Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

VARIASI PEMBELAJARAN SENI RUPA UNTUK ANAK. USIA DINI DALAM UPAYA PENDIDIKAN BERKELANJUTAN: Variasi, Pembelajaran, Anak Usia Dini Suparman Suparman
WAHANA Vol 58 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.906 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v58i1.1416

Abstract

Secara alamiah anak sudah memiliki jiwa seni sejak usia dini. Anak- anak sudah bisa mengembangkan dan mempunyai imajinasi. Anak berumur itahun sudah mulai mencoret-coret apa saja. Ia mulai mempelajari dan menyerap segala yang terjadi di lingkungan sekitamya. Setiap bends yang dimninicsn berfungsi sesuai dengan imajinasi si anak. Seth merupakan lakon, menolong anak-anak untuk memahami dunia mereka. Tetapi seni melebihi lakon membuat mereka mengekspresikan pengalaman-pengalaman dan fantasi fantasi individu dengan cara-cara konkret dan mendesak. Seth mengundang mereka untuk menyentuh dan melakukan eksperimen, mengeksplorasi dan mentransformasi. Seperti yang kita ketahui setiap orang sudah mengenal tentang seni rupa. Dalam kehidupan kita sehari-hri bahwa seni merupakan pelengkap dirinya dengan berbagai peralatan dan penunjang untuk menyempurnakan pekerjaannya. Seni sebagai alai terapi, ungkapan dan komunikqsi. Pembelajran seni rupa pada anak usia dini memerlukan pengelolaan sesuai dengan karakteristik dan situasi social yang kondusifuntuk keberhasilan belajar anak usia dini. Sehingga anak dapat mengungkapkan pengalaman-pengalaman hidup mereka sendiri. Sebagai guru kita harus dapat menciptakan lingkungan kerja, suasana yang mendukung dimana anak-anak dapat merasa amen, nyaman dan terlindung secara emosional, agar pengalaman seni mereka penuh eksplorasi, tidak mengancam akan tetapi menyenangkan.
Pendampingan Pembuatan Mural Sebagai Upaya Perbaikan Kawasan Kampung Gedung Tarukan Surabaya Sepbianti Rangga Patriani; Tantra Sakre; Herman Sugianto; Ika Ismurdiyahwati; Suparman; Hariadie
Kanigara Vol 1 No 2 (2021): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v1i2.4181

Abstract

Kawasan kampung Gedung tarukan merupakan salah satu wilayah yang berada di timur kota Surabaya yang tergolong asri dan indah, hal ini dapat dijumpai dengan banyaknya penghijauan yang dilakukan disetiap Kawasan kampung. Selain penghijauan, banyak juga kawasan di kampung Tarukan masih terlihat kurang bersih, salah satunya adalah tembok atau dinding rumah yang berhadapan dengan jalan pintu masuk Kawasan kampung masih terlihat kurang indah dan rapi. Untuk memberikan kesan keindahan yang lebih, maka perlukiranya ditambahkan unsur estetik yang ditampilkan dalam bentuk visual yaitu mural. Berangkat dari permasalah tersebut maka prodi Pendidikan seni rupa melakukan pendampingan pembuatan mural di dinding Gedung pintu masuk Kawasan kampung Gedung Tarukan. Pelaksanaan pendampingan mural ini dilakukan dalam 3 tahapan, antara lain: perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, subjek dari kegiatan ini sebanyak 17 mahasiswa jurusan Pendidikan Seni Rupa. Dari hasil kegiatan pendampingan mural tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan skil dan pemahaman dari peserta yang mengikuti proses pembuatan mural. Selain itu hasil dari pendampingan mural ini memberikan perbaikan Kawasan kampung Gedung Tarukan Surabaya.
Proses Pembuatan Gerabah Seni Dengan Teknik Pilin Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Hasil Produksi Keramik Bakaran Rendah Di Desa Kedungsari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri Herman Sugianto; Sepbianti Rangga Patriani; Tantra Sakre; Ika Ismurdiyahwati; Suparman; Hariadie
Kanigara Vol 2 No 1 (2022): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedungsari village is one of the areas in the west of the city of Kediri, the majority of the population is working as farmers. Apart from being farmers, there are some people who work as pottery craftsmen where the resulting production tends to meet daily necessities such as boys, jugs and others. The touch of art on the work produced has not yet been applied to their products, so the work produced is more likely to be the same as other pottery craftsmen. The wealth of land as a basic material in the manufacture of grabah products in Kedungsari village is quite large and abundant to be considered and developed further as an effort to increase the income of the local community. Olek, therefore, it is necessary to hold socialization and training to produce good works of art pottery. The implementation of this assistance is carried out in 3 stages, including: planning, implementation and evaluation, the subject of this activity is 10 students majoring in Fine Arts Education and youth youth organizations in Kedungsari Village. From the results of this mentoring activity, it can be concluded that there was an increase in the skills and understanding of the participants who took part in the process of making art pottery. In addition, the results of this assistance provide improvements to the resulting product.
Peningkatan Kandungan Pigmen Fotosintesis Ginseng Jawa (Talinum paniculatum Gaertn.) Menggunakan Asam Salisilat Arif Yachya; Suparman; Ekiq Nouval Zaki; Marnitha; Awalul Fatiqin
Jurnal Biosilampari : Jurnal Biologi Vol 6 No 2 (2024): Biosilampari: Jurnal Biologi
Publisher : Universitas PGRI Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62112/biosilampari.v6i2.89

Abstract

This study was conducted to ascertain the impact of applying various concentrations of exogenous salicylic acid (AS) and its application durations on Talinum paniculatum`s chlorophyll content. This study used a complete randomized design of 2 factors, such us various concentrations (e.g., 0, 25, 50, 100, and 200 µM) and application durations (e.g., 1 and 2 weeks) of AS with three replications in each treatment group. Elicitation was performed on stem cuttings of T. paniculatum aged 41 days after planting where the cuttings already had enough leaves. Data analysis with variant testing and continued with Tukey`s test at the level of 5%. The results of the variant test showed elicitation with AS had a significant effect on the photosynthetic content of T. paniculatum leaves.