Cakrawala Dini : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Cakrawala Dini is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to early childhood education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2012 twice a year every May and November, and published by the Indonesia University of Education Cibiru Campus, Early Childhood Education Teacher Education study program. APG PAUD Indonesia (Memorandum of Understanding No. 093/UN40.K1/HK.07/2022), and PPJ PAUD Indonesia (Memorandum of Understanding No. 009/PPJ-PAUD/I/2020). All the articles published in this journal have a unique DOI number with a prefix 10.17509.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 2 (2014): November 2014"
:
9 Documents
clear
PERAN “LOCAL POP UP BOOKS” PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK ANAK USIA DINI
Desiani Natalina M.
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 5, No 2 (2014): November 2014
Publisher : UPI Kampus Cibiru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (325.644 KB)
|
DOI: 10.17509/cd.v5i2.10500
Memperkenalkan bahasa Inggris pada anak usia dini menjadi trend yang terjadi di Indonesia. Para orang tua banyak yang menginginkan anak-anaknya untuk bisa berbahasa Inggris sedini mungkin. Hal ini berpengaruh pada aktifitas anak di sekolah karena sekolah dituntut pula untuk bisa memfasilitasi keinginan orangtua tersebut. Lembaga pendidikan anak usia dini dari mulai kober dan taman kanakkanak mulai memperkenalkan bahasa Inggris. Hal ini berpengaruh pada kreatifitas guru mengemas kegiatan berbahasa Inggris di sekolah untuk anak usia dini. Salah satu alternatif cara memperkenalkan bahasa Inggris pada anak usia dini adalah dengan memanfaatkan pop up books yang bernuansa keindonesiaan. Makalah ini akan menyajikan bahan pemikiran mengenai pemanfaatan “Local Pop Up Books” yang menggambarkan budaya lokal daerah di Indonesia untuk memperkenalkan bahasa Inggris pada anak usia dini di Indonesia. Kata kunci : local pop up books, pembelajaran bahasa Inggris untuk AUD
MEDIA ULAR TANGGA JEJAK PETUALANG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK ANAK USIA DINI
Ria Kurniasih
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 5, No 2 (2014): November 2014
Publisher : UPI Kampus Cibiru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (275.996 KB)
|
DOI: 10.17509/cd.v5i2.10505
Proses belajar mengajar merupakan suatu kegiatan untuk melaksanakan kurikulum dalam lembaga pendidikan, agar dapat mempengaruhi para siswa mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Salah satu unsur yang sangat penting dalam proses belajar mengajar adalah media pembelajaran. Media pembelajaran adalah suatu perantara yang digunakan oleh pendidik/guru untuk menyalurkan pesan atau informasi kepada siswanya sehingga siswa tersebut dapat terangsang ketika mengikuti kegiatan pembelajaran. Dapat dikatakan pula media pembelajaran dapat memudahkan siswa untuk menerima pembelajaran yang disampaikan pendidik/guru. Media pembelajaran terlebih dahulu telah dikenal sebagai alat bantu dalam pembelajaran yang seharusnya dimanfaatkan para guru, namun seringkali terabaikan. Salah satu contoh media yang interaktif, kreatif dan edukatif untuk usia anak dini yaitu media permainan Ular Tangga “Jejak Petualang”. Permainan ular tangga adalah salah satu jenis permainan tradisional yang mendunia. Permainan ini merupakan jenis permainan kelompok, melibatkan beberapa orang dan tidak dapat digunakan secara individu. Media pembelajaran dengan menggunakan permainan ular tangga ini terdiri dari 4 bagian yaitu; kertas petak permainan, kartu pertanyaan, dadu dan maskot. Untuk membuat media ular tangga “Jejak Petualang” sangatlah sederhana sama seperti jenis permainan ular tangga lainnya. Hanya saja kita sebagai guru harus memodifikasi sedemikian rupa seperti apa yang kita inginkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Permainan ular tangga “Jejak Petualang” digunakan untuk penciptaan suasana belajar dari pasif ke aktif, dari kaku menjadi gerak (akrab), dan dari jenuh menjadi riang (segar). Media ini diarahkan agar tujuan belajar dapat dicapai secara efisien dan efektif dalam suasana gembira meskipun membahas hal-hal yang sulit atau berat.Kata Kunci : Media pembelajaran, ular tangga “Jejak Petualang”
KREASI KOLASE Find, Collect, and Fun Together
Dita Destiana
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 5, No 2 (2014): November 2014
Publisher : UPI Kampus Cibiru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (296.083 KB)
|
DOI: 10.17509/cd.v5i2.10501
Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai salah satu sarana bacaan yang dapat menambah pemahaman dan keterampilan guru, khususnya guru PAUD dan SD. Bagi seorang pengajar perlu mengetahui berbagai karakteristik media pembelajaran. Media merupakan sebuah sarana yang dapat digunakan untuk memfasilitasi aktifitas belajar, di mana media dapat diartikan sebagai perantara yang menghubungkan antara guru dengan siswa. Guru sebagai pengajar hendaknya mampu memilih media yang tepat dalam proses pembelajaran. Media dapat mempengaruhi sikap, nilai emosi, dan mampu mengaktifkan siswa karena disertai dengan kegiatan pembelajaran, dan juga dapat membantu menggabungkan pengalaman belajar yang baru dengan yang sebelumnya. Media pembelajaran adalah alat komunikasi dalam proses pembelajaran antara pengajar dan siswa. Media pembelajaran adalah semacam alat bantu dalam proses pembelajaran, baik di kelas maupun di luar kelas. Adapun manfaat dari penggunaan suatu media pembelajaran dalam proses pembelajaran dapat membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologi terhadap siswa. Pengetahuan dan keterampilan seni rupa bagi guru PAUD/TK dan SD perlu ditingkatkan demi menunjang profesionalisme. Diantara beragam pengetahuan dan keterampilan seni rupa tersebut terdapat seni kolase. Sebenarnya seni kolase merupakan jenis karya seni rupa yang sering menjadi bagian dari proses kreasi guru. Namun kenyataannya, materi tersebut masih perlu dikembangkan sehingga pemahaman secara teoritis, apresiatif dan keterampilan dalam seni ini akan semakin meningkat. Kata Kunci: Media Visual, Keterampilan Seni Rupa, Kreasi Kolase
PEMANFAATAN KARDUS BEKAS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MEMPERKENALKAN TEMPAT IBADAH PADA ANAK USIA DINI
Rizkiya Fauziyah
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 5, No 2 (2014): November 2014
Publisher : UPI Kampus Cibiru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (361.875 KB)
|
DOI: 10.17509/cd.v5i2.10506
Penggunaan media dalam proses pembelajaran dapat membangkitkan keinginankeinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi, dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa khususnya siswa usia dini. Penggunaan media pembelajaran akan membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran. Media pembelajaran bermanfaat memperjelas penyampaian materi ajar, mengatasi ruang dan waktu, memacu anak untuk lebih aktif, dan dapat meningkatkan kerjasama. Adapun manfaat dari penggunaan suatu media pembelajaran akan dapat dirasakan secara optimal apabila guru mampu memilih dan menggunakan media tersebut sesuai dengan tujuan dan fungsinya. Media puzzle yang terbuat dari kardus yang tidak terpakai lagi merrupakn salah satu dari begitu banyaknya media yang bisa didapat dari lingkungan sekitar yang bermanfaat untuk pembelajaran pengenalan tempat beribadah pada anak usia dini. Selain bermanfaat bagi siswa media pembelajaran juga bermanfaat bagi pendidik. Pendidik juga akan mendapat keterampilan untuk merancang desain media pembelajaran, membuatnya, dan memelihara media pembelajaran dengan baik.Kata Kunci: media pembelajaran, puzzle, kardus, pengenalan tempat ibadah.
MENINGKATKAN KAPASITAS BELAJAR ANAK USIA DINI MELALUI PEMBELAJARAN INTERAKTIF KREATIF DAN EDUKATIF
Dudung Priatna
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 5, No 2 (2014): November 2014
Publisher : UPI Kampus Cibiru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (259.528 KB)
|
DOI: 10.17509/cd.v5i2.10502
Kapasitas belajar merupakan kemampuan potensial yang dimiliki anak dalam memenuhi kebutuhan dan permasalahan hidupnya. Selain itu kapasitas belajar (inteligensi) sebagai keahlian untuk memecahkan masalah serta kemampuan untuk beradaptasi dan belajar dari pengalaman hidup sehari-hari. Ciri utama perkembangan masa anak usia dini terletak pada aspek fisik, intelektual, dan emosional yang ditandai dengan: (1) pertumbuhan hasrat ingin tahu, (2) perkembangan minat, (3) pembentukan karakter, (4) pembentukan kepribadian, (5) perkembangan sosial, (6) perkembangan otak, dan (7) perkembangan bahasa. Lingkungan belajar yang kondusif ditunjang dengan sarana prasarana yang lengkap memungkinkan seluruh anak untuk beraktivitas sesuai dengan rencana kegiatan belajar. Proses belajar yang interaktif, kreatif dan edukatif memunculkan seluruh kemampuan anak terutama dalam berkomunikasi memunculkan rasa aman pada diri anak serta berimplikasi hasil belajar yang maksimal. Interaksi belajar yang terstruktur dengan baik berimplikasi meningkatkan potensi anak berupa komunikasi lisan dan tulisan. Permainan yang diberikan (kreatif dan edukatif) seperti eksplorasi dan investigasi matematika akan mengembangkan serta melatih sensori motorik anak. Bersamaan dengan itu, diperkenalkan budi pekerti (edukatif) demi pembentukan karakter. Kegiatan anak (interaktif dan kreatif) dengan permainan yang sarat rangsangan bertujuan menyeimbangkan perkembangan otak kiri dan otak kanan. Otak kiri berhubungan dengan kemampuan berlogika, sedangkan otak kanan berkaitan dengan kemampuan berimajinasi. Melalui kegiatan permainan anak dapat memahami konsep ruang dan waktu serta dapat memperkirakan kemungkinan urutan suatu peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Aktivitas anak melakukan kegiatan (interaktif, kreatif dan edukatif) melalui daya abstraksi, apresiasi serta ketelitian yang tinggi sehingga berkreatifitas dan berimajinasi dalam menciptakan sesuatu secara spontan.Kata Kunci : Kapasitas Belajar, Anak Usia Dini, Pembelajaran Kreatif Edukatif
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI
Ayu Fitria
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 5, No 2 (2014): November 2014
Publisher : UPI Kampus Cibiru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (256.376 KB)
|
DOI: 10.17509/cd.v5i2.10498
Anak usia dini merupakan usia emas. Pada usia ini diperhatikan tugas perkembangannya. Media pembelajaran akan membantu keefektifan proses pembelajaran dalam penyampaian pesan dan isi pelajaran. Terkadang guru mengabaikan dalam penggunaan media, padahal dengan menggunakan media pembelajaran khususnya media audio visual. Bertujuan untuk motivasi belajar anak sehingga mudah penangkapan isinya oleh anak. Langkah dalam pembelajaran menggunakan media audio visual, mempersiapkan laptop, sound, kabel dan video yang akan ditayangkan, memperhatikan posisi duduk peserta didik dalam keadaan nyaman dan pada saat akan mengajak peserta didik menyimak video, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan teknis pembelajaran, kemudian peserta didik siap menyaksikan tayangan video dan diberikan tindak lanjut berupa pertanyaan berkaitan dengan isi video.
STRATEGI PENGEMBANGAN NILAI-NILAI AGAMA DAN MORAL PADA ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK DI JAWA BARAT
Edi Rohendi;
Titing Rohayati;
- Jenuri
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 5, No 2 (2014): November 2014
Publisher : UPI Kampus Cibiru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (402.062 KB)
|
DOI: 10.17509/cd.v5i2.10503
Dari hasil observasi peneliti di lapangan terhadap kegiatan pelaksanaan tempat Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa PG PAUD UPI Kampus Cibiru, hasil diskusi dengan guru-guru TK hampir tidak ditemukan pelaksanaan pengembangan nilai-nilai agama dan moral secara terintegrasi yang terprogram dalam perencanaan pembelajaran Rencana Kegiatan Harian (RKH) terutama pada kegiatan inti. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengkaji strategi pengembangan agama dan moral di taman kanak-kanak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi pengembangan nilai-nilai agama dan moral melalui kegiatan rutinitas dilakukan oleh hampir seluruh guru TK di Jawa Barat, sejumlah 90,25% guru mengetahui, memahami dan mengimplementasikannya pada pelaksanaan kegiatan rutiniitas, dan dikategorikan baik. Implementasi strategi pengembangan nilai-nilai agama dan moral melalui kegiatan terintegrasi sejumlah 48,3% guru di Jawa Barat , mengimplementasikan pada kegiatan terintegrasi melalui kegiatan inti sehingga dikategorikan kurang baik. Implementasi strategi pengembangann nilai-nilai agama dan moral melalui kegiatan khusus, guru telah memahami dan melaksanakan kegiatan khusus sejumlah 86%, sehingga dikategorikan baik.Kata Kunci : Strategi Pengembangan Nilai-Nilai Agama dan Moral, Anak Usia Dini, Taman Kanak-Kanak
PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BAGI ANAK USIA DINI VERSUS BUDAYA LOKAL
Charlotte Ambat Harun
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 5, No 2 (2014): November 2014
Publisher : UPI Kampus Cibiru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (296.375 KB)
|
DOI: 10.17509/cd.v5i2.10499
Mengenalkan bahasa Inggris sejak dini seyogyanya perlu didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Guru sebagai komponen pengelola proses pembelajaran perlu memahami kerangka berpikir anak usia dini (AUD) agar pengelolaan pembelajaran dapat dilakukan dengan baik. Pembelajaran hendaknya dikelola sedemikian rupa agar tercipta kegiatan belajar yang bermakna dan menyenangkan. Penggunaan nyanyian (song) sebagai media pembelajaran merupakan salah satu upaya bagi terciptanya pembelajaran bahasa Inggris yang bermakna dan menyenangkan, yang “asyik”, bagi anak usia dini. Pembelajaran bahasa Inggris dapat disiasati dengan berbagai cara – metode dan teknik serta permainan (games) maupun media pembelajaran – yang akan membuat anak tidak merasa sedang belajar tetapi sedang bermain, sehingga anak merasa asyik belajar Inggris. Bahkan budaya lokal pun dapat digunakan sebagai sarana ampuh dalam menciptakan pembelajaran yang asyik bagi AUD. Tulisan ini akan membahas pembelajaran bahasa Inggris bagi AUD secara umum, dan belajar melalui nyanyian secara khusus. Pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan akan menghindari AUD dari kejenuhan dan rasa bosan atau bahkan trauma terhadap bahasa Inggris. Kata kunci: pembelajaran; bahasa Inggris; nyanyian; anak usia dini.
FENOMENA FISIKA DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN SAINS ANAK USIA DINI
Hana Yunansah
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 5, No 2 (2014): November 2014
Publisher : UPI Kampus Cibiru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (264.523 KB)
|
DOI: 10.17509/cd.v5i2.10504
Sains sebagai suatu konsep mendasar perlu dibelajarkan kepada anak sejak usia dini. Pengenalan sains pada anak usia dini dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui pengamatan fenomena fisika. Melalui pengenalan sains pada anak usia dini dapat dikembangkan keterampilan sains anak. Beberapa keterampilan sains yang dapat dilatih dan dikembangkan pada anak usia dini seperti keterampilan mengamati, mengelompokkan, menggunakan angka atau bilangan (menghitung), memprediksi, melakukan eksperimen, dan mengomunikasikan. Pemilihan fenomena fisika yang sesuai dikaitkan dengan pengembangan keterampilan sains anak akan membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna.Kata Kunci: Fenomena Fisika, Keterampilan Sains, Anak Usia Dini