cover
Contact Name
Dr. Ir. Lestari Ujianto, M.Sc.
Contact Email
ujianto@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cropagro@unram.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy
Published by Universitas Mataram
ISSN : 19788223     EISSN : 26215748     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram yang memuat tulisan berupa hasil penelitian yang terkait dengan bidang budidaya tanaman, terbit enam bulan sekali. Redaksi menerima naskah dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI ENDOFITIK ACTINOMYCETES DARI TANAMAN PADI LOKAL LOMBOK Erna Listiana1; Dwi Ratna Anugrahwati1; Irwan Muthahanas2
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Empat isolat endofitik actinomicetes diperoleh dari jaringan sehat tanaman padi lokal Lombok. Isolasi menggunakan dua jenis media yaitu Water Yeast Extract Agar dan Yeast Extract Cassamino Acid Agar. Karakteristik masing-masing isolat berbeda yaitu pada substrat micelia, aerial micelia, spora dan pigmen yang dikeluarkan. Salah satu isolat yaitu EL41 memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan jamur fitopatogenik Fusarium sp. and Rhizoctonia solani. ABSTRACT Four strains of endophytic actinomycetes were isolated from stem and leaves tissues of healthy Lombok local rice. The isolation used 2 types of poor-nutrient media, that is Water Yeast Extract Agar and Yeast Extract Cassamino Acid Agar. Each strain has different characteristics on substrate mycelia, aerial mycelia, spore and reverse pigment. One strain, EL41 has strong ability to inhibit the growth of phytopatogenic fungi Fusarium sp. and Rhizoctonia solani.
POTENSI JAMUR FUSARIUM SP. SEBAGAI AGEN PENGENDALI HAYATI GULMA ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) Mohamad Taufik Fauzi; Murdan .
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Crop Agro pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang bertujuan untuk menguji potensi jamur Fusarium sp. sebagai agen pengendali hayati gulme eceng gondok telah dilakukan di rumah plastik Fakultas Pertanian Universitas Mataram, Percobaan faktorial dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAK) yang terdiri dari dua faktor yaitu lama kebasahan dan waktu aplikasi. Perlakuan lama kebasahan terdiri dari 0, 3, 6, 9, atau 12 jam dan aplikasi dilaksanakan pada pagi atau sore hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit yang ditimbulkan oleh Fusarium sp. pada eceng gondok lebih parah dan berkembang lebih cepat ketika eceng gondok dipaparkan pada suhu yang lebih tinggi segera setelah inokulasi, dan tidak tergantung pada lama kebasahan ketika diaplikasikan pada pagi hari. Jamur ini tidak dapat menginfeksi beberapa tanaman budidayam sehingga aman digunakan sebagai agen pengendali hayati gulma eceng gondok. ABSTRACT A research aimed at investigating the potency of a fungal species (Fusarium sp.) as a biological control agent of water hyacinth had been conducted in a glasshouse of Faculty of Agriculture the University of Mataram. These factorial experiments were designed according Randomized Completely Design (CRD) and consisted of wetness duration and time of application. Wetness duration treatments consisted of 0, 3, 6, 9, or 12 hours applied either in the morning or in the afternoon. The results showed that the disease produced by Fusarium sp. on water hyacinth was severer and progressed faster when exposed to higher temperature soon after inoculation, and was not depended on wetness duration when applied in the morning. This fungus could not infect several crop plants; thereby it is safe to be applied as a biological control agent of water hyacinth.
PENGARUH JARAK TANAM DAN POLA BARISAN JAGUNG TERHADAP HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) YANG DITANAM-SISIP DI ANTARA BEKAS BARISAN JAGUNG Jabbar Akraf, I Ketut Ngawit dan Astam Wiresyamsi
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Crop Agro budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan pola barisan jagung terhadap hasil kedelai yang ditanam sisip di antara barisan jagung. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Mataram yang bertempat di desa Nyurlembang Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat NTB. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan Split Splot yang terdiri atas dua faktor yaitu (1) Faktor jarak tanam jagung (J) sebagai petak utama yang terdiri atas tiga aras perlakuan jarak tanam yaitu jarak tanam J1 = 75 cm x 40 cm, J2 = 60 cm x 40 cm, dan J3 = 50 cm x 40 cm. Faktor Pola Barisan (P) sebagai anak petak terdiri atas dua aras perlakuan yaitu P1 (sistem reguler) dan P2 (sistem rel). Masing-masing kombinasiperlakuan diulang sebanyak tiga kali. Data dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA) dan diuji lanjut dengan BNJ (Beda Nyata Jujur) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara jarak tanam (J>< P) tidak berpengaruh terhadap semua variabel yang diamati. Faktor jarak tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang dan berat biji kedelai/rumpun, sedangkan pada variabel lain tidak berpengaruh nyata. ABSTRACT This research aims to know the influence of planting and spacing patterns of corn rows of soybeans yield planted insert between rows of corn. This research was carried out in the trial experimental land of the Faculty of Agriculture University of Mataram in the village of Nyurlembang Narmada West Lombok Regency, NTB. This recereh using experimental methods with Split Splot consisting of two factors, namely (1) the distance factor of planting corn (J) as the main plot which consists of three levels of treatment i.e. trunks J1 = 75 cm x 40 cm, J2 = 60 cm x 40 cm, and the J3 = 50 cm x 40 cm. (2) Pattern Range Factor (P) as the sub plot consists of two levels of reguler system(P1) and rel system (P2).Each combine of treatment replicated tree times.Data analyzed with analysis of variance (ANOVA) and tested with HSD (Honestly Signifiance Difference) at the 5% level. The results showed that the interaction between the trunks (J) with the spacing (P) does not have an effect on all variables were observed. Planting distance factors influence the amount of real branches and heavy soybean seed/clump, while the other variables have no effect.
PENGARUH MASUKAN PUPUK KANDANG SAPI, GYPSUM, DAN MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) DI KECAMATAN KEDIRI LOMBOK BARAT Nurdin Hanan; R. Sutriono; I Putu Silawibawa
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 10 No 01 (2017): jurnal Crop Agro Januari 2017
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh masukan pupuk kandang sapi, gypsum dan mikoriza terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah (Arachis hypogaea L.) Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan percobaan lapangan di Kecamatan Kediri Lombok Barat pada bulan Mei-Agustus 2016. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 21 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman umur 42 hst, jumlah cabang umur 56 hst, berat berangkasan polong kering, berat berangkasan kering tanaman tanpa polong, jumlah polong isi, dan berat biji per rumpun. Pertumbuhan terbaik terlihat pada parameter tinggi tanaman umur 70 hst dan jumlah cabang umur 56 hst. Pada perlakuan P6 tinggi tanaman rata-rata 55,2 cm dan jumlah cabang pada umur 56 hst adalah 6,267 cabang. Hasil produksi terbaik terlihat pada rata-rata berat biji per rumpun dengan perlakuan P6 (Mikoriza, Gypsum, dan pupuk kandang sapi) dengan berat rata-rata 15,926 g. ABSTRACT This study aims to determine the influence of input of cow manure, gypsum, and michoryza to the growth and yield of peanut (Arachis hypogaea L.). The method used was an experimental method. This research was conducted in Kediri, West Lombok on May - August 2016. The field design used was Randomized Completely Block Design (RCBD) with 7 treatment which repeated 3 times to obtain 21 experimental units. The result of this study showed that the treatment has a significant effect to the parameter of the plant height on 42 day after sowing (das), the number of branch plant on 56 das, weight of pod dry stover, weight of dry stover without pod, number of pod, and weight of seed/clump. The best growth showed by parameter of plant height on 70 das and number of branch on 56 das. On the treatment P6, mean of the plant height was 55,2 cm and the number of branch on 56 das was 6,267 of branch. The best yield showed by mean of the weight of seed/clump on P6 treatment (Michoryza, Gypsum, and Cow manure) with the mean weight of 15,926 g.
ISOLATION OF NEW 1DS/1RS WHEAT_RYE RECOMBINANTS (ISOLASI REKOMBINAN BARU GANDUM-RYE 1DS/1RS) Dwi Ratna Anugrahwati1
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 2 No 1 (2009): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The wheat-rye translocation 1DL.1RS has been used to introduce stem rust disease resistance associated with the 1RS chromosome, however, cultivars carrying this translocation exhibit deleterious end-use quality. The aim of the experiment was to screen and isolate additional wheat-rye recombinants, in order to eliminate or reduce these deleterious effects of the rye chromosome 1RS when transferred to wheat. Besides their potential use in wheat improvement, a series of new wheat-rye recombinants could find application in mapping activities with other genes. Using the presence of the SEC‑1 marker as an indication of the 1RS chromosome segment, several suspected recombinants were isolated. The frequency of recovery of suspected recombinants of phenotypes “TRI‑D1+GLI‑D1-SEC‑1+” and “TRI‑D1-GLI‑D1+SEC‑1+” ranged from 0.6 to 6 % in families 1 to 3. However, family 4 showed a much higher than expected frequency of these suspected recombinant chromosomes (24.4%). A model was proposed to explain the nature of Family 4 based on homozygosity for the 1DL.1RS translocation and the presence of two recombinants chromosomes involving the short arm of group 1 chromosomes. ABSTRAK Translokasi gandum-rye 1DL.1RS digunakan untuk mengintroduksi ketahanan terhadap penyakit karat batang yang terletak pada kromosom 1RS, tetapi kultivar pembawa tranlokasi ini menunjukkan kualitas produk akhir yang jelek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengisolasi rekombinan gandum-rye baru, untuk mengurangi efek kurang menguntungkan dari kromosom 1RS ini jika ditransfer ke tanaman gandum. Disamping pentingnya dalam perbaikan kualitas gandum, serangkaian rekombinan akan bermanfaat bagi kegiatan pemetaan gen-gen lain. Dengan menggunakan marker protein SEC-1 sebagai indikator keberadaan segmen kromosom 1RS, beberapa rekombinan telah diisolasi. Frekuensi rekombinan “TRI‑D1+GLI‑D1-SEC‑1+” dan “TRI‑D1-GLI‑D1+SEC‑1+” berkisar 0.6 – 6% pada famili 1-3, tetapi famili 4 menunjukkan frekuensi jauh lebih tinggi (24.4%). Suatu model dirancang untuk menjelaskan keadaan ini berdasarkan homosigositas translokasi 1DL.1RS dan keberadaan 2 rekombinan kromosom yang melibatkan lengan pendek kromosom grup 1 pada gandum.
Pengujian Daya Hasil Pendahuluan Kacang Sayur Hibrida Ungu Pada Dua Lokasi Yang Berbeda Agroekosistemnya Uyek Malik Yakop
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 11 No 2 (2018): Jurnal cropagro juli 2018
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.346 KB)

Abstract

Kacang sayur berpolong ungu ini telah mengalami 7 kali seleksi, sehingga sudah menunjukkan keseragaman yang cukup tinggi, warna polongnya sudah lebih dri 95% berwarna ungu. Warna polong ungu sangat terkait dengan kandungan anthosianin. Semakin ungu warna polongnya menunjukkan semakin tinggi kandungan anthosianinnya. Oleh karena itu perlu adanya pengujian daya hasil pendahuluan beberapa galur kacang sayur hasil seleksi pada dua lokasi yang berbeda agroekosistemnya yaitu di lahan kering dan di lahan Sawah untuk melihat indek sensitifitas dan adaptasinya. Kacang sayur hibrida ini diperoleh melalui hibridisasi antar spesies kacang tunggak (Vigna unguiculata L. Walp.) varietas lokal NTB dengan kacang panjang (Vigna sesquipedalis L. Fruwirth). Tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan varietas unggul baru kacang sayur hibrida ungu yang kandungan Protein dan Anthosianinnya tinggi, toleran terhadap kekeringan, tanpa lanjaran dalam sistem budidayanya serta produksinya tinggi. Kegiatan penelitian ini merupakan rangkaian penelitian sebelumnya yang telah dilakukan berupa hibridisasi antara kacang tunggak dengan kacang panjang yang dilanjutkan seleksi hingga generasi ketujuh. Sepuluh galur akan ditanam untuk pengujian pada lahan kering di Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara dan lahan sawah di Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Karakter yang diamati yaitu warna polong, jumlah polong per tanaman, panjang polong, diameter polong, kelunakan polong, bobot polong segar, jumlah biji per polong, diameter batang, jumlah cabang produktif, dan umur panen.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1). Galur kacang hibrida nomor 85 (GKH85) mempunyai daya hasil yang paling tinggi dibandingkan galur yang lain tetapi tidak berbeda nyata dengan galur kacang hibrida nomor 51 (GKH51); 2). Koefisien keragaman genetik adalah berkisar 7,04 hingga 46,30. Nilai heritabilitas arti luas adalah berkisar antara 17,9 hingga 86,2 lebih besar dibandingkan dengan heritabilitas arti sempit berkisar antara 11,8 hingga 67,9; 3). Jumlah polong per tanaman memiliki korelasi yang positif nyata terhadap hasil sehingga dapat dijadikan sebagai kreteria seleksi untuk perbaikan hasil
INVENTARISASI DAN DESKRIPSI JAMUR YANG BERASOSIASI DENGAN AKAR TANAMAN GAHARU TERINFEKSI BUSUK AKAR DI PUSAT PENGEMBANGAN GAHARU SENARU Murdan .
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Crop Agro pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan mendeskripsikan jamur yang berasosiasi dengan akar tanamaman gaharu yang terinfeksi busuk akar di Pusat Pengembangan Gaharu Senaru. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode deskriptif, dengan melakukan pengamatan menggunakan mikroskop mengenai ciri morfologi isolat jamur dari tanaman gaharu busuk akar. Ciri-ciri morfologi jamur yang ditemukan didokumentasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan tujuh isolat jamur yang berasosiasi dengan akar atau pangkal batang tanaman gaharu yang terinfeksi busuk akar di kawasan Pusat Pengembangan Gaharu Senaru, yaitu dua isolat diidentifikasi masing-masing sebagai genus Fusarium dan Rhizopus, sedangkan lima isolat lainnya belum teridentifikasi. ABSTRACT This research aimed to identify fungus associated with agarwood root infected root rot in Senaru Agarwood Development Centre. This research carried out descriptive method, with observation to fungus used microscope. The observation was morphology character of fungus isolates found out on root rot of agarwood. Result of research had found 7 fungus isolates associated with roo rot. Two isolate were identified as Fusarium genus and Rhizospus, whereas 5 others were not identified.
AJ THE EFFECT OF ORGANIC, INORGANIC AND BIOFERTILIZERS APPLICATION ON PHYSICAL PROPERTIES OF SOIL PLANTED WITH RED CHILI Anharil Jannah
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 12 No 01 (2019): Jurnal Crop Agro Januari 2019
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.726 KB) | DOI: 10.29303/caj.v12i01.239

Abstract

Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik, anorganik dan pupuk hayati terhadap sifat fisik tanah yang ditanami tanaman cabai merah. Percobaan ini dilaksanakan dari bulan April 2018 hingga Juli 2018. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Lengkap yang terdiri dari 8 perlakuan yaituP0 = TanpaPerlakuan (Kontrol), P1 = 100% PupukAnorganik (NPK) rekomendasi250 kg/ha, P2 = 100% PupukOrganik (KomposKrinyu) rekomendasi 10 ton/ha, P3 = 100% PupukHayati (Bio-Extrim) rekomendasi 2 liter/ha, P4 = Kombinasi 50% NPK + 50% KomposKrinyu, P5 = Kombinasi 50% NPK + 50% Bio-Extrim, P6 = Kombinasi 50% KomposKrinyu + 50% Bio-Extrimdan P7 = Kombinasi 33,3% NPK + 33,3% KomposKrinyu + 33,3% Bio-Extrim. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 24 plot percobaan. Data hasilpercobaandianalisismenggunakananalisiskeragaman (Analysis of varian)padatarafnyata 5%. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwapemberianpupuk organik, anorganik dan pupuk hayati tidak memberikan pengaruh terhadap perubahan sifat fisik tanah. Hal ini dikarenakan sifat fisik tanah tidak dapat berubah secara signifikan pada jangka waktu yang singkat. Tetapi pemberian pupuk berpengaruh pada berat berangkasan basah tanaman cabai merah.
Evaluasi Karakter Keturunan F3 Hasil Persilangan Melon bulat kuning (Cucumis melo. L) dengan Blewah lonjong (Cucumis melo L. kelompok Cantalupensis) Karwati Zawani
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 12 No 01 (2019): Jurnal Crop Agro Januari 2019
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.388 KB) | DOI: 10.29303/caj.v12i01.244

Abstract

Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian hibridisasi antar spesies melon bulat kuning dengan blewah lonjong lokal. Dalam penelitian tahap ketiga ini dilakukan evaluasi generasi F3 dari hasil hibridisasi tersebut dengan tujuan untuk mendapatkan informasi ciri kualitatif dan kuantitatif buah keturunan F3. Benih untuk keperluan penelitian ini dipilih hasil seleksi dari populasi tanaman keturunan F2 yaitu: (1) benih dari buah dengan karakter kulit berjaring, daging buah warna oranye; (2) benih dari buah dengan karakter kulit buah beralur bergaris, daging buah warna oranye dan (3)benih yang diambil dari buah dengan karakter kulit mulus, daging buah warna putih hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah keturunan F3 mempunyai ciri yang bervariasi. Bobot buah berkisar antara 0,282 kg dan 1,3 kg dengan tingkat kemanisan berkisar antara 2-4 brix. Dari pengamatan kualitatif diketahui bahwa ada buah yang masih membawa ciri masing-masing tetua, ada yang merupakan penggabungan sifat kedua tetua, dan ada yang menunjukkan ciri yang benar-benar baru. Seleksi lanjutan masih dilakukan untuk mendapatkan buah dengan ciri yang baik secara kuantitas dan kualitas.
EFEKTIVITAS PUPUK PETROBIO DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KOL BUNGA (Brassica oleracea var. botrytis L.) Muhammad Suryadi; Mulyati Mulyati; I Komang Damar Jaya
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 12 No 01 (2019): Jurnal Crop Agro Januari 2019
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.87 KB) | DOI: 10.29303/caj.v12i01.260

Abstract

ABSTRAK Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas lahan dan produksi tanaman adalah dengan mengaplikasikan pupuk hayati dan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan mempelajari efektivitas dari pemberian pupuk hayati Petrobio dan pupuk anorganik NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kol bunga (Brassica oleraceea var. botrytis L.). Satu percobaan lapang dilaksanakan dari bulan April sampai dengan Juni 2017 di Desa Perian, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Perlakuan yang diuji terdiri atas dua faktor, yaitu faktor pupuk Petrobio dan faktor dosis pupuk NPK. Pupuk Petrobio (P) terdiri atas tiga aras yaitu: p0= 0 kg , p1= 30 kg , p2= 60 kg dan faktor kedua, dosis pupuk NPK (K), terdiri atas dua aras yaitu: k1= 150 kg , k2= 300 kg . Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial 3x2, masing-masing perlakuan diulangi 3 kali sehingga didapat 18 unit perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas Petrobio meningkat dengan meningkatnya dosis dibarengi dengan dosis pupuk NPKyang tinggi. Hasil terbaik didapat dari interaksi antara dosis Petrobio 60 kg dan NPK 300 kg yang menghasilkan rerata tertinggi pada berat berangkasan basah. ABSTRACT One of the ways to improve land and crop productivity is by applying biofertilizer and inorganic fertilizer. The aim of this research was to study effectivity of biofertilizer of Petrobio and inorganic fertilizer of NPK applications on growth and yield of cauliflower (Brassica oleraceea var. botrytis L.). One experiment was conducted from April to July 2017 in Perian village, sub-district of Montong Gading, East Lombok, Nusa Tenggara Barat. Treatments tested consisted of two factors, Petrobio fertilizer and NPK fertilizer. Petrobio fertilizer (P) consisted of three levels, namely: p0= 0 kg , p1= 30 kg , p2= 60 kg and the second factor, NPK fertilizer dosage, consisted of two levels, k1= 150 kg and k2= 300 kg . The treatments were arranged in a 3 x 2 factorial using Randomized Block Design with three replications. All together there were 18 experimental units tested. The results of the experiment showed that Petrobio effectivity increased with the increased of dosage following a high dosage of NPK fertilizer. The best result was achieved in an interaction of Petrobio 60 kg and NPK 300 kg that resulted in the highest of fresh weight of the crop biomass.