cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal Analytica Islamica
ISSN : 14114380     EISSN : 25415263     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Journal Analytica Islamica: Journal of Islamic Sciences is a journal that includes the study of Islamic Thought, Islamic law, the Quran, the Hadis, Islamic Education, Islamic Economics and Islamic Communication.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Analytica Islamica | Vol. 3 | No. 1 | 2014" : 11 Documents clear
MENGEMBANGKAN TEOLOGI KERUKUNAN UNTUK MENCEGAH RADIKALISME Dahlia Lubis
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 3 | No. 1 | 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.342 KB)

Abstract

Dapatlah dikatakan bahwa kerukunan dalam Islam, jika ditelaah secara holistik, maka nilai-nilai kerukunan itu dapat dikelompokkan pada 3 (tiga) aspek, yaitu kesadaran adanya Allah, persaudaraan, dan sikap hidup yang mencerminkan kerukunan. Kesadaran adanya Allah menunjukkan pada ketauhidan yang harus menjadi dasar dalam pengembangan kerukunan hidup umat beragama; aspek persaudaraan menunjukkan bahwa Islam sangat mengedepankan kemanusiaan yang bernilai universal; sedangkan sikap hidup rukun merupakan nilai praktis dan penjabaran dari dua aspek sebelumnya. Hal inilah yang memberikan salah satu daya cegah yang efektif akan lahirnya radikalisme di Indonesia.
HERMENEUTIKA DAN METODE PENAFSIRAN ALQURAN Jaipuri Harahap
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 3 | No. 1 | 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.204 KB)

Abstract

Sebagai pedoman hidup, Alquran harus ditempatkan sebagai tran teks yang transformatif untuk  lebih berkolaborasi antara teks dan kehidupan yang nyata. Meskipun demikian, untuk mengubah bentuk teks diperlukan suatu metodologi yang bersifat membangun, yang dapat menjawab tantangan zaman . Sesungguhnya, prinsip Alquran sebagai pedoman hidup pada setiap tempat dan kondisi telah dimulai sejak  beberapa dekade melalui/tafsir dan pengetahuannya. Meskipun demikian, secara bersama-sama pengembangan fakta sosial, harus dikembangkan.
KOMUNIKASI EFEKTIF PEMBIMBING MANASIK HAJI (Tinjauan Dari Sudut Psikologi Komunikasi) Syukur Khalil
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 3 | No. 1 | 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.516 KB)

Abstract

Dalam menyampaikan materi manasik haji itu, pembimbing manasik dapat menggunakan lambang-lambang komunikasi baik yang bersifat verbal maupun yang bersifat non-verbal. Kemudian untuk mencapai komunikasi efektif itu, pembimbing manasik haruslah bersifat terbuka, mempunyai empati yang tinggi, menggunakan lambang komunikasi yang mudah difahami, mempunyai kredibilitas dan dapat menjadi contoh tauladan yang baik bagi jamaahnya. Selanjutnya, pada era globalisasi informasi ini, seorang pembimbing manasik haji perlu menjadi manusia lintas budaya atau multibudaya, yaitu memiliki kepekaan budaya yang berkaitan erat dengan kemampuan berempati terhadap budaya tersebut. Sehingga secara intelektual dan emosional terikat kepada kesatuan fundamental semua manusia yang pada saat yang sama mengakui, menerima, dan menghargai perbedaan-perbedaan mendasar antara orang-orang yang berbeda budaya.
أهمية القياس ومنزلته بين الأدلة الشرعية Sudirman Suparmin
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 3 | No. 1 | 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.183 KB)

Abstract

Sumber hukum Islam adalah sebagai landasan  dan rujukan bagi para pakar hukum Islam untuk menetapkan suatu hukum, namun sumber hukum Islam ada yang sudah menjadi kesepakatan dan ada pula yang belum mendapatkan kesepakatan, dan di atara sumber hukum yang telah disepakati adalah al-Qiyas. Al-Qiyas adalah mengukur atau menyamakan sesuatu yang belum ada hukumnya dengan sesuatu yang sudah ada ketetapan hukumnya. Karenanya keberadaan al-Qiyas sangat penting dalam peroses pembentukan hukum Islam (al-Istinbat al-Ahkam).Apalagi banyak sekali di era globalisasi bermunculan masalah-masalah hukum yang belum mendapat kejelasan hukumnya, sehingga keberadaan qiyas menjadi sangat penting dalam penerapannya. Karna dengan menggunakan metode al-Qiyas suatu masalah hukum akan dapat kita temukan jawabannya.
ANALISIS TERHADAP CORAK TAFSIR AL-ADABY AL-IJTIMA’I Abdurrahman Rusli Tanjung
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 3 | No. 1 | 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.326 KB)

Abstract

Corak tafsir al-Adab al-Ijtima’ī  adalah corak tafsir yang menjelaskan petunjuk-petunjuk ayat-ayat Alquran yang berkaitan langsung dengan masyarakat, serta usaha-usaha untuk menanggulangi penyakit-penyakit masyarakat atau masalah-masalah mereka berdasarkan petunjuk ayat-ayat, dengan mengemukakan petunjuk-petunjuk tersebut dalam bahasa yang mudah dimengerti dan dimplementasikan dalam kehidupan masyarakat. Yang terpenting dalam penafsiran corak  adab al-ijtima’i, teks-teks adalah Alquran dikaitkan dengan realitas kehidupan masyarakat, tradisi sosial dan sistem peradaban, sehingga dapat fungsional dalam memecahkan persoalan. Dengan demikian, mufassir berusaha mendiagnosa persoalan-persoalan umat Islam khususnya dan umat manusia pada umumnya, untuk kemudian mencarikan jalan keluar berdasarkan petunjuk-petunjuk Alquran, sehingga dirasakan bahwa ia selalu sejalan dengan per kembangan zaman dan masyarakat.
KONSELING ISLAMI LAYANAN PENDIDIKAN MENTAL MASYARAKAT Saiful Akhyar Lubis
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 3 | No. 1 | 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.323 KB)

Abstract

Kebutuhan masyarakat (khususnya masyarakat Indonesia) terhadap konseling Islami dalam aspek-aspek pokok dimaksud merupakan upaya pengukuhan citra diri sebagai manusia muslim Indonesia. Fenomena konseling Islami sebenarnya telah tercermin sejak lama, yakni setua usia pondok pesantren. Para kyai dan ajengan merupakan tokoh-tokoh utama yang menjadi figur sentral tempat bertanya para santri dan masyarakat sekitarnya. Berbagai problema berupa persoalan ekonomi, kegelisahan batin, masalah jodoh, perselisihan dalam keluarga, pendidikan anak, hingga gangguan psikis yang telah parah dihadapkan pada kyai dan ajengan tersebut. Dengan demikian, santri atau masyarakat merasa telah mendapatkan jalan keluar yang memuaskan. Dalam hal ini, jelas bahwa pondok pesantren tidak hanya sebagai lembaga pendidikan agama Islam, tetapi juga berperan sebagai pengayom batin masyarakat.
PERAN PEMERINTAH TENTANG PENGEMBANGAN PEREKONOMIAN DALAM PERSPEKTIF SISTEM EKONOMI KAPITALIS, SOSIALIS DAN ISLAM siti Mujiatun
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 3 | No. 1 | 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.622 KB)

Abstract

Ekonomi mempunyai peranan yang sangat urgen dalam kehidupan umat manusia. Dalam pengembangannya dapat dilakukan dengan berbagai cara atau sistem. Sampai dewasa ini ada tiga sistem pengembangan ekonomi yaitu kapitalis/ liberal, sosialis dan Islam. Inilah permasalah yang akan dibahas dalam karya ilmiah ini. Pendekatan yang digunakan adalah deskrip analitik terhadap ketiga sistem dimaksud dengan melihat bagaimana peran pihak pemerintah dalam pengembangannya. Sebagai kesimpulan dari uraian ini, dapat dinyatakan bahwa kapitalisme adalah satu sistem sosial yang berbasiskan pada pengakuan atas hak-hak individu. Termasuk di dalamnya hak milik, di mana semua pemilikan adalah milik privat. Dengan kata lain; Kapitalisme, merupakan sistem perekonomian yang memberikan wewenang penuh kepada Capital atau pemodal  dengan segala jenisnya. Termasuk di dalamnya barang-barang yang digunakan dalam produksi barang lainnya. Pihak pemerintah atau negara tidak boleh ikut campur tangan dalam pengembangan ekonomi. Pemerintah hanya berhak membuat regulasi tentang kewajiban membayar pajak kepada para pengembang ekonomi.  Hasil pajak itulah yang akan digunakan untuk kepentingan negara terutama dalam menjalankan kewajibannya terhadap kesejahteraan rakyatnya.Sosialis adalah suatu sistem perekonomian atau kegiatan ekonomi yang memberikan kebebasan cukup besar kepada setiap orang, tetapi campur tangan pemerintah sangat dominan. Dalam sistem Sosialis, semua Bidang usaha dimiliki  dan diproduksi oleh Negara. Tidak terciptanya market (pasar) dan tidak terjadinya supply dan demand, karena Negara yang menyediakan semua kebutuhan rakyatnya secara merata. Perumusan  masalah dan keputusan di tangani langsung oleh negara. Selanjutnya, sistem ekonomi Islam adalah sekumpulan dasar-dasar umum ekonomi yang di simpulkan dari Al-Qur’an dan sunnah, dan merupakan bangunan perekonomian yang didirikan atas landasan dasar-dasar tersebut yang sesuai dengan kondisi objektif yang ada.  Islam mengakui kemerdekaan individu, tetapi Islam tidak memberikan kebebasan mutlak pada kekuatan pasar. Kekuatan pasar yang bebas tidak dengan sendirinya menghasilkan kondisi ekonomi pasar yang adil. Mekanisme pasar yang bebas tidak bisa menghentikan spekulasi harga, mencegah eksploitasi dan tidak menolong mereka yang lemah, baik konsumen maupun pedagang kecil. Oleh karena itu, negara harus berperan secara aktif. Peranan positif negara ini tidak dapat disamakan dengan apa yang dikenal dengan intervensi dalam terminologi kapitalis. Dengan kata lain, menurut Islam peranan negara sangat penting terutama dalam mengendalikan harga pasar. Masyarakat boleh menentukan harga pasar tetapi tidak bebas. Jika kebebasan itu lalu menimbulkan kerusakan atau kesulitan bagi masyarakat, maka pemerintah mempunyai hak untuk menertibkannya.
MISCONCEPTIONS REGARDING A WIFE'S OBEDIENCE TO HER HUSBAND IN MUSLIM SCHOLARS WORKS IN THE MALAY ARCHIPELAGO. Faisal bin Ahmad Shah
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 3 | No. 1 | 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.758 KB)

Abstract

Artikel ini mendiskusikan  kesalahpahaman tentang ketaatan dari seorang isteri kepadasuaminya yang  ditemukan dalam buku yang ditulis oleh ulama Islam di Kepulauan Melayu (Nusantara). Artikel ini didasarkan pada suatu riset kwalitatif yang  menggunakan dokumentasi, seperti  historis dan metode komparatip, terutama  dalam memastikan kebenaran dari fakta mengenai ketaatan isteri kepada suaminya, berdasar pada pendapat dari Kalangan Salafi (generasi awal Islam) dan Muta`Akhirin, ulama Islam (generasi terbaru). Hasil  studi dapat disimpulkan bahwa ada kesalahpahaman yang ditemukan  dalam buku yang ditulis oleh ulama Islam dan sudah membentuk persepsi tidak baik di kalangan masyarakat mengenai posisi isteri dan wanita-wanita dalam Islam.
AKTIVITAS-AKTIVITAS GERAKAN LIBERALISASI ISLAM DI INDONESIA Darwin Zainuddin; Fakhrur Adabi Abdul Kadir
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 3 | No. 1 | 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.702 KB)

Abstract

Arus liberalisasi di perguruan tinggi Islam, lembaga-lembaga dak-wah  Islam dan para intelektual muslim adalah target utama untuk dapat merobah pola pikir umat Islam agar menjahui agamanya. Aktivitas-aktivitas kaum liberal begitu sistimatik untuk melakukan liberalisasi Islam di Indonesia. Hal ini adalah tantangan yang diha-dapi umat Islam bukan hanya dari pikiran para orientalis, tapi cen-dekiawan Muslim yang mengikuti cara berfikir orientalis dalam memahami Islam. Kini yang mengatakan semua agama sama, al-Qu’ran bukan wahyu Allah, ajaran Islam itu menindas kaum wanita, dan sebagainya, bukan lagi orientalis, tapi para cendekia-wan Muslim sendiri. Produk dari kuatnya tradisi oritentalisme itu adalah terbitnya karya-karya mereka yang kemudian dirujuk dan bahkan diikuti oleh para cendekiawan Muslim. Akhirnya, orienta-lis juga memproduksi cendekiawan Muslim yang tidak kritis terh-adap Barat dan bahkan mengikuti saja cara berfikir mereka. Kini muncul cendekiawan Muslim di tanah air mengusung ide-ide yang merupakan agenda Barat.
DENDA SEBAGAI ALTERNATIF HUKUMAN (Kajian Hukum Islam kontemporer) Faisar Ananda Arfa
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 3 | No. 1 | 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.747 KB)

Abstract

Di antara berbgai jenis hukuman yang diperkenalkan oleh hukum Islam baik dalam bentuk qishash,hudud dan ta’zir, denda meru[pakan hukuman yang sangat jarang dibahas dan dipopulerkan sebagi jenis hukuman yang dibenarkan oleh Islam. Kebanyakan peminat hukum Islam lebih sering menyebut qishash dan hudud sebagai trademark hukum Islam, padahal denda juga layak diterapkan sebagai jenis hukuman yang lebih moderat dan manusiawi.

Page 1 of 2 | Total Record : 11