cover
Contact Name
Nyoman Suadnyana Pasek
Contact Email
suadnyanapasek83@gmail.com
Phone
+6281339412282
Journal Mail Official
suadnyanapasek83@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana no 11 Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha
ISSN : 26141949     EISSN : 26141930     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
IMAT ( Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi ) Undiksha provides a medium for disseminating novel articles related to economy and business among international academics, practitioners, regulators, and public. JIMAT accepts articles any research methodology that meet the standards established for publication in the journal. In addition, JIMAT focuses on research articles and review article for specific topics that are relevant to the economic and accounting, business, and banking issues, related to three important disciplines as follows: Economics And Accounting: Public Economics , International Economics, Banking and Financial InstitutionDevelopment Economics, Monetary Economics, Financial Economics. Accounting: Public Sector Accounting, Taxation, Financial Accounting, Management Accounting, Auditing, and Information Systems Business and banking management:Finance and wealth management, Marketing, Human Resource Management, Strategic Management, Operations, Entrepreneurship, Banking Ethics, Banking Operation and Management.
Articles 3,177 Documents
ANALISIS PENGARUH PEMBERIAN KREDIT, KREDIT BERMASALAH, PERPUTARAN KAS, VOLUME PENJUALAN, PROFIT MARGIN DAN STRUKTUR FINANSIAL TERHADAP RENTABILITAS EKONOMI PADA LEMBAGA PERKREDITAN DESA (LPD) Di KECAMATAN TEJAKULA PERIODE 2010-2013 Putu Agus Pramurti Surya Dinata .; NI KADEK SINARWATI, SE., M.Si.Ak. .; I Gusti Ayu Purnamawati, S.E. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v3i1.4613

Abstract

Rentabilitas Ekonomi adalah cara untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba usaha dengan modal yang dimiliki baik itu modal asing maupun modal sendiri. Untuk menghasilkan peningkatan laba, LPD harus mampu mengatur dan mengelola pemberian kredit, kredit bermasalah, perputaran kas, volume penjualan, profit margin, dan struktur finansial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian kredit, kredit bermasalah, perputaran kas, volume penjualan, profit margin, dan struktur finansial terhadap rentabilitas ekonomi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah LPD di Kecamatan Tejakula. Jumlah sampel penelitian ini adalah 9 LPD diantaranya LPD Desa Bangkah, Les Penuktukan, Madenan, Ngis, Pacung, Sambirenteng, Sangambu, Sembiran, dan Tejakula. Jenis data penelitian ini adalah kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, dengan teknik analisis data regresi linier berganda berbantuan program SPSS versi 19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pemberian kredit tidak berpengaruh terhadap rentabilitas ekonomi, kredit bermasalah berpengaruh negative terhadap rentabilitas ekonomi, perputaran kas tidak berpengaruh terhadap rentabilitas ekonomi, volume penjualan berpengaruh negatif terhadap rentabilitas ekonomi, profit margin berpengaruh positif terhadap rentabilitas ekonomi, dan struktur finansial berpengaruh positif terhadap rentabilitas ekonomi. Secara simultan pemberian kredit, kredit bermasalah, perputaran kas, volume penjualan, profit margin, dan struktur finansial berpengaruh positif terhadap rentabilitas ekonomiKata Kunci : Pemberian Kredit, Kredit Bermasalah, Perputaran Kas, Volume Penjualan, Profit Margin, Struktur Finansial, dan Rentabilitas Ekonomi. Economic return on equity is a way to measure ability of a corporation to produce profit using capitals, both other’s capital and its own capital. To increase the profit, LPD has to be able to regulate and manage loans, nonperforming loans, cash-flow, sale volume, profit margin, and financial structure. This study was aimed at finding out the effect of loan, nonperforming loan, cash-flow, profit margin, and financial structure on economic return of equity. The population consisted of LPDs in Tejakula district. The number of sample was 9 LPDs which, among others, were LPDs in Bangkah, Les Penuktukan, Madenan, Ngis, Pacung, Sambirenteng, Sangambu, Sembiran, and Tejakula villages. The study used quantitative data from secondary sources. The data were collected through documentation and analyzed by using multiple linear regression analysis aided by SPSS version 19 program. The results showed that partially, loan does not have an effect on economic return of equity, nonperforming loan has a negative effect on economic return of equity, cash flow does not have an effect on economic return on equity, sale volume has a negative effect on economic return on equity, profit margin has a positive effect on economic return on equity, and financial structure has a positive effect on economic return on equity. Simultaneously, loan, nonperforming loan, cash flow, profit margin, and financial structure have positive effect on economic return on equity.keyword : loan, nonperforming loan, cash flow, sale volume, profit margin, financial structure, and economic return on equity
PERLAKUAN AKUNTANSI PENDAPATAN DAN BEBAN TERHADAP KEWAJARAN LAPORAN LABA RUGI PADA ROEMAH NONGKRONG MAILAKU I Putu Eka Satya Wirawan .; NI KADEK SINARWATI, SE., M.Si.Ak. .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v3i1.4614

Abstract

Roemah Nongkrong Mailaku merupakan suatu usaha yang bersifat profit oriented atau mencari laba yang bergerak dalam bidang makanan siap saji yang pendapatan dan bebannya diakui berdasarkan transaksi-transaksi yang terjadi pada saat penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan akuntansi pendapatan, beban, serta kewajaran terhadap laporan laba rugi pada Roemah Nongkrong Mailaku. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data yang dilaksanakan meliputi: mengamati dan mengumpulkan data tentang pendapatan dan beban, membandingkan data yang diperoleh dengan teori yang telah diungkapkan dalam landasan teori, menganalisis data yang ada terhadap kewajaran laporan laba rugi, memberikan kontribusi mengenai perlakuan akuntansi pendapatan dan beban terhadap kewajaran laporan laba rugi, dan menarik kesimpulan penelitian yang dilakukan oleh penulis. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa perlakuan akuntansi pendapatan dan beban pada Roemah Nongkrong Mailaku belum sepenuhnya sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). Perlakuan akuntansi pendapatan dan beban serta penyajian laporan laba rugi pada Roemah Nongkrong Mailaku dapat dinyatakan wajar. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan perbaikan dalam perlakuan akuntansi pendapatan dan beban serta penyajian laporan laba rugi pada Roemah Nongkrong Mailaku yaitu, sebagai berikut: penggunaan istilah akuntansi dalam pembuatan laporan keuangan, pembuatan buku besar utama sebagai penunjang laporan laba rugi, serta konsistensi terhadap perlakuan akuntansi pendapatan dan beban serta penyajian laporan laba rugi.Kata Kunci : Pendapatan, Beban, Laporan Laba Rugi Roemah Nongkrong Mailaku is a profit-oriented fast food selling business whose income and expenditure are acknowledged based on the transactions taking place when it is open to sell its products. This present study is intended to identify the contribution of the accountancy of income and expenditure on the reasonableness of the profit and loss statement of Roemah Nongkrong Mailaku. The data were collected using interview, documentation, and observation. The data analysis includes observing and collecting the data on the income and expenditure, comparing the data obtained with the theories which are described in the theoretical framework, analysis of the data on the reasonableness of the profit and loss statement, contribution of the treatment of the accountancy of income and expenditure to the reasonableness of the profit and loss statement, and the conclusion drawing. The results of the study showed that the treatment of the accountancy of income and expenditure of Roemah Nongkrong Mailaku was not entirely in accordance with the Accounting Standard of Entity Finance Without Public Accountability ‘Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). The treatment of the accountancy of income and expenditure and the presentation of the profit and loss statement of Roemah Nongkrong Mailaku could be stated as reasonable. However, there were several things which should be revised and to which attention should be paid. They were: the accounting technical terms used, the presentation of the main ledger to support the profit and loss statement, the consistency of the treatment of the accountancy of income and expenditure, and the presentation of the profit and loss statement.keyword : Income, Expenditure, Profit and Loss Statement
ANALISIS PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA KREDIT, PERTUMBUHAN KREDIT, LOAN TO DEPOSIT RATIO, DAN BOPO TERHADAP PROFITABILITAS LPD (STUDI KASUS PADA LEMBAGA PERKREDITAN DESA SE- KECAMATAN BULELENG PERIODE 2011-2013) Ni Luh Candra Dewi .; Dr. Edy Sujana,SE,Msi,AK .; NI KADEK SINARWATI, SE., M.Si.Ak. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v3i1.4615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat suku bunga kredit, pertumbuhan kredit, loan to deposit ratio, dan BOPO terhadap profitabilitas Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Populasi dalam penelitian ini adalah LPD se- Kecamatan Buleleng yang telah terdaftar di LPLPDK Buleleng periode 2011-2013 yaitu sebanyak 20 LPD. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu LPD se- Kecamatan Buleleng yang telah terdaftar di LPLPDK Buleleng periode 2011-2013, melaporkan laporan keuangan secara berturut-turut dan tidak mengalami kerugian selama periode penelitian sehingga jumlah sampel yang dapat diambil adalah sebanyak 16 LPD. Penelitian ini termasuk dalam pendekatan kuantitatif dan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi. Selanjutnya untuk pengujian data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 19.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tingkat suku bunga kredit berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas LPD, (2) pertumbuhan kredit tidak berpengaruh secara signifikan terhadap profitabilitas LPD, (3) loan to deposit ratio berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas LPD, dan (4) BOPO juga berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas LPD. Kata Kunci : Tingkat suku bunga kredit, pertumbuhan kredit, loan to deposit ratio, BOPO, dan profitabilitas This study was aimed at finding out the effect of loan interest rate, loan growth, loan to deposit ratio, and BOPO on the profitability of Lembaga Perkreditan Desa (LPD). The population consisted of all of the 20 LPDs throughout Buleleng district registered in LPLPDK Buleleng in the 2011-2013 period. The sample was determined using purposive sampling technique with the criteria: the LPDs throughout Buleleng district that have been registered in LPLPDK in the 2011-2013 period, and the LPDs have made financial reports consecutively and have not had a loss during the period of study. Following these criteria a sample size of 16 LPDs was obtained. This study used quantitative approach and the data used were secondary data. The data were collected by documentation. Then, the data were tested using multiple linear regression analysis aided by SPSS program of version 19.0. The results showed that (1) loan interest rate has a significant effect on LPD profitability, (2) loan growth do not has a signifikan effect on LPD profitability, (3) loan to deposit ratio has a significant effect on LPD profitability, and (4) BOPO also has a significant effect on LPD profitability. keyword : Loan interest rate, loan growth, loan to deposit ratio, BOPO, and profitability
ANALISIS TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DI TINGKAT DADIA (Studi Kasus pada Dadia Punduh Sedahan di Desa Pakraman Bila Bajang) Ni Ketut Juni Kalmi Dewi .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v3i1.4616

Abstract

Selama ini, bentuk pertanggungjawaban pengelolaan keuangan di dadia yang berupa laporan keuangan belum didukung oleh standar-standar yang memadai, sehingga rata-rata seluruh dadia tidak membuat laporan keuangan. Salah satu dadia itu adalah Dadia Punduh Sedahan yang terletak di Desa Pakraman Bila Bajang. Sumber pemasukan utama (reguler) dadia ini berasal dari iuran wajib berupa peturunan dan iuran wajib bagi warga dadia yang ada di luar Bali (ngampel). Pemasukan non reguler berasal dari sumbangan partai politik, danapunia, dan sesari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) darimana saja sumber pemasukan Dadia Punduh Sedahan, 2) mengapa Dadia Punduh Sedahan tidak membuat laporan keuangan, 3) bagaimana proses pertanggungjawaban yang dilakukan oleh dadia terkait untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menekankan pada persepsi dan perilaku manusia. Teknik analisis data yang digunakan yaitu: 1) reduksi data, 2) penyajian data, 3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Sumber pemasukan reguler dadia berasal dari peturunan (iuran wajib), pengampel (iuran wajib bagi warga dadia di luar Bali), dan pendapatan bunga pinjaman. Sumber pemasukan non reguler dadia berasal dari sumbangan partai politik, danapunia, dan sesari. 2) Alasan dadia Punduh Sedahan tidak membuat laporan keuangan yaitu; transaksi yang tidak rutin terjadi, lingkup organisasi yang kecil, dan kompetensi warga dadia yang kurang. 3) Pertanggungjawaban pengelolaan keuangan di Dadia Punduh Sedahan dilakukan dengan cara mengumumkan pemasukan dan pengeluaran, serta menempel laporan keuangan sederhana di papan pengumuman dadia. Kata Kunci : Transparansi, Akuntabilitas, Dadia, Pengelolaan Keuangan So far, the form of the responsibility of the financial management at the level of dadia which is in the form of financial statement has not been supported by adequate standards. One of the dadias is Dadia Punduh Sedahan which is situated at Bila Bajang traditional village. The main resource of founds (regular) of this dadia are the obligatory contribution ‘peturunan’ from the members who do not stay oustside Bali and the obligatory contribution ‘ngampel’ from the members who stay outside Bali. The non regular contributions are derived from the volunteer contribution ‘dana punia’ made by any political party and sesari. This present study was intended to 1) identify what were the sources of funds received by Dadia Punduh Sedahan, 2) identify why Dadia Punduh Sedahan did not make any financial statement, 3) how the process of responsibility was made by the dadia in order to be transparent and accountable. This present study was conducted using qualitative method which gives emphasis on the human perception and bahaviour. The data were analyszed using 1) data reduction, 2) data presentation, and 3) conclusion drawing. The result of the study showed that 1) the regular source of the funds received by dadia were derived from the obligatory contribution ‘peturunan’ made by the members who stay in Bali, and the obligatory contribution ‘pengampel’ made by members who stay outside Bali, and the interest earned from the loans given to the members. The non regular source of dadia were derived from the contribution made by any political party, dana punia (volunteer contributon), and sesari. 2) The reasons why Dadia Punduh Sedahan did not make any financial statement were that: the transaction did not make place regularly, the scope of the organization was small, and the members were less competent. 3) The responsibility for the financial management at Dadia Punduh sedahan was shown by announcing the revenues and expenditures, and attaching the simple financial statement on the dadia’s announcement board. keyword : Transparence, Accountability, Dadia, Financial Management
EKSISTENSI PELAPORAN KEUANGAN PADA UPACARA NGABEN MASAL DI DESA PAKRAMAN BANYUNING, KECAMATAN BULELENG, KABUPATEN BULELENG, PROVINSI BALI Gusti Ayu Made Firma Pratiwi .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v3i1.4617

Abstract

Ngaben yakni ritual kematian pada umat Hindu di Bali yang dalam pelaksanaannya membutuhkan modal finansial yang tinggi. Sehingga dengan kondisi tersebut Desa Pakraman Banyuning mengambil suatu alternatif yaitu ngaben masal atau ngaben bersama. Ritual ngaben bersama ini dilakukan pula oleh Desa Pakraman Banyuning yang dalam pendanaannya menggunakan sistem peturunan (iuran). Ngaben masal membutuhkan alokasi sumber daya bersama sehingga aspek akuntabilitas penting untuk diperhatikan. Dengan menerapkan sistem akuntansi sederhana, panitia ngaben bersama Desa Pakraman Banyuning ini mampu menerapkan sistem pengelolaan keuangan yang akuntabel. Latar belakang inilah yang menjadikan ngaben bersama di Desa Pakraman Banyuning menarik untuk dikaji untuk mengetahui: 1) latar belakang masyarakat memilih ngaben bersama, 2) proses penentuan biaya dalam upacara ngaben bersama, dan 3) penerapan akuntabilitas dan transparansi dalam upacara ngaben bersama. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif yang dititikberatkan pada deskripsi serta interpretasi perilaku manusia. Penelitian dilakukan dalam tiga tahapan, yakni: 1) reduksi data, 2) penyajian data, 3) menarik kesimpulan berdasarkan teori yang telah ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Latar belakang Desa Pakraman Banyuning memilih ngaben bersama adalah sebagai alternatif bagi masyarakat yang memiliki tingkat ekonomi rendah, serta pelaksanaannya dianggap praktis, 2) Proses penentuan biaya ngaben bersama Desa Pakraman Banyuning utamanya ditentukan oleh banten, dan biaya-biaya lain, seperti transportasi, konsumsi dan lain-lain, 3) Dalam membentuk akuntabilitasnya panitia ngaben bersama telah memegang teguh modal sosial berupa kepercayaan, dan konsep nilai agama Hindu.Kata Kunci : Ngaben, banten, modal sosial, akuntabilitas. Ngaben is a cremation ritual conducted for the Hindu followers in Bali, in its implementation need a lot of financial capital. Based on the the condition the traditional village Banyuning took an alternative implementation, such as what is known as mass cremation ceremony. This ngaben ritual was also conducted in Banyuning where the people as the members involved were required to fund this activity together with the system known as dues. The mass ngaben required shared resource alocation, that aspect of accountability should have particular attention. By using a simple accounting system, the committee could be able to manage the financial accountability. This background could make the mass cremation ritual in the Banyuning traditional village interesting to study that is to find out: 1) the reasons why Banyuning people choose to follow mass creamation ceremony, 2) process of budgeting in the mass cremation ceremony, and 3) the practice of accountability and transparency in the activity of mass cremation ceremony. This study was conducted with a quantitative method focusing on the description and interpretation of human behavior. This study involved three different stages, such as 1) data reduction, 2) data presentation, 3) drawing conclusion based on the pre-determined theory. The results indicated that: 1) the reasons of Banyuning traditional villagers conducting mass cremation ceremony as an alternative, because the villagers were having lower economic level, and its practical implementation, 2) the process of the main budgeting was determined by the the offering aspect, and unforeseen expenses such as transportation, other consumption items, 3) in performing the accountability the committee had commited to keep hold firmly the social capital in terms of trust, and concept and value of Hiduism. keyword : Cremation ceremony, offering, social capital, accountability.
IMPLEMENTASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY BERDASARKAN KONSEP TRI HITA KARANA (Studi Kasus Hotel Comoshambala Estate di Banjar Begawan Kecamatan Payangan Kabupaten Gianyar) Ni Wayan Novi Budiasni .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v3i1.4618

Abstract

Implementasi Corporate Social Responsibility berdasarkan konsep Tri Hita Karana merupakan implementasi tanggung jawab sosial yang tujuannya mencapai kesejahteraan dan keharmonisan melalui pawongan, palemahan, dan parahyangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan memahami implementasi CSR berdasarkan konsep Tri Hita Karana pada Hotel Como Shambala Estate. Metode kualitatif dengan pendekatan etnografi digunakan untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam dan utuh dari sudut pandang informan terkait. Hasil penelitian menemukan bahwa Hotel Como Shambala Estate dalam mengimplementasikan CSR diimplementasikan melalui program Como approach. Dalam program tersebut terjadi tiga hubungan yaitu hubungan dengan masyarakat, lingkungan dan Tuhan. Biaya CSR dialokasikan ke dalam akun biaya administrasi dan umum (A&G), dan HRD Kata Kunci : CSR, Tri Hita Karana, Implementasi The implementation of Corporate Social Responsibility based on the concept of Tri Hita Karana was intended to achieve welfare and being in harmony through what is referred to as pawongan, palemahan, and parahyangan. This present study was intended to identify and understand the implementation of CSR based on the concept of Tri Hita Karana at Como Shambala Estate Hotel. Qualitative with ethnographic approach was used to obtain intact and deeper information from the view point of the related informants. The result of the study showed that the Como Shambala Estate Hotel implemented CSR through the approach of Como program. There were three relationships in the program; they are the relationship between the hotel and the community, the relationship between the hotel and the environment, and the relationship between the hotel and God. The CSR costs were allocated to the account of administrative and general costs (A&G), and HRD. keyword : CSR, Tri Hita Karana, Implementation
Pengaruh Pengungkapan Akuntansi Lingkungan terhadap Laporan Keuangan Perusahaan Pada Perusahaan Sektor Industri Pertambangan Umum yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2013 Ni Luh Ketut Jesi Asmarani .; I MADE PRADANA ADIPUTRA, S.E.,S.H.,M.Si. .; Nyoman Ari Surya Darmawan, S.E., Ak. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v3i1.4630

Abstract

Pengungkapan akuntansi lingkungan sangat penting untuk diungkapkan oleh perusahaan baik secara wajib maupun sukarela, karena pengungkapan yang dilakukan perusahaan sangat berdampak pada profitabilitas perusahaan khususnya pada rasio Return On Asset (ROA) di laporan keuangan perusahaan. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengungkapan akuntansi lingkungan berpengaruh positif terhadap laporan keuangan perusahaan pada perusahaan sektor industri pertambangan umum periode 2009-2013. Penelitian ini menggunakan data-data dari perusahaan sektor industri pertambangan umum sebanyak 9 perusahaan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi yang datanya berasal dari catatan-catatan atau dokumen tertulis. Teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling yaitu memilih sampel dengan kriteria tertentu dimana sampel dipilih tidak secara acak, sehingga pemilihan sampel tersebut dapat mewakili populasinya yang memenuhi kriteria penelitian. Jumlah data yang digunakan sebanyak 45 data dari 9 perusahaan sektor industri pertambangan umum periode 2009-2013. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dengan bantuan program SPSS versi 18. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengungkapan akuntansi lingkungan tidak berpengaruh positif terhadap laporan keuangan perusahaan (ROA). Hal ini disebabkan karena perusahaan melakukan pengungkapan akuntansi lingkungan hanya semata memenuhi kewajibannya kepada stakeholders dan untuk memperoleh legitimasi dari masyarakat. Kata Kunci : Akuntansi Lingkungan, Laporan Keuangan, Industri Pertambangan The expression of environmental accounting is very important to be expressed by a corporation both mandatorily and voluntarily, because the expression made by the corporation has a very strong impact on the profitability of the corporation particularly in the ratio of Return on Asset (ROA) in the corporation financial report. Thus, this study was aimed at finding out whether the expression of environmental accounting has a positive effect on financial reports of corporations in general mining industry sector in the 2009-2013 period. This study used data from general mining industry sector corporations with the total of 9 corporations. The method of data collection used in this study was documentation method whose data came from records or written documents. The data collection technique was purposive sampling, that is, selection of sample using certain criteria in which the sample selected is not random, so that the sample selection represents the population that meets the study criteria. There were 45 data from 9 corporations in general mining sector in the 2009-2013 period used in this study. The data were analyzed using simple regression analysis aided by SPSS version 18 program. The results showed that the expression of environmental accounting does not have a positive effect on the financial reports of the corporations (ROA). This was caused by the fact that the corporations expressed environmental accounting just to fulfill their responsibilities to the stakeholders and to obtain legitimation from the community.keyword : Environmental Accounting, Financial Reports, Mining Sector
PENGARUH DESENTRALISASI FISKAL, AKUNTABILITAS KEUANGAN, BUDAYA ORGANISASI DAN PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA INSTANSI PEMERINTAHAN DAERAH (Studi Empiris pada Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng) Ni Luh Putu Asri Damayanti .; I MADE PRADANA ADIPUTRA, S.E.,S.H.,M.Si. .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v3i1.4631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh desentralisasi fiskal, akuntabilitas keuangan, budaya organisasi dan partisipasi anggaran terhadap kinerja instansi pemerintah daerah baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data primer melalui kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah responden adalah 30 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis regresi berganda yang diolah menggunakan program SPSS 19,0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial desentralisasi fiskal, akuntabilitas keuangan dan budaya organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja instansi pemerintah daerah. Namun, partisipasi anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja instansi pemerintah daerah. Secara simultan desentralisasi fiskal, akuntabilitas keuangan, budaya organisasi dan partisipasi anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja instansi pemerintah daerah di Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : desentralisasi, akuntabilitas, budaya, partisipasi, kinerja The study aimed at finding out the effect of fiscal decentralization, financial accountability, organization culture, and budgeting participation on the local government office’s performances both partially as well as simultaneously. It was a quantitative type of study, by utilizing a primary data collected by using questionnaires. The population of the study were the staffs working under the Health Office in Buleleng Regency. There were totally about 30 respondents selected as the sample of the study, which were determined by using purposive sampling technique. The data were analyzed by using multiple linear regression method supported by SPPS 19.0 for Windows. The results of the study indicated that partially there was no significant effect of fiscal decentralization, financial accountability, organization culture on the local government office’s performances; however, budgeting participation had a positive and significant effect on the local government office’s performances. Simultaneously, decentralization, financial accountability, organization culture and budgeting participation had a positive and significant effect on the local government office’s performances at the Health Office in Buleleng Regency.keyword : decentralization, accountability, culture, participation, performance
AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA PADA DESA ADAT DAN DESA DINAS (Studi Pada Desa Dinas dan Desa Adat Pedawa) NI KADEK TERA PADMANI .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v3i1.4632

Abstract

Disahkannya UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, mendapat beragam respon dari masyarakat Bali. Undang-undang yang mengisyaratkan adanya desa tunggal sebagai penerima dana, membuat keharmonisan yang telah berjalan selama ini antara desa adat dan desa dinas, terancam perpecahan. Sementara dari sisi akuntansi, konsep akuntabilitas merupakan salah satu alat yang bisa digunakan untuk menilai kemampuan organisasi dalam mengelola dana publik. Akuntabilitas dinilai tercapai jika telah memenuhi unsur-unsurnya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: 1) Sistem Pengelolaan Keuangan Desa Dinas, 2) Sistem pengelolaan keuangan desa Adat, dan 3) Penerapan unsur-unsur akuntabilitas pengelolaan keuangan pada Desa Adat dan Desa Dinas. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, dan dilakukan di Desa Pedawa. Informan penelitian dipilih secara purposive, yakni orang-orang yang berkecimpung dalam pengelolaan keuangan desa adat dan desa dinas. Penelitian ini menemukan bahwa 1) pemerintah desa dinas Pedawa telah melakukan pengelolaan keuangan dengan baik, terbukti dari disusunnya laporan keuangan dan adanya komitmen dari para aparatur desa untuk mewujudkan pengelolaan keuangan yang baik, 2) Pemerintah Desa Adat Pedawa juga telah melakukan pengelolaan keuangan yang memadai dengan penyusunan laporan keuangan walaupun masih dengan cara-cara sederhana. 3) Baik Desa Adat ataupun Desa Dinas Pedawa telah menerapkan unsur-unsur yang diperlukan untuk menciptakan akuntabilitas, namun belum sempurna, dan ada peran modal sosial yang mempengaruhi penerapan akuntabilitas. Kata Kunci : akuntabilitas, desa dinas, desa adat, modal sosial, pengelolaan keuangan The passing of Act No 6 Year 2014 pertaining to villages receives various responses from Balinese community. The act that marks the presence of a single village as the benefactor of funds threatens the harmony that has so far been enjoyed by customary villages and administrative villages that may cause a breakdown. Meanwhile, from the accounting perspective, the concept of accountability is one of the instruments that can be used to evaluate the capability of an organization to manage public funds. Accountability is said to have been achieved if it has met its components. On this basis, this study was conducted to find out 1) the financial management system of a customary village, 2) the financial management system of an administrative village, and 3) the implementation of the components of financial management accountability in the customary village and the administrative village. This study was conducted using the qualitative method, and took place in the village of Pedawa. The informants were selected purposively, consisting of people who were active in the financial management in the customary village and the administrative village. This study found that 1) the officials in the administrative village of Pedawa have done a good financial management, as proven by the writing of the financial report and the commitment of the apparatus of the village to have a good financial management, 2) the traditional leaders of the customary village of Pedawa have also done a satisfactory financial management, although they use a simple method. 3) Both the customary village and the administrative village of Pedawa have applied the components that are needed to create accountability, but it is not yet perfect, and the role of the social capital has influenced the application of accountability.keyword : accountability, administrative village, customary village, social capitall, financial management.
EKSISTENSI PENCATATAN KEUANGAN YANG BERBASIS SAK ETAP PADA UMKM KAIN ENDEK DAN SONGKET Putu Ayu Rukmini .; NI KADEK SINARWATI, SE., M.Si.Ak. .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v3i1.4633

Abstract

SAK ETAP adalah suatu standar yang bertujuan untuk memudahkan UMKM dalam menyajikan laporan keuangan dan memberikan informasi yang akurat. Laporan Keuangan juga mempermudah pihak UMKM dalam mengajukan kredit dan dalam pembayaran perpajakan. Tetapi dalam implementasinya pencatatan keuangan yang dilakukan pada UMKM Bali Arta Nadi, Swastika dan Pelangi sudah melakukan pencatatan namun masih jauh dari SAK ETAP, hanya sebatas mencatat pengeluaran dan pencatatan saja. Latar belakang inilah yang menjadikan ketiga UMKM ini menarik untuk dikaji untuk mengetahui; (1) pencatatan keuangan yang dilakukan UMKM, (2) Penerapan SAK ETAP pada UMKM dalam pencatatan keuangan Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif yang dititikberatkan pada deskripsi serta interpretasi perilaku manusia dalam penerapan pencatatan keuangan berbasis SAK ETAP. Penelitian dilakukan dalam empat tahapan, yakni; (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, serta (4) analisis data dan penarikan kesimpulan . Hasil penelitian ini menujukkan bahwa; (1) Sistem pencatatan keuangan yang dilakukan secara manual dan masih sangat sederhana, alasan membuat pencatatan keuangan adalah untuk mengetahui berapa laba yang dihasilkan , (2) para UMKM belum menerapkan SAK ETAP faktor yang menyebabkan belum diterapkannya SAK ETAP pada UMKM karena kurangnya pemahaman, kedisiplinan dan sumber daya manusia, kurangnya pengawasan dari instansi yang terkait dengan laporan keuangan Kata Kunci : Eksistensi, SAK ETAP, UMKM SAK ETAP is a standard determined which is intended to ease UMKM to present its financial statement and give information accurately. The financial statement also eases UMKM to propose for loans and pay for taxes. However, the financial recordings prepared by Bali Arta Nadi, Swastika and Pelangi UMKMs were still far from SAK ETAP. They only recorded the expenditures they made. It was this which made the three UMKMs interesting to explore in order to identify: (1) the financial recording prepared by them; (2) the implementation of SAK ETAP in the financial statement they had made. This present study was conducted using qualitative method; the emphasis is on the description of the interpretation of human behavior in the implementation of SAK ETAP-based financial recording. The study was conducted in four stages; they are (1) data collection, (2) data reduction, (3) data presentation, (4) data analysis and conclusion drawing. The result of the study showed that (1) the financial recording was manually and simply prepared, which was intended to know the profit achieved; (2) they had not prepared SAK ETAP yet; the reason was that they did not understand what SAK ETAP was. The other reasons were that there was inadequate discipline, their human resources were limited, and there was no supervision from the institutions which are concerned with financial statement. keyword : Existence, SAK ETAP, UMKM

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 15 No. 04 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 14 No. 04 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 14 No. 03 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 13 No. 04 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 13 No. 03 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 13 No. 02 (2022) Vol 13, No 01 (2022) Vol. 13 No. 01 (2022) Vol 12, No 3 (2021) Vol. 12 No. 3 (2021) Vol 12, No 2 (2021) Vol. 12 No. 2 (2021) Vol. 12 No. 1 (2021) Vol 12, No 1 (2021) Vol. 11 No. 3 (2020) Vol 11, No 3 (2020) Vol 11, No 2 (2020) Vol. 11 No. 2 (2020) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol 11, No 1 (2020) Vol 10, No 3 (2019) Vol. 10 No. 3 (2019) Vol. 10 No. 2 (2019) Vol 10, No 2 (2019) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 9, No 3 (2018) Vol. 9 No. 3 (2018) Vol. 9 No. 2 (2018) Vol 9, No 2 (2018) Vol. 9 No. 1 (2018) Vol 9, No 1 (2018) Vol 8, No 2 (2017): Vol. 8 No. 2 (2017) Vol. 7 No. 1 (2017) Vol 7, No 1 (2017): Vol 6, No 3 (2016): Vol. 6 No. 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016): Vol. 5 No. 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016): Vol 3, No 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue