cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal Analytica Islamica
ISSN : 14114380     EISSN : 25415263     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Journal Analytica Islamica: Journal of Islamic Sciences is a journal that includes the study of Islamic Thought, Islamic law, the Quran, the Hadis, Islamic Education, Islamic Economics and Islamic Communication.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Analytica Islamica | Vol. 3 | No. 2 | 2014" : 11 Documents clear
PERKEMBANGAN METODE PEMAHAMAN HADIS DI INDONESIA Ramli Abdul Wahid
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 3 | No. 2 | 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.284 KB)

Abstract

Perkembangan pengkajian hadis secara umum dan perkembangan metode pemahamannya secara khusus di Indonesia sejak lahirnya PPs tahun 1980-an menunjukkan kemajuan yang significan. Tetapi perkembangan ini tidak selamanya menggembirakan. Selanjutnya dalam perkembangan metiode pemahaman hadis, setidaknya terbagi dua, yaitu pemahaman tekstual dan kontekstual. Pemahaman  tekstual telah berlangsung di Indonesia sejak awal masuk Islam sampai sekarang. Akan tetapi sejak tahun 80-an  mulai muncul pemahaman kontekstual. Pema-haman kontekstual ini juga berkembang kepada pendekatan-pendekatan modern seperti pendekatan bahasa, pendekatan historis, sosiologis, sosio-historis, antropologis, dan psikologis. Selain itu, muncul pula teori semantik dan hermeneutik. Namun pada prinsipnya konsep-konsep dan pendekatan-pendekatan ini terakomodir dalam dua pemahaman besar yaitu tekstual dan kontekstual. Pemahaman tekstual melandaskan metodenya kepada kaidah-kaidah yang termuat dida lam ulum al-hadis, usul fikih, dan tata bahsa Arab. Pemahaman tekstual ini sudah mapan dan dapat diterima oleh para ulama. Sementara pemahaman kontekstual berpijak pada metode dan pendekatan modern yang berbeda dengan pendekatan tekstual sehingga hasil pemahamannya berbeda pula dengan hasil pemahaman tekstual dan tidak jarang bertentangan. Karena itu penerapan pemahaman kontekstual perlu kepada kehati-hatian.  
PENGEMBANGAN DIRI MENJADI AGEN PEMBELAJAR SEJATI (Urgensi Dalam Pengembangan Diri Menjadi Agen Pembelajar Sejati) Madaliyah Hasibuan
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 3 | No. 2 | 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.015 KB)

Abstract

Dalam tulisan ini dikemukakan bagaimana pembinaan dan pengembangan kemampuan profesional guru sebagai agen pembelajar sejati, makna pengembangan diri terhadap guru agar benar-benar tumbuh sebagai tenaga profesional, punya potensi pada diri sendiri, bagaimana menilai keterampilan dan minat kekinian dari diri sendiri, mampu membiasakan melahirkan tindakan yang mencerminkan sikap, fungsi dan tujuan menjadi pembelajar sejati, mampu menguasai lima pilar utama yang mutlak ada, untuk menjadi guru profesional madani perlu sikap suasana batin positif, senang, bersemangat, mampu menyelesaikan masalah, bekerja dengan senang hati, mampu mendorong semangat belajar, percaya diri, krearif, innovatif.
TOLERANSI DAN PEMBANGUNAN MASYARAKAT MENURUT ISLAM Katimin Katimin
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 3 | No. 2 | 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.291 KB)

Abstract

Kegagalan umat beragama menjadikan agama sebagai instrumen pemersatu dalam beberapa babakan sejarah telah terbukti menimbulkan akibat-akibat yang luar biasa bagi kemanusian. Terjadinya ancaman, pemaksaan, konflik-konflik bahkan sampai pada penyiksaan dan pertumpahan darah antar umat beragama di beberapa daerah di tanah air  beberapa waktu yang lalu  merupakan bukti kegagalan tersebut. Meskipun disadari bahwa terjadinya konflik-konflik antar umat beragama tidak semata-mata disebabkan oleh faktor-faktor teologis, seperti perbedaan doktrin keagamaan, tetapi juga disebabkan oleh faktor-faktor sosial, ekonomi, dan politik. Fenomena ini menimbulkan sejumlah pertanyaan. Mampukah agama mengambil peranan yang lebih signifikan dalam menciptakan keamanan dan kenyaman sebagaimana juga yang menjadi misi dari semua agama? Bagaimana memelihara dan memperkuat sikap toleransi di masyarakat agar kedamaian tetap terjaga? Dalam  konteks inilah perlu uraian tentang toleransi, terutama dan konsep pembangunan masyarakat, terutama dalam perspektif Islam.
SYEKH MUHAMMAD ARSYAD THALIB LUBIS: Kajian Terhadap Dakwahnya Di Medan Sumatera Utara Indonesia Sopian Ilyas; Roslan Mohamed
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 3 | No. 2 | 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.524 KB)

Abstract

Salah seorang yang berjasa dalam menyebarluaskan dakwah Islam di Tanah Batak, khususnya Toba dan Karo, Provinsi Sumatera Utara Medan Indonesia ialah Syeikh Muhammad Arsyad Thalib Lubis (1908-1972 M). Beliau termasuk orang pertama dalam organisasi Islam al-Jam’iyatul Washliyah yang gigih berdakwah untuk menyebarluaskan agama Islam di Sumatera Utara, Aceh dan Indonesia secara umum. Beliau banyak menulis pelbagai kajian agama Islam, termasuk kajian perbandingan agama yang masyhur dalam kitab karangan beliau ”Perbandingan agama Kristian dan Islam”, begitu juga karangan beliau yang bertajuk ”Rahsia Bible”,  yang berhubung kait dengan Ilmu Muqaranatul Adyan.Karya-karya Syeikh Muhammad Arsyad Thalib Lubis serta jasa-jasa beliau dalam menyebarluaskan Islam hingga sekarang ini masih dikenang di kalangan masyarakat Sumatera Utara khususnya suku Batak, yang mana Syeikh Muhammad Arsyad Thalib Lubis berhasil menarik lebih daripada 20.000 orang memeluk agama Islam. Jasa beliau ini menjadi sebab tersebarnya agama Islam di kalangan suku Batak yang majoriti penduduknya animisme serta beragama Kristian.
PROSES KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI PASANGAN TUNANETRA PEMIJAT (Studi Kasus Proses Komunikasi Antar Pribadi Pasangan Suami Istri Tunanetra Pemijat dalam Membina Keluarga Harmonis di Kota Medan) Iskandar Zulkarnaen; Sondang Mariana Marpaung
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 3 | No. 2 | 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.145 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Komunikasi Antarpribadi Pasangan Suami Istri Tunanetra Pemijat dalam Membina Keluarga Harmonis di Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pendukung, faktor-faktor penghambat, serta proses komunikasi antarpribadi pasangan suami istri tunanetra dalam membina keluarga harmonis di Kota Medan.Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yakni metode analisis data kualitatif yang menekankan pada kasus-kasus tertentu yang terjadi pada objek analisis. Metode ini menggunakan analisis deskriptif dan pendekatan induktif dalam menganalisa datanya. Subjek penelitiannya adalah pasangan suami istri yang mengalami ketunanetraan karena faktor eksternal dan berdomisili di Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi antarpribadi dapat terjalin dengan baik dan efektif di antara kedua pasangan tunanetra. Namun, informan masih mengalami hambatan dalam menjalin komunikasi antarpribadi dengan pasangan masing-masing. Salah satu pasangan tunanetra yang menjadi informan, masih membutuhkan peranan indra penglihatannya dalam menangkap dan menerjemahkan pesan. Sedangkan pasangan lainnya, tidak menemukan  hambatan yang berarti dalam berkomunikasi dengan pasangannya. Layaknya pernikahan pada umumnya, pernikahan informan tidak pernah lepas dari pertengkaran dan perbedaan pendapat. Masalah komitmen pernikahan seperti keuangan, pendidikan dan pengasuhan anak, perbedaan kerangka berpikir, perbedaan pengalamn visual, perbedaan sifat, serta perbedaan latar belakang budaya seringkali menjadi faktor yang menghambat dalam komunikasi antarpribadi informan dengan pasangannya masing-masing. Ketunanetraan yang telah lama disandang masing-masing informan, pernikahan yang dilandasi rasa cinta, serta kepercayaan yang tinggi kepada pasangannya merupakan faktor yang mendukung komunikasi antarpribadi informan dengan pasangannya dalam membina keluarga harmonis.
WAWASAN PENAFSIRAN ALQURAN DENGAN PENDEKATAN CORAK LUGAWI (TAFSIR LUGAWI) Abdurrahman Rusli Tanjung
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 3 | No. 2 | 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.101 KB)

Abstract

Dalam perjalanan penafsiran Alquran, ulama tafsir mengerahkan tenaga pikirannya agar Alquran dapat dipahami oleh segala lapiran masyarakat. Salah satu metode pendekatan yang sangat signifikan dalam memahami Alquran adalah pendekatan linguistik atau yang lebih dikenal dengan istilah tafsir lugawi.Tafsir lugawi  diperlukan dalam memahami Alquran selain karena Alquran menggunakan bahasa arab yang penuh dengan sastra, balaghah, fashahah, bayan, tamsil dan retorika, Alquran juga diturunkan pada masa kejayaan syair dan linguistik. Bahkan  pada awal Islam, sebagian orang masuk Islam hanya karena kekaguman linguistik dan kefasihan Alquran. Dalam artikel ini penulis membahas tentang bagaimana wawasan penafsiran Alquran dengan pendekatan corak Lugawi.
MASYARAKAT MUSLIM DAN PENDIDIKAN TINGGI DI INDONESIA (Tantangan Dalam Merintis Paradigma Baru) Saiful Akhyar Lubis
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 3 | No. 2 | 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.828 KB)

Abstract

Indonesia dengan dasar negara pancasila berpenduduk mayoritas muslim, tak urung dihadapkan kepada masalah pendidikan tinggi, terutama dalam kaitannya dengan pembangunan. Dalam hal ini, masyarakat muslim Indonesia menyadari betapa seyogyanya reformasi tidak seharusnya lagi hanya dilakukan secara ad hoc dan parsial,  tetapi harus bersifat komprehensif, baik pada tataran konsep maupun penyelenggaraannya; bukan lagi ad hoc dan incremental seperti pada masa silam. Yang terpenting perlu dikembangkan kebijaksanaan makro dan mikro yang menekankan penyiapan anak bangsa dengan seperangkat kemampuan, kecakapan dan motivasi dalam aktualisasi dan institusionalisasi masyarakat madani Indonesia. Karakteristiknya, masyarakat belajar yang tumbuh dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat yang menempatkan pendidikan sebagai proses sepanjang hayat (min al-mahdi ila al-lahd atau long life education) dan menjadikan nation and character building inti dan salah satu tujuan pokoknya.
KONSEP AURAT MENURUT ULAMA KLASIK DAN KONTEMPORER; suatu perbandingan Pengertian dan Batasannya di dalam dan luar Shalat Ardiansyah Ardiansyah
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 3 | No. 2 | 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.745 KB)

Abstract

Aurat merupakan anggota tubuh pada wanita dan pria yang wajib ditutupi menurut agama dengan pakaian atau sejenisnya sesuai dengan batasan masing-masing (wanita dan pria). Jika aurat itu dibuka dengan sengaja maka berdosalah pelakunya. Masing-masing dari wanita dan pria memiliki batasan aurat yang telah ditetapkan syari’at Islam. Oleh karena itu, setiap muslim dan muslimah wajib untuk mengetahui batasannya dan kemudian mentaatinya dengan menjaga auratnya dalam kehidupan sehari-hari. Tulisan ini dikhususkan untuk membahas batasan aurat wanita di dalam dan luar shalat serta permasalahan berkenaan dengannya.
KEDUDUKAN HADIS GARIB SEBAGAI HUJJAH DALAM AJARAN ISLAM Sulidar Sulidar
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 3 | No. 2 | 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.934 KB)

Abstract

Dalam kajian Hadis ditinjau dari segi kuantitas periwayatnya, maka kajian Hadis ini dapat digolongkan kepada dua macam, yaitu mutawatir dan ahad. Mutawatir dibagi lagi kepada dua macam, yaitu mutawatir lafzi dan mutawatir ma’nawi. Sedangkan ahad dibagi kepada tiga macam, yaitu: masyhur, ‘aziz dan garib. Jika ditinjau dari segi kualitas, hadis yang tergolong mutawatir tidak diperlukan lagi untuk diteliti sebab sudah diyakini validitas dan keorisinalitasannya oleh ulama hadis. Berbeda dengan hadis yang tergolong ahad, masih diperlukan penelitian jika ingin dijadikan sebagai sumber ajaran Islam. Sebab, hanya hadis yang tergolong kualitas maqbul (yaitu yang berkualitas sahih dan hasan) yang dapat digunakan sebagai hujjah. Sementara hadis garib merupakan salah satu dari bagian hadis ahad. Berdasarkan itu maka pentingnya artikel ini untuk mengetahui bagaimana sebenarnya kedudukan hadis garib sebagai hujjah dalam ajaran Islam.
KONTEKSTUALISASI HADIS DALAM PRAKTEK KEAGAMAAN MASYARAKAT GLOBAL Nawir Yuslem
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 3 | No. 2 | 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.077 KB)

Abstract

Dalam  status  Hadis  Nabi  SAW  sebagai  sumber  hukum  dan  sumber  ajaran  Islamyang mendampingi   Alquran  yang  proses  penyampaiannya   telah  sempuma   dan  berakhir dengan wafatnya Nabi Muhammad  SAW, sehingga karenanya hukum-hukum  yang dikandungnya  terkait  erat dengan  permasalahan  yang ada pada  masa  itu, terutama  ketika Hadis    tersebut     menjalankan     fungsinya    sebagai    bayan    terhadap     Alquran     yang menjadikan    kandungannya     lebih   bersifat    rinci   dan   operasional.     Sifat   rinci   dan operasional    tersebut    sangat   terkait   dengan   ruang,   waktu   dan   kasus   tertentu.   Oleh karenanya,   untuk   memahami    Hadis,   terutama   dalam   rangka   menjadikannya    sebagai sumber  ajaran di dalam  kehidupan  modern  ini, haruslah  dikaitkan  dengan  konteks  Hadis tersebut datang (asbab  wurudnya),   sehingga penelantaran  terhadap  Hadis, atau bahkan pengingkaran terhadap  Hadis karena kandungannya tidak relevan lagi dengan kehidupan  global  ini, tidak terjadi  dalam kehidupan  ummat  Islam.  Artikel ini mengulas tentang kontekstualisasi dalam paktek keagmaan masyarakat global

Page 1 of 2 | Total Record : 11