cover
Contact Name
FAHRUDDIN KURDI
Contact Email
fahruddinkurdi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journal.lppmstikespemkabjombang@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Published by STIKES Pemkab Jombang
ISSN : 25809156     EISSN : 26218305     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat is a publication of community service activities in the health sector. The public service journal is published every six months twice a year. Public service journal published by STIKES Pemkab Jombang. The publication of this journal aims to understand and evaluate community service activities as the implementation of research results, application of appropriate technology, dissemination of innovation, and development of community empowerment model. The written articles have not been published in public service journals either nationally or internationally.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2017): JPM | September 2017" : 4 Documents clear
PENDIDIKAN KESEHATAN AYAH CARA STIMULASI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA DI POSYANDU AYAH DESA LOSARI KECAMATAN PLOSO JOMBANG: Father Health Education How To Stimulate Growth And Development In Balita In Posyandu Ayah Desa Losari Kecamatan Ploso Jombang Ririn Probowati; Heri Wibowo; Monika Sawitri Prihatini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2017): JPM | September 2017
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.193 KB)

Abstract

Posyandu ayah adalah Posyandu yang sebagian kadernya terdiri dari ayah atau yang menghantarkan Balita ke Posyandu adalah ayah. Sudah menjadi hal yang umum kalau suasana posyandu balita di dominasi kaum perempuan. Baik kader maupun pengunjung layanan. Namun pada Posyandu ayah tidak hanya kaum perempuan yang menjadi kader untuk memberikan pelayanan, begitu juga untuk pengunjung layanan, ada peran serta dari para laki-laki. Baik kader/ petugas posyandunya juga pengantar balitanya. Bukan hanya ibu –ibu , tapi juga ayah/ kaum laki laki. Hal ini di dasarkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh ayah sebagai orang yang terdekat setelah ibu. Ayah mempunyai peran dalam memberikan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan agar anak dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengembangan ilmu kesehatan anak khususnya nya pertumbuhan dan perkembangan anak yang menjadi dasar dalam pemberian asuhan keperawatan anak yang sehat, cerdas dan anak. Hasil dari kegiatan ini adalah Ayah dalam stimulasi pertumbuhan dan perkembangan dapat dilaksanakan oleh para kader Posyandu dengan berpedoman pada sebuah modul. Bila yang memberikan kader dapat dilatih terlebih dahulu sebelum memberikan pendidikan kesehatan kepada ayah dengan berpedoman sebuah modul petugas kesehatan memperhatikan apa yang dilakukan ayah dalam memberikan stimulasi mengunakan Alat Permainan Edukatif yang sederhana yang ada dilingkungan tempat tinggal.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN HIV/ AIDS PADA REMAJA DI DESA PLOSOGENENG KECAMATAN JOMBANG KABUPATEN JOMBANG: Improvement Of Knowledge About Prevention Of HIV / AIDS In Youth In Plosogeneng Village Jombang sub-district, Jombang District Mumpuni Dwiningtyas; Siswati Siswati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2017): JPM | September 2017
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.783 KB)

Abstract

Masa remaja adalah masa yang penuh dengan gejolak, masa yang penuh dengan berbagai pengenalan dan petulangan akan hal-hal yang baru termasuk pengalaman berinterkasi dengan lawan jenis sebagai bekal manusia untuk menisci kehidupan mereka kelak. Pada masa remaja, rasa ingin tahu meneganai seksualitas sangat penting terutama dalam pembetukan hubungan dengan lawan jenisnya. Besarnya keinginantahuan remaja menegenai yang berhubungan seksualitas meneyebabkan remaja selalu berusaha mencari tahu lebih banyak informasi mengenai seksualitas. Pada tahap ini, remaja mulai merenggang dari orang tua nya kemudian membetuk kelompok sahabat karib. Dalam tendesi kearah penarikan diri, sanagat memungkinkan terjadi tindakan irasional. Hasil dari kegiatan ini adalah agar pengetahuan remaja sebagai generasi muda untuk menikatkan pengatahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan baik dirinya maupun lingkungan sekitarnya dan mengetahui pentingnya pengatahuan bagi remaja dan masyarakat sekitarnya tentang bahaya NARKOBA dan Penyakit HIV/AIDS. Dengan adanya kegiatan ini agar masyarakat dan khususnya remaja menjaga, merubah gaya hidup lebih baik lagi.
SOSIALISASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DALAM MENCEGAH TERJADINYA PERGAULAN BEBAS DALAM MASA REMAJA DI SMA BUDI UTOMO GADING MANGU PERAK KABUPATEN JOMBANG: Administration Of Youth Reproductive Health In Preventing The Future Of Free Administration In Adolescents In Budi Utomo High School, Gading Mangu Perak Septi Fitrah Ningtyas; Mudhawaroh Mudhawaroh
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2017): JPM | September 2017
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.041 KB)

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang dianggap rawan dalam kehidupan karena merupakan masa peralihan dari kehidupan anak menjadi kehidupan dewasa yang penuh gejolak. Menjadi remaja berarti menjalani proses berat yang membutuhkan banyak penyesuaian, lonjakan pertumbuhan badan dan pematangan. Tujuan dari kegiatan ini untuk Untuk mencegah terjadinya pergaulan bebas opada remaja baik putra maupun putri, maka perlu diberikan pendidikan kesehatan akan kesehatan reproduksi dan dampak dari pergaulan bebas itu sendiri, sehingga para remaja dapat melakukan pencegahan dari pergaulan bebas, dan mampu menjadi remaja yang cerdas. Hasil dari kegiatan ini adalah dapat mencegah terjadinya pergaulan bebas pada remaja baik putra maupun putri, maka perlu diberikan pendidikan kesehatan akan kesehatan reproduksi dan dampak dari pergaulan bebas itu sendiri, sehingga para remaja dapat melakukan pencegahan dari pergaulan bebas, dan mampu menjadi remaja yang cerdas.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG OPTIMALISASI KADER DALAM DETEKSI DINI KOMPLIKASI HIPERTENSI DI DESA REJOAGUNG KECAMATAN PLOSO KABUPATEN JOMBANG: Health Education About Kader Optimization In The Detection Of Dynamic Hypertension Complications In Rejoagung Village, Kecamatan Ploso, Jombang District Heni Maryati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2017): JPM | September 2017
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.843 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang timbul tanpa gejala, seringnya baru terjadi keluhan setelah adanya komplikasi dan gangguan organ. Sementara kalau sudah ada komplikasi sudah terlambat karena sudah terjadi kerusakan dan berakhir dengan kematian. Oleh sebab itu diagnosis dari hipertensi harus di deteksi sedini mungkin untuk menghindari berbagai komplikasi tersebut . Untuk itu diperlukan pemeriksaan tekanan darah yang dilakukan secara dini agar terhindar dari berbagai risiko kesehatan yang mungkin terjadi melalui pemeriksaan tekanan darah mandiri yang mungkin bisa dilakukan oleh seorang kader di desa melalui keberadaan Posbindu PTM setiap bulan dalam wadah Desa siaga aktif di setiap kelurahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapakan meningkatkan pengetahuan kader tentang deteksi dini komplikasi hipertensi. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Rejoagung Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang pada tanggal 24 Mei 2017 mulai pukul 08.00 -11.30 WIB. Peserta dari Kader posyandu lansia dan kader pendamping ibu hamil sejumlah 20 orang. Kegiatan pertama di mulai dengan review pengetahuan kader dengan metode tanya jawab tentang hipertensi dan deteksi dini komplikasi hipertensi kemudian pemberian materi tentang deteksi dini komplikasi hipertensi, setelah ibu mereview ulang pengetahuan kader setelah diberikan materi. Hasil nya pengetahuan kader lebih meningkat setelah diberikan materi. Selanjutnya kader di ajari pengukuran tekanan darah. Kader di beri kesempatan satu persatu untuk mencoba melakukan pengukuran tekanan darah dengan di pandu .Sebagian besar kader bisa melakukan pengukuran tekanan darah walaupun masih membutuhkan waktu yang lama yang ketelitian dalam mendengarkan nilai tekanan darah.Diharpakan Bidan desa menindaklanjuti pelatihan pengukuran tekanan darah ini kepada kader supaya benar –benar bisa mengukur tekanan darah dengan akurat dan pihak desa serta puskesmas menfasilitasi alat pengukuran tekanan darah untuk para kader.

Page 1 of 1 | Total Record : 4