cover
Contact Name
Benny Hidayat, PhD
Contact Email
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
Published by Universitas Andalas
ISSN : 18582133     EISSN : 24773484     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa Sipil' translated as Civil Engineering Journal, is a scholarly periodical that published by Civil Engineering Departement, Faculty of Engineering, Andalas University (Unand), Padang, West Sumatra, Indonesia. The journal, abbreviated as JRS-Unand, covers recent topics in civil engineering as stated in its focus and scope. JRS-Unand publishes 6-10 articles in each edition with 8-14 pages long for each article. One volume of JRS-Unand divided into two editions, which published in February and October each year. Articles are written in Bahasa Indonesia (Indonesian language) or can be in English.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2013)" : 6 Documents clear
MODEL FISIK ARAH ALIRAN GELOMBANG TSUNAMI DI DAERAH PURUS DAN ULAK KARANG PADANG Darwizal Daoed; Muhamad Dwiko Febriansyah; Masril Syukur
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.893 KB) | DOI: 10.25077/jrs.9.2.20-30.2013

Abstract

Gelombang besar atau tsunami merupakan gelombang yang dibangkitkan secara tektonik akibat pergeseran lempeng di laut. Dampaknya sangat besar bila gelombang ini merambat ke pantai, sebagai contoh peristiwa di Aceh dan Papua. Hal yang serupa ada kemungkinan terjadi di Sumatera, karena daerah ini mempunyai sesar di laut dan di daratan. Upaya mengurangi dampaknya ke pantai, perlu dilakukan, salah satunya simulasi secara fisik untuk dapat memprediksi dan melihat seberapa jauh dampak gelombang besar (tsunami) pada suatu lokasi. Secara teoritis sudah ada prediksi para ahli, tetapi tidak mencerminkan yang sesungguhnya. Dimana faktor karakteristik pantai, kedalaman laut, serta muara sungai sangat dominan mempengaruhi perilaku gelombang ke pantai. Pada tahap pertama lokasi daerah Purus dan Ulak Karang sekitarnya sebagai objek penelitian. Model dibuat dengan meniru bentuk asli dilapangan dengan melakukan beberapa penyederhanaan. Simulasi ombak (gelombang) dan banjir dilakukan dengan menumpahkan air dengan debit tertentu dan ketinggian tertentu (minimum tiga variasi masing-masingnya). Selanjutnya diamati dampak yang terjadi pada daerah daratan dengan mengukur kedalaman serta luasnya genangan (inundation). Dari penelitian ini diperoleh pada daerah Purus, yaitu jalan Raden Saleh (jalur evakuasi) tidak aman untuk dilewati pada simulasi gelombang sedang dan besar. Dimana aliran air relatif lebih cepat dibanding daerah lainnya. Begitu pula untuk daerah dekat drainase/sungai aliran semakin cepat mengalir dan kedalaman lebih tinggi.Jarak tempuh dari pinggir ke daerah aman harus lebih kecil dari 20 menit dengan kecepatan lebih besar dari 5 km/jam. Dari semua perlakuan daerah aman berada 2,5 km dari pantai. Untuk mengurangi risiko terhadap bencana, maka perlu dilakukan kajian lanjutan terhadap tata letak bangunan, kanal, maupun breakwater sepanjang pantai serta kombinasinya. Keywords: model, aliran, genangan, tsunami,pantai, Padang
EVALUASI KINERJA CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS (AC-WC) MEMAKAI LIMBAH ABU-CPO SEBAGAI FILLER Yelvi Yelvi; Mukhlis Mukhlis
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.383 KB) | DOI: 10.25077/jrs.9.2.31-41.2013

Abstract

Energy source for crude palm oil making process are usually from fry up palm fiber and nut shell for which produce ash as residue. Those residualhave never been optimally used, thus this study suggested to optimiseash of palm fiber and nut shell asfiller for asphalt mix. This study aims to evaluate impact ofadding ash of palm fiber and nut shell to asphalt mix performance in terms of it stability and durability and also to compare the performance of asphalt mixwith and without ash of palm fiber and nut shell using Marshall method. This study found that stability of asphalt mix with AB50% and AS50% ash of palm fiber and nut shell has likely increased and after reaching its maximum value, stability has steadily decreased, while its durability has gradually decreased. The highest and lowest IKS were found at asphalt mix with AB100% and AS100% respectively. KAO has gradually risen along with increase of percentage of ash of palm fiber and nut shell (5,6% KAO for AB100% and AB50% and AS50% and 5,8% KAO for AS100%). To conclude, this result showed that asphalt mix with filler using ash of palm fiber and nut shellneeds high concentrate asphalt in order to meet volumetric asphalt mix characteristic and Marshall. Keywords: ash of palm fiber and nut shell, stability , IKS.
TINJAUAN LINGKUNGAN DAN PENANGGULANGAN ABRASI PANTAI PADANG - SUMATERA BARAT Bambang Istijono
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.075 KB) | DOI: 10.25077/jrs.9.2.42-49.2013

Abstract

Kawasan pesisir Padang merupakan daerah permukiman yang padat, salah satu kawasan andalan yang menjadi prioritas untuk dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Sumatera Barat. Amukan gelombang Samudera Hindia di pesisir Padang (17,90 km) dengan arah selalu berubah mengikuti musim merupakan permasalahan. Sepanjang 13,50 km telah terabrasi dalam berbagai intensitas dengan pengikisan rata-rata 2,20 m setiap tahun sejak 1918. Abrasi merupakan erosi pantai yang diikuti dengan longsoran pada material masif tebing pantai. Bentuk pantai Padang relatif lurus, sebagian besar pantainya disusun oleh pasir, dibelakang pantai berupa dataran alluvial yang luas. Konsep dasar penanggulangan abrasi pantai Padang adalah meredam pengaruh energi gelombang laut dengan pemasangan batu diameter 0,50-1,50 m dan pasir pantai yang terancam stabilitasnya. Groin dengan material batu yang dipasang menjorok ke laut 15-25 m dengan interval 50 m dan tanggul pantai adalah bentuk proteksi pantai yang cukup berhasil. Tetapi teknik ini terkadang merusak estetika keindahan panorama alami pantai. Keywords: gelombang, abrasi, penanggulangan, groin, tanggul pantai
ANALISA KEHANCURAN AGREGAT AKIBAT TUMBUKAN DALAM CAMPURAN ASPAL M. Aminsyah
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.019 KB) | DOI: 10.25077/jrs.9.2.50-71.2013

Abstract

Salah satu transportasi yang berkembang di Indonesia adalah transpotasi darat, dimana kegiatan masyarakat tidak terlepas dari sarana dan prasarana transportasi tersebut. Perkerasan jalan yang bermutu baik sangat menunjang bagi kehidupan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Akibat dari kegiatan masyarakat ini menyebabkan terjadi pergerakan dari satu tempat ke tempat yang lain yang mempengaruhi volume lalu lintas. Volume lalu lintas berbanding lurus dengan kegiatan masyarakat. Semakin meningkat kegiatan masyarakat maka volume lalu lintas akan semakin tinggi. Dibutuhkan sarana dan prasarana transportasi yang memadai untuk menunjang kegiatan masyarakat, diantaranya melakukan peningkatan ketahanan jalan raya dalam menerima beban lalu lintas yang semakin tinggi. Hal tersebut dapat tercapai dengan meningkatkan mutu perkerasan jalan. Material utama pembentuk lapisan perkerasan jalan adalah agregat, yaitu 90-95 % dari berat campuran perkerasan. Agregat yang digunakan harus memenuhi persyaratan yang ada, disini lebih dikhususkan pada nilai kehancuran agregat (AIV) terhadap beban tumbuk. Penelitian ini menggunakan campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) gradasi halus. Campuran yang sesuai dengan spesifikasi dibandingkan dengan beberapa kombinasi nilai kehancuran agregat (AIV) yang berbeda. Berdasarkan penelitiaan ini diperoleh bahwa penggunaan nilai kehancuran agregat (AIV) terendah memberikan nilai kadar aspal optimum yang kecil, nilai stabilitas tinggi, kelelehan yang rendah, VIM yang besar, MQ yang kecil, dan VMA yang kecil dibandingkan dengan campuran lain. Keywords: Perkerasan Jalan, AIV, AC – WC, Parameter Marshall
KAJIAN POTENSI LIKUIFAKSI PASCA GEMPA DALAM RANGKA MITIGASI BENCANA DI PADANG Hendri Warman; Dwifitria Y. Jumas
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.221 KB) | DOI: 10.25077/jrs.9.2.1-19.2013

Abstract

Pada tanggal 30 September 2009 pukul 17:16:09 Wib, sebuah gempa tektonik di lepas pantai Padang, Sumatera, dengan 7,6 Scala Richter (SR) terdaftar (United States Geological Survey, USGS, 2009). Pusat gempa terletak sekitar 71 km di bawah permukaan bumi dan sekitar 60 km Barat dari kota Padang. Hara (2009) diperkirakan berdasarkan tinggi frekuensi radiasi dan perpindahan maksimum amplitudes, bahwa durasi gempa 15,4 detik. Daerah yang paling terkena dampak adalah Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, dan Pesisir Selatan. Untuk kota Padang khususnya banyak bangunan dan perumahan yang roboh dan sarana jalan yang rusak (rengkah), hipotesis sementara telah terjadi peristiwa likuifaksi. Peristiwa likuifaksi merupakan kehilangan kekuatan tanah akibat terjadinya getaran didalam tanah, dimana terjadi peningkatan tekanan air pori. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menelusuri kembali potensi likuifaksi di kota Padang akibat gempa 30 September 2009. Dalam penelitian ini di dilakukan kajian untuk 3(tiga) lokasi yang dapat mewakili kota Padang yaitu daerah Air Pacah untuk wilayah Timur, daerah Siteba untuk tengah dan daerah Purus untuk wilayah Barat. Penyelidikan tanah dengan menggunakan alat Bor Tangan (hand bor) dan CPT (sondir) hingga kedalaman tanah keras. Selanjutnya diteruskan uji laboratorium untuk melihat susunan butiran tanah pada kedalaman tertentu dan dianalisis dengan cara membandingkan kurva gradasi dengan kurva potensi likuifaksi. Dari hasil kajian penelitian yang telah dilakukan, menunjukan bahwa daerah Purus (Raden Saleh), Siteba, daerah By Pass memiliki nilai faktor keamanan kecil (< 0,5) dibandingkan dengan faktor keamanan yang ditetapkan, yaitu 1,5. Hasil penelusuran potensi likuifaksi untuk ketiga lokasi daerah Padang memberikan informasi memiliki potensi likuifaksi. Keywords: Likuifaksi, gempa bumi, tekanan air pori.
IDENTIFIKASI KERUSAKAN AKIBAT BANJIR BANDANG DI BAGIAN HULU SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) LIMAU MANIS Farah Sahara; Bambang Istijono; Sunaryo Sunaryo
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.659 KB) | DOI: 10.25077/jrs.9.2.72-81.2013

Abstract

Banjir bandang yang telah melanda kota Padang pada hari Selasa tanggal 24 Juli 2012 dan hari Rabu tanggal 12 September 2012 telah menimbulkan kerusakan di sekitar aliran sungai, seperti: rumah, jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya. Salah satu sungai yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang tersebut adalah Sub DAS Limau Manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kerusakan alur dan dasar Sub Das Limau Manis akibat terjadinya banjir bandang pada hari Selasa Tanggal 24 Juli 2012. Penelitian ini dilakukan di Sub DAS Limau Manis. Pengumpulan data di lapangan dilakukan dengan pengambilan dokumentasi foto kerusakan akibat banjir bandang 24 Juli 2012, peta hasil survey hulu Sub DAS Limau Manis. Survei dilakukan saat banjir bandang telah terjadi. Pengukuran Identifikasi kerusakan alur dan dasar Sub DAS Limau Manis dilakukan dengan cara mengidentifikasi apa-apa saja kerusakan yang terjadi akibat banjir badang. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat 3 koordinat titik longsoran di Sub DAS Limau Manis yaitu pada koordinat S 00052’44,4’’ E 100028’58,2’’; koordinat S 00051’ 47,9’’ E 100030’13,9’’ dan koordinat S 00051’32,2’’ E 100029’27,7’’. Salah satu Solusi untuk pengendalian/ penanganan banjir bandang diusulkan menggunakan bangunan pengendali sedimen. Keywords: Banjir Bandang, Identifikasi Kerusakan, Koordinat Longsoran.

Page 1 of 1 | Total Record : 6