cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 83 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2017):" : 83 Documents clear
TATA RIAS PENGANTIN KABUPATEN KLUNGKUNG ., Ni Putu Putri Astuti; ., Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd; ., Made Diah Angendari, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagian-bagian (2) makna dan fungsi dari tata rias pengantin Kabupaten Klungkung. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara kepada LKP Salon Rahayu, puri Klungkung dan pakar tata rias. Teknik analisis data adalah teknik deskriptif. Hasil Penelitian ini adalah: (1) Tata rias pengantin Kabupaten Klungkung dibagi menjadi 4 bagian yaitu (a) tata rias wajah yaitu serinata, alis-alis, hiasan mata, hidung, perona pipi, dan hiasan bibir, (b) tata rias rambut yaitu semi lilit/gulung¸ bunga sari konta, bunga mawar, cempaka putih kuning, sandat, bunga reog emas, bunga kompyong, cucuk emas, sanggul kletek mandel, (c) busana pengantin, busana wanita yaitu tapih prada/songket, wastra prada/songket, sabuk prada, selendang prada/songket, busana pria wastra lanang melelancingan, saput prada/songket, umpal, destar, (d) aksesoris, aksesoris wanita sabuk bebekeng, subeng, gelang, cincin, tapel pelengan, aksesoris pria keris, bunga pucuk emas. (2) makna dan fungsi tata rias pengantin Kabupaten Klungkung, serinata makna yaitu menandakan seseorang telah dewasa, fungsi serinata sebagai hiasan pada dahi, bunga mawar merah makna yaitu melambangkan kekuatan hati seorang wanita, fungsi bunga mawar merah sebagai hiasan, selendang songket makna sebagai simbol kegembiraan dan keanggunan, fungsi selendang menutupi bagian dada seorang wanita, umpal memiliki makna sebagai simbol Dewa Wisnu, fungsi umpal menguatkan iktan wastra, sabuk bebekeng makna mampu mengekang hawa nafsu, fungsi sabuk bebekeng sebagai hiasan pada pinggang, keris makna melambangkan purusa dan pradana, fungsi keris menambah kegagahan seorang pria.Kata Kunci : aksesoris, busana, tata rias, pengantin Kabupaten Klungkung. This study aims to determine (1) the parts (2) the meaning and function of bridal makeup Klungkung regency. The research is descriptive research. Methods of data collection by way of observation and interviews to LKP Salon Rahayu, Klungkung castle and makeup experts. Data analysis technique is descriptive technique. The results of this study are: (1) Bridal makeup Klungkung regency is divided into 4 parts, namely (a) makeup of the serinata, eyebrows, eye decoration, nose, blush, and lip makeup, (b) semi wound / flower buds, rose, white yellow cempaka, sandat, golden reog flowers, compound flowers, golden cucuk, mandarin kletek bun, (c) bridal dress, ladies prada / songket, wastra prada / songket , belt prada, prada / songket shawl, wastra lanang melelancingan clothing, prada / songket, pendal, destar, (d) accessories, women's accessories belt bebekeng, subeng, bracelet, ring, tapel pelengan, keris man accessories, golden shoots . (2) the meaning and function of bridal make-up of Klungkung Regency, serinata meaning that signifies someone has grown, serinata function as decoration on forehead, red rose meaning meaning symbolize woman's heart power, function of red rose as decoration, scarf songket meaning as symbol excitement and elegance, the function of the scarf covers the chest of a woman, eg has a meaning as a symbol of the god Vishnu, the function of basting the iktan wastra, the belt bebekeng meaning can curb lust, the function of belt bebekeng as decoration at the waist, kris meaning symbolizes purusa and pradana, kris adds to the valor of a man.keyword : accessories, clothing, cosmetology, bride Klungkung regency.
STUDI EKSPERIMEN BUAH BELIMBING WULUH MENJADI SORBET ., Ni Putu Mas Yudayani; ., Dra. Damiati, M.Kes; ., Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13649

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui (1) formulasi resep baku sorbet buah belimbing wuluh (2) kualitas sorbet dari aspek tekstur dan aspek rasa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data adalah metode observasi. Sorbet buah belimbing wuluh dari aspek tekstur dan aspek rasa diuji oleh 25 panelis terlatih dengan menggunakan intrumen berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, buruk. Kemudian dianalisi melalui analisis deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan (1) formulasi resep baku sorbet buah belimbing wuluh dengan bahan utama belimbing wuluh 500 gr, gula pasir 300 gr dan air 100 ml. kualitas sorbet buah belimbing wuluh dilihat dari aspek tekstur berada dalam kategori baik dengan skor (2,64) yaitu memiliki tekstur kasar dan berserat (2) kualitas sorbet buah belimbing wuluh dilihat dari aspek rasa berada dalam kategori baik dengan skor (2,60) yaitu memiliki rasa manis, keasaman. Kata Kunci : buah belimbing wuluh, sorbet, tekstur, rasa This experimental research is aimed to find out (1) the recipe formulation of raw sorbet of star fruit (2) sorbet quality from texture aspect and taste aspect. This research is experimental research. The method used to obtain data is the method of observation. Sorbet of starfruit from texture aspect and taste aspect tested by 25 panel of trained by using instrument in the form of organoleptic test sheet with 3 levels that is good, enough, bad. Then it is analyzed through quantitative descriptive analysis. The results showed (1) prescription formulation of raw sorbet star fruit starfruit with main ingredient starfruit wuluh 500 gr, 300 gr sugar and water 100 ml. the quality of star fruit sorbet wuluh seen from the texture aspect is in good category with score (2,64) that has coarse texture and fibrous (2) quality sorbet of star fruit wuluh seen from flavor aspect are in good category with score (2,60) that is has a sweet taste, acidity. keyword : star fruit, sorbet, texture, flavor
PERKEMBANGAN TATA RIAS PENGANTIN MUPUS BRAEN BLAMBANGAN ., Kiki Agus Winarsih; ., Dr. Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd; ., Made Diah Angendari, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.15343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan di tinjau dari (1) perkembangan tata rias wajah, rambut, busana dan aksesoris, (2) makna dan fungsi tata rias. Penentuan informan menggunakan teknik Snowball Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) bahwa telah terjadi perubahan pada tata rias Mupus Braen Blambangan terkait, tata rias wajah, rambut, busana dan aksesoris. Perubahan yang terjadi mengacu pada sejarah dan tradisi Banyuwangi. (2) tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan memiliki makna yang tidak boleh dihilangkan, karena dilambangkan sebagai doa yang diharapkan berdampak baik bagi pengantin, fungsi untuk memberi gambaran kepada penata rias dalam mengaplikasikan tata rias Mupus Braen Blambangan.Kata Kunci : Banyuwangi, Blambangan, Paes, Pengantin Mupus Braen Blambangan     This study aims to find out the bridal makeup of Mupus Braen Blambangan in review of (1) the development of face and hair makeup, clothing and accessories, (2) the meaning and function of bridal makeup. Determination of informants using Snowball Sampling technique. Data collection techniques used observation and interview methods. The research instrument uses an observation sheet and interview guide. Data analysis used is descriptive technique. The results of this study show (1) that there has been some changes in Mupus Braen Blambangan related face and hair makeup, clothing and accessories. Changes that occur refers to the history and traditions of Banyuwangi. (2) bridal makeup Mupus Braen Blambangan has a meaning that should not be removed, because it is symbolized as a prayer that is expected to have a good impact on the bride, a function to give illustrated to the makeup artist in applying makeup Mupus Braen Blambangan.keyword : Banyuwangi, Blambangan, Bride Mupus Braen Blambangan, Paes
Tata Rias Tari Rejang Desa Adat Tenganan Pegringsingan Kabupaten Karangasem Bali ., Ni Ketut Dewi Tara Dipa; ., Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd.; ., Dr. Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.16008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tata rias wajah, tata rias rambut, dan busana tari rejang di Desa Tenganan Pegringsingan. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus 2018 di Desa Tenganan Pegringsingan Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik deskriptif. Hasil penelitian ini adalah mendeskripsikan tata rias wajah, tata rias rambut, dan busana dari tari rejang di Desa Tenganan Pegringsingan (1) untuk tata rias wajah tari rejang Palak, Mombongin, dan Nyandang Kebo, hanya memakai riasan yang sederhana yaitu alis-alis, perona mata, shading pada hidung, perona pipi dan perona bibir, tetapi untuk tari rejang Dewa tidak memakai riasan wajah sama sekali, (2) pada tata rias rambut tari rejang Palak, rejang Mombongin, Rejang Nyandang Kebo menggunakan sanggul pusung kaput serta hiasan bunga kuping, bunga cempaka emas, sandat emas, suah, cecunduk, pacek, pending, bunga cempaka kuning, dan bunga pucuk arjuna, tetapi untuk rejang dewa tidak memakai hiasan kepala maupun sanggul pusung kaput, (3) menggunakan kain tenun gringsing sebagai busana pokok dari tari rejang yang ada di Desa Tenganan Pegringsingan. Kata Kunci : aksesoris, busana, tari rejang, tata rias wajah, tata rias rambut This study aims to describe the makeup, hair make up, and rejang dance clothes in Tenganan Pegringsingan Village. Research conducted is descriptive research. This research was conducted from July to August 2018 in Tenganan Pegringsingan Village, Manggis District, Karangasem Regency. Data collection method is done by observation and interview. Data analysis techniques used in the study are descriptive techniques. The results of this study are describing makeup, hair make up, and clothing from the rejang dance in Tenganan Pegringsingan village (1) for the makeup of the dance rejang Palak, Mombongin, and Nyandang Kebo, using only simple makeup, namely eyebrows, blushes. eyes, shading nose, blush and lip blush, but for rejang Dewa dance do not wear face makeup at all, (2) on the hair make up of the rejang Palak dance, rejang Mombongin, Rejang Nyandang Kebo using pusung kaput bun and ear flower ornaments, cempaka flowers gold, gold plate, suah, cecunduk, pacek, pending, yellow cempaka flowers, and arjuna shoot flowers, but for rejang dewa not wearing a headdress or a pusung kaput bun, (3) using gringsing woven cloth as the staple of the existing rejang dance in Tenganan Pegringsingan Village.keyword : accessories, clothing, rejang dance, makeup, hair make up
MODIFIKASI KEBAYA BERBAHAN DASAR ENDEK DENGAN APLIKASI BORDIR ., Ni Luh Ayu Utami; ., Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd; ., Made Diah Angendari, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.18369

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan hasil pengembangan dari modifikasi kebaya berbahan dasar endek dengan aplikasi bordir berdasarkan prinsip keselarasan, keseimbangan, irama, dan proporsi. Penelitian ini menggunakan model pengembangan PPE (Planning, Production, and Evaluation), dimulai dari tahap perencanaan, produksi, dan evaluasi produk. Dalam penelitian ini dilibatkan dua orang ahli isi untuk menguji instrumen dan tiga orang ahli busana untuk menguji kualitas produk yang dihasilkan. Setelah instrumen dinyatakan valid, instrumen tersebut digunakan untuk uji produk. Penilaian produk dinilai berdasarkan prinsip desain yaitu keselarasan, keseimbangan, irama, dan proporsi, dengan tingkat pencapaian sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Berdasarkan uji produk yang telah dilakukan oleh ahli busana, mendapatkan hasil 100% dari ahli busana 1, 93,33% dari ahli busana 2, dan 93,33% dari ahli busana 3. Rata-rata presentase menunjukkan bahwa hasil pengembangan dari modifikasi kebaya berbahan dasar endek dengan motif bordir memiliki kualifikasi yang sangat baik dengan rata-rata 95,55%. Kata Kunci : Modifikasi, Kebaya, Kain Endek, Motif Patra Sari The purpose of this study was to describe the results of the development of kebaya modification were made from Endek base with embroidery motif based on the principle of harmony, balance, rhythm, and proportion. This study uses the development model of PPE (Planning, Production, and Evaluation), started from the planning, production and product evaluation stages. In this study, two content experts were involved to test the instrument and three fashion experts to test the quality of the products produced. After the instrument was declared valid, the instrument was used for product testing. Product assessment was assessed based on design principles, namely harmony, balance, rhythm, and proportion, with the level of achievement by the specified criteria. Based on product tests conducted by fashion experts, getting 100% from fashion experts 1, 93.33% from fashion experts 2, and 93.33% from fashion experts 3. The average percentage shows that the results of the development of kebaya modification were made from Endek base with embroidery motif had been very good qualifications with an average of 95.55%.keyword : Modification, Kebaya, Endek, Patra Sari Motif
PENGEMBANGAN JOBSHEET DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATA PELAJARAN PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN MAKANAN DI SMK NEGERI 2 SINGARAJA ., Ida Bagus Komang Krisnanda w; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.; ., Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.18979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan jobsheet dengan pendekatan saintifik, dimana kegiatan ini dirancang untuk peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan 5M. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian research and development atau penelitian pengembangan dengan model ADDIE. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI A (Boga) 3. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket. Adapun pokok bahasan dalam pengembangan jobsheet ini yaitu : (1) kelayakan jobsheet berdasarkan uji coba ahli isi materi pembelajaran dan uji coba ahli media pembelajaran; (2) kelayakan jobsheet berdasarkan uji sasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) hasil analisis ahli isi materi pembelajaran diperoleh sebesar 86% dengan kategori baik dan hasil analisis ahli media pembelajaran diperoleh 89.5% dengan kategori baik; (2) hasil analisis uji sasaran berupa respon siswa diperoleh sebesar 89.3% dengan kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa media yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan pembelajaran.Kata Kunci : Jobsheet, Pengembangan, Saintifik This research aims to develop jobsheet with a scientific approach, in which the steps of this activity are designed for learners actively consult concepts, laws or principles through 5M steps. The kind of research used is research and development of ADDIE model. The subjects in this research is students from class XI A (Boga) 3. A research instrument used in questionnaire. As well as the subject of the development of this jobsheet to find out (1) the feasibility of the worksheet based on the trial of expert content of the learning materials and media expert learning; (2) Job seeker’s feasibility based on target test. The result of the research shows that (1) the result of the content of learning material expert was 86% with good category and the result of the analysis of the media expert was 89.5% with good category; (2) target test analysis of student responses came to 89.3% with a good category. Based on the result of research, it can be concluded that the developed media is worthy of being used in pengolahan dan penyajian makanan subject.keyword : Jobsheet, Development, Saintifict
Efektivitas Metode Demonstrasi Untuk Meningkatkan Keterampilan Napkin Folding Di Kelas XI A3 SMK Negeri 2 Singaraja ., Putu Lilis Ariantini; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.11528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode demonstrasi untuk meningkatkan keterampilan napkin folding di kelas XI A3 SMK N 2 Singaraja. Penelitian tindakan kelas, ini dilaksanakan dalam dua siklus, melalui tahap dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, siswa kelas XI A3 SMK Negeri 2 Singaraja yang berjumlah 39 orang. Data keterampilan siswa dikumpulkan dengan metode observasi dan data hasil belajar diperoleh dengan tes unjuk kerja. Analisis data yang dilaksanakan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) efektivitas metode demonstrasi untuk meningkatkan keterampilan belajar siswa pada siklus I diperoleh persentase 43, 59 % dan Siklus II diperoleh persentase 87,18 %. Peningkatan keterampilan napkin folding melalui metode demonstrasi diperoleh sebesar 43,59% terkategori terampil. Kata Kunci : Efektivitas, Metode Demonstrasi, Keterampilan Napkin Folding. This research purposed to know 1) improvement of learning skill on demonstration method effectiveness to improve napkin folding skill in grade XI A3 SMK N 2 Singaraja . this class action research, carried out in two cycles, through phase of planning, action implementation, observation or evaluation, and reflection. Research subjects used in this study are students in grade XI A3 SMK Negeri 2 Singaraja with total of student 39 persons. Student skill’s data was collected by observation method. Learning result data obtained by performance test. Analysis data implemented by means of descriptively. The results showed that (1) the effectiveness of demonstration method to improve students learning skills. Cycle I obtained percentage 43, 59% and Cycle II obtained percentage 87.18%. Improvement of napkin folding skills through demonstration method was obtained at 43.59% skilled categories. keyword : Effectiveness, Demonstration Method, Napkin Folding Skill.
PEMANFAATAN TEPUNG KULIT PISANG KEPOK MENJADI PIE SUSU ., Ketut Suartini; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd.; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12298

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas pie susu tepung terigu dan pie susu tepung kulit pisang kepok ditinjau dari aspek aroma, rasa dan tekstur. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi. Penelitian ini melibatkan panelis terlatih Hasil penelitian ini menunjukkan kualitas pie susu tepung kulit pisang kepok dan pie susu tepung terigu dari aspek aroma menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara aroma pie susu tepung terigu dan aroma pie susu tepung kulit pisang kepok. Hasil uji t dari aspek rasa menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rasa pie susu tepung terigu dan rasa pie susu tepung kulit pisang kepok. Hasil uji t dari aspek tekstur menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tekstur pie susu tepung terigu dan tekstur pie susu tepung kulit pisang kepok. Dari ketiga aspek yang diteliti tersebut maka hasil dari penelitian ini yaitu H0 diterima dan H1 ditolak. Dengan demikian maka kualitas dari pie susu tepung terigu tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan pie susu tepung kulit pisang kepok baik dari aspek aroma, rasa dan tekstur. Kata Kunci : Uji kualitas, pie susu, tepung kulit pisang kepok This experimental research aims to know the different quality between egg tart made from wheat flour and egg tart made from kepok banana peel seen from aroma, flavor and texture. This research is experimental research and the technique of data collection used in this research is observation method. The panelists in this research trained panelists. The result of this research shows that there is not any significant difference between egg tart made from wheat flour and egg tart made from kepok banana peel seen from the aroma, t test results shows that there is not any significant difference between egg tart made from wheat flour and egg tart made from kepok banana peel seen from the flavor, t test results shows that there is not any significant difference between egg tart made from wheat flour and egg tart made from kepok banana peel seen from the texture. So, from three aspects the result of this research is H0 is accepted and H1 is rejected. Therefor , there is no significant difference of the quality of egg tart made from wheat flour and egg tart made from kepok banana peel seen from the aroma, flavor and texture. keyword : Quality test, egg tart, kepok banana peel
PARTISIPASI MASYARAKAT DESA WANAGIRI DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN BANYUMALA DI KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG ., Winda Harmoni Ni Putu; ., Dra. Damiati, M.Kes; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13597

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Wanagiri dengan tujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat desa Wanagiri dalam pengembangan objek wisata Air Terjun Banyumala. Teknik penentuan responden menggunakan cluster sampling. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, angket. Sedangkan instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data berupa daftar pertanyaan atau angket langsung tertutup dengan menggunakan skala likert yang diolah melalui analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa partisipasi masyarakat pada tahap pengambilan keputusan berupa memberikan informasi dan ikut dalam mengidentifikasi potensi objek wisata Air Terjun Banyumala, partisipasi masyarakat pada tahap pelaksanaan berupa menjaga keamanan, keindahan di lingkungan objek wisata Air Terjun Banyumala dan terlibat dalam mempromosikan objek wisata Air Terjun Banyumala, partisipasi masyarakat pada tahap memanfaatkan hasil berupa mendukung kegiatan pariwisata yang telah ditentukan dengan baik dalam pengembangan objek wisata, partisipasi masyarakat pada tahap evaluasi adalah berupa mengawasi kegiatan pariwisata di objek wisata Air Terjun Banyumala dan mengawasi tindakan negatif yang dapat merusak objek wisata dan kenyamanan wisatawan berkunjung. Partisipasi masyarakat desa Wanagiri dalam pengembangan objek wisata Air Terjun Banyumala tergolong baik dengan rata-rata persentase 57%, dimana pada tahap pengambilan keputusan persentase masyarakat hanya 58%, pada tahap pelaksanaan 57%, tahap memanfaatkan hasil 55% dan pada tahap evaluasi 57%. Namun, ada beberapa kendala yang dihadapi masyarakat dalam berpartisipasi yaitu bahasa, pemahaman masyarakat mengenai pariwisata masih kurang, terbatasnya pendanaan.Kata Kunci : Partisipasi, Masyarakat, Objek Wisata. This research was conducted in Wanagiri Village with the aim to analyze the participation of Wanagiri villagers in the development of Banyumala Waterfall object. Determination technique of respondents using cluster sampling. In this research, data collection technique is done by observation method, interview, questionnaire. While the instruments used in the collection of data in the form of a list of questions or questionnaires directly closed using a likert scale processed through descriptive analysis. The results of this study indicate that community participation in the decision-making phase in the form of providing information and participate in identifying the potential attractions Banyumala Waterfall, community participation in the implementation stage in the form of maintaining security, beauty in the tourist attraction Banyumala Waterfall and involved in promoting attractions Waterfall Banyumala, community participation at the stage of utilizing the results in the form of supporting tourism activities that have been well defined in the development of tourism objects, community participation in the evaluation stage is in the form of supervising tourism activities in Banyumala Waterfall attractions and oversee the negative actions that can damage tourist attractions and tourist comfort visit. The participation of Wanagiri villagers in the development of Banyumala Waterfall object is good with the average percentage of 57%, where in the decision making stage the percentage of the community is only 58%, at the implementation stage of 57%, the stage utilizes 55% and 57% evaluation stage. However, there are some obstacles faced by the community in participating in the language, public understanding of tourism is still lacking, limited funding.keyword : Participation, Community, Tourist Attraction.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN LAYANAN PORTER SISWA KELAS XI AKOMODASI PERHOTELAN 1 SMK PARIWISATA TRIATMAJAYA SINGARAJA ., Kadek Meli Anggarsari; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd.; ., Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran role playing untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran layanan porter siswa kelas XI AP1 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja; (2) mendeskripsikan respon siswa kelas XI AP1 terhadap metode pembelajaran role playing dalam pembelajaran layanan porter. Alat pengumpulan data yang digunakan untuk hasil belajar pada ranah kognitif menggunakan tes tulis, ranah afektif menggunakan lembar observasi, dan ranah psikomotor menggunakan tes kinerja. Alat pengumpulan data yang digunakan untuk respon siswa adalah angket tertutup. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) terjadi peningkatan hasil belajar dilihat dari analisis data pada siklus I yaitu rata-rata hasil belajar 83,6 dan ketuntasan hasil belajar 62,5%. Pada siklus II yaitu rata-rata hasil belajar 87,0 dan ketuntasan hasil belajar 87,5%. (2) respon siswa terhadap pembelajaran layanan porter dengan metode role playing pada siklus I sebesar 58,03 dan siklus II sebesar 64,18 yang terkategori positif. Kata Kunci : hasil belajar, layanan porter, role playing This research ams to (1) Describe the application of learning method role playing to improve learning on the subject student porter service XI AP1 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja. (2) Describe student responses class XI Ap1 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja to method study role playing in learning service porter. Test was used in assessing cognitive domain, observation sheet was used in assessing affective domain, and psychomotor domain was assessed through practicing. Test the data collection tool used to respond student is aclosed questionnaire. Study was classroom action research. The result of this study shows that (1) there is an increase in learning outcomes seen from the analysis of the data on the cycle I was 83,6 and completeness of learning outcomes was 62,5% and in Cycle II average of learning outcomes was 87,0 and completeness of learning outcomes was 87,5%. (2) Student response to porter service learning by method role playing in cycle I amount 58,03 and in cycle II was 64,18 which is category positive keyword : learning outcome, porter service, role playing