Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1 (2016)"
:
10 Documents
clear
PENGEMBANGAN ALAT PENGUKUR KADAR AIR PADI (GABAH) UNTUK MEWUJUDKAN PERTANIAN INDUSTRIAL DI KABUPATEN INDRAMAYU
Hidayat, Rahmat
Creative Research Journal Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2745.295 KB)
Selama ini untuk mengetahui kadar air padi atau gabah, petani tidak menggunakan alat ukur. Petani hanya berdasarkan indera dan kebiasaan, yaitu dengan cara memotong atau menggigit gabah yang akan ditera kadar airnya. Faktor terpenting dari benih padi adalah kadar air, banyak benih padi (gabah) yang mengalami kebusukan karena kadar air yang tidak sesuai. Oleh karena itu diperlukan sebuah alat untuk mendeteksi atau mengukur kadar air benih padi. Dengan keberadaan alat pengukur kadar air dalam benih padi membantu petani dalam mempersiapkan proses pembuatan benih padi. Tujuan dari peneltian ini adalah untuk mengetahui: 1) rancang bangun alat pengukur kadar air benih padi (gabah); 2) mengetahui unjuk kerja dan pengukuran alat pengukur kadar air benih padi (gabah); 3) mengetahui hasil alat pengukur kadar air padi (gabah) untuk mewujudkan pertanian industrial di Kabupaten Indramayu. Metode pelaksanaannya adalah metode rekayasa. Alur tahapan peembuatan alat dibagi menjadi dua yaitu perancangan perangkat keras (hardware) dan perancangan perangkat lunak (software). Perancangan hardware dibuat dengan menggabungkan beberapa sistem rangkaian elektronik yang tergabung dalam satu buah papan rangkaian terpadu (PCB), sehingga sistem dapat bekerja secara bersama. Perancangan Software dalam alat ini dibuat menggunakan bahasa C dan dikodekan ke dalam bahasa .hex dengan software CodeVision AVR(CVAVR). Hasil pengolahan data mikrokontroler akan ditampilkan pada LCD berupa tulisan yang bernilai persentase kadar air dalam gabah.Setelah dilakukan pengujian alat pengukur kadar air gabah dapat dibuat dengan menggabungkan beberapa sistem rangkaian elektronik berupa catu daya, sensor, dan mikrokontroler ATmega8. Alat pengukur kadar air gabah ini dapat digunakan untuk mengukur besar kandungan kadar air dalam gabah dengan tingkat kesalahan berdasarkan perbandingan alat buatan IRRI sebesar 0.38%.Â
SISTEM PEMASARAN NENAS BOGOR (Ananas comosus) DI KABUPATEN BOGOR
Surahman, Taufiq;
Kusnadi, Nunung
Creative Research Journal Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1578.093 KB)
Nenas Bogor (Ananas comosus) merupakan salah satu komoditas hortikultira yang dijadikan sebagai komoditas unggulan di Kabupaten Bogor. Terdapat perbedaan yang cukup besar pada harga yang ditawarkan di tingkat petani dengan harga yang ditawarkan di tingkat konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sistem pemasaran dan efisiensi sistem pemasaran nenas bogor yang terbentuk. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Mei 2015. Penentuan responden petani dipilih secara purposive sampling sebanyak 30 orang dan responden lembaga pemasaran menggunakan metode snowball sampling. Data dianalisis dengan menggunakan saluran pemasaran, margin pemasaran, farmerâs share, dan rasio keuntungan atas biaya pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan saluran pemasaran nenas bogor yang terbentuk. Secara umum, sistem pemasaran nenas bogor yang terbentuk belum efisien. Saluran yang paling banyak digunakan oleh petani adalah saluran V (petani-pedagang pengumpul desa-pengecer-konsumen akhir) yang memiliki nilai farmerâs share serta harga di tingkat petani yang rendah. Diharapkan petani dapat menggerakkan kembali fungsi kelompok tani atau membentuk suatu wadah seperti koperasi agar dapat memasarkan nenas secara bersama-sama sehingga nantinya akan meningkatkan kekuatan tawar bagi petani nenas bogor sehingga petani dapat memperoleh harga yang relatif lebih tinggi.Â
ANALISIS RISIKO RELATIF PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM DENGUE DI KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN MODEL POISSON: STUDI KASUS DATA RS SANTO BORROMEUS
Yong, Benny;
Kristiani, Farah;
Irawan, Robyn
Creative Research Journal Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6118.808 KB)
Kota Bandung merupakan kota dengan kasus penyakit Demam Dengue (DD) terbanyak diantara kota-kota lainnya di Jawa Barat pada tahun 2013. Penelitian ini menganalisis tingkat risiko relatif dari penyebaran penyakit DD di kota Bandung dengan menerapkan model Poisson. Data pasien penyakit DD diambil dari RS Santo Borromeus Bandung sebanyak 2.032 pasien. Hasil analisis dengan menggunakan model Poisson menunjukkan bahwa penduduk di kecamatan Coblong hampir selalu berada pada tingkat risiko yang sangat tinggi untuk terserang penyakit DD pada setiap bulan untuk masing-masing stadium, sebaliknya penduduk di kecamatan Cinambo hampir selalu berada pada tingkat risiko yang sangat rendah untuk terserang penyakit DD. Untuk stadium awal, stadium lanjut, dan seluruh stadium, banyak kecamatan di kota Bandung yang mengalami peningkatan kategori tingkat risiko dari bulan Maret ke April yang merupakan musim pancaroba. Sementara untuk stadium lanjut dan seluruh stadium, banyak kecamatan di kota Bandung yang mengalami penurunan kategori tingkat risiko dari bulan Agustus ke September yang merupakan musim kemarau. Hasil estimasi dari selang kepercayaan 95% menunjukkan bahwa rentang selang terbesar selalu berada di kecamatan Bandung Wetan dan terjadi pada bulan April. Kondisi ini berlaku untuk stadium awal, stadium lanjut, dan seluruh stadium.
ANALISIS SISTEM USAHATANI LIDAH BUAYA DI KABUPATEN BOGOR FARM SYSTEM ANALYSIS OF ALOE VERA IN BOGOR REGENCY
Suprabowo, Rizky Lutfi;
Jahroh, Siti
Creative Research Journal Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1571.429 KB)
Sebagai daerah yang pernah dicanangkan menjadi daerah pengembangan komoditas lidah buaya, perkembangan komoditas lidah buaya di Kabupaten Bogor mengalami kemunduran sampai saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa keterkaitan ke depan dan ke belakang pada usahatani serta nenganalisis pendapatan usahatani lidah buaya di Kabupaten Bogor. Metode kualitatif mendeskripsikan mengenai keterkaitan ke belakang dan ke depan pada usahatani. Metode kuantitatif digunakan untuk menganalisis struktur biaya, penerimaan, pendapatan, nilai rasio R/C dan uji beda Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa performa keterkaitan ke belakang sudah baik, sedangkan performa keterkaitan ke depan juga cukup baik karena saat ini sudah ada pasar dan pabrik pengolahan. Penyiangan gulma dalam usahatani lidah buaya ada dua metode yang digunakan petani yaitu metode herbisida dan metode manual. Nilai R/C atas biaya tunai petani metode herbisida dan manual sebesar 3,41 dan 3,39, sedangkan jika dilihat nilai R/C atas biaya tunai petani responden secara keseluruhan sebesar 3,40. Nilai R/C atas biaya total petani metode herbisida, manual serta metode secara keseluruhan yaitu sama, sebesar 2,82.Â
ANALISIS PERTUMBUHAN EKONOMI DAN TINGKAT KETIMPANGAN ANTAR KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA BARAT
Saputra, Diki
Creative Research Journal Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (653.071 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur pertumbuhan ekonomi serta ketimpangan antar kabupaten/ kota di Provinsi Jawa Barat pasca orde baru. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder yang selanjutnya dianalisis mengunakan Indeks Williamson, Location Quotient, Shift Share, dan Tipologi Klassen. Hasil analisis Tipologi Klassen, provinsi Jawa Barat diklasifikasikan menjadi empat katagori: daerah maju dan cepat tumbuh, daerah berkembang cepat tapi tidak maju, daerah maju tapi tertekan dan daerah yang tertinggal. Bedasarkan Indeks Williamson, ketimpangan antar kabupeten/kota di provinsi Jawa Barat pasca orde baru menunjukkan angka yang serius. Rata-rata angka indeks Williamson menunjukkan angka 0,5781 (> 0,5), angka sebesar ini menujukkan telah terjadi ketimpangan antar kabupaten/kota di provinsi Jawa Barat yang sangat tinggi. Hipotesis Kuznets yang menunjukkan hubungan antara pertumbuhan ekonomi dengan ketimpangan yang berbentuk âU terbalikâ berlaku di provinsi Jawa Barat. Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan agar memprioritaskan daerah yang tertinggal tanpa mengabaikan daerah yang sudah maju, melakukan pengembangan ekonomi pada sektor yang potensial di masing-masing kabupaten/kota melalui pengoptimalan penggunaan teknologi, serta membangun infrastruktur dan penyebaran pusat-pusat pertumbuhan dan investasi.
ADOPSI TEKNOLOGI BELANJA ONLINE OLEH KONSUMEN UMKM DENGAN MODEL UNIFIED THEORY OF ACCEPTANCE AND USE OF TECHNOLOGY 2
Azis, Elvira;
Kamal, Ragil Muhammad
Creative Research Journal Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4226.054 KB)
|
DOI: 10.34147/crj.v2i1.11
Tren baru yang muncul didalam masyarakat Indonesia adalah jual beli secara online dengan menggunakan internet, hal ini ditunjukan dengan peningkatan nilai transaksi elektronik dari tahun 2013 ke tahun 2014 yaitu dari USD 8 miliar dollar menjadi USD 12 miliar dollar. Sumbangan terhadap GDP sebanyak 59% oleh UMKM dan membuka lapangan pekerjaan sebesar 97% membuat UMKM memiliki peran penting didalam perekonomian Indonesia. Pada tahun 2013, hanya 75 ribu dari 55,2 juta UMKM di Indonesia yang telah memanfaatkan Internet untuk kegiatan bisnis. Objek dalam penelitian ini adalah konsumen UMKM di Jawa Barat. Dengan meneliti tingkat adopsi penggunaan internet untuk berbelanja oleh konsumen melalui pendekatan teori UTAUT 2, diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih spesifik yang dapat digunakan untuk membuat strategi penjualan elektronik yang efektif serta memiliki daya saing yang lebih besar. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat penggunaan (behavioral intention) internet oleh konsumen UMKM di Jawa Barat sebesar 44,1% dan kebiasaan menggunakan (use behavioral) internet untuk berbelanja secara online oleh konsumen UMKM di Jawa Barat sebesar 40,5%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa jenis kelamin tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap adopsi internet. Dilihat dari hasil penelitian ini disaran agar UMKM di Jawa Barat diberikan pengetahuan mengenai internet sehingga dapat memanfaatkan internet dengan baik.