cover
Contact Name
Yuniar Siska Novianti
Contact Email
yuniar@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
geosapta@ulm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal GEOSAPTA
ISSN : 24603457     EISSN : 25275844     DOI : -
Jurnal Geosapta- Geosapta is a scientific period journal which is published in every January and July every year, contains scientific articles on Geosciences for Mining Applications from Exploration & Geology, Geomechanics, Coal and Mineral Processing, Management and Mineral-Coal Economic, and Mining Environment.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016" : 12 Documents clear
OPTIMALISASI KEBUTUHAN ALAT ANGKUT PADA TAMBANG TERBUKA MENGGUNAKAN SIMULASI PROGRAM TALPAC Eko Santoso
Geosapta Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i2.4219

Abstract

Program TALPAC (Truck And Loader Productivity Analysis And Costing) merupakan sebuah simulasi komputerisasi yang ditujukan  dalam perencanaan jumlah kebutuhan alat angkut secara cepat dan tepat. Untuk mengetahui apakah perhitungan dengan program TALPAC telah tepat atau close dengan kondisi aktualnya, maka perlu dilakukan sebuah perbandingan produktivitas alat angkut antara kondisi aktual di lapangan dengan produktivitas alat angkut hasil dari program TALPAC serta analisa terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perhitungan pada simulasi program tersebut. Tingkat produktivitas aktual alat angkut sebesar 196.965 ton/bulan, sedangkan tingkat produktivitas alat angkut hasil program TALPAC dengan input parameter lama adalah sebesar 219.300 ton/bulan. Perbedaan tingkat produktivitas keduanya disebabkan oleh adanya perbedaan waktu edar (cycle time) alat angkut antara kondisi aktualnya dengan hasil program TALPAC.         Dilakukan analisis terhadap data input parameter lama untuk program TALPAC dimana melalui pendekatan berdasarkan kecepatan aktual alat angkut yang dibedakan atas musim hujan dan musim kering yang sebelumnya pada parameter lama belum dilakukan. Dengan input parameter kecepatan yang sesuai dengan kondisi aktual didapatkan tingkat produktivitas alat angkut sebesar 206.205 ton/bulan. Ini menunjukan bahwa tingkat produktivitas alat angkut hasil program TALPAC dengan input parameter yang baru lebih mendekati produktivitas alat angkut dengan kondisi aktualnya.         Berdasarkan penelitian ini, maka optimalisasi kebutuhan alat angkut pada tambang terbuka dengan program TALPAC guna mendapatkan jumlah alat angkut yang direncanakan mendekati kondisi aktualnya, input parameter yang ada sebaiknya selalu diperbaharui dan disesuaikan dengan kondisi aktual pada saat itu dan parameter kecepatan dibedakan atas kondisi musim hujan dan musim kering karena perbedaan musim sangat berpengaruh terhadap tingkat produktivitas alat angkut pada sistem tambang terbuka. Kata-kata kunci : TALPAC, alat angkut, produtivitas
EVALUASI PEMBORAN LUBANG LEDAK PADA TAMBANG LIMESTONE Oki Prastio; Agus Triantoro; Riswan Riswan; Kartini Kartini; Jhon Tohom Y.P
Geosapta Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i2.4212

Abstract

Pembongkaran material di Pit Limestone dan Development PT Pama Indo Mining dilakukan dengan kegiatan peledakan. Sebelum kegiatan peledakan, dilakukan kegiatan pemboran untuk penyediaan lubang ledak dengan geometri dan pola tertentu. Penggunaan alat bor harus dioptimalkan agar alat bor tidak sering mengalami kondisi standby yang akan berpengaruh terhadap produktifitas operator serta menyebabkan efektifitas dari alat bor tersebut rendah.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisa waktu kerja operator yang didapatkan melalui time sheet harian operator, menganalisa faktor-faktor yang menyebabkan utilitasi alat bor rendah dan menganalisa kebutuhan alat yang sesuai dengan target pembongkaran material pada pit Limeston dan Development tahun 2015 yang akan dicapai serta mengamati kondisi dari alat bor tersebut dengan menganalisa gangguan yang sering terjadi pada alat bor.Hasil perhitungan menunjukkan bahwa dari target produksi  perusahaan tahun 2015 di Pit Limestone dan Development sebesar 3.191.000 Ton, dengan target  8 lubang ledak per jam untuk 2 unit alat, untuk mencapai  target lubang ledak maka diperlukan perbaikan efisiensi kerja menjadi  60 % dari sebelumnya yaitu 51% dengan mengurangi waktu stanby  dari sebelumnya 6 jam menjadi 4 jam.Faktor yang menyebabkan produktifitas alat bor rendah yaitu faktor Engine Low Power pada unit alat bor furukawa 02 19,69% travel maintenance 20,83%. Sedangkan untuk furukawa 03 pergantian bit 28,85% serta pergantian Shift 27,08%. Setelah dilakukan evaluasi kinerja alat bor dan evaluasi jam kerja efektif, maka alat bor yang diperlukan untuk mencapai target produksi Limestone yaitu berjumlah 2 unit alat bor dengan meningkatkan efisiensi alat bor menjadi 60% dengan jumlah lubang yang harus dibor sebanyak 16.620 lubang/tahun dengan kedalaman 72 meter/jam. Kata-kata kunci : Evaluasi pemboran, effective utilization, produktifitas, target lubang.
ANALISA KELAYAKAN JALAN ANGKUT TAMBANG BERDASARKAN GEOMETRI DAN MATERIAL PERKERASAN JALAN Muhammad Azmi Rahman; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan; Abrar Briando Noure; Ricky Joetra
Geosapta Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i2.4218

Abstract

PT Saptaindra Sejati (SIS) menerapkan metode tambang terbuka yang erat kaitannya dengan aktivitas pengangkutan di jalan tambang. Oleh karena itu, jalan tambang sering dijumpai kerusakan-kerusakan di badan jalan seperti jalan berlubang dan permukaan jalan tidak mulus. Hal ini biasanya disebabkan oleh kondisi jalan yang geometri dan daya dukung tanahnya belum memenuhi standar kelayakan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada metode pengukuran aktual di lapangan dan di laboratorium yang bertujuan untuk mendapatkan hasil pada waktu sekarang. Proses pemecahan masalah menggunakan metode komputasi dan perhitungan disertai data-data berupa peta, gambar, grafik, dan tabel yang dapat membantu dalam penyampaian informasi hasil penelitian.Geometri  yang standar untuk dump truck Caterpillar 789C adalah lebar jalan pada jalan lurus 27 meter, lebar jalan angkut pada tikungan 35 meter, superelevasi maksimal 10 %, cross-slope 2%-4% dan grade maksimum 8%. Kondisi Jalan dengan nilai daya dukung 64% masih dibawah target yaitu 80%. Nilai Uji Laboratorium material perkerasan untuk meningkatkan daya dukung jalan yaitu claystone (Nilai CBR 21.5 %) dan Sandyclay (Nilai CBR 20%). Dari kedua material tadi kita mendapatkan 3 simulasi perencanaan perkerasan jalan untuk menambah daya dukung jalan, yaitu simulasi pertama menggunakan subgrade (tanah asli), subbase (sandyclay) dan base (claystone), simulasi kedua menggunakan subgrade (tanah asli) dan subbase (sandyclay), dan yang terakhir simulasi 3 menggunakan subgrade (tanah asli) dan subbase (claystone). Rambu-Rambu diperlukan guna mengantisipasi terjadinya insiden terhadap alat angkut. Kata-kata kunci: CBR, Claystone, Ramp, Sandyclay
APLIKASI METODE EMPIRIS MINING ROCK MASS RATING DAN MATHEWS STABILITY GRAPH DALAM ANALISIS KESTABILAN OPEN STOPE PADA TAMBANG EMAS BAWAH TANAH Erick Alan Deratama; Romla Noor Hakim; Eko Santoso; Bayu Budi Santoso; Ashri Kurniawan
Geosapta Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i2.4211

Abstract

PT. Natarang Mining merupakan tambang emas bawah tanah yang menerapkan metode sublevel open stoping. Untuk memaksimalkan kapasitas produksi akan dibuat open stope pada Drift West Level 4 di kedalaman 165 m. Penelitian ini dlakukan untuk mengevaluasi kestabilan sill drift dan optimalisasi dimensi stope pada lokasi Drift West Level 4 dengan menggunakan metode Mathews Stability Graph dan Mining Rock Mass Rating (Laubscher and Jacovec, 2001). Metode ini dipilih karena penentuan parameter disesuaikan dengan kondisi tambang bawah tanah seperti efek peledakan, tegangan terinduksi, tingkat pelapukan, kondisi air dan orientasi kekar. Dalam karaketerisasi massa batuan, terdapat tiga jenis batuan pada lokasi penelitian yaitu andesitic massive, prophylitic andesitic vulcanic breccia dan brecciated quartz vein. Berdasarkan pendekatan empiris MRMR dan Mathews Stability Graph lokasi drift west dalam kondisi stabil dengan nilai hydraulic radius 1.16 m. Optimalisasi dimensi pada perencanaan open stope dapat dilakukan dengan memaksimalkan nilai hydraulic radius dengan perencanaan tinggi stope adalah 50 m.  Berdasarkan pendekatan empiris MRMR panjang optimal stope dalam kondisi stabil adalah 39 m pada hanging wall dan 28 m pada vein. Sedangkan pada metode Mathews Stability Graph diperoleh nilai panjang optimal sebesar 15 m pada hangingwall dan 12.5 m pada vein. Kata-kata kunci : MRMR, Q System, Stability Graph, Hydraulic Radius
EVALUASI JALAN TAMBANG UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS ALAT ANGKUT PADA AKTIVITAS PEMINDAHAN OVERBURDEN Tommy Youberth Lambung; Uyu Saismana; Romla Noor Hakim; M. Fakhturozi
Geosapta Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i2.4217

Abstract

Pada kegiatan pemindahan material overburden, jalan tambang merupakan parameter penting untuk menunjang kinerja alat angkut. Proses pemindahan material overburden pada Pit Tutupan Highwall menggunakan alat angkut Komatsu HD 1500-7 dan Komatsu HD 785-7 dengan jarak angkut yang bervariasi 2925 meter dan 3511 meter. Setelah melakukan kegiatan pemindahan overburden diperoleh bahwa travel speed alat angkut tidak tercapai pada jalan angkut tambang sehingga berpengaruh pada ketidaktercapaian produktivitas alat angkut dikarenakan geometri jalan sebagian segmen belum ideal, maka perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui keefektifan jalan angkut yang dilalui alat angkut Komatsu HD 1500-7 dan Komatsu HD 785-7 dalam mencapai target produktivitas dari alat angkut pada Pit Tutupan Highwall. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisis geometri jalan aktual di lapangan, seperti kondisi loading point, kondisi disposal dan kondisi jalan angkut serta faktor-faktor produktivitas seperti cycle time, efisiensi kerja, kecepatan alat angkut, grade resistance, dan rolling resistance.Berdasarkan data aktual selama penelitian didapatkan data produktivitas alat angkut Komatsu HD 1500-7 sebesar 112,43 BCM/Jam dengan target produktivitasnya 120 BCM/Jam untuk perunit dan tingkat ketercapaiannya 93,69%. Sedangkan data produktivitas alat angkut Komatsu HD 785-7 sebesar 78,84 BCM/Jam dengan target produktivitasnya 90 BCM/Jam untuk perunit dan tingkat ketercapaiannya 87,60%.  Berdasarkan data aktual produktivitas alat angkut Komatsu HD 1500-7 dan produktivitas alat angkut Komatsu HD 785-7 belum tercapai sehingga perlu dilakukan evaluasi agar target tercapai. Melalui simulasi perbaikan geometri jalan dan penambahan kecepatan alat angkut maka produktivitas Komatsu HD 1500-7 sebesar 169,01 BCM/Jam ketercapaian sebesar 140,84% sedangkan untuk produktivitas alat angkut Komatsu HD 785-7 sebesar 118,05 BCM/Jam ketercapaian sebesar 131,17%. Kata-kata kunci: Geometri jalan, Travel speed, Cycle time, Produktivitas alat angkut
PERHITUNGAN SUMBERDAYA DAN CADANGAN LIMESTONE DENGAN METODE NEAREST NEIGHBOUR POINT DAN INVERSE DISTANCE SQUARE Agustian Aspiannur; Nurhakim Nurhakim; Romla Noor Hakim; Hafidz Noor Fikri
Geosapta Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i2.4210

Abstract

Kegiatan eksplorasi endapan limestone di lokasi penelitian berupa pemboran eksplorasi full coring menghasilkan 16 titik bor. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat jumlah dan distribusi CaO dan MgO sebagai gambaran perencanaan suplai bahan baku untuk keperluan produksi pabrik.Pemodelan blok pada endapan ini berukuran 25 x 25 x 10 meter menghasilkan 1351 blok dengan luasan area 49 Ha. Berdasarkan analisa bivariate CaO dan MgO didapatkan korelasi yang lemah dan negatif. Estimasi yang dilakukan untuk penentuan kadar adalah metode Nearest Neighbour Point (NNP) dan Inverse distance square (IDS)Perhitungan sumberdaya menggunakan metode NNP didapat sumberdaya terukur sebesar 34.950.000 Ton dengan kandungan kadar CaO Kurang dari 40% sebesar 3.572.000 ton, CaO 40% - 50% sebesar 5.323.000 ton, CaO lebih dari 50% sebesar 26.055.000 ton. Sumberdaya terukur dengan kandungan kadar MgO 1% - 5% sebesar 32.737.500 ton, Lebih dari 5% sebesar 2.212.500 ton. Berdasarkan perhitungan sumberdaya menggunakan metode IDS didapat sumberdaya terukur sebesar 34.950.000 Ton dengan kandungan kadar CaO kurang dari 40% sebesar 381.250 ton, CaO 40% - 50% sebesar 6.293.750 ton, CaO lebih dari 50% sebesar 28.275.000 ton. Sumberdaya terukur dengan kandungan kadar MgO 1% - 5% sebesar 34.950.000 ton dan Lebih dari 5% tidak ada. Berdasarkan nilai cutoff grade kadar CaO >50% dan MgO <5% hasil perhitungan menggunakan metode NNP yaitu didapat cadangan limestone sebesar 26.055.000 ton dan hasil perhitungan menggunakan metode IDS didapatkan cadangan limestone sebesar 28.275.000 ton. Kata Kunci : Limestone, Nearest Neighbour Point, Inverse Distance Square, Sumberdaya terukur, Cutoff grade.
OPTIMALISASI COST PELEDAKAN PADA PEMBONGKARAN LIMESTONE DI PT PAMA INDO MINING Heru Cahyanto; Uyu Saismana; Romla Noor Hakim; John Tohom Y.P
Geosapta Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i2.4216

Abstract

Kegiatan penambangan menggunakan, Metode Quarry dan proses pembongkaran material limestone menggunakan metode peledakan, agar memenuhi target produksi dan memperlancar proses pemuatan dan pengangkutan. Dalam setiap peledakan menghendaki ukuran fragmentasi yang sesuai dengan lebar bukaan fedeer crusher (80 cm) dan nilai Powder Factor (PF) ≤ 0,14 kg/ton. Semakin besar nilai powder factor yang digunakan maka akan semakin banyak bahan peledak yang terpakai dan berakibat meningkatnya cost yang akan dikeluarkan.                Analisa fragmentasi mengunakan tiga variabel yaitu Teoritis Kuz-Ram Hitungan, Teoritis Kuz-Ram Software dan Software Image Analysis. Hal ini dilakukan untuk mengetahui persentase fragmentasi hasil peledakan, hasil dari Image Analysis digunakan untuk menghitung volume boulder.Hasil analisa dengan menghilangkan secondary blasting sehingga didapatkan total cost peledakan yang optimal. Diameter lubang ledak 3’ (76,2 mm) mengunakan geometri burden 2,71 m spacing 3,39 m kedalaman 8,94 m menghasilkan powder factor 0,16 kg/ton, dengan total cost peledakan Rp 225.564,94/lubang. Diameter lubang ledak 3,5’ (88,9 mm) mengunakan geometri burden 3,16 m spacing 3,95 m kedalaman 10,42 m menghasilkan powder factor 0,16 kg/ton, dengan total cost peledakan Rp 327.029,92/lubang. Kata Kunci : Geometri Peledakan, Frgmentasi, Image Analysis, Kuz-Ram, Powder Factor, Cost Peledakan
PERENCANAAN QUARRY BLOK B PT PAMA INDO MINING JOBSITE PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKASA Teguh Hermanto; Nurhakim Nurhakim; Romla Noor Hakim; Yuniar Siska Novianti; Suryadi Suryadi
Geosapta Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i2.4221

Abstract

PT Pama Indo Mining merupakan kontraktor PT Indocement Tunggal Prakasa Jobsite Tarjun, yang melaksanakan kegiatan operasi produksi penambangan limestone, clay dan laterite dengan metode quarry di Blok B. Saat ini Blok B telah memasuki tahapan operasi produksi, namun belum memiliki rancangan akhir dan rencana penambangan, sehingga diperlukan adanya upaya yang sistematis agar penambangan dapat berlangsung dengan baik dan efisien.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey kondisi topografi eksisting di lapangan dengan proses pemecahan masalah menggunakan metode komputasi dan analisa disertai data-data berupa peta, gambar, grafik, dan tabel yang dapat membantu dalam penyampaian informasi hasil penelitian.Dari penelitian ini didapatkan bahwa cadangan limestone yang terdapat pada blok B adalah 8.360.000 m3 high-grade, 2.070.000 m3 medium-grade dan 1.940.000 m3 low-grade. Dimensi single slope quarry adalah perancangan adalah 70°, safety berm 0,8 m dan tinggi 10 m. Elevasi terendah 25 mpdl. Geometri pada perancangan adalah 9 m untuk lebar jalan lurus dan 11 m untuk lebar ditikungan dengan grade maksimum 12 %. Produksi limestone dilakukan selama 8 tahun dengan proses pengambilan sistematis dengan proses blending. Kata-kata kunci: Perencanaan, Perancangan, Cadangan, Blending
PERENCANAAN SISTEM PENYALIRAN TAMBANG PIT 35 PT MULTI HARAPAN UTAMA BLOK TELUK DALAM OPERATION Anggriano Sagar; Agus Triantoro; Uyu Saismana; Zuan Eka Prawita
Geosapta Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i2.4209

Abstract

PT Multi Harapan Utama (PT MHU) selaku pemegang PKP2B untuk melakukan kegiatan penambangan batubara yang beroperasi pada daerah tambang di Teluk Dalam. Penambangan batubara PT MHU menggunakan sistem tambang terbuka (open pit) yang pada kegiatan penambangan akan menghasilkan daerah bukaan tambang pada permukaan kerja (front) penambangan, sehingga selama kegiatan penambangan akan menghadapi masalah air, kondisi inilah yang mengharuskan PT MHU melakukan penanganan masalah air tambang (mine drainage dan mine dewatering). Salah satu cara yang digunakan untuk mengeluarkan air dari dalam tambang ialah dengan sistem pemompaan akan tetapi air yang akan dipompakan sudah bercampur dengan material lumpur. Sedangkan cara untuk mencegah air limpasan masuk ke area penambangan dapat diatasi dengan pembuatan saluran.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisis kemampuan pompa berdasarkan Head atau julang yang ada di tiap triwulan penambangannya yang berbeda-beda sehingga dapat memberikan rekomendasi pemilihan unit pemompaan yang baik atau sesuai dengan kebutuhan tambangnya. Pemilihan unit pompa dilakukan terhadap 6 (Enam) tipe pompa merek Multiflo, meliputi Mf-120, Mf-140, Mf-160, Mf-180, Mf-290, Mf-360. Setelah dilakukan penelitian dan perhitungan pemilihan unit pompa yang digunakan, maka hasil yang diperoleh adalah pada Triwulan I menggunakan pompa tipe MF-140 dengan lama waktu pemompaan 3 hari, Triwulan II menggunakan pompa tipe MF-180 dengan lama waktu pemompaan 2 hari, Triwulan III menggunakan pompa tipe MF-180 dengan lama waktu pemompaan 2 hari, dan Triwulan IV menggunakan pompa tipe MF-180 dengan lama waktu pemompaan 2 hari. Selain itu pembuatan dimensi sumuran yang di asumsikan mampu dalam menampung jumlah debit air hariannya selama 1 tahun penambangan atau 4 (empat) triwulan. Kata-kata kunci: Mine Dewatering, Debit, Pompa, Dimensi   
INVENTARISASI KETERDAPATAN MINERAL DAN BATUAN UNTUK BAHAN BAKU BATU PERMATA Akkas, Andi Muhammad; Nurhakim, Nurhakim; Riswan, Riswan; Kurniawan, Heru Budi
Geosapta Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i2.4214

Abstract

Kecamatan Karang Intan merupakan salah satu kecamatan yang menjadi daerah terdapatnya mineral dan batuan yang bisa menjadi bahan baku batu permata. Kecamatan Karang Intan secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Banjar dengan luas wilayah mencapai 215,35 Km2 atau 4,61 persen dari luas wilayah Kabupaten Banjar.Keanekaragaman bahan baku batu permata yang terdapat di daerah Kecamatan Karang Intan terdiri dari chalcedony, agate, jasper, rhodonite, hematite dan serpentinite. Sebaran bahan baku batu permata jenis chalcedony, agate, dan jasper diperkirakan sebesar 12.806,54 Ha. Sedangkan batu permata kelompok rhodonite, hematite dan serpentinite diperkirakan sebesar 8.436,55 Ha yang secara umum keterdapatannya di pengaruhi oleh 3 (tiga) jenis endapan, yaitu endapan placer, endapan sedimenter dan endapan metamorfik.Kecamatan Karang Intan memiliki daerah yang potensi menghasilkan bahan baku batu permata yang terdiri dari: Bahan baku batu permata jenis chalcedony, agate, dan jasper diperkirakan memiliki daerah yang berpotensi seluas 1200 Ha yang terdapat pada satuan endapan placer di aliran Sungai Riam Kanan. Chalcedony pada endapan sedimenter diperkirakan memiliki daerah berpotensi seluas 200 Ha di Desa Mandikapu Timur. Rhodonite diperkirakan memiliki daerah potensi seluas 900 Ha di Desa Kiram. Hematite diperkirakan memiliki daerah potensi seluas 100 Ha di Desa Kiram. Serpentinite diperkirakan memiliki wilayah potensi seluas 400 Ha di Desa Kiram. Kata-kata kunci: Batu permata, rhodonite, endapan.

Page 1 of 2 | Total Record : 12