cover
Contact Name
Intan Nurani
Contact Email
jurnal.bp2d@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.bp2d@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Creative Research Journal
ISSN : 24604194     EISSN : 25799231     DOI : -
CR Journal (merupakan singkatan dari Creative Research journal) adalah media publikasi hasil penelitian ilmiah diberbagai disiplin ilmu untuk memecahkan permasalahan pembangunan di Jawa Barat. CR Journal diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun dan dikelola oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
Back Cover Vol 4 Juni 2018 Provinsi Jawa Barat, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah
Creative Research Journal Vol 4, No 01 (2018)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan Nilai Ekonomi Peternakan Kambing Perah PE dengan Metode Peternakan Sexing Indika, Deru R; Widyastuti, Rini; Syamsunarno, Mas Rizky Anggun Adipurna
Creative Research Journal Vol 4, No 01 (2018)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.929 KB)

Abstract

Sedikitnya jumlah kambing yang diternak dengan model pengelolaan yang masih tradisional serta orientasi beternak yang masih mengutamakan menjual kambing untuk memenuhi kebutuhan daging menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kesejateraan peternak tidak terlalu meningkat. Salah satu upaya yang memungkinkan terjadinya peningkatan ekonomi dan kesejateraan masyarakat peternak tersebut adalah dengan melakukan penetrasi teknologi sexing spermatozoa kromosom X pembawa sifat betina. Dengan adanya penetrasi teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan populasi kambing perah betina sehingga produksi susu kambing dapat ditingkatkan dan dapat menjadi alternatif tambahan pendapatan bagi masyarakat. Penelitian ini akan menggunakan metode campuran antara pengujian laboratorium dan juga pendekatan kualitatif. Kedua hal ini dilakukan untuk mengetahui peluang peningkatan populasi ternak dengan metode sexing pembawa kromosom X dan juga untuk mengetahui kendala dan hambatan yang ditemui masyarakat secara sosial. Hasilnya, sistem peternakan sexing pendapatan yang didapat oleh peternak jauh lebih besar dibandingkan peternakan tradisional. Namun untuk dapat berhasil yang perlu diupayakan adalah untuk mengubah kebiasaan peternak agar mau dan mampu menerapkan perternakan sexing.
PERBEDAAN PERILAKU AGRESIF REMAJA DI PERMUKIMAN KUMUH DI KOTA BANDUNG Susantyo, Badrun
Creative Research Journal Vol 4, No 01 (2018)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.392 KB)

Abstract

Banyak kasus kekerasan sebagai perwujudan dari perilaku agresif, baik secara verbal (kata-kata) mahupun non-verbal (action). Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku agresif ini adalah lingkungan, baik fisik maupun sosial. Studi ini bertujuan untuk; 1). Mengetahui tingkat agresifitas perilaku remaja di permukiman kumuh, 2). mengetahui apakah ada perbedaan dalam tingkat agresivitas  perilaku antara remaja yang tinggal di tiga wilayah yang memiliki tingkat kemumuhan yang berbeda. Studi ini melibatkan sebanyak 311 remaja yang tinggal di kawasan permukiman kumuh, di Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung membagi kawasan kumuh menjadi tiga tingkatan kekumuhan; 1). Agak kumuh, 2). Kumuh, dan 3). Sangat kumuh. Perilaku agresif remaja di kawasan permukiman kumuh ini diukur dengan menggunakan dua parameter, yaitu respon agresif dan intensitas tindakan agresif. Uji statistik dilakukan dengan menggunakan alat uji dari Kruskall-Wallis H yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam perilaku agresif diantara remaja yang tinggal di tiga kawasan kumuh yang berbeda tersebut. Dari studi ini direkomendasikan akan pentingnya memahami karakterisktik warga yang menempati permukiman sebelum dilakukannya penataan dan perbaikan lingkungan permukiman. Pemahaman ini menjadi langkah penting untuk penerapan program/intervensi sosial selanjutnya.
Kata Pengantar, Daftar Isi Provinsi Jawa Barat, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah
Creative Research Journal Vol 4, No 01 (2018)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.538 KB)

Abstract

KARAKTERISTIK USAHATANI DAN PRILAKU PENGGUNAAN BENIH PADI BERSERTIFIKAT PETANI PADA TIGA STRATA PERBENIHAN DI JAWA BARAT Ishaq, Iskandar; Ruswandi, Agus
Creative Research Journal Vol 4, No 01 (2018)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.072 KB)

Abstract

Dalam upaya meningkatkan adopsi Varietas Unggul Baru (VUB) padi guna menunjang Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) di Jawa Barat, perlu diketahui karakteristik usahatani dan pola (prilaku) penggunaan benih petani serta mengetahui karaktersitik padi yang disukai petani. Oleh karena itu dilakukan identifikasi karakteristik usahatani padi sawah dan pola penggunaan benih bersertifikat. Penelitian dilakukan pada tiga kabupaten yang ditentukan secara purposive untuk mewakili masing-masing strata perbenihan padi di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Subang (Strata Perbenihan Formal/SPF), Garut (Strata Perbenihan Informal/SPI) dan Kabupaten Bandung (Strata Perbenihan Campuran/SPC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa VUB padi sawah yang memiliki potensi diadopsi dan dikembangkan di wilayah SPF adalah varietas dengan karakteristik bentuk gabah panjang (ramping), mutu beras baik, warna beras putih-bersih dan rasa nasi enak (untuk konsumsi) atau pera (industri), seperti varietas Ciherang, IR-42, Mekongga, Si Denuk dan Situ Bagendit. Di wilayah SPI varietas yang berpotensi diadopsi dan dikembangkan adalah varietas dengan karakteristik bentuk gabah agak bulat sampai ramping, rasa nasi enak dan toleran OPT, seperti varietas Sarinah, IR-64 dan Inpari-13, sedangkan di wilayah perbenihan campuran (SPC), karakteristik varietas yang berpotensi diadopsi dan dikembangkan adalah varietas dengan karakteristik bentuk gabah bulat sampai ramping, mutu beras baik, rasa nasi enak dan harga jual tinggi seperti varietas Pandan Wangi, Ciherang, IR-64, Sarinah, Widas, dan Inpari-14.
Susunan Editorial, Pedoman Penulisan CRJournal Provinsi Jawa Barat, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah
Creative Research Journal Vol 4, No 01 (2018)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.145 KB)

Abstract

PENGARUH SISTEM IRIGASI BERSELANG DAN JARAK TANAM LEGOWO TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI DAN EMISI GAS RUMAH KACA (GRK) Sutrisna, Nana; Ruswandi, Agus; Surdianto, Yanto
Creative Research Journal Vol 4, No 01 (2018)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.093 KB)

Abstract

Sistem irigasi berselang dan jarak tanam legowo 2:1 diduga dapat meningkatkan produktivitas padi dan menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh sistem irigasi berselang dan jarak tanam legowo 2:1 terhadap produktivitas padi  dan  emisi GRK gas CH4 (metan).  Penelitian menggunakan rancangan petak terpisah  dengan tiga ulangan. Petak utama adalah sistem irigasi berselang (I) meliput: I1 = Irigasi berselang 3 hari digenangi; 3 hari dikeringkan (3:3); I2 = Irigasi berselang 5 hari digenangi; 3 hari dikeringkan (5:3); I3 = Irigasi berselang 7 hari digenangi; 3 hari dikeringkan (7:3). Anak petak adalah jarak tanam legowo 2:1 terdiri atas: L1 = Legowo 2:1 (25 x 15 x 50 cm); L2 = Legowo 2:1 (25 x 12,5 x 50 cm); L3 = Legowo 2:1 (25 x 15 x 40 cm); dan L4 = Legowo 2:1 (25 x 12,5 x 40 cm). Pengumpulan data meliputi: emisi gas CH4; pertumbuhan tanaman; bobot 1.000 butir; hasil padi. Data dianalisis dengan Analysis of Varians, uji nilai tengah Duncan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara irigasi berselang dengan jarak tanam legowo 2:1 terhadap emisi gas metan. Irigasi berselang 5 hari digenangi; 3 hari dikeringkan (5:3) dapat menurunkan emisi gas metan dan meningkatkan produktivitas padi 17,2% dari 5,88 menjadi 6,89 t/ha. Jarak tanam legowo 2:1 yang dapat menurunkan emisi gas metan adalah 25 x 15 x 40 Cm, sedangkan yang dapat meningkatkan produktivitas padi adalah 25 x 12,5 x 40 cm, yaitu sebesar 13,6% dari 6,04 menjadi 6,86 t/ha Gabah Kering Giling (GKG). 
Back Cover Vol 4 Desember 2018 Provinsi Jawa Barat, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah
Creative Research Journal Vol 4, No 02 (2018)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PREFERENSI PETANI TERHADAP KENTANG TOLERAN PENYAKIT BUSUK DAUN: Varietas Dayang Sumbi dan Sangkuriang Ruswandi, M.Si, Agus
Creative Research Journal Vol 4, No 02 (2018)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.038 KB)

Abstract

Salah satu penyakit utama kentang adalah penyakit busuk daun disebabkan oleh jamur, yang seringali menyebabkan kerugian sangat besar. Untuk menangani penyakit tersebut maka diintroduksikan Varietas Unggul Baru (VUB) kentang toleran penyakit busuk daun, yaitu Varietas Dayang sumbi dan Varietas Sangkuriang. Untuk mengetahui peluang adopsi inovasi teknologi VUB tersebut dilakukan penelitian preferesi petani terhadap terhadap kedua varietas tersebut, dengan tujuan: 1) Mengetahui tingkat ketahanan kedua varietas tersebut terhadap penyakit busuk daun; 2) Mengetahui preferensi petani terhadap varietas kentang toleran penyakit busuk daun; 3) melakukan analisis usahatani kentang toleran penyait busuk daun; 4) Melakukan analisis sifat inovasi teknologi kentang toleran penyakit busuk daun. Penelitian dilaksanakan Januari-Desember 2016 berlokasi di Pangalengan Kabupaten Bandung. Data yang dikumpulkan meliputi data tingkat kematian tanaman akibat penyakit busuk daun, preferensi petani terhadap varietas kentang toleran penyakit busuk daun, data input dan output produksi, serta data sifat inovasi teknologi. Data dikumpulkan melalui pengamatan, pencatatan usahatani, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Varietas Dayang sumbi dan Sangkuriang terbukti sangat toleran terhadap penyakit busuk daun. Hal ini didukung oleh Preferensi petani terhadap kedua varietas tersebut sangat baik, dimana hasil penilaian petani menyatakan bahwa pertumbuhan dan hasil umbi kedua varietas tersebut sangat baik. Usahatani kentang dengan menggunakan kedua vareitas tersebut dapat mengurangi biaya fungisida sebesar 62,96% (terhadap biaya fungisida) atau mengurangi biaya sebesar 9,19% (terhadap biaya total). Teknologi varietas kentang toleran penyakit busuk daun (Dayang sumbi dan Sangkuriang) mempunyai sifat inovasi teknologi yang sangat tinggi, sehingga berpeluang diadopsi sangat tinggi.  
IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISASI RUMPUT LAUT TROPIKA (DARI KEPULAUAN SERIBU ) SEBAGAI SUMBER BAHAN BAKU KOSMETIK Hidayat, Taufik
Creative Research Journal Vol 4, No 02 (2018)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.857 KB)

Abstract

Rumput laut merupakan bahan baku yang keberadaanya melimpah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik bahan baku rumput laut tropika yang nantinya dapati diaplikasikan dalam industri pangan dan non pangan. Metode yang digunakan untuk penelitian ini meliputi karakteristik sampel dengan identifikasi, perhitungan rendemen dan proksimat menggunakan metode AOAC, ekstraksi menggunakan beberapa pelarut dengan metode Harborne. Hasil identifikasi rumput laut tropika yang diambil di kepulauan seribu yaitu E.Cotonii, Sargassum sp, Gellidium sp, Caulerpa sp, dan Padina sp. Kelima rumput laut dari kepulauan seribu mempunyai kondisi penampakan segar dengan nilai organoleptik berkisar 6-7. Pada perendaman dengan konsentrasi 0;0,3;0,5 memiliki kondisi warna keunguan, thalus sedikit kaku, dan mempunyai bau agak amis. Kadar air tertinggi terdapat pada Caulerpa dengan nilai 90% dan terendah didapat E.cotonii (77,27%. Kadar abu tertinggi tertinggi terdapat pada padina dengan nilai 6,63% dan terendah Caulerpa dengan 1,95%. Kandungan lemak masing-masing rumput laut berkisar antara 0,1-0,4. Kandungan protein masing-masing rumput laut berkisar antara (1,13-2,19%). Kandungan serat kasar berkisar diantara 0,41-1,25%. Untuk tahap selanjutnya dipilih Rumput laut E.cotonii dan Sargassum sp untuk di ekstraksi. Rumput laut E.cotonii dan Sargassum yang diekstraksi dengan menggunakan pelarut n-heksan dan etil asetat menghasilkan rendemen ekstrak tertinggi yaitu 396 mL dan 325 mL. Hasil karakteristik awal menunjukkan bahwa rumput laut kepulauan seribu berpotensi untuk dikembangkan untuk menjadi kosmetik.

Page 6 of 21 | Total Record : 206