cover
Contact Name
jurnal petra
Contact Email
petra.polsky@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal@polsky.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. banyuasin,
Sumatera selatan
INDONESIA
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara
Published by Politeknik Sekayu
ISSN : 24608408     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PETRA Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Politeknik Sekayu adalah jurnal penelitian yang khusus mempublikasikan naskah hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Diterbitkan oleh Program Studi Teknik Pendingin dan Tata Udara Politeknik Sekayu. Terbit dua kali setahun yaitu periode Januari-Juni dan periode Juli-Desember. PETRA merupakan terbitan berkala yang memuat artikel-artikel dengan berbagai pendekatan yang diterbitkan dalam bentuk cetak dengan ISSN-P : 2460 - 8408.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2019): JURNAL PETRA" : 6 Documents clear
PERENCANAAN DUCTING PADA GEDUNG SERBAGUNA DESA LUMPATAN I Haryanto Haryanto Haryanto; Mareta Ramadhanis Ramadhanis; Dekarina Dekarina Dekarina
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 6 No 1 (2019): JURNAL PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.306 KB)

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan perhitungan beban pendingin pada gedung Serbaguna DesaLumpatan I yang pada akhirnya diharapkan mendapatkan optimasi penggunaan energi pada sistem tata udara.Penelitian ini dilakukan pada gedung Serbaguna Desa Lumpatan I dengan menggunakan metode perhitunganmenggunakan CLTD (Cooling Load Temperatura Difference) berdasarkan ASHRAE GRP 158 Cooling LoadCalculation Manual berdasarkan data primer dan data sekunder. Komponen sistem tata udara yang dibahasdalam peneltian ini adalah ducting. Hasil akhir dari penelitian ini diperoleh beban pendingin maksimum padakondisi puncak sebesar 258560,62 Btu/hr (28,698 HP) menggunakan 16 inlet dengan kecepatan aliran udarasegar berkisar 0,072448 sampai dengan 0,352355556Kata kunci: Beban Pendingin, Ducting, Sistem Tata Udara, CLTD
ANALISA PENGURANGAN KADAR UAP AIR PADA KENTANG MENGUNAKAN METODE DEHUMIDIFIER Baiti Hidayati Hidayati; Hendradinata Hendradinata Hendradinata; Reza Wahyudi Wahyudi
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 6 No 1 (2019): JURNAL PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.517 KB)

Abstract

Dehumidifikasi merupakan salah satu proses yang dapat di gunakan untuk menurunkan kadaruap air di udara sehingga mengakibatkan kelembaban udara menjadi turun, kemudian akan memberipengaruh pada kentang, pengurangan uap air pada kentang mengunakan sistem refrigerasi denganmenambah heater. bertujuan untuk menganalisa pengurangn kadar uap air pada kentang. Alat yangdigunakan recirculating air condentioning unit dengan mengunakan dehumidifier pada variasitemperatur yang berbeda yaitu: 60°C, 80°C dan 100°C. cara penganalisa dalam pengambilan data kaliini adalah analisa data kuantitatif yang bersifat pengelolaan data angka–angka dari hasil percobaanyang peneliti lakukan dengan menggunakan waktu percobaan 60 menit, 120 menit 180 menit, 240menit, 300 menit. Berdasarkan hasil peneliti pada temperatur 60°C, menunjukkan bahwa pengurangankadar uap air dengan waktu 60 menit, 120 menit, 180 menit, 240 menit, dan 300 menit. denganpersentase susut masing-masing yaitu 29%, 44%, 60%, 74%, 81%, pada temperatur 80°C, didapatkanpersentase susut masing-masing sebesar 36%, 62%, 79%,85%, 86%, selanjutnya pada temperatur100°C di dapatkan persentase susut masing-masing yaitu 40%, 63%, 78%, 86%, 87%. Maka,berdasarkan hasil analisa data pengukuran dan pembahasan yang dilakukan dapat disimpulkanbahwa untuk proses pengurangan kadar uap air pada kentang yaitu dengan mengunakan dehumidifierpada temperatur 100°C menit ke 300 menit persentase susutnya menjadi 87%.Kata Kunci: Dehumidifier, Kentang, Heater, Presentase susut.
PERBANDINGAN PROSES PENGURANGAN KADAR AIR PADA KARET (BOKAR) DENGAN CARA PANAS SINAR MATAHARI DAN RECICULATING AIR CONDITIONING UNIT Hendradinata Hendradinata Hendradinata; Ferry Irawan Irawan; Nata Syaripudin Syaripudin
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 6 No 1 (2019): JURNAL PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.141 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisa perlakuan untuk proses pengurangan kadar air pada Karet (Bokar). Subjekpembekuan getah karet yaitu Asap Cair, dengan menggunakan panas sinar matahari dan alat Recirculating AirConditioning unit dengan metode dehumidifikasi dan pemanas dialirkan udara. Teknik analisa data yangdigunakan adalah analisis data kuantitatif yang bersifat pengelola angka-angka dari hasil percobaan yangpeneliti lakukan dengan menggunakan waktu 240 menit dan massa karet sebesar 300 gram. Berdasarkan hasilpercobaan menunjukan bahwa pengurangan kadar air pada waktu 60 menit, 120 menit, 180 menit dan padawaktu 240 menit dengan panas sinar matahari susut masing-masing yaitu 5,67%, 9,67%, 13%, 13,67%,dengan menggunakan dehumidifikasi dan pemanas dialirkan udara susut masing-masing menjadi 6%, 11,67%,16,67%, 21%. Maka, dapat disimpulkan untuk proses pengurangan kadar air yang tepat menggunakanperlakuan dehumidifikasi dan pemanas dialirkan udara dengan waktu 240 menit susut 21%. Berdasarkan hasilpercobaan dan analisa Laboratorium PT. Kirana Musi Persada menunjukan bahwa perlakuan panas sinarmatahari untuk kadar karet kering sebesar 56,72% dan dehumidifikasi dan pemanas kadar karet kering sebesar63,17%. Maka perlakuan yang tepat dilakukan untuk kadar karet kering yaitu proses dehumidifikasi danpemanas dengan kadar karet kering sebesar 63,17%. Bersasarkan analisa Break Even Point (BEP) menunjukanbahwa menggunakan perlakuan panas sinar matahari memerlukan jumlah karet sebesar 13,76 Kg untuk satu haripercobaan dan perlakuan Recirculating Air Conditioning unitmemerlukan jumlah karet sebesar 13,64 Kg untuksatu hari percobaan.Kata Kunci : Karet, Asap Cair, Panas, Sinar Matahari, Recirculating Air Conditioning Unit dan BEP
PERENCANAAN SISTEM TATA UDARA PADA GEDUNG KANTOR KEPALA DESA KEBAN 2 Baharudin Baharudin Baharudin; Meli Mardiana Mardiana
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 6 No 1 (2019): JURNAL PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.115 KB)

Abstract

Perencanaan sistem tata udara adalah merancang atau merencanakan sistem tata udara untuk ruangan yangdipakai untuk perencanaan. Dalam pemasangan dan penggunaannya, sistem tata udara memerlukan biaya yangtidak sedikit. Pemakaian sistem tata udara yang tidak tepat dengan kebutuhannya akan mengakibatkanpemborosan, baik itu energi maupun biaya yang cukup mahal. Setiap bangunan atau ruangan selain mempunyaikondisi beban pendinginan juga mempunyai beban total pendinginan ruangan, yang biasanya berubah-ubahsetiap jamnya. Sehingga dalam hal ini diperlukan survey langsung dan perhitungan untuk menentukan bebanpendinginan Perhitungan menggunakan metode CLTD ( Cooling Load Temperature Difference ) berdasarkanASHRAE Handbook Fundamental 1993. Perhitungan beban pendingin berdasarkan data-data yang ada, dankemudia hasil dari perhitungan disesuaikan dengan jenis sistem tata udara. Hasil akhir diperoleh ialah Totalbeban pendingin maksimum pada beban puncak adalah sebesar 232726,546 Btu/hr. Sehingga didapatlahkapasitas beban pendingin untuk Gedung Kantor Kepala Desa Keban II adalah 25 HP. Maka jenis AlatPengkondisian Udara yang dipilih adalah tipe AC Split, karena ukuran gedung yang tidak terlalu luas dan ACSplit juga tidak memakan banyak tempat, lebih hemat energi dan biaya.Kata kunci: Pengkondisian udara, Beban pendingin, CLTD, AC split.
PENGARUH SUDUT KEMIRINGAN SUDU TERHADAP KINERJA TURBIN ACHARD YANG DIGABUNG DENGAN DEFLEKTOR 30° Dodi Tafrant Tafrant; Hendradinata Hendradinata Hendradinata
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 6 No 1 (2019): JURNAL PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.721 KB)

Abstract

Turbin Achard adalah salah satu tipe turbin aliran lintang bersumbu tegak yang bisa digunakan di alirandengan head rendah. Karena itu, turbin tipe ini bisa digunakan di aliran irigasi atau sungai tanpa harusmembendungnya terlebih dahulu. Hal ini memberikan keuntungan dari segi biaya yang harus dikeluarkan,maupun dari segi ekologi yang tidak merusak alam selain juga akan memberikan fungsi lain kepada aliranirigasi kanal terbuka menjadi sumber energi terbarukan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tiga suduturbin Achard NACA 0020 di aliran irigasi kanal terbuka yang terletak di Kabupaten OKU Timur PropinsiSumatera Selatan. Aliran yang dipakai mempunyai kecepatan 0,55 m/s, 0,61 m/s, dan 0,71 m/s. Penelitian inimendapatkan hasil bahwa penambaan sudut kemiringan sudu pada turbin Achard memberikan penambahanpada efisiensi, namun memberikan pengurangan pada koefisien torsi.Kata Kunci: Turbin Achard, Efisiensi Turbin, Koefisien Torsi
OPTIMASI ALAT ICE CUBE MAKER KAPASITAS 60 KG Ferry Irawan Irawan; Rafsanjani Rafsanjani Rafsanjani
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 6 No 1 (2019): JURNAL PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.953 KB)

Abstract

Optimasi merupakan suatu mengoptimalkan suatu hal yang sudah ada, atau merancang dan membuatsesuatu secara optimal. Tujuan dari optimasi alat ice cube maker adalah mengetahui penyebab alat ice cubebekerja secara tidak optimal, mengatasi masalah dari penyebab alat ice cube bekerja secara tidak optimal danmempercepat produksi alat ice cube. Ice cube maker adalah salah satu mesin pembuat es yang berbentuk kubusdengan ukuran pada umumnya 2 x 2 x 2 cm atau silinder berdiameter 2 cm dan tebal 2 cm. Proses optimasi alatice cube dilakukan secara bertahap. Dimulai dengan mempersiapkan alat ice cube, pengecekan komponen,memperbaiki komponen yang rusak, dan uji performa alat. Pada kegiatan proses optimasi alat ice cube,ditemukan beberapa permasalahan seperti kekurangan refrigeran, jarak antara kapiler dan masukan evaporatorterlalu jauh, pipa tidak dibalut isolasi, terdapat pipa bocor, dan defrost tidak berfungsi sebagaimana mestinya.Cara mengatasi penyebab alat ice cube bekerja tidak optimal yaitu menambah refrigeran, mendekatkan kapilerke masukan evaporator, membalut pipa dengan isolasi pipa, mengganti pipa yang bocor dengan yang baru, danmembuat defrost berfungsi kembali sebagaimana mestinya. Produksi es menjadi lebih cepat setelah dilakukanoptimasi dari 2 jam menjadi 50 menit.Kata Kunci:Optimasi,Ice Cube Maker

Page 1 of 1 | Total Record : 6