cover
Contact Name
Jurnal TP Unisi
Contact Email
juraltpunisi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltepeunisi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
ISSN : 23014083     EISSN : 25985132     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian ini merupakan publikasi resmi yang diterbitkan oleh Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Indragiri, Tembilahan. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada bulan Mei Tahun 2012. Namun OJS baru diterapkan pada Tahun 2018. Jurnal ini memuat tinjauan mengenai hasil-hasil penelitian dan non penelitian tentang suatu permasalahan secara komprehensif dan prospek pengembangannya, serta bertujuan memberi informasi tentang Teknologi Pertanian Jurnal ini berfokus pada teknologi pertanian seperti sains dan teknik pangan, teknologi dan manajemen industri pangan, teknik pertanian dan rekayasa bioproses.
Arjuna Subject : -
Articles 327 Documents
STUDI PEMBUATAN SIRUP JERUK MANIS PASAMAN (Citrus sinensis Linn.) Novitasari, Rifni
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.841 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v7i2.155

Abstract

Telah dilakukan penelitian pada tanggal 01 s/d 18 Oktober 2018 di Laboratorium Pilot Plant, Universitas Andalas, Padang dengan judul “STUDI PEMBUATAN SIRUP JERUK MANIS PASAMAN (Citrus sinensis Linn.)”. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tahapan-tahapan yang tepat dalam pengolahan jeruk manis dari Nagari Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat sehingga dihasilkan sirup kemasan dengan citarasa, aroma dan warna yang disukai oleh panelis. Dari beberapa perlakuan pengolahan akhirnya dapat diketahui bahwa hasil pengolahan sirup jeruk dengan cara membuang kulit arid an biji pada daging buah jeruk, dan penambahan CMC 1% , serta penambahan Natrium benzoate 0,02%, dan penambahan gula sebanyak 526,15 gram dengan penambahan pasta sebanyak 21 tetes per 300 ml larutan sari buah menghasilkan sirup jeruk kemasan yang disukai dari segi warna, rasa, dan aroma juga kekentalannya dengan kadar gula 62,4% yang diukur dengan hand refraktometer.
ANALISA PRODUK CACAT MENGGUNAKAN METODE PETA KENDALI P DAN ROOT CAUSE ANALYSIS Dewi, Hartami; Maryam, Maryam; Sutiyarno, Didik
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.453 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v7i2.178

Abstract

Abstrak : Revolusi Industri 4.0 mempengaruhi cara produksi industri untuk lebih memperhatikan efektivitas dan tingkat produksi efisiensi. Produk cacat terjadi karena produk tidak memenuhi standar dan menunjukkan ketidakefisienan proses produksi. Tingginya produsk cacat akan meningkatkan biaya proses produksi yang akan mengurangi keuntungan perusahaan. Data produksi dari Agustus hingga September 2017 pada PT. XYZ menunjukkan peningkatan produk cacat dan berdasarkan data produksi untuk 5 line yang beroperasi, diketahui bahwa produk dengan produk cacat tertinggi adalah line 2 pada bulan september yaitu sebanyak 398 produk cacat dari 3120 produk sampling. Analisis Peta Kendali P menunjukkan bahwa produk yang ditolak masih terkendali. Berdasarkan Root Cause Analysis (RCA) diketahui bahwa penyebab tingginya produk cacat pada line 2 di bulan September adalah bahan baku yang sudah lama dan kurangnya perawatan mesin produksi sehinga kinerja mesin tidak maksimal. Bberdasarkan hasil analisis diketahui bahwa membuat standar operasional prosedur tentang pemeliharaan mesin produksi menjadi tindakan mendesak yang saat ini perlu dilakukan oleh PT. XYZ
PENGARUH TINGKAT KEMATANGAN DAN JENIS GULA DALAM PEMBUATAN “NATA DE COCO” Ninsix, Retti
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.719 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v1i1.34

Abstract

Air kelapa yang dihasilkan di Indonesia berjumlah lebih dari 900 juta liter pertahun. Bahan ini sebagian kecil sudah dimanfaatkan oleh masyarakat, sedangkan selebihnya sering merupakan bahan yang terbuang begitu saja dan berakibat buruk terhadap kesuburan tanah khususnya tanah lahan pertanian.“nata de coco” merupakan jenis makanan hasil fermentasi air kelapa oleh suatu bakteri Acetobacter Xylinum. Makanan ini membentuk padat,putih,transparan dan rasanya menyerupai kolang kaling. Biasanya disajikan campuran dalam “fruit bowl, ” fruit cocktail”, ice cream atau cukup diberikan sirup saja.Cara kerja pembuatan “nata de coco” sederhana dan mudah dikerjakan, hanya saja memerlukan suasana yang bersih dan kondisi yang aseptis.Penelitian menggunakan ranncangan acak lengkap (RAL) dalam bentuk factorial yang terdiri dari 2 faktor ( A sebagai factor 1 dan B sebagai factor ke -2 ) yang setiap factor terdiri dari 3 taraf ( A1 = a1,a2.a3 dan B = b0,b2,b3 ) dan 3 ulangan, di uji lanjut dengan BNJ pada taraf 5%. Perlakuan yang digunakan adalah a1,b0 (air kelapa tua : glukosa), a1,b1 (air kelapa tua : sukrosa), a1,b2 (air kelapa tua : fruktosa), a2,b0 ( air kelapa ½ tua : glukosa), a2,b1 (air kelapa ½ tua : sukrosa), a2,b2 (air kelapa ½ tua : glukosa), a3,b0 (air kelapa muda : glukosa), a3,b1 (air kelapa muda : sukrosa), a3,b2 (air kelapa muda : fruktosa).Pengamatan yang dilakukan terhadap rendemen, ketebalan, kadar air, total asam, kadar gula dan uji organoleptik terhadap nilai warna, tekstur dan rasa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan kelapa dan jenis gula yang digunakan berpengaruh nyata terjadi aksi dari kedua factor terhadap nilai kadar gula, ketebalan dan kadar air dan berpengaruh nyata terhadap nilai total asam dan rendemen tetapi tidak terjadi interaksi dari kedua factor, terhadap nilai organoleptik terhadap nilai rasa, warna dan tekstur cendrung disukai. Perlakuan yang terbaik yaitu tingkat kematangan kelapa tua dan jenis gula glukosa
UJI HEDONIK BISKUIT CANGKANG KERANG SIMPING (Placuna placenta) DARI PERAIRAN INDRAGIRI HILIR Sari Putri, R. Marwita; Mardesci, Hermiza
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.479 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v7i2.279

Abstract

Uji hedonik merupakan tanggapan pribadi panelis tentang kesukaan atau ketidaksukaannya terhadap komoditi yang dinilai, bahkan tanggapan dengan tingkatan kesukaan atau tingkatan ketidaksukaannya dalam bentuk skala hedonik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui uji hedonik dan kandungan nutrisi terhadap biskuit cangkang kerang simping (Placuna placenta) yang berasal dari perairan Indragiri Hilir. Biskuit cangkang kerang simping yang terpilih berdasarkan uii hedonik dari 20 orang panelis semi terlatih adalah 50% kosentrasi tepung cangkang kerang simping. Berdasarkan nilai nutrisi biskuit cangkang kerang simping dari Perairan Indragiri hilir bahwa cangkang kerang simping dapat dijadikan sebagai alternative pangan yang mengandung kalsium.
SUKSESI MIKROBIA TERHADAP PENURUNAN ETANOL, ASAM LAKTAT DAN ASAM ASETAT SELAMA FERMENTASI BIJI KAKAO Apriyanto, Mulono
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.968 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v7i2.300

Abstract

Tujuan penelitian adalah: 1) mengetahui komposisi pulp biji kakao asalan sebagai subtrat untuk fermentasi; 2) mengevaluasi pengaruh variasi teknik fermentasi biji kakao asalan terhadap populasi mikrobia. Tahapan penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut (1) pengujian komposisi dan kadar air pulp biji kakao asalan sebagai subtrat fermentasi. (2) Fermentasi biji kakao asalan dengan 3 variasi teknik fermentasi yaitu pertama perlakuan tanpa penambahan inokulum (kontrol), kedua menggunakan inokulum S. cerevisiae (FNCC 3056), L. lactis (FNC 0086) dan A. aceti (FNCC 0016), masing–masing sekitar 108 cfu/g diberikan serentak diawal fermentasi (IA). (3) pemberian inokulum secara bertahap yeast di awal fermentasi, bakteri asam laktat pada jam ke 24 dan bakteri asam asetat pada jam ke 48 dengan populasi mikrobia sama dengan perlakuan kedua (IB). Fermentasi dilaksanakan selama 120 jam. Suhu diatur selama fermentasi, berturut-turut 35 oC (24 jam pertama), 45 oC (24 jam kedua), 55 oC (24 jam ketiga) dan 35 oC (48 jam terakhir). Hasil penelitian menunjukan bahwa selama fermentasi biji kakao asalan menunjukan seluruh perlakuan terjadi peningkatan kosentarsi etanol sejalan dengan meningkatnya populasi S. cerevisiae diawal fermentasi. Selanjutnya L. lactis meningkat diikuti asam laktat, diakhir fermentasi A. aceti meningkat diikuti asam asetat. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa rehidrasi pulp biji kakao asalan dapat memperbaiki komposisi pulp sebagai subtrat fermentasi. Populasi mikrobia menunjukan telah terjadi suksesi mikrobia ditunjukan pada perlakuan penambahan inokulum secara bertahap.
STUDI PENAMBAHAN KEMIRI ( Aleurites Moluccanus ) TERHADAP MUTU DAN KEKENTALAN KECAP MANIS AIR KELAPA Apriyanto, Mulono
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.784 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v7i2.317

Abstract

Penelitian ini berjudul Studi Penambahan Kemiri (Aleurites Moluccanus) terhadap Mutu dan Kekentalan Kecap Manis Air Kelapa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui perlakuan terbaik dengan menambahkan kemiri (Aleurites Moluccanus) terhadap mutu kekentalan kecap air kelapa yang dihasilkan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan terbaik. Terletak pada perlakuan A, dimana perlakuan A (Kemiri 5% dan air kelapa 1 kg dengan hasil analisa kimia kadar air 25,914%, Kadar lemak 9,673%, Kadar kalium 0,03%, Viskositas 3031,22%, dengan skor uji organoleptik terhadap warna 3,20%, Aroma 3,15%, Rasa 3,25%, dan tekstur 3,10%.
DIVERSIFIKASI DAN PENGOLAHAN PRODUK OLAHAN BERBASIS AIR KELAPA Mardesci, Hermiza
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.57 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v7i2.349

Abstract

Tulisan ini merangkum beberapa penelitian terkait diversifikasi dan pengolahan produk olahan berbasis air kelapa. Air kelapa merupakan bagian dari air kelapa yang bisa dimanfaatkan dan diolah lebih lanjut. Pengolahan dan penganekaragaman produk olahan tersebut akan meningkakan nilai tambah produk. Produk olahan yang bisa dihasilkan dari air kelapa adalah nata de coco, kecap, permen, sirup, permen, minuman isotonik, cuka, cocojell, dan lain sebagainya. Diversifikasi produk ini jika dilakukan di sentra-sentra kelapa di Indonesia, khususnya Kabupaten Indragiri Hilir, Riau akan dapat meningkatkan pendapatan petani kelapa secara finansial.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT BATANG DALU – DALU (Salix tetrasperma Roxb) MENGGUNAKAN METODE DPPH (1,1-DIFENIL-2-PIKRILHIDRAZIL) Syafrinal, Syafrinal; Ramadhani, Sari
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.13 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v8i1.486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari  ekstrak kulit batang Dalu – Dalu (Salix tetrasperma Roxb) dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan n-heksana ,etil asetat  dan metanol. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan dinyatakan sebagai nilai IC50. Hasil pengukuran secara spektrofotometri menunjukkan bahwa fraksi n-heksana memiliki aktivitas antioksidan yang sangat lemah  dengan  nilai  IC50   sebesar  713,58 ppm, fraksi etil asetat dan metanol memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat  dengan  nilai  IC50   sebesar  9,14 ppm dan 12,68 ppm  serta asam askorbat sebagai  kontrol  positif memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan IC50 sebesar 10,65 ppm.
PENGARUH SUBSTITUSI ALPUKAT (Persea Americana Mill) DAN TEPUNG IKAN LELE (Clarias gariepinus Burchell) TERHADAP MUTU ORGANOLEPTIK DAN KADAR PROTEIN PADA BISKUIT MPASI Asmira, Sepni; Nova, Maria; Hanum, Dzulfa
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.792 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v8i1.536

Abstract

Masalah gizi kurang pada bayi dan anak-anak dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan dan perkembangan anak. Untuk mengatasinya perlu perbaikan pola makan masyarakat melalui diversifikasi dan substitusi pangan. Alpukat dan ikan lele merupakan bahan pangan potensial pada pembuatan biskuit kaya akan protein. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi alpukat dan tepung ikan lele terhadap kadar protein dan mutu organoleptik pada biskuit.  Penelitian eksperimental ini menggunakan desain rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan dan dua kali ulangan. Pengamatan yang dilakukan adalah uji subjektif yang dilakukan terhadap cita rasa (uji organoleptik) dengan 25 panelis agak terlatih dan analisis protein  menggunakan metode Kjedahl berdasarkan SNI 01-2891-1992. Data dianalisis statistik dengan menggunakana SPSS 16. Hasil uji organoleptik didapatkan perlakuan yang paling disukai adalah perlakuan B (10 g alpukat: 20 g tepung ikan lele) dengan indikator penilaian berdasarkan kesukaan terhadap warna, tekstur, aroma serta rasa. Hasil kadar protein terbaik adalah pada perlakuan A (5 g alpukat: 25 g tepung ikan lele) yaitu sebesar 12,37 % , seluruh biskuit dengan ketiga perlakuan telah memenuhi kriteria biskuit MPASI berdasarkan Menkes 2007.
STUDI PEMBUATAN DODOL KELAPA (Cocos nucifera) Yulianti, Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.766 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v8i1.571

Abstract

Kelapa merupakan salah satu tanaman yang banyak di Indonesia khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir, mengandung nilai gizi yang tinggi dan dapat diolah menjadi berbagai produk makanan. Pada penelitian ini telah dipelajari proses pembuatan Dodol dengan beberapa variasi formasi tepung beras ketan dan gula putih untuk mengetahui formasi terbaik dalam membuat dodol kelapa. Pengujian yang dilakukan yaitu uji  kadar air dan uji organoleptik  dengan parameter warna, rasa, aroma dan tekstur yang ditetapkan melalui uji skor dengan 15 jumlah panelis semi terlatih. Data yang diperoleh diolah dengan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga kali ulangan. Hasil menunjukkan bahwa nilai kadar air tertinggi terdapat pada F1 sebesar 12,17% dan terendah pada perlakuan F3 yaitu 10, 47% dan uji organoleptik menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata antar variasi namun perlakuan F3 adalah formulasi yang paling disukai panelis. Disimpulkan bahwa perlakuan F3 yaitu penambahan 50% tepung beras ketan dan 50% gula putih adalah formulasi terbaik untuk pembuatan Dodol daging buah kelapa.