thermal overload relay. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Engineering Research yang dilaksanakan melalui empat tahap yaitu Define (perumusan masalah), Design (perancangan sistem), Develop (pengembangan atau implementasi rancangan dan uji coba) dan Disseminate (distribusi dalam lingkup terbatas). Melalui perhitungan secara teoritis dan uji coba, rangkaian pengaman/ proteksi motor listrik 3 fasa, 350 volt, 50 Hz hasilnya lebih akurat.
PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHA.N ANGGREK BULAN (Phalaenopsis sp.) AKLIMATISASI DALAM PLENTY Diah Kanmia Binawati Kanmia Binawati
WAHANA Vol 58 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.887 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v58i1.1341

Abstract

Bibit anggrek yang dikembangkan menggunakan metode kultur jaringan telah banyak diproduksi dan dipasarkan dalam kemasan botol. Pemeliharaan bibit ini menjadi tanaman dewasa masih menemukan banyak kesulitan terutama pada fase aklimatisasi. Tanaman ini masih memiliki aktifitas autotrofik yang masih rendah, sulit mensintesa senyawa organik dari unsur hara anorganik. Tanaman anggrek tersebut memerlukan unsur - .unsur hara yang berasal dari bahan organik suatu media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh media tanam (arang kayu, arang sekam, moss, dan cocopeeat) terhadap pertumbuhan anggrek Phalaenopsis sp. aklimatisasi dalam plenty. 2. Untuk mengetahui media tanam yang paling baik untuk pertumbuhan anggrek Phalaenopsis sp. aklimatisasi dalam plenty. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), menggunakan analis data Uji F untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan tanaman Anggrek bulan Phalaenopsis sp, dan menggunakan uji beds BNT unto mengetahui jenis media tanam yang sangat berbeda nyata dibaudingkan kontrol. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah Anggrek bulan Phalaenopsis sp. dalam botol yang berumur 6 bulan. Sampel yang digunakan adalah 40 tanaman yang diambil sacara acak. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah : media tanaman nggrek bulan Phalaenopsis sp, dan Indikator Variabel Bebas adalah : arang kayu, arang sekam, moss, dan cocopeat. Variabel terficat adalah pertumbuhan anggrek bulan Phalaenopsis sp. Indikator Variabel terikat adalah : pertambahan berat anggrek bulan Phalaenopsis sp. dalam satnan gram (gr) selama 60 hari perlaknan Analisa data yang diperoleh dari hasil uji F dengan nilai F hitung (6,179) lebih besar dari pada F tabk ( 2,872), dengan demikian Ho ditolak dan Hi diterima, berarti ada pengarnh yang nyata pemberian perlakuan media tanam terhadap pertumbuhan anggrek Phalaenopsis sp. Penghitungan dengan uji BNT, diperoleh hasil bahwa perlakuan penggunaan media tanam arang sekam memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan berat anggrek Phalaenopsis sp. aklimatisasi dalam plenty.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA PADA ANAK USIA DINI BERDASARKAN GAMBAR. SERI Aisyah Aisyah
WAHANA Vol 58 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.997 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v58i1.1346

Abstract

Dalam proses kegiatan belajar mengajar Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di TK, siswa dituntut memiliki kemampuan bercerita menggunakan bahasa yang baik dan benar, anak didik diharapkan mampu memahami pelafalan, kosakata dan penggunaan struktur kalimat dalam bercerita, akan tetapi hasil tes siswa guru masih menemukan beberapa siswa yang belum mampu bercerita menggunakan gambar seri. Berkenaan dengan gejala tersebut, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang kemampuan bercerita berdasarkan gambar seri siswa TK Bunda Surabaya. Seperti yang dipaparkan pada later belakang obyek yang menjadi kajian dalam penelitian ini terbukti suatu permasalahan yang patut diteliti. Untuk itu, penulis mengajukan permasalahan sebagai berikut : Bagaimanakah kemampuan bercerita berdasarkan gambar seri siswa TK Bunda Surabaya . Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kuanlitatif, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelompok B TK Bunda tahun ajaran 2010/2011, metode pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara, observasi (pengamatan), tes. Jadi dari hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa , susunan kalimat bercerita sesuai urutan gambar anak TIC. Bunda baik. Karena dari 25 anak hanya 7 anak yang belum mampu bercerita, disebabkan karena kognitif anak belum sempuma. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka untuk pembinaan pengembangan dan peningkatan mutu pengajaran bahasa khususnya kemampuan bercerita gambar seri memerlukan perhatian. Supaya anak didik mampu menyelesaikan togas bercerita dengan baik.
PEMBELAJARAN PASSING BAWAH MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENTS PADA BOLAVOLI MINI DALAM PEMBELAJARAN PEJASORKES Luqmanul Hakim
WAHANA Vol 58 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.339 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v58i1.1411

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji efektifitas model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournaments (TGT) dan model pembelajaran konvensional dalam pembelajaran passing bawah bolavoli mini pada pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di Sekolah Dasar Menganti Permai Gresik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen merupakan penelitian yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari "sesuatu" yang dikenakan pada subyek penelitian dilakukan dengan jalan memban.dinglcan satu atau lebih kelompok perlakuan dengan satu atau lebih kelompok pembanding yang tidak diberi perlakuan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-test and post-test group design yaitn terdapat dua kelompok yang terpilih secara random, kemudian diberi perlakuan untuk mengetahui sulnksh perbedaaan basil belajar passing bawah antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengambilan data dilakukan sebelum dan sesudah subyek diberi perlakuan. Analisis basil penelitian ini disajikan dalam penilaian portofolio pada setiap siswa yang ada cliTringing-masing kelompok yaitu kelompok I yang mendapat pembelajaran passing bawah dalam permainan bolavoli mini menggunalcan model pembelajaran koopratif tipe teams games tournaments (TGT) dan kelompok II yang mendapat pembelajaran passing bawah menggunakan model konvensional pada siswa kelas V Sekolah Dasar Menganti Permai Gresik yang berjtunlah 50 siswa dengan masing-masing kelompok berjumlah 25 siswa. Dengan basil untuk kelompok I dari nilai rata-rata kelompok pada saat pre test 42,4 dan pada saat post test 62,5 sehingga mengalami peningkatan 20,1. Sedangkan untuk kelompok II dari nilai rata-rata kelompok pada saat pre test 41,7, dan pada saat post tes 49,1. Sehingga mengalami peningkatan 7,4. Dapat disimpulkan bahwa kelompok I lebih baik dari pada kelompok II dan ada perbedaaan yang signifikan antara kelompok I dan 1I.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STRUKTURAL NUMBERD-HEADS TOGETHER (NHT) DAN GAYA BELAJAR. TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP SURABAYA: NHT, gaya belajar siswa, prestasi belajar Susilohadi Susilohadi
WAHANA Vol 58 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1565.295 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v58i1.1413

Abstract

Rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia merupakan masalah klasik yang salah sate penyebabnya adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah selama ini lebih berorientasi pada guru dan kurangnya guru dalam memperhatikan gaya belajar siswanya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah model pembelajaran kooperatif struktural tipe NHT dan gaya belajar siswa beipengaruh terhadap prestasi belajar matematika, sehingga hipotesis yang akan dibuktikan dalam penelitian ini adalah : (1) Ada perbedaan prestasi belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif struktural tipe NHT dan konvensional ; (2) Ada perbedaan prestasi belajar matematika siswa yang bergaya belajar visual, auditori, dan kinestetik; (3) Ada interaksi antara penggunaan model pembelajaran dan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik terhadap prestasi belajar matematika. Untuk membuktikan hipotesis tersebut di atas maka diambil populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII pada dua SMP Negeri di Surabaya yang berjumlah 340 siswa, sedang sampelnya adalah siswa kelas A dan B dan SMP Negeri 43 dan Kelas B* dan C* dari SMP Negeri 48, yang dilakukan dengan care random sampling. Rancangan penelitian menggunakan rancangan. faktorial 2x3. Metode Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes yang digunakan untuk melihat prestasi belajar matematika dan angket untuk melihat gaya belajar siswa. Dengan menggunakan analisis statatistik inferensial ANOVA dua arah dan dengan bantuan software statistik SPSS for Windows versi 12.0„ serta dengan taraf signifiloni 5% (0,005) maka diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif struktural tipe NHT dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar maternatikanya.
VARIASI PEMBELAJARAN SENI RUPA UNTUK ANAK. USIA DINI DALAM UPAYA PENDIDIKAN BERKELANJUTAN: Variasi, Pembelajaran, Anak Usia Dini Suparman Suparman
WAHANA Vol 58 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.906 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v58i1.1416

Abstract

Secara alamiah anak sudah memiliki jiwa seni sejak usia dini. Anak- anak sudah bisa mengembangkan dan mempunyai imajinasi. Anak berumur itahun sudah mulai mencoret-coret apa saja. Ia mulai mempelajari dan menyerap segala yang terjadi di lingkungan sekitamya. Setiap bends yang dimninicsn berfungsi sesuai dengan imajinasi si anak. Seth merupakan lakon, menolong anak-anak untuk memahami dunia mereka. Tetapi seni melebihi lakon membuat mereka mengekspresikan pengalaman-pengalaman dan fantasi fantasi individu dengan cara-cara konkret dan mendesak. Seth mengundang mereka untuk menyentuh dan melakukan eksperimen, mengeksplorasi dan mentransformasi. Seperti yang kita ketahui setiap orang sudah mengenal tentang seni rupa. Dalam kehidupan kita sehari-hri bahwa seni merupakan pelengkap dirinya dengan berbagai peralatan dan penunjang untuk menyempurnakan pekerjaannya. Seni sebagai alai terapi, ungkapan dan komunikqsi. Pembelajran seni rupa pada anak usia dini memerlukan pengelolaan sesuai dengan karakteristik dan situasi social yang kondusifuntuk keberhasilan belajar anak usia dini. Sehingga anak dapat mengungkapkan pengalaman-pengalaman hidup mereka sendiri. Sebagai guru kita harus dapat menciptakan lingkungan kerja, suasana yang mendukung dimana anak-anak dapat merasa amen, nyaman dan terlindung secara emosional, agar pengalaman seni mereka penuh eksplorasi, tidak mengancam akan tetapi menyenangkan.

Page 1 of 2 | Total Record : 20