cover
Contact Name
Dr. Ir. Lestari Ujianto, M.Sc.
Contact Email
ujianto@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cropagro@unram.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy
Published by Universitas Mataram
ISSN : 19788223     EISSN : 26215748     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram yang memuat tulisan berupa hasil penelitian yang terkait dengan bidang budidaya tanaman, terbit enam bulan sekali. Redaksi menerima naskah dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
KEANEKARAGAMAN SERANGGA PENGUNJUNG BUNGA KOPI DI HUTAN KEMASYARAKATAN LANTAN KECAMATAN BATUKLIANG UTARA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Harri Irawan Setiawan; Bambang Supeno; Tarmizi Tarmizi
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 10 No 01 (2017): jurnal Crop Agro Januari 2017
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman serangga pengunjung bunga di HKm Lantan Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan dengan teknik survei lapangan dengan pengamatan terhadap serangga pengunjung bunga kopi di HKm Lantan. Penggumpulan data menggunakan teknik ayunan pada daerah sekitar bunga kopi dengan total 16 ayunan per pohon kopi dalam waktu satu minggu sebanyak 4-5 hari selama fase pembungaan. Contoh serangga yang diperoleh selanjutnya diamati ciri-ciri morfologinya di Laboratorium Biologi Fakultas MIPA Universitas Mataram dan kemudian didata untuk dihitung keragaman dan kelimpahan relatif serangga. Hasil penelitian menunjukan bahwa serangga pengunjung bunga kopi di HKm Lantan Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah terdiri dari 6 Ordo dan 16 Famili serangga di antaranya Ordo Hymenoptera, Ordo Neuroptera, Ordo Diptera, Ordo Lepidoptera, Ordo Coleoptera, Ordo Hemiptera, dan dianteranya ditemukan Famili Colletidae, Famili Apidae, Famili Tiphiidae, Famili Ichneumonidae, Famili Myrmeleonidae, Famili Stratiomyide, Famili Tabanidae, Famili Asilidae, Famili Chamaemyiidae, Famili Syrphidae, Famili Scarabaeidae, Famili Tenebrionidae, Famili Coccinelinae, Famili Grasillariidae, Famili Reduviidae, dan Famili Nabidae, dimana tingkat keanekaragaman serangga pengunjung bunga kopi tergolong rendah dengan jumlah serangga yang dominan didapat sebanyak 171 ekor dengan nilai indeks keanekaragaman tertinggi yaitu 0,2375 dari Ordo Hymenoptera, Famili Apidae. ABSRTRACT This study aimed to determine the diversity of insects in the ecosystem coffee flower visitors HKm Lantan Kecamatan Batukliang Utara Kebupaten Lombok Tengah. This research is a descriptive study conducted by field survey techniques by observing insects flower visitors coffee in HKm Lantan. Data collection by swing technique on the area of coffee flowers for total swing of 16 swings per coffee tree within one week as much as 4-5 days during the flowering phase. Insect samples obtained their morphology observed in the Laboratorium Biologi Fakultas MIPA Universitas Mataram and then recorded to quantify the diversity and relative abundance of insects. The results showed that the insects visitors floral coffee in Hutan Kemasyarakatan Lantan Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah there are 6 of the Order and 16 Family insects among which the Order Hymenoptera, Order Neuroptera, Order Diptera, Order Lepidoptera, the Order Coleoptera, Order Hemiptera and were found Famili Colletidae, Family Apidae, family Tiphiidae, Family Ichneumonidae, Family Myrmeleontidae, Family Stratiomyidae, family Tabanidae, Family asilidae, Family Chamaemyiidae, family Syrphidae, family Scarabaeidae, Family Tenebrionidae, Family Coccinelinae, Family Grasillariidae, family Reduviidae, and family Nabidae, where the level of diversity of insects coffee flowers visitors is low, where the number of insects were the dominant gained as much as 171 tails with the highest diversity index value is 0.2375 from the Order Hymenoptera, Family Apidae.
KERAGAMAN GENETIK BEBERAPA SIFAT DAN SELEKSI KLON BERULANG SEDERHANA PADA TANAMAN BAWANG MERAH KULTIVAR AMPENAN Aris Budianto1; Ngawit1 .; Sudika2 .
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 2 No 1 (2009): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik beberapa sifat tanaman bawang merah Kultivar Ampenan dan memperbaiki sifat-sifat umbi bibit selama tiga siklus serta persentase susut selama penyimpanan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik survei serta observasi langsung pertanaman petani. Sedangkan seleksi menggunakan metode seleksi klon berulang sederhana. Survei dan observasi dilakukan di tiga wilayah sentral produksi bawang merah kultivar Ampenan, yaitu desa Bongor, Mamben dan Swela. Data hasil pengamatan dianalisa dengan analisis ragam. Seleksi klon berulang sederhana dilakukan dengan memilih sebanyak 10 persen rumpun yang jumlah daun dan jumlah umbi per rumpun sesuai dengan kriteria umbi bibit. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa keragaman genetik antar sifat yang diamati berbeda dilihat dari nilai koefisien keragaman genetiknya (KKG). Nilai KKG tertinggi diperoleh pada jumlah daun per rumpun, yakni 39,15 % dan terendah pada tinggi tanaman sebesar 1,60 %. Telah dilakukan seleksi klon berulang sederhana selama tiga siklus dan diperoleh populasi F3 , yaitu 20 klon harapan. Persentase susut berat umbi yang disimpan selama 3 bulan untuk populasi dasar sebesar 17,43 % dan populasi F1 14,28 %. ABSTRACT The aims of this research were to know genetic variance of several traits on Ampenan cultivar of onion, to improve the traits of their seed bulbs for three cycles, and to minimaize seed bulbs weight reduction percentage during storage. In this research, the descriptive method was used, through survey technique and direct observation on farmers’ plantation, while for selection, a simple recurrent technique was used. Survey and observation were done at three central production areas of Ampenan onion, i.e. in Bongor, Mamben and Swela villages. Data were analyzed using analysis of variance. The simple recurrent clone selection was done by selecting 10 percent of onion clumps having leaves and bulb number in accordance with criteria of bulb seeds. Results indicated that genetic variances between observed traits were different based on their coefficients of genetic variability. The highest coefficient of genetic variability was obtained on leaf number per clump, i.e. 39.15%, and the lowest value was obtained from plant height, i.e. only 1.60%. From the simple recurrent clone selection, F3 populations were obtained, 20 expected clones. The percentage of bulb weight reduction that stored during three months for base population was 17.43 % and F1 population was 14.28 %.
I KERAGAMAN, HERITABILITAS DAN KORELASI GENOTIPIK JAGUNG KULTIVAR LOKAL KEBO HASIL SELEKSI MASSA DALAM SYSTEM TANAM TUMPANGSARI Ir. Idris, MP.
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 11 No 2 (2018): Jurnal cropagro juli 2018
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.037 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman tanaman setelah diseleksi, heritabilitas dalam arti luas dan korelasi genotipik antar hasil dengan sifat-sifat lain. Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok dalam lima perlakuan populasi jagung kultivar local Kebodan varietas unggul Gumarang sebagai pembanding. Data dianalisis dengan analisis keragaman pada taraf nyata 5 % dan fenotipe, heritabilitas dan korelasi geotipik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi jagung kultivar local Kebo masih menunjukkan keragaman yang tinggi sehingga belum dapatdilepas sebagai varietas unggul.Semua sifat memiliki nilai heritabilitas dalam arti luas yang tinggi kecuali diameter tongkol (sedang) dan berat biji pipil kering per tongkol (rendah). Jumlah daun, panjang tongkol dan diameter tongkol memiliki korelasi genetik yang positif nyata terhadap berat biji pipil kering per tongkol. Kacang tanah yang ditanam pada populasi jagung kultivar local kebo hasil seleksi massa menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dan berbeda nyata dengan kacang tanah yang ditanam pada varietas Gumarang.
PENGARUH DOSIS APLIKASI Arthrobotrys dactyloides DALAM PELLET GUM-ARABIK TERHADAP PENETRASI MELOIDOGYNE JAVANICA PADA AKAR, PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT Sudirman .
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektifitas Arthrobotrys dactyloides dalam formulasi pellet gum-arabik untuk mengendalikan nematoda di dalam tanah. Pelet dengan kualitas yang baik diproduksi. Percobaan pot disiapkan untuk menguji pengaruh dosis aplikasi terhadap penetrasi Meloidogyne javanica pada akar, pertumbuhan, dan hasil tanaman tomat. Pellet diaplikasikan dengan empat dosis yang berbeda; 0.2%, 0.4%, 0.6%, 0.8% (b/b). Pot tanpa pellet disiapkan sebagai control. Percobaan dilaksanakan dengan menggunakan bibit tomat berumur 20 hari. Pengamatan dilakukan pada parameter jumlah puru, jumlah kantung telur, tinggi tanaman, panjang akar, berat basah tanaman, berat kering tanaman, jumlah buah dan berat buah. Percobaan dilaksanakan dengan Rancangan Acak Lengkap dengan lima ulangan tiap perlakuan. Data dianalisa dengan Analisis Keragaman. Bilamana rasio keragaman berbeda nyata, maka rata-rata perlakuan diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil pada taraf nyata 5%. Hasil percobaan menunjukkann bahwa kecuali dosis 0,2% (b/b), semua dosis pellet yang mengandung A. dactyloides secara nyata mengurangi jumlah puru dan jumlah kantung telur M. javanica, yang berakibat pada peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. ABSTRACT This study aimed at determining the effectiveness of A. dactyloides formulated in gum arabic pellets in controlling nematodes in soil. Pellets with good characteristics were produced. Pot experiments were set to test effects of rate of application on M. javanica penetration on root, growth, and yield of tomato. Pellets were applied at four different rates of application; 0.2%, 0.4%, 0.6%, 0.8% (w/w). Pots with no pellets were prepared as controls. The experiment was conducted with 20-day tomato seedlings in pots. Observation was taken for number of galls, number of egg masses, plant height, root length, plant wet-weight, plant dry-weight, number of fruits, and fruit weight. The experiment was conducted with Completely Randomized Design with five replicates each. Data were analyzed with analysis of variance. When the variance ratio (F) was significant, means for each treatment in each experiment was separated using a least significant difference test at 5% significant level. Results of experiments showed that except treatment 0.2% (w/w), all dosage treatments of pellets containing A. dactyloides significantly reduced number of galls and number of egg masses of M. javanica, resulted in improvement of tomato growth and yield.
KEBERADAAN HAMA PENTING TEMBAKAU VIRGINIA PADA DUA WAKTU TANAM YANG BERBEDA DI LOMBOK TENGAH 1Adirman, 2Tarmizi,DAN 2Sudardmaji Rahardjo
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 5 No 1 (2012): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tembakau Virginia termasuk salah satu komoditi pertanian strategis untuk Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dimana peningkatan produksi tembakau mengalami berbagai kendala salah satunya adanya serangan hama. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu tanam terhadap keberadaan hama penting tembakau virginia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang dilakukan di Puyung Lombok Tengah pada pusat Research Training Farm. PT. Sadhana Arif Nusa, dari Bulan Mei sampai September 2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman pada bulan Mei populasi tertinggi Spodoptera litura pada umur tanaman 59 hst dengan rata-rata populasi sebesar 4,808 ekor/rumpun, Helicoverpa armigera pada umur 52 hst dengan rata-rata populasi 1,473 ekor/rumpun dan Bemisia tabaci pada umur 59 dengan rata-rata populasi sebesar 1,547 ekor/rumpun. Sedangkan pada penanaman bulan Juni populasi Spodoptera litura tetinggi pada umur 45 hst dengan rata-rata populasi sebesar 1,315 ekor/rumpun. Helicoverpa armigera tertinggi pada umur 38 dengan rata-rata populasi 0,649 ekor/rumpun dan Bemisia tabaci tertinggi pada umur 38 dengan rata-rata populasi sebesar 1,027 ekor/rumpun.. Berdasarkan hasil dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa populasi hama Spodoptera litura, Helicoverpa armigera dan Bemisia tabaci, lebih tinggi pada bulan Mei dibandingkan bulan Juni sehingga dapat disarankan hendaknya memonitoring terhadap keberadaan hama Spodoptera litura, Helicoverpa armigera dan Bemisia tabaci pada tanaman tembakau virginia lebih diintensifkan pada saat tanaman masih muda. ABTRACT The Virginia tobacco is one of the strategic agricultural commodities for the West Nusa Tenggara Province (NTB) where pest attack is becoming the main problem on increasing the tobacco production. The research determined the effect of planting time on the existence of tobacco virginia pest. A descriptive method was used in this reserach, and the reserach was conducted in Puyung regency of Central Lombok (PT. Sadhana Arif Nusa) from May to September 2009. The results show that on May, the highest pest population was Spodoptera litura at the plant age of 59 HST with an average population of 4.808 individuals/clump , Helicoverpa armigera was at the age of 52 HST with an average population 1,473 head/clump and Bemisia tabaci was at age 59 with an average population of 1,547 individuals/clump . While in June the population of Spodoptera litura was at the age of 45 HST in an average population of 1,315 individuals/clump . Helicoverpa armigera was highest at the age 38 with an average population of 0.649 individuals/clump and Bemisia tabaci was highest at the age 38 with an average population of 1,027 individuals/clump. It can be concluded that the pest population of Spodoptera litura, Helicoverpa armigera and Bemisia tabaci, grow higher in May than June. Monitoring the presence of pest Spodoptera litura, Helicoverpa armigera and Bemisia tabaci in virginia tobacco should be intensified in the younger of the plant age.
UJI DAYA HASIL GALUR-GALUR HARAPAN PADI GOGO ( Oryza sativa L. ) PADA LAHAN KERING DI DUSUN JUGIL KABUPATEN LOMBOK UTARA Santoso Wibisono; Dwi Ratna Anugrahwati; dan Sumarjan
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 9 No 2 (2016): jurnal Crop Agro Januari 2016
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi daya hasil 12 galur harapan padi gogo, dengan 2 varietas unggul sebagai pembanding hasil. Penelitian ini dilakukan di Dusun Jugil, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara pada bulan Februari sampai dengan bulan Mei 2014. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 14 perlakuan (12 galur harapan dan 2 varietas unggul pembanding (Gajah Mongkar dan Lumboto). Setiap perlakuan diulang 4 kali, sehingga diperoleh 56 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa G7( SDM9-18-MR-4 (BB.PADI) ) merupakan galur yang setara dengan varietas pembanding pada parameter jumlah gabah berisi, jumlah butir permalai, jumlah anakan dan berat gabah per rumpun. G5 (UJ5136PS (UNSOED) ) memberikan hasil yang tinggi terlihat pada parameter berat gabah per rumpun yang didukung oleh ukuran biji yang lebih besar Berat 1000 butir. ABSTRACT This study aims to determine the yield potential of 12 upland rice promising lines, with two high yielding varieties as a comparison. This research was conducted in the village Jugil, District Gangga, North Lombok in February to May 2014. The experimental design used was a randomized block design (RAK) consisting of 14 treatments (12 promising lines and 2 high-yielding varieties (Gajah Mongkar and Lumboto)). Each treatment was replicated 4 times, so that acquired 56 units of the experiment. The results showe that G7 (SDM9-18-MR-4 (BB.PADI) ) has a comparable grain number/panicle, tiller number and grain weight, compared to the control variety. G5 (UJ5136PS (UNSOED) ) gave the highest yield in term of grain yield and weight of 1000 grains.
AMPLIFIED FRAGMENT LENGTH POLYMORPHISM (AFLP) ANALYSIS OF GENETIC DIFFERENTIATION AMONG ASCOCHYTA BLIGHT RESISTANT ACCESSIONS OF FABA BEAN Uyek Malik Yakop
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 1 No 2 (2008): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Ascochyta blight caused by Ascochyta fabae is one of the most destructive diseases on faba bean. There was variation among putatively resistant faba bean accessions in their response to various isolates of A. fabae. The present study was conducted to investigate genetic similarities among the Ascochyta blight resistant faba bean accessions and to identify whether there was a relationship between the genetic similarity and genetic control of resistance to A. fabae, as well as between the genetic similarity and origin of the accessions. Amplified Fragment Length Polymorphism (AFLP) analysis was utilised to identify the genetic distance among 20 resistant and 2 susceptible accessions. Three primer combinations (PstACA-MseCAG, PstACA-MseCCA and Ps ACA-MseCGA) revealed a high level of polymorphisms. The average genetic distance over all accessions was 0.34 with the pair-wise ranged from 0.09 to 0.53. The phylogenetic tree divided the 22 accessions into two major groups and several groups of two and three. The analysis was inconclusive when the genetic control of resistance to A. fabae, the region of origin and the source population were compared to the genetic distances among the accessions. ABSTRAK Bercak daun yang disebabkan oleh Ascochyta fabae merupakan salah satu kerusakan karena penyakit yang parah terhadap kacang babi (faba bean). Terdapat perbedaan respon diantara galur-galur yang tahan terhadap isolate A. fabae yang berbeda. Penelitian ini telah dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji keeratan genetic diantara galur-galur kacang babi yang tahan terhadap isolate A. fabae dan untuk melihat apakah ada hubungan antara keeratan genetic dengan gen pengontrol ketahanan terhadap A. fabae, dan juga antara keeratan genetic dengan tempat asal dari galur-galur tersebut. Analisis AFLP (Amplified Fragment Length Polymorphisms) telah digunakan untuk mengidentifikasi keeratan genetic diantara 20 galur tahan dan 2 galur tidak tahan sebagai control. Tiga kombinasi primer ((PstACA-MseCAG, PstACA-MseCCA dan Ps ACA-MseCGA) menghasilkan polimorpi yang tinggi. Rata-rata keeratan genetic dari semua ke 22 galur adalah 0,34 dengan rentang pasangan dari 0,09 hingga 0,53. Pohon pilogenetik membagi 22 galur menjadi dua grup utama dan beberapa grup terdiri dari dua dan tiga galur. Hasil analisis menunjukkan bahwa keeratan hubungan antara sifat tahan terhadap A. fabae, asal dan populasi sumber tidak dapat disimpulkan dengan nyata.
UJI EFEKTIFITAS PUPUK BATUAN SILIKAT CAIR BERPESTISIDA NABATI TERHADAP INTENSITAS BEBERAPA PENYAKIT PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Irna Tristanti; Irwan Muthahanas; Joko Priyono
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.038 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas pemberian pupuk batuan silikat berpestisida nabati (Biopestisida fertilizer) terhadap intensitas beberapa penyakit pada tanaman jagung (Zea mays L.). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor yakni konsentrasi NP dan frekuensi BF (Biopestisida fertilizer) yang ditata secara faktorial dan diulang 3 kali sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Hasilnya ditemukan tiga jenis patogen dari golongan cendawan yang menginfeksi tanaman jagung, yakni penyakit bercak/ hawar daun oleh Helminthosporium sp., penyakit busuk batang oleh Pythium sp. dan penyakit busuk tongkol oleh Fusarium sp. Namun, intensitas serangan ketiganya tergolong ringan. Aplikasi biopestisida fertilizer memberi pengaruh nyata terhadap intensitas penyakit busuk tongkol dan busuk batang, sedangkan NP tidak memberi pengaruh nyata, dan interaksi pupuk NP dan BF juga tidak memberi pengaruh nyata terhadap intensitas penyakit. Pada penyemprotan BF 2 kali (BF2) terlihat adanya kenaikan hasil gelondongan dan pipil kering, akan tetapi pada penyemprotan BF 4 kali (BF4) justru terlihat mengalami penurunan. Dengan demikian, aplikasi BF optimal adalah pada 2 sampai 3 kali penyemprotan. Untuk penelitian selanjutnya, produk ini perlu diuji pada varietas jagung yang lain atau pada komoditi yang berbeda terhadap keberadaan jenis penyakit yang lain. ABSTRACT The aim of this study is to explore the effectiveness of application of silicate phytopesticidal fertilizer on the intensity of some diseases in maize (zea mays l). The method used in this research was factorial randomized completely block design with two factors (concentration of np and the frequency of phytopesticidal fertilizer). each treatment has three replications. the result indicated that there are three kinds of fungi pathogens infected maize such as blight (Helminthosporium sp), stem rot (phytium sp) and cob rot (Fusarium sp). however, the intensity of the three pathogens was moderate. the application of silicate phytopesticidal fertilizer had significant effect to the intensity of cob rot and stem rot, whereas, the np concentration and the interaction between np fertilizer and silicate phytopesticidal fertilizer had not significant effects to the intensity of the diseases. on the twice spraying of phytopesticidal fertilizer (bf2) indicated the increment of yield of dry shells. however, on the four times spraying of phytopesticidal fertilizer (bf4) indicated the reduction. thereby, the application of phytopesticidal fertilizer has optimum effect on 2 to 3 times of spraying. for the following study, this product needs to be tested on other varieties of maize or other commodities to the existence of other diseases.
PENINGKATAN HASIL JAGUNG HIBRIDA VAR. BISI-2 DENGAN APLIKASI PUPUK KANDANG SAPI DAN PENINGKATAN FREKUENSI PEMBERIAN UREA DAN CAMPURAN SP-36 DAN KCl Wayan Wangiyana 1; M. H anan 2; I Ketut Ngawit 1
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 3 No 1 (2010): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada umumnya anjuran pemberian pupuk N pada jagung hibrida adalah 3 kali sedangkan pupuk P dan K sebagai pupuk dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian pupuk kandang sapi dan peningkatan frekuensi pemberian pupuk Urea dan campuran pupuk SP-36 dan KCl dapat meningkatkan hasil tanaman jagung (Zea mays L.) Hibrida var. Bisi-2. Percobaan dilaksanakan di lapangan, yang ditata menurut Rancangan Acak Kelompok dengan 3 faktor pelakuan, yaitu pemberian pupuk kandang, frekuensi pemberian Urea, dan frekuensi pemberian campuran SP-36 dan KCl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pemberian pupuk kandang sapi dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung, terutama jumlah daun hijau selama fase pengisian biji (63-84 hst), mempercepat umur keluar malai dan rambut tongkol serta meningkatkan hasil, komponen hasil dan indeks panen; (2) Peningkatan frekuensi pemberian pupuk Urea dari 3 kali menjadi 4 kali, juga meningkatkan hasil biji dan berat 1000 biji; (3) Peningkatan frekuensi pemberian campuran pupuk SP-36 dan KCl pada umumnya tidak memberikan pengaruh yang nyata, namun ada kecenderungan bahwa pemberian 2 kali lebih baik daripada pemberian hanya sekali pada saat tanam; (4) Kombinasi pemberian pupuk kandang sapi, pemberian Urea 4 kali dan pemberian campuran SP-36 dan KCl 2 kali memberikan hasil tertinggi dibandingkan dengan yang lainnya. ABSTRACT In general, recommendation for application of N fertilizer to hybrid maize is three times while for P and K fertilizers it is only once at planting. This research was aimed to examine if application of cattle manure and increasing frequency of Urea as well as SP-36 and KCl fertilizers can increase maize yield. A field experiment was conducted according to Completely Randomized Block Design, with three treatment factors, i.e. cattle manure application, frequency of Urea application, and frequency of application of SP-36 and KCl fertilizers. Results indicate that (1) application of cattle manure increased maize growth, especially number of green leaves during seed-filling period (63-84 DAP), fastened anthesis and silking and increased grain yield, yield components and harvest index; (2) increasing frequency of Urea application also increased grain yield and weight of 1000 seeds; (3) increasing the frequency of SP-36 and KCl applications, however, in general did not show significant effects, but there was a tendency that twice application was better than only once at planting. The treatment of cattle manure application combined with 4 times application of Urea and twice application of combination of SP-36 and KCl fertilizers resulted in the highest grain yield.
PERANAN BEBERAPA TEPUNG TANAH BERMIKORIZA TERHADAP HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max) Ervina Mu’amalia; Wahyu Astiko; Sudirman Sudirman
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Crop Agro Juli 2017
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.566 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan beberapa tepung tanah yang mengandung mikoriza dari sekitar perakaran beberapa tanaman terhadap hasil tanaman kedelai. Percobaan dilaksanakan dengan Rancangan Acak Kelompok dengan tujuh perlakuan tepung tanah bermikoriza berasal dari sekitar perakaran tanaman; ubi kayu, kacang tunggak, jagung, bawang merah, kacang tanah, padi dan cabai. Perlakuan tanpa tepung tanah juga disiapkan sebagai kontrol. Semua perlakuan disiapkan sebanyak tiga ulangan. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam pada taraf nyata 5%. Dari hasil penelitian diperoleh tanaman kedelai dengan perlakuan tepung tanah bermikoriza dari perakaran ubi kayu memiliki berat basah tajuk, berat kering tajuk, berat basah akar, berat kering akar tertinggi dan mampu meningkatkan masing-masing sebesar 211,7%, 180,63%, 308,7% dan 334,76% dibandingkan dengan kontrol. Disamping itu, tanaman kedelai dengan perlakuan ini juga memiliki jumlah polong, berat polong, berat 100 biji, berat biji dan serapan P tertinggi dan mampu meningkatkan masing-masing sebesar 367,45%, 152,48%, 149,04%, 135,15% dan 357,22% dibandingkan dengan kontrol. ABSTRACT The aim of this study was to determine the role of same soil flours, dry soil that finely grounded, containing mycorrhizas taken from root zones of some plants species on soybean yield. The experiment was conducted using completely Randomized Block Design with seven treatmens of soil flours containing mycorrhizas taken from root zones of cassava, cowpea, corn, shallot, peanut, rice and pepper. Every treatment was ripeated three times. Data were analyzed with analysis of variance at 5% significant level. Results showed that soybean plant treated with soil flours from cassava increased in fresh and dry weight, root fresh and dry weight, as much as 211.7%, 180.63%, 308.7% and 334.76%, consecutively compared to control. In addition, the treatment also increased number of pods, pod weight, 100 seeds weight, total seed weight, and P uptake at about 367.45%, 152.48%, 149.04%, 135.15%, and 357.22%, respectively, compared to control.