cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014):" : 15 Documents clear
UJI KUALITAS KUE KERING (KUE SATU) KACANG KORO PEDANG (CANAFALIA ENSIFORMIS (L) DC) DENGAN TEKNIK PENGOLAHAN DIJEMUR DAN DIOVEN ., Kusnul Khotimah; ., Dra. Damiati, M.Kes; ., Ida Ayu Putu Hemy Ekayani, S.Pd., M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v2i1.4114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kue kering (kue satu) kacang koro pedang dengan teknik pengolahan dijemur dan dioven dilihat dari aspek aroma, rasa, dan tekstur. Dengan metode pengumpulan data yaitu metode observasi dengan menggunakan uji organoleptik mutu hedonik yang diujikan kepada 21 orang panelis terlatih. Selanjutnya data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kualitas kue kering (kue satu) kacang koro pedang dengan teknik pengolahan dijemur dilihat dari aspek aroma berada dalam kategori baik (2,85) yaitu khas kacang koro pedang, rasa berada dalam kategori baik (2,90) yaitu manis, dan tekstur berada dalam kategori baik (2,85) yaitu rapuh. 2) Kualitas kue kering (kue satu) kacang koro pedang dengan teknik pengolahan dioven dilihat dari aspek aroma berada dalam kategori baik (2,66) yaitu khas kacang koro pedang, rasa berada dalam kategori baik (2,71) yaitu manis, dan tekstur berada dalam kategori baik (2,33) yaitu agak keras. Berdasarkan hasil penelitian uji kualitas kue kering (kue satu) kacang koro pedang (Canafalia Ensiformis (L) DC) dengan teknik pengolahan dijemur dan dioven secara keseluruhan berada dalam kategori baik yang membedakan hanya terdapat pada aspek tekstur yaitu agak keras. Kata Kunci : Kualitas, Kacang Koro Pedang, Kue Kering (Kue Satu) This study aims to know the quality of the koro pedang peanut pastry (satuh cake) by using ovened and dried processing techniques based on the flavor, taste, and texture aspects. With observation method in the data collection by using hedonic organoleptic quality tested to 21 trained panelists. Furthermore, the datas will be analyzed by using quantitative descriptive analysis method. The results show that 1 ) the quality of the koro pedang peanut cake (satuh cake) by using dried processing techniques bsed on the flavor aspect is in good category ( 2,85 ) the typical koro pedang peanut, taste is in a good category (2,90) the sweety, and the texture is in a good category (2,85) the crumbly. 2) The quality of the koro pedang peanut pastry by using ovened processing technique based on the flavor aspect is in a good category (2,66) the typical koro pedang peanut, taste is in a good category (2,71) the sweety, and texture is in a good category (2,33) that is rather hard. Based on the results of test quality of the koro pedang peanut pastry (satuh cake) by using ovened and dried processing techniques overall as are in either category the only difference found in the rather hard texture aspects. keyword : quality, koro pedang peanut, pastry (satuh cake)
STUDI EKSPERIMEN PEMANFAATAN TEPUNG GADUNG MENJADI SPONGE CAKE ., Imas Sumiati; ., Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd; ., Ida Ayu Putu Hemy Ekayani, S.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v2i1.1871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas sponge cake dengan formulasi 100%, 75%, dan 50% tepung gadung dilihat dari segi rasa, warna dan tekstur. Penelitian ini adalah penelitian jenis eksperimen dengan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi. Sponge cake gadung dari aspek rasa, warna dan tekstur telah diuji oleh 25 orang panelis terlatih. Instrumen pengumpulan data adalah lembar uji mutu hedonik dengan 3 kriteria (baik, cukup dan kurang). Selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) kualitas sponge cake dengan formulasi 100% memperoleh persentase rasa sebesar 89% pada kategori baik, warna sebesar 84% pada kategori baik dan tekstur 55% pada kategori kurang, (2) kualitas sponge cake dengan formulasi 75% memperoleh persentase rasa sebesar 87% pada kategori baik, warna sebesar 88% pada kategori baik dan tekstur sebesar 76% pada kategori baik, dan (3) kualitas sponge cake dengan formulasi 50% memperoleh persentase rasa sebesar 93% pada kategori baik, warna sebesar 100% pada kategori baik dan tekstur sebesar 97% pada kategori baik. Kata Kunci : kualitas,tepung gadung, sponge cake This research aims to find out of quality sponge cake with 100%, 75% and 50% formulation of yam flour, looked from taste, colour and texture. The type of this research is experimental research with data’s collection method is data observation. The aspect yam sponge cake from taste. Colour and texture has been tested by 25 panelists. Instrument of data’s collection is sheet of hedonic quality test with 3 criterias (good, sufficient, deficient). Here after, the analyzed use quantitative descriptive analysis. The results showed (1) quality of sponge cake with 100% formulation acquire taste presentation 89% on good category, 84% for colour and on good category, and texture 55% on deficient category, (2) sponge cake quality with 75% formulation acquire taste presentation is 87% on good category, 88% for colour presentation on good quality and texture is 76% on good category, and (3) quality of sponge cake with 50% formulation acquire for taste presentation 93% on good category, colour is 100% on good category and texture is 97% on good category. keyword : quality, yam flour, sponge cake
PENERAPAN RAGAM HIAS PADA TEKSTIL DENGAN PERPADUAN TEKNIK IKAT CELUP (JUMPUTAN) DAN TEKNIK BATIK. ., Ni Luh Putri Laranangis; ., Putu Agus Mayuni, S.Pd, M. Si.; ., Made Diah Angendari, S.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v2i1.3496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Proses penerapan ragam hias pada tekstil dengan perpaduan teknik ikatcelup (jumputan) dan teknik batik, (2) Kendala yang ditemukan dalam proses penerapan ragam hias pada tekstil dengan perpaduan teknik ikatcelup (jumputan) dan teknik batik serta cara penanggulangannya, (3) hasil dari penerapan ragam hias pada tekstil dengan perpaduan teknik ikatcelup (jumputan) dan teknik batik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi experiment menggunakan metode pengambilan data observasi. Proses penilaian dilakukan oleh 15 orang panelis atau expert dan hasilnya menggunakan Acuan Patokan Skala 5. Hasil penelitianini menunjukkan bahwa (1) proses penerapan ragam hias terdiri dari, tahap pertama merupakan tahap pra produksi yang terdiri dari persiapan alat, persiapan bahan, pencucian kain, perendaman kain dan pengeringan. Tahap kedua merupakan tahap produksi, terdiri dari proses pembuatan ragam hias atau motif dengan teknik ikat celup dan dilanjutkan dengan menerapkan ragam hias motif dengan teknik batik, (2) Kendala-kendala yang ditemukan yaitu dari segi desain, perendaman kain, proses ikat, proses membuka ikatan, proses luntur, proses pencelupan batik, dan proses pelorodan. (3) Hasil dari penerapan ragam hias menunjukan persentase 86,66% tergolong “Sangat Baik”. Sedangkan ditinjau dari segi warna menunjukan persentase 90% dalam tergolong “Sangat Baik”.Kata Kunci : Ragam hias, teknik ikat celup, jumputan, dan teknik batik. The observation aimed at knowing: (1) Implementation process of decoration style in textile with tie dye and batik technique combination, (2) Obstacle that was found in implementation process of decoration style in textile with tie dye and batik technique in overcoming, (3) Result of implementation process of decoration style in textile with tie dye and batik technique. Method was used in implementation process of decoration style in textile with tie dye and batik technique was an observation method with type of observation that was observed from its way to be experimented. The evaluation was conducted by 15 panelists or expert and the result agreed with reference of 5 scale standard. The result of observation showed, implementing decoration style in textile after passing through some processes; the first phase was pre-production phase. In this step, consisted of five steps;. The second phase, was production phase, where it consisted of two processes; making of decoration style or motif with tie dye and continued with implementing decoration style of batik technique. Regarding to the data had been obtained from observation result data on panelist’s evaluation; found that the result of decoration style implementation with tie dye and batik technique combination was observed from decoration style aspect was 86.66% “Very Good”. Whereas, the result of decoration style implementation in textile with tie dye and batik technique was observed from colors aspect was 90% “Very Good”. keyword : Decoration Style, Ikat Celup Technique, Tie Dye and Batik Technique.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN ROOM SERVICE (TRAY SET-UP) MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) DI SMK N 2 SINGARAJA ., Ketut Nonik Setiawati; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd; ., Ida Ayu Putu Hemy Ekayani, S.Pd., M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v2i1.4322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan Hasil Belajar Siswa, (2) Respon Siswa terhadap pembelajaran Room Service (Tray Set-Up) setelah diterapkan model kooperatif tipe TGT berbantuan Lembar Kerja Siswa terhadap siswa kelas XlA5 di SMK N 2 Singaraja. Jenis penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XlA5 SMK Negeri 2 Singaraja yang berjumlah 35 orang terdiri dari 16 orang putra dan 19 orang putri. Data hasil belajar didapat dengan tes hasil belajar dan tes unjuk kerja. Data respon siswa dikumpulkan dengan menggunakan angket tertutup. Analisis data penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Penerapan Model Kooperatif tipe TGT berbantuan Lembar Kerja Siswa dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yaitu mencapai rata-rata pada siklus I sebesar 78.86 dengan kualifikasi belum memenuhi KKM dan pada siklus II mencapai 83.14 dengan kualifikasi memenuhi KKM, atau terjadi peningkatan sebesar4,28. Pencapaian ketuntasan klasikal siklus I sebesar 74% dan pada siklus II diperoleh ketuntasan klasikal sebesar 89%, hal ini berarti terjadi peningkatan ketuntasan klasikal siklus I ke siklus II sebesar 14.29%, pada kualifikasi memenuhi KKM (2) Respon siswa terhadap penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT berbantuan LKS di peroleh rata-rata sebesar 79,80 dengan kualifikasi positif. Hasil tersebut menunjukkan bahwa menggunakan model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT berbantuan LKS dapat meningkatkan hasil belajar Room Service (Tray Set-Up) pada siswa kelas XlA5 SMK Negeri 2 Singaraja Tahun pembelajaran 2013/2014. Kata Kunci : Kooperatif Tipe TGT, LKS,Hasil Belajar This research aimed at discovering (1) Improvement of students’ learning result, (2) Students’ response toward Room Service instruction (Tray Set-Up) after Cooperative Model Type TGT combined with students’ worksheet were implemented in class XlA5 of SMK N 2 Singaraja. This research was a classroom action research. The research was conducted in two cycles, in which each cycle consisted of planning, action, observation/evaluation and reflection. Subject of this research was the 35 students in class XlA5 of SMK N 2 Singaraja, consisted of 16 male and 19 female students. Data were gained by using learning result and performance tests. The students’ responses were gained by using closed questionnaire. Data analysis was conducted descriptive quantitatively. The result of the research showed that (1) The implementation of Cooperative Model Type TGT combined with students’ worksheet were able to improve the students’ learning result, in which mean score in cycle I was 78,86 classified as sufficient enough or had not been fulfilled passing grade, and in cycle II was 83.14 classified as good or had been fulfilled the passing grade, therefore the improvement between the mean score in cycle I and cycle II was 4.28 the classical achievement in cycle I was 74% and in cycle II was 89%, it showed that there was 14.29% classical improvement, qualified as good or had been fulfilling the passing grade (2) The students’ response toward the implementation of Cooperative Model Type TGT combined with students’ worksheet, it was gained that the mean score was 79.80 qualified as positive. Those results showed that by implementing Cooperative Model Type TGT combined with students’ worksheet was able to improve the learning result of Room Service (Tray Set-Up) in class XlA5 of SMK N 2 Singaraja Academic Year 2013/2014. keyword : Cooperative Type TGT, students’ worksheet, learning result
TENUN IKAT TRADISIONAL PADA KELOMPOK TENUN KAPO KALE DESA MANULONDO KECAMATAN NDONA KABUPATEN ENDE NTT ., Maria Dapa Talu; ., I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd; ., Made Diah Angendari, S.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v2i1.2442

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Jenis ragam hias tenun ikat tradisional; (2) Proses pembuatan tenun ikat tradisional dengan menggunakan pewarna alami; (3) Makna ragam hias dan fungsi tenun ikat.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Manulondo Kecamatan Ndona. Subyek penelitian yaitu pengrajin tenun ikat.Obyek penelitian adalah ragam hias tenun ikat tradisional, proses pembuatan serta makna ragam hias dan fungsi tenun ikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa,1) ragam hias yang ada di Desa Manulondo terdapat 16 ragam hias yaitu: Ragam Hias Jara Nggaja, Nggaja Sedetu, Nggaja Manu, Jara, Mata Karara, Soke Mata Ria, Soke Mata Lo’oSoke Mata Modhe, Soke Belle Kale, Pea Kanga, Rote Rego, Rote Koba, Rote Kopo, Mangga, One Mesadan Semba, 2) Proses pembuatan tenun ikat di Desa Manulondo hampir sama dengan daerah lain di Indonesia yakni menggunakan alat tenun sederhana dan pewarna alami. Proses pembuatan tenun ikat secara tradisional yaitu: Woe Lelu/menggulung benang, Dao Go’a/merentangkan benang lungsi, Meka Pette/ mengikat benang, Podo Ngili/pencelupan benang, Redu Perru/mencabut tali gebang, Pusi Mina/perminyakan, Kekku Toro/pencelupan warna merah, Dao Go’a/merentangkan benang, Pili Perru/mengatur benang Ae Ti/memberi kanji, dan Seda/menenun, 3) Makna ragam hias biasanya dikaitkan dengan penggunaan dalam upacara adat yang ada. Jenis ragam hias Nggaja dimaknai sebagai lambang kendaraan para dewa, ragam hias Jara dimaknai sebagai lambang kendaraan para arwah dan ragam hias semba dimaknai sebagai lambang kebesaran para Mosalaki dan Atalaki. Fungsi tenun ikat memliki dua fungsi yaitu fungsi pasif sebagai hiasan dan fungsi aktif dapat dilihat dari beberapa aspek kehidupan masyarakat seperti aspek sosial dikenakan saat upacara adat, aspek religi dikenakan pada saat upacara keagamaan, aspek ekonomi sebagai sumber penghasilan keluarga dan aspek estetika memiliki nilai yang tinggi dilihat melalui proses pembuatannya yang rumit. Kata Kunci : Kata Kunci: Ragam Hias, Tenun Ikat Tradisional, Pewarna Alami Abstract This research aims at finding out: (1) Kinds of decorated variations of traditional strung woven; (2) Process of producing natural coloring based of traditional strung woven; (3) Meaning of decorated variations and function of strung woven. This study is conducted in Manulondo Village, Ndona Subdistrict. The subject of this research are weaver of strung woven and the object is decorated variation of traditional strung woven, the production process, and the function of strung woven. This study results that 1) There are 16 kinds of decorated variations in Manulondo Village which are Jara Nggaja, Nggaja Sedetu, Nggaja Manu, Jara, Mata Karara, Soke Mata Ria, Soke Mata Lo’oSoke Mata Modhe, Soke Belle Kale, Pea Kanga, Rote Rego, Rote Koba, Rote Kopo, Mangga, One MesaandSemba, 2) The production process of strung woven in Manulondo Village is nearly the same as other places in Indonesia which uses simple weaving machine and natural coloring process. The processes of producing strung woven in traditional way, namely, Woe Lelu/rolling up string, Dao Go’a/flinging out lungsi string, Meka Pette/ tying up the string, Podo Ngili/dying the string, Redu Perru/lifting out gebang rope, Pusi Mina/oiling, Kekku Toro/dying red color, Dao Go’a/flinging out string, Pili Perru/arranging stringAe Ti/giving starch, and the last isSeda/weaving. 3) The meaning of decorated variation is commonly related with its usage to tradition ceremony. The kinds of decorated variations of Nggaja is defined as the symbol of the vehicles of Gods, Jara decorated variation symbolizes as the souls’ vehicles, and Semba decorated variation means as the greatness symbol of MosalakiandAtalaki. The functions of strung woven can be divided into two, namely, passive function as it is seen as decoration and active function as it is established in life aspects, such as social aspect as it is used in tradition ceremony, religious aspect as people wear it for attending religious ceremony, economical aspect as it is beneficial for family finances, and estetical aspect which is high valuable as it is seen from the complexity of the production process. keyword : Key words: Decorative, Traditional Weaving, Natural Dyes
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR PADA MATA PELAJARAN CETAK SARING SISWA KELAS X SMKN 1 SUKASADA ., Komang Erna Astari; ., Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani,M.Pd; ., Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v2i1.3497

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kreativitas belajar siswa kelas X DPK Tekstil SMKN 1 Sukasada dalam pelajaran cetak saring melalui penerapan media pembelajaran audio visual, dan (2) respon siswa terhadap penerapan media pembelajaran audio visual. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Sukasada dengan subjek penelitian siswa kelas X DPK Tekstil tahun pelajaran 2013-2014 dengan jumlah siswa sebanyak 11 orang. Objek penelitian ini adalah kreativitas belajar siswa membuat motif cetak saring dan respon siswa terhadap penerapan media audio visual. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data kreativitas siswa adalah tes unjuk kerja membuat motif cetak saring yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Data respon siswa diperoleh dengan menggunakan angket. Hasil penelitian tindakan kelas penerapan media audio visual untuk meningkatkan kreativitas belajar pada mata pelajaran cetak saring siswa kelas X DPK Tekstil SMKN 1 Sukasada menunjukan (1) kreativitas belajar siswa meningkat pada kategori sangat kreatif dengan nilai rata rata sebesar 82,4 dan (2) penerapan media audio visual mendapatkan respon positif dengan nilai rata-rata 51.Kata Kunci : Audio Visual, Kreativitas, Respon. This study aimed to determine (1) class X studying creativity deposits SMK 1 Sukasada Textile screen printing lesson learning through the application of audio-visual media, and (2) students' response to the application of audio-visual instructional media. This study was conducted action research in SMK Negeri 1 Sukasada with research subjects class X DPK Textiles 2013-2014 school year the number of students as many as 11 people. Object of this study is to learn students 'creativity to make screen printing motif and students' response to the application of audio-visual media. The method used to obtain the data creativity test performance of students is making a print motif strain quantitatively analyzed descriptively. Student response data obtained using a questionnaire. The results of the application of action research to improve the audio-visual media creativity on subjects learn screen printing class X DPK Textile SMK 1 Sukasada showed (1) increased student learning creativity in the category of very creative with average scores of 82.4 and (2) the application of audio-visual media to get a positive response with an average value of 51.keyword : Audio Visual, Creativity, Response.
PEMANFAATAN KULIT IKAN MARLIN MENJADI KERUPUK DI DESA SANGSIT ., Luh Putu Desy Yusanti; ., Ni Wayan Sukerti, S.Pd, M.Pd.; ., Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v2i1.4323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) proses pembuatan kerupuk kulit ikan Marlin, dan (2) kualitas kerupuk kulit ikan Marlin yang dibuat dilihat dari segi pengembangan, tekstur, dan rasa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi. Kerupuk kulit ikan Marlin diuji kualitasnya oleh 25 orang panelis terlatih dilihat dari kualitas pengembangan, tekstur, dan rasa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar uji mutu hedonik dengan tiga tingkatan (baik dengan skor 3, kurang dengan skor 2, dan buruk dengan skor 1. kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Proses pembuatan kerupuk kulit ikan Marlin terdiri dari proses persiapan bahan yang terdiri dari lengkuas 10 gr, garam 20 gr, bawang putih 30 gr, dan air jeruk nipis 2 sendok makan. Proses pembuatan kerupuk kulit ikan Marlin yaitu, proses blansir kulit ikan Marlin menggunakan air mendidih, proses pembersihan dari daging dan sisik yang menempel pada kulit ikan Marlin dan pemotongannya, proses pencampuran bumbu, proses pengeringan di bawah sinar matahari, proses penggorengan dengan menggunakan api kecil dan sedikit minyak. (2) Kualitas kerupuk kulit ikan Marlin memiliki kategori pengembangan/volume yang sempurna yaitu dua kali volume kering setelah digoreng dengan perolehan skor 2,92; tekstur yang baik dengan perolehan skor 2,84; dan rasa khas ikan dengan perolehan skor 2,92. Kata Kunci : kualitas, kerupuk, ikan marlin. This research aimed at finding out: (1) the proses of making Marlin crackers, and (2) the quality of Marlin skin crackers regarding from their volume, texture, and taste. Experimental research was applied to this research of which the data collection used was observation method. The quality of Marlin skin crackers was tested by 25 panelists considering their volume, texture, and taste. The instruments are hedonic quality form with three levels (good (scored 3), average (scored 2), and bad (scored 1). The data were then analyzed with descriptive qualitative. The research shows that: (1) the process of making Marlin skin crackers consisted of preparing ingredients such as galangal (10 grams), salt (20 grams), garlic (30 grams), and lime juice (2 tablespoons). The process of making Marlin fish skin crackers is that blanching the Marlin fish skin with boiled water, cleaning from the fish flesh and scales and cutting the fish skin, mixing ingredients, drying, frying in low heat and little oil; (2) the quality of Marlin skin crackers is that they perfectly expand from the dried ones with 2.92; good texture with 2.84; and their unique tastes with 2.92. keyword : quality, crackers, Marlin fish.
Inovasi Pengolahan Gluten Pada Hidangan Nugget ., Kadek Dewi Utama Sari; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v2i1.4321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Proses pembuatan Nugget Gluten (2) kualitas Nugget Gluten dari aspek rasa, warna, tekstur dan aroma. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen dan metode observasi. Nugget Gluten dari aspek rasa, warna tekstur, dan aroma diuji oleh 25 orang panelis terlatih. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar uji mutu hedonik dengan 3 tingkatan (Baik, Cukup dan Kurang). Kemudian dianalisis melalui analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Proses pembuatan Nugget Gluten yang terdiri dari : Gluten 200 gram, lada putih 5 gram, garam 5 gram, bawang bombay 50 gram, roti tawar 5 lembar, air 50 ml, kentang 50 gram, wortel 50 gram, telur 2 butir dan tepung roti 250 gram. Adapun cara pembuatan Nugget Gluten: proses pembuatan Gluten, Gluten digiling dan ditambahkan dengan lada putih dan garam, ditambahkan bawang bombai yang sudah dicincang dan ditumis, roti tawar dihancurkan dengan air, sayuran wortel dipotong dadu, campur bahan menjadi satu ditambahkan telur, dibentuk pada cetakan, kemudian dikukus selama 20 menit, setelah matang kemudian didinginkan, pada saat adonan dingin ditambahkan pelapis basah yang menggunakan telur, kemudian ditambahkan pelapis kering yang menggunakan tepung roti, kemudian Nugget Gluten digoreng. (2) Uji kualitas Nugget Gluten dari aspek rasa, warna, tekstur, dan aroma mendapatkan perolehan persentase rasa sebesar 2,76 pada kategori baik, warna sebesar 2,80 pada kategori baik, tekstur sebesar 2,64 pada kategori baik dan aroma sebesar 2,48 pada kategori baik . Kata Kunci : Kata kunci: Gluten,Kualitas,Nugget. This is a an experiment research which was aimed at investigating, (1) Nugget Gluten making process, (2) Gluten nugget quality which was seen from taste, colours, texture and aroma aspects. Data Was obtained from experiment method and observation method. Gluten Nugget quality was tested from 25 qualified panelists. The instruments was used hedonic quality test sheet which are contained 3 levels ( good, enough, and not good) then analysed through descriptive quantitative analysis.The result showed that (1) Nugget Gluten making process the way of making Gluten Nugget as follows: the Gluten should be milled first and put some with pepper, salt, chopped and sautéed onions, crushed with breads, carrots and diced potatoes. Afterward, mix all ingredients together and add an egg then shape it on the mold. Subsequently, steam the mold for at least 20 minutes. After finished, dough should be refrigerayed. Later, adds a weet layer using egg and a dry layer using bread flour when it is already cold. Then, Gluten Nugget should be fried until cooked. (2) Gluten Nugget which are consisted of Gluten (200 gr), white peppers (5 gr), and salt (5 gr), onion (50 gr), 5 pieces of white bread, water (50 ml), 50 gr 0f potatoes and carrots, two eggs, and bread flour ( 250 gr).Furthermore Gluten Nugget was obtained percentage 2.76 (good) in taste, 2.80 (good) in colours, 2.64 (good) in texture, and 2.48 (good) in aroma.keyword : Keywords : Gluten, Quality, Nugget
STUDI EKPERIMEN TEPUNG LABU KUNING MENJADI BROWNIES ., Komang Nopi Purnama Dewi; ., Ni Wayan Sukerti, S.Pd, M.Pd.; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v2i1.2516

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas brownies tepung labu kuning dengan formulasi 75% tepung labu kuning dan 25% tepung terigu dilihat dari aspek 1) rasa, 2) aroma dan 3) tekstur. Penelitian ini adalah penelitian jenis eksperimen dengan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi. Brownies tepung labu kuning dari aspek rasa, aroma dan tekstur telah diuji oleh 25 orang panelis terlatih. Instrumen pengumpulan data adalah lembar uji mutu hedonik dengan 3 kriteria (baik, cukup dan kurang). Selanjutnya data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Kualitas brownies dengan formulasi 75% tepung labu kuning memperoleh persentase rasa sebesar 97,3% pada kategori baik dengan kriteria manis, terasa coklat dan khas labu kuning. 2) Aroma sebesar 94,6% pada kategori baik dengan kriteria khas coklat dan labu kuning. 3) Tekstur 88% pada kategori baik dengan kriteria lembut, berpori-pori halus dan berminyak. Kata Kunci : Kata kunci : Kualitas, Brownies, Tepung Labu Kuning This study aims to determine the quality of flour pumpkin brownies with flour formulations75%and 25 % pumpkin flour from the aspects 1 ) taste , 2 ) scent and 3 ) texture. This research is a kind of experiment with methods of data collection used the method of observation . Brownies pumpkin flour from the aspect of flavor , aroma and texture has been tested by 25 trained panelists . Data collection instruments are hedonic quality test sheet with 3 criteria ( good , sufficient and less ) . Furthermore, the data were analyzed using quantitative descriptive analysis. The results showed ( 1 ) Quality formulations brownies with 75 % flour pumpkin flavor percentage gain of 97.3 % in both categories with criteria sweet , tasted chocolate and pumpkin typical . 2) The smell of 94.6 % in both categories with criteria typical brown and yellow squash . 3 ) Texture 88 % in both categories with criteria soft , smooth pores and oily . keyword : Keywords : Quality , Brownies , Pumpkin Wheat Yellow
PEMANFAATAN AMPAS SALAK MENJADI KRASIKAN ., Ni Made Tuari; ., Dra. Damiati, M.Kes; ., Ni Wayan Sukerti, S.Pd, M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v2i1.2443

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mencari formulasi resep baku krasikan ampas salak (2) Untuk mengetahui kualitas krasikan ampas salak dari aspek aroma, rasa, warna dan tekstur. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data adalah metode observasi. Krasikan ampas salak dari aspek aroma, rasa, warna dan tekstur diuji oleh 25 orang panelis pencicip terlatih. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar uji mutu hedonik dengan 3 tingkatan (sangat baik, baik dan kurang). Kemudian dianalisis melalui analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian krasikan ampas salak menunjukkan (1) formulasi resep baku krasikan ampas salak dengan substitusi bahan utama 75% terdiri dari: 200 gram ampas salak yang sudah diblender, 150 gram beras ketan putih, 500 ml santan, 1 butir kelapa (diparut), 250 gram gula merah dan ½ sdt air kapur sirih. (2) kualitas krasikan ampas salak dari aspek aroma, rasa, warna dan tekstur mendapatkan perolehan persentase aroma sebesar 93% pada kategori sangat baik, rasa manis sebesar 88% pada kategori sangat baik, rasa asam sebesar 92% pada kategori sangat baik, warna sebesar 96% pada kategori sangat baik dan tekstur sebesar 97% pada kategori sangat baik.Kata Kunci : ampas salak, krasikan, kualitas This study aims to: (1) To find the recipe formulation krasikan pulp raw bark (2) To determine the quality of the bark pulp krasikan aspect aroma, flavor, color and texture. This study is an experimental research. The method used to obtain the data is the method of observation. Krasikan pulp bark of the aspects of aroma, flavor, color and texture tested by 25 panelists trained tasters. Data collection instruments used are hedonic quality test sheet with 3 levels (excellent, good and less). Then analyzed by quantitative descriptive analysis. The results of the study showed krasikan bark pulp (1) raw recipe formulation krasikan bark pulp with 75% substitution of the main ingredients consist of: 200 grams of bark that has been blended pulp, 150 grams of white glutinous rice, 500 ml of coconut milk, 1 coconut (grated), 250 grams of brown sugar and ½ teaspoon water whiting. (2) the quality of the bark pulp krasikan aspects of aroma, flavor, color and texture to get a percentage gain of 93% in the aroma category are very good, sweet taste by 88% in the excellent category, sour taste in the category of 92% is very good, the color of 96% in the category of very good and the texture of 97% on the very good category.keyword : bark pulp, krasikan, quality

Page 1 of 2 | Total Record : 15