cover
Contact Name
Sinta Ayu Setiawan
Contact Email
sinta.generous42@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
delimaharapan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Delima Harapan
ISSN : 23551399     EISSN : 26203871     DOI : -
Core Subject : Health,
FOCUS This journal is focused on the development of health science, especially obstetrics in order to help reduce maternal and infant mortality SCOPE This journal covers the health disciplines especially the study of midwifery.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2023): September" : 7 Documents clear
THE EFFECT OF GIVING EXCLUSIVE BREASTFEEDING AND MP-ASI TEMPE MORINGA OLEIFERA BISCUIT TO WEIGHT GAIN CHILDREN DIARRHEA AGE 6-24 MONTHS IN PONOROGO DISTRICT vivit vidiasari
Jurnal Delima Harapan Vol 10 No 2 (2023): September
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN MULYA PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31935/delima.v10i2.199

Abstract

HASIL REVISI
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU dengan KONSEP DIRI PENDERITA TUBERKULOSIS PARU di PISKESMAS UMBULHARJO I YOGYAKARTA Murgi Handari
Jurnal Delima Harapan Vol 10 No 2 (2023): September
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN MULYA PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31935/delima.v10i2.225

Abstract

Background: Pulmonary Tuberculosis (TB) disease can affect the sufferer's self-concept. Individuals who suffer from Pulmonary TB disease often feel helpless, refuse, feel guilty, feel inferior, and withdraw from others because they are worried that the disease they are suffering from is contagious to others. A person's self-concept is not formed when a baby is born but self-concept develops in oneself and is learned through social interactions and childhood experiences. Based on Yuliana's research (2013), most of the respondents were middle-aged adults showed a relationship between self-esteem and behavior of patients with Pulmonary Tuberculosis, most of the patients were in the middle age stage (40-60 years). Sulistiyawati and Kurniawati (2012), said that pulmonary TB can interfere with the physical and psychosocial conditions of patients which affect the self-esteem of pulmonary TB patients. Pulmonary TB patients with long-term treatment will experience psychological pressure and feel worthless to their families and communities. A negative self-concept can be seen from maladaptive individual and social relationships. The components of Self-concepts are body image, self-ideal, self-esteem, self-role, and self-identity (Stuart & Sundeen, 2006). Objective: To determine the relationship between individual characteristics and self-concept of Pulmonary Tuberculosis patients at the Umbulharjo I Public Health Center Yogyakarta. Research Methods: This study used an observational analytic method with a cross sectional approach. The population in this study were all patients with Pulmonary Tuberculosis at the Umbulharjo I Health Center Yogyakarta. Data with normal distribution were analyzed using fisher's exact statistical test. Results: Most of the respondents are 15-55 years old, male, have high education (SMA – College), and have high income (Rp. 1,709,150.00). There is a significant relationship between age and self-concept (p=0.037, RR=3.50), between education and self-concept (p=0.010, RR=3.86) and between income and self-concept (p=0.000, RR= 12.14), but there is no significant relationship between gender and self-concept (p=0.343, RR=1.46) Conclusion: There is a significant relationship between age, education level and income with self concept of Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta
The THE EFFECT OF PREECLAMPSIA PREGNANT WOMEN ON URINE PROTEIN LEVELS WITH HYPERTENSION AT BUDHI ASIH HOSPITAL Tri Prasetyorini
Jurnal Delima Harapan Vol 10 No 2 (2023): September
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN MULYA PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Preeklampsia merupakan penyakit sistemik yang tidak hanya ditandai oleh hipertensi, tetapi juga disertai peningkatan resistensi pembuluh darah, edema dan protein urin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara protein urin dan hipertensi dengan preeklampsia pada ibu hamil. Metode: Jenis penelitian ini observasional analitik dengan menggunakan desain penelitian potong lintang terhadap 112 data rekam medis ibu hamil pada periode Januaridesember 2021. Analisis data yang digunakan terdiri dari analisis deskriptif dan uji statistik bivariat Chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dengan usia terendah adalah 20 tahun dan tertinggi 49 tahun. Ibu hamil dengan protein urin ringan sebanyak 77 (68,8%) dan ibu hamil dengan protein urin berat sebanyak 35 (31,3%). Ibu hamil dengan hipertensi ringan sebanyak 62 (55,4%) dan ibu hamil dengan hipertensi berat sebanyak 50 (44,6%). Ibu hamil yang mengalami preeklampsia sebanyak 55 (49,1%) dan ibu hamil yang tidak mengalami preeklampsia sebanyak 57 (50,9%). Kesimpulan: Hasil uji bivariat menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara protein urin dengan preeklampsia dengan nilai p=0,000 dengan (CI 95%) didapatkan OR=41,250, artinya ibu hamil dengan protein urin berat memiliki odds 41,250 mengalami preeklampsia dan adanya hubungan yang signifikan antara hipertensi dengan preeklampsia dengan nilai p=0.000 dengan (CI 95%) didapatkan OR=10,193, artinya ibu hamil dengan hipertensi memiliki odds 10,193 lebih tinggi mengalami preeklampsia. Penelitian ini menggunakan metode pemeriksaan urin carik celup yang hanya sensitif terhadap albumin dan tidak dapat mendeteksi protein lain seperti globulin dan protein bance jones sehingga peneliti berharap untuk penelitian selanjutnya dapat menggunakan metode pemeriksaan lain seperti metode asam asetat 6%
PERENCANAAN OBAT ANTIBIOTIK BERDASARKAN ANALISIS ABC DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr.HARJONO PONOROGO Linda widya ningsih
Jurnal Delima Harapan Vol 10 No 2 (2023): September
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN MULYA PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31935/delima.v10i2.236

Abstract

Perencanaan obat di instalasi farmasi RSUD Dr.Harjono Ponorogo masih menggunakan metode konsumsi yaitu mengacu dari pemakaian obat sebelumnya. Dengan menggunakan metode konsumsi tidak dapat diketahui obat apa saja yang harus diprioritaskan dalam perencanaan, sehingga dengan perencanaan obat seperti yang berjalan selama ini dimungkinkan terjadinya kelebihan stock obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelompokkan obat antibiotic dan pengendalian berdasarkan Analisis ABC di RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif kuantitatif dengan menggunakan analisis ABC, yang melibatkan Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Dr.Harjono Ponorogo, dokter spesialis, dan dokter umum. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada dokter spesialis dan dokter umum, sedangkan data sekunder diperoleh dari bagian Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dr.Harjono Ponorogo. Dengan menggunakan Analisis ABC, hasil penelitian di RSUD Dr. Harjono Ponorogo menunjukkan bahwa dari 167 item obat antibiotic berdasarkan nilai pakai kelompok A ada 23 item obat dengan persentase pemakaian 74,2%, kelompok B ada 49 item obat dengan persentase pemakaian 20,7%, dan kelompok C ada 95 item obat dengan persentase pemakaian 5,1%. Sedangkan untuk nilai investasi kelompok A ada 21 item obat dengan persentase investasi 75,2%, kelompok B ada 58 item obat dengan persentase investasi 19,9 % dan kelompok C ada 88 item obat dengan persentase 4,9%.
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONSENTRASI BELAJAR PADA REMAJA DI SMK PGRI I BALARAJA KABUPATEN TANGERANG Siti Haeriyah
Jurnal Delima Harapan Vol 10 No 2 (2023): September
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN MULYA PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31935/delima.v10i2.237

Abstract

Latar belakang: Pada Saat Belajar remaja membutuhkan konsentrasi untuk bisa dan mudah mempelajari dan memahami materi pelajaran. Akan tetapi, masih banyak remaja yang susah dan sulit fokus dalam belajar. Setiap kali belajar ada saja sesuatu hal dalam pikiran yang merusak konsentrasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan konsentrasi belajar pada remaja SMK PGRI I Balaraja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekataan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/siswi di SMK PGRI I Balaraja dengan menggunakan teknik sampling yaitu Purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 76 siswa/siswi jurusan AK. Pengumpulan data melalui observasi langsung berat badan dan tinggi badan, kuesioner dan Test Grid Concentration. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil Penelitian ini menunjukkan uji statistik di peroleh nilai p = 0,461 maka dapat disimpulkan tidak ada perbedaan IMT dengan konsentrasi, Nilai p = 0,028 ada hubungan peran guru dengan konsentrasi belajar, Nilai p = 0,003 ada hubungan antara sarapan pagi dengan konsentrasi belajar, Nilai p = 0.006 ada hubungan antara lingkungan sekolah dengan konsentrasi belajar, Nilai p = 0.003 ada hubungan antara lingkungan masyarakat dengan konsentrasi belajar Kesimpulan: ada Hubungan peran guru, sarapan pagi, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat dengan konsentrasi belajar pada remaja di SMK I PGRI Balaraja
The Influence of Health Education About Detection of Maternal Emergencies on the Motivation of Pregnant Women in Doing Antenatal Care (ANC) Ririn Ratnasari; Fetty Rosyadia; Sri Andayani
Jurnal Delima Harapan Vol 10 No 2 (2023): September
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN MULYA PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31935/delima.v10i2.238

Abstract

Emergencies are events that are unexpected or occur suddenly, are often dangerous events. The way to prevent emergencies is to do good planning, follow good guidelines and carry out continuous monitoring of the mother/client. This study aims to determine the effect of health education about early detection of maternal emergencies on the motivation of pregnant women to perform antenatal care. This type of research used a pre-experimental research design type of one group pre-test post-test, with a cross sectional approach. The population in the study were all pregnant women with a sample of 30 respondents taken by total sampling technique. Data collection obtained from primary data. Primary data obtained by filling out questionnaires by respondents. processing data using spearman rank analysis with the SPSS method. The results of the tabulation and data processing stated that there was an increase in the motivation of pregnant women to carry out ANC as an effort to prevent maternal emergencies through health education. Evidenced by the results of data processing, from 30 respondents before receiving health counseling pregnant women had "strong/high" motivation as many as 5 people (17%), pregnant women with "moderate" motivation as many as 13 people (43%), and pregnant women with motivation "weak/low" as many as 12 people (40%). After health counseling, there was an increase in the motivation of "strong/high" by 25 pregnant women (83%), "moderate" motivation by 5 people (17%), and "weak/low" motivation by 0 people (0%). There is a difference in the mean results, namely the motivation before health promotion is given at 44.16 and the mean value after health promotion is at 76.12. From the statistical test pretest-post test showed a value of p = 0.000 (p <0.05), it can be concluded that there was an effect of health counseling about maternal emergencies for pregnant women at TPMB Sahabat Bunda, Madiun.
Kombinasi Pijat Bayi Dan Aroma Terapi Pepermint Terhadap Lama Penyembuhan Ispa Pada Bayi Usia < 1 Tahun ari tumala; Ambika Mustikawati
Jurnal Delima Harapan Vol 10 No 2 (2023): September
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN MULYA PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31935/delima.v10i2.246

Abstract

ISPA merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut dengan gejala demam, batuk kurang dari 2 minggu, pilek atau hidung tersumbat, dan nyeri tenggorokan yang paling sering menyerang bayi dan anak. Penanganan ISPA dapat dilakukan dengan cara farmakologis dan nonfarmakologis. Penatalaksanaan non farmakologi adalah pemberian pijat bayi dan kombinasi aromaterapi peppermint. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy eksperimen sedangkan pendekatan penelitian menggunakan metode Non-equivalent control group post test. Populasi dalam penelitian ini adalah bayi usia < 1 tahun yang mengalami batuk pilek di wilayah polindes Jalen Balong Ponorogo sebanyak 32 responden. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pengambilan sampel dengan menggunakan Accidental Sampling sebanyak 16 bayi untuk setiap kelompok. Berdasarkan hasil penelitian, lama penyembuhan ISPA setelah diberikan kombinasi pijat bayi dan aromaterapi peppermint yaitu mean 5.68, median 5.00, Std. Deviasi 1,25, nilai minimal lama hari penyembuhan 4,00 dan nilai maksimal lama hari penyembuhan 8,00. Hasil analisis bivariat menggunakan uji man-whitney diperoleh nilai mean range setelah diberikan kombinasi pijat bayi dan aromaterapi peppermint diperoleh nilai sebesar 24,44 dengan p-value 0,000<0,05 maka Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti Artinya terdapat pengaruh kombinasi pijat bayi dan aromaterapi peppermint terhadap lama penyembuhan batuk pilek pada bayi usia < 1 tahun. Kombinasi pijat bayi relaksasi dan aromaterapi peppermint dapat meningkatkan bersihan jalan nafas karena bersifat antibakteri, anti inflamasi, sifat dekongestan dan ekspektoran. Harapannya, orang tua dan tenaga kesehatan lainnya dapat memberikan alternatif dalam penatalaksanaan ISPA non farmakologi sehingga dapat meningkatkan kesehatan bayi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7