cover
Contact Name
Zul Anwar Ajim Harahap
Contact Email
lp2miain.padangsidimpuan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lp2miain.padangsidimpuan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
TAZKIR: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman
ISSN : 24427004     EISSN : 2460609X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
TAZKIR: Jurnal Penelitian ilmu-ilmu sosial dan keislaman published in 2015 with P-ISSN: 2442-7004, and E-ISSN: 2460-609X is A peer-reviewed journal that is published by the LPPM IAIN Padangsidimpuan, North Sumatera, Indonesia. The journal an effort to provide forums for academicians and researchers who are interested in the discussion of current and future issues on Islamic studies. The journal is dedicated to the scholarly study of all aspects of Islam and of the Islamic world. Particular attention is paid to works dealing with history, geography, political science, economics, anthropology, sociology, law, literature, religion, philosophy, international relations, environmental and developmental issues, as well as ethical questions related to scientific research. TAZKIR: Jurnal Penelitian ilmu-ilmu sosial dan keislaman is published twice a year (June and December)
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2022)" : 12 Documents clear
AYAT-AYAT MODERASI BERAGAMA PERSPEKTIF TAFSIR IBNU KAS|I>R Syaefudin Achmad
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v8i2.6035

Abstract

Indonesia is a country that has six officially recognized religions. This plurality of course has the potensial to create horizontal conflictd between religious adherents. It is proven that in 2020 there have been many conflicts and cases of intolerance religious background, even in education. Religious moderation is an attitude that every citizen in Indonesia must have so that religious backround conflict do not occur. The purpose of his study was to examine the values of religious moderation in the verse of the al-Qur’an  perspective of Ibnu Kas|ir contained in the “PAI dan Budi Pekerti Class XII Book’. This study uses a qualitative approach, library research methods, documentation collections techniques, inductive analysis, and peer checking techniques for validity. Verses that contain religious moderation values in the book include Surah al-Baqarah verse 83, Surah Ali- Imran verse 159, Surah Ali Imran verses 190-191, and Surah Ma’idah verse 2.
PEMBERDAYAAN “RUMAH TAHFIDZ” DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SANTRI (Studi Pemberdayaan Masyarakat di bidang Keagamaan di Kabupaten Tanah Datar ) Irwandi Irwandi
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v8i2.5632

Abstract

Abstract Article 31 of the 1945 Constitution indicates the importance of education and regulation in the country which contains basic education which is interpreted as character education with personality growth. The character education in question essentially includes matters relating to religion, honesty, tolerance, discipline, hard work, creative, independent, democratic, curiosity, national spirit, love for the homeland, respect for achievement, friendly/communicative, peace-loving, fond of reading. , care for the environment, care about social, responsibility. In accordance with the demands of the 1945 Constitution, the local government together with the community realize a form of character education with the establishment of the "Tahfidz house" which aims to give birth to hafidz/zah in Kab. Flat Land. And basically it also teaches the values of character education. The results of the establishment of “rumah tahfidz” will be examined using a qualitative method with a descriptive approach. With the findings that the "Tahfidz house" in Tanah Datar Regency has shown results both quantitatively and qualitatively, in various forms including increased religious attitudes, honesty, tolerance, discipline, hard work, respect for achievement, friendly/communicative, and responsibility.Keywords: "Tahfidz House, Character, Empowerment" Abstrak Pasal 31 Undang-undang Dasar 1945 menisyaratkan tentang arti pentingnya pendidikan dan pengaturan di tanah air yang memuat tentang pendidikan dasar yang dimaknai dengan pendidikan karakter dengan pertumbuhan kepribadian. Pendidikan karakter dimaksud pada hakekatnya memuat hal yang berkaitan dengan religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab. Sesuai tuntutan UUD 1945 maka pemerintah daerah bersama masyarakat mewujudkan bentuk pendidikan karakter dengan berdirinya “rumah tahfidz”yang bertujuan untuk melahirkan para hafidz/zah di Kab. Tanah Datar. Dan pada dasarnya juga mengajarkan nilia-nilai pendidikan karakter.. Hasil dari berdirinya “rumah tahfidz”  ini akan di teliti dengan menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan Deskriptif. Dengan temuan bahwasanya “rumah tahfidz” di Kabupaten Tanah Datar telah memperlihatkan hasil baik secara kuantitatif maupun kualitatif, dengan berbagai bentuk yang diantaranya peningkatan sikap religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, dan  tanggung jawabKata Kunci: “Rumah Tahfidz, Karakter, pemberdayaan
Representasi Politis pada Perda Syariah: Sebuah Kajian Kepustakaan Juparno Hatta
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v8i2.6076

Abstract

Pasca reformasi meniscayakan luapan ekspresi politik identitas di ruang publik. Perda syariah adalah bentuk dari politik identitas, selain munculnya partai politik Islam di Pemilu 1999. Desakan kelompok islamis dan diperentara juga keterlibatan aktor politik daerah mensukseskan penerbitan perda syariah dan sejenisnya di berbagai wilayah Indonesia. Kehidupan politik yang dinamis dan dipenuhi preferensi politis. Perda ini berdiri diantara idealism atau pragmatism. Dunia politik adalah arena perjuangan, para aktor politik berusaha untuk mencapai kemenangan dengan mempertimbangkan kalkulasi kemenangan dan kegagalan. Pada umumnya, manusia adalah makhluk rasional, memiliki preferensi, kepentingan, dan kepercayaan. Aktor politik memiliki maksud dan tujuan dari tindakannya. Membutuhkan modal sosial serta sumber daya dalam praktik politik. Agama menjadi modal dan strategi yang efektif dan efesien dalam arena politik. Di tahun politik, agama adalah elemen sosial yang populer dan banyak digunakan. Menimbang, agama dapat memberikan nilai tukar kepada elite politik. Artikel ini menemukan bahwa representasi politik menjadi tajuk utama keberadaan perda syariah melihat dari proses dinamika lahirnya produk ini. Politisasi Islam menjadi strategi dari aktor politik untuk menciptakan basis pendukung di tengah masyakat.Kata Kunci: Perda Syariah, Arena politik, Representasi politis, Politisasi Islam, Strategi populis
The Model of the Distribution of Inheritance of the Muslim Community of the Lampung Pubian Tribe in the Perspective of Social Construction Theory Muhamad Rudi Wijaya; M. Syekh Ikhsan Syaifudin; Anas Habibi Ritonga
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v8i2.5666

Abstract

The tradition of the Islamic community of the Pubian tribe in the village of Gedong Tataan regarding the distribution of inheritance is left to the eldest son only. Looking at the situation of modernized societies in many aspects of life, this tradition should have been abandoned, but it should still be maintained. This makes writers interested in exploring deeper traditions. This study is classified as a qualitative study, and the type of study is a case study using a phenomenological approach and is analyzed by social construction theory. The results of this study show that the formation of tradition is at several stages. 1. At the moment of externalization, the process is self-adaptation to the socio-cultural world, which brings about phenomena in the form of adaptation to public inheritance. Traditions, which have historical and normative foundations. 2. At the moment of objectification, the process of self-interaction with the socio-cultural world creates a phenomenon in the form of recognition and belief that public heritage is a positive tradition. 3. At the moment of internalization, the process of self-identification with the socio-cultural world created the phenomenon of social classification based on history and the group that preserved it. The reason the Islamic community in the village of Gedong Tataan has realized and maintained this tradition is that they want to avoid conflicts and divisions and even fight for property.
PRAKTEK OBJECTIFICATION PEREMPUAN BERHIJAB DALAM AKSI SELFIE DI INSTAGRAM juliana kurniawati
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v8i2.6189

Abstract

Aksi selfie perempuan berhijab kerap kita jumpai berseliweran dalam newsfeed akun Instagram. Beragam gaya selfie perempuan berhijab dapat kita saksikan pada beberapa akun kompilasi dan akun pribadi. Selfie bukan sebuah fenomena baru namun masih layak untuk dikaji dari sisi pelaku yang memposisikan diri sebagai subjek. Proyek penelitian bertajuk Selfiecity (2014) menginformasikan bahwa selfie banyak dilakukan oleh perempuan. Namun penelitian terkait selfie pada perempuan berhijab belum banyak dilakukan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji praktik selfie perempuan berhijab menggunakan konsep selfie objectification Lexie dan Lindsay Kite dan feminisme post digital Amy Shields Dobson. Artikel ini menggunakan analisis wacana. Data diperoleh dari unggahan foto dalam akun kompilasi @jilbab_chantik dan @selfie_mukena. Kedua akun ini digunakan untuk menggambarkan aksi perempuan berhijab di Instagram sebagai praktik selfie objectification. Hijab selfie diproduksi secara berbeda pada kedua akun tersebut. Alih-alih memberikan ruang praktik partisipatory culture justru terjebak pada protokol Instagram yang menghendaki dipatuhi. Hadirnya admin akun menggeser foto selfie yang sejatinya memberikan kebebasan sebagai subjek kembali menjadi objek foto.
ADAT DAN KEBUDAYAAN DI INDONESIA PANDANGAN SOSIAL, PANDANGAN ANTROPOLOGI DALAM HUKUM ISLAM Faiz Mukaffi Achmadi
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v8i2.5683

Abstract

Hukum atau aturan yang tidak tertulis dan hidup di dalam masyarakatnya. Hukum adat ini sendiri memiliki banyak ragam perbedaan di setiap daerahnya termasuk dalam hal ini adalah perkawinan. Dalam penulisan ini metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dimana penulis memiliki beberapa rujukan atau referensi untuk menyempurnakan penulisan ini. Hasil pembahasan dalam penulisan ini dapat dikatakan bahwa pandangan sosiologi maupun pandangan antropologi dalam hukum islam mengenai perkawinan yang dimaksud adalah dengan keanekaragamann kebudayaannya yang disandingkan dengan pola kehidupan dalam masyarakat, dan perbedaan sistem adat perkawinan di setiap daereah Indonesia disebabkan karena adanya perbedaan kekerabatan ataupun keturunan yang dianut oleh masing-masing masyarakat hukum adat di Indonesia. Lalu hubungan adat dengan antropologi itu dapat dilihat dari kebudayaan, kalau antropologi itu bagaimana awal kebudayaan itu muncul, karena pada dasarnya antropologi itu adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia baik itu fisiknya maupun kebudayaannya.Kata Kunci : Hukum Adat, Perkawinan, Antropologi
ANALISIS KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT TERHADAP IRAN PASCA ARAB SPRING (2017-2021) Ahmad Zainal Mustofa
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v8i2.6223

Abstract

AbstractThis article explains the foreign policy of the United States towards Iran after the Arab Spring. Specifically, this article discusses foreign policy during the days of Donald Trump and Joe Biden. The method used in this research is descriptive analytical. Then to describe the discussion objectively, researchers used the Foreign Policy Analysis (FPA) approach. This approach is used to answer the question of how the US foreign policy towards Iran after the Arab Spring? The findings of this study indicate that there were differences in policies during Trump and Biden tenure. During Trump's time, the US withdrew from the JCPOA and imposed maximum pressure sanctions on Iran. Then during Biden’s period, the US tended to be more gentle towards Iran by trying to get Iran back to nuclear negotiations without applying maximum pressure. This is certainly a good hope for the political constellation in the Middle East.Keywords: Foreign Policy Analysis, JCPOA, Maximum Pressure, the Middle East  AbstrakArtikel ini menjelaskan tentang kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap Iran pasca Arab Spring. Secara spesifik, artikel ini membahas kebijakan luar negeri pada masa Donald Trump dan Joe Biden. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis. Kemudian untuk menguraikan pembahasan secara objektif, peneliti menggunakan pendekatan Foreign Policy Analysis (FPA). Pendekatan ini digunakan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana kebijakan politik luar negeri AS terhadap Iran pasca Arab Spring? Adapun hasil temuan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan kebijakan pada masa Trump dan Biden. Pada masa Trump, AS keluar dari JCPOA dan menjatuhkan sanksi tekanan maksimum bagi Iran. Kemudian pada masa Biden, AS cenderung bersikap lebih tenang terhadap Iran dengan berupaya untuk mengajak Iran kembali ke perundingan nuklir tanpa memberikan tekanan maksimum. Hal ini tentu menjadi harapan baik bagi konstelasi politik di Timur Tengah. Kata Kunci: FPA, JCPOA, Tekanan Maksimum, Timur Tengah  
IMPLEMENTATION OF RICHARD C. MARTIN'S THOUGHT IN MODERN ISLAMIC STUDIES 5.0 (Approaches to Islamic Religious Studies) Akmal Ihsan; Sulaiman Sulaiman; Syafira Anisatul Izah; Alan Budi Kusuma
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v8i2.5762

Abstract

This paper examines Richard C. Martin's Islamic studies in the book Approaches to Islam in Religious Studies on modern Islamic studies 5.0. This study is an analytical descriptive form that begins by revealing the author's background to how the Islamic studies approach is offered. Starting with Martin's thoughts, he saw that western scholars, especially those in North America, failed to understand modern Islamic studies 5.0, this was based on the weak theological approach that maintained a normative understanding of religion and the historical point of view that cornered Islam as a result of the Islamic-Christian wars in the Middle Ages. In this study, it puts forward approaches as a reference for the study of the modern Islamic religion. For this reason, Martin tries to provide an understanding through this book with several approaches that are believed to have a major influence in the 20th century on modern Islamic studies, especially in the 5.0 generation. The approach in question is scripture and prophet; rituals and community; religion and society; scholarship and interpretation, and challenge and criticism. Where this approach is able to uncover and analyze dynamic Islamic studies following contemporary times, as well as being able to locate the weaknesses in modern Islamic studies
UPAYA GURU PAI DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN LITERASI DIGITAL DI MA CENDEKIA BANGSA PEKANBARU Rifdah Sabrina
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v8i2.4855

Abstract

Penulis melakukan penelitian ini bertujuan untuk meneliti implementasi literasi digital di Madrasah Aliyah Cendekia Bangsa Pekanbaru. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif (qualitative research). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian lapangan (field research), lokasi yang dijadikan objek penelitian adalah MA Cendekia Bangsa Pekanbaru  yang beralamat di jalan kubang KM.3 Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Indonesia. Informan penelitian ini Kepala MA Cendekia Bangsa Wakil Kepala bagian Kurikulum MA Cendekia Bangsa, dan Guru PAI MA Cendekia Bangsa. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dapat disimpulkan hasil pembahasan tentang upaya guru PAI mengimplikasikan Literasi Digital di MA Cendekia Bangsa Pekanbaru antara lain: (1) Menggunakan sarana dan prasarana, (2) Menggunakan Hardware, (3) Menggunakan Smartphone, (4) Menggunakan link-link pembelajaran, (5) Menggunakan aplikasi dalam pembelajara, dan (6) Memanfaatkan media sosial.
PERNIKAHAN DINI DALAM UPAYA MENJAUHI ZINA: SOLUSI ATAU KONTROVERSI? Suprima Suprima
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v8i2.5801

Abstract

Nowadays, early age-marriage mostly happen in Indonesia because of married by accident, demands of customs, parents, and others. Indonesia is the 2nd country in Asia with the highest rate of early marriage and 37th in the world in 2007 (According to the United Nations Development Economic and Social Affairs (UNDESA) in 2010). In this study, researchers have more interest in exploring the phenomenon of early marriage that is rife by focusing on studying and knowing about early marriage as a solution or controversy to avoid an act of adultery. According to the view of Islam, customary law, and other laws. This study uses descriptive quantitative methods with data collection using a questionnaire. Although Islam does not determine the age for marriage, there are many factors that cause a negative impact if early marriage is not carried out with a good preparation. This thing will affect the psychological, physiological, social, economic, and other factors that lead to disadvantage. Therefore, it is better to prepared marriage more maturely before making a decision, because marriage in Islam is a worship and sacred thing.

Page 1 of 2 | Total Record : 12