cover
Contact Name
Sabaruddin Yunis Bangun
Contact Email
pjkr@unimed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unisbgn@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal Physical Education, Health and Recreation
ISSN : 25489194     EISSN : 25489208     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Medan, Jurnal ini membahas ilmu dibidang pendidikan jasmani, Kesehatan dan rekreasi. Journal Physical Education, Health and Recreation terbit 2 kali 1 tahun, terbitan pertama bulan oktober 2016. Artikel yang masuk ke Journal Physical Education, Health and Recreation akan di terima oleh editor untuk di teruskan ke editor bagian yang kemudian di teruskan lagi ke reviewer dengan blind peer review paling lama 4 minggu.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019): April" : 15 Documents clear
Hubungan Indeks Masa Tubuh Dengan VO2max Pada Atlet Bolabasket Cahyo Wibowo; Dennys Christovel Dese
Journal Physical Education, Health and Recreation Vol 3, No 2 (2019): April
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pjkr.v3i2.12251

Abstract

Indeks Masa Tubuh (IMT) yang ideal sangat penting dimiliki oleh atlet bolabasket. Peningkatan IMT akan mempengaruhi pengambilan oksigen pada otot-otot yang bekerja dan kemudian berpengaruh terhadap tingkat volume maksimal (VO2max) yang diproses oleh tubuh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan IMT dengan VO2max pada atlet bolabasket. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dan menggunakan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah tim basket Satya Wacana Salatiga yang berjumlah 17 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh dimana sampel adalah bagian dari seluruh jumlah populasi. Berat badan, tinggi badan dan VO2max diperoleh melalui pengukuran langsung. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi pearson yang dilanjutkan dengan analisis regresi liner. Hasil penelitian menemukan terdapat korelasi negatif antara IMT dengan VO2max (r=  -0,673) (p=  0,003) yaitu setiap peningkatan IMT sebesar 1 kg/m2 akan diikuti dengan penurunan VO2max sebesar 0,234 ml /kg/min. Dapat disimpulkan bahwa IMT memiliki hubungan secara signifikan terhadap kemampuan VO2max pada atlet basket.
Pengembangan Dimensi Kepelatihan Olahraga Pencak Silat di IPSI Madiun Perdana Setya Prasanto
Journal Physical Education, Health and Recreation Vol 3, No 2 (2019): April
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pjkr.v3i2.12773

Abstract

ABSTRAKPurbodjati (2014) telah merumuskan suatu dimensi kepelatihan olahraga pencak silat di kota Surabaya yaitu Dimensi Kepelatihan Olahraga Pencak Silat Model Jurus Suroboyo Maju SIMPPATIK Siap Gerak. Instrumen ini berisikan 6 dimensi, yaitu manajerial, prestasi, pengalaman, kerohanian, kepribadian dan keterampilan teknik. Dimensi tersebut kembali dikembangkan di IPSI Madiun. Tujuan yang ingin dicapai adalah mendeskripsikan dimensi dan instrumen kepelatihan olahraga pencak silat di IPSI Madiun, mendeskripsikan dimensi dan instrumen kepelatihan olahraga pencak silat yang dibutuhkan di IPSI Madiun, dan mendeskripsikan uji validitas dan reliabilitas instrumen yang ada di IPSI Madiun. Mix method antara kualitatif dan kuantitatif digunakan untuk menganalisis data, yang mana untuk metode kuantitatif memanfaatkan software SPSS versi 22. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dimensi kepelatihan olahraga pencak silat yang ditemukan di IPSI Madiun berupa 30 pernyataan yang membentuk 3 dimensi baru yaitu motivasi, kesehatan dan pencegahan dan perawatan cedera (PPC). Dimensi dan instrumen kepelatihan olahraga pencak silat yang dibutuhkan di IPSI Madiun berupa 9 dimensi dan 106 indikator yaitu dimensi pribadi, manajerial, pengalaman, prestasi, keteknikan, motivasi, kesehatan, kerohanian, dan PPC. Uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa keseluruhan indikator dalam dimensi kepelatihan olahraga pencak silat di IPSI Madiun bersifat valid dan reliabel. Kata Kunci: Dimensi, Kepelatihan, Pencak Silat, Prestasi. ABSTRACT Purbodjati (2014) had researched the dimensions of pencak silat coaching in Surabaya named Dimensi Kepelatihan Olahraga Pencak Silat Model Jurus Suroboyo Maju SIMMPPATIK Siap Gerak. The instrument is arranged of 6 dimensions, management, experience, achievement, spiritual, personality and technique That research is developed by instrument model in IPSI Madiun. The aim of the research are describe the dimensions of pencak silat coaching IPSI (Pencak Silat Association of Indonesia) Madiun,  describe the  dimensions of pencak silat coaching that needed IPSI (Pencak Silat Association of Indonesia) Madiun, and describe validity and reliability test result of pencak silat coaching instrument IPSI (Pencak Silat Association of Indonesia) Madiun. Mix method between quantitative and qualitative is used to analyze the data, and quantitative method use SPPS 22 software. Based on the results understand that dimensions and instrument of pencak silat coaching that found in IPSI Madiun are 30 indicators, arrange 3 new dimensions, motivation, health and prevention and rehabilitation of injuries. Dimensions and instrument of pencak silat coaching that needed in IPSI Madiun is 9 dimensions and 106 indicators, personality, management, experience, achievement, technique, motivation, health, spiritual, prevention and rehabilitation of injuries. The validity and reliability show that every indicators are valid and reliable. Keywords: Dimension, Coaching, Pencak Silat, Achievement.
KONTRIBUSI DAYA LEDAK TUNGKAI DAN KECEPATAN BERGERAK TERHADAP KEMAMPUAN LARI 100 METER PADA SISWA SMAN 22 MAKASSAR Andi Mas Jaya
Journal Physical Education, Health and Recreation Vol 3, No 2 (2019): April
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pjkr.v3i2.13009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) Kontribusi daya ledak tungkai terhadap kemampuan lari 100 meter pada siswa SMA Negeri 22 Makassar; (2) Kontribusi kecepatan bergerak terhadap kemampuan lari 100 meter pada siswa SMA Negeri 22 Makassar; (3) Kontribusi daya ledak tungkai dan kecepatan bergerak secara bersama-sama terhadap kemampuan lari 100 meter pada siswa SMA Negeri 22 Makassar.            Populasinya adalah keseluruhan siswa SMA Negeri 22 Makassar. Sampel yang digunakan adalah siswa putra sebanyak 40 orang. Teknik penentuan sampel adalah dengan pemilihan secara acak dengan cara undian (Simple Random Sampling). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis koefisien korelasi pearson product moment (r), dan analisis korelasi ganda (R) pada taraf signifikan α = 0,05.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Ada kontribusi yang signifikan  daya ledak tungkai terhadap kemampuan lari 100 meter pada siswa SMA Negeri 22 Makassar, dengan nilai r sebesar -0,795 (Pvalue < 0,05) kontribusi sebesar 63.20%; (2) Ada kontribusi yang signifikan kecepatan bergerak terhadap kemampuan lari 100 meter pada siswa SMA Negeri 22 Makassar, dengan nilai r sebesar 0,613 (Pvalue < 0,05) kontribusi sebesar 37.60%; (3) Ada kontribusi yang signifikan daya ledak tungkai dan kecepatan bergerak secara bersama-sama terhadap kemampuan lari 100 meter pada siswa SMA Negeri 22 Makassar, dengan nilai R hitung (R) sebesar 0,805 (Pvalue < 0,05) kontribusi sebesar 64.80%.
Profil Kondisi Fisik Atlet PPLP Pencak Silat Jawa Timur Ujang Rohman; Mochamad Yusuf Effendi
Journal Physical Education, Health and Recreation Vol 3, No 2 (2019): April
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pjkr.v3i2.12312

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif yang menggambarkan objek atau subjek yang diteliti. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kondisi atlet PPLP Pencak Silat Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengumpulan data menggunakan parameter tes dan pengukuran kondisi fisik yang terdiri dari 1). sprint 30 m untuk mengukur kecepatan, 2) shuttle run untuk mengukur kelincahan, 3) push ups dan sit ups untuk mengukur kekuatan otot lengan dan perut, 4) standing broad jump untuk mengukur daya ledak (power) tungkai, 5) sit and reach untuk mengukur kelentukan dan 6) bleep test untuk mengukur daya tahan. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah atlet pelajar yang dipusatkan dalam PPLP Pencak Silat Jawa Timur yang berjumlah 14 atlet. Hasil analisis kondisi fisik atlet PPLP Pencak Silat Jawa Timur, menunjukkan komponen kelincahan, daya ledak otot tungkai dan daya tahan masuk kategori sangat baik dengan persentase dari masing-masing komponen sebesar 71.4% (kelincahan), 35.71% (daya ledak otot tungkai) dan 35.71% (daya tahan). Sedangkan untuk komponen kecepatan, kekuatan, dan kelentukan masuk kategori baik dengan persetase dari masing-masing komponen sebesar 50% (kecepatan), 42.85% (kekuatan otot lengan), 35.71% (kekuatan otot Perut) dan 42.85% (kelentukan). Sehingga dapat disimpulkan bahwa profil kondisi fisik atlet PPLP Pencak Silat Jawa Timur terdiri dari komponen kelincahan, daya ledak (power) otot tungkai, daya tahan, kecepatan, kekuatan dan kelentukan.ABSTRACTThis research is a type of descriptive research that describes the object or subject under study. Therefore, the purpose of this study was to determine the profile of PPLP athletes in Pencak Silat, East Java. The method used is a survey method with data collection techniques using test parameters and physical condition measurements consisting of 1). 30 m sprint to measure speed, 2) shuttle run to measure agility, 3) push ups and sit ups to measure arm and abdominal muscle strength, 4) standing broad jump to measure explosive power (power) legs, 5) sit and reach to measure flexibility and 6) bleep test to measure endurance. The population and sample in this study were student athletes who were centered in PPLP Pencak Silat, East Java, which amounted to 14 athletes. The results of the analysis of the physical condition of PPLP Pencak Silat athletes in East Java showed an agility component, explosive limb muscle strength and endurance in a very good category with a percentage of each component of 71.4% (agility), 35.71% (leg muscle explosive power) and 35.71 % (durability). While the components of speed, strength, and flexibility are in the good category with the percentage of each component by 50% (speed), 42.85% (arm muscle strength), 35.71% (abdominal muscle strength) and 42.85% (flexibility). So that it can be concluded that the profile of the physical condition of PPLP Pencak Silat athletes in East Java consists of agility components, power of leg muscles, endurance, speed, strength and flexibility.
Comparison of the effect of High Intensity Interval Training and Low Intensity Interval Training (HIIT) Functional Training Methods on Body Fat Percentages Hariadi Hariadi; Ardi Nusri; Fery Juanda
Journal Physical Education, Health and Recreation Vol 3, No 2 (2019): April
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pjkr.v3i2.46740

Abstract

Functional training is one of the most widely used training methods to reduce obesity. There are various types of functional training methods, for this reason, an analysis is needed to compare the effect of these methods through a measurement. This study aims to compare the popular functional training methods High Intensity Interval Training (HIIT) and Low Intensity Steady State (LISS) to body fat percentages. Measurements were taken on 20 women assisted by InBody 270. This study used purposive sampling and used a matching by pairing technique. Data was analysed using t-test. The result shows that the first hypothesis is 4.398> 2.101, which means that there was a significant effect of the HIIT functional training method on percent body fat. In the second hypothesis 13.365> 2.101, which means that there was a significant effect of the LISS functional training method on percent body fat. In the third hypothesis 8.966> 2.028, which means that there was a significant effect of the functional training method HIIT and the functional training method LISS on percent body fat. Based on the mean difference (mean df), the decrease in percent body fat in the functional training group HIIT method is higher (2.47) than LISS method of 1.42. It can be concluded that the functional training method of HIIT is more effective in reducing body fat percentages.

Page 2 of 2 | Total Record : 15