Articles
PENGUATAN OLAHRAGA PENCAK SILAT SEBAGAI WARISAN BUDAYA NUSANTARA
muhyi, muhammad;
purbojati, Purbojati
Jurnal Budaya Nusantara Vol 1 No 2 (2014): BUDAYA ADI LUHUNG
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/b.nusantara.vol1.no2.a415
Sports martial arts (pencak silat) has grown and developed over the establishment of the Indonesian nation, even before Indonesia’s independence. It needs to be strengthened in order to continue to grow stronger in Indonesia. In order to realize it, the pillars of the national culture must be upheld which includes (1) construction of identity and character of the nation (2) Preservation of cultural heritage (3) development work / innovation and cultural diplomacy (4) institutional and human culture, and (5) facilities and infrastructure culture. To strengthen the construction of the five pillars of culture-related sports martial arts, the various concrete support pillars can help in any martial arts in the cultural heritage of the archipelago of Indonesia as well maintained. Keywords: sports martia arts, national culture, culural heritage.
PELATIHAN PEMBUATAN BATIK JUMPUT DESA MODONG KECAMATAN TULANGAN KABUPATEN SIDOARJO
muhyi, muhammad;
Amalia, Tita Sabila
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Batik Jumputan (BJ) adalah salah satu variasi hiasan pada kain yang dilakukan melalui proses pewarnaan. Batik di Indonesia memiliki jenis yang sangat bervariasi dan banyak. Salah satu teknik pewarnaan batik yang bisa digunakan adalah bentuk variasi pembuatan motif dari kain batik. Teknik perwanaan yang dilakukan adalah dengan teknik celup, dengan teknik tersebut membuat kain terlihat berwarna-warni dan bisa mendapatkan motif yang unik dan bervariasi. Kain batikyang sudah bermotif dengan teknik pewarnaan dapat diperoleh suatu produk berupa baju, selendang yang bermotif menarik. BJ dilakukan melalui proses yang mudah dan murah, biaya relatif terjangkau sehingga kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan positif untuk menambah keterampilan baru yakni membuat batik di desa Modong. Hasil dari pelatihan batik jumputan warga desa Modong khususnya Ibu-Ibu PKK mampu membuat batik jumput dengan berbagai variasi warna dan corak, dan dapat digunakan sebagai tambahan keterampilan Ibu-Ibu di dalam rumah tangga seperti pakaian, taplak meja, sapu tangan, yang dapat digunakan sebagai tambahan ekonomi keluarga.
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN GARUDA DALAM MENINGKATKAN KELINCAHAN PEMAIN FUTSAL KU-16
erlangga, adhimas Garuda;
Muhyi, Muhammad;
Rosmi, Yandika Fefrian
Jurnal Pendidikan Jasmani Khatulistiwa Vol 2, No 1: : Mei 2021 Jurnal Pendidikan Jasmani Khatulistiwa
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (517.487 KB)
|
DOI: 10.26418/jpjk.v2i1.47012
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Model Pelatihan Garuda untuk pemain futsal usia 16 tahun, untuk memantau respon pemain futsal usia 16 tahun terhadap Model Pelatihan Garuda yang dikembangkan dan untuk menghasilkan panduan pelatihan dalam bentuk buku dan DVD. Metode penelitian yang digunakan adalah metode R&D (Research and Development). Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil skor dan saran dari para ahli dan pelatih futsal. Selain itu, juga didapat dari formulir yang diisi oleh pemain futsal berusia 16 tahun dari Academy Mandala FC Surabaya. Hasil penelitian Garuda Training Model terdiri dari high knee run, zig zag run, jumping jack, single leg hop, double leg hop dan in out shuffle. Menurut hasil pakar dan pelatih futsal, model latihan Garuda termasuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Model Latihan Garuda layak diterapkan untuk meningkatkan kelincahan pemain futsal usia 16 tahun. Selain itu, pemain futsal 16 tahun ini memberikan respon yang positif terhadap Model Latihan Garuda karena variatif sehingga tidak monoton dan tidak membosankan
PENGARUH MINUMAN SUPLEMEN, MINUMAN ELEKTROLIT DAN AIR NORMAL TERHADAP KINERJA OLAHRAGA
muhyi, muhammad
Jurnal Ilmiah Adiraga Vol 1 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Adiraga
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Pedagogik dan Psikologi (FPeP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This research is a field experimental research. The subject population used for this research is 159 male of the entire FIK UNESA of Surabaya State University, from students which a sample of 60 is randomly selected. After that split in to three groups and per groups are 20. The research design used is the “ Randomized Control Group Pretest Posttest Designâ€Â. After field research, the data collected and analyzed by “Analysis of Variance†(ANOVA). First, analyzing influence drinks on speed, the result is F probabilities is more than alpha (0.0605>0,05). It means that all drinks have the same effect on speed. Second, analyzing influence supplement on exercise heart rate, the result is alpha with significance levels 0.05, with probabilities is under than alpha 0.049. It means not all drinks have the same effect heart rate. Which drinks have different influence is use Test-low significance different (LSD). The result showed that aqua water give different effect – 12.900. Finally aqua water give the different effect to ergogenic aids. Conclusion drawn from this research are: 1. Supplement drinks, electrolyte drinks and normal water have the same effect on ergogenic aids related to speed, 2. Having different effect supplement drinks, electrolyte drinks and normal water on ergogenics aids related to heart rate, 3. Normal water have great effect on ergogenic aids related to heart rate, 4. Normal water better because pulse rate is lower down that cardiac workload effect is slow,. Normal water is better than supplement drinks and electrolyte drinks for middle distance.
PENDIDIKAN KARAKTER, MOTIVASI DAN PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN
Muhyi, Muhammad
WAHANA Vol 58 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/wahana.v58i1.1331
Tujuan dari kajian ini adalah untuk menjelaskan pendidikan karakter yang di dukung dengan motivasi diri yang kuat akan membantu terciptanya guru Pendidikan jasmani yang profesional. Guru Pendidikan jasmani sudah mengenal nilai karakter, termasuk nilai-nilai yang diperoleh dan Penjas, upaya menerapkan menjadi fokus utama, karena kompetensi saja tidak cukup harm dibalut dengan karakter yang kuat demikian jugs sebaliknya. Guru Penjas yang berkompeten memiliki kompetensi kepribadian, pedagogik, profesional dan sosial, keempat kompetensi tersebut harus dibalut dengan tiga sifat karakter utama yakni karakter moral, kinerja dan sosial. Guru Penjas dalam meningkatkan kompetensi dan karakter harus di dukung dengan motivasi yang kuat agar bisa teraplikasikan dengan sebaik-baiknya. Motivasi yang kuat hanya terjadi jika ada keyakinan (believe) terhadap apa yang dipraktikkannya akan memberikan perubahan pada si pelakunya.
PEMBENTUKAN NILAI-NILAI KARAKTER DI UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA MELALUI SEMANGAT PAGI SEBAGAI SUATU GAGASAN
Retnani S, Dwi;
Muhyi, Muhammad;
Handoyo, Tri
WAHANA Vol 57 No 2 (2011)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/wahana.v57i2.1381
Dua isu pendidikan yang sedang mengemuka adalah kompeten dan karakter menjadi,perguruan tinggi mempunyai tugas tidak hanya menghantarkan mahasiswa memiliki kompeten yang memadai tetapi juga berkarakter. Dalam rangka mengembangkan karakter pada mahasiswa maka Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (UNIPA) mendesain suatu program yang dinamakan semangat PAGI, yang diaplikasikan pada seluruh mahasiswa. PAGI mengandung nilai P: Peduli, A: Amanah, G: Gigih, dan I: Inovatif yang sekaligus mewakili empat pilar karakter nasional yakni olah hati, olah pikir, olahraga dan olahrasa/karsa. Dalam aplikasinya semangat PAGI menggunakan langkah-langkah knowing (mengenalkan semangat PAGI), feeling (penghayatan/internalisasi semangat PAGI) and acting (mempraktikkan semangat PAGI).Setelah melalui tiga tahap tersebut implementasi semangat PAGI diukur dengan menggunakan instrumen yang sudah dikembangkan oleh tim semangat PAGI.
Pengembangan Bahan Ajar Audio dalam Pembelajaran Daring untuk Mahasiswa Tunanetra di Universitas PGRI Adi Buana
Ana Rafikayati;
Sambira Sambira;
Muhammad Muhyi
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 6, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um031v6i22020p120-124
Selama pandemic Covid 19 pembelajaran di perguruan tinggi dilakukan secara daring yang di dalamnya termasuk terdapat mahasiswa tunanetra. Selama pelaksanaanya tunanetra kesulitan dalam mengakses bahan ajar teks yang disediakan sehingga kesulitan dalam memahami materi kuliah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar audio untuk mahasiswa tunanetra agar tunanetra dapat belajar secara mandiri selama belajar daring. Penelitian ini menggunakan peenelitian pengembangan (R & D) dengan langkah-langkah yaitu (1) pencarian dan pengumpulan data, (2) perencanaan, dan (3) pengembangan produk awal. Produk yang dihasilkan dari penelitian ini adalah perangkat bahan ajar audio untuk tunanetra yang terdiri dari (1) Flip book, dan (2) PPt dengan suara. Dengan adanya bahan ajar audio ini diharapkan mahasiswa dapat belajar secara daring dengan lebih optimal. During the Covid 19 pandemic, learning in university was conducted online which included visual impairment students. During its implementation, they have difficulty accessing the provided text teaching materials so that it is difficult to understand the course material. This study aims to develop audio teaching materials for students with visual impairments so that they can learn independently while studying online. This research used development research (R & D) with steps, namely (1) (1) searching and collecting data, (2) planning, and (3) developing the initial product. The product produced from this research is an audio teaching material for student with visual impairment consisting of (1) flip book, and (2) PPt with voice. With this audio teaching material, it is hoped that they can learn online more optimally.
PENINGKATAN MUTU MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA MELALUI PELATIHAN KURIKULUM 2013 PLUS
Muhammad Muhyi;
Sigit Sulindro
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 13 No. 1 (2015): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v13i1.277
AbstrakSecara umum, mahasiswa lulusan program pendidikan pelatihan olahraga akan bekerja sebagai guru di lembaga pendidikan, maka mereka akan mengajar pendidikan lahraga dan kesehatan di sekolah. Saat ini, pemerintah Indonesia melakukan pengembangan kurikulum menjadi kurikulum 2013 (K13). Pada dasarnya, mahasiswa pendidikan pelatihan olahraga harus menguasai perubahan kurikulum. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kualitas siswa pendidikan pelatihan olahraga melalui pelatihan kurikulum 2013 Plus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, sampel penelitian adalah 2.012 siswa dari pembinaan olahraga pendidikan tahun ajaran 2012 yang saat ini diprogram PPL 1. Lokasi penelitian di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain kelompok pra-posttest. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, dan teknik analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan setelah dianalisis dengan uji t bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 <α (0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara kelompok data pretest dan posttest. Pelatihan untuk meningkatkan kualitas siswa dengan memberikan pelatihan kurikulum 2013 Plus dapat membantu meningkatkan pengetahuan mereka.        Kata Kunci: Kualitas, Pelatihan, Sertifikasi dan Curriulum
Pengembangan Permainan Kasvol Terhadap Minat Siswa Untuk Bermain Bolavoli Saat Pembelajaran PJOK Pada Siswa Kelas VI MI Baiturrahman Kedurus Surabaya
Bayu Irawan;
Muhammad Muhyi;
Yoso Wiyarno
Jendela Olahraga Vol 6, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jo.v6i1.6766
Students are less active in learning because the learning model is less varied. The problem that arises in learning volleyball at MI Baiturrahman Kedurus is the lack of student interest in doing basic volleyball movements, namely passing and serving, because according to him, volleyball is a boring game. The observation result of PJOK teacher was found that 61.5% of 65 students stated that they were not interested in volleyball. This condition encourages researchers to develop Kasvol games. The research was conducted on grade VI students of MI Baiturrahman Kedurus. This research is a development research using the Borg & Gall model. It can be concluded that the development of the Kasvol game is feasible to be used as a medium to increase student interest in the PJOK learning process. This is evidenced by expert assessment of the content of teaching materials with a percentage of 95% (very good), practice is applied with the results of field trials by field practitioners getting a percentage of 98% (very good) and the development of Kasvol games is said to be effective as evidenced by small group trial analysis. . and large groups respectively get a percentage of 63% (good) and 64% (good)Keywords: Kasvol Games, student Interest, Volleyball AbstrakSiswa yang kurang aktif dalam pembelajaran disebabkan oleh model pembelajaran yang kurang variatif. Permasalahan yang timbul saat pembelajaran bolavoli di MI Baiturrahman Kedurus adalah kurangnya minat siswa untuk melakukan gerak dasar permainan bolavoli yakni passing dan servis. Hal ini disebabkan karena bolavoli dianggap permainan membosankan. observasi guru PJOK memperoleh hasil 61,5% dari 65 siswa yang mengatakan tidak tertarik dengan permainan bolavoli. Kondisi ini mendorong peneliti untuk mengembangkan permainan kasvol. Penelitian dilakukan pada siswa kelas VI MI Baiturrahman Kedurus. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model Borg & Gall. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan permainan kasvol valid untuk digunakan sebagai media untuk meningkatkan minat siswa pada proses pembelajaran PJOK. Hal tersebut dibuktikan dari evaluasi ahli isi materi bahan ajar dengan persentase 95% (sangat baik), praktis untuk diterapkan dengan hasil uji lapangan oleh praktisi lapangan mendapatkan persentase 98% (sangat baik) dan pengembangan permainan kasvol dikatakan efektif dibuktikan dari analisis uji coba kelompok kecil dan kelompok besar yang masing-masing memperoleh persentase 63% (baik), dan 64% (baik).Kata kunci: Permaian Kasvol, Minat Siswa, Bolavoli
Pengembangan Program Daily Physical Activity (DPA) Melalui Permainan Tradisional Pada Pembelajaran PJOK di Kelas V SDN Kebraon Surabaya
Agus Setiawan;
Muhammad Muhyi;
Yoso Wiyarno
Jendela Olahraga Vol 6, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jo.v6i1.6764
This study aims to find out through the Daily Physical Activity (DPA) program to answer problems related to the fitness level of students. Developing the DPA program combined with traditional games makes it easier for teachers to implement the teaching and learning process, especially student fitness issues. The instruments in this study were using observation sheets, questionnaires, and TKJI. The results of the study were to determine the student's interest given by the researcher by providing DPA program through traditional games to students which aimed to determine student responses about the importance of maintaining physical fitness. The results of this study were 73%, so the student's response to the application DPA program through traditional games on student fitness was categorized as Good. From the results carried out in the field, the researchers did not only examine students' interest in learning PJOK through traditional games, they also found out about the fitness of students, namely through the TKJI test with the results that there was a significant model of the development of the Daily Physical Activity (DPA) program in learning PJOK through traditional games in class students V Kebraon I Elementary School Surabaya.Keywords: Daily Physical Activity, Traditional GamesAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui melalui program Daily Physical Activity (DPA) untuk menjawab permasalahan yang berkenan dengan tingkat kebugaran pada siswa. Pengembangan program DPA gabungan dengan permainan tradisional memudahkan pengajar dalam menerapkan proses belajar mengajar terutama masalah kebugaran siswa. Instrumen dalam penelitian ini yaitu menggunakan lembar observasi, angket, dan TKJI. Hasil dari penelitian untuk mengetahui minat siswa yang diberikan oleh peneliti dengan pemberian program DPA melalui permainan tradisional pada siswa yang bertujuan untuk mengetahui respon siswa tentang pentingnya menjaga kebugaran jasmani. Hasil dari penelitian ini yaitu 73%, maka respon siswa dengan penerapan program DPA melalui permainan tradisional terhadap kebugaran siswa dikategorikan Baik. Dari hasil yang dilakukan dilapangan peneliti tidak hanya meneliti tentang minat siswa pada pembelajaran PJOK melalui permainan tradisional juga mengetahui kebugaran siswa yaitu melalui tes TKJI dengan hasil terdapat yang signifikan model pengembangan program Daily Physical Activity (DPA) dalam pembelajaran PJOK melalui permainan tradisional pada siswa kelas V SDN Kebraon I Surabaya.Kata kunci: Daily Physical Activity, Permainan tradisional