cover
Contact Name
Jurnal TP Unisi
Contact Email
juraltpunisi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltepeunisi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
ISSN : 23014083     EISSN : 25985132     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian ini merupakan publikasi resmi yang diterbitkan oleh Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Indragiri, Tembilahan. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada bulan Mei Tahun 2012. Namun OJS baru diterapkan pada Tahun 2018. Jurnal ini memuat tinjauan mengenai hasil-hasil penelitian dan non penelitian tentang suatu permasalahan secara komprehensif dan prospek pengembangannya, serta bertujuan memberi informasi tentang Teknologi Pertanian Jurnal ini berfokus pada teknologi pertanian seperti sains dan teknik pangan, teknologi dan manajemen industri pangan, teknik pertanian dan rekayasa bioproses.
Arjuna Subject : -
Articles 327 Documents
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK FLAVOR ALAMI DARI AIR REBUSAN KEPALA IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) Devi Elizabet Pardede; Devi Febrianti; R Marwita Sari Putri
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v9i2.1236

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formulasi terbaik pada pembuatan flavor pasta dan bubuk alami dari air rebusan kepala ikan tongkol (Euthynnus affinis). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental,dengan lima perlakuan penambahan kepala ikan tongkol sebanyak 23 %, 24 %, 25 %, 26 %, dan 27 %. Parameter yang diamati dalam penelitian yaitu uji organoleptik (uji hedonik). Kemudian di analisis menggunakan SPSS 25 untuk memperoleh perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flavor pasta yang diberikan perlakuan berbeda menunjukan tidak adanya pengaruh yang nyata (P>5%) terhadap tingkat kesukaan panelis. Hasil penelitian uji hedonik panelis terhadap penampakan, warna, aroma dan rasa flavor kepala ikan tongkol dengan perlakuan penambahan kepala ikan tongkol yang paling disukai adalah perlakuan 26%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa flavor bubuk limbah dari kepala ikan tongkol terbaik yaitu pada perlakuan P5 dengan konsentrasi kepala ikan tongkol 27%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bubuk flavor yang diberikan perlakuan berbeda menunjukan adanya pengaruh yang nyata (P<5%) terhadap tingkat kesukaan panelis.
PENYUSUTAN BERAT, KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA BIJI KOPI RAKYAT DI LERENG PEGUNUNGAN ANJASMORO WILAYAH KABUPATEN MOJOKERTO JAWA TIMUR Eko Sutrisno; Nur Habibatul Sholichah
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v9i2.1262

Abstract

Masyarakat yang tinggal di Lereng Pegunungan Anjasmoro wilayah Kabupaten Mojokerto mulai banyak yang menanam kopi. Belum ada data jenis kopi dan kualitas atau mutu kopi yang ditanam oleh masyarakat menarik untuk dilakukan penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskripstif dengan survey sampling, meneliti karakteristik susut bobot, fisik dan kimiawi biji kopi (coffee bean) yang dihasilkan perkebunan kopi rakyat di lereng Pegunungan Anjasmoro wilayah Kabupaten Mojokerto. Karakter fisik meliputi diameter geometric, sphericity, luas permukaan dan volume. Karakter kimia meliputi pH, kadar air, dan total asam. Varietas kopi di lokasi penelitian ada tiga jenis, yaitu Robusta, Exelsa dan Robusta stek dengan exelsa. Susut Berat/bobot buah kopi selama penjemuran sebesar 42,16%, saat kulitnya dipecah susut sebesar 46,84% dan saat proses penyangraian susut sebesar 45,79%. Diameter geometric jenis Robusta 13,80 cm3 dan jenis exelsa 11,75 cm3. Sperisitas biji kopi jenis robusta rata-rata 218,94 sedangkan jenis Exelsa 192,48. Luas permukaan kopi jenis Robusta rata-rata 16,04 cm2 dan jenis Exelsa 12,85 cm2. Volume rata-rata kopi jenis Robusta 0,021 cm3 dan kopi jenis Exelsa 0,016 cm3. pH rata-rata kopi jenis Robusta sebesar 6,79 dan jenis Exelsa sebesar 6,57. Total Asam rata-rata total asam jenis Robusta sebesar 0,15 % sedangkan Exelsa 0,11%. Kadar air kopi jenis Robusta sebesar 10,63% dan Exelsa sebesar 11,56%.
PEMBUATAN BAKSO IKAN GABUS DENGAN PEMANFAATAN TEPUNG SAGU YANG MERUPAKAN POTENSI LOKAL SUMBER DAYA ALAM KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Rifni Novitasari; Hermiza Mardesci
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v9i2.1263

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan bakso ikan gabus dengan pemanfaatan tepung sagu yang merupakan potensi lokal sumber daya alam Kabupaten Indragiri Hilir pada tanggal dari tanggal 28 September sampai dengan 2 Oktober 2020. Adapun penelitian dilakukan dengan 3 Perlakuan yakni A = Bakso Ikan Gabus dengan penambahan tepung sagu 80 gr, B = Bakso Ikan Gabus dengan penambahan tepung sagu 100 gr dan C = Bakso Ikan Gabus dengan penambahan tepung sagu 120 gr, kemudian dari masing perlakuan dilakukan analisa dengan menggunakan metode Uji Hedonik dengan melibatkan 20 orang panelis terlatih. Dari hasil analisa diketahui bahwa perlakuan terbaik adalah perlakuan A dengan skor terhadap warna 7,60, skor rasa 7,45 dan skor aroma 8,35.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT (Studi Kasus pada PT. Tri Bakti Sarimas PKS 2 Ibul, Riau) Melisa; Mulono Apriyanto
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v9i2.1281

Abstract

Proses produksi pengolahan tandan segar sawit menjadi minyak sawit (Crude Palm Oil) menghasilkan limbah yang cukup banyak, baik dari limbah cair maupun limbah padat. Limbah tersebut berpotensi merusak lingkungan perairan. PT. Tri Bakti Sarimas PKS 2 Ibul merupakan salah satu perusahaan kelapa sawit yang terdapat di Provinsi Riau. Pengolahan limbah cair pada PT. Tri Bakti Sarimas PKS 2 Ibul menggunakan 10 kolam sebagai medianya. Setiap kolam memiliki fungsi yeng berbeda-beda. Limbah yang keluar dari Apolo Tank pertama kali dialirkan ke kolam nomor 1, di kolam ini limbah cair didinginkan kemudian dialirkan ke kolam 2, 3, 4, dan 5, secara berurutan. Pada kolam 2, 3, 4, dan 5, limbah diproses secara anaerob untuk menurunkan kadar BOD. Setelah dari kolam 5, limbah dipompakan ke dalam kolam 6 untuk proses fakultatif yang bertujuan untuk menurunkan BOD dan COD. Setelah itu, limbah dipompakan ke kolam 7, 8, dan 9 secara berurutan. Pada kolam 7, 8, dan 9, limbah diproses secara aerob yang bertujuan untuk mengubah limbah menjadi stabil dan tidak memberikan dampak pencemaran lingkungan. Kemudian limbah dipompakan ke kolam 10 untuk diendapkan kotorannya sebelum dibuang ke perairan bebas. Hasil pengujian laboratorium, didapatkan kadar COD dan BOD pada PT. Tribakti Sarimas PKS Ibul, masing-masing 319 mg/L dan 43 mg/L. Hasil ini telah memenuhi syarat baku mutu limbah cair yang terdapat pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014.
PROSES PEREBUSAN TBS KELAPA SAWIT PADA STASIUN STERILIZER (Studi Kasus pada PT. Tri Bakti Sarimas PKS 2 Ibul, Riau) Lilis Masruroh; Hermiza Mardesci
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v10i1.1282

Abstract

Proses produksi pengolahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit menjadi minyak sawit/Crude Palm Oil (CPO) melewati beberapa tahap pengolahan. Tahapan pengolahan tersebut dilakukan di beberapa stasiun, diantaranya stasiun penerimaan, stasiun sortasi, stasiun sterilizer, stasiun thresher, stasiun digester dan press, dan stasiun clarifikasi. Salah satu proses yang sangat penting berada pada stasiun sterilizer. Kualitas CPO yang dihasilkan, salah satunya bergantung pada proses perebusan di stasiun sterilizer. Proses perebusan TBS di PT. Tri Bakti Sarimas PKS 2 Ibul menggunakan sistem double peak, dengan tekanan sekitar 2,5 sampai 3 bar. Proses perebusan dilakukan selama 60 sampai 90 menit. Waktu proses yang cukup lama tersebut, akan mematangkan buah sampai ke lapisan bawah.
APLIKASI KONTROL TERJADWAL PADA GREENHOUSE TANAMAN SAWI Karsid; Rofan Azis; Haris Apriyanto
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v9i2.1283

Abstract

Metode kontrol yang di terapkan pada greenhouse menggunakan pengontrol terjadwal, maksud dari pengontrol terjadwal ini adalah kontroler yang dapat mengaktifkan pompa untuk melakukan aksi hujan buatan guna mengkondisikan suhu dan kelembaban udara pada ruang greenhouse. Hujan buatan terjadi satu jam sekali selama satu menit. Tanaman sawi dapat tumbuh secara optimal dengan temperatur 22–32 °C dan kelembabannya 65–92 %. Sedangkan menggunakan kontrol pendinginan hujan buatan, ruang greenhouse mencapai temperatur 20-26 °C dan kelembabannya 79-92 % sudah baik untuk mengkondisikan tanaman sawi. Waktu tumbuh tanaman sawi didalam greenhouse lebih baik jika dibandingkan dengan diluar greenhouse. Pengukuran di hari ke-12 tanaman sawi didalam greenhouse mencapai panjang 17,5 cm dan lebar 4 cm, sedangkan yang diluar mencapai panjang 13 cm dan lebar 3,6 cm.
IDENTIFIKASI BORAKS DAN CEMARAN MIKROBIA PADA KARAK MENTAH DI SURAKARTA Widya Anggraini Pamungkas; Nanik Suhartatik; Akhmad Mustofa
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v10i1.1495

Abstract

Karak adalah produk kering terbuat dari beras yang biasanya berbentuk lempengan tipis. Bahan baku karak berupa beras, garam, “bleng”, dan bumbu lain. Bleng merupakan bahan yang mengandung boraks. Boraks melalui PerMenkes 722/MenKes/Per/IX/1988 dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan karena berdampak negatif bagi kesehatan manusia seperti gangguan fungsi hati, kerusakan ginjal, mengganggu fungsi testis dan berdampak kematian. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dan menggunakan metode survei. Pengujian dilakukan di 5 kecamatan di Surakarta yakni Kecamatan Banjarsari, Pasar Kliwon, Jebres, Serengan, dan Kecamatan Laweyan dengan 2 pasar yang mewakili setiap kecamatan. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kimia dan uji mikrobiologi. Uji kimia yang dilakukan berupa pengujian boraks dan kadar air. Hasil pengujian kimia menunjukkan 100% sampel mengandung boraks dimana kandungan boraks berkisar antara 39,33-536 ppm dan 100% sampel mentah mempunyai kadar air lebih dari SNI yaitu 20%. Hasil mikrobiologi meliputi angka kapang, angka lempeng total, dan E.Coli banyak yang tidak sesuai dengan SNI 01-4307-1996. Hal ini menunjukan bahwa karak yang beredar di pasar tradisional di Kota Surakarta belum aman untuk dikonsumsi.
KAJIAN DAYA TERIMA MINUMAN REMPAH DENGAN PENAMBAHAN LADA HITAM Hanifa Tyas Nabilah; Ismi Hanik Wulandari; Khumaidi; Esteria Priyanti
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v10i1.1497

Abstract

Penambahan lada hitam pada minuman rempah dapat memberikan nilai tambah pada minuman tersebut. Konsumsi minuman rempah dapat membantu menjaga daya tahan tubuh. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan daya terima konsumen terhadap minuman rempah dengan penambahan lada hitam. Bahan yang digunakan yaitu jahe, kunyit, serai, lada hitam, air dan gula merah. Tahapan penelitian terdiri dari 3 tahap. Tahap pertama meliputi persiapan bahan dan alat serta formulasi minuman rempah. Tahap kedua yaitu proses pembuatan 2 jenis formula yaitu minuman rempah tanpa penambahan lada hitam dan dengan penambahan lada hitam. Tahap ketiga yaitu uji hedonik melibatkan 35 panelis tidak terlatih. Data yang diperoleh dari hasil uji hedonik dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel 2019. Untuk menentukan perbedaan daya terima terhadap rasa, warna dan aroma menggunakan uji Mann Whitney U Test pada software SPSS 25.0 for MacOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata daya terima panelis terhadap rasa dan aroma berbeda secara signifikan (p<0,05), sedangkan terhadap warna tidak berbeda secara signifikan (p>0,05). Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan dari penambahan lada hitam terhadap rasa dan aroma pada minuman rempah, tetapi tidak pada warna. Dapat disimpulkan bahwa penambahan lada hitam pada pembuatan minuman rempah dapat menjadi inovasi baru untuk produk minuman rempah.
EVALUASI MUTU FISIK DAN NILAI GIZI PARBOILING RICE VARIETAS CISOKAN SUMATERA BARAT Renny Eka Putri; Ifmalinda; Nindi Elisa
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v10i1.1501

Abstract

Parboiled rice atau yang dikenal dengan beras pratanak adalah pengolahan gabah yang bertujuan untuk menaikkan persentase rendemen giling dan menurunkan persentase kadar glukosa sehingga dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus dan obesitas. Parboiled rice ini untuk mendapatkannya harus melakukan proses perendaman dan pengukusan dari gabah kemudian dikeringkan dan digiling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa mutu fisik dan mutu gizi gabah varietas cisokan secara pratanak. Mutu fisik yang dievaluasi meliputi ukuran, bentuk, bulk density, kadar air, dan rendemen, sedangkan nilai gizi meliputu kadar gulosa dan kandungan pati. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rendemen giling pada perlakuan setelah dikukus 30 menit yaitu 79,965% dibandingkan beras tanpa proses pratanak. Proses pratanak juga dapat menurunkan kadar glukosa pada beras 0,529% dan menaikkan kadar pati menjadi 78,614%.
PENGARUH PENGGUNAAN VACUUM COOLING TERHADAP PERUBAHAN MUTU MADU HUTAN RIAU Amanda Izzah Aulia; Anang Lastriyanto; Yusuf Wibisono; Ary Mustofa Ahmad
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v10i1.1528

Abstract

Pasteurisasi akan merusak kualitas madu seperti kadar gula pereduksi dan sifat fisik madu karena panas sensible yang tertahan dalam madu. Oleh karena itu, dilakukan pengujian pengaruh pendinginan pada madu setelah proses pasteurisasi dengan alat vacuum cooling. Pada industri pengolah madu yang telah menggunakan vacuum cooling, saat melakukan proses vakum, terdapat masalah yaitu madu tersedot ke selang vakum saat proses vakum terjadi, maka peneliti menggunakan volume sebagai perlakuan kedua. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui pengaruh pendinginan vakum terhadap perubahan mutu madu hutan Riau. Kandungan madu yang diuji adalah gula pereduksi, kadar air, viskositas dan total padatan terlarut. Pengujian gula pereduksi menggunakan metode DNS, sedangkan pengujian fisik kadar air menggunakan Moisture Balance MOC-120H Shimadzu, pengujian viskositas menggunakan Viscometer NDJ-1S dan pengujian total padatan terlarut menggunakan Refractometer Brix 0% - 32% ATC. Pendinginan madu dengan vacuum cooling menyebabkan penurunan kadar air hingga rata rata 5,1% yang mana akan meningkatkan viskositas hingga rata rata 14,33 Poise dan total padatan hingga 4 %Brix. Gula pereduksi madu dengan perlakuan vacuum cooling mendapatkan hasil terbaik yaitu 48,49%. Dari hasil penelitian yang didapatkan, mendinginkan madu dengan alat pendingin vakum pasca proses pasteursisasi didapatkan hasil bahwa lebih baik menggunakan alat pendingin vakum dibandingkan dengan pendinginan konvensional pada kualitas madu hutan Riau.