cover
Contact Name
Radja Erland Hamzah
Contact Email
wacana@dsn.moestopo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@dsn.moestopo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
ISSN : 14127873     EISSN : 25987402     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic Communication meliputi Kehumasan, Periklanan, IMC, maupun Branding; Analisis Teks, Semiotika; dan juga Media Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 973 Documents
PENGARUH INTENSITAS MENONTON TAGLINE IKLAN SUZUKI LET’S TERHADAP MINAT BELI Yuwarti, Harti
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 13, No 4 (2014)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suzuki is the automotive company which has been recognized by the public. In order to maintain its presence in the market Suzuki did not want to miss with other companies in designing their products are mainly for the production of motorcycles. To introduce their products to the public many companies that advertise in the media, especially television companies in the business of making the competition getting tougher similar to win the heart of the community or the consumer. This requires the advertisers to be more creative in the ad serving the public interest and understand the message delivered so as to change the attitude towards the product being advertised. The research method using SOR theory using a quantitative approach, namely through research on the number of people using population, sample and literature. Results showed interest purchasing in Komplek Bukit Kencana Jati Makmur Pondok Gede is high.
KOMUNIKASI ANTAR PERSONA BISA MERUBAH DUNIA Sundoro, Panggih
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 3 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KOMUNIKASI ANTAR PERSONA BISA MERUBAH DUNIA
KAJIAN KOMUNIKASI ISLAM YASINAN DAN TABLILAN DALAM PANDANGAN MASYARAKAT Muhtadin, Muhtadin
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 9, No 4 (2010)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Communication   in Islam  is a religious proselytizing   (da wa) to invite people  to believe  and practice  Islamic faith (aqidah)  and  law  (Shari, a). Yasinan  means reciting  the verse  of Yasin together  either  in Friday  night  or certain nights  in mosques,  praying rooms,  or in any  hoeses  that  need  it. Tahlil means reciting the verse  of  "laa ilaaha illallaah  ",  Tahlilan  means  collectively  pray for  other people  such  as family.   relatives  or frends, etc.  Who have died  in order to gain the acceptance   of their deeds  and to receive Allah s forgiveness for  their faults and sins. In  writers  perspective,    the  Yasinan and  Tahlilan  are still debatable  in society.  Therefore  the writer  aims at analyz­ ing the argumentations   (dalil) or foundations   used by those who are pro  and con. In tum, society  hopefally  could understand  them. Additionally,   this study  hopefully  could give benefit for Islamic Umma in general  and the writer as well.
STRATEGI PROGRESIF CSR PERSEROAN INDOSIAR DALAM MERAIH PENGHARGAAN ASIA RESPONSIBILITY ENTREPRENEURSHIP AWARD Ingratubun, Adrian
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wujud tanggung jawab sosial Perseroan Indosiar dimulai sejak awal pendirian, berangkat dari lingkungan sekitar dan terus berkembang hingga menggapai seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Perseroan sebagai media penyampai informasi yang memiliki kemampuan menjangkau jutaan pemirsa secara cepat pada saat yang bersamaan, Perseroan senantiasa merasa terpanggil untuk memberikan kontribusi lebih bagi masyarakat Indonesia. Dengan dana yang berasal dari Perseroan dan kedermawanan sosial masyarakat (filantropi) yang digalang oleh Perseroan sebagai wujud kepedulian sosial serta bagian dari fungsi dan peran sosial media massa. Perseroan menyelenggarakan tiga program, CSRnya, yaitu : Peduli Kasih, Kita Peduli, dan Peduli Komunitas. Salah satu aspek penting yang diangkat penulis dalam melakukan penelitian dimaksud adalah lebih menekankan kegiatan Peduli Kasih dan melihat tentang keberhasilan Indosiar dalam meraih penghargaan AREA tahun 2013 dengan kategori Health Promotion melalui kegiatan Índosiar Warnai Indonesia (Indosiar colors Indonesia), dalam rangka HUT Indosiar ke-18
RADIO SEBAGAI MEDIUM KOMUNIKASI Sugijono, Sugijono
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor      lain     yang     perlu mendapatkan perhatian dalam menganalisa kata yang diucapkan dalam siaran radio, ialah bahwa kata yang disiarkan cepat sampai kepada pendengar. Kata-kata yangdisiarkan pada detik yangsama dapat didengar ditempat-tempat yang jauh  oleh ribuan  dan  bahkan  jutaan  orang secara simultan.  Inilah yangdisebut  II    immediacy II    atau lebih tegas lagi " absolute immediacy ". Faktor abso- lute immediacy ini harus mendapat perhatian sungguh-sungguh   dari seorang broadcaster. Kelebihaninilah yang dapat kita mamfaatkan dewasa  ini. Namun  jangan  dilupakan radio yang  hanya  mengandalkan satu indera yaitu telinga sering mengundang salah tafsir. Kata-kata yang diucapkan memang memiliki  kekuatan pengaruh psychologisyang lebihcepat, lebih mendalam daripada kata-kata  tertulis.  Kata-kata yang diucapkan lebih mudah  dan lebih cepat merangsang emosi, tetapi juga lebih mudah  disalah tafsirkan ataupun  disalah fahamkan. Hal ini tidak hanya disebabkan karena sifat kata itu sendiri, lebih-lebihkata yang dipancarkan lewat gelombang radio yang memiliki karakteristik sendiri ( FM, AM,SW& LW ).  Telinga yang menjadi satu-satunya alat indera kita gunakan menangkap pesan radio terkadang menangkap dengan setengah-setengah atau tidak bekerja dengan sempurna sehingga menimbulkan salah dengar dan salah tafsir. Dalam kehidupan sehari-hari, dalam percakapan kita sering memilih  kata-kata tertentu,  yang mengandung bunyi atau suara yang mempunyai kekuatan. Lihat permainan pantun.  Mengingat adanya  peranan kekuatan kata maka seorang broad- caster harus bersikap hati-hati dalam memilih dan menggunakan kata-kata.  Proses Komunikasi  Melalui  Siaran RadioSeperti   telah   disinggung  diawal pembahasan  kita  komunikasi   akan berhasil jika pengirim  ( komunikator) dan penerima  ( komunikan)   terdapat saling pengertian.  Tingkat yang lebih jauh  ialah mereka  dapat  menyetujui dan      menerima      pesan       yang disampaikan.    Keadaan   tersebut dapat  terjadi jika mereka yang terlibat dalam  komunikasi  tersebut  memiliki frame   of referensi   yang  sama   dan perhatian  dan kebutuhan  yang sama. Pendeknya  keberhasilan  komunikasi dipengaruhi   oleh  beberapa  factor. Bagi   siaran     radio    keberhasilan berkomunikasi  banyak   ditentukan oleh     cara-cara    penyampaian, persentasi,  cara-cara yang digunakan orang yang bekerja dibelakang mikrofon.
KONSTRUKSI PERAN POLITIK PEREMPUAN DI MEDIA nurkholisoh, nurkholisoh
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 14, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media memiliki peran penting dalam membangun realitas sosial, salah satunya adalah realitas perempuan. Pa-triarki yang telah menjadi arus utama dalam kehidupan sosial dan budaya di masyarakat, sadar atau tidak, telah menciptakan infrastruktur peradaban manusia menjadi ‘berjenis kelamin’ laki-laki, termasuk dalam kehidupan politik. Politik sering diidentifikasi sebagai ‘dunia laki-laki’ yang kejam dan keras, dan dianggap tidak cocok un-tuk perempuan yang identik dengan kelembutan, sehingga kehadiran perempuan sering diremehkan dalam dunia politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi peran politik perempuan di media. Dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konstruksi realitas sosial yang dikemukakan oleh Berger dan Luck-mann. Mereka mengatakan bahwa realitas sosial terdiri dari tiga jenis, yaitu realitas subjektif, realitas objektif dan realitas simbolik. Sementara itu, Shoemaker dan Reese menyebutkan dua konsep utama dalam melihat refleksi realitas di media, yaitu konsep media aktif dan konsep media pasif. Penelitian ini menggunakan paradigma kon-struktivisme dengan teknik analisis data menggunakan metode analisis framing dari Gamson dan Modigliani. Ada dua cara bagaimana ide sentral diterjemahkan ke dalam teks berita, yang pertama adalah framing perangkat dan kedua penalaran perangkat. Unit analisis dalam penelitian ini adalah teks berita tentang peran politik perem-puan di majalah FEMINA edisi Maret 2014 sampai Mei 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa framingyang dilakukan oleh majalah FEMINA telah mengkonstruksi perempuan sebagai individu yang tidak hanya memiliki kecantikan fisik, tetapi juga intelektual dan mampu berperan aktif dalam politik. Selain itu, untuk memperkuat konstruksi yang dilakukan, majalah FEMINA juga melengkapi tulisan-tulisannya dengan penalaran perangkat yang sangat menarik serta menyoroti prestasi perempuan dalam politik tanpa melupakan kodrat mereka sebagai perempuan yang memiliki kewajiban terhadap keluarga, baik sebagai istri dan ibu dari anak-anak mereka
COMMUNICATION IN SCIENCES TRAJECTORY Interdiciplinary study of Communication. Mathematic, and Philosophy Wuryanta, A.G Eka Wenats
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 8, No 27 (2009)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

the  process    of  communication    science   maturity   there   are   three sciences  that giving  a huge contribution.    Those are political  science.  sociology, and psychology.   There  are  also  undeniable   contribution  from  another  science like  mathematical   science  · (like  Shannon   use  lo  explain   the  basic  process   of comnnmication),    linguistic   (which  help  communication   science  lo   understand message    characteristic    on  language),    biology   (which   help   us  to   see   that conununication   is a system  of communication   net  that related  one and another). By understand  of the roofs and significant   contribution from  several  sciences  to science.  we have to understand  that communication  science  is cm interdiciplinary   science.   The link between  conununication   and those  diciplines outside  the communication   science  make  it really clear  that communication   are such  as emergent science.
FAKTOR DAN IMPLIKASI DARI PERKAWINAN DINI DAN KEHAMILAN REMAJA DITINJAU DARI SUDUT KOMUNIKASI ISLAM Abdikoro, HM
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 9, No 30 (2010)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FAKTOR DAN IMPLIKASI DARI PERKAWINAN DINI DAN KEHAMILAN REMAJA DITINJAU DARI SUDUT KOMUNIKASI ISLAM
TOLAK UKUR KEBERHASILAN PENCAPAIAN KOMPETENSI DALAM PENDIDIKAN KOMUNIKASI *SEBUAH RENUNGAN Basuki, Maryono
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 3, No 10 (2004)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagaimana cara mengukur keberhasilan pencapaian kompetensi dalam pendidikan komunikasi? Sebuah pertanyaan besar, karena penentuan kompetensi lazimnya (tradisional) masih abstrak, ditambah lagi obyek dan lingkup studi komunikasi pun sangat maya. Bagaimana merealisasikansistem kompetensi pendidikan sebagai penyempurnaan sistem ke (sedang penyelenggaraan sistem ks sendiri masih compang-camping)?
KOMUNIKASI DIALOG MERAWAT KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI INDONESIA Asri, M. Yusuf
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerukunan umat beragama yang dinamis dan produktif tentu sangat didambakan semua orang melalui interaksi dan kerjasama untuk pembangunan yang produktif bagi keselamatan, kesejahteraan lahir-batin dan kebahagiaan hidup bersama. Suatu bangsa akan rukun seandainya berpegang teguh pada firman Tuhan yang mengajarkan kasih sayang, kerukunan dan kedamaian, serta berpegang erat pada kensensus nasional “Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945” yang diikuti sikap tolerans yang penuh kesadaran atas realitas kemajemukan.Namun dalam perjalanan sejarah bangsa telah terjadi benturan hingga konflik terutama antara umat Islam dengan umat Kristiani (Kristen dan Katolik) dalam intensitas yang dinilai menonjol pada pase pertama pasca pemberontakan Gerakan 30 September 1965 (1967-1968), dan pase kedua menjelang tumbangnya rezim Orde Baru dan memasuki awal Orde Reformasi (1976-2000). Komunikasi membangun dan merawat kerukunan umat beragama terus dilakukan, dan beberapa produknya telah nyata, tetapi beberapa prinsip mengalami kegagalan, sehingga kerukunan umat beragama di Indonesia yang dinilai pihak luar dapat dijadikan contoh model kerukunan global, namun senyatannya ialah rukun dalam kesemuan.Kita belum puas dengan kerukunan yang ada, sehingga diperlukan langkah besar ke depan yng harus diam-bil, dan itu tidak lain ialah mengembangkan komunikasi dialog yang sejati membangun toleransi yang berpegang teguh pada akidah dan syariat agama masing-masing, serta konsensus Nasional bangsa Indonesia “Pancasila dan UUD RI 1945”

Filter by Year

2002 2025


Filter By Issues
All Issue Volume 24, No. 2 December 2025 Volume 24, No. 1 June 2025 Volume 23, No. 2 December 2024 Volume 23, No. 1 June 2024 Volume 22, No. 2 December 2023 Volume 22, No. 1 June 2023 Volume 21, No. 2 December 2022 Volume 21, No. 1 June 2022 Vol 20, No 2 (2021): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 20, No 1 (2021): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 20, No. 2 December 2021 Volume 20, No. 1 June 2021 Vol 19, No 2 (2020): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 19, No 1 (2020): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 19, No. 2 December 2020 Volume 19, No. 1 June 2020 Vol 18, No 2 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 18, No 1 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 18, No. 2 December 2019 Volume 18, No. 1 June 2019 Vol 18, No 1 (2019) Vol 17, No 2 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 17, No 1 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 17, No 2 (2018) Volume 17, No. 2 December 2018 Volume 17, No. 1 June 2018 Vol 17, No 1 (2018) Vol 16, No 2 (2017) Vol 16, No 2 (2017) Vol 16, No 1 (2017) Vol 16, No 1 (2017) Vol 15, No 3 (2016) Vol 15, No 3 (2016) Vol 15, No 2 (2016) Vol 15, No 2 (2016) Vol 15, No 1 (2016) Vol 15, No 1 (2016) Vol 14, No 4 (2015) Vol 14, No 4 (2015) Vol 14, No 3 (2015) Vol 14, No 3 (2015) Vol 14, No 2 (2015) Vol 14, No 2 (2015) Vol 14, No 1 (2015) Vol 14, No 1 (2015) Vol 13, No 4 (2014) Vol 13, No 4 (2014) Vol 13, No 3 (2014) Vol 13, No 3 (2014) Vol 13, No 2 (2014) Vol 13, No 2 (2014) Vol 13, No 1 (2014) Vol 13, No 1 (2014) Vol 12, No 4 (2013) Vol 12, No 4 (2013) Vol 12, No 3 (2013) Vol 12, No 3 (2013) Vol 12, No 2 (2013) Vol 12, No 2 (2013) Vol 12, No 1 (2013) Vol 12, No 1 (2013) Vol 11, No 4 (2012) Vol 11, No 4 (2012) Vol 11, No 3 (2012) Vol 11, No 3 (2012) Vol 11, No 2 (2012) Vol 11, No 2 (2012) Vol 11, No 1 (2012) Vol 11, No 1 (2012) Vol 10, No 4 (2011) Vol 10, No 4 (2011) Vol 10, No 3 (2011) Vol 10, No 3 (2011) Vol 10, No 2 (2011) Vol 10, No 2 (2011) Vol 10, No 1 (2011) Vol 10, No 1 (2011) Vol 9, No 30 (2010) Vol 9, No 30 (2010) Vol 9, No 29 (2010) Vol 9, No 29 (2010) Vol 9, No 4 (2010) Vol 9, No 4 (2010) Vol 8, No 28 (2009) Vol 8, No 28 (2009) Vol 8, No 27 (2009) Vol 8, No 27 (2009) Vol 7, No 26 (2009) Vol 7, No 26 (2009) Vol 7, No 25 (2008) Vol 7, No 25 (2008) Vol 7, No 24 (2008) Vol 7, No 24 (2008) Vol 7, No 23 (2008) Vol 7, No 23 (2008) Vol 6, No 22 (2007) Vol 6, No 22 (2007) Vol 5, No 21 (2007) Vol 5, No 21 (2007) Vol 5, No 20 (2007) Vol 5, No 20 (2007) Vol 5, No 19 (2006) Vol 5, No 19 (2006) Vol 5, No 18 (2006) Vol 5, No 18 (2006) Vol 5, No 17 (2006) Vol 5, No 17 (2006) Vol 4, No 16 (2006) Vol 4, No 16 (2006) Vol 4, No 13 (2006) Vol 4, No 13 (2006) Vol 4, No 13 (2005) Vol 4, No 13 (2005) Vol 3, No 12 (2005) Vol 3, No 12 (2005) Vol 3, No 11 (2005) Vol 3, No 11 (2005) Vol 4, No 3 (2005) Vol 4, No 3 (2005) Vol 4, No 2 (2005) Vol 4, No 2 (2005) Vol 3, No 19 (2004) Vol 3, No 19 (2004) Vol 3, No 10 (2004) Vol 3, No 10 (2004) Vol 3, No 9 (2004) Vol 3, No 9 (2004) Vol 2, No 8 (2004) Vol 2, No 8 (2004) Vol 2, No 7 (2004) Vol 2, No 7 (2004) Vol 2, No 6 (2003) Vol 2, No 6 (2003) Vol 2, No 5 (2003) Vol 2, No 5 (2003) Vol 1, No 4 (2003) Vol 1, No 4 (2003) Vol 1, No 3 (2003) Vol 1, No 3 (2003) Vol 1, No 2 (2002) Vol 1, No 2 (2002) More Issue